The Sweet Bodyguard (Part 3)

Cast             :

– Im Yoon Hee (OC)

– Cho Kyuhyun (Suju)

– Choi Siwon (Suju)

– Lee Hyukjae (Suju)

– Other Cast

–>FF ini hanyalah sebuah imaginasi meskipun tak menutup kemungkinan terjadi dalam dunia nyata (apa yang kita anggap fiksi sebenarnya sudah banyak terjadi), jika ada kesamaan kisah, hanyalah faktor ketidaksengajaan. Say no to plagiat!!!

***

***

Yoon Hee membuka matanya. Ia memegangi belakang kepalanya yang pusing. Gadis itu menoleh lemah pada Hyukjae yang duduk tak jauh darinya—memandang dalam wajah Yoon Hee.

“Kau yang membawaku ke sini?” tanya Yoon Hee

“Iya” jawab Hyukjae singkat.

Ia terus menyelidiki Yoon Hee. Masih tak percaya dengan penemuan terbarunya tentang gadis yang tampak lemah itu.

“Terima kasih” ujar Yoon Hee.

“Aku pikir—mengapa seorang gadis sepertimu bertingkah tak seperti kebanyakan gadis lainnya, diluar perkiraan.” Desah Hyukjae “Kau kuat dan tangguh, watakmu juga sangat keras. Bahkan terlampau tegas. Caramu bertindak, caramu berbicara—aku pikir itu sangat menarik, tak pernah aku jumpai pada gadis manapun”

Yoon Hee hanya memandang bingung pada Hyukjae.

“Semakin aneh, saat gadis datar sepertimu—ah entahlah” Hyukjae tak tahu hendak berkata apa “Bukankah sangat aneh? orang-orang itu terlihat ingin membunuhmu? Seorang siswa biasa?”

“Hyukjae—kemana arah pembicaraanmu?”

“Katakan, sekarang—aku tak tahu harus bagaimana menghadapimu. Juga tak tahu bagaimana harus memanggilmu. Sejujurnya, aku mulai takut”

Yoon Hee merasakan sesuatu telah terjadi. Matanya tertanam pada dompetnya yang terletak di sebuah meja.

“Kau…” Yoon Hee menelan ludah kasar, ia takut memikirkan dugaannya.

“Yoon Hee?” gumam Hyukjae “Ataukah noona? Haruskah aku memanggilmu Kapten Im Yoon Hee??”

Yoon Hee terhenyak. Hyukjae menatapnya. Kedua orang itu terdiam. Sekian lama, raut wajah Yoon Hee kembali normal, ia berhasil menguasai dirinya.

“Tak kusangka, seseorang mengetahuinya” Yoon Hee menarik nafas panjang.

Hyukjae terkejut. Ia langsung mendekati Yoon Hee. Menggenggam tangan Yoon Hee.

“Benarkah?” tanya Hyukjae dengan sorot mata yang mulai berbinar, eskpresi dinginnya yang tadi terus dipamerkan mendadak raib.

“Hyukjae..”

“Jadi, kau benar-benar seorang tentara? Benarkah itu? Ah, tak dapat dipercaya” Hyukjae terlihat riang, heran bercampur takjub.

“Bukankah kau sudah membuka rahasiaku?” Yoon Hee kebingungan.

“Seorang tentara Angkatan Darat, pasukan khusus?” Hyukjae terus menghujani Yoon Hee dengan pertanyaan-pertanyaannya “Ah, itu—maaf. Aku juga melihat lencana pasukan khususmu” Hyukjae terkekeh.

Yoon Hee menarik nafas.Kesal.

“Usiamu hanya terpaut setahun di atas kami, lalu bagaimana bisa saat ini kau adalah Perwira Angkatan Darat? Kau juga anggota pasukan khusus? Kau pasti sangat hebat!”

“Berhenti bertanya, aku kebingungan” desis Yoon Hee.

Semua orang pasti akan banyak bertanya menyadari siapa sebenarnya Yoon Hee.

“Aku akan menjawabmu nanti” kilah Yoon Hee “Satu hal. Kau harus menutup mulutmu rapat-rapat dari siapapun, atau kuhancurkan kepalamu dengan senjata” ancam Yoon Hee.

Hyukjae menelan ludah kasar. Ia lalu mengangguk setuju.

“Lalu, bagaimana kau bisa berada di sekolah—belajar seperti seorang murid?” dahi Hyukjae berkerut “Ataukah, kau ingin membunuh seseorang?” Hyukjae bergidik, ia melepas genggaman tangannya.

