I Fell In Love, My Trouble Maker Girl (Part 3)

ImageCast             :

–  Choi Siwon as Siwon Parris Francaise

–  Samantha (Fiction)

–  Lee Donghae as Donghae Chartier Francaise

–  Cho Kyuhyun as Kyuhyun Edmund Francaise

–  Lee Hyukjae

–  Aline Guibert (Fiction)

–  Other cast

–> FF ini hanyalah sebuah imaginasi meskipun tak menutup kemungkinan terjadi dalam dunia nyata (apa yang kita anggap fiksi sebenarnya sudah banyak terjadi), jika ada kesamaan kisah maupun tokoh, hanyalah faktor ketidaksengajaan. Say no to plagiat!!!

~~~~~

Suasana tenang terlihat jelas hampir diseluruh kelas. Murid dan guru yang begitu disiplin dalam mengikuti proses belajar mengajar, tak terkecuali di kelas yang ditempati oleh Donghae juga Sam. Mereka tampak serius memperhatikan guru yang memberikan penjelasan dengan menggunakan infocus sehingga semua siswa dapat memperhatikan dengan jelas di layar. Sesekali mereka mengamati perbandingan yang diberikan guru dengan hasil yang mereka kerjakan di laptop masing-masing siswa di atas meja mereka.

Sam tak kalah serius, tapi ia sedikit berbeda dengan siswa lainnya. Raut wajahnya terlihat tegang, jari-jarinya dengan cekatan menekan tuts-tuts laptopnya. Sesekali terdengar pekikan pelan dari mulutnya dengan ekspresi yang senang atau bahkan terlihat sedikit kecewa.

Aline yang duduk di sebelahnya, mulai kehilangan konsentrasi melihat tingkah Sam. Ia terus menoleh kepada Sam yang tampaknya tak memperdulikan tatapan Aline.

“Sam” panggil Aline “Sam.. apa yang kau lakukan?” Aline kembali memanggil Sam dengan setengah berbisik agar tak menarik perhatian guru maupun siswa lain. Aline sedikit memiringkan badannya ke arah Sam.

“Kau memanggilku?” Sam sekejap.

“Apa yang kau lakukan?” Aline terkejut melihat tampilan layar laptop Sam “Kau jangan bercanda!” Aline bergidik melihat Sam yang ternyata sedang asyik memainkan game “Kau bisa tamat jika ketahuan” kata Aline lagi mencoba memperingatkan Sam.“Selama kau tak melaporkannya, tidak ada yang akan tahu” kata Sam santai.

“Tapi Sam, sebaiknya hentikan sekarang. Kau tahu seperti apa peraturan di sekolah inikan?” ujar Aline. Sam hanya mengangguk sambil terus melanjutkan aktivitasnya bermain game.

“Ssst.. tenang saja. Semuanya aman” kata Sam lagi. Aline terlihat lesuh, ia tak bisa membayangkan jika perbuatan Sam diketahui oleh guru. Aline hanya bisa memperhatikan Sam dengan deg-degan. Sementara itu Donghae turut heran, sejak awal ia telah mengetahui apa yang dilakukan oleh Sam. Donghae hanya menggeleng-geleng kepala.

Tak berapa lama kemudian, tampak dua orang guru memasuki kelas. Sejenak mereka terlibat perkacapan dengan guru yang sedang mengajar, mata mereka tak luput memandang segenap siswa yang tetap terfokus pada laptop masing-masing.

“Samantha” panggil seorang guru memecahkan kesunyian kelas. Sam menoleh, sedikit terkejut mendengar namanya dipanggil. “Ikut kami sebentar” katanya lagi. Para siswa yang tadinya serius belajar langsung memperhatikan Sam.

Sam hanya diam memandangi guru-guru itu. Semua mata terus mengikuti Sam ketika ia beranjak dari kursinya.

“Aku tak mengatakan pada siapapun” kata Aline, ia berpikir bahwa perbuatan Sam yang bermain game di dalam kelas ketahuan, sejenak Aline terdiam dan tiba-tiba saja raut wajahnya berubah “Sam, apa mungkin…?” ucapan Aline sedikit terputus.

Sam hanya tersenyum tipis seperti membenarkan dugaan Aline, tatapan matanya terlihat aneh. Matanya yang menyembunyikan sesuatu, Donghae yang sedari tadi memperhatikan Sam dan Aline yang sama-sama terlihat aneh, ia menduga kedua orang itu sedang menyembunyikan sesuatu. Semua siswa terlihat heran dan penasaran, bahkan rasa penasaran mereka tak kunjung hilang ketika Sam akhirnya meninggalkan kelas bersama dua orang guru yang datang menjemputnya. Semua berpikir bahwa telah terjadi sesuatu pada Sam.

Bel istirahat telah berbunyi. Siswa-siswi mulai beringsut-ringsut melonggarkan tubuh mereka yang terasa tegang selama jam pelajaran, lingkungan sekolah yang tadinya sepi berubah ramai dipenuhi para siswa yang lalu lalang. Sampai dengan jam istirahat, Sam belum juga kembali ke kelas semenjak dipanggil oleh guru tadi.

Donghae memperhatikan Aline yang sedang mengemasi buku-buku pelajarannya. Otak Donghae sedang berputar-putar, raut wajahnya terlihat begitu penasaran. Donghae segera menghampiri Aline.

“Hai” sapa Donghae. Aline terdiam, ia memandangi Donghae cukup lama. Tak biasanya Donghae menyapanya. Apalagi ini untuk pertama kalinya Donghae dengan sengaja menghampirinya “Aku ingin bertanya sesuatu” kata Donghae terus terang. Ia menyadari tatapan aneh Aline terhadap dirinya.

“Ada apa?” Aline mulai gugup, ia terlihat ragu.

“Apa yang terjadi pada Sam?” Kerutan di dahi Aline semakin bertambah “Maksudku, sepertinya akhir-akhir ini kalian berdua sedikit akrab” gumam Donghae.

“Apa yang ingin kau ketahui?” keraguan Aline semakin terlihat jelas, sangat tidak biasanya Donghae bersikap seperti itu, “Kau begitu tertarik tentang Sam” kata Aline.

“Tidak” tepis Donghae “Aku hanya ingin tahu. Sam dipanggil, pastinya karena suatu alasan dan aku rasa kaupun tahu jawabannya. Benarkan?” Donghae menatap Aline tajam.

“Aku tidak mengerti apa maksudmu” kata Aline mencoba menghindari tatapan Donghae.

“Apa yang bisa kau sembunyikan?” desah Donghae “Sebaiknya katakan sekarang, jika tidak aku akan mencari tahu sendiri. Dan—aku rasa kau mengertikan apa maksudku?” Wajah Aline terlihat lemas. Ia sangat mengerti jika Donghae berkata seperti itu, artinya ia akan mencari tahu bersama dewan siswa lainnya dan artinya juga permasalahan akan semakin panjang dan rumit.

Tak berapa lama, Siwon dan Hyukjae terlihat memasuki kelas Donghae. Kedua orang itu menatapi Donghae dan Aline. Aline segera mengemasi sisa bukunya, sementara mata Hyukjae tak lepas dari gadis berkacamata itu. Aline bergegas meninggalkan Donghae, Hyukjae dan Siwon.

“Ada apa?” Hyukjae penasaran melihat Donghae dan Aline tadi.

“Sepertinya Sam telah melakukan sesuatu” kata Donghae “Dia dijemput oleh guru sewaktu jam pelajaran tadi” Donghae kembali menjelaskan kepada Hyukjae dan Siwon yang lebih serius mendengarkannya.

“Apa yang terjadi?” Tanya Siwon.

“Sam terlibat perkelahian dengan beberapa orang siswi”

“Apa?”

“Jadi apa yang dikatakan kemarin adalah benar?” gumam Siwon. Ketiga orang itu terdiam untuk beberapa saat.

“Tapi aku masih penasaran, tadi kau dan Aline” gumam Hyukjae

“Aku mengetahui kejadiannya dari Aline” kata Donghae “Maksudku, Aline dan Sam cukup akrab” lanjut Donghae melihat Siwon dan Hyukjae yang belum memahami kata-katanya “Aku melihat ekspresi keduanya begitu aneh sewaktu Sam dipanggil tadi, lalu kusimpulkan jika Aline mengetahui sesuatu”

“Seperti itu” ujar Siwon pelan “Kenapa Sam bisa terlibat perkelahian?”

“Penyebab utamanya adalah Aline. Seperti biasanya, Aline yang selalu mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari beberapa siswi. Menurut Aline, Sam tak terima akan perlakuan itu dan—perkelahian tak dapat terhindarkan lagi”

“Tapi kenapa kasus ini tak dilimpahkan ke dewan siswa?” Tanya Donghae.

“Kau benar” Hyukjae membenarkan ucapan Donghae. Tak biasanya kejadian seperti ini terjadi, dewan siswa selalu dilibatkan dalam setiap hal atau kegiatan di sekolah ini. Apalagi dalam pengambilan keputusan ataupun sekedar pemberian sanksi bagi siswa yang melanggar peraturan, seharusnya dan sangat wajib untuk melibatkan dewan siswa karena itu adalah salah satu tugas mereka.

“Iya. Sangat tidak wajar jika pihak sekolah turun tangan langsung tanpa sepengetahuan dewan siswa” kata Donghae lagi.

“Aku rasa mereka sedang menutupi sesuatu” kata Siwon “Atau lebih tepatnya mereka sedang melindungi sesuatu” katanya lagi

“Maksudmu?”

“Coba kalian pikirkan, selama ini seringan apa sanksi yang diberikan oleh dewan siswa jika ada siswa yang berani melanggar peraturan?” Tanya Siwon.

Donghae dan Hyukjae berpikir sejenak dan akhirnya mengangguk-angguk paham. Dewan siswa yang terkenal disiplin dan cukup ditakuti oleh para siswa memang tak pandang bulu dalam memberikan sanksi, skorsing selama dua minggu adalah hukuman teringan yang pernah terjadi sepanjang sejarah berdirinya sekolah itu.

“Pihak sekolah pastinya tak ingin dewan siswa terlibat karena tahu resiko yang akan diterima si pelanggar—dengan kata lain, mereka melindunginya” kata Siwon berpikir dengan bijak, ia memang sangat pandai menyimpulkan suatu masalah.

“Aku rasa tak mungkin yang mereka lindungi adalah Sam” kata Donghae

“Tentu saja. Tapi kau tahu siapa yang berkelahi dengan Sam?” Tanya Hyukjae

“Aku tak tahu, tapi kita pasti akan tahu jawabannya—secepatnya” ujar Donghae.

“Aku harap Sam tidak sedang mencari masalah dengan anak-anak pembesar di Negara ini” kata Hyukjae. Ia sangat khawatir.

Anne, Fleur, Caron dan Cleo terlihat memasuki kelas sambil tertawa riang. Wajah mereka semakin berbinar-binar melihat Siwon, Hyukjae dan Donghae di dalam kelas itu. Sedikit salah tingkah dengan rona wajah yang kemerah-merahan terlihat jelas diwajah mereka. Hanya Anne yang bersikap seperti biasanya, ia langsung menuju ke tempat duduknya sementara ketiga sahabatnya berjalan sedikit lambat. Mereka berusaha mencuri perhatian Hyukjae, Siwon dan Donghae.

Ketiga pemuda itu memperhatikan mereka sejenak lalu kembali bercakap-cakap seperti biasanya. Fleur, Caron dan Cleo menyusuli Anne. Mereka terlihat cekikikan sambil terus menatap kearah Hyukjae, Siwon dan Donghae. Mereka semakin heboh sambil memberi kode pada Anne ketika Siwon yang beberapa kali membuang pandang kepada Anne, tatapan Siwon yang dingin dan lembut terus menghujani Anne. Gadis itu tak bereaksi sedikitpun, ia hanya sekali membalas tatapan Siwon sampai akhirnya Siwon, Hyukjae dan Donghae segera keluar dari kelas.

