I Fell In Love, My Trouble Maker Girl (Part 1)

 Image

 Cast             :  – Choi Siwon as Siwon Parris Francaise

–  Samantha (Fiction)

–  Lee Donghae as Donghae Chartier Francaise

–  Cho Kyuhyun as Kyuhyun Edmund Francaise

–  Lee Hyukjae

–  Aline Guibert (Fiction)

–  Other cast

–> FF ini hanyalah sebuah imaginasi meskipun tak menutup kemungkinan terjadi dalam dunia nyata (apa yang kita anggap fiksi sebenarnya sudah banyak terjadi), jika ada kesamaan kisah maupun tokoh, hanyalah faktor ketidaksengajaan. Say no to plagiat!!!

Note : Kalo temen2 yg udah baca cerita ini, trus dibaca ulang pasti nyadar kalo aku edit nih cerita,, kemarenkan typo merajelela—semoga setelah diedit meminimalisir kesalahan kkkkkk~

Oke, utk yang baru membaca cerita ini.. awalnya cerita ini aku konsepin utk novel tp karena gak ada keberanian dikirim ke penerbit, ya udahlah ta’ rubah ke versi FF dengan merubah nama depan tokohnya..

~~~~~

Kapan?”

“Aku tak tahu. Aku hanya mendengar kabar itu dari Ayahku. Dia tak mengatakan kapan anak itu datang”

“Dimana dia selama ini?”

“Korea, bersama Ibuku. Kedua orang tuaku sudah lama bercerai. Aku tak tahu kenapa  mendadak dia ingin tinggal bersama kami”

“Siapa?” tanya anak lelaki yang sedari tadi hanya diam, memandangi hijaunya barisan pepohonan yang berjejer rapi di sepanjang jalan dari balik kaca mobil. Ia menatap kedua anak laki-laki yang tampak asyik bercerita di sebelahnya.

“Adik Hyukjae”

“Adik?”

“Aku belum mengatakan pada Donghae” ujar Hyukjae “Kupikir kau sudah tahu cerita ini dari Siwon” Hyukjae menatap Donghae.

“Tidak” jawab Donghae.

Sorry, aku tak berpikiran untuk menceritakan ini pada kalian” ujar Hyukjae.

“Menurut Hyukjae, anak itu sebaya denganmu Donghae” Siwon menatap Donghae.

“?” Donghae hanya menatap diam dengan seribu tanya di kepalanya.

“Benar, Sam memang sebaya denganmu!” Hyukjae mengiyakan ucapan Siwon.

Mobil hitam mengkilat yang ditumpangi ketiga anak itu mulai melambat ketika memasuki kawasan sekolah. Kawasan elite dengan bangunan kokoh yang tampak sangat berkelas tersebut adalah sebuah high school dimana ketiga anak itu menuntut ilmu.

“Tuan muda, kita sudah sampai” sang sopir menoleh pada ketiga anak muda tersebut.

“Ok, sampai jumpa Edhy” Donghae yang terakhir turun dari mobil.

Mereka segera memasuki gedung mewah bertingkat itu. Kemunculan ketiga pemuda tersebut sangat menyita perhatian para siswi. Siwon, Hyukjae dan Donghae memang terlihat sangat mencolok. Ya, kehadiran ketiga cowok itu memang selalu dinanti-nantikan oleh setiap kaum hawa bagaikan mencari sebuah oase ditengah padang gurun.

“Sampai jumpa Donghae” kata Siwon sebelum Donghae masuk ke dalam kelasnya.

“Siwon” panggil Donghae. Siwon berpaling menatap Donghae yang masih berdiri di ambang pintu “Sore ini aku ada private, tolong sampaikan pada Ibu”

“Baiklah!”

Siwon dan Donghae Francaise merupakan kakak beradik dari keluarga Francaise yang kaya raya. Berdarah campuran Perancis-Korea. Ayah mereka berdarah Perancis sedangkan Ibu mereka berasal dari negeri gingseng, Korea Selatan. Mereka tinggal di Paris. Keluarga Francaise adalah pemilik jaringan raksasa Francaise Groups yang perusahaan-perusahaannya sudah tersebar diseluruh dunia.

Siwon Parris Francaise merupakan putra tertua keluarga Francaise. Siwon dengan perawakan tinggi, garis wajah yang tampan juga tegas. Ia memiliki tatapan mata yang dingin tapi lembut. Si pendiam yang berwibawa ini sangat mahir dalam bidang olahraga, apapun itu yang menyangkut olahraga dikuasai olehnya dengan baik, bukan berarti nilai pelajarannya buruk, ia tak berbeda jauh dengan adiknya yang terkenal pintar.

Berbeda jauh dengan Siwon, Donghae Chartier Francaise adalah sosok yang penuh dengan keingintahuan. Putra kedua keluarga Francaise ini terkesan suka membuat keonaran dan selalu bersemangat. Donghae yang tak sabaran dengan temperamen yang cepat memanas membuatnya cepat marah dengan alasan yang sangat sepele sekalipun. Donghae dikatakan siswa yang jenius, sangat unggul dalam pelajaran. Ia selalu menjadi yang pertama dalam urutan peringkat umum di sekolah.

Lalu, bagaimana dengan Hyukjae?

Lee Hyukjae, cowok cute yang yang sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengan keluarga Francaise. Ayah Hyukjae, Tuan Lee adalah seorang chef nomor satu di Perancis yang dibayar oleh keluarga Francaise dan telah mengabdi selama belasan tahun pada keluarga kaya raya tersebut. Ia merupakan pengatur menu di keluarga Francaise. Hyukjae dan Ayahnya telah lama tinggal bersama keluarga itu walaupun sebenarnya mereka sendiri bukan termasuk dalam golongan orang biasa. Mereka memiliki rumah mewah di tengah kota dan restaurant terkenal di Perancis. Tak banyak hal buruk yang dimiliki oleh Hyukjae, ia sosok yang baik meskipun terkesan sedikit playboy.

~.o0o.~

Siwon berjalan keluar rumah, ia menuju taman belakang dimana Hyukjae dan Donghae telah menunggunya.

“Ada apa?” Hyukjae menatapi Siwon yang terlihat sangat letih.

“Tidak!” jawab Siwon singkat. Ia menatapi danau kecil yang menghiasi taman itu. Matanya yang dingin tampak sayu.

“Kau dari klub?” giliran Donghae yang bertanya. Siwon menarik nafas panjang. Tak sedikitpun pandangannya teralih.

“Beberapa bulan lagi olimpiade olahraga” jawab Siwon lesuh, ia menoleh pada Donghae dan Hyukjae “Kalian belum tahu?” tanyanya lagi saat melihat ekspresi kedua orang itu.

“Tidak” jawab kedua orang itu bersama-sama.

“Klub olahraga tengah disibukan dengan kegiatan ini. Seluruh anggota sedang giat berlatih mempersiapkan diri menghadapi olimpiade!”

“Aku rasa kau tak perlu sekeras itu untuk berlatih” ujar Hyukjae.

“Ya, bukankah masih banyak waktu? Aku rasa kau mampu mengatasinya, Siwon” lanjut Donghae.

“Iya, tapi…” Siwon terdiam. Kedua orang di sebelahnya pun ikut  terdiam. Mereka kembali memandangi bentangan danau yang ikut diam bersama mereka.

“Hmm, adikmu itu” Donghae memecahkan kesunyian diantara mereka. Sepertinya ia masih penasaran dengan adik Hyukjae.

“Sam” Hyukjae menyebut nama adiknya.

“Seperti apa dia?” tanya Donghae sedikit penasaran.

“Entahlah. Aku tak tahu persis”

Donghae tampak kaget mendengar penuturan Hyukjae. Siwon yang sedari tadi diam, ikut memandangi Hyukjae.

“Maksudku, aku tidak tahu persis seperti apa dia sekarang. Terakhir kali kami bertemu sudah sangat lama, sekitar dua belas tahun lalu” lanjut Hyukjae.

“Dua belas tahun?”

“Benar” mata Hyukjae menerawang jauh “Setelah Ayah dan Ibu bercerai, kami tak pernah bertemu lagi. Kami hanya dipertemukan melalui sambungan telepon, dan itu sangat jarang terjadi. Sedikit sekali kenanganku tentang anak itu. Aku rasa sifatnya tak berbeda jauh denganmu” Hyukjae menatapi Donghae.

“Hmm..” gumam Donghae pelan.

“Dalam ingatanku, Sam cukup menyebalkan!” Tawa Hyukjae pelan.

“Untungnya aku tidak menyebalkan seperti adikmu” kata Donghae. Siwon dan Hyukjae saling berpandangan lalu tertawa lepas.

“Ada apa?” Donghae terlihat bingung “Jadi, menurut kalian aku sama seperti dia, menyebalkan dan…” Emosi Donghae terlihat dengan jelas.

“Bukan begitu, kami hanya..” Siwon berusaha menjelaskan tapi Donghae telah benar-benar emosi, ia akhirnya pergi meninggalkan Siwon dan Hyukjae yang masih tertawa geli.

“Dia benar-benar menyebalkan!” ujar Siwon

“Sangat menyebalkan!” Hyukjae membenarkan ucapan Siwon.

~.o0o.~

Ruangan luas itu adalah salah satu ruang makan di dalam rumah mewah milik keluarga Francaise. Semua orang sudah duduk tenang dan rapi mengelilingi meja yang sudah dipenuhi oleh berbagai macam hidangan. Tuan dan Nyonya Francaise, Siwon, Donghae dan Hyukjae. Masih ada dua kursi yang belum terisi.

