[Top Five Story] Forest

Cast        :
– Cho Kyuhyun (Suju)
– Lee Hyukjae (Suju)
– Kwon Sae Na (OC)
– Kim Nana (OC)
– Park Rin(OC)
– Other Cast

–>FF ini hanyalah sebuah imaginasi meskipun tak menutup kemungkinan terjadi dalam dunia nyata (apa yang kita anggap fiksi sebenarnya sudah banyak terjadi), jika ada kesamaan kisah, hanyalah faktor ketidaksengajaan. Say no to plagiat!!!

Note : WARNING! Bagi chingudeul yg GAK SUKA CERITA RINGAN, NO KONFLIK, NO FEEL & GAJE LUAR BINASA—sebaiknya gak usah terusin baca nih story hehehe,, aku nostalgia karena ini tulisan paling pertama yang aku buat jaman dulu jadi maklum kalo ceritanya aneh abis.

***

Nowon High School.

PRAAKK!!!

Suasana kelas yang tadinya sangat berisik mendadak sunyi ketika seorang guru menggebrak meja dengan kedua tangannya.

“Mengapa kalian tak bisa tenang? Kalian tak melihat aku di depan kelas?” wanita itu, guru Han terlihat sangat marah.

“Badan sebesar itu, mana mungkin kami tak melihatnya?” gumam seorang murid

“Aku akan mengadukan kalian pada wali kelas” guru Han memperbaiki letak kaca matanya.

“Bu—jika anda terus memarahi kami, maka tak satupun pelajaran yang bisa kami terima”

“Nana!! Kau pikir ini karena siapa? Dimana otak kalian, huhh??”guru Han menerjang seorang siswi dengan tatapannya menakutkan.

“APA??” teriakan seorang siswi mengagetkan seisi kelas “Mengapa bisa seperti ini?? MENGAPA ADA ULAR DI SINI??”

Kepanikan kembali terjadi mendengar teriakan histeris siswi itu.
“Ular? Dimana ular?” wajah guru Han terlihat ketakutan “Kyaaaaaaa!!” guru itu berlari keluar kelas seperti orang yang kesetanan.

~~~

~~~

Jam istirahat dipergunakan dengan baik oleh semua murid Nowon High School, tak terkecuali dengan sekelompok murid yang duduk berkumpul di sebuah tempat di dalam kantin sekolah.

“Aaahh… kakiku~” Kim Nana, gadis itu memegangi betisnya yang terasa sakit.

“Bahkan aku merasakan seluruh tubuhku seperti habis ditimpa oleh batu besar” gadis lainnya ikut merengut “Bayangkan selama 3 jam harus menghadapi teriknya matahari”

“Park Rin!! Jangan membesar-besarkan sesuatu, kita hanya dihukum selama 1 jam” protes seorang pemuda, Lee Hyukjae.

“Ini sangat menyebalkan! Hanya karena perbuatan mereka, lalu kita semua harus menerima ganjaran yang sama?” Sae Na mengepal tangannya kuat “Dimana letak keadilan di dunia ini?” sungutnya lagi.

“KWON SAE NA!!” Hyukjae, Nana dan Rin menggertak Sae Na membuat gadis itu harus menyumbat telinganya.

“Hei,, ada apa dengan kalian? Aku yang tak tuli bisa menjadi tuli karena teriakan kalian barusan” Sae Na mengacungkan kepalan tangannya kepada ketiga orang itu.

“Hanya karena perbuatan mereka?” Nana mengulangi pernyataan Sae Na

“Orang yang berteriak histeris karena ular adalah kau!”Hyukjae menggeram.

“Ah~” Sae Na tersipu malu “Jangan salahkan aku! Salahkan ular itu, mengapa dia tiba-tiba muncul dan hampir memusnahkan tokohku—setelah perjuangan panjangku sampai ke level teratas, tak akan kubiarkan game over!” Sae Na menengadah, menatap langit-langit dengan tatapan pasti penuh rasa percaya diri.

“Gadis buruk!” Rin membenamkan wajahnya dalam kedua telapak tangannya.

“Maafkan aku, tapi bisakah kalian tak menatapku seperti itu? Itu bukan sesuatu yang disengaja—anggap saja itu perbuatanku yang paling naif” Sae Na menelusuri satu per satu wajah-wajah yang ada di hadapannya.

“Sae Na, bagaimana bisa kau berkata setenang itu?” Rin belum bisa meredakan emosinya “Kau tak melihat kulitku? Semua hasil perawatan kecantikanku mendadak sirna karena kau” Rin memandangi kulit tangannya dengan tatapan yang begitu nanar.

“Kalian tenanglah sebentar” seorang pemuda yang sedari tadi hanya diam mendengarkan perdebatan sahabat-sahabatnya akhir mulai berbicara “Kita seharusnya sedang membicarakan rencana liburan besok” Cho Kyuhyun terlihat sangat tenang, ia satu-satunya yang tak terpengaruh dengan perdebatan yang sempat memanas tadi.

“Ah, aku hampir lupa” Hyukjae tersenyum malu.

“Jadi, kemana kita akan berlibur?” Tanya Kyuhyun.