“Hyukjae…love you” gumam Fleur.

“Oh Donghae.. Siwon.. Hyukjae…” Caron, Cleo dan Fleur terus bergumam memanggil nama ketiga pangeran sekolah itu.

***

Sam duduk lemas di kafe sekolah. Pikirannya sedikit kacau. Aline datang menghampirinya sambil membawakan minuman.

“Kau tidak apa-apa?” Aline menyodorkan minuman pada Sam.

“Tidak” jawab Sam pendek.

“Apa yang terjadi?” Aline terlihat penasaran “Kau begitu lama kembali, apa yang mereka katakan?”

“Tenang saja, hanya peringatan ringan dari guru”

“Dewan siswa?”

“Apa itu?” Sam terlihat tak mengerti.

“Kau tidak tahu menahu tentang dewan siswa?” Aline menatap Sam tak percaya “Mereka adalah kelompok elit paling berpengaruh di sekolah ini, jangan harap kau akan aman jika berada di tangan mereka” kata Aline, Sam hanya menatapnya “Jadi benar-benar tak ada dewan siswa—satupun tak ada?” Aline nampak sangat terkejut.

“Siapapun itu aku tak perduli” kata Sam lagi

“Sangat aneh” Aline bergumam heran, ini merupakan hal baru dimana tak satupun dewan siswa yang ikut campur “Mereka termasuk tiga diantara sepuluh anggota dewan siswa..” kata Aline.

Sam mengikuti tatapan mata Aline. Terlihat Siwon, Hyukjae dan Donghae yang baru saja memasuki kafe, mereka duduk di tempat biasanya, tak jauh dari tempat Sam dan Aline duduk.

“Hyukjae?” gumam Sam, Aline menjawab dengan anggukan kepala “Juga kedua Francaise itu?” tanyanya lagi. Aline kembali menganggukan kepalanya.

“Yang benar saja Sam, kau sama sekali tak tahu tentang mereka?”

“Tentu saja tidak”

“Aku sempat khawatir mereka melakukan sesuatu padamu. Apalagi tadi Donghae sempat menyerangku dengan berbagai pertanyaan” kata Aline “Maaf Sam, aku tak punya pilihan lain selain menceritakan kejadian padanya” Aline terlihat merasa bersalah.

“Sekalipun mereka melakukan hal buruk seperti yang kau bayangkan, tak akan ada pengaruhnya bagiku, Aline”

“Jangan bercanda Sam, mereka tak akan segan untuk mengeluarkan siswa” kata Aline

“Sudah kukatakan, apapun itu tidak akan ada pengaruh bagiku. Aku telah merasakan semuanya, sesuatu yang lebih tinggi dari ini, semua yang belum kalian rasakan—jadi apapun itu aku tak perduli lagi” kata-kata Sam membuat Aline begitu lama menatapnya dan berpikir, mencoba menerka apa arti dari semua ucapan Sam. Sam selalu memiliki rahasia yang sulit terkuak. “Bagiku, sekolah ini hanyalah sebuah…” Sam tak jadi melanjutkan ucapannya, ia terlihat berpikir sejenak dan memilih bungkam

Beberapa orang siswa datang menghampiri Sam dan Aline, Aline sedikit memberi kode pada Sam bahwa siswa-siswa itu adalah anak-anak nakal di sekolah. Kedatangan mereka tak lepas dari kesan kekacauan, mereka memilih duduk di meja yang bersebelahan pas dengan meja Sam dan Aline. Kedatangan siswa-siswa nakal itu tak luput dari perhatian Siwon, Hyukjae dan juga Donghae.

Anak-anak itu terus memperhatikan Sam dengan mata yang jelalatan.

Hi, beauty” mereka menyapa Sam. Aline yang terlihat sedikit ketakutan hanya tertunduk menghabiskan minumannya. “Jadi dia gadis yang kalian bicarakan itu, Sam?” mereka tertawa, terus menggoda Sam.

“Jangan perdulikan mereka Sam” kata Aline, Sam tetap berusaha untuk tenang menikmati makanan yang baru saja diantar oleh pelayan.

“Kemarilah, bergabung dengan kami” goda mereka “Tenang saja kami tak akan menggigitmu—tidak untuk saat ini” tawa mereka berderai-derai membuat semua siswa yang ada di kafe terus memperhatikan mereka.

Mereka terus saja membual dan menggoda Sam. Gadis itu berusaha untuk diam dan tak memberikan reaksi sedikitpun pada berandalan-berandalan itu. Di tempat lain, Hyukjae mulai kehabisan kesabaran melihat Sam diperlakukan tak senonoh oleh kawanan anak nakal itu.

“Kau begitu sombong, jangan berlagak angkuh dihadapan kami. Kau tak tahu siapa kami?” kata seseorang diantara mereka, Sam tetap diam menikmati makanannya.

“Sam, sebaiknya kita pergi” Aline sedang bersiap-siap meninggalkan kafe

“Tak apa Aline” kata Sam sambil memegangi pergelangan tangan Aline “Mereka tak akan berani macam-macam—aku jamin” kata Sam sambil tersenyum tipis. Aline kembali duduk dengan perasaan yang was-was.

“Hei gadis, siapa yang mengajarimu bertingkah seperti itu. Aku yakin kau tidak sesuci itu” kata mereka “Ayolah manis, bermain-main dengan kami”

“Hyukjae!” Siwon menahan tangan Hyukjae. Pemuda itu tampaknya tak bisa menahan kesabarannya melihat adiknya dilecehkan seperti itu. Berbeda dengan Hyukjae, telinga Sam seakan tersumbat hingga tidak mendengar godaan-godaan itu, ia terus saja menikmati makanannya. Sekalipun Aline mulai gemetar, Sam tak berkutik sedikitpun.

“Ciihh! Jangan berlagak suci seperti itu. Ibumu yang mengajarimu bertingkah begitu?” Sam yang tadinya tenang langsung tertegun ketika mendengar Ibunya disebut-sebut “Ayolah jangan perdulikan dia. Kau terlihat seperti gadis lainnya, tak sebersih topengmu itukan? Ibumu pasti tak berbeda jauh denganmu!” goda mereka.

Tangan Sam mengepal erat, matanya menatap tajam. Raut wajahnya langsung berubah mendengar mereka terus-terus mengulang kata Ibu dihadapannya. Dari raut wajahnya terlihat sangat berbeda dengan sebelumnya, bahkan Aline menjadi heran melihat perubahan Sam. Ia memegangi tangan Sam yang semakin keras mengepal—Aline mendapati dirinya yang terkejut menyadari bahwa tubuh Sam semakin dingin, otot-otot tangannya bahkan terasa keras dan kaku.

“Sam?” Aline mulai ketakutan melihat Sam yang membatu.

“Tanyakan saja pada Ibumu, berapa banyak pria yang pernah dikencaninya” kata mereka sambil tertawa “Dia pasti akan menjawab dengan jujur” tawa mereka terus berderai di dalam kafe.

BBRUAAAKK… PPRAAANGG..!!!

Suara benda yang terdengar berantakan membuat seisi kafe tersentak. Sam berdiri dengan dengan wajah tegangnya, matanya memandangi para siswa itu dengan membelalak, tatapan yang menyeramkan. Aline yang berada di sebelah masih menutup telinga dengan kedua tangannya, ia terkejut. Bahkan Hyukjae, Siwon dan Donghae tak lagi duduk, mereka berdiri secara spontan melihat kejadian barusan.

Sementara itu para siswa nakal yang terus-terusan menggoda Sam, langsung terdiam seribu bahasa. Mereka syok dan ketakutan yang mulai terpancar dari raut wajah mereka. Seorang siswa diantara para berandalan itu kini berpenampilan sangat berantakan, seragam yang dikenakannya kotor oleh sisa-sisa makanan, sementara itu tak jauh darinya sebuah piring telah hancur berantakan di lantai. Ya, Sam baru saja melemparkan piring yang masih penuh berisi makanan kepada mereka. Semua orang masih tercengang.

“Apa yang kalian katakan?” tanya Sam, para siswa itu tak berkutik “Coba katakan lagi padaku” kata Sam

“Sam, Sam!” Sam langsung menepis dengan kasar ketika Aline mencoba memegangi tangannya.

“Aku ingin mendengar lagi ucapan kalian..” kata Sam pelan “Jangan diam. Katakan saja—sepertinya kalian kenal Ibuku?” tanyanya lagi.

“Sam, sudahlah Sam!” Aline mulai ketakutan. Seluruh siswa tampak tegang. Sam kembali menepis tangan Aline

“Pergi kau Aline!” Sam memandang Aline dengan dingin.

“Sam” Aline bergumam pelan, tak berani lagi menghalangi Sam.

“Tak ada yang berani menjawab.. hmm?” Sam mengambil satu langkah maju dan diikuti dengan dua langkah mundur para siswa berandalan itu “Jangan berpikir aku takut pada kalian, jangan pernah—itu kesalahan terbesar jika kalian berpikir seperti itu” kata Sam sambil menyeringai, ia terlihat ganas “KATAKAN SEBERAPA BANYAK KALIAN MENGENALNYA?” Sam berteriak kencang. Tangannya kembali meraih piring milik Aline yang masih penuh dengan makanan.

Para siswa nakal itu menutup mata melihat Sam yang bersiap melayangkan piring kedua pada mereka, sementara siswa-siswi lain menahan nafas, tegang. Belum sempat piring itu terlepas dari tangan Sam ketika dengan cekatan Hyukjae menangkap pergelangan tangannya dan melepaskan piring itu dari genggaman tangan Sam. Hyukjae dan Donghae memegangi kedua tangan Sam, dan membawa Sam yang seperti telah kerasukan, keluar dari kafe.

“Kalian” Siwon menatap para siswa nakal yang masih ketakutan itu “Bersiap-siaplah!” kata Siwon dengan tatapan dingin yang kembali membuat siswa-siswa nakal itu bergidik, sepertinya mereka tak menyadari kehadiran tiga dewan siswa di ruangan itu. Siwon mengarahkan telunjuknya pada kumpulan siswa nakal tersebut, ia segera meninggalkan mereka dan menyusuli Hyukjae dan Donghae yang telah mengamankan Sam. Seisi kafe terlihat sangat heran, begitu juga dengan Aline melihat ketiga orang tersebut membawa kabur Sam.

Hyukjae dan Donghae memandangi Sam yang berdiri di hadapan mereka, wajah Sam terlihat kesal. Tak berapa lama kemudian, tampak Siwon yang berlari-lari kecil menghampiri mereka.

“Apa yang kau lakukan Sam?” Hyukjae menatap Sam, ia begitu heran melihat ulah Sam.

“Kau hampir saja membunuh mereka” kata Donghae. Sam hanya diam mendapati dirinya tengah diceramahi oleh Donghae dan Hyukjae, sejauh ini Siwon belum mengeluarkan pendapatnya.

“Kau sangat tidak terkendalikan Sam” ujar Hyukjae “Sebenarnya apa yang ada di kepalamu?”

“Apa yang telah aku lakukan?” Sam kesal. “Kalian seperti Tuhan yang sedang menghakimiku”

“Sam!” hardik Hyukjae.

“Tenang Hyukjae, biarkan Sam berbicara” Siwon berusaha untuk menenangkan Hyukjae.

“Baiklah. Katakan Sam” ujar Hyukjae. Sam menatapi ketiga orang itu.

“Tidak ada yang harus kukatakan” Sam berkata dengan santai.

