Princess In Your Heart

Image

Cast   :

– Choi Siwon

– Alexa (You)

– Kim Heechul

– Other’s Cast

~~>  FF ini murni imaginasiku, say no to plagiat!!!

~~~~~

 Seorang wanita setengah baya berdiri di muka pintu kamar, ia menyaksikan anaknya merapikan pakaian dalam koper.

“Kau yakin??” tanya wanita itu.

Si gadis tampaknya tak mendengar pertanyaan Ibunya.

“Lexa..”

“Ada apa ma?” tanya gadis bernama Alexa, sedikit terkejut.

“Kau benar-benar yakin untuk pergi?”

“Mama..”

Alexa terdiam memandangi Ibunya, ia tersenyum tipis.

“Ini kesempatan baik untukku, aku sudah lama memimpikan hari ini tiba”

“Mama tahu” wanita itu bergumam pelan “Lexa, tempat yang kau tuju tidak seperti yang kau impikan sejak awal tapi…”

“Mama benar” Alexa tersenyum tipis “Meskipun tidak bisa belajar musik di Italy, tapi kesempatan ini jika Lexa tolak—rasanya tak akan datang untuk kedua kalinya dan lagipula, aku sudah bersusah payah untuk kursus bahasa Korea”

Alexa terdiam lalu tersenyum untuk meyakinkan Ibunya dengan semua keputusan yang sudah dia ambil.

Alexa tergolong dalam mahasiswi yang berotak cemerlang sehingga mendapatkan kesempatan baik ini. Kelihaiannya dalam bermain musik terutama piano sudah tidak diragukan lagi.Mahasiswi semester empat seni musik ini, mendapatkan kesempatan dalam pertukaran pelajar tapi bukan ke Negara impiannya, ia justru harus ke Seoul, Korea Selatan. Meskipun bukan Negara yang difavoritkannya dan jujur, Alexa sedikit banyak tak pernah berusaha untuk mencari tahu tentang culture atau apapun yang menyangkut tentang Negara yang akan menjadi tempat tujuan belajarnya itu.

#####

Phim menarik tangan Alexa. Phim, teman se-apartemen Alexa—sama dengan Alexa, Phim seorang mahasiswi pertukaran pelajar dari Thailand. Kedua gadis itu berusaha menyelinap masuk di antara kerumunan orang banyak di pinggir jalan yang sedang menyaksikan parade di sepanjang jalan.

Alexa sangat terkagum-kagum menyaksikan parade tersebut, musik, orang-orang dengan pakaian tradisional, tari-tarian… dan masih banyak lagi—semua berbaris rapi di sepanjang jalan. Alexa tidak ingin melewatkan tontonan seru ini, ia merekam jalannya parade dengan handycam-nya.

BRUUGH!

Seseorang menubruk Alexa yang sedang sibuk mendokumentasikan parade. Gadis itu terjatuh, ia meringis pelan.

“Lexa..” Phim menghampiri Alexa dan membantu gadis itu untuk berdiri.

“Tak apa-apa”

Mata Alexa terus mengikuti sosok yang telah membuatnya terjerembab. Pemuda berperawakan tinggi, berambut hitam dengan kulitnya yang putih bersih. Pria itu berlari menjauh dan bersembunyi diantara kerumuman orang, berusaha untuk menghindari kejaran beberapa orang berjas hitam—sangat rapi.

“Kau harus berhati-hati, saat-saat seperti ini menjadi ajang yang baik bagi para pencopet” Ujar Alexa. Ia terus menduga.

“Pencopet?”

“Aku rasa begitu” Alexa memandangi Phim yang tampak kebingungan “Kau lihatkan, orang itu—dia dikejar-kejar, aku yakin orang itu telah melakukan sesuatu yang buruk”

“Hanya saja, dengan tampang seperti itu—sangat tak cocok untuk menjadi pencopet, atau seorang kriminal. Pengamanan sangat ketat, keluarga kerajaan ikut menyaksikan parade ini” Phim mendesah. Ada sedikit penyesalan dari raut wajahnya.

Alexa hanya tersenyum tipis. Ia membenarkan ucapan Phim.

(Note : Meskipun sekarang Korea Selatan dipimpin oleh Presiden tapi khusus untuk cerita ini, saya buat dengan latar belakang kerajaan Korea modern)

#####

Seharian penuh tak ada yang dilakukan oleh Alexa. Ia merasa jenuh di apartemennya—terasa membosankan. Teman se-apartemennya, Phim, entah kemana dia, menghilang sejak pagi.

Mata Alexa menangkap piano yang diam di dekat jendela, dengan perlahan ia menghampiri piano yang sepertinya sedang meminta untuk disentuh.

Tak berapa lama, alunan musik yang merdu mulai terdengar. Dengan gemulai, jemari Alexa yang begitu lentik memainkan tuts-tuts piano. Ia memainkan karya Mozart. Baru setengah perjalanan lagu itu dimainkan, Alexa dikejutkan dengan gedoran keras di pintu apartemennya.

Gadis itu, menghampiri pintu—tentunya dengan tanda tanya yang mulai menyapanya.

BRUUAK

Gadis itu baru saja membuka pintu ketika seseorang berbadan tinggi dan tegap, menyelonong masuk tanpa terlebih dahulu mengucapkan sepatah katapun padanya.

“Ah, kau” pemuda itu terhenti “Jika ada orang yang mencariku, katakan saja kau tak tahu” kata pemuda tersebut dan langsung masuk ke dalam kamar Phim.