“Pantai. Sudah lama aku tak surfing” usul Hyukjae.

“No no no, pantai bisa merusak kulitku!” Rin orang pertama yang mengajukan penolakan.

“Rin, apa kau tak pernah mendengar sesuatu yang bernama sun block?” Hyukjae mendesis.

“Bagaimana jika kita ke perkebunan apel pamanku?” usul Nana “Kita bisa melakukan beberapa penelitian disana” Nana menambahkan alasannya, matanya terlihat berbinar-binar.

“Nana, liburan ini agar bisa melepas penat—jangan membuat kami harus berhadapan dengan pelajaran” tolak Sae Na

“Brilliant!” tiba-tiba saja Rin memetik jari, tampaknya ia telah memikirkan sesuatu di kepalanya “Berlibur ke villa kerabatku adalah ide yang paling cemerlang saat ini ho ho ho ho ho”

“Rin, apakah villa itu benar-benar ada?” Sae Na terlihat sangat tak yakin.

“Aishh!!” Rin menggeram kesal melihat ekspresi Sae Na “Bagaimana menurut kalian? Di sana kita bisa menikmati jus alpokat yang sangat baik untuk kecantikan kul…”

Ucapan Rin belum selesai ketika sebuah buku melayang dan tepat mengenai wajah gadis itu.

“Aaa..sakit~~~” Rin meringis

“Park Rin, bisakah kau tak menyinggung hal-hal yang berbau kecantikan? Kau ingin merubahku dan Kyuhyun menjadi seorang gadis?”Hyukjae tampak sangat kesal.

Rin hanya mencibir sementara Sae Na mendorong pelan kepala Rin dengan telunjuknya.

“Oke, alright, jadi kita harus kemana?” Rin membulatkan kedua matanya.

“Tak tahu” Hyukjae menggeleng “Kyu, lalu kita harus ke tempat seperti apa?”

“Kemana kau ingin pergi nona Kwon Sae Na?” giliran Nana yang menatap tajam Sae Na.

“Hutan”

Semua langsung menatap Sae Na dan Kyuhyun ketika kedua orang itu kompak menjawab pertanyaan mereka.

“Gosh,, pertanda apa ini? Mengapa kalian memiliki pemikiran yang sama? Bukankah kalian sangat berjodoh?” Hyukjae tersenyum, ia terlihat sedang menggoda Sae Na dan Kyuhyun.

“Singkirkan tatapan itu!” ancam Kyuhyun.

“Berjodoh? Lee Hyukjae tarik kembali ucapanmu!!” Sae Na mulai marah.

“Tak mau!” Hyukjae menjulurkan lidahnya dan detik kemudian Sae Na langsung menangkap bibir Hyukjae “Sae Na,  lepaskan—kau menyakitiku” Hyukjae meringis ketika Sae Na mencubit bibir pemuda itu.

“Jika kau bermain-main denganku, kupastikan kau akan kehilangan bibir seksi yang selalu kau banggakan itu”

Hyukjae bergidik mendengar ancaman sahabatnya yang begitu galak itu.

“Kyu, mengapa kita harus ke hutan? Tak adakah pilihan lain?” Rin terlihat setengah memohon.

“Banyak hal yang bisa kita dapat” ujar Kyuhyun “Kita bisa menikmati udara segar, mengambil bagian dalam pembersihan sekitar area hutan yang akan kita jadikan tempat berkemah, kalian harus ingat tugas yang diberikan guru Song tentang satwa dan tumbuhan hutan—kita bisa melakukannya di sana”

“Bukankah tak ada bedanya dengan berlibur di perkebunan pamanku? Seseorang menolak usulanku hanya karena tak ingin belajar, lalu sekarang apa bedanya?” dengus Nana, ia menatapi Sae Na dengan kesal.

“Mengapa tak sekalian saja kita mendaftarkan diri sebagai petugas pembersih hutan?” Sae Na bergumam pelan “Ups~” ia dengan santai menutup mulutnya ketika tatapan tajam Kyuhyun tertuju padanya.

“Sae Na, apa alasanmu—mengapa kita harus ke hutan?” Tanya Rin. Sae Na tersenyum.

“Sebenarnya tak ada alasan yang spesifik” senyum tak surut dari wajah gadis itu “Di sana pasti banyak pohon yang bisa aku panjati!” ia terkekeh.

“Sae Na satu koloni denganmu” Rin menatap Hyukjae “Monkey” lanjutnya lagi membuat Hyukjae mendorong pelan kepala gadis itu.

“Childish” gumam Kyuhyun.

“Hei! Kau bilang apa?” Sae Na menatap tajam pada Kyuhyun

“Kau ingin aku mengulanginya?”Kyuhyun terlihat sangat santai.

“Sudah, hentikan!” Hyukjae menengahi mereka “Kalian sama kekanak-kanakan” desis Hyukjae.

“Jadi—keputusannya kita kemana?” Tanya Rin.

“HUTAN!!!” Nana, Hyukjae, Kyuhyun dan Sae Na sama-sama meneriaki Rin yang langsung menutup kedua telinganya.