“Maaf, aku terlambat” seorang anak berusia tujuh tahun berlari-lari kecil.

“Kyuhyun, dari mana saja kau?” Tuan Francaise memelototi anak lelaki itu.

Kyuhyun Edmund Francaise, putra bungsu keluarga Francaise yang hanya terdiam setelah dipelototi Ayahnya. Ada kacamata tipis yang membingkai bola matanya.

I’m so sorry” jawab Kyuhyun

“Jangan terlalu sering bermain game, kerusakan matamu bisa bertambah parah”

“Maaf” Hyukjae sedikit menyela “Aku rasa, kita tak perlu menunggu Ayahku”

“Ada apa dengan Lee?”

“Ayah sedang keluar, ada beberapa urusan yang harus diselesaikan” jawaban Hyukjae ditanggapi dengan anggukan tipis Tuan Francaise.

Mereka mulai menikmati makan malam yang sudah tersedia.

“Kyuhyun, ada apa?” Nyonya Francaise menatapi Kyuhyun sambil menyuapi dessert ke mulutnya, ia tampak heran melihat putra bungsunya yang sibuk sendiri.

“Aku tak melihat Marry?” mata Kyuhyun terus mencari sosok Marry, pelayan paruh baya yang sudah sangat lama mengabdi di keluarga tersebut.

Nyonya Francaise menarik nafas panjang “Marry sudah tak bersama kita lagi” ucapan Nyonya Francaise membuat aktivitas yang sedang berjalan terhenti begitu saja. Tuan Francaise adalah satu-satunya orang yang tetap asyik menikmati makan malamnya tanpa terpengaruh pada percakapan yang sedang berlangsung “Ibu tak menyangka reaksi kalian akan seperti ini, mungkin sebaiknya Marry kembali ke rumah ini”

“Bu” cela Siwon

“Ada apa, Siwon?”

“Aku rasa Marry ingin berkumpul dengan keluarganya, dia sudah menghabiskan banyak waktu dengan kita. Sebaiknya kita memahami keinginannya” Siwon berkata dengan sangat bijak.

Donghae, Hyukjae dan Kyuhyun mengangguk pasti, mengiyakan ucapan Siwon. Tak ada suara yang keluar dari mulut mereka, ruang makan yang luas itu terasa sunyi dan suasananya terasa sedikit berbeda dari sebelumnya.

***

Hyukjae bangun dari tempat tidurnya, ia melirik pada jam dinding yang sudah menunjukan pukul satu malam. Perlahan Hyukjae membuka pintu kamarnya lalu berjalan keluar kamar dengan mengendap-endap disepanjang koridor luas yang melewati ruangan-ruangan dalam rumah tersebut.

Setelah sekian menit mengendap-endap tibalah Hyukjae di depan sebuah pintu. Ia mengetuk pintu tersebut dengan hati-hati. Beberapa saat kemudian pintu terbuka, Donghae dengan piyamanya tampak keluar dari ruangan itu. Kamar tidur Donghae.

“Lama sekali” dengus Donghae “Masuklah, yang lain sudah menunggumu”

“Yang lain?” Alis Hyukjae saling bertautan. Ia segera masuk ke dalam kamar tidur Donghae.

“Kenapa dia ada di sini?” Hyukjae terkejut manakala melihat Kyuhyun tengah duduk manis “Midnight party kita?”

“Biarkan saja, lagipula ini menyangkut Marry. Jadi, tak apa-apa kalau anak kecil ini ikut bergabung” Siwon mendesah pelan

Keempat anak itu lalu duduk, mereka terdiam untuk sekian detik.

“Marry” gumam Kyuhyun pelan.

“Dia” ujar Donghae, ia sedikit ragu untuk melanjutkan perkataannya. Keempat orang itu hanya saling berpandangan untuk beberapa saat.

“Hoooorreeee!!!!” Teriak keempat anak itu “Akhirnya dia pergi juga dari rumah ini!” Donghae sangat kegirangan, begitu juga dengan tiga orang lainnya. Suasana yang semula mencekam berubah ceria.

“Ucapkan selamat tinggal pada nenek sihir itu” ujar Hyukjae.

“Setelah sekian lama dalam penderitaan akibat jajahan nenek sihir itu” gumam Donghae, lalu mereka mulai mengenang perilaku pelayan yang sangat pemarah dan menakutkan itu. Marry adalah terror bagi Hyukjae dan juga Francaise bersaudara.

“Aku  hampir tak percaya ketika kabar menggembirakan itu keluar dari mulut Ibumu” ujar Hyukjae “Aku benar-benar senang, rasanya air mataku  hampir menetes keluar ketika mengetahui itu”

Donghae tersenyum “Aku sudah menyiapkan sesuatu untuk merayakan hari bahagia ini” ujarnya. Donghae lalu mengeluarkan beberapa minuman kaleng dan setumpuk snack dari tempat persembunyian rahasianya.

It’s time to party!

“Bersulang!” Donghae mengangkat tinggi-tinggi minuman yang dipegangnya. Siwon, Hyukjae dan Kyuhyun tak mau kalah “Bersulang untuk kebebasan yang menanti” lanjut Donghae.

“Bersulang!” mereka tertawa bahagia. Tidak ada yang tahu, malam itu telah berlangsung sebuah pesta kecil di kamar Donghae.

“Ibu akan mencarikan penggantinya?” tanya Kyuhyun

“Entahlah” ujar Siwon santai sambil meneguk minumannya

“Aku harap Ibu mencari pelayan yang lebih muda. Gadis muda dan cantik” ujar Kyuhyun

“Anak kecil, tahu apa kau?” Hyukjae mendesis heran, ia menatapi Kyuhyun.

“Apapun itu, aku tak mempermasalahkan selama orang itu tidak semengerikan Marry” ujar Donghae

“Tepatnya penyihir Marry” tambah Kyuhyun

Mereka kembali tertawa dan melanjutkan pesta rahasia tengah malam itu. Jam menunjukkan pukul 03.30 ketika mereka kembali ke kamar masing-masing dengan terhuyung-huyung akibat kekenyangan, lelah bahkan kantuk yang telah menyerang mereka.

~.o0o.~

Bel berbunyi nyaring di seluruh penjuru SMA Lycée Louis-le-Grand. Selang beberapa menit setelah bel berbunyi, murid-murid berhamburan keluar dari kelas masing-masing.

Donghae berlari-lari kecil menuruni tangga menghampiri Hyukjae telah menunggunya.

“Siwon?” tanya Donghae saat tak mendapati sosok Siwon di situ.

“Klub, seperti biasanya” jawab Hyukjae. Mereka segera meninggalkan tempat itu.

“Sangat melelahkan” Donghae menarik nafas dalam-dalam.

Dari arah berlawanan tampak sekumpulan gadis sedang berjalan ke arah mereka. Gadis-gadis itu langsung memamerkan senyuman mereka pada Donghae dan Hyukjae, lalu menyapa kedua pemuda tersebut dengan senyum yang cukup menggoda.

“Teman sekelasmu?” tanya Hyukjae sambil menoleh pada sekumpulan gadis yang telah lewat di belakangnya.

“Tidak” jawab Donghae “Diantara mereka hanya Anne yang sekelas denganku” Hyukjae kembali menoleh, mencari tahu sosok gadis yang dimaksud oleh Donghae. Seorang gadis berambut ikal pendek.

“Kudengar, dia termasuk siswi populer di sini” kata Donghae.

“Benarkah?”

Donghae menggeleng “Terlihat sama seperti gadis lainnya”

“Kau memang tak pernah bereaksi terhadap para gadis, tapi menurutku dia sangat menarik” goda Hyukjae.

“Jika kau menggodaku seperti itu di hadapan Siwon, dia pasti akan membunuhmu” Hyukjae berusaha untuk mencerna maksud dari ucapan Donghae “Sepertinya Siwon tak pernah mengatakan hal itu padamu” gumam Donghae.

“Tentang apa?” Hyukjae tampak semakin kebingungan

“Anne Petitjean adalah anak dari relasi bisnis Ayah. Jadi, sejak kecil kami sudah saling mengenal, pernah sekali keluarganya berkunjung ke rumah kami”

“Tunggu sebentar, bukankah sejak kecil aku sudah bersama kalian? Mengapa aku tak pernah ingat tentang kejadian itu?

“Itu terjadi  beberapa waktu sebelum kedatanganmu, Hyukjae”

                                                                      ***

Sementara itu disuatu tempat.

“Sudah sampai, Nona” sopir bus menatap penumpang terakhirnya lewat kaca spion. Gadis berambut panjang itupun turun.

“Paman!” teriak gadis itu sebelum bus berlalu dari hadapannya “Aku tidak diturunkan di tempat yang salahkan?” gadis berambut lurus panjang itu menatapi jalan yang di pinggirannya hanya ditumbuhi oleh pepohonan. Rumah-rumah dan kota sudah berlalu sejak tadi, yang ada hanya jalanan mulus dengan pepohonan yang padat.

“Tentu saja. Aku mengenal dengan sangat baik seluruh seluk beluk kota”

“Tapi, Paman”

“Rumah yang Nona tuju, memang tak terlihat dari sini karena tertutupi oleh pepohonan, lewati saja jalan itu. Kau akan sampai di kediaman keluarga Francaise.

“Bukankah sebaiknya aku diturunkan tepat di depan rumah itu?” gadis itu menatapi jalan yang ditunjukan oleh sopir. Sebuah jalan lain dari jalan utama.

