Along Time (Part 2)

Cast   :

–  Cho Kyuhyun

–  Kang Da In (Fiction)

–  Lee Donghae

–  Kim Kibum

–  Park Sangmi (Fiction)

–  May (Fiction)

–  Other Suju’s Member

~>FF ini murni buatanku, say no to plagiat!!!

~~~~~

Aaaaaaaahhhh…!!!!!

Teriakan panjang yang terdengar sangat melengking, memekakkan telinga Da In

“Da In!!!” Sangmi mengguncang-guncangkan tubuh Da In. Mereka terlihat heran bercampur khawatir melihat Da In yang tiba-tiba terdiam bak patung.

“Gwaenchanayo?” Tanya May cemas

“Anio..” jawab Da In “Barusan aku mendengar suara orang menjerit” lanjut Da In. Sangmi dan May saling berpandangan

“Benarkah? Tapi kami tak mendengar apapun”

“Suara sekeras itu tak kalian dengar?” May dan Sangmi hanya menganggukkan kepala “Aneh..” gumum Da In

“Apa yang aneh, memang tak terdengar apapun Da In-a”

“Na Young..”

May dan Sangmi kembali saling berpandangan ketika mendengar nama Na Young disebut oleh Da In, memang hanya sebatas gumaman tapi cukup sampai di telinga kedua orang itu. Mereka memandangi Da In yang pandangannya teralih pada seorang gadis yang berdiri di pintu kelas, memandangi Da In dengan tatapan yang dingin.

“Da In, tadi kau mengatakan tentang, tentang Na Young?”

“Ne” Da In mendesah lega “Sepertinya dia sudah kembali”

“Benarkah?” potong Sangmi “Mungkin kau salah. Pagi tadi aku berpapasan dengan orang tuanya.. Na Young eomma, dia masih menangis seperti terakhir kali ke sekolah. Menurutnya Na Young belum pulang”

~~~~~

“Eh..” gumum Da In yang sejak keluar kelas tadi hanya diam, baru sekarang dia bersuara, sepertinya banyak hal yang sedang bersarang di kepalanya yang menuntut penyelesaian “Kalian masih ingatkan ceritaku soal mimpi-mimpi itu?”

“Maksudmu, mimpi tentang pria dari jaman Joseon itu?” tanya Sangmi.

Da In mengangguk pelan, ia mengambil snack potato berukuran besar yang dipegang oleh yeoja gendut yang berpapasan dengan mereka.

“Wae??” Tanya Da In karena yeoja itu terus menatapnya. Yeoja itupun segera berlalu dengan tergesa-gesa.

“Kenapa dengan orang itu?” Tanya May yang mulai tak sabaran. Ia ikut merogoh isi snack hasil rampasan Da In

“Semakin lama, mimpi itu semakin menjadi-jadi, fenomena yang terjadi begitu nyata”

“Molla” Sangmi merengut, tak paham.

“Rasanya mimpi itu benar-benar nyata” tukas Da In “Sama setiap malamnya, mula-mula sebuah lembah hijau, padang rumput yang dipenuhi oleh bunga-bunga liar. Lalu orang itu berdiri di situ, mengatakan sesuatu yang tak dapat kupahami—lalu menghilang begitu saja”

“Hilang?”

“Ne, hilang” ujar Da In “Setelah itu, yang tampak sebuah pertempuran, banyak korban yang berjatuhan.. sampai-sampai tanah di sekitarnya menjadi merah karena darah. Lalu tiba-tiba tergantikan lagi oleh sebuah danau..”

“Danau??”

“Danau yang sangat indah. Lalu aku terbangun” jawab Da In “Mimpiku selalu berakhir di danau itu, entah apa maksudnya, aku semakin tak mengerti”

“Da In-a, jangan menceritakan hal-hal seseram itu” sela Sangmi

“Yaa! Mengapa kau mendengarnya? Dasar yeoja babo”

“Lagi-lagi kalian” Kyuhyun dan kedua sahabatnya entah sejak kapan sudah berdiri di situ

“Yaa! Pergi kalian!!!” gertak Da In

“Kang Da In, bicaramu sangat kasar! Mengapa membentak kami?” Donghae tak menerima perlakuan Da In

“Wae??” May memegangi kemeja Donghae “Siapa kalian sehingga kami tak bisa berbicara kasar pada kalian? Kau anak presiden? Atau kau seorang pangeran? Ani, itu mustahil. Lalu, di dahimu juga tak ada tulisan orang terhormat” ujar May sedikit mendorong dahi Donghae. Ia menatap Donghae tajam, ia semakin mengencangkan pegangannya pada kemeja Donghae.

“Yaa~ lepaskan..” Donghae berkata dengan tenang, tapi ia tidak dapat menyembunyikan rona merah di pipinya, jaraknya yang begitu rapat dengan May membuatnya cukup gugup.

“Kelakuan preman, rendah!”

BUGGHH!!

Tiba-tiba saja Da In sudah menghadiahi Kyuhyun dengan sebuah tinju yang bersarang tepat di pelipis kirinya. Kyuhyun mengerang kesakitan

“Dasar sinting!!”

“Tadinya aku bermaksud menutupi sedikit sikap burukku, tapi kau terus mengungkitnya” Da In berkata dengan begitu santainya sambil menepuk-nepuk pipi Kyuhyun. Ia lalu pergi bersama May dan Sangmi

“Aaarrgghh!!” geram Kyuhyun kesal “Dasar yeoja gila, psikopat!!”

#####

Waktu terus saja berjalan. Tak ada yang bisa menghentikan itu. Sangmi baru beberapa hari resmi menjadi pacar Hyukjae. Kejadian itu cukup menantang May dan Da In, mereka merasa selamanya akan menjomblo jika tak ada orang yang dapat melihat sisi baik dari diri mereka yang benar-benar kelam.

Da In melangkah lemas memasuki rumahnya, ia menghenyakkan diri pada sofa. Nafasnya masih belum beraturan, akhir-akhir ini Da In merasa terus diikuti, membuat perasaannya tidak tentram. Belum lagi dengan mimpi-mimpi aneh yang terasa semakin menyiksanya. Mata Da In tertuju kepada sebuah gelas yang masih terisi penuh oleh orange juice.

“Ajumma!!” Da In memanggil Han Ajumma

“Ne agassi..”

“Ini??” Da In meminta penjelasan dari apa yang dilihatnya.

“Ah, ne.. teman sekolah Agassi tadi ke sini, mencari Agassi”

“Chingu?” Da In terlihat Bingung “Sangmi, atau May??”

“Anio. Yeoja yang cantik. Dia ingin bertemu dengan Agassi”

“Nugu??”

“Molla. Dia juga pergi dengan diam-diam”

“Ajumma, mungkinkah dia mengatakan namanya?”

“Anio. Dia sangat pendiam, tak banyak bicara. Begitu pucat, aku rasa dia sedang sakit..”

Da In diam memikirkan hal itu. Tak kunjung menemukan jawaban, gadis itu segera meraih tas dan beranjak dari sofa, ia meninggalkan ajumma yang sedang membereskan gelas si tamu misterius.

Da In melangkah gontai menuju kamarnya, setelah menutup pintu kamar ia kembali membuang tasnya begitu saja di tempat tidur disusul dengan tubuhnya sendiri.

Tangannya menggapai sebuah komik diantara tumpukan komik-komik koleksinya.

Da In sibuk membolak-balik halaman demi halaman lalu kembali melempar komik itu ke tempat semula. Ia melangkah dengan gontai lalu duduk di depan komputer.

Gadis itu termenung memandang kosong ke layar hitam monitor LCDnya. Cukup lama, sampai akhirnya Da In sadar ada seseorang yang berdiri tepat di belakangnya. Jantungnya berdebar kencang, ia mendekatkan wajahnya perlahan-lahan ke monitor. Dari pantulan bayangan di layar monitor yang hitam, Da In dapat melihat dengan jelas, sosok gadis berseragam yang berdiri tepat di belakangnya. Dengan cepat Da In menoleh tapi tak mendapati siapapun di situ.