“Kalau diijinkan, akupun ingin sekali membunuh orang itu—Cho Kyuhyun” desis Yoon Hee “Aku berada di sekolah, memang dengan alasan khusus”

“Penyamaran” sambung Hyukjae

“Aku ditugaskan melindungi Cho Kyuhyun”

Hyukjae semakin terkejut mendengar pernyataan Yoon Hee

“Aku tak perlu melakukan penyamaran ini jika Kyuhyun adalah tipe yang umum. Kau sahabatnya, kau pasti tahu jika Kyuhyun adalah orang yang tak ingin dikelilingi oleh penjaga—apalagi seorang agent khusus”

Hyukjae mengangguk.

“Komplotan teroris yang telah menaruh ancaman pada keluarga Presiden, kami harus melakukan perlindungan tapi satu-satunya keluarga Presiden yang keras kepala adalah Cho Kyuhyun—menyebalkan. Aku harap kau menjaga rahasiaku, sampai aku ditarik dari tugas ini”

Hyukjae kembali mengangguk-angguk.

Awesome. Aku tak mengira akan menemukan hal-hal seperti ini dikehidupan nyata—aku selalu menyaksikan hal-hal seperti ini dalam film” Hyukjae berdecak kagum.

Pemuda itu kembali meraih tangan Yoon Hee. Menggenggam tangan Yoon Hee dengan sangat erat.

“Jangan khawatir. Aku akan tetap menutup mulut, tak seorangpun yang akan mengetahui hal ini. I promise you” ujar Hyukjae “Mulai sekarang, aku adalah penggemar beratmu, noonim”

Yoon Hee tersenyum melihat tingkah konyol Hyukjae.

**

***

~.oOo.~

***

**

Yoon Hee memasuki kelas disambut dengan tatapan lega Kyuhyun dan Siwon. Mereka menanti Yoon Hee duduk di tempatnya.

“Darimana saja kau? Dua hari tak mengabariku?” tanya Kyuhyun.

“Kau ingin tahu?” Yoon Hee balik bertanya.

Kyuhyun merengut.

“Wajahmu pucat, kau sakit?”

“Aku baik-baik saja” Yoon Hee menjawab pertanyaan Siwon.

Satu-satunya yang mengetahui perihal ketidakhadiran Yoon Hee selama dua hari hanyalah Hyukjae. Yoon Hee harus menjalani masa perawatannya di rumah sakit karena kasus pemukulan yang terjadi padanya.

“Noonim!!”

Hyukjae sumringah melihat keberadaan Yoon Hee di kelas. Secepatnya ia menghampiri Yoon Hee.

“Noonim?” Siwon dan Kyuhyun memandang keheranan pada Hyukjae, memanggil Yoon Hee dengan sebutan itu—baru kali ini terdengar di telinga mereka.

“Ada apa? Aku penggemar berat Im Yoon Hee”

“Penggemar berat?”

Siwon dan Kyuhyun semakin bingung.

“Abaikan mereka” Hyukjae memandangi Yoon Hee “Ikut denganku, Yoon Hee noona”

Ia memegang lengan Yoon Hee, mengajak gadis itu keluar meninggalkan kelas dan tentu saja Kyuhyun juga Siwon yang masih termangu karena perubahan sikap Hyukjae.

“Bagaimana keadaanmu?” tanya Hyukjae

“Sudah lebih baik” jawab Yoon Hee “Kau tak mengatakan apapun pada mereka?”

“Bukankah aku sudah berjanji”

Senyum Hyukjae mengembang.

Good boy” Yoon Hee meninju pelan bahu Hyukjae.

Mereka tak menyadari jika di belakang, Siwon dan Kyuhyun sedang mengawasi mereka dari pintu kelas. Heran melihat Hyukjae yang entah sejak kapan menjadi sangat akrab dengan Yoon Hee.

Ekspresi Siwon yang lebih memilih bersikap tenang untuk menyembunyikan isi hatinya, berbeda dengan Kyuhyun yang begitu jelas mempertontonkan rasa cemburunya pada Hyukjae.

~~~

~~~

“Apa maksudmu bersikap seperti itu terhadap Yoon Hee?”

Kyuhyun berdiri memandang lekat pada Hyukjae. Mereka sedang berada di kamar Kyuhyun. Siwon seperti biasanya, mungkin dia berniat menghabiskan hidupnya dengan membaca buku.

“Tidak ada apa-apa?”