Seperti yang dikatakan oleh pemuda itu, beberapa orang berpakaian rapi, dengan jas hitam elegan mereka—datang menghampiri apartemen Alexa yang pintunya masih terbuka.

“Agassi. Apakah anda melihat seorang pemuda lewat di sekitar sini?” tanya salah satu di antara mereka.

“Iya.. eh maksud saya tidak”

Entah kenapa Alexa jadi ikut berbohong menuruti permintaan pemuda itu.

“Baiklah. Gamsahamnida” Setelah itu mereka pergi.

Dengan cepat Alexa menutup pintu, dia menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya lagi.

“Mereka sudah pergi??”

“KYAA!!”

Alexa tersentak kaget ketika pemuda misterius itu bertanya padanya. Ia hampir lupa kalau pemuda itu masih berada di dalam apartemennya.

“Waeyo?”

“Aku.. aku..” Alexa yang masih syok tak dapat berkata-kata, ia begitu lemas menatap pemuda berambut hitam tersebut.

“Kau bukan berasal dari sini, benarkan?”

“Aku mahasiswi, pertukaran pelajar dari Indonesia”

“Indonesia?” gumam pria itu “Negara dengan keragaman budaya. Aku pernah ke sana, Bali dan juga—Raja Ampat.. sungguh sangat memukau”

(#hehehehe author ngarep bgt!! Kalo ke Raja Ampat, otomatis mampir di kota tempat tinggal author dong, yang jadi guide’nya author lho hohohohoiii, but tentang tempat wisata itu—sungguh sangat indah, maap nih skalian promosi wisata daerah#)

Alexa mengangguk, menyetujui ucapan pemuda tampan itu.

“Eh tunggu..!! Siapa kau?” Gadis itu seperti baru tersadar dari hipnotis panjangnya, ia menatap penuh kecurigaan “Mengapa kau seenaknya menerobos apartemen ini? Dan juga—kau dikejar-kejar oleh orang-orang itu? Kau, kriminal??”

Alexa mulai merasakan kecemasan dalam hatinya, menatap dengan sorot mata yang mulai ketakutan.

“Aku tak mengira jika gadis Indonesia sangat cerewet”

Pemuda itu tersenyum. Sangat menawan. Mata Alexa sedikit membelalak, ia sepertinya baru menyadari sesuatu.

“Waktu itu, parade—orang yang membuatku terjatuh, bukankah kau orangnya? Lagi-lagi kau berada dalam situasi yang sama. Siapa sebenarnya kau?” Alexa terlihat sangat mencurigai pemuda tampan misterius itu.

Gadis itu merasa dirinya sedang berhadapan dengan seorang kriminal yang cukup berbahaya—kriminal yang menjadi target utama di Korea Selatan.

“Aku Heechul. Kim Heechul” pemuda tampan itu memperkenalkan dirinya “Tentang, mengapa aku dikejar-kejar oleh mereka—itu urusan pribadi dan tentunya sangat rahasia” ia mengerlingkan matanya pada Alexa.

Alexa terkejut,

“Kau melantunkan karya Mozart. Maukah kau memainkannya lagi?”

Alexa kembali terkejut. Ia menatap heran pada Heechul, pemuda yang baru saja dikenalnya tetapi telah memintanya melakukan banyak hal.

“Aku…”

Alexa baru saja hendak menolak permintaan itu, tapi tatapan tajam dan senyum memikat dari Kim Heechul yang tampan membuatnya mengurungkan niatnya. Hati Alexa berdebar-debar halus menikmati senyuman itu, senyuman yang bagi Alexa tidak seharusnya dimiliki oleh seorang buronan.

Dengan gemulai, kembali Alexa memainkan pianonya. Karya Mozart yang dibawakan Alexa terdengar sangat indah dan menyejukkan hati. Debar-debar halus dan degub jantungnya berulang-ulang mengobrak-abrik isi dadanya ketika sadar Heechul terus menatapnya dengan senyuman itu.

Nice..” kata-kata itu keluar dari mulut Heechul “Permainanmu sangat mengesankan”

“Gamsahamnida”

“Aku harus kembali..”

“Eh..”

“Kau..” Heechul menatap Alexa “Beautifull” katanya sebelum akhirnya pergi.

Alexa hanya tertegun, begitu terkesima dan juga merasa tersanjung atas ucapan pemuda yang baru saja di kenalnya itu.

#####

Sudah enam bulan Alexa berada di Seoul. Gadis itu baru selesai menelepon keluarganya, melepas rindu dan mengabari keluarganya tentang perkembangan dirinya. Ia menandai kalendernya. Alexa menarik nafas panjang, banyak hal yang telah terjadi sejak pertemuan pertamanya dengan pemuda yang mengaku bernama Kim Heechul.

“Mau kemana?” tanya Phim, tampak heran melihat cara berpakaian Alexa yang cukup resmi jika hanya untuk jalan-jalan saja.

“Aku.. mau melihat pameran seni lukis di gedung X”

“Benarkah, aku kira tempat itu adalah tempat yang selalu dipenuhi oleh orang-orang kelas atas”

“Kau benar, untuk itulah aku harus berpenampilan baik”

“Tapi, bagaimana kau bisa ke sana??”

“Undangan ini ditujukan padaku” Alexa memperlihatkan undangan yang di pegangnya.

“Siapa yang memberikan undangan ini, kenapa kau??” Bisik Phim penasaran.  Alexa juga sama penasarannya, ia merasa tak termasuk dalam hitungan orang penting atau kelas atas di Negara itu—tentu saja, dirinya hanya pelajar biasa.

