Only For Him (Part 2)

Cast             :

–  Choi Siwon

–  Go Yoo Bin (Fiction)

–  Leeteuk

–  Other cast

~~>  FF ini murni imaginasiku, say no to plagiat!!!

~~~

 

Seperti biasanya Yoo Bin dan Leeteuk duduk dibawah pohon tempat favorit mereka untuk ngobrol. Tangan Yoo Bin yang tak bisa diam, selalu asyik mencabuti rumput-rumput liar di sekitar situ.

“Kapan kau akan kembali ke Seoul?” Yoo Bin membuka percakapan

“Wae? Kau bosan melihatku?”

“Oppa..!” Yoo Bin menatapi Leeteuk dengan kesal

“Rasanya—aku ingin tetap berada di sini”

Keduanya kembali terdiam. Satu menit, dua menit, tiga menit.. bahkan beberapa menit setelah itu, keduanya tak bersuara.

“Oppa, mengapa melihatku seperti itu? Ada yang aneh denganku?” Tanya Yoo Bin saat sadar Leeteuk terus menatapnya.

“Yoo Bin-a, aku tak sedang melihatmu..” kata Leeteuk berusaha berkelit dari pertanyaan Yoo Bin “Atau kau sangat gugup berada di dekatku?” Tanya Leeteuk balik, ia tertawa melihat ekspresi Yoo Bin

“Yaa~ oppa..” Yoo Bin melempar sebuah kerikil kecil ke arah Leeteuk yang terus tertawa.

“Bagaimana dengan Siwon?”

Yoo Bin menarik nafas panjang..

“Berantakan..”

“Apanya yang berantakan?”

“Semuanya. Pokoknya kacau. Baru kali ini aku melihat orang yang seperti itu. Sifatnya itu menyeramkan, pemarah dan galak, makin hari makin menjadi-jadi”

“Begitulah, sayang sekali kau harus kena getah atas sikap kasar Siwon”

“Bukan kena lagi, tapi sudah mandi getah” ujar Yoo Bin, Leeteuk kembali tertawa mendengar ucapan Yoo Bin “Tidak hanya aku, bahkan seisi kelas. Aku kasihan padanya”“Mwo?” Tanya Leeteuk tak mengerti.

“Sebagai seorang kakak, kau pasti tahu tentang Siwon meskipun kalian tak akur” kata Yoo Bin pelan “Orang seperti Siwon, dengan ego yang tinggi, kasar dan tak pernah ramah pada siapapun. Aku khawatir kalau dia seperti itu terus akan merugikan dirinya sendiri. Oppa, kau tahukan di sekolah kita banyak anak nakal yang paling tidak suka dengan sifat orang yang seperti sifatnya”

Yoo Bin terdiam beberapa saat, ia memandangi Leeteuk yang tampaknya sedang menerawang lurus ke depan

“Sepertinya kau sangat memperhatikan Siwon”

“Oppa”

“Ucapanmu membuatku sadar kalau kau begitu perduli pada Siwon. Aku sendiri tak pernah merasakan perhatianmu yang seperti itu”

Yoo Bin tertegun mendengar ucapan Leeteuk, tatapan Leeteuk yang lain dari biasanya

“Kau berlebihan oppa, aku seperti itu karena aku ketua kelas”

Yoo Bin tertawa hambar, ada perasaan aneh yang langsung menyelimuti hatinya.

“Molla” jawab Leeteuk “Tapi aku berharap ucapanmu itu benar” kata Leeteuk sambil beranjak dari posisinya

“Oppa eodieyo?”

“Ada sesuatu yang harus kulakukan”

 

#####

 

“Mau coklat?” Yoo Bin menawarkan coklat yang dipegangnya pada Siwon.

“Aku membenci makanan manis, terutama coklat!” jawab Siwon dingin.

“Aku tak heran lagi” gumam Yoo Bin, “Tak ada salahnya jika kau mencobanya. Kau tahu jika coklat bisa merubah suasana hati?”

“Sekali aku bilang tak suka, tetap tak suka. Kau tidak perlu memberikan begitu banyak komentar!!”

“Aigo, siapa juga yang mengomentarimu” gerutu Yoo Bin sambil menjejal coklat ke dalam mulutnya “Kau juga tak perlu sekasar itu? Jika tak suka, kau harus menolaknya dengan halus—tidak, terima kasih…”

“Yaaa!!” Siwon tampak kesal “Berapa kali harus kukatakan, jangan mencampuri urusan pribadi orang lain??”

Dasar gila” gerutu Yoo Bin dalam hati. Ia menghampiri Hyesun di tempat duduknya.

“Sial, kenapa semakin hari dia semakin menyebalkan?” Yoo Bin menumpahkan uneg-unegnya di depan Hyesun

“Ohh..”

“Aku Cuma mengatakan itu, tak perlu dia semarah tadi..”

“Yaa..”

“Akukan jadi…” Yoo Bin tak jadi melanjutkan kata-katanya setelah menyadari dan memperhatikan Hyesun yang masih tetap tak berkutik dan tampak tak menanggapi ucapan Yoo Bin, mata Hyesun tidak tertuju pada Yoo Bin “Hyesun!! Hyesun!!” panggil Yoo Bin

“Eh, iya,iya.. mwo?” Hyesun tersentak kaget

“Apa yang kau lihat? Dari tadi aku berbicara denganmu, bibirku hampir dower tapi tanggapan itu oh,.. yaa..??”

“Aku hanya sedang berpikir, ternyata Tuhan itu benar-benar baik”

“Ngg..??”

Yoo Bin tampak tak mengerti akan ucapan Hyesun yang tampaknya belum sadar sepenuhnya dari khayalannya.

“Bayangkan saja. Dia menciptakan makhluk yang seindah Siwon dan menakdirkannya untuk berada di kelas kita ini, luar biasa” Hyesun tampak sangat berbinar-binar.