“Jangan membohongi kami” tambah Siwon

“Kalian ini sangat aneh. Aku hanya memutuskan untuk menghormati Yoon Hee”

“Benarkah?” Siwon tak percaya

“Tentu saja. Bukankah dia setahun lebih tua dari kita?” Hyukjae terkekeh

“Kau menyukai Yoon Hee??” amarah Kyuhyun hampir meledak

“Sudah cukup rumit karena kau dan Siwon menyukai gadis yang sama—aku tak akan terlibat dengan itu” elak Hyukjae “Aku menyukainya tapi sebagai saudara. Jika aku menyukainya sebagai seorang gadis, aku cemas kalian akan kalah saing denganku” Hyukjae tertawa

“Lee Hyukjae!!” geram Kyuhyun “Kau bahkan memacari gadis yang usianya terpaut jauh di atasmu? Remember? You’re a Casanova! How can I trust you?

“Katakan saja jika kau menyukainya sebagai seorang gadis” ujar Siwon

“Berapa kali harus kukatakan, aku tak ingin terlibat dengan permainan cinta antara kalian bertiga” Hyukjae frustasi

“Aku tahu siapa kau” desis Kyuhyun “Jika kau melakukan sesuatu pada Yoon Hee, aku akan membunuhmu!”

Hyukjae tertawa, tak percaya mendengar kalimat Kyuhyun.

“Kau benar-benar sedang jatuh cinta—tak kusangka, kau akan mengalami hal yang sangat manusiawi itu” selidik Hyukjae,

Sementara Siwon kesal mendengar perkataan Hyukjae yang ditujukan pada Kyuhyun.

I’m giving you the chance” ujar Kyuhyun “Pertunjukan semakin memanas—aku tak perduli, siapapun yang dipilih Yoon Hee, aku tak ingin persahabatan kita hancur. Lihat saja, aku tak yakin jika gadis itu berselera terhadap dua pemuda aneh seperti kalian”

Siwon menutup buku. Terlihat tak bersemangat. Ia memilih meninggalkan kamar Kyuhyun.

**

***

~.oOo.~

***

**

Yoon Hee berjalan santai menyusuri sebuah selasar yang menghubungkan gedung sekolah satu dengan gedung yang lainnya. Beberapa meter di depannya, terlihat beberapa orang gadis. Yoon Hee mengenali mereka sebagai gadis-gadis yang terus menerus berusaha untuk menindas Yoon Hee karena keberadaannya di sekitar Kyuhyun, Siwon dan Hyukjae.

“Lihat, siapa yang datang?”

Mereka memandangi Yoon Hee, tak membiarkan Yoon Hee lewat.

“Kau mampu mengangkat wajah tinggi-tinggi. Hanya karena kau dekat dengan mereka, lalu kau dapat bersikap sesombong ini?”

“Bukankah kalian sudah diperingatkan untuk tidak mendekatiku?” Yoon Hee tersenyum.

Gadis-gadis itu saling pandang, kesal.

“Benarkah? Tapi saat ini tak ada seorangpun yang akan melindungimu” ujar mereka.

Yoon Hee terlihat santai menghadapi gadis-gadis yang cemburu buta padanya. Yoon Hee mengeluarkan handphone, sibuk dengan handphonenya. Ia lalu menghadapkan handphone ke arah gadis-gadis itu. Raut wajah mereka berubah seketika. Mendadak gugup, cemas dan mulai ketakutan.

“Ada apa?” selidik Yoon Hee “Kalian mengenal dua orang ini bukan?” Yoon Hee kembali memandangi handphonenya. Memandang dua orang pria dengan wajah yang babak belur.

“Kau bicara apa? Itu, kami tak mungkin mengenal mereka” elak seseorang dengan suaranya yang bergetar.

“Gerak-gerik, nada bicara—bahkan raut wajah kalian, ah dan juga bahasa tubuh kalian” ujar Yoon Hee “Semua yang kalian tunjukkan saat ini, aku tahu apa yang ada di kepala kalian”

“Im Yoon Hee!! Jaga bicaramu!”

“Kau—Han Haeri, Ayahmu seorang anggota parlemen” ujar Yoon Hee, gadis bernama Haeri terkejut “Pikirkan apa yang akan terjadi jika Ayahmu tahu bahwa putrinya terlibat dalam kasus pemukulan”

“Omong kosong apa ini?”

“Dua orang itu, sudah mengaku bahwa penyerangan yang mereka lakukan terhadapku atas bayaran sekelompok gadis” terang Yoon Hee “Han Haeri, Park Jisun, Kim Haneul dan Lee Saena—mereka dengan jelas menyebut nama kalian”

Mendadak raut wajah keempat gadis itu semakin memutih—pucat.