~~~~~

Alexa terkagum-kagum memandangi lukisan yang berjejer rapi di sepanjang dinding galeri. Begitu banyak lukisan yang serasa menyentuh hatinya.

“Agassi” seorang gadis muda penerima tamu menghampiri Alexa “Alexa-ssi??”

“Ne”

“Ada titipan khusus untuk anda” kata gadis itu sambil menyerahkan seikat besar mawar merah yang sangat indah.

“Gamsahamnida. Tapi, siapa?”

“Seorang pria menyerahkan bunga ini di meja kami”

Alexa membuka kartu yang diselipkan di antara kuntum-kuntum mawar itu

Pengagum Rahasiamu… C.S~~” Hati Alexa diliputi tanda Tanya “C.S??”

#####

Disebuah tempat, dua orang pemuda tampan, begitu dekat dengan kesan perfect, keduanya terlihat sedang bercakap-cakap.

“Sampai kapan kau akan terus bermain-main?”

“Jangan melemparkan tuduhan seperti itu padaku”

“Kau membuatku kehilangan kata-kata..Yang Mulia”

“Yaa~ Heechul-a, sejak kapan kau memanggilku seperti itu?” pemuda tampan itu tertawa

“Animnida. Bagaimana mungkin aku berlaku tidak sopan padamu”

“Lihatlah, kau sangat aneh” sorot matanya tampak kebingungan “Kehidupan dan peraturan istana sangat menyiksaku. Sejak kecil, kau satu-satunya sahabat terbaikku”

“Aku mengerti, tapi kau harus ingat jika kau masih seorang Hwangtaeja. Suatu saat, kau akan melanjutkan kepemimpinan yang saat ini berlangsung. Masa depan Negara ini ada di tanganmu”

(#Hwangtaeja : Putra Mahkota#)

“Araseo. Kau orang yang selalu mendukungku. Gomapta” pemuda itu tersenyum dengan penuh wibawa, berbicara dengan tak begitu formal “Kim Heechul, kau sangat mengagumkan. Bukankah kau lebih cocok menjadi seorang pangeran dibandingkan aku?”

Pemuda itu tertegun.

“YAA!! Choi Siwon, kau bicara apa??” ia membentak sang pangeran dengan galak.

“Akhirnya kau kembali, aku cemas melihat kau berbicara begitu formalnya denganku. Kupikir kepalamu terbentur” pangeran tertawa lega melihat sifat sahabat terbaiknya telah kembali normal.

“Kau membuatku frustasi” ia mengerang kesal “Bagaimana mungkin kau melakukan semua itu, bermain-main seenaknya. Kau bahkan melibatkanku”

“Mianhae, tapi bagiku ini bukanlah sebuah permainan” pangeran tampan itu tersenyum penuh arti “Aku masih membutuhkan bantuanmu”

“Siwon-a” Pemuda bernama Heechul itu, tak tahu hendak berkata apa lagi, ia kehilangan kata-kata untuk menasehati pangeran “Untung kau seorang pangeran jika tidak kau sudah kubunuh sejak dulu. Setelah ini, kau harus membersihkan identitasku”

“Araseo. Kau tak perlu cemas—identitasmu berada di tangan orang yang tepat”

“Apa kau ini seorang pangeran?” Ia mulai tak yakin melihat ulah pangeran tampan itu “Aku tak bisa membayangkan seperti apa raut wajah gadis itu jika mengetahui semua ini”

Sang pangeran hanya tersenyum tipis.

#####

“Lexa..” Heechul membuka pembicaraan

“Hmm??” Alexa menghentikan permainan pianonya

“Aku ingin meminta pendapatmu”

“Mwoya?”

“Tanggapanmu, tentang aku”

“Kau bertanya seperti itu padaku?” Alexa tertawa pelan

“Yaa~ aku tak menyuruhmu tertawa” Heechul tampak merengut.

“Baiklah” Alexa bergumam “Apapun tentangmu—aku rasa, kau orang yang aneh dan sangat misterius”

“Misterius??”

“Tentu” jawab Alexa “Sampai detik ini kau membuatku bingung dan penasaran. Aku tak mengerti, mengapa tiap kali kau dikejar oleh pria-pria itu?”

“Ah, itu..” Heechul tersenyum “Lalu apa yang kau pikirkan??”

“Kim Heechul. Kau melakukan sesuatu yang salah, kesalahan besar. Apakah begitu?”