“Bagaimana mungkin kau tidak mempunyai penjelasan sedikitpun tentang kejadian barusan?” Donghae menatap Sam tajam.

“Berhenti menghakimiku” bentak Sam “Jangan tanya apapun padaku, cukup hukum saja aku seperti peraturan yang berlaku disini. Oh ya, aku hampir lupa. Bukankah kalian dewan siswa?” Sam mencibir sinis.

“Sam, bagaimana jika Ayah tahu semua perbuatanmu, terutama kejadian hari ini. Berpikir yang jernih Sam, kau hampir membuat masalah besar. Kita tak tahu apa yang akan diadukan anak-anak itu pada orangtua mereka” kata Hyukjae.

“Sam, sebenarnya apa yang terjadi? Kau begitu marah pada mereka” kata Siwon yang nyaris tak berekspresi.

“Tidak ada” jawab Sam.

“Kau marah karena mereka menyinggung Ibu” kata Hyukjae. Sam menatap Hyukjae tajam “Bagaimana jika Ayah dan Ibu tahu kejadian barusan Sam?”

“Katakan pada Ayah,” kata Sam “Lalu Ibu, sekalipun kau mengatakan aku sedang sekarat, dia tidak akan mendengarkanmu” Sam terlihat begitu dingin, terutama tatapan matanya yang berubah.

“Kenapa berkata seperti itu?” Hyukjae heran mendengar kata-kata Sam yang bertolak belakang dengan perbuatannya “Barus saja kau hampir membunuh seseorang karena menjelek-jelekan Ibu”

“Jangan berlebihan Hyukjae. Kenapa aku harus membunuhnya? Aku hanya mau memastikan seberapa jauh dia mengenal Ibu” kata Sam dingin, sorot matanya penuh dengan kebencian yang sangat mendalam.

“Samantha!” lagi-lagi Hyukjae menghardik Sam. Siwon dan Donghae semakin heran melihat sikap Sam.

“Aku hanya ingin tahu, tidak ada yang lain. Bahkan aku tak mengenali seperti apa wanita itu dan tiba-tiba saja aku mendengar perkataan mereka yang tampaknya mengenali Ibuku sendiri, sepertinya aku tak lebih baik dari mereka. Tak ada salahnya jika aku ingin mencari tahu melalui mereka” Sam tersenyum sinis dengan sorot mata anehnya “Hyukjae, jika kau ingin mengadukanku pada Ibu, katakan saja kalau aku mati. Syukur jika dia masih memberikan respon!” kata Sam lalu meninggalkan Hyukjae yang kebingungan. Ketiga orang itu menatap kepergian Sam, mereka benar-benar merasa Sam memiliki sisi gelap dan sangat bertolak belakang dengan semua kelakuannya.

“Hyukjae, Sam sepertinya begitu membenci Ibumu?” Donghae menatap Hyukjae yang masih terpaku.

“Aku tak tahu. Sudah sangat lama kami tak bertemu, aku tak mengerti apa yang Ibu lakukan padanya” kata Hyukjae “Yang aku tahu Ibuku sangat menyukai pekerjaannya, dia gila kerja. Pekerjaan adalah segala-galanya” kata Hyukjae

“Apa mungkin Sam membenci Ibumu?” Tanya Siwon

“Ada apa?” tanya Hyukjae, jelas-jelas perkataan Sam menggambarkan betapa bencinya ia terhadap Ibunya.

“Tidak, hanya saja…” Siwon terdiam, “Sudahlah, bukan apa-apa” tepisnya lagi. Siwon masih terlihat berpikir, selama ini Siwon justru merasa Sam sangat merindukan Ibunya ketika Siwon menemukan Sam yang mabuk berat di klub malam beberapa waktu lalu. Saat itu berkali-kali Sam memanggil-manggil Ibunya. Siwon merasa Sam benar-benar kesepian dan sangat merindukan Ibunya, bagi Siwon, perasaan Sam memang selalu bertolak belakang dengan perbuatannya tapi Siwon merasa ketika mabuk Sam sangat jujur.

~.o0o.~

 

Hyukjae berdiri di depan sebuah pintu, ia sedikit ragu dan sedang mempertimbangkan untuk masuk atau kembali saja ke kamarnya. Sekian lama dan Hyukjae akhirnya mengumpulkan keberaniannya. Ia lalu membuka pintu tersebut dan mendapati sebuah kamar yang luas.

“Sam” Hyukjae masuk ke dalam kamar Sam, ia lalu menutup pintu. Sam sedang duduk di atas tempat tidur empuknya, ia begitu sibuk dengan laptopnya, Sam menatap Hyukjae, merasa heran melihat keberadaan Hyukjae di dalam kamar tidurnya. “Aku hanya ingin berbicara denganmu—beberapa menit saja” kata Hyukjae.

“Tentu” Sam menghentikan aktivitasnya, ia memperhatikan Hyukjae dengan serius.

“Hmm.. itu—ah, tidak. Aku hanya ingin meminta maaf” kata Hyukjae. Tatapan mata Sam semakin dalam, ia terlihat kebingungan “Maksudku, mungkin perlakuanku padamu waktu itu sedikit kasar. Tapi bukan berarti aku tak menyalahkanmu, kau hampir membuat masalah besar” kata Hyukjae

“Percayalah Hyukjae, aku tidak apa-apa meskipun kau tak meminta maaf” kata Sam cuek “Tak perlu kau jelaskan padaku. Sejak dulu, semua menganggapku berkepribadian aneh—mungkin saja” kata Sam lagi, ia mengerling ceria.

“Aku cemas kau terlibat masalah berat. Kau tahukan, siapa saja yang bersekolah di sekolah itu” kata Hyukjae, ia menatap Sam “Mungkin suasananya sedikit berbeda dengan sekolahmu sebelumnya Sam”

“Ya aku tahu”

Keduanya terdiam.

“Sam, apa yang sedang Ibu lakukan saat ini?” tanya Hyukjae. Sam memandangnya dingin.

“Apa lagi, dia terlalu sibuk karena proyek penelitiannya” kata Sam.

“Ternyata, tidak berubah sama sekali” ujar Hyukjae pelan “Hanya sesekali aku mendengar suaranya, setahun sekali Ibu meneleponku—ulang tahunku. Itupun tak rutin, apa benar-benar sesibuk itu?” gumam Hyukjae.

“Kau merindukannya?” Tanya Sam.

“Tentu saja Sam. Sekalipun dia bukan seorang Ibu yang ideal, tapi aku tak punya Ibu lain selain dia. Aku merindukan permainan pianonya” kata Hyukjae sambil tersenyum mengingat kembali kenangan masa kecilnya “Kejadian itu sudah sangat lama, aku benar-benar merindukan masa itu” Hyukjae tertawa pelan.

“Ternyata kenangan manismu tentang dia masih tersimpan dengan baik” kata Sam dengan sorot mata yang terlihat sedih “Aku tak lebih baik darimu. Kami terus bersama tapi aku justru tak ingat lagi, aku sama sekali tak merasakan apapun juga”

“Sam” Hyukjae menatapnya. Sam terdiam lagi, pikirannya jelas sedang kacau.

“Sudahlah Hyukjae, bukan hal yang penting untuk dibahas” kata Sam, ia kembali melanjutkan kegiatan yang semula terhenti. Hyukjae beranjak, ia baru saja membuka pintu kamar Sam

“Jangan bersikap seperti itu lagi, nantinya bukan hanya kau yang terluka tapi semua orang di dekatmu” kata Hyukjae sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan kamar Sam. Sam terdiam sehabis mendengar ucapan Hyukjae, ia terpaku. Mata coklatnya terlihat menyembunyikan sesuatu.

Pikiran Sam semakin kacau dan mengganggu konsentrasinya, mendadak ia kehilangan keinginannya bermain game. Gadis itu langsung merebahkan tubuhnya, matanya menerawang jauh menembus langit-langit kamarnya.

***

Langit malam yang suram dan gelap, kali ini kesuraman itu lenyap ketika ribuan kerlip bintang-bintang yang telah memberikan warna pada angkasa yang gelap. Sam menengadahkan kepalanya, memandangi ribuan bintang di atas sana. Ia tak dapat tidur, membuatnya memilih untuk jalan-jalan. Ia kini berada disalah satu balkon lantai tiga di rumah keluarga Francaise. Bintang-bintang itu terasa begitu dekat, Sam mengangkat tangannya, ingin meraih bintang-bintang itu dalam genggaman tangannya.

“Apa yang kau lakukan?”

Sam menoleh, mendengar seseorang sedang menegurnya. Ia mendapati Donghae yang entah sejak kapan telah duduk disebuah kursi yang ada di balkon tersebut.

“Sejak kapan kau di situ?” Sam balik bertanya pada Donghae.

“Sejam yang lalu” kata Donghae, Sam mendelik menatap Donghae “Tentu saja, jauh sebelum kedatanganmu. Aneh kau tak melihatku sama sekali”

“Benarkah?” Sam tak percaya, hampir lima belas menit berlalu saat ia memandangi bintang dan Sam tidak menyadari keberadaan Donghae. Sam menarik nafas, ia kembali menatapi langit. Donghae menghampiri Sam, tangannya memegangi pagar pembatas balkon, ia berdiri di samping Sam dengan menyisahkan jarak yang cukup jauh diantara keduanya.

“Sangat cerah” ujar Donghae, ia ikut memperhatikan bintang-bintang yang semakin memamerkan kerlap-kerlipnya.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Sam dingin.

“Tak ada—sedikit insomnia” kata Donghae. Kedua orang itu hanya terdiam dengan pikiran masing-masing. Donghae yang sesekali memandangi Sam yang tak bosan-bosannya menatap langit.

“Ada apa?” tanya Sam menyadari tatapan Donghae pada dirinya. Donghae tampak salah tingkah.

“Tidak” jawabnya singkat “Kenapa terus memandangi langit?” Donghae terlihat begitu penasaran.

“Kau tidak merasa mereka begitu cantik?” gumam Sam “Aku hanya membayangkan seperti apa rasanya jika aku adalah salah satu diantara ribuan cahaya bintang itu” Sam berkata dengan sangat pelan. Donghae kembali menatapnya, perkataan Sam seperti mengandung sejuta makna yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Kedua orang itu kembali terdiam tanpa menyadari bahwa tak jauh di belakang mereka, tepatnya dibalik pintu kaca yang tak tertutup rapat, Siwon sedang mendengarkan pembicaraan mereka—tanpa sengaja. Siwon terdiam dengan pikirannya yang sama diamnya, merasa bahwa setiap perkataan dan tatapan Sam selalu terselubungi oleh awan yang menutup kebenaran tentang Sam yang sesungguhnya.

~.o0o.~

 

Suasana riuh diseluruh penjuru sekolah. Jam istirahat selalu dipergunakan dengan baik oleh setiap siswa mengingat bahwa mereka sama sekali tak bisa berkutik ketika jam pelajaran. Sam memilih ke tempat yang akhir-akhir ini menjadi tempat favoritnya selain atap sekolah. Gadis itu sedang duduk disebuah bangku taman diantara pohon-pohon pemanis taman sekolah, Sam memandangi daun-daun pohon yang berguguran dari tangkainya, sesekali tangannya berusaha untuk menangkap daun-daun itu. Aline berjalan santai menghampiri Sam, ia langsung duduk di samping Sam.

“Hyukjae mencarimu” kata Aline “Aku melihatnya sedikit kebingungan di depan pintu kelas, lalu dia bertanya padaku” lanjut Aline, menatap Sam yang terlalu asyik menatapi daun-daun yang berguguran.

“Ada apa lagi?” gumam Sam pelan. Aline memperhatikan Sam, pikirannya terlihat sedang berusaha menebak sesuatu “Hmm?” Sam menatapi Aline, berharap Aline segera mengatakan maksud dari tatapannya.