“Oh my God~ hutan? Di sana banyak nyamuk, kalian tak bisa membayangkan itu?” Rin bergidik ngeri “Bagaimana jika terjadi sesuatu padaku? Kalian harus bertanggungjawab padaku”

“Rin, aku belum melakukan apapun padamu~ mengapa kau begitu naif meminta pertanggungjawaban itu?” goda Hyukjae yang langsung disambut dengan tendangan Rin di tulang kering kakinya “Park Rin! Mengapa kau bisa sesadis itu?”Hyukjae meringis kesakitan.

“Singkirkan wajahmu dari pandanganku!” Rin mengebas rambutnya, membuang tatapannya dari Hyukjae. Sementara ketiga sahabat mereka hanya menggeleng dan mendesah lemah.

Kelima orang itu merupakan siswa dengan urutan peringkat lima teratas atau top five pada angkatan mereka. Cho Kyuhyun yang menduduki peringkat pertama, disusul oleh Kim Nana, Kwon Sae Na, Lee Hyukjae dan Park Rin. Mereka menjadi sangat akrab dan sering berkumpul bersama bahkan melakukan liburan dan petualangan bersama-sama. Kelima siswa yang tergabung dengan karakter yang berbeda-beda.

Kyuhyun yang selalu tenang, begitu serius dan pendiam, ia mampu menjadi leader bagi keempat orang lainnya. Sae Na yang tomboy, sangat ceria, Sae Na selalu bersikap sebagai seorang pemberani namun terkadang ia bisa melakukan kekacauan karena kecerobohannya. Hyukjae yang playboy. Rin yang selalu mengutamakan penampilan, perawatan dan kecantikan adalah satu di atas segalanya. Nana yang sangat rajin belajar meskipun tak bisa melengserkan posisi Kyuhyun, dia yang selalu bersikap paling dewasa di antara Sae Na dan Rin.

**

~.oOo.~

**

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, mereka telah berkumpul di rumah Rin dan selanjutnya akan bersama-sama menuju hutan yang menjadi tempat mereka berkemah.

“Pastikan kalian tidak melupakan hal-hal yang penting” ujar Kyuhyun

“Semua perlengkapanku sudah sangat complete” Hyukjae memeriksa ranselnya.

“Hyukjae, pastikan juga pakaianmu? Jangan sampai kau tak membawa satupun dari mereka” selidik Rin

“Aku tak sebodoh itu”

“Sebenarnya tak masalah, kau sudah terbiasa mengenakan pakaian yang sama berhari-hari lamanya” ledek Nana

“Haish! Kau” Hyukjae memelototkan matanya pada Nana.

“Hai…” Sae Na langsung melempar ransel begitu saja, ia segera menggeloyor ke lantai rumah Rin, terlihat jelas bahwa ia sangat kelelahan.

“Tak bisakah kau datang tepat waktu?” Nana memandangi jam tangannya.

“Aku hampir setengah perjalanan ketika menyadari tak satupun benda yang kubawa” Sae Na menepuk-nepuk ranselnya.

“Sae Na, sebaiknya kau mengkonsumsi obat pencegah kepikunan” ujar Kyuhyun

“Ciihh,,” Sae Na hanya mencibir pelan.

Sebuah mobil berhenti tepat di pekarangan rumah Rin.

“Mobilnya sudah datang, masukan perlengkapan kalian—kita akan segera berangkat” ujar Kyuhyun.

Semua menyambut baik perkataan Kyuhyun, setelah meletakan ransel dan perlengkapan lainnya di dalam bagasi, mereka segera menaiki mobil yang langsung membawa mereka meluncur di padatnya jalanan kota Seoul. Kyuhyun hanya tersenyum tipis menyaksikan sahabat-sahabatnya yang begitu riang dan saling melempar candaan di sepanjang perjalanan, lalu tiba-tiba saja Hyukjae terdiam.

“Tunggu…” Hyukjae bergumam

“Ada apa?” Kyuhyun memandangi pemuda itu.

“Apakah kita tak melupakan sesuatu?” dahi Hyukjae tampak berkerut memikirkan kejanggalan yang terjadi.

“Benarkah?” Kyuhyun mendesah “Periksa kembali barang bawaan kalian” perintah Kyuhyun.

“Bukan aku” elak Sae Na “Aku sangat yakin jika aku tak melupakan perlengkapanku untuk kedua kalinya”

“Aku juga” jawab Nana

“Aneh, rasanya ada yang kurang” Hyukjae tetap mengernyit, ia terlihat berpikir keras.

Hyukjae memandangi satu per satu wajah sahabat-sahabatnya itu. Ia lalu memegangi jantungnya.

“Uhm… kalian—apa kalian tak menyadari itu?” Hyukjae menelan ludah kasar.

Mereka saling pandang, wajah mereka seperti baru terhindar dari maut. Mereka menahan nafas, tegang.

“PARK RIN!!!!”

Keempat orang itu berteriak histeris ketika menyadari kesalahan itu.

“Gawat!! Rin tertinggal!!” Nana histeris.