“Araseo, aku tak akan menyangkali ucapanmu” kata Heechul “Alexa-ssi, kau tak perlu cemas karena kesalahan yang kulakukan tidak sampai menghilangkan nyawa orang lain” Kata Heechul lagi saat melihat rona wajah Alexa yang tiba-tiba berubah seketika “Seandainya itu benar, aku tak akan membunuhmu..”

“Jadi kau bener-bener seorang…”

“Bercanda” kata Heechul sambil tertawa, melihat ketakutan Alexa yang semakin jelas.

Alexa bernafas lega,

“Lalu..??”

“Mwoga??” Alexa tak mengerti

“Pendapatmu tentang aku?”

“Kau ingin aku mengulanginya??”

“Anio,, hanya saja…” Heechul bergumam tak jelas, ia terdiam seperti memikirkan sesuatu

Kau… sangat tampan” bisik Alexa dalam hati “Memangnya ada apa??” tanya Alexa

“Aku menyukai seseorang”

Alexa terkejut mendengarkan penuturan Heechul.

“Aku ingin tahu, apa reaksinya jika aku mengatakan itu padanya?”

“Kupikir dia akan menerimamu” Jawab Alexa lemas.

Sepertinya ia telah merasa patah hati, karena pemuda tampan dihadapannya telah menyukai seseorang

Hanya wanita bodoh yang berani menolakmu, sekalipun kau tampak misterius” kembali hati Alexa berbisik.

“Benarkah??” Heechul menyengir, ia tampak senang

“Iya” jawab Alexa “Wae?”

“Lalu, bagaimana jika kukatakan jika gadis itu adalah kau” Heechul menatap Alexa dalam-dalam.

Alexa terdiam, ia balik menatap Heechul lalu tertawa terpingkal-pingkal.

“Jangan bercanda..”

Seolah-olah itu merupakan sebuah lelucon. Tawa Alexa mulai memudar dan akhirnya terhenti, karena tatapan tajam Heechul. Tatapan itu benar-benar tidak menyimpan kebohongan.

“Kau tak akan menolakku. Benarkan?” Heechul tersenyum menatap Alexa.

#####

Alexa membawa masuk seikat mawar merah yang di dapatinya di depan pintu apartemen.

“C.S lagi?” tanya Phim

“Iya”

“Tinggal menunggu waktu untuk merubah apartemen ini menjadi kebun bunga”