“Apa hubunganmu dengan mereka?” Akhirnya Aline melontarkan pertanyaan yang belakangan ini terus mengusiknya.

“Mereka?”

“Sam, ayolah kau pasti mengerti. Antara kau, Hyukjae dan kakak beradik Francaise?” kata Aline, Sam terus diam menatap Aline “Aku yakin, tentunya kalian sudah saling mengenal sebelumnya. Donghae yang bertanya padaku mengenai kau, lalu Hyukjae. Jangan lupakan kejadian dimana mereka bertiga berusaha mengamankanmu ketika di kafe. Bagiku ini sangat aneh jika kalian tidak saling berhubungan, sangat tidak wajar jika ketiga orang itu sampai mencampuri urusan orang lain. Ada apa dengan kalian?” Tanya Aline lagi ketika usai memberikan gambaran mengenai pengamatannya belakangan ini antara Sam dan ketiga orang itu.

“Kau benar-benar ingin tahu?” Sam bertanya sambil bercanda, Aline terus menatapnya dengan serius “Tentu saja kami terikat dengan sebuah hubungan… tapi hubungan yang sedikit rumit” kata Sam sambil mengerlingkan mata.

“Sam!” panggil Aline ketika Sam beranjak dari bangku taman dan meninggalkannya. Aline masih sangat penasaran karena jawaban Sam tidak mengobati rasa keingintahuannya tapi membuatnya semakin bertambah parah.

“Akan kuceritakan padamu, tapi tidak hari ini—aku sedang tak ingin membicarakan mereka” kata Sam sambil tertawa pelan, ia menoleh pada Aline.

***

“Hei, Sam bodoh!”

Sam yang menyusuri koridor rumah terkejut melihat seorang anak telah menghadangnya.

“Anak nakal!” Sam memelototi Kyuhyun.

“Kau menghalangi jalanku”

“Menghalangi jalanmu?” ulang Sam, “Koridor seluas ini masih tidak cukup untuk daging kecil berjalan sepertimu?” ledek Sam.

“Gadis iblis”

“Kau berani mengata-ngataiku?” Sam tersenyum sinis, ia melipat kedua tangan di dadanya dan memandangi Kyuhyun dengan tatapan yang angkuh.

“Gadis bodoh!” kata Kyuhyun lagi. Sam memandangi Kyuhyun cukup lama.

“Baiklah” Sam menarik nafas panjang “Kau pecundang kecil, beraninya hanya berlindung dibalik kekayaan orang tua, bocah cengeng … bla..bla..bla..” Sam mulai membalas ejekan Kyuhyun. Hampir lima menit berlalu tapi mulut Sam tak berhenti komat-kamit memberikan ejekan pada Kyuhyun, semua kata-kata menyakitkan telinga dan hati keluar dari mulutnya, raut wajah Kyuhyun terlihat seperti ingin menangis. Ia dan Sam memang selalu saling mengejek jika bertemu, Sam tak mau kalah dengan Kyuhyun karena ia tak terbiasa untuk mengalah.

“Berhenti!” Teriak Kyuhyun, telinganya terasa panas mendengar ocehan Sam, terlebih lagi ia merasa matanya mulai kabur melihat mulut Sam yang tak bisa diam.

“Kau kalah lagi” Sam tersenyum penuh kemenangan.

“Tidak—aku belum menyerah” kata Kyuhyun, ia menatap Sam dalam-dalam “Aku kembali menantangmu, dengan tantangan yang lebih berat!” Kyuhyun mengarahkan telunjuknya ke wajah Sam.

“Kau masih belum jera rupanya” Sam berkata dengan kesinisannya “Baiklah, aku terima. Sekarang apa tantangannya?” tanya Sam lagi.

Game

“Apa?” Sam terkejut mendengar penuturan Kyuhyun, ia langsung terbawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya “Kau jangan bercanda” katanya disela-sela tawa.

“Tentu tidak, kau tidak akan menang melawanku” kata Kyuhyun sombong. Tentu saja Kyuhyun berkata seperti itu, bocah itu sangat mahir memainkan game bahkan Donghae tak bisa menyainginya.

“Jangan terlalu yakin dulu”

“Jika aku menang, kau harus menjadi budakku selama seminggu” Kyuhyun memberikan penawaran.

“Aku terima” kata Sam “Aku tak akan mengajukan persyaratan apapun padamu meskipun aku menang. Tapi aku punya usul”

“Usul?” Kyuhyun bergumam, ia menatap wajah Sam yang menyeringai “Katakan” katanya lagi.

“Jika terjadi satu kesalahan maka wajah si pembuat kesalahan harus dilumuri dengan tinta” kata Sam. Kyuhyun terlihat merenung sejenak

“Tidak masalah” kata Kyuhyun menyetujui usul Sam.

“Kita sediakan tinta masing-masing” kata Sam lagi. Kyuhyun mengangguk antusias “Ok, semua setuju. Deal!” kedua orang itu berjabat tangan, saling menyepakati perjanjian yang telah dibuat.

***

Jam antik berukuran besar yang berada di salah satu ruang utama di rumah keluarga Francaise berdentang menandakan waktu telah menunjukan pukul tujuh malam.

“Hei bocah” Sam langsung membuka pintu kamar Kyuhyun. Sebelumnya keduanya telah sepakat untuk tanding game di kamar Kyuhyun. Tidak ada sahutan, Sam segera masuk ke dalam kamar berukuran luas itu, banyak barang-barang elektronik di dalam kamar Kyuhyun termasuk tiga unit komputer model terbaru.

“Sudah siap?” tanya Kyuhyun yang berdiri di belakang Sam.

“Sungguh bodoh” Sam menertawai pertanyaan yang dilontarkan Kyuhyun padanya. Kyuhyun segera menyalakan sebuah monitor berlayar LCD dengan ukuran yang sangat besar, ia sepertinya telah mempersiapkan semuanya dengan baik sebelum kedatangan Sam.

Suara pintu kamar Kyuhyun seperti memberi kode bahwa baru saja ada yang membukanya. Kamar Kyuhyun yang luas dengan desain interior membagi ke beberapa ruang membuat mereka tak bisa melihat siapa yang membuka pintu. Sam dan Kyuhyun telah bersiap-siap di depan layar tersebut.

“Ini game ciptaanku yang terbaru” kata Kyuhyun.

Sam terkejut ketika melihat Siwon, Hyukjae dan Donghae telah berada di dalam kamar Kyuhyun.

“Hei.. kenapa mereka bisa berada di sini?” tanya Sam setengah berbisik pada Kyuhyun.

“Aku sengaja mengundang mereka sebagai saksi” kata Kyuhyun “Siapa tahu kau berniat mencurangiku” kata Kyuhyun lagi. Sam mendengus kesal mendengar penuturan Kyuhyun. Sesekali ini menoleh pada Siwon, Hyukjae dan Donghae yang duduk disebuah sofa tak jauh dari tempatnya dan Kyuhyun, mereka serius memperhatikan Sam dan Kyuhyun.

Sam dan Kyuhyun telah memulai permainan mereka, keduanya terlihat lincah dan sangat serius memainkan game bahkan mereka tak memperdulikan lagi keberadaan Siwon, Hyukjae dan Donghae yang sesekali berkomentar memberikan semangat kepada mereka.

Kedua orang itu berteriak girang ketika salah satu dari mereka berbuat kesalahan dan dengan wajah menyeringai ketika mengukir lukisan di wajah lawan yang membuat kesalahan. Terkadang keduanya menjerit jika melakukan kesalahan dan saling menatap ketika hendak mendapat coretan di wajah. Hyukjae dan Donghae tertawa terpingkal-pingkal melihat wajah Sam dan Kyuhyun yang tak lagi mulus. Berbagai bentuk atau lebih dikenal dengan gambar abstrak terlihat di wajah mereka yang berlumuran tinta hitam. Siwon tersenyum seadanya meskipun terkadang ia ikut tertawa pelan melihat tingkah kocak Sam dan Kyuhyun. Sam terlihat kesal ketika Kyuhyun membuat garis di wajahnya, ia bahkan tak segan-segan menjitak kepala Kyuhyun. Bahkan ketika Kyuhyun yang berbuat salah, Sam langsung membuat garis yang lebih panjang lagi. Berkali-kali Kyuhyun memprotes perbuatan Sam yang menurutnya sangat curang.

Tak berapa lama kemudian. Siwon, Hyukjae dan Donghae terdiam memperhatikan wajah Kyuhyun dan Sam. Siwon langsung membuang muka, tak berniat memamerkan tawanya. Hyukjae dan Donghae kembali terbahak-bahak, melihat wajah Sam dan Kyuhyun yang tak bermodel lagi.

“Aku menang” kata Kyuhyun, ia tertawa riang sambil terus mengejek Sam, tak perduli dengan ornamen-ornamen kuno dan sebuah bokong yang dilukiskan Sam di wajahnya. Sam mendengus kesal, ia telah berlumuran tinta “Aku nyatakan, seminggu ini Sam adalah budakku” kata Kyuhyun.

“Sial!” geram Sam.

“Jangan coba-coba untuk mengingkari janji” Kyuhyun memberikan peringatan keras pada Sam.

“Aku tahu, aku bukan pecundang sepertimu, Kyuhyun!” tuding Sam. Kyuhyun hanya mencibir, ia terlalu bahagia untuk membalas ejekan Sam.

“Baiklah, sudah cukup” ujar Donghae pelan, mengulum senyum. Ia telah berhasil meredakan tawanya “Sebaiknya kalian membersihkan diri—kalian benar-benar berantakan” katanya lagi sambil tertawa. Senyuman Hyukjae dan Siwon terus mengembang melihat wajah Sam dan Kyuhyun yang lebih mirip badut.

~.o0o.~

Hyukjae berjalan tergesa-gesa menyusuri koridor rumah sunyi mencekam. Ia terus memperhatikan keadaan di sekitarnya, entah kemana para pelayan yang biasanya mondar-mandir. Suasana malam kali ini terasa sangat lain, Hyukjae merasa bulu kuduknya meremang. Tiba-tiba langkah kakinya terhenti, ia mendengar suara tangisan. Cukup jelas raungan itu di telinganya, Hyukjae menambah kecepatan langkah kakinya. Tenggorakan Hyukjae terasa kering, nafasnya seperti tertahan. Matanya mendelik kaget, ia baru saja menoleh ke belakang, ketika terlihat di matanya sosok wanita yang sedang berjalan sekitar 100 meter di belakangnya. Wanita dengan pakaian tidur, melangkah perlahan. Lampu koridor yang sedikit remang membuat wanita itu tampak begitu mengerikan.

“Aaaaaaa!” Hyukjae berteriak, ia akhirnya berlari dengan sekuat tenaga ketika sebelumnya ia merasa tak bisa menggerakan tubuhnya.

Donghae dan Siwon menatap heran pada Hyukjae yang baru saja masuk ke dalam kamar Siwon. Hyukjae terlihat pucat, keringatnya bercucuran dengan deras.

“Kenapa denganmu?” tanya Siwon.

“Aku..” Hyukjae masih belum bisa menjawab pertanyaan Siwon. Ia memilih mengatur nafasnya dulu “Aku melihat hantu.” katanya lagi setelah berhasil menenangkan diri.

“Hantu”

“Hantu wanita yang berjalan di koridor” katanya “Kini aku percaya, bahwa rumor yang beredar tentang hantu wanita yang sering dibicarakan oleh para pelayan adalah benar—nyata” Hyukjae bergidik ngeri.

“Jangan bercanda, tak ada hantu di rumah ini” sindir Donghae.