“Pak, pak! Tolong kembali ke tempat tadi!” dengan tegas Kyuhyun meminta sopir untuk kembali ke rumah Rin.

Beberapa saat kemudian, di dalam mobil yang kembali membawa mereka melesat di jalanan Seoul.

Rin menghujani tatapan tajamnya pada keempat sahabatnya yang mengalihkan tatapan mereka, tak ada yang berniat beradu pandang dengan Rin.

“KALIAN!!” teriak Rin “Meninggalkanku begitu saja? Aku tak terima penghinaan ini”

Semua langsung melindungi kepala mereka. Kebiasaan buruk Rin, ketika marah maka rambut siapapun yang bisa digapainya akan menjadi korban.

“Maaf..maaf”

“Kemana saja kau?” Kyuhyun mendesah kasar.

“Perutku tiba-tiba sakit~”

“Bodoh! Berapa kali kami harus mengingatkanmu! Jangan pergi diam-diam! Kau tak bisa menyalahkan kami” tuding Sae Na

“Iya” Rin tertunduk

Setelah melalui perjalanan panjang, mobil yang ditumpangi mereka berhenti. Kelima murid Nowon High School itu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki memasuki kawasan hutan.

“Masih jauh? Aku sudah sangat kelelahan” Rin menyeka keringat di dahinya.

“Tidak jauh lagi” Kyuhyun menjawab pertanyaan Rin

“Kakiku pegal, kita istirahat sebentar ya” rengek Rin

“Rin, hari sudah hampir gelap—apa kau ingin malam mendapati kita dalam perjalanan?” Nana menoleh pada Rin “Sebaiknya kita harus segera tiba di lokasi itu”

“Aku tak merasakan pijakan kakiku lagi? Kalian bisa membuatku lumpuh”

“Rin jangan bersikap seperti seorang bocah! Mengapa kau secengeng itu huhh?” Sae Na menatap Rin dengan sangat kesal.

“Hei, Rin. Jika kau tak sanggup, aku tak keberatan menggendongmu” Hyukjae tersenyum cengengesan.

“What? NO!!” tolak Rin mentah-mentah “Tangan kotormu itu bisa menggerayangi bokong berhargaku” Rin mencibir.

“Haish—Rin, meskipun aku sangat menyukai wanita tapi kau harus tahu jika aku orang yang  sangat pemilih” desis Hyukjae “Tipe sepertimu sangat banyak dijumpai seperti jamur di musim hujan”

“Lee Hyukjae!!!”

Hyukjae hanya terkekeh ketika tanduk Rin telah tampak di kepalanya. Gadis itu benar-benar marah.

“Kita sudah sampai”

Perkataan Kyuhyun melegakan wajah keempat sahabatnya. Tanpa diberi aba-aba, mereka segera meletakan ransel mereka dan bergotong royong mendirikan tenda juga membersihkan area di sekitar tenda mereka. Setelah semua tampak beres, kelima orang itu duduk melepas lelah.

“Sudah jam 6 sore” Nana melirik pada jam tangannya “Aku harus menyegarkan tubuhku”

“Ada sebuah air terjun yang terletak tak jauh dari sini” Kyuhyun tampaknya sudah mengenal dengan baik lokasi tempat mereka berkemah.

“Benarkah?” Sae Na terpekik girang “OK. Let’s go!!” ia terlihat bersemangat.

~~~

~~~

“Segar sekali” Sae Na langsung menceburkan diri ke dalam air.

“Kau benar—beruntungnya kita” Nana menyusuli Sae Na

“Rin, apa yang kau lakukan?” Sae Na terkejut ketika Rin melempar sebuah batu ke dalam air “Tindakanmu bisa melukai kami”

Rin hanya terkekeh, ia tak terlihat berniat mengikuti jejak kedua sahabatnya. Rin hanya membasuh wajahnya. Tampaknya ia masih mempertanyakan kebersihan air itu, meskipun sangat jelas jika air tersebut bersumber dari mata air murni pegunungan.

“Apa hanya perasaanku saja?” Sae Na bergumam pelan “Mendadak tempat ini mulai berkabut” ia mengamati sekeliling air terjun yang mulai ditutupi oleh kabut.

Sementara itu dari kedalaman air, sebuah tangan pucat menggapai dan langsung menarik kaki salah satu dari mereka.

“Sae Na, jangan menarik kakiku” Nana menatap galak ke arah Sae Na.

“Menarik kakimu? Kau pikir aku anak kecil?”Sae Na sangat sinis.

“Bahkan orang dewasa dapat bertingkah seperti seorang anak kecil—Sae Na, kau tak perlu berbohong” Nana tak mempercayai pengakuan Sae Na.

“Kim Nana! Kau cari mati rupanya” Sae Na mencipratkan air ke wajah Nana, gadis itu membalas perbuatan Sae Na dengan kembali menyiram wajah Nana.

“Hei, berhenti bermain-main. Kita harus kembali” Rin mencoba mengingatkan kedua sahabatnya itu.

“Kau tak ingin bergabung dengan kami?” tawar Nana. Rin hanya menggeleng antusias.