Alexa hanya mengumbar senyum mendengar celoteh Phim. Sejak titipan bunga mawar di galeri itu, setiap paginya akan ada mawar-mawar lain di depan pintu apartemen dengan inisial yang sama. Siapa sebenarnya C.S itu??

~~~~~

Alexa bangun begitu pagi, ini tidak seperti biasanya. Ia sengaja bangun lebih cepat untuk memecahkan misteri yang setiap hari menyelemuti kehidupannya, membuat rasa penasaran itu tidak lagi menghantui dirinya.

Suara deru mesin mobil…

Alexa mengintip dari kaca, di bawah sana seorang pria tampan tampak keluar dari dalam sebuah mobil hitam mengkilat mewah. Pria itu mengeluarkan uang dan memberikan kepada seorang anak penjual bunga yang berjualan di seberang jalan, tidak jauh dari apartemen. Pria itu lalu kembali ke dalam mobil dan akhirnya pergi.

“Orang itu..??” Alexa mulai menduga-duga.

Beberapa saat kemudian terdengar suara langkah kaki seseorang di luar apartemennya, Alexa membuka pintu dan kembali mendapati seikat besar mawar merah seperti biasaya.

“Jamkkanman..” Panggil Alexa pada anak penjual bunga itu. Ia berbalik “Kau yang selalu menaruh bunga-bunga ini setiap pagi??”

“Ne”

“Apa mungkin kau tahu siapa yang mengirimkan bunga-bunga ini”

“Noona, bukankah noona sudah melihat orang itu??” anak itu kembali bertanya. Alexa mengangguk “Lalu mengapa noona masih bertanya padaku?”

“Itu.. C.S??” Alexa bergumam dan kembali terdiam.

“Noona, aku mengerti untuk orang asing sepertimu, mungkin kau tak begitu tahu tapi setidaknya untuk berkunjung apalagi tinggal di sini bukankah noona seharusnya tahu sedikit tentang budaya maupun sistem pemerintahan kami? Noona kau tak pernah melihat majalah ataupun televisi??” anak itu terlihat berceloteh riang.

Alexa mengakui dalam hati, jarang sekali ia melakukan kedua hal itu—membaca majalah ataupun nonton. Ia bahkan malas berurusan dengan hal lain selain musik, padahal ia sendiri tahu jika Negara tempatnya berada saat ini menjadi impian bagi para gadis mengingat K-Pop maupun K-Drama sedang membooming di dunia—terlebih di Negara asalnya Indonesia, tapi hal-hal itu tak sedikitpun menarik perhatian Alexa—tentu saja. Di kepalanya hanya ada musik, belajar dan berlatih.

“Kau benar tapi, apa hubungannya dengan bunga-bunga ini..”

“Aigo noona,, kau ini sungguh lucu. Kau sudah melihat orang itu?” Alexa tak bisa memahami maksud anak lelaki itu “Orang itu adalah Hwangtaeja”

“Mworago?? Hwa..Hwangtaeja?”

“Ne, Hwangtaeja” anak itu meyakinkan Alexa “Kau lihat identitasnya, C.S—dia itu, orang itu adalah Pangeran Mahkota Choi Siwon”

“Mwo? Mworago??”

“Noona, bagaimana kau bisa berkenalan dengan pangeran?”

Alexa tak bisa menanggapi pertanyaan anak kecil yang kelihatannya sangat penasaran. Ia sendiri tak percaya dan tak yakin dengan apa yang didengarnya. Hwangtaeja Choi Siwon? Bagaimana mungkin? Alexa bahkan belum pernah bertemu dengan orang itu. Gadis itu merasakan sekujur tubuhnya melemas.

#####

Perasaan-perasaan aneh selalu saja mengganggu Alexa, bukan hanya di lingkungan apartemennya, tapi suasana menegangkan kini dirasakannya di seluruh tempat, dimana ia berada bahkan di kampus sekalipun.

“Ada apa ini?” Alexa bertanya pada dirinya sendiri ketika mata semua orang tertuju padanya.

Alexa merasa semua orang yang berpapasan dengannya selalu menatapnya penuh selidik, mereka seperti membicarakan Alexa.

Kelas musik sudah usai, dalam sekejap ruangan itu langsung kosong dan sunyi. Alexa masih mengemasi buku-bukunya dengan santai.

“Alexa..!!!” Phim masuk ke dalam kelas musik dengan terburu-buru. “Akhirnya… dari tadi aku mencarimu”

“Kelas musik baru saja selesai” jawab Alexa “Ada apa?”

“Aku punya sesuatu untukmu”

Phim menyerahkan majalah yang dibawanya kepada Alexa

“Ini?” tanya Alexa heran

“Baca saja,”

“Kisah cinta Pangeran Mahkota” Alexa membaca judul yang ditunjukkan oleh Phim padanya “Park Ae Rin yang cemburu..” Lanjutnya lagi. “Apanya yang mengejutkan?”

“Baiklah” Phim menarik nafas dengan kesal.

Gadis itu menarik majalah yang dipegang Alexa

Pangeran Mahkota, pangeran Choi Siwon secara terang-terangan mengatakan pada pers bahwa hatinya telah tertambat pada seorang gadis, dan telah menetapkan bahwa kelak gadis itu yang akan menjadi Putri Mahkota dan suatu saat kelak menjadi Ratu, mendampinginya menjalani tugasnya sebagai Raja. Pengakuan Pangeran Mahkota membuat Park Ae Rin, putri seorang chaebol yang belakangan ini dikabarkan dekat dengan Pangeran Mahkota—merasa cemburu