“Tak perlu cemas, aku tak akan memperlebar masalah ini” ujar Yoon Hee “Jadi, kuperingatkan kalian semua—jangan mengusikkukarena kalian tak akan pernah mengira apa yang dapat aku lakukan pada gadis-gadis seperti kalian”

Yoon Hee memandang dengan sorot matanya yang tenang namun sangat tegas. Ia berlalu meninggalkan gadis-gadis itu yang hanya diam mematung. Ketakutan.

~~~

~~~

“Huwaaaaahh…”

Hyukjae mengerjap-ngerjap. Sesekali tangannya memperbaiki kaca mata hitam yang dikenakannya. Mulut pemuda itu bahkan tak bisa tertutup rapat. Matanya jelalatan melihat pemandangan yang disuguhkan padanya.

Pemuda itu terus menoleh, memutar tubuhnya sambil terkekeh-kekeh dengan decak kagum yang tak henti-henti dikumandangkan. Gadis-gadis cantik yang berlalu lalang di sekitarnya, mereka begitu seksi dengan pakaian dalam yang mereka kenakan.

You look so pretty, babe” Hyukjae memandangi gadis berkacamata tebal yang memakai G-stringberwarna merah.

Meskipun heran tapi gadis itu sangat senang ketika Hyukjae menegurnya.

Mata Hyukjae kian jelalatan, melihat gadis-gadis yang memamerkan tubuh elok mereka hanya dengan mengenakan pakaian dalam. Dari yang model biasa, juga bikini bahkan G-string. Air liur Hyukjae hampir menetes melihat surga sedang disuguhkan padanya.

Sementara gadis-gadis itu, meskipun keheranan melihat Hyukjae tapi mereka tetap berbisik-bisik dengan rinai kemerahan di wajah mereka.

“Hyukjae!!”

Siwon memandang heran pada Hyukjae yang bertingkah aneh.

“Kau baik-baik saja?” tanya Kyuhyun yang sama bingungnya dengan Siwon.

Mereka tahu jika Hyukjae itu playboy tapi baru kali ini melihatnya sangat liar ketika memandangi para gadis.

“Haissh,, jangan menghalangi jarak pandangku” geram Hyukjae “Kalian merusak pemandangan” Hyukjae berdesis, memandangi Siwon dan Kyuhyun yang memamerkan tubuh atletis mereka.

“Kurasa dia sedang sakit” gumam Kyuhyun

“Mengapa memakai kaca mata itu?” tanya Siwon, ia berusaha menggapai kaca mata Hyukjae namun pemuda itu menepis kasar tangan Siwon “Matamu sakit?”

“Singkirkan tanganmu!  Tentu saja mataku sakit melihat penampilan kalian” ujar Hyukjae

“Apa yang salah dengan kami?” tanya Kyuhyun. Ia dan Siwon tak mengerti.

Hyukjae hanya mendesah kesal, memandangi Kyuhyun dan Siwon dengan celana dalam pendek setengah paha atau boxers, memamerkan hampir sebagian besar tubuh mereka.

“Hai, kalian cantik sekali hari ini”

Mata Hyukjae tertuju pada gerombolan gadis yang lewat—ia memandangi pakaian dalam gadis-gadis itu.

“Luar biasa..” Hyukjae berdecak sambil memegangi dadanya.

Kyuhyun dan Siwon hanya saling pandang, bingung dan akhirnya hanya menggeleng tak paham dengan sikap Hyukjae.

Tiba-tiba saja seseorang merampas kaca mata yang dikenakan Hyukjae. Pemuda itu terkesiap, ia memandang kaca mata yang kini berada di tangan Yoon Hee.

Melihat Yoon Hee, Hyukjae langsung terkekeh. Surga yang sejak tadi ada di matanya langsung menghilang. Ia memandangi para gadis yang berlalu lalang—lengkap dengan pakaian seragam Hannyoung high school mereka, begitu juga dengan Siwon dan Kyuhyun.

“Sudah kubilang, jangan menyentuh apapun di dalam kamarku!” geram Yoon Hee

Mendadak Kyuhyun memelototi Hyukjae dengan tajam, sorot matanya seolah sedang mengatakan ‘apa yang kau lakukan di kamar Yoon Hee?’ namun Hyukjae tak memperdulikan terjangan mata Kyuhyun yang penuh kecemburuan.

“Yoon Hee,, aku hanya meminjamnya” elak Hyukjae.

“Tidak kuijinkan!!” Yoon Hee berlalu sambil menyimpan kaca mata itu di dalam saku seragam sekolahnya.

“Noonim!!” Hyukjae mengejar Yoon Hee membuat Kyuhyun dan Siwon semakin kebingungan

“Ada apa?” tanya Yoon Hee

“Pinjami aku kaca mata itu, sekali lagi” tawar Hyukjae “Please, my dearest sister” rengeknya.