“Aku tak bohong” ujar Hyukjae “Aku melihatnya berjalan di belakangku, wanita yang sangat mengerikan”

“Sebaiknya periksakan matamu, Hyukjae. Mungkin saja itu hanya halusinasimu” Donghae terus menyindir Hyukjae, ia memang tidak pernah percaya jika di dunia ini ada yang namanya hantu dan sejenisnya.

“Berhenti menyiksaku” Hyukjae menatap Donghae dengan penuh kekesalan “Aku tak bohong dan mataku masih normal, tapi kalau kau tak mau percaya itu urusanmu—jangan katakan apa-apa lagi. Bahkan sebelumnya aku mendengar suara tangisan”

“tangisan?” selidik Donghae.

“Iya, suara seseorang yang meraung-raung. Rumah ini sepertinya mulai di datangi oleh makhluk lain”

“Kau yakin suara yang kau dengar itu suara hantu?” tanya Siwon.

“Apa maksudmu Siwon? Jelas-jelas aku mendengar raungan mengerikan itu”

“Bukan apa-apa. Belakangan ini memang selalu terdengar tangisan di rumah ini” kata Siwon. Hyukjae yang terkejut langsung berbinar-binar menyadari Siwon membenarkan perkataannya. “Tapi itu bukan suara hantu” lanjut Siwon memudarkan senyuman Hyukjae.

“Lalu suara apa?” dahi Hyukjae mengerut tipis.

“Kyuhyun” jawab Siwon

“Kyuhyun. Ada apa dengan Kyuhyun?” Hyukjae semakin kebingungan.

“Jadi kau tak tahu, Hyukjae?” Donghae menatap Hyukjae yang hanya diam “Sudah tiga hari  ini Kyuhyun mengurung diri di kamarnya” kata Donghae.

“Apa yang kau katakan?” Hyukjae tak bosan-bosannya bertanya.

“Tepatnya setelah taruhan game dengan Sam. Kyuhyun tak lagi keluar kamar, ia mengusir pelayan-pelayan yang masuk ke kamarnya bahkan kami mengalami hal yang sama” lanjut Siwon.

“Bukannya dia berhasil memenangkan taruhan itu? Seharusnya dia bahagia setelah berhasil menjadikan Sam budaknya?”

“Jangankan untuk menjadikan Sam sebagai budak, keluar kamar saja dia tak mau. Kau lihat sendirikan, Sam masih bebas berkeliaran dengan riang”

“Lalu apa maksudnya?”

“Kau masih ingat seperti apa wajah Kyuhyun ketika bermain game?” tanya Donghae, Hyukjae mengangguk antusias “Seperti itulah rupanya sekarang, sampai detik ini tinta itu masih melekat dengan jelas di wajah Kyuhyun!”

“APA?” Hyukjae tersentak kaget.

“Tak tahu tinta jenis apa yang digunakan Sam, tinta itu tak bisa dibersihkan. Kyuhyun sangat syok, ia terus mengurung diri, tak ke sekolah. Kegiatan rutinnya adalah meraung-raung menyadari adanya tampilan baru di wajahnya” kata Siwon, “Sepertinya ini pukulan terberat sepanjang hidupnya”

“Aku sudah menanyakan pada Sam bagaimana caranya untuk menghilangkan tinta di wajah Kyuhyun, jawabannya hanyalah ‘nikmati saja, tintanya akan hilang 2 minggu kemudian dan jangan coba-coba untuk membersihkannya karena semakin dibersihkan, tinta itu akan terlihat semakin jelas’” Donghae meniru ucapan dan ekspresi Sam yang menyeringai penuh kemenangan.

“Sepertinya Sam sudah tahu jika dia tak akan menang dari Kyuhyun, lalu mengusulkan ide itu pada Kyuhyun. Hasilnya, jangankan menjadikannya budak seminggu, sudah dipastikan Kyuhyun tak akan keluar kamar selama 2 minggu. Dalam hal ini, dapat disimpulkan bahwa Kyuhyun kalah telak dari Sam” kata Siwon, lagi-lagi dengan diagnosisnya yang akurat. Hyukjae hanya memegangi kepalanya yang terasa pusing memikirkan ulah Sam. Ketiga orang itu turut prihatin dengan musibah yang menimpa Kyuhyun.

~.o0o.~

 

Aline berlari-lari pelan memasuki gedung sekolah, nyaris saja dia terlambat. Seluruh area sekolah telah tampak lenggang, hanya tersisa beberapa siswa yang lalu lalang. Aline berkali-kali memencet tombol lift, ia terus melirik pada jam tangannya. Ketika pintu lift terbuka tanpa berpikir panjang Aline langsung masuk ke dalamnya—tak ada siapapun di situ. Wajah Aline mulai terlihat panik menanti lift berhenti di lantai tujuannya.

TING.

Pintu lift terbuka. Aline dengan terburu-buru keluar dari lift tersebut, ia semakin mempercepat langkahnya bahkan ia telah setengah berlari menyusuri koridor sekolah yang benar-benar telah sepi. Aline kehilangan keseimbangan ketika kakinya salah melangkah.

“Aaauu…” pekik Aline yang terjatuh, tas sekolah dan beberapa buku yang dipegangnya langsung berserakan di lantai “Aduh…” Aline meringis kesakitan. Ia memandangi lututnya yang tergores. Sementara sibuk menahan sakit, Aline tak menyadari jika seseorang telah berjongkok di hadapannya “Eh?” ia terkejut melihat Hyukjae yang sedang memunguti peralatan sekolahnya yang berserakan. Aline hanya diam memandangi Hyukjae dengan penuh kekaguman.

“Lain kali lebih hati-hati” kata Hyukjae sambil menatap Aline. Aline sedikit salah tingkah membuat mulutnya kaku. Mata Hyukjae tertuju pada lutut Aline yang cedera “Kau terluka” katanya lagi, desisan kecil terdengar dari mulut Aline ketika Hyukjae menyentuh kakinya.

“Aku tak apa-apa” kata Aline. Ia berusaha bangkit tapi kakinya, kaki gadis itu terkilir. Hyukjae segera mengambil tas Aline. Ia segera memegangi tangan Aline dan meletakan di bahunya lalu melingkarkan tangannya di pinggang Aline. Aline terperanjat, ia tak bisa menyembunyikan rasa kagetnya dan semakin salah tingkah ketika merasa tangan Hyukjae menopang tubuhnya dengan kuat “Eh, itu..” Aline sedikit terbata-bata menahan kegugupannya.

“Kita ke klinik—sekarang!” kata Hyukjae tegas, ia tak memberikan kesempatan pada Aline untuk menolak. Gadis itu hanya pasrah ketika Hyukjae menuntun dan membantunya berjalan menuju klinik sekolah.

***

Di sebuah ruangan putih berukuran luas, beberapa tempat tidur berada di dalam masing-masing kamar. Klinik di sekolah itu tampak mewah, di dalamnya terdapat kamar-kamar yang membagi ruang peristirahatan bagi siswa yang mengalami gangguan kesehatan. Masing-masing kamarpun dilengkapi oleh fasilitas yang memadai.

Disalah satu kamar perawatan, Aline sedang berbaring di atas tempat tidur. Ada seorang dokter yang sedang menanganinya. Dokter itu sedang membersihkan luka di lutut Aline, memberinya obat lalu membalut luka tersebut.

“Jangan cemas, lukanya akan cepat sembuh dan aku jamin tidak akan meninggalkan bekas” kata sang dokter “Kau bisa langsung kembali ke kelas jika mau, tapi sebaiknya kau beristirahat dulu. Kakimu sedikit terkilir, tunggu sampai membaik” kata dokter itu.

“Terima kasih dokter” kata Aline, dokter wanita itu hanya tersenyum dan pergi meninggalkan Aline dalam bilik seorang diri hingga beberapa jam berlalu.

Aline membuka matanya perlahan. Obat yang diberikan dokter membuatnya mengantuk. Aline menatap jam dinding di dalam kamar rawatnya, sudah hampir pukul sepuluh pagi. Aline berusaha untuk duduk, ia merasa telah cukup banyak membuang waktunya di tempat itu.

“Kau?” gadis itu terkejut melihat Hyukjae berada di situ. Hyukjae yang duduk disebuah kursi sambil membaca majalah.

“Dokter menyuruhku untuk memberikan obat ini padamu” kata Hyukjae. Ia mengerti akan arti tatapan Aline yang sedang mempertanyakan keberadaan dirinya di dalam ruangan tersebut “Kau sepertinya kelelahan. Aku jadi tak tega membangunkanmu” kata Hyukjae.

“Tapi…” raut wajah Aline sedikit berubah.

“Jangan khawatir, aku baru lima menit berada di sini” ucapan Hyukjae membuat Aline melega. Tadinya, pikirannya sedang berkecamuk, sejak kapan Hyukjae berada di dalam situ? Hyukjae segera menghampiri Aline, ia lalu menyerahkan sebuah bungkusan yang berisi obat “Aku pergi dulu” katanya lagi sambil tersenyum.

“I, iya” jawab Aline dengan jantung yang berdetak sedikit lebih kencang dari biasanya. Dadanya berdesir aneh melihat tatapan juga senyuman Hyukjae. Ia tersipu malu dan terus memandangi Hyukjae sampai akhirnya pemuda itu benar-benar tak terlihat lagi dijangkauan matanya.

***

Sam berjalan pelan, tangannya menuntun sepeda yang selalu pakainya. Jam pelajaran telah usai membuat Sam tak tahan lagi untuk berlama-lama di sekolah. Kendaraan-kendaraan mewah yang dipakai oleh siswa-siswi di sekolah tersebut beriringan keluar dari lingkungan sekolah, secara tak langsung sedang menjelaskan betapa berkelasnya sekolah dan juga seisinya.

“Sam” Aline berlari-lari pelan menyusuli Sam.

“Kenapa masih di sini?” Sam menatap Aline dengan heran. “Mobilmu?” Sam mencari-cari mobil yang selalu mengantar jemput Aline.

“Hari ini aku ingin pulang sendiri” kata Aline “Aku ingin tahu bagaimana rasanya naik kendaraan umum” Aline tersenyum puas.

“Benarkah?” Sam tertawa, ia memandangi Aline dengan takjub.

“Kita pulang bersama”

“Baiklah tuan putri” kata Sam “Aku akan mengantarmu”

“Mengantarku?” tanya Aline tak yakin.

“Jangan remehkan sepeda ini” Sam tertawa renyah. Tanpa berpikir panjang Aline segera duduk di goncengan belakang sepeda Sam. Sam mulai mengayuh sepedanya. Mereka menyusuri jalan kecil yang masih merupakan akses khusus ke sekolah tersebut. Jalanan mulus yang dilindungi oleh pepohonan yang berbaris rapi di sisi kanan dan kiri. Musim gugur membuat jalan tersebut dipenuhi oleh daun-daun maple kering.

“Lihat, daun-daun berguguran” kata Aline, kedua memandangi daun-daun maple yang ramai berguguran dari pohonnya, seperti sebuah hiburan khusus di sepanjang jalan tersebut.

Sementara itu, Edhy, sopir keluarga Francaise baru saja menjemput majikan-majikannya. Mobil mewah tersebut kemudian meninggalkan sekolah setelah Siwon, Hyukjae dan Donghae berada di dalamnya.

“Tak ada latihan?” Donghae melihat Siwon yang ikut bersama mereka, biasanya hampir larut malam ketika Siwon pulang dari sekolah.

“Tentu ada” jawab Siwon “Sore nanti aku balik ke sekolah” jawab Siwon.

Untuk beberapa saat, ketiga orang itu terdiam. Mereka hanya memandangi daun-daun yang berguguran di sepanjang jalan. Perhatian mereka lalu berubah ketika beberapa meter di depan sana tampak sepeda yang dikendarai oleh Sam.

“Itu, Sam?” Gumam Hyukjae.