“Nugu?” Bisik Da In dalam hati, ia menatap seluruh kamarnya yang tampak lenggang, berharap sosok itu kembali muncul “Dia seperti…” kembali ia bergumam

Handphone yang berbunyi mengagetkan Da In. Ia segera menjawab telepon masuk tersebut.

“Yeoboseyo..” Sapa Da In, ia terdiam sebentar menunggu jawaban dari seberang “Yeoboseyo, nugu?” sekali lagi Da In bertanya, orang itu enggan bersuara.

“Yaaa!” Da In kehilangan kesabarannya “Ooiiii, apa kau tuli atau bisu?” Da In sudah tidak bisa lagi membendung amarahnya. Ia hendak menutup telepon tiba-tiba telinganya menangkap isak tangis dari seberang. Da In kembali menempelkan gagang telepon pada telinganya, mencoba memperjelas pendengarannya.

“Yeoboseyo.. siapa disitu?” Tanya Da In sedikit gugup.

Isak tangis itu terdengar lebih keras dan menyayat hati

“Sangmi-ya.. May. Berhenti mencandaiku. Arasseo?” ujar Da In yang mengira sedang dipermainkan oleh kedua sahabatnya.

Dingin…” suara seorang wanita disela-sela tangisnya, suara itu terdengar sangat serak dan agak berat

“Ne..??” Da In mencoba meyakini apa yang barusan di dengarnya.

Dingin, dingin sekali…”

Tidak salah lagi, itu memang suara seorang wanita yang terdengar setengah berbisik lirih

Aaaaaaaaaahhhh…..

Suara histeris yang sangat menggelegar, serasa memecahkan gendang telinga Da In, ia segera menutup telepon. Teriakan itu kembali terdengar memenuhi kamar Da In. Da In merasa kamarnya berputar-putar dan suara teriakan histeris itu menggema berulang-ulang di dalam kamar tidurnya.

“Siapa,.. siapa kau??” teriak Da In panik, ia menutup kedua telinganya. Jantungnya seakan-akan berpacu dengan detak jarum jam. Da In tersentak kaget saat sebuah tangan menyentuh pundaknya..

“Agassi?” Han ajumma menatap cemas pada Da In yang bercucuran keringat “Agassi gwaenchana??” Ia menuntun Da In agar duduk di tempat tidur, mengeringkan keringat yang masih bercucuran di wajah Da In lalu memberikan segelas air yang langsung dihabiskan oleh Da In.

“Agassi?” Han ajumma begitu cemas. Da In diam terpaku, pikirannya masih kacau balau.

#####

Kibum, Donghae dan Kyuhyun beriringan memasuki café sekolah yang sudah sesak dipenuhi oleh murid-murid. Ketiganya segera mencari tempat yang masih kosong.

“Bukankah itu Sangmi?”

Tatapan mata Kyuhyun diikuti oleh Kibum dan Donghae. Tak jauh dari tempat mereka, Sangmi sedang menikmati makanannya. Ia tidak sendiri tapi bukan bersama May dan Da In.

“Tumben tak terlihat dua preman lain di sisinya” gumam Kyuhyun “Yang bersama Sangmi, dia Hyukjae—benarkan?” kata Kyuhyun

“Kudengar, mereka berpacaran..” ujar Donghae

“Omo~ aku tak menyangka ada yang menyukai cewek-cewek psikopat itu.” Kyuhyun sambil tertawa ngakak

“Kyuhyun-a, kau tak boleh mengeluarkan kata-kata itu!” Donghae menatap Kyuhyun dengan sedikit kesal

“Ah, aku lupa jika jika kau salah satunya. Mianhae” Kyuhyun sedang menyindir Donghae

“Yaa~ kau begitu percaya diri mengatakan itu” Donghae menatap Kyuhyun kesal “Apa kau tak tahu jika benci itu sangat beda tipis dengan cinta?”

“Mwo?” Kyuhyun kembali menertawakan ucapan Donghae

“Lihat dirimu. Kau sangat kasihan” Donghae tak mau kalah “Kau tak percaya? Buktinya kongkritnya, aku sekarang sedang jatuh cinta pada May, cewek yang paling aku benci dan tak pernah aku bayangkan bakal masuk dalam daftar cewek yang aku lirik”

“Itu karena kau memang doyan cewek, Donghae-ya”

“Bagaimana jika kau mengalami hal yang sama, setidaknya aku sudah memperingatimu…” kata Donghae

“Aku??” Kyuhyun menatap Donghae dengan tatapan sinis “Aku jatuh cinta pada Da In?? Andwae!!!”

Kibum dan Donghae menatap Kyuhyun.

“Aigo.. aku tak mengatakan dengan siapa kau jatuh cinta” Donghae menggoda Kyuhyun yang mulai kikuk dan salah tingkah.

“Sihreo! Sudahlah, jangan membahas hal tak penting seperti ini”

Tepis Kyuhyun, berusaha menghindar dari tudingan Donghae

“Kau mungkin mengalami itu, tapi tidak dengan kami. Aku dan Kibum bukan tipe orang sepertimu”

Kibum berdiri dari tempat duduknya, Kyuhyun dan Donghae heran melihat Kibum yang aneh semakin bertambah aneh.

“Eodie?” tanya Kyuhyun

“Perpustakaan!!”

“Yaa, kau baru memesan makanan..??” Donghae ikut bingung

“Aku kenyang” kata Kibum lalu pergi meninggalkan sederet tanda tanya yang masih menari-nari di kepala Donghae dan Kyuhyun

“Sudah kenyang??” gumam Kyuhyun “Aneh, sepertinya dia yang paling ngotot ke kantin karena maagnya kambuh”

Kyuhyun dan Donghae hanya menggeleng. sulit menebak Kibum yang serba tertutup.