Phim membaca isi dari berita tersebut.

“Lalu??”

“Berita utamanya adalah… gadis yang disebut-sebut itu adalah kau”

“Aku??” Alexa tertawa geli.

“Iya kamu, di sini jelas-jelas tertulis nama A-L-E-X-A”

“Kau pikir, aku satu-satunya wanita bernama Alexa? Phim, jangan terlalu jauh menanggapi berita itu”

Alexa, seorang mahasiswi pertukaran pelajar yang sedang melanjutkan study di Universitas Y, seni musik, adalah gadis yang disebut-sebut oleh pangeran Siwon..

Phim membaca lagi isi majalah itu

“Apa kau masih bisa menyangkali itu?”

“APA??” Alexa merampas majalah itu lalu membaca dengan cermat, “K, kenapa.. kenapa seperti ini??”Alexa tampak bingung dan masih tak percaya

#####

“Kau menolak lamaran Pangeran Mahkota. Waeyo?” tanya Heechul

“Kenapa kau bertanya seperti itu?” Alexa balik bertanya. Ia heran mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Heechul.

“Anio. Kau hanya perlu tahu jika aku berbeda dengan orang itu. Choi Siwon, Pangeran Mahkota—pangeran pewaris yang suatu saat akan menjadi raja, jika kau menerima lamarannya bukan tak mungkin kelak kau akan menjadi ibu dari Negara ini. Lalu aku,..” Heechul terdiam “Sampai sekarang kau bahkan masih penasaran denganku..”

“Kau cemburu?”

“Untuk cemburu, apakah masih pantas?”

“Aku tak akan melakukan itu. Putri Mahkota? Ratu? Itu bukan aku. Tak tahu bagaimana sampai dia menyukaiku, tapi membuatnya berharap padaku—aku sangat menyesal, aku tidak dilahirkan untuk hal-hal seperti itu”

“Menjadi seorang putri, bukan hanya dilihat dari gelar maupun darah bangsawan. Bukan hanya dari penampilan saja, tapi juga dari sikap dan cara bertutur kata” ucap Heechul, ia terlihat lain dari biasanya “Dan aku tahu, hati seorang putri ada dalam dirimu..” tatap Heechul pada Alexa.

Alexa termangu.

“Heechul-a.. entahlah, tapi semua yang kau katakan terdengar seperti kau merestui aku dan orang itu? Waeyo?”

Heechul hanya diam, dengan senyum yang misterius. Entah apa yang ada di dalam kepalanya.

#####

Beberapa minggu belakangan ini Heechul tidak pernah muncul lagi di hadapan Alexa, Tak ada kabar apapun dari pemuda itu, kali ini Heechul benar-benar menghilang. Batin Alexa semakin berkecamuk membayangkan bahwa Heechul marah padanya lalu memutuskan untuk tidak menemui dirinya lagi.

“Hei kau!!” Seorang wanita turun dari dalam sebuah mobil. Ia menghampir Alexa yang menatapnya

“Ada apa?”

“Jadi, kau yang bernama Alexa itu?”

“Iya..”

“Ohh..”

Wanita muda itu menatap Alexa dengan tatapan sinis dan menghina

“Sayang sekali aku harus mengatakan ini pada orang sepertimu..”

“Mwo?”

“Jangan pernah mencoba untuk mendekati Siwon-gun” katanya “Aku tidak menyangka sainganku adalah gadis sepertimu”

“Apa maksudmu?”

“Lihatlah dirimu. Kau benar-benar tidak pantas berada di samping orang itu, gadis biasa tanpa gelar kehormatan dan … miskin..”

“Maaf, membuatmu harus mengatakan hal itu padaku… Agassi, anda salah. Aku sama sekali tidak tertarik pada orang itu. Sebaiknya kau, tanyakan pada dirimu sendiri mengapa orang itu tak menyukaimu”

Wanita itu menatap Alexa dengan kesal lalu kembali ke dalam mobil mewahnya dan langsung meluncur pergi.

“Park Ae Rin, kau terlihat lebih cantik dibandingkan fotomu tapi aku menyayangkan sifatmu yang seperti itu”.

#####

“Ada apa?” Alexa menatap Phim yang baru saja masuk “Apa yang kau pegang?”

“Ini, sepertinya untukmu” Phim memperlihatkan sesuatu yang dibawanya.

Alexa tersentak kaget dan dengan cepat Phim meraih benda itu dari tangan Alexa.

“Alexa.. apa ini benar-benar..????”

“Undangan pesta dansa di istana.. besok..”

“Ya Tuhan, ini pasti dari pangeran itu”

“Menurutmu begitu?”

“Iya. Aku yakin, dia pasti akan melamarmu”

“Aku berharap itu tak pernah terjadi”

“Alexa, semua gadis di Negara ini pasti sangat iri padamu. Tiba-tiba kau mengatakan hal gila itu??”

“Aku tahu, dia pangeran yang tampan. Aku merasa tersanjung tapi dipikir bagaimanapun, aku tak akan melakukannya” ujar Alexa “Orang itu, Kim Heechul karena hal ini dia menjauhiku—dia itu misterius tapi tetap saja aku tak bisa menggantikan posisinya di hatiku dengan pangeran itu”