“Tapi siapa yang bersamanya?” tanya Siwon.

“Aline” jawab Donghae. Ketiga orang itu terus memperhatikan Sam dan Aline dari belakang, mereka bahkan meminta Edhy untuk sedikit mengurangi kecepatan mobil. Mobil tersebut mensejajarkan posisi dengan sepeda yang ditumpangi oleh Sam dan Aline. Kedua gadis itu tampaknya tak terlalu memperdulikan keberadaan mobil yang berada disamping mereka. Kaca mobil sengaja tak diturunkan.

“Seperti berada di alam fantasi” ujar Aline, ia lalu merentangkan kedua tangannya, matanya terpejam, menikmati suasana yang sedang berlangsung saat itu. Ia membayangkan dirinya sedang terbang diantara daun-daun itu. Sam tertawa melihat tingkah Aline,

“Apa yang akan ia lakukan?” tanya Donghae ketika melihat Sam mulai melepaskan sebelah tangannya dari kemudi sepeda.

Ketiga orang itu tampak cemas melihat aksi yang akan dilakukan oleh Sam. Setelah sekian lama Sam hanya mengendalikan sepeda hanya dengan sebelah tangan, gadis itu akhirnya melepaskan juga pegangannya yang satu lagi. Sam merentangkan tangan sama seperti yang dilakukan oleh Aline, ia menikmati permainan angin di wajahnya. Sam dan Aline berteriak riang di sepanjang jalan. Sam kembali meraih kemudi sepedanya setelah cukup puas merasakan sensasi terbang. Ia dan Aline terus tertawa riang begitu lepas, tawa yang penuh dengan kebahagiaan, jauh dari beban. Mereka tetap tak perduli, bahkan tak sedikitpun mencurigai mobil yang terus menyamai kecepatan sepeda mereka.

Sementara itu di dalam mobil terasa sunyi. Siwon, Hyukjae dan Donghae membisu. Ketiganya tak menduga akan melihat ekspresi itu dari Sam dan Aline. Kedua gadis tersebut dikategorikan sebagai gadis misterius. Aline yang begitu pendiam dan selalu dijuluki gadis aneh, lalu Sam yang tak lepas dari keonaran dan juga mempunyai kepribadian yang tak bisa diterka. Tiba-tiba saja mereka melihat kedua gadis itu dengan ekspresi yang sepertinya benar-benar berasal dari dalam hati mereka, tanpa dibuat-buat. Hyukjae tak melepaskan sedikitpun pandangannya dari Aline, ia terlalu terkejut melihat tawa riang Aline yang begitu tulus.

~.o0o.~

Suasana riuh para siswa yang berkeliaran di koridor sekolah. Sam berjalan menyusuri koridor tersebut, tangannya dengan lincah menekan tuts ponselnya—ia sedang ber-sms ria dengan kedua sahabatnya yang berada di Seoul. Ji Hye dan Min Ji.

Sam tak perduli jika berkali-kali bertabrakan dengan siswa yang memang telah penuh sesak di koridor. Setelah sekian lama, Sam akhirnya memasukan ponsel ke dalam saku rok seragamnya, tandanya ia telah menyudahi kegiatannya dengan kedua sahabatnya tersebut.

Sam hampir tiba di kelas, ia melihat sosok Hyukjae yang berdiri tak begitu jauh dari pintu kelasnya. Sam begitu heran melihat keberadaan Hyukjae. Hyukjae terus berdiri di depan kelas, ekspresinya yang terlihat begitu berbeda. Ia hanya berdiri sedikit jauh dari ambang pintu, sedang memperhatikan sesuatu di dalam kelas.

“Hyukjae?” tegur Sam. Hyukjae tampak terkejut menyadari keberadaan Sam “Apa yang kau lakukan disini?” tanya Sam lagi.

“Eh, itu..” entah mengapa Hyukjae menjadi begitu kikuk untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Sam “Ah.. iya, aku sedang mencari Donghae” katanya lagi. Dahi Sam berkerut, ia memandangi Hyukjae dengan penuh kecurigaan, merasa itu bukan jawaban sebenarnya.

“Sepertinya baru sepuluh menit yang lalu aku melihatmu bersama Donghae?” gumam Sam curiga. Sam menengok ke dalam kelas, jelas-jelas Donghae tak berada di dalam kelas lalu mengapa Hyukjae masih terus-terusan berada di pintu kelas dengan mimik seperti itu?

“Ah.. benarkah?” Hyukjae tertawa gugup, ia jadi begitu salah tingkah “Sepertinya aku telah melupakan banyak hal” katanya lagi sambil tertawa pelan, ia berlalu dari hadapan Sam dengan langkah yang tergesa-gesa bahkan setengah berlari seperti sedang menghindari tatapan dan mungkin juga pertanyaan-pertanyaan lain yang akan dilontarkan oleh Sam.

“Dasar aneh..” Sam mencibir. Sam kembali menengok ke dalam ruang kelasnya yang begitu sunyi—ia hanya mendapati Aline seorang diri, sedang sibuk mengerjakan tugas. Sam menggeleng kepala memikirkan tingkah saudaranya yang begitu aneh. Sam segera melangkah ke dalam kelas, ia langsung duduk di tempat duduknya.

“Hei Sam” ujar Aline, ia menghentikan aktivitasnya dan hanya menatap Sam dengan tatapan aneh.

“Ada apa?” tanya Sam yang heran melihat tatapan Aline “Kenapa hari ini semua orang bertingkah begitu aneh?” gumam Sam.

“Aku masih begitu penasaran” kata Aline lagi.  Sam memandangi Aline, tak mengerti kemana tujuan pembicaraan tersebut “Kau belum mengatakan apapun padaku tentang hubunganmu dengan orang-orang itu” kata Aline.

“Dengan siapa?” Sam berlagak tak mengerti tentang apa yang sedang ditanyakan oleh Aline.

“Kau, Hyukjae, Siwon—juga Donghae” ujar Aline.

My gosh, Aline. Apa kau benar-benar tak tentram belakangan ini?” Sam bertanya dengan sorot matanya yang terlihat sedang mempermainkan Aline.

“Tentu saja. Aku  hampir mati penasaran memikirkan semuanya” kata Aline, Sam bergidik mendengar penuturan Aline yang berlebihan “Bahkan gosip-gosip aneh tentang kalian telah menyebar di sekolah” kata Aline.

“Oh ya?” tanya Sam tak percaya. “Apa yang mereka katakan?” Ia merasa janggal.

“Banyak yang pernah melihatmu bersama-sama dengan mereka. Selama ini ketiga orang itu begitu jauh dari rumor aneh tentang para gadis—terkecuali Hyukjae dengan sifatnya itu” kata Aline “Lalu tiba-tiba saja, sejak kedatanganmu terjadi banyak perubahan. Ada yang melihat Siwon, Hyukjae dan Donghae yang keluar dari klub malam sambil membawa seorang gadis yang mabuk berat. Para siswa juga merasa aneh melihat tingkah Siwon, Hyukjae dan Donghae yang sepertinya sedang melindungimu” ujar Aline, ia menjelaskan dengan begitu berapi-api tentang apa yang sedang hangat dibicarakan di sekolah saat ini.

“Begitu rupanya—pantas saja, aku merasa tatapan semua orang sedang tertuju padaku, sepertinya sedang mencurigai sesuatu” Sam mengangguk-angguk paham “Kau tahu, betapa menyebalkan tatapan gadis-gadis itu?” Sam mencibir dengan kesal membayangkan para siswi yang sepertinya ingin menelan dirinya hidup-hidup atau menguburnya ke kedalaman bumi yang paling dalam.

“Apa semua itu benar?” tatap Aline “Apa yang tersembunyi, yang tidak kuketahui?” Aline bertanya lebih spesifik. Sam menatapnya cukup lama, ia tersenyum—berusaha untuk menahan tawanya.

“Aku sedang tak ingin membahasnya” kata Sam pelan.

“Sam, kau sangat menyebalkan” keluh Aline, Sam hanya tertawa mendengar dengusan sahabatnya itu “Sampai kapan kau akan menyembunyikannya dariku?” desak Aline.

“Sepertinya kau akan mati jika aku tak mengatakan apapun” gumam Sam “Baiklah, akan kukatakan sebuah rahasia padamu—hanya satu. Belum waktunya kuceritakan semuanya padamu” kata Sam lagi.

“Aku mengerti” wajah Aline terlihat sedikit senang, ia serius menantikan apa yang akan keluar dari mulut Sam.

“Sebuah hubungan yang cukup istimewa antara aku dan salah satu dari ketiga orang itu” jawab Sam. Aline terkejut.

“Benarkah seperti itu??” tatapan Aline terlihat tak percaya “Siapa?” Aline benar-benar penasaran. Sam hanya tersenyum simpul.

“Aku hampir lupa, ada sesuatu yang harus kukerjakan” Sam baru mengingat sesuatu, ia langsung terburu-buru hendak meninggalkan kelas.

“Sam!” panggilan Aline menghentikan langkah kaki Sam.

“Kau boleh tidak percaya” katanya lagi, ia akhirnya pergi meninggalkan Aline seorang diri. Rasa penasaran Aline bukannya terbayarkan tapi justru semakin menjadi-jadi. Aline hanya termenung, membayangkan apa yang barusan didengarnya, ia sedang mengira-ngira siapakah orang yang dimaksud Sam. Apakah Siwon? Hyukjae? ataukah Donghae? Semua tampak buram dipikiran Aline.

~.o0o.~

Sebuah mobil mewah berlari kencang menaiki tanjakan menuju ke istana keluarga Francaise. Sebelumnya, sudah ada beberapa mobil mewah yang telah mendahului mobil tersebut. Mobil mewah berwarna hitam mengkilat baru saja berbelok dari jalan utama menuju ke jalan khusus yang akan membawa pengendara mobil itu ke kediaman keluarga Francaise. Seorang gadis muda terlihat melamun, ia hanya memandangi deretan pohon yang berbaris rapi di sepanjang jalan.

“Anne” sapa seorang wanita berpenampilan elegan, ada juga seorang pria berbadan besar bersama mereka. “Ingat, kau harus bersikap sopan dihadapan keluarga Francaise” kata wanita itu kepada anaknya, yang tak lain adalah Anne Petitjean.

“Ayah rasa, kau tahu sikap mana yang harus kau ambil” kata pria berbadan besar tersebut.

“Ingat Anne, saat ini kau masih berstatus sebagai calon tunangan Siwon Francaise. Kedua orang tuanya dengan sengaja mengundang kita, agar kalian bisa memperat hubungan kalian” kata wanita itu, Anne hanya terdiam. Tak sedikitpun ia menoleh kepada kedua orang tuanya. “Jangan bersikap aneh, buang wajah muram itu. Kau harus selalu tersenyum” wanita itu kembali mengingatkan Anne ketika mereka hampir sampai di kediaman Francaise.

Gerbang besar itu tak lagi terkunci rapat, tapi dibiarkan terbuka agar para tamu dapat leluasa masuk ke area itu. Begitu banyak penjaga di gerbang dan hampir di seluruh wilayah kediaman yang sangat elit tersebut. Mobil yang dikendarai oleh Anne dan keluarganya telah melewati gerbang setelah sebelumnya sempat diperiksa oleh para penjaga. Tiba-tiba saja perhatian Anne teralih, ia seperti terbangun dari khayalannya. Tampak dari arah yang berlawanan sebuah sepeda dan tentu saja pengendaranya yang sangat familiar di mata Anne.

“Sam?” ujar Anne, ia terus menatapi gadis yang mengendarai sepeda itu. Sam yang terlihat begitu cuek dengan sepedanya. Ia hanya mengenakan celana pendek dengan kaos oblong yang dilapisi oleh jaket, juga sepasang sepatu kets lalu topi yang melekat di kepalanya. Anne menatap lekat-lekat, bahkan ketika Sam melewati mobil yang ditumpanginya, Anne terus menoleh ke belakang. Jelas-jelas ia tak salah bahwa yang dilihatnya adalah Sam.

