Other Side (Part 1)

Other Side (Part 1)Cast        :

– Hwang Haneul (OC)

– Cho Kyuhyun (Suju)

– Choi Jong Hoon (FT Island)

– Other Cast

–>FF ini hanyalah sebuah imaginasi meskipun tak menutup kemungkinan terjadi dalam dunia nyata (apa yang kita anggap fiksi sebenarnya sudah banyak terjadi), jika ada kesamaan kisah, hanyalah factor ketidaksengajaan. Say no to plagiat!!!

MARI BERFANTASI RIA!!!

***

Bagaimana ini? Oh tidak! Aku harus pergi, aku harus menolongnya—waktunya sudah semakin dekat! Tak ada waktu lagi!!
__

Seorang gadis tersentak bangun dari tidurnya. Remang-remang cahaya lampu tidur dalam kamar mungil itu tak menyembunyikan keringat deras yang mengucur di dahi  gadis itu. Ia menyalakan lampu, meraih kaca mata lalu tatapannya bergeser pada tempat tidur di sisinya, menatap gadis lainnya yang tertidur pulas. Wajahnya terlihat pucat dan ketakutan yang merasuki dirinya begitu hebat.

**

~.oOo.~

**

“Hei Kyu!”

Seorang pemuda menoleh ketika namanya dipanggil. Ia mendapati pemuda lainnya sedang berlari-lari kecil menghampirinya. Sebuah tas gitar bergelayut manja di  pundak pemuda itu.

“Kemana saja? Aku tak melihatmu kemarin”  pemuda bernama Kyuhyun itu bertanya pada sahabatnya, Jong Hoon.

Pertanyaan Kyuhyun hanya dijawab dengan kerlingan mata Jong Hoon. Kyuhyun meninju pelan punggung Jong Hoon. Keduanya menyeringai lebar di sepanjang koridor yang akan membawa mereka ke dalam kelas.

Mereka memasuki kelas yang telah ramai oleh murid lainnya. Deretan bangku paling belakang adalah tempat kedua pemuda tampan itu duduk. Jong Hoon mengeluarkan gitar yang selalu dibawanya kemanapun ia pergi.

Petikan gitar mengalun merdu. Jong Hoon memang sangat mahir dalam bermain gitar, melodi yang terdengar menentramkan hati. Ia memang anggota club musik di sekolah itu. Tak ada yang mampu menyamai Jong Hoon dalam bermain gitar, pemuda itu bahkan telah menarik perhatian industri musik dan diincar oleh beberapa rumah produksi.

Sahabatnya, Cho Kyuhyun meskipun memiliki suara yang sangat merdu tak membuatnya untuk berada di club tarik suara. Kyuhyun mengabaikan permohonan guru agar ia bergabung di club itu, ia justru memilih club lukis. Kyuhyun merupakan murid terpandai di tingkat tiga. Ia dan Jong Hoon termasuk dalam deretan atas siswa popular di sekolah.

Mereka bersekolah di Kaywon High School of Art, merupakan sekolah seni yang sangat terkenal di Korea Selatan.

“Kyu, stalkermu datang” kata Jong Hoon. Mereka mengawasi seorang gadis berkacamata dengan rambut sebahu yang diikat seadanya.

Kyuhyun hanya menarik senyum tipis tanpa arti. Ia tak perduli jika Jong Hoon terus menggodanya.

Hwang Haneul adalah nama gadis itu. Gadis itu duduk di tempat duduknya dengan tenang, tak ada yang menyapa atau memperdulikannya. Ada atau tidaknya Haneul di sekitar mereka tak memberikan pengaruh, sekalipun ia terlihat di situ namun mereka menganggapnya tak ada. Gadis itu dipandang aneh oleh semua siswa dan hampir tiga tahun belakangan ini, Kyuhyun merasa Haneul seperti bayangannya—dalam sehari entah berapa kali Kyuhyun melihat Haneul dan tidak termasuk di lingkungan sekolah.

“Aku rasa dia bukan stalker. Itu hal yang tidak disengaja” kilah Kyuhyun.

Ya, pasalnya Kyuhyun tidak merasa bahwa Haneul salah satu dari gadis-gadis yang begitu menggilainya. Pertemuan demi pertemuan dengan Haneul disadari oleh Kyuhyun bahwa itu bukanlah sesuatu yang disengaja. Gadis itu bahkan tak sedikitpun memandang Kyuhyun.

“Benarkah?” Jong Hoon sangat menyangsikan pernyataan Kyuhyun “Terdengar seperti, kau terikat oleh takdir yang sangat aneh dengan gadis ajaib itu” candaan Jong Hoon hanya disambut dengan tawa kecil Kyuhyun.