“Jadi, dari tadi aku berbicara panjang lebar kau justru sedang memperhatikan namja sinting itu?”

“Memangnya kau mengatakan apa?”

“Andwae!!” jawab Yoo Bin kesal

“Kau ribut lagi dengannya?”

Yoo Bin hanya menatap berang.

“Anio, aku hanya mengira kalian sudah akur” ujar Hyesun, Yoo Bin tersenyum kecut “Benar juga. Siwon tak pernah akur dengan siapapun. Aku sangat kasihan padamu Yoo Bin-a”

“Jeongmaliya? Kupikir matamu telah tertutupi pesona namja error itu” sindir Yoo Bin

“Anio”

“Mengapa sifat jeleknya lebih dominan?”

“Mwoya?” tanya Hyesun

“Oppa mengatakan padaku. Siwon itu orangnya tak perduli dengan perasaan orang lain. Dia tak pernah membantu siapapun yang berada di sekitarnya” ujar Yoo Bin “Jangan pernah berharap kau bisa mendengar kata maaf atau terima kasih keluar dari mulut Siwon”

“Segitu parahnya?” Hyesun bergumam tak percaya

“Sepertinya dia susah untuk berubah”

“Aku rasa juga begitu”

 

#####

 

Sudah dua hari Yoo Bin duduk sendirian. Siwon tidak masuk karena sakit.

“Kau sangat gelisah” Hyesun menghampiri Yoo Bin

“Apakah Siwon baik-baik saja?”

“Hmm… kau merindukannya?” Hyesun menatap Yoo Bin penuh selidik

“Anio,” Yoo Bin menarik nafas “Sebagai ketua kelas, wajib memperhatikan semua anggota—tanpa terkecuali”

“Hanya karena kau ketua kelas?” Hyesun masih saja memandangi Yoo Bin dengan tatapan mencurigai

 

#####

 

Keesokan harinya…

“Mengapa kau ke rumahku?” Tanya Siwon sinis

“Jangan banyak tanya. Itu hanya bagian dari tugasku” Jawab Yoo Bin santai dan tetap fokus pada buku pelajarannya

Kim seonsaengnim, guru matematik baru saja melangkah ke dalam kelas.

“Anak-anak, hari ini test matematika!” ucapan Kim seonsaengim membuat seisi kelas tampak lesuh. “Silahkan simpan tas-tas kalian. Cukup kertas dan pena yang berada di atas meja,”

Para siswa segera mengikuti perintah guru matematika tersebut dengan malas-malasan dan penuh sungutan. Kim seonsaengim segera membagikan kertas berisi soal pada murid-murid.

“Hanya sepuluh nomor” Kata Kim seonsaengim “Aku tidak mau ada yang mencontek. Kalau kalian ketahuan menyontek, saya akan memberikan surat panggilan kepada orang tua kalian, mengerti?”

“Ne seonsaengnim!!” Sahut para siswa ogah-ogahan.

“Baiklah. Cepat kerjakan!!”

Kelas seketika itu juga berubah menjadi hening, semua siswa serius mengerjakan soal ulangan meskipun ada beberapa siswa yang saling berbisik-bisik.

Yoo Bin mengerjakan soal dengan tenang meskipun tak jarang alisnya mengkerut menandakan otaknya sedang berpikir mencari jawaban dari soal-soal tersebut. Yoo Bin melirik pada Siwon yang duduk tenang di sampingnya, entah mengapa tiba-tiba saja tangan Siwon menyenggol Yoo Bin, hasilnya, ada coretan yang cukup panjang melintang di kertas ulangan milik Yoo Bin.

“Yaa! Choi Siwon, apa yang kau lakukan??” Yoo Bin memandangi Siwon dengan kesal, ia tak percaya melihat coretan panjang dikertas itu.

“Tak sengaja!!” jawab Siwon cuek.

“Nappeun. Apa kau tahu Kim seonsaengim paling tidak suka jika ada coretan sedikitpun di kertas ulangan. Kau membuatku harus menyalin kembali semua yang sudah kutulis..”

“Aku bilang, aku tak sengaja”

“Setidaknya kau minta maaf”

“Minta maaf??” Siwon menatap Yoo Bin galak. Pertengkaran yang tidak dapat terhindarkan itu langsung saja menarik perhatian seisi kelas yang tadinya tampak serius mengerjakan soal ulangan “Kenapa aku harus minta maaf, ini bukan sepenuhnya kesalahanku. Siapa menyuruhmu untuk duduk terlalu dekat denganku”

“Yaaa! Apa kau gila??”

“Bukankah itu dirimu?”

“HENTIKAN!!!” bentak Kim seonsaengim “Sekarang masih jam pelajaran bukan di jalanan, kenapa kalian berdebat membuat suasana kelas jadi gaduh”

“Seonsaengnim…”

“Kalian tahu, akibat perbuatan kalian yang kekanak-kanakan menggangu jalannya ujian. Kalian harus dihukum sekarang juga!”

“Tapi, ulangannya…” Yoo Bin terkejut mendengar ucapan Kim seonsaengnim.

“Tidak untuk kalian berdua. Siwon, Yoo Bin, ikut saya sekarang juga!!” Kedua orang itu melangkah mengikuti Kim seonsaengim sambil terus membuang pandangan mematikan. “Saya akan segera kembali, ingat jangan ada yang menyontek!” Kim seonsaengim mengingatkan para siswa yang tinggal di dalam kelas.

“Baik Pak!!” Para siswa tampak lebih riang karena biar bagaimanapun mereka tetap punya kesempatan untuk saling bertukar jawaban.