Never!!” Yoon Hee mendengus dan memacu langkahnya.

Hyukjae mendesah kesal. Ia mempercepat langkahnya dan berjalan menyamai langkah Yoon Hee.

“Kau ingin menikmati itu sendiri? Noonim, berbagi itu indah” bujuk Hyukjae “Jangan katakan, jika kau sudah pernah melihat kami dalam keadaan setengah bugil—kau sengaja mencuri keuntungan dengan memandangi tubuh atletis kami, benar begitu?” Hyukjae menutupi dadanya dengan kedua tangannya—tingkahnya sangat lucu.

Yoon Hee mendesah. Langkahnya terhenti, ia memandangi Hyukjae dengan kesal.

“Bodoh! Ini bukan alat yang seenaknya dapat kau gunakan, ini bukan mainan” ingin rasanya Yoon Hee menelan Hyukjae hidup-hidup.

Yoon Hee melangkah kesal meninggalkan Hyukjae dibelakangnya dan tentu saja, Siwon juga Kyuhyun yang beberapa meter di belakang Hyukjae. Mereka sedang mengawasi Hyukjae dan Yoon Hee—heran.

Kaca mata itu memang bukanlah kaca mata biasa. Merupakan salah satu perlengkapan rahasia yang berkaitan dengan tugas Yoon Hee. Selain desain kaca mata yang menarik, fashionable—kaca mata itu memiliki fungsi lain, lebih tepat fungsi utama. Dirancang sedemikian rupa, memiliki sinar x. Dengan pindaian sinar x memungkinkan pemakainya untuk melihat orang yang membawa senjata dibalik pakaian mereka karena dengan kaca mata itu membuat seseorang hanya terlihat dengan pakaian dalam di mata sipemakai benda tersebut.

**

***

~.oOo.~

***

**

Suasana kelas selalu jauh dari kesan damai dan tentram ketika tak ada pengajar di dalamnya, sama halnya dengan kelas XII-1.

Yoon Hee satu-satunya siswa yang hanya duduk tenang menyendiri, memasang headset di telinganya. Ia menghalau kebisingan suasana kelas dengan lagu yang kini mengalun lembut dalam jangkauan pendengarannya.

Gadis itu tak perduli ketika Kyuhyun, Siwon dan Hyukjae terus mengarahkan pandangan mereka ke arahnya.

“Apa yang aneh dengan gadis itu?” Kyuhyun sedikit memiringkan kepalanya, terlalu serius mengamati Yoon Hee.

“Hanya sikapnya yang membuat dia sangat mencolok. Dia tak seperti kebanyakan gadis yang kita jumpai” Siwon tersenyum tapi senyumannya itu dibalas dengan tatapan galak Kyuhyun “Dia selalu bersikap sangat tenang, stay cool

“Tentu saja, noonim sangat hebat” ujar Hyukjae

“Hyukjae, berhenti menyebutnya seperti itu” desah Kyuhyun

“Kau tak bisa melarangku”

Your words made me shudder” kilah Siwon “Aku mengerti jika kau mulai mencoba menghormati wanita—tapi, kau sangat berlebihan”

You won’t understand” ujar Hyukjae “Ah,, Yoon Hee noona, you’re amazing” Hyukjae menerawang, mengembangkan senyum di wajahnya.

Shut up! Apa kau masih bisa mengatakan pada kami jika kau tak menyukai Yoon Hee?” Kyuhyun mendengus lalu tersenyum sinis, ia menyangsikan semua pengakuan Hyukjae tentang apa yang dirasakannya pada Yoon Hee.

Hyukjae tak memperdulikan Siwon dan Kyuhyun. Ia lebih fokus membayangkan betapa hebatnya sosok yang tersembunyi di balik seragam sekolah yang dikenakan oleh Yoon Hee. Ya, dia telah menjadi pengagum berat Yoon Hee. Sikapnya selalu membuat dua sahabatnya penasaran dan ia cukup menikmati suasana yang terjadi—membiarkan Siwon dan Kyuhyun menderita kesal tanpa mengetahui apa yang telah diketahui Hyukjae tentang Yoon Hee, bahwa alasan itulah ia memutuskan untuk menghormati wanita, dimulai dari Yoon Hee.

Seorang siswi berlarian masuk ke dalam kelas, ia menuju kumpulan siswi lainnya yang membentuk kelompok.

“Kudengar Heo seonsaengnim cuti” suara gadis itu cukup keras untuk ditangkap oleh seluruh penghuni kelas.

“Benarkah? Untuk berapa lama?”