“Maaf Nona, itu bukan jalan umum. Jalan itu adalah akses khusus milik keluarga Francaise, jadi aku hanya bisa menurunkanmu di sini”

“Oh, baiklah. Terima kasih” gadis itu tampak lesuh memandangi bus yang telah berlalu.

Ia menatapi jalan yang ditunjukan oleh sopir tadi, tampak sebuah papan penunjuk yang memberitahukan bahwa kediaman keluarga Francaise kurang lebih 500 meter dari jalan utama.

Gadis itu segera meletakan ransel ke punggungnya, menyusuri jalan yang tampak menanjak. Pakaiannya mulai basah oleh keringat yang bercucuran di tubuhnya. Ia tampak lemas melihat jalan yang terus saja menanjak. Di sepanjang jalan hanya ditumbuhi oleh pohon-pohon yang membuat udara terasa sejuk.

“Ini sangat melelahkan” gerutunya. “Apa mereka tak lelah? Ah, bodohnya. Tentu saja tidak” gumam gadis itu ketika menyadari bahwa keluarga kaya raya itu pasti melewati jalanan itu dengan kendaraan mewah milik mereka. Ia berhenti sejenak, hidungnya tampak mengendus-endus sesuatu. “Aroma apa ini? Bercampur dengan aroma segar pepohonan. Sepertinya aku tahu ini” gadis itu terus bergumam “Jangan-jangan…”

***

Di dalam mobil yang melaju dengan kecepatan sedang, Donghae dan Hyukjae masih terlibat sebuah percakapan.

“Lalu?” Hyukjae menatapi Donghae

“Hari itu menjadi hari kunjungan Anne yang pertama dan terakhir kalinya sebelum mereka pindah ke Selandia Baru” ujar Donghae “Sebagai adik, aku tahu ada yang berubah pada Siwon. Kau tahu, sejak bertemu dengan Anne, Siwon tampaknya selalu memikirkan gadis itu”

“Sungguh?” Hyukjae terkejut, bertahun-tahun ia bersahabat dengan Siwon tapi tak sekalipun Siwon mengungkit masalah itu.

“Kau sendiri tahukan, di luar sana bukan sedikit gadis yang tergila-gila pada Siwon tapi tak seorangpun yang diliriknya” Hyukjae mengangguk setuju atas perkataan Donghae “Karena dia masih memikirkan Anne. Aku rasa Siwon sangat sulit untuk melupakan sosok Anne kecil”

“Lalu?”

“Sampai pertengahan semester lalu saat Anne pindah ke sekolah kita, kupikir Siwon pasti sangat senang”

“Mereka berpacaran? Aku tak pernah melihat Siwon berusaha untuk mendekati gadis itu”

“Sebenarnya, Siwon pernah mengungkapkan isi hatinya pada Anne”

“APA?” Hyukjae semakin syok mendengar penuturan Donghae “Kenapa aku bisa sampai tidak mengetahui itu?”

“Jangan merasa dikhianati. Siwon tak pernah mengatakan hal itu padaku” ucapan Donghae sedikit meredakan kekesalan Hyukjae “Tanpa sengaja aku melihat Siwon dan Anne di perpustakaan”

“Apa yang dikatakan gadis itu?” tanya Hyukjae. Donghae menggelengkan kepalanya “Maksudmu?”

“Anne hanya berkata maaf”

“Gadis itu menolak Siwon?” kejutan yang diterima Hyukjae semakin bertubi-tubi.

“Aku tak tahu apa alasan Anne menolak Siwon”

“Padahal dengan susah payah gadis-gadis lain berusaha untuk menarik perhatian Siwon. Anne yang mendapatkan perhatian itu justru menyia-nyiakannya begitu saja” Hyukjae bergumam heran “Cinta memang rumit”

“Siwon tak mungkin begitu saja melupakan Anne, dia bukan orang yang gampang menyerah” ujar Donghae “Mungkin kau tidak sadar, tapi aku tahu kalau sampai saat ini Siwon masih memperhatikan Anne secara diam-diam”

“Begitukah?” Hyukjae bergumam pelan. Ia lalu menatapi Donghae “Lalu bagaimana denganmu? Mungkinkah kau memiliki perasaan khusus pada gadis bernama Anne itu?”

“Jaga ucapanmu, Hyukjae!”

“Aku hanya bertanya. Selama ini kau sama seperti Siwon. Tidak terlihat dekat dengan gadis manapun dan berusaha untuk menghindari gadis-gadis yang mengejarmu. Mungkin saja kau juga sedang mengharapkan Anne”

“Dasar bodoh!” geram Donghae “Karena aku merasa belum menemukan apa yang aku cari. Lagipula aku sama sekali tidak tertarik pada mereka”

“Kau serius?”

“Untuk hal itu, bagiku tidak perlu terburu-buru. Jika waktunya tiba, orang itu pasti akan terlihat dengan jelas di mataku” Donghae tersenyum misterius. Ia melempar botol air mineral yang telah kosong dan tak menyadari jika botol itu mengenai seseorang.

“Sepertinya aku mendengar jeritan seseorang?” gumam Hyukjae, ia menoleh pada Donghae. Keduanya langsung menengok ke belakang, tapi mobil sudah berbelok di tikungan jalan yang terus saja menanjak

“Tak ada siapa-siapa” ujar Donghae

“Mungkin hanya perasaanku saja” kata Hyukjae

***

“Aa- aauww” gadis berambut lurus panjang itu memegangi kepalanya. Tangan kirinya memegang botol kosong yang baru saja mengenai kepalanya “Damn, seenaknya saja berlaku seperti itu. Sial sekali aku hari ini!”

Gadis itu terus melangkah sambil sesekali membetulkan letak ranselnya. Sampai pada tikungan terakhir, matanya mendelik. Di hadapannya, kurang lebih 300 meter, berdiri bangunan kokoh yang indah dan mencengangkan. Bangunan mewah bergaya eropa klasik itu adalah kediaman keluarga Francaise yang dituju oleh gadis itu. Gerbang yang menjulang tinggi, juga sebuah kolam air mancur yang sangat indah tepat di depan istana itu, lingkungan rumah yang sangat elegan membuat gadis itu sangat terkesima.

Fantastic!” serunya kagum. Ia membuang pandangannya ke sebelah kiri, tampak kota yang terlihat dengan jelas dari tempat itu, dan… “Gosh, dugaanku tepat. Aroma pantai!!” teriaknya girang karena di bawah sana terlihat deburan ombak yang berkejar-kejaran mencapai pinggiran pantai yang putih.

Rumah keluarga Francaise berada di ujung bukit sehingga dapat melihat keindahan kota yang tampak jauh. Rumah megah yang berdiri di ujung bukit curam yang kokoh dan tepat di bawahnya terdapat pantai pasir putih, ada anak tangga yang dibuat menuruni tepian bukit yang curam itu agar sampai di pantai. Sang gadis merasa belum pernah melihat hal hebat seperti itu.

“Kau  ini, terlihat seperti orang bodoh” suara itu mengusir keterpakuan gadis tersebut yang belum puas mengagumi apa yang ditangkap oleh retinanya. Ia menoleh dan mendapati seorang anak laki-laki yang entah sejak kapan telah berdiri di sisinya.

“Kau?”

“Kyuhyun. Kyuhyun Edmund Francaise”

“Sepertinya salah satu anggota keluarga konglomerat” gumam gadis itu

“Kau tidak pernah melihat pantai?”

“Bukan urusanmu” jawab gadis itu ketus.

“Ataukah kau heran dengan tempat ini, tatapanmu jelas seperti orang bodoh”

Are you kidding me?” geram gadis itu “Dasar anak nakal!” baru saja ia bermaksud memberi pelajaran pada anak lelaki yang telah membuat emosinya meningkat, anak itu dengan cekatan berlari menghindarinya.

“Aku tahu, kau pasti pelayan baru yang menggantikan Marry. Ibu mengatakan jika pelayan itu akan datang hari ini” ujar Kyuhyun dari jauh “Selamat datang!” teriaknya sambil menjulurkan lidah lalu berlari pergi. Si gadis tampak semakin marah.

~.o0o.~

Menjelang waktu makan malam. Seperti biasanya Hyukjae dan anak-anak keluarga Francaise mengisi waktu mereka dengan membaca di perpustakaan. Donghae sangat serius jika sudah membaca. Materi bacaannya termasuk dalam kategori kelas berat. Donghae sangat suka membaca buku yang rumit, tak jarang bacaannya sangat mustahil untuk di cerna oleh anak seusianya. Hyukjae dan Siwon juga tampak serius membaca buku pilihan mereka. Sangat berbeda dengan Kyuhyun, ia terlihat asyik dengan novel detektivenya.

“Kalian tahu? Hari ini pelayan baru itu datang” kata Kyuhyun.

“Benarkah?” tanggap Donghae tanpa mengalihkan perhatiannya sedikitpun dari buku yang di bacanya. Terlihat jelas jika ia tak begitu serius menanggapi perkataan Kyuhyun.

“Seorang gadis muda”

“Darimana kau tahu?” tanya Hyukjae, sama halnya dengan Donghae yang tak begitu perduli pada ucapan Kyuhyun.

“Aku bertemu dengannya siang tadi. Dia sedikit menyebalkan”

“Kuharap dia tak semenyebalkan Marry” gumam Siwon

“Aku rasa itu bukanlah masalah besar, meskipun sifatnya lebih buruk dari Marry” ujar Kyuhyun

“Kenapa? Kau masih belum menyerah dengan penyiksaan Marry?” ujar Donghae santai sekali.