~~~~~

“Seonsaengnim.. ini..???” Mata Yoo Bin mendelik tak percaya saat Kim seonsaengim membawa mereka ke gudang.

“Kau mengerti”

“Seonsaengnim, bagaimana kalau toilet saja..?”

“Aku tidak meminta saran darimu!” Kata Kim seonsaengim membuat Yoo Bin diam seketika “Sekarang, tugas kalian adalah bersihkan dan rapikan seluruh isi gudang sampai selesai!!”

“Tapi..!!”

“Jangan membangkang. Kalian tidak boleh keluar dari ruangan ini kalau pekerjaan kalian belum beres. Dan ingat, aku tidak mau melihat ada kotoran atau debu sedikitpun di ruangan ini” Kim seonsaengim segera keluar dari gudang meninggalkan Yoo Bin dan Siwon.

Yoo Bin memandangi isi gudang yang sangat berantakan dan juga banyak sarang laba-laba. Ia sangat lesuh saat mengambil sapu dan langsung membersihkan ruangan dengan penuh sungutan.

“Kenapa kau duduk saja?” Tanya Yoo Bin saat sadar Siwon hanya duduk santai tanpa mengerjakan apapun. “Kau juga harus membantuku, jika hanya aku sendirian maka kita akan terkurung lebih lama dalam ruangan yang kotor ini”

“Sihreo!!”

“Yaaa!!! Jangan seenaknya. Hukuman ini juga karena salahmu”

“Jangan banyak omong. Ini semua salahmu!” tepis Siwon dingin “Sebaiknya kau cepat selesaikan pekerjaanmu, aku pusing mendengar ocehanmu” kata Siwon lagi.

Yoo Bin semakin kesal melihat ulah Siwon yang benar-benar tak memperlihatkan niat untuk membantu

“Araseo..” Kata Yoo Bin kesal.

Akhirnya ia mulai membersihkan ruangan itu seorang diri. Begitu banyak debu dan kotoran yang menempel di setiap sudut gudang. Sesekali mulut Yoo Bin mengoceh tak jelas. Entah berapa lama waktu telah berjalan, sebagian ruangan sudah mulai terlihat rapi.

Yoo Bin terlihat kesulitan ketika hendak membersihkan jendela. Ia berusaha menggapai jendela yang lebih tinggi darinya. Siwon memandangi Yoo Bin yang melompat-lompat untuk membersihkan jendela tersebut, ia mencibir lalu berjalan menuju Yoo Bin.

“Mwoya?!!” Yoo Bin terkejut ketika Siwon dengan tiba-tiba mencengkeram pergelangan tangannya.

Siwon tak berniat untuk menjawab pertanyaan Yoo Bin, ia mengambil kain majun yg sedang dipegang Yoo Bin dan segera membersihkan kotoran yang menempel di jendela.

“Jangan tanya lagi!!” Siwon memperingatkan Yoo Bin yang baru saja mau menanyakan perihal kebaikan hati Siwon yang tidak biasa “Aku tak melakukan ini. Hanya saja aku tak mau orang mengataiku hanya karena membiarkan seorang yeoja mengerjakan ini seorang diri”

“Araseo” kata Yoo Bin sambil tersenyum.