Sementara itu, dari jauh Kibum sedang memandang ke kantin. Ia tidak sedang memperhatikan Donghae dan Kyuhyun tapi matanya justru tertuju pada Sangmi dan Hyukjae, entahlah, tapi sorot mata Kibum terlihat sangat aneh.

~~~~~

Sangmi melambai-lambaikan tangan ke arah Da In dan May yang tengah asyik duduk di bangku taman. Sangmi berlari-lari kecil menghampri mereka dengan senyuman yang mengembang.

“Aigo~ lihatlah nona yang sedang berbahagia ini” kata May ketus

Sangmi mencubit pelan lengan May

“Kenapa…” gumam Da In pelan. sejak tadi ia begitu diam dan merenung

“Mwo?” tanya Sangmi dan May, mereka tak mengerti dengan gumaman Da In

“Aku, merasa terus dibuntuti”

“Karena mimpi itu lagi?” terka Sangmi

Da In menggeleng pelan

“Ani, rasanya aku sedang diikuti oleh seseorang, hmm mungkin lebih tepatnya roh seseorang” jawab Da In. Sangmi dan May saling memandang dan bergidik ngeri.

“Ini bukan pertama kalinya Da In-a, bukan hal baru..”

“Arasseo” Da In mendesah “Hanya saja, kali ini kasusnya agak lain. Aku merasa sedikit takut”

“Maksudmu??”

Da In lalu menceritakan semua kejadian aneh yang sering dialaminya. Mulai dari teriakan histeris, sosok yang kerap kali muncul di kamarnya bahkan telepon dari wanita misterius.

“Aish, rasanya akan gila!” Da In menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal

Mereka terdiam.

“Tapi, ada satu hal lagi—aku merasa sosok itu mirip seseorang. Orang yang kita kenal..”

“Nugu?”

May dan Sangmi bertanya dengan serentak. Da In membisikan sesuatu kepada May dan Sangmi. Keduanya langsung terkejut bukan kepalang, May malah terbatuk-batuk nggak karuan.

“Yaa! Da In-a, michin” ujar Sangmi tak percaya

“Serius!!” kata Da In

“Jangan bercanda” kata May, tangannya mengelus-elus dadanya.

“Aku tak bohong. Aku serius, tidak main-main tapi orang itu benar-benar mirip dengan…” Da In tak sempat melanjutkan ucapannya karena mulutnya keburu dibekap oleh Sangmi dan May.

“Sssttt..” Sangmi menatap sekeliling dengan penuh kewaspadaan “Jangan keras-keras jika ada yang mendengarmu maka kau bisa tamat..”

“Hhmmpp!!!”

Da In bergumam tak jelas, matanya mendelik memelototi May dan Sangmi. Mereka akhirnya melepas bekapan mereka di mulut Da In setelah sadar akan arti pelototan Da In

“Arasseo.. tapi kalian hampir saja membunuhku” Ujar Da In ngos-ngosan.

“Mianhae, kau mengatakan hal yang menakutkan” May meminta maaf

“Ok, aku akan diam” Da In menatap kedua sahabatnya dengan kesal. Daun-daun berterbangan, pertanda angin sedikit lebih kencang dari sebelumnya.

“Wae?” Sangmi bertanya karena melihat Da In merapatkan kedua tangannya.

“Anio. Hanya kedinginan”

“Dingin?” May bergumam penasaran, ia semakin bingung karena merasa udaranya justru lebih panas dari biasanya.

Da In terlihat mulai gelisah, ia sepertinya merasakan sesuatu. Perasaannya bertambah tak nyaman sehingga membuat kegelisahannya terlihat jelas. Entah beberapa lama, ia akhirnya sadar, sepasang tangan yang pucat memegangi pundak Sangmi. Beberapa saat kemudian, di belakang Sangmi perlahan-lahan muncul kepala seseorang. Kedua sahabatnya semakin heran dengan tingkah Da In.

“Da In, Da In-a!!” Sangmi memanggil-manggil Da In yang sudah terpaku dan terlihat tegang

“Da In, waeyo??” Gantian May yang bertanya “Gwaenchanayo?” May tampak gusar.

Da In hanya bisa melihat kekuatiran kedua sahabatnya tanpa dapat berbuat apa bahkan suara kedua orang itu terdengar semakin menjauh. Da In hampir tak dapat bernafas, seluruh badannya terasa sangat berat untuk digerakkan.

Ingin rasanya ia menoleh ke arah lain agar tak dapat melihat sosok mengerikan yang ada di belakang Sangmi. Sosok itu hanya terlihat sampai sebatas mata, ia seperti bersembunyi di balik punggung Sangmi. Entahlah tapi sepertinya May dan Sangmi tidak dapat melihat apa yang di saksikan Da In saat ini. Da In dapat melihat jelas, mata yang terus menatapnya. Mata itu terlihat pucat bahkan bola matanyapun pucat bagaikan kertas.

“Da In, Jangan bercanda!!” May mengguncang-guncangkan tubuh Da In tapi gadis itu tetap diam tak berkutik hanya raut wajahnya yang semakin terlihat tegang dan ketakutan.

Tatapan itu serasa membelenggu seluruh tubuhnya, tangan itu mencengkeram kuat pundak Sangmi sehingga darah segar mengucur dari pundak Sangmi dan menodai seragamnya yang putih.

Dingin.. dingin sekali…

Da In mendengar desahan panjang itu di telinganya. Desahan yang yang membuat tubuhnya serasa di selimuti oleh es tebal.

~~~~~

Da In membuka matanya perlahan-lahan. Meski agak samar, ia dapat melihat May dan Sangmi yang sedang menunggunya cemas. Da In bangun dengan segera dan langsung memegangi pundak Sangmi

“Gwaenchanayo?” Tanya Da In cemas “Lukamu??” ia memperhatikan pundak Sangmi

“Luka?” Sangmi balik kebingungan “Aku baik-baik saja”

“Kau tahu jika kejadian barusan sudah menggemparkan sekolah. Apa kata mereka mengetahui dengan mudahnya kau pingsan? Itu artinya, kita harus mengucapkan salam perpisahan pada masa-masa kejayaan kita karena mereka tak akan menakutimu lagi, dan itu juga sama artinya dengan kehilangan uang tambahan!!” May tampak kesal

“May-a, kau sangat berlebihan. Saat ini Da In sedang sakit” ujar Sangmi berusaha menenangkan May

“Sakit?” May mendelik “Sejak kapan dia bisa sakit??”

“Da In-a, katakan sebenarnya apa yang terjadi denganmu? Kyuhyun, Donghae dan Kibum menertawakan kita” ujar Sangmi. Da In terdiam. Da In memilih bungkam, Ia kawatir untuk memberitahukan yang sebenarnya kepada May dan Sangmi.

“Anio” jawab Da In

#####

“May!!” Da In berlari menghampiri May

“Nappeun. Kau tak punya jam di rumahmu?” May menatap Da In dengan heran, gadis itu baru datang ketika jam istirahat berbunyi.

“Dimana Sangmi?” ia justru balik bertanya

“Apa lagi yang kau pikirkan?”

“Aigo~ aku iri dengannya. Mengapa tak ada yang menyukai kita?”

“Aku rasa Sangmi itu lebih lembut dibandingkan kita, ia masih menunjukkan sisi wanitanya. Da In-a, mulai sekarang kita harus mengubur impian tak masuk akal itu”

Perhatian Da In dan May teralih pada Kyuhyun, Donghae dan Kibum yang sedang berjalan berlawanan arah dengan mereka.

“Ehm.. ehm..” Kyuhyun berdehem “Aigo, kepalaku pusing. Donghae-ya, mengapa semuanya begitu berputar-putar.. mataku, mataku kabur..” Kyuhyun berkata sambil berjalan sempoyongan

“Kyuhyun-a – jangan katakan kau akan pingsan” Ujar Donghae

“Pingsan? Tentu saja tidak” Kyuhyun menatap Da In dan May, sorotan matanya terlihat sangat mengejek

Da Indan May berusaha untuk tidak perduli, mereka kembali berjalan. Tiba-tiba saja Da In berhenti tepat dihadapan ketiga cowok itu.

“Kyuhyun-a, apa kau tak sadar jika resleting celanamu masih terbuka” ujar Da In lagi dan pergi melewati ketiga cowok itu. Kyuhyun terlihat kaget lalu memeriksa resleting celananya.

“Yeogiiii… ada yang ingin berbuat mesum!!” Teriak Da In dan May membuat perhatian para siswa yang kebetulan berada di sekitar lokasi tertuju pada mereka Da In berteriak sambil menunjuk kepada Kyuhyun. Keduanya pergi dengan tawa terbahak-bahak.

“Nappeun, dasar otak mesum!!” tuding seorang cewek yang kebetulan lewat. Membuat Kyuhyun jadi salah tingkah.

“Sial, aku dikerjai..” Kyuhyun meninju tembok dengan kesal. Kibum dan Donghae hanya tertawa ngakak melihat kekesalan Kyuhyun.

#####

Seperti biasanya, tidak ada aktivitas lain yang terjadi di dalam kelas XI-J selain keributan dan kekacauan. Mereka saling melempar kertas, bermain perang kertas di dalam kelas. Da In dan May tak mau ketinggalan.

Sekumpulan siswa masuk ke dalam kelas XI-J

“Berhenti!!!” ujar seorang cowok berbadan tinggi berteriak kencang. Matanya yang tajam memandangi seisi kelas “Saya minta kalian duduk tenang..”

“May-a, mengapa ketua ketua osis bawa rombongan osis ke sini?” tanya Da In

“Molla” jawab May. Keduanya hanya memandangi Siwon, si ketua osis dengan rasa penasaran.