Tanpa disadari oleh Nana dan Sae Na ketika dengan perlahan kepala seseorang mulai terlihat dari dalam air. Rambut hitam pangjang yang mengambang di permukaan air, hampir menutupi wajah pucat itu. Rin, satu-satunya yang menyadari kehadiran sosok tersebut.

“Be..be..be..” Rin tergagap, ia ketakutan namun tak bisa melanjutkan perkataannya. Tangannya menunjuk ke arah wanita mengerikan itu berada.Tepat di belakang Nana dan Sae Na.

“Be..be..be..?? kau sedang bernyanyi?” Sae Na tak mengerti dengan kode yang diberikan Rin.

Rin menggeleng kasar. Tangannya dengan gemetar tetap berusaha untuk memberitahu kedua sahabatnya.

“Park Rin! Apa maksudmu?” Nana terlihat mulai kehabisan kesabaran.

“Bebek?” Sae Na masih begitu bersemangat menebak maksud dari perkataan Rin tanpa menyadari keadaan sebenarnya “Nana, kau masih tak mengerti? Gadis itu sepertinya ingin menikmati bebek panggang china” tambahnya lagi dengan sangat cuek.

Rin mendesah kesal bercampur ketakutan. Kesal karena kedua sahabatnya itu sangat lambat menyadari signal yang ia berikan.

“Dibelakang..kalian!!” Rin dengan susah payah menyelesaikan perkataannya.

Sae Na dan Nana hanya saling pandang, sama-sama mengangkat bahu tak mengerti dengan maksud Rin. Lalu dengan santainya kedua gadis itu menengok ke belakang, dimana sosok mengerikan itu masih tenang memamerkan keangkerannya. Sae Na dan Nana kembali berpaling ke depan menatap  Rin yang mengangguk pelan.

KKYYYAAAAAAAAAAAAAA!!!!!

Jerit histeris membahana di dalam hutan. Dengan kecepatan tinggi Sae Na dan Nana keluar dari air, Rin membantu kedua sahabatnya untuk mencapai tepian. Ketiganya berlari kencang sambil berteriak histeris di sepanjang pelarian mereka.

Kyuhyun dan Hyukjae terkejut melihat tiga gadis sahabat mereka seperti orang gila berlari dalam hutan sambil berteriak-teriak bak orang gila.

“Ada apa? Apa yang terjadi?” Tanya Hyukjae yang kebingungan melihat wajah ketiga gadis itu yang telah pucat pasi.

“Wa..wa..wanita~” Rin berusaha untuk menjelaskan situasi mereka.

“Apa? Wanita? Dimana?”Hyukjae begitu antusias.

“Air..air terjun” Nana menunjuk ke lokasi air terjun.

“Wanita cantik?” selidik Hyukjae “Haish—mengapa tak mengajaknya ke sini?”

Plak!

Sebuah tamparan keras di kepala Hyukjae.

“Kwon Sae Na!!”Hyukjae mendesis kesal “Mengapa kau terus menyiksaku?”

“Bodoh! Kau ingin kami berbagi tenda dengan wanita mengerikan itu?”Sae Na terlihat sangat geram.

“Kyu, kami baru saja bertemu dengan hantu wanita yang sangat mengerikan” Rin hampir menangis ketika mengatakan itu.

“Hantu?” sontak Kyuhyun dan Hyukjae menatap Rin namun sesaat kemudian tawa Hyukjae menggelegar.

“Apa yang kau tertawakan? Kau kira ini sangat lucu?” kesal Nana

“Apa yang kalian bicarakan?” Tanya Kyuhyun.

“Ucapan Rin kurang jelas? Atau telingamu memang tuli?” jelas sekali Sae Na sangat sebal.

“Hantu?” ulang Hyukjae “Kalian jangan terlalu sering berimajinasi yang bukan-bukan”

“Aku tak perduli jika kau tak mempercayai kami tapi satu hal—sekarang juga aku ingin melihat lampu-lampu Seoul” geram Rin.

“Rin, hari sudah begitu gelap—sangat mustahil untuk kembali ke jalan utama dengan keadaan seperti ini. Kita bisa tersesat” Kyuhyun memberikan alasan yang masuk akal “Jika kalian ingin kembali, sebaiknya kita tunggu sampai besok pagi” katanya lagi, ia selalu bersikap tenang.

“Ibu~ aku merindukanmu” Rin menyeka air matanya, ia mulai sesegukan.

“Aish, dasar penakut” ledek Hyukjae.

“Jika kau tak percaya, sebaiknya tutup mulutmu!” ujar Nana. Ia mulai marah.

“Sudahlah, kalian tak perlu takut. Kalian beristirahatlah. Malam ini aku dan Hyukjae akan berjaga-jaga di luar tenda” Kyuhyun mencoba untuk menenangkan para gadis.

“Apa? Aku?” Hyukjae menunjuk dirinya sendiri

“Ada apa?” Tanya Kyuhyun

“Jangan libatkan aku! Aku tak ingin menjadi penjaga gadis-gadis menyebalkan ini—aku ingin tidur”

“Tidur saja sampai matamu melekat” geram Rin “Kami tak butuh bantuanmu” gadis itu menjulurkan lidahnya.