Ia menatap Siwon yang akhirnya mau membantu dirinya meskipun dengan berbagai alasan. Yoo Bin tahu tipe orang seperti Siwon sangat sulit untuk berinteraksi dengan orang lain, apalagi sifat Siwon yang benar-benar sudah diluar batas kesabaran tapi Yoo Bin cukup puas melihat Siwon turut serta membantunya, itu sudah cukup baginya.

Yoo Bin bergidik ngeri melihat sarang laba-laba yang sepertinya menciptakan suasana horror. Tiba-tiba saja Yoo Bin mendapat ide saat melihat tangga besi yang terletak tak jauh dari situ. Dengan pelan-pelan Yoo Bin menaiki tangga itu, ia membersihkan sarang laba-laba yang begitu banyak dengan sapu yang dipegangnya. Sesekali Yoo Bin terbatuk-batuk akibat debu yang dihirupnya. Lalu, entah mengapa tiba-tiba saja Yoo Bin mulai kehilangan keseimbangan tubuh, tangga itu berderik, bergoyang-goyang dengan Yoo Bin yang mulai ketakutan.

“Aaaaaahh…!!!!” Teriak Yoo Bin dengan keras karena ia merasa dirinya akan jatuh dan mungkin saja ditimpa oleh tangga tersebut.

“AWAS!!!” Siwon mencoba meraih tubuh Yoo Bin, tapi keduanya malah jatuh bersama-sama. Yoo Bin memejamkan mata sekuat tenaga.

Satu detik.. dua detik.. tiga detik.. dan entah berapa lama mereka terdiam. Jantung Yoo Bin berdetak kencang saat dirinya sadar bahwa posisinya berada tepat di atas tubuh Siwon. Untuk beberapa saat keduanya terdiam dan saling berpandangan, hanya suara jantung, entah itu suara jantung Yoo Bin atau Siwon, yang pastinya hanya terdengar suara jantung dengan detak kasar yang berlomba-lomba. Yoo Bin merasakan sesuatu yang aneh, pipinya terasa begitu panas.

“Kau…” gumam Siwon, detak jantung Yoo Bin bertambah kencang saat mata Siwon terus menatapnya, pikirannya sudah mulai kalut sehingga berbagai macam prasangka terus mengalir di dalam pikirannya “Kau tak pernah diet ya, badanmu berat sekali..” Siwon melanjutkan ucapannya, kontan saja Yoo Bin terkejut dan hilang sudah semua khayalan dalam kepalanya mendengar ucapan Siwon yang dingin dan penuh dengan ejekan.

“Mianhae” desis Yoo Bin dan langsung beralih posisi “Aaa..” kembali sebuah keluhan yang lebih terdengar mirip sebuah desisan keluar dari mulut Yoo Bin.

“Yaaa~” Siwon memandangi Yoo Bin dengan penuh tanya.

“Anio.. gwaenchana” ujar Yoo Bin mengelak, ia langsung bersandar di dinding. Yoo Bin bersikap seolah tidak terjadi apapun padahal jelas-jelas ia sedang menahan perih di kakinya.

“Sini..” Siwon langsung saja menarik pergelangan kaki Yoo Bin, sontak cewek itu terkejut dan berusaha menghindar.. lagi-lagi desisan akibat kesakitan keluar dari mulut Yoo Bin karena berusaha menepis pergelangan kakinya. Siwon menatap kesal pada Yoo Bin, dan kembali meraih kaki Yoo Bin.

“Makanya, kau jangan ceroboh” Siwon mengamati kaki Yoo Bin yang terlihat memar “Akhirnya kau terkilir seperti ini” katanya lagi, ia memijat kaki Yoo Bin dengan pelan.

Yoo Bin tak dapat menyembunyikan keterkejutannya melihat tingkah Siwon yang benar-benar menyimpang jauh dari pribadinya. Keduanya kembali terdiam untuk kesekian kalinya dalam kurun waktu yang cukup lama, hanya tangan Siwon yang tak diam, ia terus memijat kaki Yoo Bin.

Beberapa saat kemudian, Siwon segera memperbaiki posisi duduknya setelah ia merasa cukup memberikan pertolongan pada Yoo Bin. Ia duduk bersandar di dinding tepat di samping Yoo Bin.

“Siwon-a..” panggil Yoo Bin “Gomawo..” katanya lagi, Yoo Bin menoleh pada Siwon yang tak bereaksi atas ucapan terima kasih darinya “Apa sesulit itu bagimu untuk berkata maaf??”

“Tidak..” jawab Siwon ketus

“Sebenarnya, seseorang tak akan dipandang rendah hanya karena berkata maaf. Justru akan lebih baik jika kita berani memaafkan orang lain dan terlebih lagi memaafkan diri sendiri”

“Cerewet!! Rawat saja kakimu” tunjuk Siwon pada kaki Yoo Bin yang tampak memar.