“Perhatian semuanya. Seperti biasanya, sama seperti tahun sebelum, program kali ini camping selama 2 hari di hutan ‘s’..”

“Ah, aku tak ikutan” ujar May

“Anio, aku harus ikut..” ujar Da In bersemangat

“Yang sedang sibuk atau punya urusan lain bisa meminta ijin pada pengurus osis” Siwon kembali melanjutkan ucapannya “Tapi, keringanan itu khusus untuk siswa tingkat tiga. Seluruh siswa tingkat satu dan dua sangat diwajibkan untuk ikut, tanpa alasan”

“Mworago???” May tampak syok, berbeda dengan Da In terlihat senang

“Ingat, hari sabtu pukul 10 pagi sudah harus berkumpul di sekolah karena kita akan berangkat bersama-sama menuju lokasi camping” kata Siwon, ia dan rombongan osis akhirnya keluar dari kelas XI-J.

Baru saja rombongan osis pergi, ketika Sangmi muncul di balik pintu. Ia berjalan menghampiri Da In dan May dengan wajah masam.

“Dari mana saja kau?”

“Tentu saja bersama Hyukjae” ujar May ketus.

Sangmi hanya diam, ia tertunduk dan dalam waktu yang singkat tangisnya meledak di dalam kelas membuat Da In dan May tersentak kaget.

“Wae, waeyo?” Tanya Da In

“Yaa~ Park Sangmi, aku hanya berkata seperti itu tapi kau sudah menangis seperti ada yang mati?” ujar May

“Ani…” kata Sangmi dengan bercucuran air mata “Hyukjae..”

“Ada apa dengan Hyukjae?” pertanyaan May membuat tangis Sangmi semakin meledak “Sangmi-ya, jangan membuat kami kebingungan” May terlihat sangat bingung, sama halnya dengan Da In