**

~.oOo.~

**

Bus berhenti tepat di depan sebuah halte. Semua orang yang telah menanti segera menaiki bus tersebut. Tempat paling belakang sudah menjadi tempat yang difavoritkan oleh Kyuhyun, pemuda itu terlihat begitu menikmati alunan lagu melalui earphone biru metalik yang dipakainya.

Kyuhyun memandang keluar melalui jendela bus, memandangi ruas-ruas jalan dan trotoar yang dilewati. Laju bus melambat dan berhenti di halte lainnya. Pemandangan rutin, matanya tertuju pada Haneul yang duduk di halte—gadis itu lalu menaiki bus yang sama dengan Kyuhyun.

“Mendadak aku merasa Seoul hanya sebesar area sekolah” bisik Kyuhyun dalam hati, ia memandangi Haneul yang berjalan menghampirinya dan duduk di deretan bangku yang sama dengannya—bangku terbelakang.

Sepanjang perjalanan, sesekali Kyuhyun melirik pada Haneul yang duduk di tempat terujung sebelah kiri. Gadis itu terlihat serius memandangi handphone di tangannya. Tawa Haneul yang melengking tajam mengagetkan Kyuhyun dan tentu saja para penumpang bus yang ikut menoleh ke arah mereka.

Haneul tak perduli. Ia terus tertawa dan tawanya semakin keras.  Kyuhyun hanya tersenyum salah tingkah ketika tatapan orang-orang kini mulai terarah padanya. Ketika bus berhenti di depan gerbang sekolah, tak menunggu aba-aba untuk membuat Kyuhyun turun dari bus. Pemuda itu memegangi tengkuknya, bulu badannya meremang karena sikap Haneul.

“Sekarang kau sedang menghindari takdirmu itu?” Jong Hoon merangkul pundak Kyuhyun.

“Takdir?” Kyuhyun hanya tertawa mendengar ucapan Jong Hoon.

Tawa mereka sedikit mereda, Haneul melesat seperti sekelebat bayangan ketika melewati kedua pemuda itu.

“Kau lihat—dari hari ke hari sikapnya semakin aneh” Jong Hoon menggeleng, tak mengerti apa yang membuat Haneul yang berlari seperti sedang mengikuti lomba lari  marathon.

~~~
~~~

Club lukis.

Semua murid dalam ruangan itu terlihat serius di depan kanvas masing-masing. Tangan mereka bergerak, menarik garis dan menciptakan warna di atas kertas kanvas. Begitu juga dengan Kyuhyun. Seorang guru berjalan mengawasi setiap siswa yang tampak tenang untuk menghasilkan sebuah objek pada kanvas mereka.

Guru Kim berhenti tepat di belakang Haneul, dahinya berkerut memandangi kertas kanvas Haneul yang masih bersih.

“Hwang Haneul, mengapa kau masih diam?”

Haneul hanya menoleh, memandangi guru Kim yang terlihat kesal. Gadis itu kembali fokus pada kanvas.

“Jika kau benar-benar tak suka melukis, sebaiknya kau keluar dari club ini” celoteh guru Kim sambil berlalu memperhatikan murid lainnya.
Kyuhyun menatapi Haneul yang hanya bungkam. Tak tahu apa yang ada dipikiran Haneul. Kyuhyun hanya menggeleng pelan dan kembali fokus pada kuas dan kanvas di hadapannya.

**

~.oOo.~

**

Cepatlah! Harus bergegas! Harus bergegas! Tidak boleh terlambat!! Aku harus bertemu dengannya—Aku tak boleh membiarkannya…

__

“Haneul!!” seorang gadis berambut pendek terlihat bertongkak pinggang di hadapan Haneul yang masih menyembunyikan tubuhnya dalam balutan selimut “Hwang Haneul!!” gadis itu menarik selimut yang menutupi tubuh Haneul.

Mata Haneul perlahan terbuka, sangat sedikit. Ia meraba-raba di sekitar bantal kepala dan meraih kaca mata lalu memakai kaca mata tersebut.

“Eun Jo~” mulut Haneul bergumam pelan ketika melihat dengan jelas gadis yang berdiri di hadapannya. Eun Jo bahkan sudah lengkap dengan seragam sekolah, sekolah yang berbeda dengan Haneul “Sampai kapan kau akan terlena di situ? Cepatlah, semua sudah menantimu di ruang makan”

“Baiklah” sungut Haneul.

Gadis itu segera memasuki kamar mandi. Hanya membutuhkan lima menit baginya untuk mandi dan lima menit lagi untuk mengenakan seragam, menggulung rambutnya dengan asal-asalan lalu meraih tas dan meninggalkan kamar tidur.

Haneul berlari-lari kecil menuruni anak tangga. Ia sampai di sebuah ruangan yang berukuran luas. Ada dua meja makan yang ukurannya lumayan panjang. Kursi-kursi yang mengelilingi kedua meja makan itu telah terisi penuh, hanya tersisa sebuah kursi yang langsung ditempati oleh Haneul.
Ruang makan itu sangat ricuh, terdapat sekitar tiga puluh orang anak mulai dari kanak-kanak, remaja bahkan yang duduk di bangku SMA—termasuk Haneul.