“Aku berharap tak ada guru pengganti” gadis lainnya merengut “Pelajaran olahraga adalah satu-satunya hal yang paling kubenci” ia memberikan alasannya.

“Lupakan keinginanmu! Itu tak penting lagi karena ada yang akan menggantikan Heo seonsaengnim untuk sementara waktu”

“Untuk apa kau begitu heboh membawa kabar buruk itu?” desis gadis lainnya.

“Kabar buruk? Tunggu dan lihat, apakah kalian masih menganggap hal itu adalah sebuah musibah” gadis pembawa berita itu tersenyum penuh arti dan senyumannya itu kian melebar membuat semua teman-temannya saling pandang tak mengerti dengan situasi yang sedang berlangsung.

~~~

~~~

Jam pelajaran olahraga.

Semua murid kelas XII-1 telah berkumpul di lapangan.Merekamasih berdiri tak beraturan, sedikit bercengkrama sambil melempar canda dan tawa.Yoon Hee berdiri beberapa langkah dari ketiga siswa tampan yang selalu diawasinya.

“Lihat,, siapa yang datang??”

Perhatian semua siswa teralih, mereka memandangi seseorang yang berjalan menghampiri barisan yang masih berantakan itu.

“Astaga..siapa dia?”

Para gadis yang meskipun dari jarak jauh telah menangkap signal bahwa sosok yang berjalan ke arah mereka adalah pemandangan yang indah. Mereka berdecak kagum ketika orang itu semakin terlihat jelas.

Seorang pemuda dengan tubuh tinggi atletis—sangat gentle, rambut coklat, kulitnya yang bersih—saat berjalan terlihat seperti seorang model.

Siswi-siswi semakin terkagum-kagum ketika akhirnya pria tampan itu berhenti tepat di depan barisan yang mulai teratur. Ia tersenyum, memamerkan lesung pipi membuat para gadis seakan terbawa ke pusaran lesung pipinya itu.

“Apa kabar?” sapa pria itu “Aku Park Jung Soo, untuk beberapa waktu ke depan—aku akan menggantikan guru Heo”

Setelah perkenalan singkat guru itu, para gadis pasti langsung mengingat dengan jelas nama guru tampan itu di luar kepala. Guru baru itu mulai berbicara dan sukses di dengarkan dengan seksama oleh semua siswa, terutama para gadis.

Satu-satunya gadis yang tampak tenang dan hanya memandang tajam pada guru muda itu adalah Yoon Hee.

“Seonsaengnim,, apakah mungkin kau bisa melakukan semua olahraga?” seorang gadis bertanya dengan nada yang terdengar memuakkan di telinga Yoon Hee.

“Aku sangat menyukai olahraga” pria tersenyum, hampir saja semua gadis mimisan melihat senyumannya itu.

“Yongmodo..seonsaengnim, kau bisa yongmodo?” seorang gadis tampak antusias.

Semua berdecak ketika pertanyaan itu dijawab oleh senyuman, cukup menjelaskan bahwa guru itu dapat melakukan bela diri Korea yang dimaksud oleh gadis manis yang melayangkan pertanyaan tadi.

“Bagaimana dengan taekwondo?”

“Ya, aku melakukannya” jawab pria tampan itu “Masih ada yang ingin ditanyakan?” secara halus ia mengingatkan bahwa jam olahraga harus segera dimulai.

Para gadis tersenyum malu. Yoon Hee justru mendengus, melipat kedua tangan di depan dadanya—ia terus menghujani tatapan tajamnya pada guru tampan itu, lagi-lagi Yoon Hee mendengus diiringi senyuman tipis, sangat sinis.

“Siswa yang di situ” guru baru itu menatap Yoon Hee “Kulihat, kau satu-satunya orang yang memasang tampang tak sedapdi barisan kelas ini”

“Apa maksudmu?” tanya Yoon Hee santai.

“Kau tak menyukai olahraga? Atau yang tak kau sukai adalah aku?”

Yoon Hee mendesah dan kembali tersenyum.

“Aku tak mengatakan hal-hal seperti itu” jawab Yoon Hee datar.

Guru tampan itu memandangi Yoon Hee dengan tajam, sejurus kemudian ia tersenyum—senyumannya menyembunyikan banyak arti.

“Kau tak terlihat menyukai olahraga, jika seperti itu maka kau boleh pergi sekarang” guru bernama Park Jung Soo itu berkata dengan sangat tenang.

Semua murid berbisik dan menatap Yoon Hee yang tak berkutik.

“Apakah aku mengatakan itu?” Yoon Hee balik bertanya.