“Aku, melihatnya bersama Hyera. Dia pengkhianat” ujar Sangmi dengan terbata-bata, tangisnya semakin menjadi-jadi “Martin, dia mengkhianatiku..”. Da In dan May sibuk untuk menenangkan Sangmi.

~~~~~

Da Indan May tampak terburu-buru. Wajah kedua gadis itu terlihat sangat garang dengan mata yang seperti siap menerkam mangsa.

“Yaa~, mana Hyukjae??” Tanya Da In pada segerombolan siswi yang tengah ngobrol di depan kelas mereka.

“Di dalam..” jawab mereka sedikit bingung. Da In dan May segera melangkah masuk ke dalam kelas tersebut. Hyukjae terlihat sedang asyik bersenda gurau dengan teman-temannya.

Da In menarik kerah kemeja Hyukjae dan mendorong tubuh Hyukjae hingga tersandar kembali di tempat duduknya.

BUGGH!!!

Sebuah bogem mentah dilayangkan May tepat di wajah Hyukjae

“Brengsek!! kau tak tahu sedang berurusan dengan siapa? Berani sekali kau mempermainkan Sangmi!!” May tampaknya belum puas memukul Hyukjae, ia kembali menghadiahi Hyukjae sebuah tinju di perut, Hyukjae meringis kesakitan.

“Yaa!, Apa kalian rugi dengan itu?” ujar Hyukjae kesal, ia menyeka darah segar yang keluar dari bibirnya yang pecah akibat pukulan May “Apapun yang kulakukan, tak ada urusannya dengan kalian”

“Mwoya???” Da In menatap Hyukjae dengan beringas “Tak ada urusan dengan kami?” Da In kembali menarik kemeja seragam Hyukjae

“Yaa! Ige mwo??” Tanya Hyukjae bingung

Mereka menyeret Hyukjae keluar dari kelas, diikuti dengan pandangan mata para siswa yang dipenuhi rasa ingin tau.

Lima belas menit kemudian, lapangan sudah dipenuhi oleh siswa-siswi yang berdesak-desak berusaha saling menerobos barisan. Rupanya Hyukjae menjadi pemicu desak-desakan di lapangan itu.

Hyukjae terlihat berdiri tepat di tengah lapangan dengan seragam yang kotor dan koyak. Wajahnya terlihat penuh luka dan lebam. Di lehernya tergantung sebuah kertas manila yang diikatkan pada seutas tali. “Aku playboy, buaya darat, berjanji tak akan lagi mempermainkan perasaan cewek!!” itulah kalimat yang terukir di kertas itu.

Para siswa tertawa melihat pemandangan itu, berbagai tanggapan keluar dari mulut mereka. Hyera yang kebetulan berada di antara kerumunan itu hanya memandangi Hyukjae dengan tatapan sinis dan benci lalu pergi tanpa memperdulikan teriakan Hyukjae yang memanggil-manggil namanya.

“Chingu-ya, apa ini tak terlalu berlebihan??” Tanya Sangmi sambil terus menatap Hyukjae dari lantai tiga sekolahnya.

“Andwae!!!” jawab May dan Da In kompak “Tidak untuk orang sebrengsek dia” May memperjelas ucapannya.

“Tapi, dia…”

“Sangmi-ya” Da In menatap Sangmi “Untuk apa kamu masih merasa kasihan pada namja kurang ajar itu? Sudahlah, kita tak perlu membahas orang itu”

#####

Da In tertidur dengan pulas, tidak seperti malam-malam sebelumnya. Sesekali ia terlihat mengubah posisi tidurnya. Da In terjaga dari tidurnya yang cukup nyenyak karena suara gemericik air di kamar mandi yang memang terletak di dalam kamarnya. Dengan sedikit tak bersemangat ia segera menyingkap selimut yang menghangati tubuhnya.

“Berisik” kesal Da In sambil turun dari tempat tidurnya. Ia menghampiri kamar mandi dengan langkah yang lunglai.

Raut wajah Da In berubah seketika. Ia kembali mendengar isak tangis seseorang dari dalam kamar mandi. Tangisan itu terdengar jelas, lebih memilukan dan terasa sangat menyayat hati.

Dengan berhati-hati Da In mendorong pintu, mengintip dari celah pintu yang terbuka tapi tak terlihat siapapun di situ. Da In membuka lebar pintu kamar mandi, mencoba meyakinkan penglihatannya dengan memeriksa seantero sudut kamar mandinya yang lumayan luas, dan memang tidak ada siapapun disitu.

Hati Da In sedikit lega, ia kembali menutup pintu kamar mandinya dan berbalik. Gadis itu tersentak kaget, seketika itu juga gadis berseragam itu sudah berdiri tepat dihadapannya, dengan jarak yang hanya beberapa senti darinya.

“HAHH!!”

Da In kembali tersentak, ia terbangun dan langsung terduduk

“Fuuh, rupanya hanya mimpi”

Da In kembali menyelimuti tubuhnya dengan selimutnya. Matanya dengan perlahan mulai terpejam karena kantuk yang mendera. Perasaan Da In kembali tidak enak, entah kenapa jantungnya terasa mulai berpacu dengan kencang.

Pelan-pelan Da In menoleh, kontan saja Da In merasa jantungnya berhenti. Gadis itu duduk menyamping tepat di samping tempat tidur Da In. Da In menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya, ia meringkuk ketakutan. Suara tangis pilu itu kembali terdengar.

“Pergi, jangan ganggu aku..” Ucap Da In ketakutan “Kumohon pergi!!” keringat membasahi sekujur tubuh Da In padahal AC dikamarnya terasa begitu dingin.

Tangisan itu semakin terdengar memilukan membuat bulu kuduk Da In meremang

“Pergi!!!” teriak Da In histeris. Tangis itupun tidak terdengar lagi, suasana kembali sunyi.

Hampir lima menit lamanya Da In tidak berkutik, setelah cukup yakin bahwa sudah tidak ada siapa-siapa lagi, Da In menyingkap selimut yang menutupi kepalanya

“KYAAA!!!”

Da In berteriak histeris. Wajah gadis itu tepat berada di depan matanya. Bahkan Da In dapat melihat dengan jelas wajah pucat gadis itu. Da In menutup matanya kuat-kuat

Dingin.. dingiiiin…” suara menggema di dalam kamar Da In

Secepat kilat, Da In berlari keluar kamar, ia menuruni tangga dengan tergesa-gesa. Menggedor-gedor pintu kamar Han ajumma.

“Agassi? Waeyo?” Han ajumma membuka pintu sambil terkantuk-kantuk. Tanpa banyak bicara Da In langsung menyelonong  masuk dan mengunci pintu kamar membiarkan ajumma itu kebingungan melihat Da In yang langsung naik ke tempat tidurnya.

#####

May dan Sangmi berdiri di depan gerbang sekolah. Keduanya terlihat cemas, menoleh ke kiri dan ke kanan. Mereka sedang menunggu Da In yang belum kelihatan batang hidungnya, padahal sudah hampir pukul sepuluh pagi dan beberapa menit lagi Bus akan segera berangkat.

“Kemana dia?” Tanya Sangmi panik “Mengapa Da In belum terlihat?”

“Awas kau Da In. Akan kubuat kau menyesal jika tak datang” May terlihat kesal.

Sementara itu siswa-siswa sudah naik ke masing-masing bus yang telah disiapkan pengurus. Akhirnya dengan berat hati May dan Sangmi menyusul naik ke dalam bus karena bus akan segera berangkat. Sangmi memandangi tempat duduk yang kosong di sebelahnya, lalu menoleh ke belakang pada May yang cemberut.

“Mianhae” Da In baru saja muncul. Ia kelihatan lelah. Ia segera melempar ransel yang dibawanya begitu saja dan langsung duduk di samping Sangmi.

“Yaa~ kemana saja kau?” May menimpali Da In dengan amarahnya

“Mianhae, aku bangun kesiangan..”

“Sejak kapan kau bisa bangun pagi?” ujar Sangmi

“Aish, Yaa!” Da In begitu kesal “Aku sudah memasang alarm” kilah Da In

“Bunyi alarm sekeras itu tak juga membangunkanmu??” May memandang Da In dengan heran, maklum saja ia dan Sangmi tahu bagaimana kerasnya bunyi alarm di kamar Da In.

“Semalam aku tidur di kamar Han ajumma. Ajumma sudah bangun sejak subuh tapi sepertinya dia tak tahu aku akan camping makanya tak berani membangunkanku”

“Tentu saja, ajumma tak akan sanggup membangunkan putri tidur” ujar May sekenanya “Tapi, ada apa dengan kamarmu sendiri?”

“Itu dia pemicu utamanya” ujar Da In lesuh “Semalam dia menerorku lagi”

“Dia?” gumam Sangmi “Dia siapa?” Tanya May yang tetap memasang telinga dari belakang.

“Siapa lagi kalau bukan hantu cewek itu. Itulah sebabnya aku pindah ke kamar ajumma”

“Jeongmaliya?”

“Ne. Kali ini dia sangat keterlaluan, hampir membuatku mati ketakutan” ujar Da In pelan “Hantu itu benar-benar Na…” Lagi-lagi mulut Da In dibekap oleh Sangmi, sedangkan May hanya berdiri dari tempat duduk saking kagetnya.

“Jangan bicara itu lagi Da In-a..” May terlihat takut

Da In menarik lengan Sangmi yang masih membekap mulutnya

“Aku tak bohong, tak bisakah kalian mempercayaiku?”

“Bagaimana caranya aku percaya?” Tanya Sangmi gusar “Kau seenaknya saja mengatakan jika roh yang selalu menerormu itu adalah, adalah… Na Young” kata Sangmi setengah berbisik agar yang lain tidak mendengar perbincangan mereka.

“Aku tidak mengada-ada, aku benar-benar serius!!” Da In berusaha untuk meyakinkan kedua sahabatnya itu “Aku tak mungkin berbicara seperti ini jika aku tak yakin. Semula aku juga berpikir kalian yang benar, bahwa aku yang terlalu berpikiran aneh-aneh. Tapi yang mengalami itu semua adalah aku, kalian tak tahu, semalam jarakku dan dia hanya beberapa senti, kami bertatapan..”

Sangmi dan May terlihat sangat kaget

“Aku melihatnya, aku melihat dia dengan sangat jelas. Aku dapat melihat mata yang dingin itu, aku bisa merasakan sesuatu yang lain tersimpan dibalik wajah pucat itu. Aku tahu wajah itu, aku tahu dia Na Young..”

“Tapi Da In-a…”

“Selama ini Na Young terus menghilang, kabar beritanya pun tak ada. Apa kalian tidak berpikir kalau mungkin saja sesuatu telah menimpa dirinya?” ujar Da In lemas.

May dan Sangmi tak dapat mengeluarkan sepatah katapun. Mereka berada dalam kebimbangan antara percaya atau tidak. Da In sendiri hanya termenung, memikirkan cara untuk meyakinkan May dan Sangmi. Dia hanya memandang lurus ke depan dan saat itu pula matanya menangkap sesuatu dari kaca spion

“Ada apa?” Tanya May karena melihat Da In menoleh kebelakang secepat kilat.

“Ani” Jawab Da In berbohong. Bagaimana mungkin dia mengatakan kalau dari kaca Spion terlihat Na Young sedang berdiri di belakangnya, lebih tepatnya di samping May.

Da In kembali merenung, ia mulai yakin dengan dugaannya. Da In tidak memalingkan sedikitpun pandangannya dari kaca spion, berharap wanita itu akan muncul, tapi sepertinya tidak lagi. Akhirnya Da In mulai lelah, matanyapun mulai terpejam.

Beberapa saat ia sudah tertidur pulas di tempat duduknya.

“Da In!!!” Sangmi menepuk pundak Da In yang tengah pulas “Irona, sudah sampai”

“Hmm..??” gumam Da In malas

“Ppalli, aku tak ingin tersesat di hutan” May terlihat udah mulai tidak sabaran mengingat semua sudah turun dari bus.

“Iya, iya” jawab Da In, bangkit dari tempat duduknya dan langsung meraih ranselnya.

Mereka bertiga turun dari bus lalu bergabung dengan anak-anak yang lain. Setelah mendapat pengarahan yang cukup dari seorang guru, rombongan itu kembali melanjutkan perjalanan memasuki kawasan hutan. Setelah hampir 30 menit berjalan, akhirnya mereka tiba ditempat tujuan mereka. Hanya beberapa saat beristirahat, mereka langsung diberi perintah untuk mendirikan tenda karena sejumlah kegiatan telah mengantri.

Da In, May dan Sangmi juga tampak sibuk mendirikan tenda mereka

“Aku paling tak suka ikut kegiatan seperti ini..” May tidak henti-hentinya mengomel “Ini program osis yang paling menyebalkan”

“Jangan mengomel terus. Telingaku sudah panas dengan semua ocehanmu” ujar Sangmi

“Baiklah. Sumbat saja telingamu!” May melempar ranting kayu kepada Sangmi

“Dasar” kembali Sangmi melempar ranting itu pada May

“Nah, selesai!” ujar Da In lega, ia memandang tenda yang baru saja selesai didirikan “Sudah jangan cerewet, bawa barang-barang kalian masuk!” Da In menatap Sangmi dan May.

Setelah meletakkan ransel-ransel, mereka duduk di dalam tenda untuk melepaskan lelah.

“Lihat itu!” ujar Sangmi. Mata ketiganya tertuju pada Kyuhyun, Donghae dan Kibum yang tampaknya belum selesai mendirikan tenda

“Sial sekali. Mengapa tenda kita berdekatan dengan mereka?” Da Inmengepalkan tangan, kesal.

“Aku benar-benar merindukan rumah” ujar May

~~~~~

Semua kembali berkumpul dan melakukan beberapa kegiatan yang telah dijadwalkan. Mereka baru kembali ke tenda masing-masing saat menjelang sore hari.