“Kalian!” Kyuhyun menatap tajam kepada keempat orang itu, mereka terdiam “Baiklah, aku yang akan berjaga”

“Benarkah?”Hyukjae terkejut.

“Kau berubah pikiran?” Kyuhyun balik bertanya

“Tidak” jawab Hyukjae tegas.

**

~.oOo.~

**

Sudah hampir tengah malam. Hyukjae belum juga terlelap. Ia sibuk membolak-balik posisi tubuhnya, sesekali ia menarik selimut ketika merasakan dingin yang menembus kulit tubuhnya.

Pemuda itu menyunggingkan senyuman tipis di sudut bibirnya menyadari seseorang telah berbaring di sisinya.

“Kupikir kau masih menjaga gadis-gadis menyebalkan itu? Sudah kubilang tak perlu bersikap seperti pahlawan. Tindakanmu sudah benar, saat ini yang diperlukan adalah memejamkan matamu” ujarnya pelan.

Tak ada sahutan.

“Kau benar-benar lelah?” Tanya Hyukjae “Kyu, kau masih marah padaku? Baiklah aku minta maaf” katanya lagi.

Tak ada perubahan, Hyukjae semakin kalap ketika ucapannya seakan tak digubris oleh lawan bicaranya.

“Cho Kyuhyun!! Kau bisa membuatku melakukan hal mengerikan karena sikapmu!” Hyukjae benar-benar marah, emosinya telah berada di puncak tertinggi.

Pintu tenda di buka dengan kasar.

“Lee Hyukjae, teriakanmu bisa membangunkan seisi hutan” Kyuhyun mendongak dari balik pintu tenda.

“Kau?” Hyukjae terkejut melihat Kyuhyun, ia tampaknya sangat kebingungan “Lalu..yang sejak tadi…”

Bersama-sama Hyukjae dan Kyuhyun menggeser pandangan mereka, ke sisi Hyukjae. Kedua pemuda itu terpekik kaget setengah mati mendapati seorang wanita dengan wajah sangat putih tampak berbaring di sisi Hyukjae.

HUAAHHH!!

Tanpa banyak bicara kedua orang itu berlari dan langsung masuk ke dalam tenda para gadis. Kedatangan mereka membangunkan para penghuni tenda tersebut.

“Apa-apaan ini?” Spontan Sae Na terduduk.

“Ssstt…” Hyukjae langsung membekap mulut Sae Na “Wanita itu~ wanita mengerikan itu! Kami melihatnya!”Hyukjae menelan ludah kasar.

Suara langkah kaki yang mendekati tenda membuat mereka kembali hening. Menahan gemuruh dalam dada mereka, ketakutan luar biasa menjalari pikiran mereka. Hyukjae menyisir sekitarnya, matanya menangkap sebuah raket listrik penangkap nyamuk. Pemuda itu langsung menggenggam erat raket itu, suara langkah kaki kian mendekat membuat mereka menahan nafas mereka.

Mereka semakin ketakutan melihat bayangan seorang wanita dari luar tenda. Perlahan tangan wanita itu mendekati tenda, membuka pintu tenda. Mereka menelan ludah kasar.

KYAAAAAA!!

Teriakan histeris ketika wajah putih itu tampak di hadapan mereka.

BRUGH!

Dengan sekuat tenaga Hyukjae mengarahkan raket di tangannya ke wajah mengerikan wanita itu, kontan saja wanita itu tersungkur.

Kyaaaaa…

Mereka berteriak histeris berlari keluar tenda.

“Aaahh!!!” Nana menjerit ketika kakinya di tangkap oleh wanita itu, Nana tersungkur “Tolong~”

Sahabat-sahabatnya yang telah berlari terlebih dahulu memutuskan kembali untuk menyelamatkan Nana. Nana terus menjerit ketika terjadi tarik-manarik antara sahabat-sahabatnya dan wanita mengerikan yang masih tersungkur di tanah.

“AAA~ SELAMATKAN AKU!!!” Nana terus menggeleng-geleng. Ia bahkan menendang-nendang kepala wanita itu dengan begitu antusias.

“TARIK DIA!!” teriak Hyukjae.

Tanpa pikir panjang, Sae Na mengambil kayu kecil di sisinya dan langsung memukul-mukul tubuh wanita itu dengan semangat membabi buta.

“Uhk~” wanita mengerikan itu berdehem lemah “Tolong~” suaranya terdengar kian melemah.

Para muda-mudi itu saling pandang. Mereka lalu memandangi wanita mengerikan yang mencoba mengangkat wajahnya.

“Ini..aku~~”

“PARK RIN???” mereka terlonjak kaget menyadari sosok mengerikan yang hampir mati di hadapan mereka adalah sahabat mereka sendiri.
Beberapa menit kemudian di dalam tenda…

“Kalian~ kalian benar-benar ingin membunuhku?” Rin tampak lemas, wajahnya terlihat jelas garis-garis bekas pukulan raket “Mengapa selalu aku?” ia menatap lemah wajah-wajah penuh rasa bersalah di hadapannya.