Sikapnya yang terlalu tenang justru sangat menakutkan di mata murid lainnya, kini terlihat Yoon Hee justru sedang mencari masalah dengan guru baru itu. Kyuhyun, Siwon dan Hyukjae tak luput mengawasi Yoon Hee.

“Gadis itu terlalu angkuh untuk melukai harga dirinya” ujar Kyuhyun.

“Akhirnya kau mengerti” desah Hyukjae

“Apa maksudmu?” Kyuhyun tak dapat menangkap maksud dari perkataan Hyukjae.

Nothing” jawab Hyukjae singkat. Kyuhyun mendesis, ia kembali mengawasi Yoon Hee.

Siwon hanya tersenyum, ia mengerti apa maksud Hyukjae. Tentu saja Kyuhyun tak mengerti, dia tak paham bahwa apa yang dikatakannya tentang Yoon Hee adalah cerminan dirinya sendiri—bukankah Kyuhyun tak berbeda jauh dengan Yoon Hee?

“Jika bukan karena kau tak menyukai olah raga—maka artinya, sebaliknya” suara guru itu kembali terdengar. Yoon Hee tak bergeming “Majulah!!”

Yoon Hee mengikuti perintah guru itu, ia keluar dari barisan lalu berjalan ke depan. Posisinya berhadapan dengan guru tampan tersebut.

“Aku akan menantangmu” ucapan sang guru sontak semakin membuat kegaduhan dalam barisan.

“Apakah itu perlu” Yoon Hee tersenyum.

“Hanya pergi, tak perlu mengikuti kelasku” ujarnya mencoba mengingatkan Yoon Hee agar beranjak jika tak ingin melakukan pertarungan apapun “Baiklah, tampaknya kau tak berkeberatan sedikitpun” katanya lagi ketika Yoon Hee sama sekali tak bergerak.

Suasana mulai menegang. Posisi tubuh kedua orang itu mulai beringsut. Guru baru itu menundukkan kepala pelan dan dibalas oleh tundukan kepala Yoon Hee—saling memberi hormat sebelum memulai pertandingan diantara keduanya.

Semua murid tercengang ketika mendapati bahwa guru tampan yang sejak awal kedatangannya telah menarik perhatian itu terlihat seperti akan berkelahi dengan Yoon Hee.

“Apa dia gila?” Kyuhyun mendesis geram, tak mengerti dengan jalan pikiran Yoon Hee. Siwon dan Hyukjae, turut mengawasi.

Sontak kegaduhan terjadi ketika pertarungan itu mulai, berkali-kali kedua orang itu saling meluncurkan serangan namun masing-masing bisa menangkis serangan. Picingan mata Yoon Hee yang begitu tajam mengawasi gerakan lawannya.

Para gadis berteriak, memberikan semangat pada si pria tampan. Sementara murid-murid lelaki hanya berteriak entah siapa yang mereka dukung. Siwon, Kyuhyun dan Hyukjae tetap mengawasi, cemas—jika Yoon Hee akan mengalami luka, mereka menyadari pertarungan itu jauh dari kata manis, tapi sangat kasar.

Perhatian Yoon Hee sedikit teralih saat itupula sebuah pukulan tepat menghantam wajah mulus Yoon Hee. Gadis itu terdiam. Tiga pemuda tampan yang terus memperhatikannya mendelik melihat Yoon Hee, pukulan itu pasti terasa sangat menyakitkan.

Yoon Hee tersenyum tipis, ia memandangi pria di hadapannya yang juga tengah tersenyum penuh kemenangan.

Pria itu kembali melakukan serangannya tapi dengan sigap Yoon Hee menghindar, ia berbalik—melayangkan tubuhnya diudara dengan gerakan salto yang kemudian mengarahkan tendangan tepat pada tengkuk guru tampan itu.

Para gadis histeris melihat pujaan baru mereka terhempas ke tanah. Yoon Hee tanpa ampun mengunci tangan dan kaki guru itu membuatnya tak bisa bergerak. Semua mata terkejut menyadari Yoon Hee sukses mengalahkan guru itu—terkesima melihat gerakan Yoon Hee yang terlihat seperti di film-film laga.

~~~

~~~

Yoon Hee mendesah pelan, ia memandangi dua botol minuman dingin di tangannya. Gadis itu lalu melangkah menuju suatu tempat. Menghampiri guru olahraga pengganti yang terlihat termenung—duduk di kursi di sekitar taman sekolah.

Yoon Hee mengarahkan minuman dingin di tangannya tepat di depan wajah tampan itu, pria tersebut kehilangan lamunannya.Ia menyambut pemberian Yoon Hee, membuka botol dan meneguk hampir setengah isinya. Yoon Hee duduk di sisinya, menyisakan jarak yang tak begitu banyak di antara mereka.