“Kau orang yang baik, Siwon-a” Siwon menoleh pada Yoo Bin mendengar penuturan itu.

Ia begitu gugup. Baru kali ini seseorang mengatakan hal yang bertolak belakang dengan yang dikatakan orang lain padanya. Baik?

“Kau bicara apa?”

“Bukankah kau tipe orang yang tidak suka menolong orang lain? Apalagi sampai memijat kakiku??” gumam Yoo Bin, membuat Siwon menjadi sedikit salah tingkah.

“Itu, karena aku terpaksa. Kalau terjadi sesuatu padamu, aku yang akan disalahkan karena di ruangan ini hanya ada kita berdua!!”

“Araseo!” balas Yoo Bin “Ugh.. capek banget..” Yoo Bin beringsut-ringsut untuk melonggarkan otot-ototnya yang tegang. Keduanya kembali terdiam. karena kelelahan, Yoo Bin dan Siwon tertidur. Kepala Yoo Bin tersandar di pundak Siwon.

 

#####

 

Di kamar yang berukuran luas, Siwon duduk termenung. Ia meraih tas sekolahnya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, sebuah coklat. Siwon memandang coklat itu cukup lama, perlahan-lahan merobek kertas yang membungkus isinya lalu memakan coklat itu, sedikit. Kembali menggigit coklat itu, Siwon tersenyum tipis.

“Siwon-a..” kedatangan Ny. Choi membuat tangan Siwon bergerak secepat kilat untuk menyembunyikan coklat yang dipegangnya. Wanita setengah baya itu menghampiri Siwon.

“Ada apa?”

“Anio..”

“Apa yang kau sembunyikan?” Rupanya ia mencium gelagat Siwon yang begitu mencurigakan.

“Eobseo..!”

“Perlihatkan pada eomma”

“Mwo, eomma, tak ada apapun” elak Siwon, tapi Ny. Choi akhirnya berhasil menemukan coklat yang disembunyikan Siwon.

“Coklat???” gumam wanita itu heran “Kaukan tak menyukai ini?” tanyanya lagi pada Siwon.

“Eomma..!!” Siwon tampak kesal dengan mamanya.

“Beritahu eomma,”

“Mwoya?” Tanya Siwon malas

“Ini?” wanita itu mengarahkan coklat pada Siwon

“Eomma, kaukan sudah melihatnya..”

“Iya, aku tahu ini coklat.” Ujar wanita itu “Yang ingin kutahu, mengapa coklat ini bisa ada di tanganmu?”

“Itu, itu..” Siwon tak tahu harus berkata apa. Ia meringis kesal “Yaa~ eomma, mengapa eomma ke sini?”

“Wae? Andwae-yo?”

“Aku lelah” Siwon melempar tubuhnya di atas kasur, menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

 

#####

 

“Aigo, aku sangat lelah” gerutu Hyesun

“Ne, kau benar”

Yoo Bin dan Hyesun begitu serius membicarakan persiapan menghadapi ujian akhir bahkan sampai jam pelajaran usai topik yang dibahas tampaknya belum berubah. Mereka akhirnya berpisah karena arah rumah yang berbeda

Yoo Bin terus mengayuh pedal sepedanya, ia terus menikmati hijaunya pemandangan alam di depan matanya, hamparan teh yang luas dan hijau bak permadani. Beberapa meter di depan sana, Siwon berdiri di luar mobil yang biasa dikendarainya ke sekolah. Satu-satunya siswa yang mengendarai mobil mewah ke sekolah, tentu saja dia menarik perhatian. Yoo Bin memperlambat laju sepedanya dan dengan pasti berhenti di samping Siwon.

“Waeyo?” Tanya Yoo Bin

“Kau tak lihat? Kau pikir aku sedang apa??” Siwon balik bertanya dengan kesal “Sial!!” Siwon menendang badan mobil dengan emosi

“Kau marah lagi”

“Lalu apa aku harus tertawa melihat mobil brengsek ini mogok?” geram Siwon

“Itulah dirimu, Choi Siwon yang pemarah. Dalam segala situasi kau selalu seperti itu!”

“Yoo Bin, sebaiknya kau pergi. Kau membuat situasi memburuk!”

“Aish, marah lagi” sindir Yoo Bin.

“Pergi, pulang sana!!” usir Siwon

“Ah, Siwon-a, bagaimana jika naik sepeda denganku?” tawar Yoo Bin

“Mwo? Mworago? Naik sepeda??” Tanya Siwon tak percaya mendengar tawaran baik dari Yoo Bin. Ia tertawa kaku “Jangan bercanda!!” Siwon tampak kesal sekali.

“Aku tak masalah jika harus berbagi sepeda ini denganmu” kata Yoo Bin dengan santai

“Michin!” Siwon mulai geram “Sihreo!!” Tolak Siwon mentah-mentah. Ia lalu mengeluarkan handphone dari dalam saku celananya, sepertinya Siwon mulai sibuk menghubungi beberapa nomor “Aargh… sial, mengapa tak satupun yang mengangkatnya??”