~~~~~~

Keesokan harinya…

“Kau yakin?” Phim bertanya pada Alexa setelah menatap jam dinding “Sudah waktunya”

“Tidak, aku tak mau menghadiri pesta itu”

“Begitu..” Terlihat ada sedikit kekecawaan dari raut wajah Phim.

Seseorang mengentuk pintu apartemen Phim dan Alexa. Kedua gadis itu saling berpandangan ketika ketukan itu terdengar lagi.

“Baiklah.. biar kulihat siapa yang datang”

Phim segera menghampiri pintu

“Alexa!!!”

Terdengar panggilan Phim beberapa saat kemudian. Suaranya terdengar gugup.

“Iya..”

“Cepat.. cepat ke sini!!!”

“Kau membuatku kaget” gerutu Alexa, ia menyusuli Phim.

“Ada apa…??”

Alexa tak jadi bertanya ketika melihat siapa yang berdiri di muka pintu. Tiga orang pria berjas, mereka terlihat sangat berwibawa dan rapi.

“Mereka mencarimu” kata Phim

“Agassi, ikutlah dengan kami” kata salah satu diantaranya dengan sopan.

“Aku..???”

~~~~~

Di dalam sebuah mobil mewah yang tengah meluncur dengan cepat, Alexa masih terdiam. Ia berusaha untuk mempercayai bahwa semua yang dialaminya bukan hanya sebuah mimpi. Bagaimana mungkin tidak, dirinya kini sedang menuju istana, tempat yang tidak ingin didatanginya, dikawal oleh beberapa orang pria berdasi dan juga terlebih lagi pada penampilannya yang berubah drastis. Yeah, sebelumnya ia dibawa menuju ke sebuah butik ternama, setelah itu dirinya di make over disebuah salon yang tak kalah berkelas. Pakaian dan perhiasan yang dikenakan membuat gadis yang cantik itu semakin bertambah cantik.

Seorang pengawal membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Alexa untuk turun dengan penuh hormat. Mata Alexa terbuka lebar ketika melihat apa yang ada di hadapannya. Ia telah berada di dalam lingkungan istana dengan bangunan-bangunan korea yang memukau. Puluhan mobil mewah terparkir disitu. Begitu banyak pengawal yang lalu lalang menjaga keamanan istana yang sebentar lagi akan melangsungkan pesta dansa.

Gadis itu mengikuti langkah seorang pengawal yang menuntunnya memasuki istana.

“Lady Alexa. Mahasiswa universitas Y,.!!”

Alexa terkejut mendengar namanya disebut saat memasuki ruang utama tempat pesta berlangsung. Ya, setiap orang yang datang memang akan langsung diperkenalkan, tapi Alexa masih bingung karena ia tak memberitahukan identitasnya pada orang tadi terlebih lagi ia masih merasa lucu dengan sebutan Lady tadi.

Semua yang ada di dalam ruangan menatapnya dari ujung kaki sampai kepala, Alexa merasakan sekujur tubuhnya mendadak dingin dan kaku. Orang-orang berkelas itu terus menatapnya ditambah lagi puluhan wartawan yang terus memotret

klik..klik..klik..

Langkah kakinya yang anggun memasuki ruang pesta cukup menarik perhatian. Yah, gadis itu memang terlihat sangat cantik dan anggun tak heran kalau dirinya menjadi pusat perhatian dan memikat semua orang. Tak jauh dari situ, seorang gadis menatapnya dengan kesal dan penuh rasa cemburu, siapa lagi kalau bukan Park Ae Rin.

Satu jam sudah pesta itu berlangsung. Sudah beberapa pemuda yang mengajak Alexa berdansa, ia tak kuasa untuk menolak ajakan itu. Alexa merasa berterimakasih pada Ibunya yang telah mengikutkannya les dance sejak TK, padahal itu bukan hal yang disukai olehnya, kini semuanya berguna.

Selama satu jam itu pula mata Alexa terus menerobos orang-orang yang ada di dalam ruangan tersebut untuk mencari sosok pria setengah baya yang dilihatnya beberapa waktu yang lalu, ia mencari pangeran Siwon.

“Hadirin..” Seseorang meminta perhatian semua tamu “Untuk melengkapi pesta ini, atas permintaan Yang Mulia Pangeran Mahkota maka saya mengundang dengan hormat nona Alexa untuk mempersembahkan sebuah lagu”

Alexa terkejut mendengar namanya disebut. Ia tak mungkin menolak permintaan calon pemimpin di Negara itu, apalagi ratusan pasang mata itu seolah-olah menyuruhnya untuk segera menghampiri piano yang sepertinya sengaja disiapkan untuknya.

Alexa menarik nafas panjang. Ia melihat piano yang ada dihadapannya. Jantungnya berdetak dengan kencang karena gugup, ruangan itu terasa sunyi menanti permainan pianonya. Tak lama kemudian yang terdengar hanya alunan musik piano. Jari-jari Alexa memainkan tuts-tuts dengan sangat gemulai. Ia terlihat sangat menjiwai sehingga merasa hanya seorang diri bersama piano itu saja, dirinya telah lupa bahwa ratusan pasang mata telah terhipnotis dan terkesima dengan permainan pianonya.

Tepuk tangan yang meriah terdengar di seluruh ruangan tatkalah Alexa selesai memainkan pianonya. Semua hadirin terlihat puas dan masih terkesima akan penampilannya tadi. Alexa sendiri merasa senang sekaligus tak percaya kalau permainannya akan mendapat sambutan yang sangat luar biasa.

Gadis itu membungkuk memberi hormat pada semua orang yang ada disitu dan pada saat yang sama matanya menangkap sosok yang sedari tadi dicarinya

“Itu dia..” bisiknya, ia mengenali orang yang membeli bunga di dekat apartemennya. Alexa menghampiri pria tampan dengan pakaiannya yang rapi. Ia membungkukkan tubuhnya tanda hormatnya pada sang pangeran.

“Alexa-ssi..” Pria itu tersenyum, lembut “Permaian anda sangat memukai hati.. benar-benar menawan” katanya memuji Alexa