“Kau semakin hebat” Jung Soo memandangi Yoon Hee

“Jangan bermimpi kau bisa mengalahkanku, Park Jung Soo” Yoon Hee tersenyum sangat tipis, derai tawa Jung Soo terdengar.

“Yoonie,, mengapa kau tak bisa menunjukkan sopan santunmu—aku ini jauh lebih tua darimu” Jung Soo mengesalkan sikap Yoon Hee

“Kau berharap aku memanggilmu oppa? Jung Soo oppa??” giliran Yoon Hee yang tertawa “Lupakan saja!” tepis gadis itu.

Kedua orang itu terlihat sangat akrab, tentu saja—mereka memang telah saling mengenal.

“Aku sangat penasaran mengenai tugas barumu itu, tak kukira tugas seperti ini”

“Kau mendesak Ayahku untuk memberitahumu?” delik Yoon Hee “Jung Soo, kau tak bisa seenaknya mencampuri urusan kedinasan kami—aish, mengapa Ayah melakukan hal bodoh itu?” desis gadis itu.

Jung Soo memandang Yoon Hee dan sejurus kemudian, ia menggeleng lalu tertawa.

“Kau pikir ada yang lucu di sini?”

“Yoonie, bersikaplah lebih lembut” ujar Jung Soo “Kau mengira aku di sini karena sengaja mengikutimu? Ah, dunia apa ini?”

“Aku tak sebodoh itu” elak Yoon Hee “Lalu, kau di sini—sebagai seorang NIS atau CIA?” tanya Yoon Hee

“Aku tak mengkhianati negaraku dengan pindah ke CIA—karena kerja sama dua Negara itu maka mereka mengutusku untuk berada di CIA dalam beberapa waktu, tugasku sudah selesai” jawab Park Jung Soo

“Baiklah” Yoon Hee bergumam “Kedatanganmu membuatku terlihat seperti tak dapat melakukan tugasku dengan baik” kesal Yoon Hee

“Kau pasti tahu kondisi sebenarnya, jangan beranggapan seperti itu—keadaan ini cukup genting, meskipun tenang tapi justru terasa seperti bom waktu yang kapan saja dapat meledak”

“Aku tak serius dengan ucapanku” Yoon Hee tersenyum “Ayah mengatakan bahwa NIS akan mengutus agentnya. Sudah kuduga itu kau”

Jung Soo mengurai senyum hangatnya pada Yoon Hee. Park Jung Soo, seorang agent NIS (National Intelligence Service) Korea Selatan. Kedua orang itu telah saling mengenal sejak lama karena hubungan pertemanan orang tua Yoon Hee dan orang tua Jung Soo. Keduanya telah telah bersahabat sejak kecil.

**

***

~to be continue~

Iklan

624 thoughts on “The Sweet Bodyguard (Part 3)

  1. Ken berkata:

    Ngga akan ada apa2 sma persahabatan mereka kan? Kirain ada bikini party, udh ngikut mikir yadong gegara si Hyuk hahahh 😀 . Yoon Hee noonim fans beratnya yg warasan dikit napah,,,

  2. Merong berkata:

    Kaget banget pas ada jung soo dan minta duel bareng yoon hee aku kira jung soo itu mata” yg mau celakain kyuhyun ternyata sahabatnya yoon hee wkwkwk

  3. Hyunmij berkata:

    Yoon hee tidak menyukai jung soo kan? Semoga tidak.
    Soalnya Yoon hee cocoknya dengan kyuhyun..
    Kyuhyun cemburuan amat sama hyukjae jg dicemburuin

  4. mifta berkata:

    Astagahhh…. Betapa mesumnya kmu hyukjae.. ==”
    Tk kira jung soo musuhnya trnyata malah temenan sma yoon hee…
    Smoga tdk ada rasa selain persahabatan dn sayang kakak adik mgkin.. Soalnya udh rumit kyu sma siwon bersitegang (?)..
    Okee lanjut…

  5. miwpearly berkata:

    Dag dig dug jeger
    Saya kira yg mukul yoonhee itu yg ngincer kyuhyun
    Dan saya kira setelah hyukjae tau yoonhee yg sebenernya dia bakal lemea dan takut eh malah ngajak ribut/? Wkwk hyukjae mesumm
    Huwaa nae angel muncul juga
    Kirain tadi leeteuk sama yoonhee itu musuhan tau2nya dah kenal lama yaa wahhh
    Moga2 gaada yg suka yoonhee lagi wkwk
    Cukup kyuvil nyoum hansomewon aja jangan yg lainnnn

Mohon Saran dan Kritikannya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s