“Rumah kita searah. Ah, tak apa-apa jika kau tipe yang suka menunggu” singgung Yoo Bin.

“Yaaa! Cepat menyingkir dari jarak pandangku!!!” Siwon mengeraskan volume suaranya “Mataku iritasi melihatmu, pergi!!” sambungnya lagi.

“Aigo” Yoo Bin menatap Siwon “Ne araseo, jaraknya lumayan jauh tapi—araseo, aku akan pergi” kata Yoo Bin bersiap mengayuh sepeda.

“Jamkkanman!!!” kata Siwon.

~~~~~

Dalam perjalanan pulang, Yoo Bin tak berhenti tersenyum digoncengan belakang sepeda.

“Siwon-a, apa harga dirimu begitu terluka hanya dengan bersepeda?”

“Tutup mulutmu!!” Siwon berusaha menghindari ledekan Yoo Bin.

“Dasar aneh?” desis Yoo Bin

“Kau diam saja” perintah Siwon, Yoo Bin langsung menuruti perintah si pemarah tersebut karena kalo tidak bisa-bisa terjadi pertengkaran sengit antara keduanya.. sepanjang jalan kedua orang itu hanya terdiam dengan pikiran masing-masing. Sesampai di depan rumah Siwon…

“Pergilah..”

“Sampai jumpa besok!!” Yoo Bin hanya bisa memandangi Siwon yang berlalu dari hadapannya. “Dasar sombong! Berkata terima kasih saja sulit. Pelit” gerutu Yoo Bin, lalu kembali mengayuh pedal sepedanya.

 

#####

 

“Aku pergi” pamit Siwon kepada kedua orangtuanya, ia tak menghiraukan Leeteuk yang berada di situ.

“Yeogi..” Ny. Choi menyerahkan kunci mobil pada Siwon

“Gomawo, tapi aku tak akan menggunakannya” ujar Siwon. Mendadak kedua orang tuanya serta Leeteuk memandangi Siwon secara bersamaan. Pandangan mereka tampak aneh

“Ada apa??” Tanya Siwon bingung

“Barusan kamu… terima kasih??” Ny. Choi mulai gagap

“Lalu?” Tanya Siwon kesal

“Ah anio.. hanya saja baru kali ini..” Ny. Choi masih terkesima “Lalu, kau ingin jalan kaki ke sekolah? Jaraknya lumayan jauh Siwon-a”

“Ani, aku naik sepeda”

“Mworago? Sepeda??” ketiga orang itu terkejut mendengar penuturan Siwon.

“Ada apa lagi??” Siwon mulai geram melihat tingkah aneh ketiga orang itu.

“Gwaenchana”

Siwon segera berlalu dan masih memandangi ketiga orang itu dengan heran.

Sepeninggal Siwon…

“Ada apa dengan anak itu?” Tanya Tn. Choi

“Molla, akhir-akhir ini dia begitu aneh”

Leeteuk hanya diam, tampak kalut melihat tingkah Siwon. Ia memikirkan sesuatu dan tampaknya Leeteuk tahu jawaban atas segala perubahan sikap Siwon, meskipun ia yakin bahwa belum tentu Siwon menyadari penyebab dari perubahan dalam dirinya.

 

#####

 

KRRIIIIINNGGG…. Bel berbunyi dengan nyaring sehingga terdengar bagai sebuah amukan diseluruh pelosok sekolah, menandakan berakhirnya masa-masa yang penuh dengan ketegangan. Para guru pengawas mengambil lembar-lembar kertas dari meja tiap siswa. Baru saja para siswa hendak keluar kelas, tiba-tiba seorang guru masuk dan membisikkan sesuatu pada guru yang mengawas di dalam kelas tersebut.

“Baiklah, dengarkan dengan seksama” Para siswa kembali duduk  “Tadi pagi ada laporan masuk jika dompet Kang Eun Ji hilang. Letakkan tas kalian di atas meja, akan ada pemeriksanaan”

Semua siswa meletakan tas mereka di atas meja, sesuai perintah guru

“Seonsaengnim!!” tiba-tiba saja Eun Ji mengangkat suara “Sebaiknya tidak perlu diperiksa”

“Mwo?”

“Akan sangat memalukan jika orang itu tertangkap basah. Aku hanya mengiklaskannya—jadi, harap membiarkan masalah ini” kata Eun Ji dengan nada yang seperti biasanya, sok dan sombong.

~~~~~

“Yoo Bin-a..” Panggil Eun Ji saat Yoo Bin baru saja keluar dari toilet

“Ne??”

Belum sempat mendengar penuturan Eun Ji lebih lanjut, dari jauh Mi Rae terlihat menghampiri mereka dan entah mengapa Siwonpun bersama dengan Mi Rae. Tiba-tiba saja Eun Ji ambruk tanpa sebab, Yoo Bin terkejut.