“Gamsahamnida” Jawab Alexa “Joesong-hamnida, aku tak bermaksud untuk tidak menghormati anda tapi aku merasa tak pantas untuk menerima semua kebaikan yang anda tawarkan”

“Ada apa?” Pria itu terlihat bingung

“Aku tak bermaksud untuk mengecewakan hati pangeran, tapi aku merasa bukan orang yang tepat bagi pangeran” Meskipun kegugupan dalam hati Alexa begitu besar tapi ia tetap ingin menyampaikan isi hatinya “Aku, sudah ada yang aku sukai, Heechul. Kim Heechul, orang itu sangat berarti bagiku—maaf untuk mengatakan semua ini”

Pemuda tampan itu tertegun. Ia menarik nafas kasar,

“Rupanya dia belum mengatakan apapun” desah gusar pemuda itu terdengar seperti sedang memberitahu dirinya sendiri. Ia lalu menatap Alexa “Agassi, apakah mungkin anda menolak seorang pangeran dan memilihku?” ia tersenyum.

“Ne? Apa maksud anda?” dahi Alexa tampak berkerut.

“Maaf. Apakah mungkin Kim Heechul yang anda maksud adalah aku? Ataukah ada orang lain bernama Kim Heechul selain aku?”

Ucapan itu membuat otak Alexa tersumbat, ia mulai tak mengerti dengan alur saat ini.

“Aku, aku sama sekali tak paham maksud anda?” Alexa tertawa kaku “Bagaimana mungkin ini—maksudku, Kim Heechul…jika anda Kim Heechul…”

“Kau tetap menolak lamaran itu?” terdengar suara yang sangat familiar di telinga Alexa. Gadis menoleh seketika.

“Heechul???”

Alexa terkejut mendapati sosok Heechul yang ia kenal telah berdiri dihadapannya. Semakin heran melihat keberadaan kekasihnya di tempat itu. Pemuda yang tampak memukau dan semakin tampan dengan pakaian yang dikenakannya—ia terlihat berbeda. Alexa bungkam, ia memandangi pemuda yang terus tersenyum memamerkan lesung pipinya—senyuman yang selama ini terus dirindukan Alexa.

“Sudah kukatakan, seharusnya sejak awal kau membersihkan identitasku” pria yang mengaku bernama Heechul menatap dengan penuh kesal pada pemuda tampan yang baru tiba itu “Agassi, maaf harus mengatakan ini—tapi anda salah mengenali orang” ia kembali menatapi Alexa yang masih tak berkutik.

“Wae..waeyo? sebenarnya ada apa ini?”

“Aku adalah Kim Heechul, sahabat terdekat Pangeran Mahkota” pria itu berkata sambil tersenyum

“Jamkkanman, ini…mwoya??”

“Orang yang berdiri di hadapan anda, orang yang selama ini anda kenal sebagai Kim Heechul—tentu saja, untuk berjumpa denganmu dia seenaknya memakai identitasku. Dia adalah Choi Siwon”

Bagai petir di siang bolong yang memberikan sengatan listrik disekujur tubuh Alexa. Gadis itu tak dapat berkata apa-apa. Ia hampir pingsan dengan semua itu.

“Heechul??  mana mungkin kau..” kata-kata Alexa jadi tak beraturan dan terbata-bata. Ia menatap sosok yang ditunjuk oleh pria yang mengaku bernama Heechul.

“Hwangtaeja Choi Siwon” Heechul yang asli kembali memperjelas ucapannya.

Alexa mundur beberapa langkah, ia tertatih. Baru saja mendapat kejutan luar biasa.

“Apa bunga-bunga itu sudah sampai di tempatmu? Maaf, harus mengejutkanmu seperti ini” ujar Siwon

“Ja..jadi..??” Alexa tampaknya masih belum percaya.

“Akulah pangeranmu.. Choi Siwon..” Ucap Siwon dengan senyumnya yang semakin menawan. Ia mengecup kening Alexa.

Oh my God, Moms!!” jerit batin Alexa “Ternyata, anakmu ini berkencan dengan seorang pangeran” bisiknya lagi.

Walau masih merasa ini seperti mimpi, tapi Alexa berusaha mempercayai apa yang dialaminya.

Apa seperti ini rasanya menjadi Cinderella????

~ The End ~

Iklan

95 thoughts on “Princess In Your Heart

  1. dee berkata:

    daebak !!!!aku juga mau jadi cinderella kayak alexa …..bisa2nya siwon nyamar jadi heechul ..nggak diklarifikasi pula ..bikin alexanya bingung ..

  2. Eka puspita elf berkata:

    Ini mah nama nya rejeki durian runtuh, tiba” di lamar seorang pangeran, aku juga mau ha ha, aku kira heechul itu ya heechul oppa eh gk tau nya siwon oppa

  3. Anonim berkata:

    Enak ya jd alexa hahaha, hidupnya seperti cerita cinderella saja. Awalnya gk nyangka klo sih siwon nyamar jd heechul, mala ngerasa aneh awalnya kok yg dikejar” itu heechul 😀

  4. Lkim berkata:

    Enak ya jd alexa hahaha, hidupnya seperti cerita cinderella saja. Awalnya gk nyangka klo sih siwon nyamar jd heechul, mala ngerasa aneh awalnya kok yg dikejar” itu heechul 😀

  5. Fiyaa berkata:

    Enak deh yaa dilamar pangeran apalagi pangerannya setampan mas siwon :v Pengen jadi Alexa juga kakaa

  6. LC_Ovan berkata:

    Ahhhh jadi itu alasan’a kenapa “Heechul” selalu dikejar” secara dia itu sebenar’a Putra Mahkota Choi Siwon dan baru ngeh maksud kata” Heechul kalau Siwon harus membersihkan identitas’a untuk ketemu Alexa dasar bang kuda ada” ada tapi untung semua selesai dan bahagia akhir’a nemu juga FF OS yg happy ending setelah When The Detective Need Husband mana sama” Siwon lagi cast’a

    Q juga pengin banget ke Raja Ampat tapi malah saat liburan berakjir di Bali ya sudah mungkin lain waktu bisa liburan ke Raja Ampat aminnn Ya Tuhann

  7. Sarti prihatin berkata:

    Cinderela masa kini alexa nasib nya beruntung. Rupanya siwon menyamar jadi heechul pantas dia minta namanya dibersihkan.

  8. Widya Choi berkata:

    Uwaaaa brsa ktiban duren runtuh. Niat k seoul mau bljar eh malah dpt pngeran tampan..bruntungny si alexa..jd mupeng saya 😄😄😄

Mohon Saran dan Kritikannya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s