Ting..ting..ting..

Ruang makan mendadak sunyi. Semua mata langsung tertuju pada satu tempat. Seorang wanita paruh baya telah berdiri di antara kedua meja panjang tersebut.

“Sebelum makan, mari kita berdoa”

Keheningan tetap terjaga, mereka melipat tangan dan menutup mata sebelum menikmati berkat hari ini. Meskipun tampak beberapa anak yang membuka mata perlahan-lahan mengawasi teman-temannya yang serius berdoa dan dengan secepatnya kembali menutup mata tatkala tatapan mereka bertemu dengan wanita-wanita dewasa lainnya yang sedang mengawasi mereka.

“Amin”

Suasana kembali mencair, dentingan-dentingan peralatan makan terdengar. Bisik-bisik dan tawa-tawa kecil anak-anak itu.

“Jangan bersuara pada saat makan!” Hening. Seorang wanita tua menatap tajam pada anak-anak itu.

Setelah menghabiskan sarapan, mereka mulai berhamburan keluar rumah. Sebuah bus diperuntukan bagi mereka untuk mengantar mereka ke sekolah masing-masing. Seperti biasanya, Haneul satu-satunya penghuni panti asuhan yang lebih memilih menggunakan fasilitas umum.

Gadis itu berjalan sampai di halte tempatnya menanti bus. Hanya memerlukan sepuluh menit ketika bus sampai di tempat itu. Haneul menaiki bus bersama dengan penumpang lainnya, ia selalu memilih tempat paling belakang—pojok kiri.

Haneul menyandarkan kepalanya di kaca jendela bus, tatapan matanya tertuju pada ruas trotoar yang berlalu begitu saja. Ia menegakan posisi tubuhnya dan mengeluarkan ponsel dari dalam tas sekolah di pangkuannya. Untuk beberapa saat kemudian, Haneul telah tenggelam dengan aktivitas barunya itu.

“Seoul benar-benar semakin sempit” Kyuhyun bergumam dalam hati.

Seperti biasanya, pemuda itu duduk di deretan yang sama dengan Haneul, hanya saja ia menempati pojok paling kanan dan seperti biasanya juga jika keberadaan Kyuhyun tak begitu diperdulikan Haneul.

Deretan tempat duduk paling belakang, hanya ditempati oleh kedua orang itu—menyisahkan jarak dan kekosongan di antara mereka. Kyuhyun segera menyumbat telinganya dengan earphone. Ia mencoba memejamkan matanya sejenak. Pemuda itu kembali membuka matanya, ia sedikit melirik pada Haneul. Gadis itu masih tekun memandangi ponsel.

“Dia terlihat sangat serius?” gumam Kyuhyun. Tampaknya ia tak perlu memandangi Haneul dengan diam-diam. Kyuhyun tak perlu takut jika Haneul memergoki aksinya itu, ia sangat yakin jika Haneul tak akan mengalihkan tatapannya dari ponsel “Ada apa? Sesuatu telah terjadikah? Mengapa wajahnya terlihat sesedih itu?”

Kyuhyun terus bertanya-tanya dalam hatinya. Ia semakin heran melihat tubuh Haneul mulai berguncang pelan. Air mata gadis itu terlihat jelas meluncur anggun di pipi mulusnya. Haneul langsung membekap mulutnya berusaha untuk menghalau tangisnya yang hampir pecah. Rasa heran dan iba membuat Kyuhyun bergeser, sedikit lebih dekat pada Haneul. Ia lalu menyodorkan sapu tangan pada gadis itu. Pemuda itu bahkan rela melepas earphone kesayangan dari telinganya.

“Kabar apa yang diterimanya hingga membuatnya sesedih itu?” bisik Kyuhyun, ia mencoba untuk menebak-nebak sendiri jawaban atas pertanyaannya itu.

Sssrroootttt!!!!

Mata Kyuhyun melebar ketika tanpa malu Haneul mengeluarkan cairan dari dalam hidungnya. Entah apa yang ada dipikiran Haneul sehingga menyerahkan sapu tangan ternoda itu kembali pada pemiliknya yang kini tengah melotot dengan debaran jantung yang sangat ekstrim.

“Menjijikan!! Gadis alien jorok!!” Kyuhyun menjerit dalam hati dengan tangan yang gemetar memegangi sapu tangan yang baru disodorkan Haneul—rasanya hampir mati melihat sapu tangan itu. Pemuda itu sangat anti kotoran sehingga tanpa pikir panjang ia segera membuang sapu tangan itu.