“Hanya saja, tiba-tiba aku ingin menjadikan gadis itu sebagai istriku” ucapan Kyuhyun sontak membuat Siwon, Donghae dan Hyukjae tertawa geli.

“Hei anak kecil, cukup ocehanmu itu!” ujar Siwon

“Aku serius!” ujar Kyuhyun, ia tampak tak menggubris ledekan kakak-kakaknya “Dia benar-benar cantik”

“Oh, ya?” ketiga orang itu terus membaca, tak menghiraukan ocehan Kyuhyun yang menurut mereka sangat menggelikan.

“Jadi, kalian tak mau tahu?” tanya Kyuhyun. Tak beberapa lama senyuman mengembang di bibirnya melihat ketiga orang itu berhenti membaca dan menoleh padanya. “Gadis itu memiliki tubuh yang ramping dan tinggi semampai. Rambut lurusnya yang berwarna coklat berkilau indah, warna matanya yang coklat setenang danau. Kulitnya sangat bersih dan bercahaya. Dia benar-benar cantik dan ideal, sayang sekali kalau jadi pelayan. Gadis itu lebih cocok jadi super model, perfect!

“Jangan mengada-ngada” dengus Siwon

“Baiklah. Tentang menjadikannya istri—aku bercanda. Dia terlalu tua untukku” perkataan Kyuhyun sukses membuat beberapa benda melayang mengenai tubuhnya “Tapi soal kecantikannya, aku tidak bohong” kata Kyuhyun sambil tersenyum.

***

Dessert sudah disajikan, keempat anak itu masih mencari-cari sosok yang mereka bahas sebelum jam makan malam tadi. Sesekali mereka saling pandang, saling memberi kode.

“Donghae?” Nyona Francaise menangkap mata Donghae saat memelototi Kyuhyun

“Tidak Bu”

“Pelayan pengganti Marry bukankah seharusnya sudah datang?” tanya Kyuhyun

“Tentu saja” jawab Nyonya Francaise

“Aku belum melihat wajah baru di sekitar sini” ujar Kyuhyun lagi.

Bravo Kyuhyun!” bisik ketiga pemuda itu dalam hati.

“Ah, dia sedang meeting dengan kepala pengurus rumah tangga tentang tugas-tugas yang harus dikerjakannya. Kau sudah bertemu dengan Lily?” Nyonya Francaise menatap Kyuhyun

“Tadi siang. Tanpa sengaja” jawab Kyuhyun “Lily, nama gadis itu?” gumam Kyuhyun, bertanya pada dirinya sendiri.

~.o0o.~

Donghae meraih tas sekolahnya dengan tergesa-gesa, ia terlambat. Hampir dua puluh menit Siwon dan Hyukjae telah menunggunya di mobil. Donghae berlari-lari di koridor rumahnya.

BRUGGH!

Tiba-tiba saja ia bertabrakan dengan seseorang.

“Eh” Donghae tampak terkejut menatapi sosok yang belum pernah dilihat sebelumnya di rumah itu.

Gadis berambut lurus itupun menatap Donghae dengan mata coklatnya yang tampak begitu bulat dan bening. Beberapa saat, lalu gadis itu pergi dengan cuek tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Donghae.

Donghae kembali berlari, lalu bergabung dengan Siwon dan Hyukjae yang telah menunggunya. Mobilpun segera melaju meninggalkan rumah tersebut

“Telat lima menit” Siwon melirik jam tangannya

“Benar-benar gawat!” ujar Hyukjae

“Aku rasa, aku sudah bertemu dengan pelayan baru itu” seketika Siwon dan Hyukjae menoleh pada Donghae

“Benarkah?”

“Aku berpapasan dengannya tadi”

“Seperti apa dia?” Hyukjae penasaran. Donghae tak menjawab. Siwon dan Hyukjae hanya saling pandang. Donghae menatap keluar jendela, mulutnya bungkam, diam. Ada sesuatu yang lain, wajahnya merah merona.

***

“Hei”

“Hmm…” gumam Donghae. Ia tak menoleh sedikitpun pada Hyukjae  yang memanggilnya. Donghae terus asyik dengan buku yang dibacanya. Kali ini mereka terlihat santai di dalam kamar Siwon.

“Kau sudah bertemu dengan pelayan itukan?” tanya Hyukjae

“Ya”

“Aku masih penasaran, seperti apa dia? Benarkah semua yang dikatakan Kyuhyun?”

“Lalu?” Tanya Donghae cuek. Ia terus saja membaca

No problem” Hyukjae tersenyum kecut melihat ekspresi Donghae. Keduanya kembali terdiam “Hei~”

“Ada apa lagi?”

“Aku masih penasaran”

“Kenapa kau begitu penasaran dengan pelayan itu?” Donghae tampak kesal

“Bukan” ujar Hyukjae “Ini tentang Siwon, dan juga gadis itu”

“Ada apa denganku?” tanya Siwon yang baru keluar dari kamar mandi. Rambut hitamnya tampak masih basah dan berantakan—meskipun itu tak mengurangi sedikitpun kadar ketampanannya “Sepertinya aku mendengar kalian menyebut-nyebut namaku?”

Donghae tampak tidak menggubris pertanyaan Siwon,

“Bagaimana dengan klub kalian?” Hyukjae melontarkan pertanyaan, mengalihkan pembicaraan mereka.

“Baik” kata Siwon, ia duduk di sebelah Hyukjae “Dan cukup melelahkan. Olimpiade nanti guru Frank memintaku untuk menangani beberapa cabang olahraga, tapi aku ragu”

Siwon adalah ketua klub olahraga di sekolah itu, Siwon memang sangat mahir dan menguasai beberapa bidang olahraga. Hal itu cukup menjelaskan mengapa Siwon memiliki badan yang tinggi, kekar dan tegap.

“Jangan suka mengalihkan pembicaraan, Hyukjae” ujar Donghae santai

“Mengalihkan pembicaraan?” tanya Siwon tak mengerti. Hyukjae menatap tajam kepada Donghae agar tidak melanjutkan perkataannya.

“Bukan apa-apa!” kilah Hyukjae yang serasa ingin menelan Donghae hidup-hidup

“Dia ingin tahu tentang Anne” Donghae berkata dengan santainya, tanpa rasa bersalah pada Hyukjae yang hampir melayangkan tendangan ke wajah angkuh Donghae.

Siwon terdiam, Hyukjae yang tampak kesalpun ikut terdiam. Ia tak berani mengatakan apa-apa pada Siwon. Siwon beranjak dari tempak duduk, ia menuju ke jendela dan menatap keluar sana.

“Itu” kata Hyukjae cukup pelan, suaranya hampir tidak kedengaran. Entah mengapa Hyukjae merasa pertanyaan itu sangat sakral dan membuat suasana begitu hening.

“Tak apa-apa” Siwon tersenyum tipis “Gadis itu…” kembali ia terdiam, entah apa yang sedang dipikirkan sehingga membuatnya tak berniat untuk berkata lebih dari itu. Bola matanya yang coklat menatap keluar jendela, memandang langit yang begitu luas lalu melemparkan pandangannya lagi pada deburan ombak di bawah sana. Kamar Siwon terletak di lantai tiga dan posisi jendela kamar itu persis menghadap ke laut. “Mau kemana?” ia memperhatikan Donghae yang bergerak dari posisi semula.

“Minum”

“Air di kamarku masih kurang untukmu?” tanya Siwon heran

“Aku mau jus” jawab Donghae

“Itu bukan sebuah alasankan?” Hyukjae menatap Donghae

“Apa maksudmu?” Donghae tak mengerti

“Aku rasa kau ingin bertemu dengan pelayan baru itu. Lily” tebak Hyukjae

Shut up!” geram Donghae, “Untuk apa aku mencari orang seperti itu. Gemuk, pendek, berkecamata dan.. tak menarik!” Donghae tampak emosi

“Bukankah kata Kyuhyun gadis itu, cantik?” Hyukjae terlihat bingung dan tampak seperti orang bodoh. Hyukjae terlihat cemas.

“Aku sudah bertemu dengannya” kata Donghae. Ia tersenyum puas melihat kekecewaan di wajah Hyukjae, ia berhasil membohongi Hyukjae. Ia lalu dengan tenang meninggalkan kamar Siwon.

Donghae berjalan dengan santai, sesekali ia berpapasan dengan beberapa pelayan yang langsung memberi hormat padanya. Ia berjalan menuju dapur. Dapur yang sangat luas itu tampak sunyi, tak seorangpun di sana. Mata Donghae langsung tertuju pada sebuah gelas yang masih terisi penuh oleh jus.

“Mereka sudah tahu apa yang aku inginkan” Donghae senang. Ia menghampiri meja dan langsung meraih jus tersebut. Baru saja Donghae hendak meminum jus itu ketika seseorang merebut gelas dari tangannya.

Donghae terkejut. Ia menatap sosok gadis rambut coklat berkilau itu balik menatap Donghae dengan mata indahnya.

“Jangan seenaknya mengambil sesuatu yang bukan milikmu” kata gadis itu

“Kau…” Donghae mulai geram “Tak bisakah bersikap sopan?”

“Mengapa mengatai seseorang seperti itu jika kau makhluk yang setipe? Tidak sopan!” ujar si gadis sambil meneguk jus di tangannya.