“Eun Ji, Eun Ji-ya…” Yoo Bin cemas, ia menepuk-nepuk pipi Eun Ji.

“Itu dia!” tuding Mi Rae begitu sampai, ia menatap Yoo Bin dengan bengis. Yoo Bin tampak tak mengerti dengan situasi saat itu. “Yang mengambil dompet Eun Ji, orang itu adalah Yoo Bin!!” Yoo Bin lebih terkejut mendengar tudingan Mi Rae.

“Mi Rae-ya, apa maksudmu??” Tanya Yoo Bin “Apa maksudmu dengan aku mencuri dompet milik Eun Ji??”

“Yaa~ Go Yoo Bin, mengapa kau harus bertanya padaku? Cukup kembalikan dompet itu!”

“Kau gila” Yoo Bin tertawa “Semua tuduhanmu itu tak beralasan dan tak masuk akal” elak Yoo Bin yang mulai kesal

“Aigo lihat dirimu!” ujar Mi Rae “Tak perlu berbohong!” kata Mi Rae, ia menyingkirkan tangan Yoo Bin dari tubuh Eun Ji “Eun Ji tahu jika kau yang melakukannya, tak ingin mempermalukanmu lalu membatalkan pemeriksaan itu—karena kau saudaranya”

“Yaa! Ige mwo? Sandiwara apa ini??” Yoo Bin tampak emosi, “Aku tak melakukan itu” katanya lagi sambil menatap Siwon, tatapan Siwon yang dingin seakan menyuruhnya untuk melompat ke dalam jurang.

“Kau masih bisa berkata seperti itu?” Mi Rae tersenyum tipis “Eun Ji yang berniat meminta dompet itu secara baik-baik tapi aku curiga jika kau bisa melakukan hal buruk pada Eun Ji—dan dugaanku tepat” kata Mi Rae berapi-api, ia memandangi Eun Ji yang tak sadarkan diri.

“Yoo Bin-a, benarkah??” Tanya Siwon

“Anio. Itu bohong. Aku tak mungkin melakukan hal itu, apalagi sampai melukai Eun Ji..”

“Pencuri tak akan mengaku. Periksa saja tasnya”

Yoo Bin berusaha menahan air matanya, tatapan Siwon yang terasa begitu dingin dan tajam, tatapan yang terus mencurigainya, saat Siwon menarik tas yang dipegangnya dan memeriksa isi tas itu.

“Ini…???”

Yoo Bin tak percaya saat Siwon mengeluarkan sebuah dompet berwarna pink dari dalam tasnya.

“Yaa! Itu dompet Eun Ji”

Yoo Bin terbelalak, ia terkejut.

“Siwon-a, aku.. aku tidak melakukan itu!!” ucapan Yoo Bin terbata-bata

“Go Yoo Bin..?????” Siwon mendelik menatapnya meminta penjelasan,

“Andwae! Aku tak tahu mengapa—mengapa itu… andwae, aku tak pernah melakukan hal sekeji itu” elak Yoo Bin.

“Aku tak suka pembohong—pencuri!! Kau menjijikkan!” ujar Siwon dingin dan penuh kebencian, Yoo Bin begitu terkejut. Ia terkejut dengan kemarahan Siwon yang belum pernah seperti ini, mata Siwon yang mendelik lebar saat menatapnya.

“Siwon-a.. aku..” Yoo Bin tak tahu harus berkata apa

“Aku berharap yang dikatakan Mi Rae itu bohong..” Tatapan Siwon yang begitu menyakitkan, tatapan mata itu terlihat begitu terluka mengetahui kebenaran yang ia terima “Tapi ternyata, aku salah.. Yoo Bin-a, semua tentang kau adalah salah..” lanjutnya lagi, mata Siwon mulai tampak memerah. Air mata Yoo Bin langsung mengalir begitu saja, hatinya perih melihat Siwon yang telah terlanjur tak mempercayainya.

Yoo Bin hanya terisak perih. Siwon segera membopong tubuh Eun Ji lalu pergi begitu saja tanpa perduli dengan perasaan Yoo Bin yang hancur. Mi Rae mengikuti Siwon dari belakang, ia berbalik menatap Yoo Bin begitupula Eun Ji yang dalam gendongan Siwon, ia tersenyum penuh kemenangan pada Yoo Bin. Kata-kata Siwon telah menorehkan luka sayatan yang cukup panjang dan di hatinya, lukanya semakin perih, Yoo Bin terus terisak mengingat tatapan Siwon yang semakin membuatnya pilu.