Keramaian terlihat disalah satu ruangan yang sangat besar diantara ruangan-ruangan yang lainnya di dalam istana milik keluarga Francaise. Sesak oleh orang-orang yang datang menghadiri jamuan keluarga Francaise. Semua yang hadir terlihat berpenampilan formal dan mereka adalah orang-orang elit di negara tersebut. Keluarga Francaise memang sering menggelar pesta atau jamuan bagi relasi bisnis dan pembesar-pembesar.

Disebuah tempat, masih di ruangan yang sama, terlihat Hyukjae dan Donghae yang begitu rapi dengan jas yang mereka kenakan. Keduanya baru saja mengambil minuman yang di tawarkan oleh seorang pelayan. Nyonya Francaise yang melihat Hyukjae dan Donghae, segera menghampiri kedua anak muda itu.

“Dimana Siwon?” tanya Nyonya Francaise.

“Siwon belum pulang” jawab Donghae.

“Dia sangat sibuk dengan olimpiade” lanjut Hyukjae. Nyonya Francaise hanya terdiam, tampaknya ia memaklumi alasan ketidakhadiran putra sulungnya di pesta tersebut meskipun raut wajahnya tampak sedikit kecewa.

“Lalu, mengapa Ibu tak melihat Sam di sini?” wanita itu kembali bertanya. Hyukjae dan Donghae hanya saling pandang, tak tahu hendak menjawab apa karena mereka sendiri tak mengetahui keberadaan Sam. “Oh.. keluarga Petitjean” untunglah perhatian wanita cantik itu teralih pada kedatangan keluarga Petitjean, ia segera meninggalkan Donghae dan Hyukjae.

“Itu Anne, benarkan?” ujar Hyukjae. Ia melihat seorang gadis muda yang datang bersama-sama dengan keluarga yang disambut dengan ramah oleh Tuan dan Nyonya Francaise.

“Benar” jawab Donghae sambil meneguk minuman di tangannya. Keduanya memperhatikan Anne yang memamerkan senyuman manisnya dihadapan Tuan dan Nyonya Francaise. Entah apa yang dikatakan oleh kedua orang tua Donghae sehingga tak jarang membuat gadis itu tertawa. Anne pun sesekali memandangi Donghae dan Hyukjae yang terus memperhatikan dirinya, lalu teralih kembali kepada Tuan dan Nyonya Francaise setelah mendapat pertanyaan dari kedua orang itu.

“Sepertinya Ayah dan ibumu benar-benar menyukai Anne” ujar Hyukjae.

“Begitukah?”

“Bukankah dia adalah calon tunangan Siwon?” tanya Hyukjae “Itu yang kudengar selama ini, kedua keluarga sangat akrab. Apakah mungkin akan dilangsung pertunangan antara Siwon dan Anne?”

“Mungkin saja. Kau tahukan, ini semacam trik di dunia bisnis” kata Donghae “Penggabungan dua perusahaan demi mencapai sebuah tujuan di dunia usaha dan aku rasa perjodohan ini akan membawa perubahan besar” kata Donghae.

“Sedikitpun Siwon tak memberikan reaksi. Meskipun yang kau katakan bahwa Siwon menaruh hati pada Anne, seharusnya dia akan senang dengan perjodohan ini” kata Hyukjae “Tapi aku tak melihat itu. Siwon begitu rapat dengan perasaannya, aku sedikit bingung dengan isi hatinya” kata Hyukjae.

“Jangan lupa dengan Anne, gadis itupun sepertinya tidak menyukai perjodohan ini. Entah bagaimana perasaannya terhadap Siwon, mereka sama-sama membingungkan” ujar Donghae “Oh ya, lalu kemana si pembuat onar itu?” tanya Donghae.

“Tak tahu” jawab Hyukjae, ia sudah tahu jika yang dimaksudkan oleh Donghae adalah Sam “Aku tak melihatnya di kamarnya, sepertinya dia sedang tidak berada di sekitar sini” kata Hyukjae lagi.

“Tentu saja—kau memang selalu tak tahu apa-apa” ledek Donghae “Tapi aku rasa, Sam pasti tak akan tenang jika berada di tengah pesta yang membosankan ini” ujar Donghae lagi.

“Benar, biarkan saja daripada dia berulah di sini” Hyukjae kembali meneguk minumannya. Kedua orang itu hanya sibuk memperhatikan para tamu.

“Kau lihat dua orang yang baru saja datang?” Mata Donghae tertuju pada seorang pria kurus dan juga wanita berwajah oriental di sebelahnya. “Apakah kau tahu jika wanita itu berasal dari keluarga kerajaan Thailand?” gumam Donghae.

“Benarkah?” Hyukjae ikut memperhatikan kedua orang itu.

“Mereka adalah Tuan dan Nyonya Guibert. Ayah dan Ibu Aline” Hyukjae hampir tersedak mendengar ucapan Donghae. Donghae memandanginya heran “Ada apa?”

“Tidak” elak Hyukjae, jelas-jelas ia merasa gugup mendengar nama Aline yang barusan disebut oleh Donghae. Mata Hyukjae tampak menari-nari diantara para tamu mencoba mencari sosok gadis berkacamata itu.

“Percuma saja. Sekalipun kau mencari dengan teliti, kau tak akan menemukannya” Donghae sepertinya tahu apa yang sedang dicari oleh Hyukjae “Gadis itu tidak pernah hadir dalam setiap pesta, banyak yang tak mengenalinya” kata Donghae santai.

“Begitu” gumam Hyukjae pelan. Tak berapa lama kemudian Kyuhyun  datang bergabung dengan mereka. Ia baru dua hari yang lalu menghirup udara segar setelah 2 minggu lamanya mengurung diri di kamar akibat perbuatan Sam.

~.o0o.~

Sam baru saja keluar rumah, ia segera menuju ke tempat ia memarkirkan sepeda kesayangannya. Langkah Sam terhenti, ia tak mendapati sepeda tersebut. Mata Sam mulai berputar-putar di sekeliling tempatnya berdiri, ia sedang mencari dimana sepedanya itu. Sam mulai bertanya pada beberapa pelayan yang kebetulan lewat, barangkali seseorang telah memindahkan sepedanya tapi tak seorangpun yang tahu.

Siwon, Hyukjae dan Donghae terlihat keluar dari rumah, mereka telah bersiap untuk menaiki mobil yang telah di parkirkan oleh Edhy di depan rumah tersebut ketika melihat Sam yang masih belum beranjak.

“Ada apa?” tanya Donghae. Mereka begitu penasaran melihat wajah Sam yang kebingungan.

“Sepedaku—hilang” kata Sam.

“Hilang?” gumam Hyukjae “Tak mungkin ada pencuri yang berani masuk di tempat ini” kata Hyukjae sambil memperhatikan para penjaga yang berkeliaran di sekitar kediaman Francaise.

“Apa kau sudah mencarinya?” tanya Donghae, ia merasa bahwa apa yang dikatakan oleh Hyukjae adalah benar “Mungkin saja ada yang tidak sengaja memindahkannya” lanjut Donghae.

“Aku sudah mencari dan juga bertanya. Tak seorangpun yang tahu” kata Sam “Bagaimana mungkin sepeda itu berpindah tempat dengan sendiri?” keluh Sam kesal.

“Sebentar” Siwon tiba-tiba menyela “Apa benda itu yang kau maksudkan?” Siwon menengok ke salah satu pohon yang tak jauh dari situ. Sam, Hyukjae dan Donghae sama-sama menengok ke tempat yang dimaksudkan oleh Siwon.

OH MY GOD!” Spontan teriak Sam yang terkejut. Donghae dan Hyukjae sama terkejutnya dengan Sam. Gadis itu begitu terpukul melihat pemandangan itu. Badan sepedanya yang telah tercerai berai menjadi beberapa bagian terlihat menggantung di sebuah pohon dan tampak seperti hiasan pada pohon natal “Sepedaku…” ringisnya terpukul.

“Sepertinya tak bisa terpakai” Donghae menggeleng prihatin.

“Siapa yang melakukan semua ini?” Sam memandangi Siwon, Donghae dan Hyukjae yang tak berkutik. Mereka hanya menggeleng. “Dasar anak sialaaaaaaan!” umpat Sam kesal, tampaknya ia mengetahui siapa pelaku sebenarnya. Matanya tertanam pada Kyuhyun yang tersenyum bahagia di dalam mobil lainnya yang siap mengantarnya ke sekolah, ia menjulurkan lidah pada Sam. Sebuah pembalasan dari Kyuhyun.

“Sudah hampir terlambat” Hyukjae mengamati jam tangannya “Sebaiknya kita berangkat sekarang” katanya lagi.

“Baiklah, sebaiknya kalian berangkat ke sekolah” kata Sam, ia sedang menahan emosinya “Sepertinya aku harus berjalan kaki” keluhnya pada diri sendiri sambil berlalu meninggalkan Siwon, Hyukjae dan Donghae. Ketiga orang itu saling bertatapan dan tersenyum penuh arti “Hei.. heii.. apa yang kalian lakukan?” Sam yang masih syok dengan sepedanya, bertambah terkejut ketika Hyukjae dan Donghae yang tiba-tiba saja sudah mengapit dan mencengkeram kedua lengannya, “Hei, lepaskan! Tolooong…” teriak Sam saat kedua orang itu membawanya dengan paksa dan memasukannya ke dalam mobil.

Ketiga pemuda itu hanya tertawa pelan melihat tingkah Sam yang berusaha melepaskan diri. Di dalam mobilpun ia masih berusaha keluar meskipun telah diapit oleh Donghae dan Hyukjae.

***

Sekolah mulai dipadati oleh siswa-siswi. Mobil-mobil mewah beriringan memasuki kawasan sekolah menengah atas tersebut. Terlihat Anne baru saja keluar dari mobil yang selalu mengantar jemputnya, menyusul tiga mobil di belakangnya yang masing-masing milik Fleur, Caron dan Cleo. Aline yang secara kebetulan juga baru sampai di sekolah langsung disambut tatapan sinis Fleur, Cleo dan Caron. Ketiga gadis itu lalu menghampiri Anne.

“Bagaimana dengan pesta semalam?” tanya Caron pada Anne.

“Ada yang harus kalian ketahui” ujar Anne yang sepertinya sedang menyimpan topik yang tak sabar untuk dibahas bersama Fleur, Caron dan Cleo. Belum sempat Anne bercerita, perhatian mereka teralih pada sebuah mobil hitam yang baru saja tiba. Aline yang memang masih berada di situpun ikut memperhatikan mobil mewah tersebut, begitu juga dengan para gadis yang berdebar-debar menantikan sesuatu dari dalam mobil itu.

Ya, itu adalah mobil yang selalu ditumpangi oleh pangeran-pangeran sekolah. Memang selalu menarik perhatian jika ketiga anak muda itu muncul di sekolah. Apalagi ketika Siwon keluar dari mobil lalu disusul oleh Hyukjae dan Donghae. Decak kekaguman yang berlangsung berubah menjadi keterkejutan ketika melihat ada orang lain juga yang turut serta dengan ketiga siswa itu.  Semua mata tertuju pada Sam yang baru saja keluar dari mobil. Mereka saling pandang, tak mengerti.

“Apa aku tak salah lihat?” gumam Cleo.

“Ini yang ingin kubicarakan dengan kalian” ujar Anne.

Sam memandangi para siswi yang terus menatapnya curiga, ia hanya melangkah dengan cuek seperti biasanya. Tak jauh dari situ, Aline turut memandangi Sam dan ketiga orang yang bersamanya.