Donghae memelototi gadis itu “Sepertinya kau tak sadar sedang berbicara dengan siapa” Donghae mendengus sinis

“Siapa?” tanyanya lagi dengan santai dan tanpa beban melihat kemarahan Donghae.

“Baiklah” Ujar Donghae berusaha menahan emosinya “Mungkin sebaiknya aku memperkenalkan diri, meskipun itu tak pernah terjadi sebelumnya, pelayan mana yang tak mengenali majikannya? Aku, Donghae. Donghae Chartier Francaise” ujar Donghae. Dia semakin kesal melihat tidak ada reaksi apapun dari gadis itu setelah mengetahui siapa lawan bicaranya “Pelayan-pelayan lain tidak memberitahumu? Atau—kau tidak tahu peraturan yang berlaku di rumah ini?”

“Ah, salah satu dari ketiga anak konglomerat Francaise?” tanya si gadis dengan santai.

“Sebaiknya kau berhati-hati, atau kau lebih memilih untuk meninggalkan rumah ini sebelum pagi hari” ancam Donghae.

“Kau sama menyebalkan dengan adik nakalmu itu”

“Tak bisakah kau berbicara lebih sopan dan hormat”

“Hormat? Haruskah aku?”

“Bodoh! Aku ini pemilik rumah ini, itu berarti aku majikanmu, dan kau sebagai pelayan harus tunduk dan hormat pada majikan”

Sisa jus dalam gelas di tangan gadis itu langsung berpindah tempat ke wajah Donghae.

“Apa-apaan ini?” Donghae benar-benar sudah tidak bisa menahan kemarahannya lagi.

“Aaah, tidak sengaja” kata gadis itu “Aku  menderita penyakit aneh. Entah kenapa, tiap kali bertemu orang sombong secara spontan tanganku bertindak sendiri, aku tak menginginkan itu terjadi—kuharap pengertianmu” ujar gadis itu sangat santai.

“Kau berbicara dengan orang yang salah. Tubuh melakukan suatu tindakan atas perintah otak. Apakah kau tak punya otak?” geram Donghae.

“Ada apa?” tiba-tiba saja Tuan Lee sudah berada di situ.

“Pelayan gila ini sudah mengotori wajah dan pakaianku” tuding Donghae

“Pelayan, siapa pelayanmu?”

“Sudahlah!” Bentak Tuan Lee “Minta maaf pada Donghae!”

“Lupakan saja” gadis itu balik memelototi Tuan Lee.

“Apa kau tak mendengarnya?” Donghae tersenyum sinis.

“Aku tak akan meminta maaf pada orang sombong sepertimu”

“Cukup!” lagi-lagi suara keras Tuan Lee terdengar di ruangan itu “Silahkan minta maaf!”

Never!” gadis keras kepala itu tetap pada pendiriannya.

“Minta maaf sekarang juga!!” Suara Tuan Lee semakin meninggi membuat gadis itu tersentak, begitu juga dengan Donghae.

Jangan keras kepala” bisik Donghae dalam hati. Ia tersenyum puas melihat gadis itu terdiam.

“Sekarang, minta maaflah pada Donghae..” Tuan Lee kembali berkata dengan nada yang lebih halus.

“Tapi Ayah…”

Donghae terdiam, beberapa saat kemudian wajahnya langsung berubah, otaknya sedang mencerna ucapan yang baru saja di dengarnya itu.

“Tu-tunggu dulu..” Donghae terperanjat, ia menatap gadis itu dan Tuan Lee bergantian seolah meminta penjelasan lebih “A, Ayah?”

“Maaf atas sikap keterlaluan anak saya pada anda, tuan muda” pria itu mewakili anaknya atas permohonan maaf tersebut. Gadis itu justru menjulurkan lidah pada Donghae.

“APA?” Donghae sangat syock.

***

Suasana kafe tampak ramai. Para siswa yang baru keluar kelas langsung berhamburan menuju kafe yang terletak di lantai empat sekolah itu. Hiruk pikuk kafe tapi tidak begitu dengan keadaan di meja yang terletak di sudut ruangan, dekat jendela. Siwon, Donghae dan Hyukjae tampak terpaku dengan pikiran masing-masing. Siwon terlihat asyik menyeruput minumannya; Hyukjae menatapi Donghae dengan tatapan aneh.

Donghae menoleh keluar jendela, melihat aktivitas para murid di bawah sana. Wajahnya tampak menyembunyikan kekesalan.

“Kenapa..” gumam Donghae pelan “Mengapa tak kau katakan jika adikmu itu seorang gadis?” tatap Donghae pada Hyukjae. Suaranya sedikit meninggi.

“Hei, hei?” Hyukjae tersentak. Ia terkejut melihat sikap Donghae “Ada apa ini?”

“Gadis itu. Gadis menyebalkan itu” jawab Donghae “Kenapa tidak kau katakan, adikmu itu adalah seorang gadis?”

“Kalian tidak menanyakannya” jawab Hyukjae “Aku pikir itu tidak begitu penting—dan bukankah kalian sudah tahu?” Hyukjae balik bertanya

Donghae semakin kesal mendengar ucapan Hyukjae. Siwon hanya tersenyum misterius seperti biasanya, tanpa banyak ikut campur dalam pembicaraan itu.

“Aku tidak menyangka jika kau akan mengira Sam itu seorang anak laki-laki” ujar Hyukjae

“Sam?” kata Donghae “Apakah itu umumnya panggilan seorang gadis?” ia sedikit mendelik.

“Samantha, akrab disapa dengan Sam” kata Hyukjae menjelaskan “Ada yang salah dengan nama itu?” gumam Hyukjae sambil tertawa kecil.

~.o0o.~

“Mengerti Sam?” Tuan Lee menatap gadis manis yang duduk di tempat tidur

All right” jawabnya malas

“Bagus. Ingat kata-kata Ayah, jangan membuat keributan di sini. Aku sudah mendengar semuanya dari Ibumu” kata Tuan Lee, Sam tampak mencibir “Baiklah, aku pergi dulu” katanya lagi lalu keluar dari kamar Sam.

“Bisakah aku tenang dengan sifat anak-anak Francaise itu?” Sam segera bergegas keluar dari kamar. Ia masih kesal atas peringatan Ayahnya akan sikapnya pada keluarga Francaise.

“Kau lagi” Donghae berdiri tepat dihadapan Sam

Sam mencibir ketus dan tersenyum sinis sambil memangku kedua tangannya. Ia menatap Donghae yang masih lengkap dengan seragam sekolahnya dan tas yang masih bergelayut di pundaknya. Wajah Sam sedikit berubah ketika melihat seseorang yang berjalan di belakang, Hyukjae berjalan menyusuli Donghae.

“Sam” ujar Hyukjae. Raut wajahnya langsung ceria melihat Sam.

“Hyukjae?”

“Lama tak jumpa” Hyukjae tersenyum lembut melihat adiknya yang telah tumbuh menjadi remaja yang cantik. Hyukjae menghampir Sam lalu memeluk Sam dan mengelus-elus rambut Sam.

Sam tampak tidak bisa berkata apa-apa selain memamerkan senyuman manisnya pada saudara laki-lakinya itu.

Welcome!” kata Hyukjae menyambut kedatangan Sam

“Aku harus kembali ke sekolah setelah ini” kata Donghae lalu berlalu dari hadapan kedua orang itu.

“Baiklah. Nikmati hari-harimu di sini” ujar Hyukjae pada Sam. Ia lalu berlari kecil menyusuli Donghae yang telah berjalan mendahuluinya.

Bertemu dengan Donghae membuat Sam kehilangan semangatnya. Ia memutuskan untuk kembali ke kamar tidurnya. Membanting kasar tubuhnya di atas tempat tidur  dan mulai memejamkan matanya. Entah berapa jam waktu yang dihabiskan Sam dengan tidur. Hari sudah hampir malam ketika Sam membuka matanya. Ia menatap langit orange dari jendela kamarnya. Gadis itu berjalan menghampiri jendela kamarnya yang besar. Tirai-tirai jendela tersibak, menari-nari diterpa angin. Burung-burung tampak bermain riang diatas pepohonan yang tampak begitu hijau.

Di bawah sana, Siwon baru saja pulang. Pemuda itu selalu pulang melewati jam sekolah, ia disibukan dengan persiapan olimpiade olahraga. Dia tak menyadari jikaSam tengah memperhatikan dirinya dari jendela kamarnya. Matanya  terus mengekori Siwon saat berjalan di pekarangan rumah yang sangat luas tersebut. Pemuda bertubuh tinggi itu  memainkan bola yang dipegangnya, rambutnya yang hitam terlihat basah oleh keringat. Langkah Siwon terhenti, ia menatap ke atas, tepat ke jendela kamar Sam. Secepat kilat Sam bersembunyi.

~.o0o.~

BRUUAAKK!!

Suara pintu yang berdebam keras berasal dari salah satu kamar. Suara itu cukup mengagetkan beberapa pelayan yang kebetulan sedang melintas di depan kamar tersebut. Sam keluar dari kamarnya dengan tergesa-gesa. Ia bahkan lupa untuk menutup kembali pintu kamarnya yang masih terbuka lebar.

“Sam!” Sam menoleh pada Ayahnya “Jam berapa ini?” Tuan Lee menatap heran pada putrinya

“Setengah delapan”

“Bukankah sudah Ayah katakan, sekolah itu bukan sembarangan sekolah”

“Sekolah elite terkenal dan juga sangat disiplin” Sam menyela ucapan Ayahnya “Aku tahu, jangan cemas, terlambat tiga puluh menit bukanlah berkara besar” Sam menatap pada arlojinya, lalu tatapannya beralih pada Ayahnya.