 

~To Be Continue~

Iklan

67 thoughts on “Only For Him (Part 2)

  1. devi berkata:

    kyaakk inget ff fall in love troublemaker girl, naik sepeda ihh co cweet, ama fitnah pencurian dalam tas juga, haduhh mengenang baca ff my troblemaker tapi afternya yang cast utamanya kyu,,, i miss franschaes family hihih

  2. Ananda Rizqy berkata:

    yahh… itu Eun Ji, apa nggak punya hati?? Itukan sepupunya… ckckckck.. ada-ada saja, pake pura-pura pingsan lagi.. ihh… bikin ilfill!!!

    Good story, thor.. tambah penasaran ma lanjutannya !! 🙂

  3. Giani berkata:

    siwon oppa baboya..ms gt aja percaya aish menyebalkan..aku gak suka kalau kayagini ceritanya kasihan yoo bin.teuky oppa knp ya aneh bgt?apa dy tkt kalau siwon oppa mulai sk ma yoo bin?

  4. me merry berkata:

    nah loo..
    punya sepupu kayak gitu udh aku cekek dari kemaren tuh!
    nyebelin bgt, itu siwon juga langsung percaya gitu aja..
    ish.. nyebelin!
    #kebawaemosi

  5. Anonim berkata:

    Yaa ampun kenapa jahat banget si Eun Ji …
    Ahh siwon oppa nyebelin padahal dia udah mulai baik gitu.
    Autor daebak, lanjuttt …

  6. Kim Hee-hee berkata:

    aisshh, bnr2 titisan iblis tuh si eunji……
    siwon jg knp bs percaya siasat si iblis, bener2 dah…
    lanjut part 3…..

  7. fahmalovesieunteuk berkata:

    hadeehhh slalu aj mncul tngkah mnyebalkan dri si eun ji.. grrr
    baru bgd si siwon rada brubah krna yo bin =____=

    eehh bneraan yaa itu siwon jd naek speda ke skolahny? kirain bkal boncengan ma yo bin lgi kkeke
    emm knp j ngebyangin so sweet si sam.ma siwon ya 😀

  8. hae_wife berkata:

    ehmmm….ehmmmm mang bner kli kta pepatah da yg bilang witing tresno jalaran songo kulino.. wkwkkkkwkwk, cinta da krna terbiasa, psti ntar jga klepek2 ckckckc

  9. hyunbum berkata:

    ih…ya ampun eunji sama miraae pengen aku gunting mulutnya.
    siwon juga masa gitu aja percaya,udah tai sendiri sifat eunji kaya apa….hihh jadi emosi sendiri..

  10. dodlydovey berkata:

    Haishhh end di part ini nyebelin si eunji nya itu jahat yaa, yoo bin itu sepupunya kan?tp kenapa tega bgt

  11. neezhaa berkata:

    Aiis napeun yeoja,..
    Makan tuuch perhtin dri siwon,.mw dpt prhtin dri siwon z hrus bkn drma yg memalukan..hahahaha
    dsar remaja labil..hehe

  12. susanti sparkyu berkata:

    wah wah ceritanya seru.. ak gabung ya eonni comentnya part 1+2 hehehe
    aku penasaran selanjutnya gimana?? kyaknya siwon mulai sukalah sama yo bin.. 😀 soalnya siwon jd berubah…
    tapi si eunji itu menyebalkan ingin rasanya aku menjambak rambutnya!!!
    setega itu memfitnah yo bin sepupunya sendiri.

  13. Gina berkata:

    Eunji jahat bgt. Smoga dia dpet ganjaran setimpal. Siwon ko percaya aja y sma trik murahan. Huh jd kesel

    • marchiafanfiction berkata:

      aira, maklum dek ini cerita ditulis waktu jaman es-em-pe, belum kenal yg namanya dramkor or kpop, ehehe
      sengaja gak di rubah selain cast dan lokasinya aja, sebagai pembanding cerita jadul ama cerita modern *apaan coba* 😀

  14. shatia berkata:

    Wah..sepertinya Siwon mulai brubah niy,,dari makan coklat, ngucapin terima kasih, sampe naek sepeda ke sekolah 🙂
    Ada-ada ajh ulah cEunji..nyebelin,jahat banget sama saudara sendiri..gak tau apa klo Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan..jadi ajah Siwonnya jadi marah sama Yoo Bin

  15. iea berkata:

    eun ji jahat bgt masa sdr sendiri djebak..siwon jg..gampang bgt percaya sama sandiwara palsu eun ji n mirae..jd gregetan..

  16. mayang berkata:

    Cih eunji bener” cwe berbisa -_-
    nyebelin -_-
    kasian leeteuk pasti dya uda sadr kl yoo bin am siwon samA” saling suka tp mereka gg sadar , ehm cinta bertepuk sebelah tangan , gpp om aq siap kok gantiin yoo bin *plakkkkk

  17. Widya Choi berkata:

    Omo..itu si yoobin pst d jebak? Pling itu cm akal2an eunji buat jatuhin yoobin d depan siwon. Jahat bgt..
    Mn si siwon maen pcya aj lg. Hadeuhhhh

Mohon Saran dan Kritikannya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s