“Mau kemana kau?” Da In menatap Sangmi yang bersiap.

“Sungai”

~~~~~

Di sungai…

“Sangmi-ya, kau belum selesai?” tanya seorang yeoja. Ia dan beberapa orang tengah menunggu Sangmi yang masih membasuh wajahnya dengan air sungai yang jernih.

“Kalian pergi saja”

“Arasseo”

Sangmi kembali membasuh wajahnya sepuas-puasnya. Maklumlah kesempatan seperti ini sangat susah di dapat kalau sudah kembali ke kota. Setelah dirasa cukup untuk menyegarkan diri, Sangmi segera mengisi ember yang dibawanya dengan air.

Ia berjalan dengan penuh kehati-hatian karena batu-batu yang bertebaran di sungai lumayan besar, kalau salah melangkah bisa langsung masuk sungai atau mungkin terluka. Sangmi menapaki jalan dengan perlahan-lahan menuju tempat perkemahan.

Tanpa sengaja Sangmi menginjak daun yang sudah mulai membusuk dan licin sehingga keseimbangan tubuh Sangmi hilang. Ember yang dipegangnya terlepas dan membuat air yang ada didalamnya habis tak berbekas. Sepasang tangan menahan tubuh Sangmi yang hampir ambruk

“Gwaenchanayo?”

“Nan gwaenchana, goma…” Sangmi terkejut melihat orang yang menolong dirinya, Kibum.

“Jalan di sini licin, kau harus berhati-hati” Kibum memungut ember yang kosong itu “Biar aku ambil lagi airnya..”

“Ah, tak usah” Sangmi jadi salah tingkah

“Kau tunggu saja di sini” Kibum segera pergi.

Sangmi hanya terpaku dan terpesona. Beberapa menit kemudian Kibum muncul dengan ember yang sudah terisi kembali oleh air. Sangmi bermaksud mengambil ember yang dipegang Kibum

“Aku masih kuat untuk membawa air ini ke perkemahan” Kibum segera berjalan mendahului Sangmi, “Ppalli!” Ajak Kibum saat menoleh ke belakang dan mendapati Sangmi yang tetap tak berkutik

“Ngg?” Sangmi terlihat bingung

“Atau kau mau tetap terus di situ sampai malam?”

“Eh,, iya” jawab Sangmi “Ng, maksudku.. tidak!!” Sangmi segera menyusuli Kibum.

 Ia melangkah di belakang Kibum. Selama perjalanan tidak satu katapun keluar dari mulut keduanya. Kibum dengan sikap seperti biasanya, diam tak banyak bicara dan eskpresi yang tidak berubah. Sementara Sangmi diliputi oleh segudang rasa yang bercampur aduk, ia tak pernah menyangka kalau Kibum akan berbaik hati menolongnya.. apalagi mereka dari dua kubu yang bermusuhan.

“Biar aku yang bawa” Sangmi merampas ember yang dipegang oleh Kibum, perkemahan sudah tampak di depan mereka.

“Tapi..”

“Gomawo” ujar Sangmi malu-malu dan akhirnya meninggalkan Kibum.. ia berjalan dengan sangat tergesa-gesa.

“Wooiii!!!”

Kibum menatap Kyuhyun dan Donghae yang baru saja muncul. Mata Kibum masih tertuju ke perkemahan mencoba mencari sosok Sangmi.

“Dari tadi di cari, kamana saja?” tanya Donghae. Kibum hanya diam.

#####

Langit orange menandakan sebentar lagi matahari akan kembali ke peraduannya. Sudah ada api unggun yang lumayan besar. Di sekitar api unggun, para siswa sudah duduk membentuk beberapa kelompok. Ada yang asyik mengobrol dengan topik mereka masing-masing, adapula yang memetik gitar mengiringi yang lainnya bernyanyi.

Da In merapatkan jaket yang dipakainya. Beberapa saat kemudian May keluar dari tenda dan bergabung dengan Da In, ia melemparkan sebungkus snack dan langsung di tangkap oleh Da In.

“Aigo, di sini sangat dingin” ujar Da In, ia memperbaiki ikatan syal di lehernya.

Tak jauh dari mereka, tiga cowok musuh berat mereka sedang duduk. Kyuhyun begitu asyik seorang diri memainkan gitar, sedangkan Kibum dan Donghae tengah bercakap-cakap. Menyadari sedang diperhatikan, Kyuhyun balik menatap Da In dan langsung menjulurkan lidahnya.

“Brengsek!!” geram Da In, ia memasukkan makanan ringan lebih banyak ke mulutnya

“Kamu lapar?”

“Ani!!” jawab Da In ketus

Kyuhyun, Donghae dan Kibum hanya tertawa sesekali melirik pada Da In dan May, entah apa yang mereka bicarakan.

“Dimana Sangmi, aku belum melihatnya sejak tadi?”

“Molla!!” Da In masih tampak kesal. Saat itu juga, Sangmi terlihat berjalan dengan tergesa-gesa.. dibelakangnya, Hyukjae tampak mengikutinya.

“Itu dia” ujar May

“Kenapa kau mengikutiku terus??” Sangmi berbalik dan menatap Hyukjae dengan kesal.

“Sangmi-ya, dengarkan aku dulu!!” ujar Hyukjae memohon.

Perhatian semua orang yang tengah berkumpul langsung tertuju pada Sangmi dan Hyukjae. May dan Da In memandang penuh selidik. Mata Kyuhyun, Donghae dan Kibum pun tak luput dari Hyukjae dan Sangmi.

“Kau ingin menjelaskan apa padaku?” Sangmi terlihat marah, entahlah mungkin telah terjadi sesuatu..

“Sangmi-ya” Hyukjae memegangi pudak Sangmi “Mianhae, aku menyesal. Aku benar-benar menyesal. Tolong maafkan aku..”

Maafkan aku… menduakan cintamu.. berat rasa hatiku, tinggalkan dirimu…

Donghae dan Kyuhyun menyanyikan lagu Ungu diiringi oleh petikan gitar yang dimainkan oleh Kyuhyun. Kibum sendiri hanya tersenyum, sementara lagu masih terus berlanjut.

(#Readers yang terhormat, mianhae… nih author rada2 aneh, dah kehabisan ide. Ilustrasi dalam cerita ini, lagu dari penyanyi Indonesia sangat terkenal di negeri gingseng. Apa ga kebalik tuh? Ah, abaikan aja! Yang penting happy#)

“Cukup!! Aku tak ingin melihatmu, aku muak dengan tampangmu” ujar Sangmi

“Jebal, berikan aku kesempatan. Aku janji, aku akan memperbaiki semuanya. Kita bisa mulai dari awal lagi” Hyukjae terlihat sangat memohon “Aku tak ingin kehilanganmu, aku terlalu sayang padamu—sangmi”

Sangmi tersenyum kecut, ia menyingkirkan kedua tangan Hyukjae dari pundaknya.

“Mianhae—tapi aku tak merasakan apapun lagi”

“Sangmi..”

Baru kusadari, cintaku bertepuk sebelah tangan….

Kyuhyun dan Donghae sudah melantunkan lagu dari Dewa, membuat kata-kata Hyukjae terputus. Hyukjae menatap kesal pada Kyuhyun, Donghae dan Kibum yang sepertinya mengejek dirinya.

Ketiga namja itu benar-benar tidak perduli, justru Donghae dan Kyuhyun tak berhenti menyuarakan lagu mereka. Suasana sore itu terlihat seperti sebuah pertunjukan drama musikal.

“Kupertegas. Aku tak mau tahu dan tak ingin tahu tentang perasaanmu—apapun itu aku tak perduli” Sangmi menekan telunjuknya ke dada Hyukjae.