“Kau ini!” geram Tuan Lee ketika melihat Sam mengerling padanya.

“Aku pergi”

“Berapa kali harus kukatakan, sebaiknya kau bersama-sama dengan kakakmu”

“Hyukjae? dan orang sombong itu?” ujar Sam, wajahnya terlihat sangat muak “Aku pakai sepeda”

“Sepeda?”

“Dibandingkan semobil dengan anak-anak sombong itu, sepeda jauh lebih baik”

“Samantha!” hardik Tuan Lee mendengar perkataan putrinya yang terkesan agak keterlaluan.

Bye”  kata Sam cuek. Ia lalu berlalu dari hadapan Ayahnya. Tn. Lee hanya menghela nafas, mencoba meredakan kekesalan di hatinya melihat tingkah putrinya tersebut.

***

“YUUHHUUUU…!!!!!”

Teriak Sam sekeras-kerasnya. Ia mengayuh pedal sepedanya dengan kencang melewati jalanan yang terus saja menukik tajam. Rambutnya yang berkilau menari-nari riang dipermainkan oleh angin. Laju sepedanya seakan berlomba dengan barisan pepohonan di sepanjang jalan.

Ini hari pertama Sam di sekolah yang baru. Seragam yang dikenakannya sudah cukup menjelaskan jika ia akan berada di sekolah yang sama dengan Hyukjae, kakaknya. Tentu saja bersama dengan anak-anak keluarga Francaise.

Perjalanan yang ditempuh dari rumah menuju sekolah memakan waktu 30 menit, tapi itu tak berlaku bagi Sam. Entah sekencang apa dia mengayuh pedal sepedanya mengingat dalam waktu lima belas menit ia telah berdiri di depan gerbang sekolah.

Sam menatap gerbang sekolah yang tinggi dan berdiri dengan kokoh. Rona kekaguman terlihat jelas di wajah Sam, memandangi bangunan elite yang berada di hadapannya. Sam menghampiri gerbang sekolah yang telah terkunci rapat.

“Hei, kau!” seorang penjaga terlihat keluar dari pos di dalam lingkungan sekolah. Ia mendekat pintu gerbang dan mengamati Sam dari kaki sampai kepala.

“Aku mau masuk!”

“Kau murid sekolah ini?”

“Adakah sekolah lain yang memiliki seragam yang sama dengan seragam ini?”

“Kalau memang kau murid di sini, seharusnya kau tahu semua peraturan yang berlaku di sini. Kau tahu jam berapa bel masuk berbunyi?”

“Jam tujuh—tepat” jawab Sam “Sepertinya aku salah” katanya lagi saat melihat reaksi si penjaga sekolah.

“Kau tahu dengan benar. Apa alasanmu hingga tiba di tempat ini pada jam seperti ini?” penjaga itu terlihat marah.

“Bukakan pintunya Pak!”

“Kau sudah sangat menyalahi peraturan sekolah”

Please

“Sebaiknya kembali besok dan jangan terlambat kalau memang ingin masuk”

“Tapi..”

“Tidak ada alasan” Penjaga gerbang itu tampak sangat tegas dan tidak bisa di ajak kompromi.

Apa-apaan ini?” geram Sam dalam hati “Kau memaksaku?” gumamnya lagi.

“Hei nona, kenapa masih berdiri di situ?” Penjaga itu menegur Sam yang tampaknya enggan beranjak dari tempat itu. Sam terlihat menunduk. Perlahan ia mengangkat wajahnya. Penjaga gerbang itu sedikit terperanjat melihat air mata yang mengalir deras membanjiri wajah Sam.

Mulut gadis itu mulai bercerita. Sang penjaga menatapnya dengan sangat serius. Tertegun. Terkadang ia terperanjang. Orang itu tak menyadari bahwa apa yang tengah disaksikannya hanyalah akal-akalan Sam. Tak ada kecurigaan sedikitpun. Sam sangat baik dengan acting-nya. Sangat sempurna hingga cerita Sam mampu menghipnotis pria paruh baya itu. Beberapa menit kemudian, Sam sudah berada di balik gerbang di dalam area sekolah. Ia melangkah disertai senyum yang mengembang.

“Ternyata lebih mudah dari yang kuduga, stupid” bisik Sam dalam hati, wajahnya menyeringai puas.

Ia segera masuk ke dalam bangunan kokoh dan megah itu, melewati koridor-koridor sekolah. Sam begitu terkesima menatapi interior design sekolah yang begitu di luar dugaannya.  Ada banyak murid yang berkeliaran, penampilan mereka sangat berkelas, sekolah itu memang termasuk sekolah paling elit dan hanya sepeda Sam, satu-satunya kendaraan murahan yang terparkir di parkiran sekolah.

Semua yang berpapasan dengan Sam terus saja memandanginya. Tampaknya mereka menyadari wajah asing Sam di sekolah itu. Sam tak menggubris pandangan-pandangan tersebut. Sam berdiri tepat di depan sebuah pintu, ia memandangi kelas yang ada di hadapannya, kelas XI-1. Ia menengok ke dalam kelas, tampak seisi kelas yang tengah belajar dan seorang guru yang memandangi Sam dengan heran.

“Kau murid baru itu?” tanya sang guru. Ia menatap Sam sekian detik lalu akhirnya menyuruh Sam masuk. Semua siswa ikut menatapi Sam. Setelah memperkenalkan diri Sam langsung menuju ke tempat yang ditunjukan padanya. Matanya langsung tertuju pada seseorang yang sedari tadi mempertontonkan ketidaksenangannya pada Sam. Ya, siapa lagi kalau bukan Donghae. Gadis itu membuang muka dengan ketus saat melewati Donghae, wajah Donghae terlihat semakin merah.

“Sam” Sam menoleh pada guru yang memanggil namanya “Duduklah di tempat lain, Anne sedang sakit. Dia tak masuk hari ini” kata guru tersebut, ia melarang Sam untuk duduk di tempat yang di tujunya.

“Oh” gumam Sam “Lalu?” tanya gadis itu santai

“Tempat di depan Donghae masih kosong, duduklah di situ”

“Baiklah” jawab Sam. Ia segera menuju ke tempat yang dimaksudkan oleh guru itu..

***

“Area sekolah yang sangat luas” gumam Sam. Hari pertama di sekolah membuat Sam penasaran dengan lingkungan sekolah barunya tersebut “Sepertinya akan banyak kejadian yang menyebalkan di sekolah ini” gerutu Sam.

“Dia anak baru yang diceritakan tadi?”

Sam menatap sekelompok siswa laki-laki yang entah darimana dan bagaimana, tiba-tiba saja sudah berdiri di hadapan Sam.

“Rumornya tidak main-main. Well, dia cantik” seorang diantara mereka menyentuh dagu Sam. S am menyingkirkan tangan itu dengan kasar.

“Jangan sekasar itu, sangat tidak cocok dengan wajahmu”

“Mau kemana?”

Cegah seseorang saat Sam berjalan menerobos mereka. Ia memegangi pundak Sam

“Kau tahu, di sini ada tradisi penyambutan murid baru” seorang siswa mendekati Sam membuat Sam terpojok. Gadis itu hanya mengepal tangannya “Ciuman selamat datang” siswa itu berniat mencium Sam, wajahnya hampir menyentuh wajah Sam. Kesabaran Sam mulai terkuras habis. Ia telah benar-benar siap untuk melayangkan pukulan pada siswa berandalan itu.

“HEI!” seseorang berteriak, mencegah perbuatan para siswa nakal tersebut.

Aksi mereka terhenti, begitupula dengan Sam yang tadinya baru saja hendak memberi pelajaran pada siswa-siswa nakal itu. Sam mulai kebingungan melihat para siswa nakal itu kontan saja kabur tanpa banyak bersuara.

“Sekolah ini memang sangat terkenal dan disiplin, tapi tetap saja tak luput dari berandalan-berandalan seperti mereka” ujar pemuda yang telah menolong Sam “Kau siswa baru. Berhati-hatilah dengan mereka” katanya lagi, lalu pergi meninggalkan Sam yang masih terpaku.

***

Segerombolan siswa sedang berkumpul. Tampaknya mereka begitu asyik membicarakan sesuatu.

“Benarkah?”

“Benar. Aku sudah melihat murid baru itu”

“Murid baru?” Gumam Hyukjae yang duduk tak begitu jauh dari kumpulan siswa itu sehingga tanpa sengaja mendengar percakapan mereka.

Pembicaraannya dengan Siwon terhenti ketika mendengar topik yang mereka bicarakan.

“Iya. Kelas XI-1. Sangat cantik!”

“Kudengar, pindahan dari luar negeri” sambung yang lain.

“Akhirnya Anne punya saingan”

“Ya, bahkan mereka sekelas”

Hyukjae memandangi Siwon yang diam seperti biasanya.

“Siapa yang mereka bicarakan?” Hyukjae tampaknya penasaran

“Kelas XI-1, tanyakan saja pada Donghae. Mereka sekelas!” kata Siwon.

“Ada apa?” mereka menoleh pada Donghae yang telah memangku tangan di hadapan mereka.