“Rin, minumlah dulu~” Nana membantu Rin meneguk air, ia merasa sangat bersalah.

“Kau juga salah! Mengapa kau menerobos masuk ke dalam tenda pria? Di tengah hutan ini kau masih memakai masker? Kau hampir membuatku mati lemas karena ketakutan?” Hyukjae menyerang Rin.

“Bukankah yang hampir mati adalah aku?” Rin menggeram marah “Itu hanya kesalahan, aku tak tahu jika tenda yang kumasuki bukan milik kami. Ibu~ hampir saja anakmu kehilangan nyawa di tangan sahabat-sahabat terbaiknya” Rin menarik-narik hingusnya.

“Yeikh, menjijikan” desah Sae Na.

“Sstt, diamlah!” Kyuhyun meminta mereka tenang. Pemuda itu langsung menutup rapat-rapat tenda itu.

Tangan Kyuhyun menunjuk sesuatu yang membuat jantung mereka hampir berhenti. Bayang-bayang seseorang berpakaian terusan dan berambut panjang, bayangan itu terlihat di luar tenda mereka.

“Bagaimana ini?” Nana mulai gemetar.

“Kyu, tempat apa ini? Mengapa kita menemui hal-hal aneh di sini?” Tanya Hyukjae. Kyuhyun terlihat berpikir.

“Belum sehari kita di sini” sesal Sae Na.

“Eh, sepertinya dia sudah pergi” ujar Rin.

Pelan-pelan mereka mengintip dari balik tenda. Tak ada siapapun di luar sana.

“Syukurlah” Hyukjae mengusap dadanya.

“Aku mendengar tempat ini dari Jin Hyuk sunbae, dia tak mengatakan apapun yang aneh dengan tempat ini” ujar Kyuhyun.

“Jin Hyuk sunbae?” Sae Na memandangi Kyuhyun “Bodoh, apa kau tak tahu jika Jin Hyuk gila itu sangat senang mengerjai orang lain? Tentu saja ia tak akan mengatakan keadaan sebenarnya, dia pasti sedang tertawa bahagia menyadari kita terjebak di tempat ini”

“Jin Hyuk! Awas kau! Jika bertemu denganmu, tak akan kubiarkan kau” Hyukjae mengepal kedua tangannya. Senior mereka yang bernama Jin Hyuk memang terkenal paling usil.

Keadaan tiba-tiba saja mencekam, udara dingin yang merembes membuat kelima orang itu mulai merapatkan tangan. Mereka memegangi tengkuk mereka, bulu badan mereka mulai meremang. Mereka mulai merasakan keanehan dan kengerian yang kembali menjalari tubuh mereka.

Sesosok wanita berpakaian putih terusan selutut, ia duduk bersimpuh di pojok tenda dengan kepala tertunduk. Rambut hitam pekatnya terurai panjang. Kulit tubuhnya yang begitu pucat terlihat sangat jelas dalam remangnya cahaya senter dalam tenda itu.

KYYAAAAAAAAAAAA

Detik selanjutnya teriakan histeris kembali membahana di dalam hutan. Mereka berhamburan lari keluar dari tenda, berusaha untuk menyelamatkan diri dari terror makhluk mengerikan itu.

“Aku tak kuat lagi” Rin mulai kelelahan, entah sudah berapa jauh mereka berlari non stop.

“Aku juga” ujar Nana

“Bisakah kita beristirahat, sebentar saja?” Sae Na langsung tersungkur di atas tanah.

“Setidaknya kita sudah keluar dari area hutan angker itu” Hyukjae ikut merebahkan dirinya.

Mereka terlihat lemas. Beristirahat menanti matahari kembali menyingsing. Perjalanan kembali dilanjutkan hingga mereka tiba di jalan utama. Seorang pria tua melintas di hadapan mereka.

“Kakek” Kyuhyun menyapa kakek itu.

“Ada apa?”

“Maaf, apakah bus melewati daerah ini?”

“Kalian tunggu saja di halte itu” mata mereka tertuju pada sebuah halte di pinggiran jalan “Tak jauh dari sini ada perkampungan, bus yang sampai di perkampungan itu pasti akan melewati halte ini dan kalian akan tiba di Seoul”

Kelima muda-mudi itu mengangguk lega. Kakek tersebut menatapi mereka cukup lama.

“Kalian—berkemah di dalam hutan itu?” Tanya kakek.

Kyuhyun dan lainnya mengangguk.

“Tempat yang mengerikan” Nana bergidik ngeri.

“Sudah lama hutan itu tak dikunjungi. Orang-orang takut karena cerita dan kejadian-kejadian aneh di sekitar hutan itu”

“Ternyata seperti itu” Sae Na melemas.

“Eh, busnya sudah datang!” Hyukjae terlonjak girang.

Setelah berpamitan dengan kakek itu, mereka segera naik ke dalam bus yang akan mengantar mereka ke Seoul. Bus mulai melaju. Mereka menoleh ke belakang, ke arah kakek itu. Mereka lalu melambaikan tangan pada kakek tersebut. Kelima orang itu kembali terpekik ketika kakek itu berubah wujud menjadi sosok wanita yang beberapa waktu lalu terus meneror mereka. Mereka perlahan memalingkan wajah mereka, duduk menatap lurus ke depan dengan wajah yang menegang.