May dan Da In terlihat puas dengan tindakan Sangmi

“Mau tahu kenapa? karena aku sangat yakin, kau mengatakan hal yang sama pada semua yeoja yang kau rayu??”

Swear, aku berani sumpah. Aku memang mengenal banyak yeoja tapi cintaku cuma untukmu. Di hatiku cuma ada kau, Sangmi-ya…”

Aku memang pencinta wanitaaa.. namun ku bukan buaya, yang setia pada seribu gadis… ku hanya mencinta diaaaa….

Giliran lagunya Irwansyah yang didendangkan oleh Donghae dan Kyuhyun. Kibum terlihat berusaha keras agar tawanya tak meledak. Sementara May dan Da In terlihat mulai emosi, keduanya segera menghampiri musuh-musuh mereka. Da In merampas gitar yang dipegang Kyuhyun dan langsung membuang gitar itu..

“Michin yeoja!! Kau membuat gitarku rusak!!” Kyuhyun menatap marah pada Da In.

“Hentikan aksi kalian”

“Apa yang salah?? Kami sedang bernyanyi”

“Aku bilang pergi!!!” teriak Sangmi.

Pandangan Da In, May, Donghae, Kyuhyun dan Kibum kembali tertuju pada Hyukjae dan Sangmi. Hyukjae terlihat menggenggam kedua tangan Sangmi, ia berlutut di hadapan Sangmi

“Sangmi, beri aku kesempatan sekali lagi..”

“Jadi mau kamu apa?”

“Kita mulai dari awal”

“Ara. Lalu bagaimana dengan Hyera??” Sangmi melepaskan tangan Hyukjae dan meninggalkan Hyukjae yang masih terus berlutut.

“Itu gampang” Ucapan Hyukjae membuat langkah Sangmi terhenti, “Aku akan meninggalkan dia, tapi kumohon kau mau memaafkanku” Sangmi membalikkan tubuhnya. Ia berjalan menghampiri Hyukjae.

“Benarkah?”

“Ne”

“Baiklah” Jawab Sangmi santai “Lalu, mengapa kau masih terus berlutut?”

“Jadi.. kau mau memaafkan aku?”

“Dasar Sangmi blo’on, goblok, ngapain juga dia balik dengan namja penipu itu?” gumam May kesal

“Yaa mau gimana lagi May, semua namja memang seperti itu!!” Balas Da In sambil menatap Kyuhyun, Kibum dan Donghae dengan ekor mata.

“Dasar gila!” geram Kyuhyun

“Yaa~ apa kau tersinggung?”

“Memang itu tujuanmukan? Chukha-hae, kau berhasil” geram Kyuhyun.

Da In tertawa pelan.

“Kau merasa tersinggung karena kau memang seperti itu.”

“Kau yang brengsek, cewek psikopat!!”

“Kau!!!”

“Ssst, kalian berdua bisa diam tidak?” Kibum terlihat kesal. Semua kembali terdiam.

Sementara itu..

(#sebelumnya author minta maap,, kayaknya terlalu kejam deh sama si imut Eunhyuk hikz… ga apalah ya, cuma dicerita ini dong kok.. Plak!!#)

“Gomawo jjagi-ya” Wajah Hyukjae terlihat girang, Sangmi hanya tersenyum manis. Hyukjae mendekali Sangmi bermaksud untuk memeluk Sangmi

BUUGGHH!!!

Tiba-tiba saja Sangmi menghantam perut Hyukjae dengan lututnya. Lalu entah sepuluh kali banyaknya tamparan yang mendarat di pipi Hyukjae. Hyukjae terhenyak lemas ke tanah, ia kembali ke posisi semula, berlutut. Semua orang tampak tercengang tak percaya.. begitupula dengan May, Da In, Kyuhyun, Donghae maupun Kibum.

“Dasar namja sialan!!! Jangan mentang-mentang aku berasal dari kelas terbodoh lalu kau mengira aku terlalu bodoh untuk seenaknya kau permainkan” Sangmi mencengkeram rambut Hyukjae yang masih berlutut, lemas “Jika aku mengikuti keinginanmu, suatu saat kau pasti dengan mudah meninggalkanku—semudah kau katakan untuk meninggalkan Hyera” teriak Sangmi, pipi Sangmi memerah karena marah.

“Sayangnya tak semua yeoja bisa kau bohongi!!!” Sangmi terlihat sangat menyeramkan, ia berpaling meninggalkan Hyukjae. Baru beberapa langkah, Sangmi terhenti, ia kembali menghampiri Hyukjae.

BUGGHH!!! Sebuah tinju keras kembali dilayangkan Sangmi ke wajah Hyukjae. Tanpa banyak bicara, Sangmi kembali ke tenda meninggalkan Hyukjae yang sudah tak sadarkan diri.

Entahlah.. lima menit atau lebih, suasana terasa sepi. Semua orang terlihat hening, masih terkesima dengan kejadian barusan. Da In dan May baru bergerak menyusuli Sangmi ke dalam tenda. Keduanya melangkah, saling berpandangan tak percaya bercampur takjub.

“Aku baru kali ini melihat Sangmi marah” gumam Kibum

“Aku justru baru kali ini melihat cewek seseram itu kalau lagi marah” sambung Donghae “Lebih sadis dari Da In dan May” Donghae memandangi Hyukjae yang digotong oleh teman-temannya.

“Ternyata, sependiam dan semanis apapun cewek, tapi kalau lagi marah tidak ada yang dapat menandingi” gumam Kyuhyun

“Kau tak ingin menyerah?’ Kibum menatap Donghae

“Maksudmu?”

“Kau suka mempermainkan yeoja. Bagaimana jika suatu saat nanti kau akan mengalami nasib yang sama seperti Hyukjae? Aku rasa, cepat atau lambat kau akan merasakan semua itu Donghae-ya” ujar Kibum berbicara panjang lebar, tak biasanya.

“Tak perlu cemas. Aku bisa mengatasinya” jawab Donghae enteng

“Lalu, kau masih berminat pada May?” tanya Kyuhyun

“Yup!!” Donghae memegangi dadanya bak seorang gentle

“Sebaiknya, kubur dalam-dalam niatmu itu” saran Kyuhyun

“Wae?? What’s the problem bro? Cintakan patut diperjuangkan?”

“Bukan masalah patut diperjuangkan atau tidak..” ujar Kyuhyun “Kau lihat sendirikan? Sangmi yang tampak begitu pendiam dan lebih baik dari dua yeoja iblis itu, jika marah bisa membuat Hyukjae pingsan. Lalu bagaimana dengan May? Kau bayangkan saja semengerikan apa dia” Kyuhyun menepuk-nepuk pundak Donghae

“Mungkin, kita harus mencari teman baru?” gumam Kibum

“Yaa! Jangan menyumpahiku cepat mati!!!” Donghae menjitak kepala Kibum dan Kyuhyun bergantian. Kedua orang itu hanya tertawa geli melihat sikap Donghae.

~ to be continue ~

Iklan

194 thoughts on “Along Time (Part 2)

  1. angelkyu berkata:

    Wah chingu..apa kagak kebalik tuh..lagu indo terkenal di korea..hahahaha…jadi penasaran ma hantu na young..sebenanrya kenapa ma na young ya??

  2. kyureeya berkata:

    kimbum mulai rasa tuh sm Sangmi..
    aigoo…aq s4 tertipu oen, aq kr sangmi benar2 mau blikan sm eunhyuk lg..
    tapi tarrraaa… Sangmi wuaaaa.. good girl…
    lebih menakutkan dr pd Da In jg May ternyata..
    *membyangkan keadaan eunhyuk..,* aih poor you oppa…

  3. guixians berkata:

    jadi penasaran sebenernya kenapa sama nayoung terus si da in mimpi apa… kibum juga kayanya suka saaa sangmi huuuuu penasaran!