“Kebetulan sekali” Hyukjae tampak berbinar-binar memandangi kedatangan Donghae “Di kelasmu ada murid baru? Mereka sedang membicarakannya” Tanya Hyukjae sambil menengok pada kumpulan siswa yang terus saja asyik mengobrol “Gadis itu kini dibanding-bandingkan dengan Anne” Ia tampaknya benar-benar penasaran. Donghae tak berucap. Wajahnya yang tiba-tiba saja merah seperti tomat terlihat kesal.

“Dasar bodoh!” ledek Donghae pada Hyukjae “Dia adikmu”

“Sam?” Hyukjae memandangi Donghae.

“Ya. Dan sekelas denganku, benar-benar sial!”

“Sangat wajar Sam jadi populer secepat itu, hubungan darah memang tidak bisa dibohongi!” Hyukjae menyisir rambutnya dengan jari-jari tangannya, terlihat bangga. Sebuah buku melayang padanya. Hyukjae tertawa terpingkal-pingkal melihat wajah Donghae yang sudah seperti kepiting rebus. Siwon hanya tersenyum simpul tanpa banyak ekspresi yang dihasilkan.

~.o0o.~

 

Sam melangkah gontai disepanjang koridor sekolah, hari kedua di sekolah baru terasa biasa saja, bahkan terkesan agak membosankan bagi Sam. Ia hanya melirik sekilas para siswa yang terus mengekori dirinya, tanpa perduli apa yang ada dalam pikiran mereka.

Sam memasuki kelas, ia meletakan tasnya begitu saja dan langsung membuang tubuhnya di tempat duduknya. Penduduk kelas itupun terasa sangat membosankan, semua begitu sibuk dengan diri mereka sendiri.

BRUUKK!!!

Bunyi keras membuyarkan lamunan Sam, ia menatap seorang gadis yang merapikan buku-bukunya yang berserakan di lantai. Gadis berkacamata dengan rambut yang diikat seadanya itu berjalan dengan tergesa-gesa keluar kelas setelah merapikan buku-bukunya. Siswa yang lain pun hanya memandang sekilas lalu acuh seolah-olah mereka menganggap gadis itu tidak ada. Tak berapa lama kemudian, seorang gadis cantik dengan rambut pendeknya yang ikal memasuki kelas. Ia terus menatap Sam dengan tatapannya yang aneh.

Ada apa?” gumam Sam dalam hati. Ia kesal melihat tingkah gadis itu.

“Hai Anne!” para siswi langsung mengerumuni gadis yang baru masuk itu “Kau sudah sembuh?” tanya mereka.

Anne? Jadi dia” lagi-lagi Sam bergumam dalam hati, menatapi kelompok gadis-gadis yang tengah berbincang-bincang sambil sesekali melemparkan pandangan kearahnya “Apa lagi?” bisik Sam kesal.

Sam segera beranjak dari tempat duduknya dan langsung meninggalkan kelas, masih diikuti oleh tatapan para siswi itu. Terasa aneh baginya untuk berlama-lama di dalam kelas yang masih begitu asing baginya. Sam kembali menyusuri koridor, melewati kerumunan siswa dan juga melewati kelas-kelas. Tak terasa ia telah berada di luar gedung sekolah, ia menuju ke sebuah bangku panjang yang terletak di bawah rindangnya pepohonan.

“Fuuhh” Sam meniup poni rambutnya “Sangat membosankan” kata Sam pelan, matanya tertuju pada beberapa gadis yang tertawa cekikikan. Mereka terlihat kasak-kusuk dengan wajah yang sumringah, tampak jelas jika mereka sedang mengikuti seorang siswa.

“Ciihh” Sam mencibir, ini memang bukan pemandangan baru baginya, mengingat hampir disemua sekolah jika ada siswa tampan populer selalu diikuti oleh para gadis pemujanya.

Bagi Sam, itu sangat memalukan. Sam terus memperhatikan mereka, sampai akhirnya ia menatap pemuda yang sedang diikuti oleh para siswi itu. Siswa itu tampak tak menoleh sedikitpun ataupun tersenyum, ia begitu dingin. Tubuhnya yang tinggi dan rambut yang sedikit acak-acakan, ia tampak begitu mencolok diantara para gadis.

“Orang itu, sepertinya aku pernah melihatnya?” gumam Sam sambil terus berpikir. “Ah, ya! Dia yang menolongku kemarin” kata Sam lagi, matanya terus memperhatikan sosok itu “Termasuk siswa populer. Membosankan” Sam kembali meniup poninya.

Sementara itu, sebuah kelas di lantai tiga.

“Donghae”

Donghae yang sedari tadi tengah memperhatikan Sam di bawah sana dari jendela kelas langsung menoleh pada Hyukjae yang sedang menghampirinya.

“Pulang” ajak Hyukjae. Donghae mulai memberesi buku pelajarannya “Dimana Sam?” tanya Hyukjae memperhatikan seisi kelas.

“Tak tahu” kata Donghae berbohong. Iya segera berjalan meninggalkan Hyukjae, dengan segera Hyukjae menyusuli Donghae. Tak sengaja Hyukjae menabrak seseorang di depan pintu kelas Donghae. Gadis berkacamata dengan wajah orientalnya yang lumayan kental, ia tergesa-gesa meninggalkan Hyukjae dan Donghae ke dalam kelas.

“Gadis itu?” tanya Hyukjae memandangi aneh kepada gadis itu, entah apa yang ada di kepalanya “Dia sekelas denganmu?” tanya Hyukjae lagi, tatapan matanya seperti baru mengetahui sesuatu yang cukup penting.

“Jangan dipusingkan. Aline Guibert, semua mengatakan kalau dia orang paling aneh di kelas” Kata Donghae. Hyukjae hanya diam “Dimana Siwon?” Donghae bertanya, mengalihkan topik pembicaraan mereka.

“Klub!” jawab Hyukjae singkat.

~.o0o.~

Pemandangan kebun mungil yang hijau di sekitar kediaman keluarga Francaise sangat menyejukan mata, ditambah lagi kicauan burung yang bersenandung riang dibalik pepohonan yang kokoh menambah semaraknya suasana minggu pagi di kediaman Francaise.

Beberapa orang pelayan tampak sigap, siap melayani Donghae dan Hyukjae yang sedang menikmati sarapan di kebun tersebut. Kedua orang itu terlibat dalam pembicaraan yang yang sesekali mengurai tawa ceria.

“Mengapa Siwon belum juga muncul?” Donghae menatap arloji di pergelangan tangannya, waktu telah menunjukkan pukul delapan pagi. Hyukjae hanya mengangkat bahu, tak tahu alasan keterlambatan Siwon.

“GAWAAT!”

Hyukjae dan Donghae terlonjak mendengar sebuah teriakan. Suasana pagi yang harmonis telah dirusak oleh Kyuhyun yang berlari-lari ke arah mereka.

“Kenapa teriak-teriak?” Donghae tampak kesal.

“Si perusak sarapan pagi” tambah Hyukjae

“Ini benar-benar gawat!” Mimik wajah Kyuhyun terlihat begitu serius “Sangat berbahaya!”

“Ada apa?” Tanya Hyukjae

“Gawat. Sesuatu telah terjadi” Kyuhyun dengan nafas yang tak beraturan semakin menambah tingkat keingintahuan dua pemuda itu.

“Katakan apa yang terjadi sebenarnya?” Tanya Donghae “Penjelasanmu terlalu bertele-tele” Donghae mulai kehilangan kesabaran.

“Sesuatu telah menimpa Siwon.”

“Siwon?” ujar Hyukjae dan Donghae bersamaan “Apa yang terjadi?”

“Itu.. di kamar, Siwon..” Kyuhyun berusaha untuk menjelaskan “Sudahlah, sebaiknya kalian lihat saja sendiri. Aku masih harus menstabilkan nafas dan peredaran darahku” kata Kyuhyun yang sok dewasa.

“Anak kurang ajar!” geram Donghae.

“Sudah kukatakan, kalian lihat saja sendiri” ujar Kyuhyun “Aku masih syok untuk menceritakan kejadian itu. Sepertinya akan terjadi kegemparan di rumah ini” ujar Kyuhyun. Donghae dan Hyukjae yang mulai tak sabaran segera meninggalkan anak kecil itu.

Mereka bergegas ke tempat yang dimaksud leh Kyuhyun. Beberapa menit berlalu, dan mereka masih mematung di dalam kamar Siwon.

“Apa yang kukatakan, ini benar-benar kejadian yang sangat gawat” kata Kyuhyun pelan, ia memandangi Donghae dan Hyukjae yang berdiri mematung sejak lima menit yang lalu.

Siwon tidak menyadari kehadiran ketiga orang itu. Tentu saja, Siwon masih tertidur pulas dengan wajahnya yang seperti malaikat. Tapi bukan wajah malaikat Siwon yang membuat mereka terpaku, melainkan pemandangan tak lazim yang mereka jumpai.

“Ss.. Sam..” kata Hyukjae terbata.

Yup! Itulah yang membuat mereka seperti patung, diam dan membisu. Sam sedang tidur di samping Siwon, ia begitu pulas dalam pelukan Siwon. Siwonpun memperlakukan Sam bagaikan bantal guling, mendekap erat Sam di dadanya yang bidang.

“A..ap..apa ini?” tanya Donghae gugup.

Jantung mereka semakin berdegub kencang ketika Siwon terlihat semakin mempererat pelukannya. Entah berapa lama mereka berdiri memperhatikan pemandangan itu sampai akhirnya Siwon mulai membuka matanya dengan perlahan. Siwon menatapi ketiga orang yang berdiri mematung dihadapannya.

“Ada apa?” Tanya Siwon heran, tak biasanya ia membuka mata dan mendapati Donghae, Hyukjae dan Kyuhyun di dalam kamarnya.