“Aku ingin menghapus beberapa ingatanku” Nana bergidik

“Aku tak akan menyentuh hutan dalam jangka waktu panjang” gumam Sae Na.

“Yang terpenting, kita bisa kembali ke rumah masing-masing” Kyuhyun bersandar lemas.

“Benar!” Rin mengangguk.

“Setelah kupikir-pikir hantu tadi semasa hidupnya mungkin memiliki wajah yang cantik”

Celoteh Hyukjae disambut dengan gebukan sahabat-sahabatnya.

“Hei, aku bercanda!” Hyukjae mencoba menghindari pukulan mereka “Mari kita pikirkan tempat berlibur selanjutnya!”

“TIDAK UNTUK SAAT INI!” terdengar paduan suara Kyuhyun, Sae Na, Nana dan Rin.

Mereka kembali menyerang Hyukjae dengan apapun yang bisa dipergunakan untuk memberi pelajaran pemuda itu. Setidaknya mereka bisa bernafas lega saat ini.

**

~The End~

~~

Hahahaha,, ingat banget ini cerita paling pertama yang aku tulis waktu jaman SMP dulu. Awal terjun ke dunia tulis menulis, aku adalah penulis cerita horror (maklum masih malu bgt kalo mau bikin yang genre romance—polos bgt sih aku xi xi xi xi) tapi karena satu dan lain hal aku memutuskan beralih ke genre lainnya. Nulis cerita ini, waktu itu aku anggap sebagai pemanasan jadi gak langsung full horror—waktu itu terlalu takut makanya diselipin comedy eh jadinya justru lebih ke comedy, nah setelah cerita ini baru aku mulai bener-bener nulis yang namanya horror. Mungkin beberapa cerita horror yang udah aku tulis jaman dahulu kala akan kupublish setelah di edit, semuanya akan aku tampung dalam Top Five Story, hanya berbeda pada episode-episodenya.

Sebenarnya aku kapok banget nulis cerita horror, beberapa cerita yang kutulis buatku benar-benar ketakutan bahkan ada yang terpending sampai detik ini karena pengalaman aneh tapi mengingat aku sudah mempertebal iman (?) aku akan menyingkirkan rasa takutku he he he he

Oke, sampai jumpa dilain waktu dengan new episode of Top Five Story (kisah lima murid Nowon High School dalam Top Five Story hanya sebagai selingan FF yang lainnya jadi gak aku tulis secara teratur dan berkala, tergantung mood)

Iklan

121 thoughts on “[Top Five Story] Forest

  1. sparkyunda0391 berkata:

    ┼┼Ҩ=))°┼┼Ҩ=))°<3┼┼Ҩ=))° ┼┼Ҩ=))°┼┼Ҩ=))°<3┼┼Ҩ=))° aku bkannya takut malah ketawa ngakak eon apalgi pas rin d sangka hantu udh mukanya d setrum,kepalanya d tendang d pukulin jga,,beneran ngakak deh…aku malahan ska genre yg kya gni eon horor comedy gtu jdi gag bkin parno..^^

  2. fadia arsyad berkata:

    lumayan serem juga ini loh eon*menurutaku
    jdi ngebanyangin muka.a park rin pas di pukul” hehe pasti lucu
    tetep semangat deh eonni semoga ide” bwt bikin ceritanya tambah banyak lgi dan tambah bagus lagi…
    Fighting eonni ^^

  3. xiao linghan berkata:

    hhhh ceritanya serem eonni, aku malah sempat berfikir kalo supir bis itu adalah wanita tadi

  4. yuni berkata:

    Нaнaɑº°˚=Dнaнaɑº°=D=D

    Lucu + horro

    gak Α∂a̲̅ romancenya *wkwkwk
    Tapii tetep bagus kq …
    ^^

  5. Elisomnia berkata:

    wuuuuuhhh… jd mbayangin mukanya rin yg dipukul, ditendang, dll itu.. XD ngakak bgt pas itu
    nggak terlalu horror siih thor… tp bagus kok 🙂
    keep writing~ 😉

  6. angelkyu berkata:

    Hahahaha..ceritanya menurut ku pas chingu..ada seremnya,ada humornya..ngebayangi muka rin yang terkena raket nyamuk..hahahaha…

  7. cyluvorca berkata:

    oooooo, nuna emang awalnya dari penulis cerita horor? pantesan di beberapa cerita ada bagian horornya. tapi yang ini asli gokil nuna, ane bacanya ngakak, atauuuu… karena lagi di kantor jadi gak takut ya? hahahahahahhaa
    gomapseumnida, nuna.

  8. Tia Destyliana berkata:

    hahahaha kyuhyun lhoo,. menyarankan tempat tapi belum di survey dulu,. >.< wkwkwkwk
    iihhh bikin ngakak dan deg"an thor,. serem juga ya ternyata,. 😀

Mohon Saran dan Kritikannya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s