***

Sam menghabiskan jam istirahatnya di atap sekolah, memandangi langit dan gumpalan awan putih yang seperti kapas, terasa begitu dekat di matanya. Atap sekolah  menjadi tempat kesukaan Sam untuk menghabiskan jam istirahatnya karena tempat itu jarang dikunjungi oleh para siswa, Sam bahkan bisa beristirahat dengan nyaman di situ.

Setelah hampir sejam ia melamunkan banyak hal di atap sekolah, Sam akhirnya meninggalkan tempat itu, masuk ke dalam lift dan menuju lantai tempat kelasnya berada. Ia baru saja keluar dari lift, tak jauh dari situ terlihat Fleur, Anne, Cleo dan Caron. Keempat gadis itu langsung mengarahkan pandangan mereka pada Sam.

“Sebenarnya apa hubunganmu dengan Francaise dan juga Hyukjae?” tanya Fleur sinis. Langkah Sam terhenti. “Tak mungkin orang sepertimu bisa bebas berkeliaran dengan mereka” katanya lagi dengan nada yang mengejek.

“Tentu saja” tutur Caron. Anne lebih banyak diam memandangi Sam yang berdiri dihadapan mereka.

“Lalu, benarkah yang semua orang katakan?” Cleo menatapi Sam dengan tatapan yang begitu tajam “Sayang sekali, banyak yang tertipu dengan tampangmu. Kau bukan siapa-siapa, tapi tak mengherankan jika kau bisa menginjakan kaki di tempat ini. Tak lain dan tak bukan, hanyalah seorang pelayan rendahan di kediaman Francaise” katanya lagi.

“Ternyata banyak sekali yang kalian ketahui” sindir Sam “Aku harap kalian benar-benar yakin dengan semua perkataan kalian” sambungnya lagi. Ia langsung menghampiri Hyukjae yang melambai-lambaikan tangannya dari jauh sana. Mata keempat gadis itu terus mengikuti Sam yang berjalan menuju Hyukjae.

 Ekspresi mereka kembali berubah, terutama Fleur yang langsung membelalak menyaksikan Sam yang tiba-tiba menggandeng tangan Hyukjae dengan manja. Hyukjae yang sedikit terkejut hanya tersenyum sambil mengacak-acak rambut Sam, ia langsung melingkarkan tangannya di pundak Sam. Dari jauh Fleur begitu panas dan terlihat sangat cemburu melihat kemesraan yang baru saja dipamerkan kepada mereka.

“Ada apa? Baru kali ini kau bersikap manis seperti ini?” tanya Hyukjae heran.

“Benarkah?” kilah Sam “Aku ingin memanfaatkan dua belas tahun yang berlalu tanpamu. Seperti ini, aku baru merasa punya seorang kakak” kata Sam lagi. Hyukjae hanya tertawa. Sam menoleh ke belakang, ia masih mendapati Anne, Fleur, Cleo dan Caron yang terus memperhatikan mereka. Sam tersenyum pada keempat gadis itu, lalu melingkarkan tangannya di pinggang Hyukjae.

Sam tersenyum puas karena ia yakin jika ada yang tersulut bahkan terbakar di belakang sana. Dia sengaja memamerkan kemesraannya dengan Hyukjae pada keempat gadis itu. Semua siswa yang kebetulan berada di koridorpun merasa heran melihat adegan tersebut. Saat ini tak satupun yang tahu hubungan persaudaraan antara Hyukjae dan Sam.

Sam baru berpisah dengan Hyukjae ketika tiba di depan pintu kelas Sam. Gadis itu segera masuk ke dalam kelas. Selang beberapa detik kemudian Aline juga masuk menyusulinya. Gadis itu langsung mengambil posisi tepat di depan Sam.

“Aline” sapa Sam seperti biasanya, dengan nada cueknya.

“Apa benar kau tinggal di rumah Francaise?” tanya Aline dengan spontan “Benarkah semua yang mereka bicarakan, kau seorang pelayan di rumah itu?” Sam menatapnya cukup lama.

“Apa yang ingin kau dengar?” bisik Sam.

“Semuanya, aku ingin tahu semuanya” Aline menatap Sam dengan kesal “Semua sedang membicarakanmu, aku bingung memikirkan versi mana yang harus kupercaya karena kau sendiri tak mengatakan apapun padaku”

“Baiklah. Anggap saja yang kau katakan tadi adalah sebuah kebenaran” jawab Sam.

“Apa maksudmu?” Aline balik bertanya “Tinggal di rumah keluarga Francaise?” Aline menatap Sam dengan tatapan tajam. Sam hanya mengangguk membuat Aline terkejut “Lalu, pelayan di rumah itu?” tanyanya lagi. Sam memandangi Aline, cukup lama.

“Bukan seperti itu, tapi.. ah baiklah, anggap saja seperti itu” akhirnya Sam mengakhiri tatapan tajamnya, ia terlihat kesal dan malas untuk menjawab pertanyaan tersebut. Aline terdiam, ia tampak syok.

“Lalu…” gumam Aline terputus “Aku juga melihatmu dengan Hyukjae—tadi” suara Aline terdengar begitu pelan dan gugup. “Lalu.. kau dan dia..?” Aline sepertinya tak sanggup untuk melanjutkan perkataannnya.

“Bukankah aku pernah bilang padamu sebelumnya, jika aku terikat hubungan yang cukup istimewa dengan salah satu diantara ketiga orang itu” kata Sam. Aline terkejut, sangat terkejut.

“Jadi orang yang kau maksudkan itu—Hyukjae?” gumam Aline sedikit terbata. Ia hanya memandangi Sam yang terdiam “Baiklah aku mengerti” kata Aline dengan ekspresi yang begitu aneh. Ia langsung meninggalkan Sam tanpa banyak bicara, membuat Sam heran.

“Dasar aneh. Bukankah baru semenit yang lalu dia berkata ingin mengetahui semuanya?” gumam Sam “Lalu pergi begitu saja, dasar gadis aneh..” Sam berkata dengan kesal karena sebenarnya ia baru saja mau menceritakan kebenarannya pada Aline, tapi gadis itu justru pergi begitu saja.

~ to be continue ~

Iklan

271 thoughts on “I Fell In Love, My Trouble Maker Girl (Part 3)

  1. sy_pyeol berkata:

    Spertinya sam benar2 kesepian,seperti seseorang yg mmbutuhkan perhtian,klo mndengar crita dr hyukjae tntang ibunya, sam bener2 ksepian bngt. Pnsaran crita sperti ap yg di smpan sam shingga mmbuat ia mnjadi sperti ini. Siwon mnyukai anne?? Tpi knp mreka berdua terasa dingin. Anehh??? Mngharapkan siwon mnolak tunagannya dng anne,mlihat anne dn tmn2nya itu. Spertinya hyukjae mnyukai alien deh.hihihihi…lucu ye melihat dam fn kyuhyun..kyuhyun gg ada kpoknya ye.. dn sneng bngt liat sam manja2 ma hyukjae..

  2. @R_ELFIna berkata:

    Kyuhyun punya saingan ‘jail’ kayanya ya, siapa lagi kalau bukan Sam 😀
    Ya ampun bayangin wajah2 Fleur and the gang pas liat Sam sama Hyukjae aku ngakak njiir 😀
    Ah Sam emang keren dah!

  3. Yiatri2499 berkata:

    Eoh… Ceritanya benar2 lucu + seru…
    Apalagi moment wktu siwon ngejelasin tentang game antara sam ama kyu, ngakak benget ngebayangin ekpresinya kyuhyun….
    Mkin suka ama ff mhu eon…
    Fighting!!!

  4. bebygyu berkata:

    kaga di mana kaga di mana adaaaaaa ajah yoja rempongnya yah huuuhhh tapi ajaipnya si sam kaya punya kekuatan dewa yah

  5. Hana berkata:

    kocak bngt Sam sm Kyuhyun,
    gila, Sam tega ngasih tinta yg susah ilang dimuka Kyu,,bayanginya aja pengen ngakak trs, ky apa ya gambar di mukanya Kyu, he.he,he.
    trs bayangin jg gmn kebakarnya tuh hatinya fleur wkt liat Sam gandeng Hyukjae.? panas,panas,wkwkwk.

  6. Widya Choi berkata:

    Hahaha itu si kyu am sam musuhan mulu y..aduhhh kyk ny si kyu msih g trima am prbuatan sam jd ny dy blas dendam dg nggntung speda sam d pohon hahaha…
    Jd si anne bnrn mau djodohin am siwon?..sbnrny gmn sih prsaan mrk brdua..kok kyk gmn gt y.
    Wehhh itu si aline knp? Jgn2 dy cmburu liat hyuk am sam y

  7. MissChoi berkata:

    Kyanya sam kesepian bnget,mka nya dia bersfat gt agar dperhatiin sama ibunya, wkwk kyu kshan bnget

  8. riankyu berkata:

    gw mkin hran.. ada ap dngan ibunya sam..?? knpa sam mrah pas ibunya d singgung. . hhaaa misteri bnget sih.. tpi lcunya .. kasianx kyuhyun kitaa.. gk tw mw ngomong apa soal kyuhyun. . ckckck emang sam itu jahil bin jahat.. hahaha

  9. jamurshinee05 berkata:

    apa maksud sam klok dia pernah ngalamin lebih buruk dari itu sebelumnya. apa di sekolahnya dulu dia pernah berbuat krimanal.. dan ttang ibunya apakah benar dia masih hidup atau udah mati. knp dia menwlantarkan sam dan lebih peduli sama penelitiannya. penelitian ap yg di naunhi ibunya hyukjae…
    knp dsini terksean hyukjae seprti gak bersaudara sama sam. dia gak ngenalin adiknya. kalok beesaudara bagaimanapun kita pasti akan mengenali saudara kita kan..

    donghae siwon cukup banyak berubah sudah bisa senyum dan tertawa akan tingkahnya sam..
    hahaha sam bisa aja ya buat flur dan gengnya naik pitam dan ngeluarin api dr mulutnya..wkwkwk
    sering” sam sam hyukjae akrab seprti itu😃
    gak kebayang liat mukanya kyuhyun penuh tinta.. sam akalnya banyak. 😂😂

  10. Gita berkata:

    Hohoho.. Sam sama kyuhyun.. Sama” jail.. Haha gak kebayang mukanya si kyu tu kayak mana sampek” gak mau kluar..
    Apa sih sebenarnya hubungan si anne sama siwon..
    Itu kyaknya si alen cemburu sama sam gara” dekat sama hyukjae

  11. kyunie berkata:

    wkwkwk,kejadian sam ma kyu bnr2 bkin ngakak…
    sbnrny ada apa sh sm ibuny sam?apa yg bkin sam jd kyk gni?ksian sam >,<
    aq pnsaran bgt hub siwon ma anne..ni sp yg naksir sp sh?kok kykny pd cuek2an dh..lgan anne sombong bgt…

  12. Cho Sarang berkata:

    Sam bener – bener jail ngerjain kyuhyun, gw sampe ngakak,spidol super permanen gak hilang selama 2 minggu pantez aja kyuhyun ngurung diri

  13. Mehyun berkata:

    kasihan juga sm itu dia cuma butuh perhatian, apakah ibunya terlalu sibuk sampai gak bisa merhatiin sam, kasihan juga sm kyuhyun dia gak keluar kamar selama dua minggu ck k sam, sam anak orang kok di gituin.

  14. My labila berkata:

    kasihan juga sm itu dia cuma butuh perhatian, apakah ibunya terlalu sibuk sampai gak bisa merhatiin sam, kasihan juga sm kyuhyun dia gak keluar kamar selama dua minggu ck k sam, sam anak orang kok di gituin. salah id komen.

Mohon Saran dan Kritikannya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s