“Ka..katakan.. apa, apa yang kalian lakukan?” Donghae terbata-bata. Ia menelan ludah kasar.

Siwon memandangi ketiga orang itu dengan heran, kerutan di dahinya terlihat jelas. Ia sama sekali tak mengerti akan arti tatapan mereka. Pemuda itu akhirnya mengikuti tatapan ketiga orang itu. Kontan saja Siwon terlonjak kaget melihat seorang gadis yang tertidur di tempat tidurnya. Matanya mendelik.

“Apa yang kalian lakukan?” tanya Hyukjae. Siwon syok, ia tampaknya belum bisa menjawab pertanyaan Hyukjae dan Donghae.

Perlahan, Sam bangun dari tidurnya. Ia menguap dengan lebar, tangannya bahkan mengenai Siwon.

“Ng?” Sam tampak bingung memandangi Hyukjae, Donghae dan Kyuhyun yang berdiri dihadapannya “Apa yang kalian lakukan di sini?” tanyanya lagi.

“KYAAAAA!” teriak Sam kencang melihat dirinya bersama Siwon di tempat tidur yang sama. Secara refleks tangannya langsung memukul wajah Siwon dengan keras membuat pemuda itu meringis kesakitan.

“Apa,, apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Sam panik “Apa yang kau lakukan padaku? Dasar gila… Mesum!” Sam berteriak-teriak histeris sambil merontah dengan sekuat tenaga.

“Sam” Hyukjae memanggil adiknya “Samantha!” ia berusaha untuk menyadarkan adiknya. Sam terus saja memukul.

“Hei!” Siwon menangkap pergelangan tangan Sam. Sam terdiam, ia memandangi seisi kamar. Tampaknya ia mulai sadar jika sekarang dia bukan berada di dalam kamarnya.

“Kamar siapa ini?” gumam Sam pelan, ia lalu memandangi Siwon yang terlihat kesal dan kesakitan. “Sepertinya ini bukan kamarku” kata Sam, ia turun dari tempat tidur dengan cuek “Aneh, kenapa bisa disini?” ia bertanya pada dirinya sendiri dengan wajah tanpa rasa bersalah lalu berjalan keluar dari kamar Siwon sambil terus menguap dengan mulut yang terbuka lebar dan menggaruk-garuk rambutnya yang berantakan.

Baik Siwon, Hyukjae, Donghae maupun Kyuhyun kembali terpaku untuk kesekian kalinya melihat ekspresi wajah Sam yang terkesan ‘biasa-biasa saja’ bahkan tak memperlihatkan rasa penyesalan, seperti tidak terjadi apa-apa ketika meninggalkan kamar Siwon tanpa meminta maaf pada Siwon.

~ to be continue ~

Iklan

393 thoughts on “I Fell In Love, My Trouble Maker Girl (Part 1)

  1. Ray berkata:

    Annyeong… Ini kedua kalinya baca. Izin ya 😀 hehe
    Udah pernah baca, tetep aja ngajak bacanya. Keren!!

  2. dhekyuh260203 berkata:

    bner2 kocak sama sam gara2 tingkah dia yg super koyol mulai dari donghae.. kyuhyun… dan siwon… baru ajh dya dateng udh bikin keonaran super super wow….. enga tau aph yg dya lakukan tuh membuat semunya syok abis ama tingkah dya … aph lagi pas dya maen keluar ajh dri kamer siwon tanpa adhnya dosah ninggalin mereka2 yg pada nanya ama dya serasa mau nimpukkk … dan untungnya kyuh masih kecil walau otak dya cerdas tapi buat anak kecil mah tetep ajh syok … like abis ff nya ngocol

  3. Tata berkata:

    Gilakkkk ini beneran kece. . Sam segitu cuek nya dia.
    Siwon umhh. .Kasian ditolak anne.
    Hae bakalan suka sam nih.
    Ahhh kyupil gemesin deh. .

  4. kyunara berkata:

    Sumpah…cho kyuhyun……. Lo diapain? Dikutuk jadi anak kecil…haha lucu bgt dia..
    Shamanta gadis serampangan ternyata…gx terlalu suka sich ..gx sopan

  5. kyunara berkata:

    Sumpah…cho kyuhyun……. Lo diapain? Dikutuk jadi anak kecil…haha lucu bgt dia..
    Shamanta gadis serampangan ternyata…gx terlalu suka sich ..gx sopan…!!!

  6. sy_pyeol berkata:

    Hy..salam kenal. Izin bca ff.nya ya author.
    Bru bca part pertama udh penasaran selanjutnya. Bru pertma bca ff perpaduan france- korea…keren bngt.
    Penasaran dng ceritanya yg unik. .jadi inget masa2 jman sekolah..hihihihi.

  7. Fin berkata:

    Keren, aku suka. Mau tanya nih, kalo ff nya aku post di wattpad boleh nggak? Kalo nggak boleh, ga papa kok. Cuma mau tanya..

  8. lee dee dee berkata:

    Uhh si kyu.. mulutnya itu lho… bikin gemes…..
    Si Samanntha ini kaya’ alien aneh banget kekekkk

  9. Yiatri2499 berkata:

    Anneyong eonni-ya…
    Aku reader bru…
    Izin bca ne???
    Ffnya lucu bnget selain nice tentunya….
    Kenapa nmanya sam aneh bnget???
    ‘SAMANTHA’? nma dri mana tuh eon???

    Maaf yah eon, kalau telat buat koment nih ff,
    tpi aku emang bru nemu ini blog n’ ini ff pertama yg aku baca…
    Salam kenal ne???
    Anneyong….;)

  10. dewi cho berkata:

    hahahha lucu lucu.m.ngebayangin keluarga kaya dan anak anak yang tampan..uwhoooo..
    haha si kyu jadi anak kecil wahhh pasti ngegemesin
    wkwkwkk

  11. bebygyu berkata:

    hahaha q kira perayaan apa kaga taunya perayaan lepas dari pengasuh wwkwkwkwmwk

    namanya samanta mencurigakan????

  12. Hana berkata:

    waah ga kebayang sgmna kayanya tuh klrg francaise
    ha.ha.yg namanya kyuhyun biar kt br umur 7taon, ttp aja nakal,.
    menarik nih gayanya Sam,

  13. Widya Choi berkata:

    Haha jd si kyu dsini anak kecil y..aigo gede ny aj nyebelin aplg kecil ny y hihihi.
    Nah loh..itu si sam kok bs tidur d kamar siwon. Ap dy nglindur y hahaha

  14. rizzzkiii berkata:

    Hallo! Dulu aku udh pernah bc ff ini, entah it diblog ini atau di sujuff2010. Mgkn komenku yg dulu udh tenggelam disini haha.
    Suka bgt sama ff ini. Ide ceritanya, penokohannya, bahasanya, asyik bgttt.. Ah, dan jgn lupakan bagian rahasia ff ini yg sukses bkin melongo haha.
    Udh lama bgt gak mampir dan pas lg ngabuburit mendadak kangen ff ini. Ijin jalan2 y

  15. Gita berkata:

    Hai.. Salam kenal.. Sya pendatang baru.. Ijin baca ya kak
    aku baru tau wp ini dr fb… Aku tertarik sma ff ini gara ngeliat cast utamanya yang kocak banget..
    Minta ijin baca smua ff kakak ya

  16. Gita berkata:

    Hai.. Salam kenal.. Sya pendatang baru.. Ijin baca ya kak
    aku baru tau wp ini dr fb… Aku tertarik sma ff ini gara ngeliat cast utamanya yang kocak banget..
    Minta ijin baca smua ff kakak ya..:D

  17. riankyu berkata:

    hahaha ngakak abis d part ini.. astga dri awal krjaan gw cman ktwa smpe” prut gw sakit.. OMG sam itu trouble maker abiss.. knakalannya. it lohh.. ckckck gw hran ap yg sam critain smpe” pnjaga grbang izinin dy msuk.. and jga itu knpa sam bsa tdur d kmar siwon dan yg pling bkin gw trkjut tuh.. sam malah keluar dngan tampang tnpa dosaa.. astgaa in lcu binggo pke b.g.t deh pokokx.. hahaha

  18. jamurshinee05 berkata:

    wkwkkwkwk sumpah lucu bgt apa lagi pas liat sam gak cuek sama kejadian di kamarnya siwon.. sepertinya dengan kehadiran sam di keluarga francis akan membuat rumah itu ramai dari biasa dan donghae akan lambat layun sifatnya berubah mencair karena sam.dan siwon sepertinyaakan berpaling dari cinta bertepuk sebelah tNganny dari annw ke sam..

    aku sukaa karakter sam kayak preman dan g takutsama siPapun berati dia gak lemah kayak kebanyakan wanita lainnya..

  19. Cho Sarang berkata:

    Hai… Izin baca ya, ceritanya bagus…sam si super cuek di kelilingi pria – pria tampan, bikin ngiri. Kyuhyun jadi anak kecil disini,susah bayanginnya/memvisualisasikannya belom dapet – dapet

  20. Ken berkata:

    Hai author~ salam kenal yakk. Ijin baca juga yahh.. 🙂 Disini aku masih rada bingung couple.nya Donghae ama Sam atau Siwon ama Sam?

  21. My labila berkata:

    aku gak nyangka kyuhyun masih bocah di ff ini aku gak bisa bayangin wkwk…., kok sam ada di kamar siwon ??

Mohon Saran dan Kritikannya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s