  4. miyucassiopeia88 berkata:

    sebenernya apa maunya si na young….??
    aku masih suka keingetan bagian tragedi rambut brekele ryeowook oppa…
    sumpah, aku ngakak waktu ngebayangin gmna kejadiannya…
    keren eonn, feel’a dapet…

  5. iea berkata:

    serem bgt baca part ini..apalagi yg pas da in kebangun tengah mlm dganggu nayoung..horor bgt..
    Tp apa hubungan pria joseon sama hantu nayoung..knp jasad nayoung g dketemuin..serem tp penasaran..hehe..

  6. shinherin berkata:

    Masih ngga ngerti ama ceritanya. Tapi, penasaran. Bahasanya mendingan pake bahasa baku kak.
    Andwe tuh bukannya artinya jangan ya ?
    Tapi, alurnya kren kok

  7. Mayang berkata:

    Aq uda kira seh kl hyuk pasti playboy disini , kan uda biasa , hahahahaha
    aigoo uri kibum suka am sangmi kah , ahh kalian emang cocok >.<
    donghae kayak.a uda bener" cinta mati am may , tp heran nya dy gg ngelakuin apa" gtu buat dapetin may ,. kkkkk
    tinggal tunggu waktu da in am kyu jatuh cinta :3
    ehn roh itu pasti nayoung !!!
    baca ff nie campur aduk serem kocak gtu , jahahaha

  8. Nana berkata:

    benci menjadi cinta… ^^
    kayak nonton film komedi horor! bner2 serem. asli kaget tiap baca bagian hantu nya bilang “dingin…..” apalagi muncul tepat didepan da in. gak bisa gerak badan q. mau lanjut baca takut, tp kalo gak lanjut penasaran… hahaha… 🙂
    kira2 siapa ya hantunya… apa dia meninggal krna dibunuh? trus siapa yang bunuh? pasti salah satu karakter di sini deh. makin penarsaran…

  9. Chokyulate berkata:

    teriakan siapa itu???
    jangan2 yg dteng ke rmahnya Da In… roh?? ga sanggup deh kayaknya klo jdi Da In.. diganggu sama hal2 kayak gitu..
    Ada apa sama Kibum?? kayaknya dia cemburu deh liat Sangmi sama Hyukjae..kkk
    Da In pingsan.. itu bner2 sesuatu bnget sama gang mereka.. reputasinya nanti gimana??
    haha.. Hyukjae kasian bnget dipukulin kayak gitu.. dianya sih brengsek.. penipu.. pantes dpet bogemnya Sangmi..

  10. fiema berkata:

    Eh nayoung knapa? Sudah meninggalkah…?
    Tetep ya…ga bisa berenti ngakak baca tingkah tuh cewek cewek…

  11. ♥hye♥♥mi♥ berkata:

    Bacanya bikin mirinding , dpp lah terapi biar dak trauma lagi 😀 ,tpi awal nya bikin ktwa ,pertengahan cerita merinding ,tpi di akhir cerita tertawa abis 😀
    aplgi lgu indo terkenal di negeri ginseng 😀 wkwkwk sejak kpan terkenal ya ? *kidding* 🙂
    ahh jdi pnsaran dgn mimpi da in + na young
    Onnie jgn bete ya klw aku slalu blang keep writing and fighting cz aku tulus bilang nya 🙂 krn karya mu selalu ku suka dan menghibur 🙂 wlw aku agak baru jdi reader 🙂
    Bye bye onnie , aku lnjut ke part berikutnya 😉

  12. ♥hye♥♥mi♥ berkata:

    Bacanya bikin merinding , dpp lah terapi biar dak trauma lagi 😀 ,tpi awal nya bikin ktwa ,pertengahan cerita merinding ,tpi di akhir cerita tertawa abis 😀
    aplgi lgu indo terkenal di negeri ginseng 😀 wkwkwk sejak kpan terkenal ya ? *kidding* 🙂
    ahh jdi pnsaran dgn mimpi da in + na young
    Onnie jgn bete ya klw aku slalu blang keep writing and fighting cz aku tulus bilang nya 🙂 krn karya mu selalu ku suka dan menghibur 🙂 wlw aku agak baru jdi reader 🙂
    Bye bye onnie , aku lnjut ke part berikutnya 😉

  13. Chup_chup berkata:

    Ciiee,, kibum udah mulai pdkt sama sangmi .
    Lha,, kyuhyun kapan ?? Kkk~

    Penasaran banget kejadian yg menimpa na young :/

  14. jaemijhe berkata:

    Kenapa na young pertama ada di dekat sangmi dan bahkan da in melihat sangmi di cengkram pundaknya sampai berdarah?
    Dan yg kedua kenapa saat di bis da in melihat na young berada di samping may?

    Shhh bikin penasaran..

  15. Cho seul hwa berkata:

    Arrggg bacanya ngeri2 merinding eon, feelnya dapet banget dah, apalagi ini bacanya sendiri jadi musti tengok kanan kiri 😱
    Wakak tuh kibum uda keliatan tuh efek2 benci yg gabeda jauh sama cinta😘

  16. Ray berkata:

    Benar-benar bikin merinding! Horror story nih! Daebak! Aku bahkan sampe paranoid sendiri ketika bacanya. Kamu berhasil!

  17. Latishabee berkata:

    Gyahahaha… Lucu banget wktu adegan kyu vs da in.. Kekeke mereka kyk kucing ama tikus…
    Dannn…. Roh yg menghantui da in itu mungkin minta prtolongan sm da in, soalny mayatny gak d temuin dia minta tolong sm da in buat nemuin mayatnyaa… Mungkin gitu ya author?

  18. sa hyun berkata:

    Bhsanya byk yg kurang baku.. gue ngerasa gimana gitu.. rada2 gak enak … tpi ttp best dihati gue..

    Kakak aishiteruyooo……

    • marchiafanfiction berkata:

      hahaha betuuuuulll.. ini tulisan jaman es-em-pe kurang lebih 10 atau 11 tahun lalu…ceritanya pake latar and cast indonesia, tp sy ubah ke ff dan sengaja gak diubah kalimat cuma mengubah cast doang…biar kelihatan gitu kalo ada perkembangan LOL

  19. Eka puspita elf berkata:

    Kata” nya agak aneh si tapi buat penasaran, ini horor da in bisa liat hantu serem juga,

  20. reni oktaviani berkata:

    ff ini ada bagian seremnya.. knapa nayoung selalu ngikutin da in..??
    kasian juga hyukjae.. dipukulin sampe pingsan gitu…

  21. Widya Choi berkata:

    Iy bisa jd itu arwah ny nayoung yg ngikutin da in. Kan kt ny dy lg ngilang tuh..serem ih huhuhu.
    Hahaha ni rombongan brantem mulu y..rugi kyk ny klo g ribut 😄😄😄..
    Wehhh hebat y ungu am dewa.. lagu ny d nynyiin tu hihihi.

  22. Sylla berkata:

    Kak serem amat sih?? Itu yang ngebuntutin Da In beneran Na Young?? Emang Na Young hilang kemana? terkunci di toilet? Hutan? Kolam renang (mungkin di sekolahnya ada😆)?? Kok selalu bilang dingin.. dingin..
    Trus kenapa kok cuma Da in yang bisa lihat roh itu??

  23. cho_hyuri berkata:

    Wah eonni daebak, aku suka banget bagian hyukjae ngomong trus disambung kagu ma kyu and donghae.
    Ketwa ngakak gila benerrrr….
    Keren, sebelumya maaf eonni tapi bhs di part ini gimana gituuuu…..

Mohon Saran dan Kritikannya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s