“Kau baik-baik saja?” Kyuhyun bertanya setelah reda dari badai syok yang baru saja berlalu “Sesuatu terjadi? Mungkin sebaiknya kau tak perlu melanjutkan perjalananmu ke sekolah” ujar Kyuhyun.

Haneul tak menjawab, ia terus tertunduk memandangi ponselnya, gadis itu terus sesegukan dan tangisnya bahkan pecah begitu saja. Kyuhyun menjadi salah tingkah ketika semua mata tertuju ke arah mereka.

“Haneul—aku tak tahu apa yang terjadi padamu tapi bisakah kau hentikan tangisanmu?” gumam Kyuhyun sambil melempar senyuman aneh kepada semua penumpang yang masih menengok ke belakang, membuang tatapan diskriminatif pada Kyuhyun membuat bulu badan pemuda itu kian meremang.

Haneul justru menangis kian keras dan tangisannya itu terdengar sangat sedih, membuat tatapan iba tertuju pada gadis itu. Namun Kyuhyun justru merasakan sebaliknya, ia merasa akan mati melihat tatapan yang tertuju padanya.

“Hei anak muda!! Kau pasti menyakiti gadis itu?”

Kyuhyun tak bisa bersuara, hanya mengatakan tidak melalui tangannya dan kepalanya yang menggeleng kasar.

“Jangan buat pacarmu menangis! Apa kau ingin di hukum oleh langit?” celoteh seorang nenek yang tampaknya masih memegang kokoh paham ajaran confusius dinasti Joseon.

“Tidak.. tidak seperti itu!” elak Kyuhyun

“Anak muda jaman sekarang selalu seperti itu? Entah apa yang ada dipikiran mereka untuk membuat seorang gadis menangis” nenek yang lainnya mulai menyerocos tak jelas “Oh ibu dewi, nenek dewi,, ampunilah kami” ia menggosok-gosokan kedua tangannya.

“APA?? MENGAPA TAK SEKALIAN BUYUT DEWI??” teriak Kyuhyun dalam hati, alisnya saling bertaut “Mengapa dukun Joseon bisa tersesat ke jaman serba modern ini? Sebaiknya dia dikirim ke museum rakyat Korea” ia mendesah kesal.

Kyuhyun memandangi Haneul dengan kesal. Pasalnya semua orang telah salah paham padanya.

“Hwang Haneul! Aku tak akan mencampuri urusanmu tapi kumohon kau sedikit pengertian padaku” ujar Kyuhyun “Bisakah kau melanjutkan tangismu setelah aku turun dari bus ini?”

Haneul mencoba menetralkan dirinya tapi ia kembali membekap mulutnya ketika tangisnya akan pecah.

“Tidak boleh~” isak Haneul “Tak boleh mati~”

Kini Kyuhyun yang tertegun, rasa bersalah tiba-tiba menjalari dirinya. Haneul baru saja ditinggal pergi oleh seseorang.

“Hyun Bin oppa,, kau tak boleh mati~” tangis Haneul.

“Hyun Bin?” Kyuhyun bergumam “Apakah yang dia maksud si aktor Hyun Bin? Mati? Sepertinya aku belum mendengar kabar itu—mengapa?”

“Tidak!!” jerit Haneul “Oppa, aku tak rela kau dipakai sebagai cast jika FF ini ternyata berakhir tragis..”

Zzziiiiing… angin badai seakan menerpa-nerpa Kyuhyun yang kini mematung.

“Ap..apa..” bibir Kyuhyun bergetar “HWANG HANEUL,, KAU..!!!” secara refleks Kyuhyun berteriak kasar, ia bahkan langsung berdiri memandangi Haneul penuh amarah.

Siapa yang menyangka jika sebab musabab tangisan pilu Haneul hanya karena ia sedang membaca sebuah fan fiction? Kyuhyun benar-benar geram.

“Meskipun wajahnya tampan tapi gadis mana yang tahan berada di sisinya?” celah seorang penumpang.

Mereka semua terkejut mendengar Kyuhyun yang marah-marah.

“Oh kaisar langit,, kaisar neraka—ini bukan salah kami” nenek itu kembali mengosok-gosok kedua tangannya.

Bus berhenti dan tanpa memperdulikan tatapan-tatapan semua penumpang, Kyuhyun segera turun dari bus. Pemuda itu berjalan dengan tergesa-gesa, langkahnya terhenti.

“Kaisar langit? Kaisar neraka?? Nenek itu pasti korban drama” Kyuhyun menggerutu “Argh!! Ada apa dengan hari ini?” pemuda itu mendesis kesal.

~~~
~~~

Jong Hoon terus menatap wajah kusut Kyuhyun. Pemuda itu sesekali mengumpat tak jelas. Kejadian pagi hari di bus belum surutkan emosi Kyuhyun, mendadak saja seluruh gairah hidupnya hari ini hilang. Hebat sekali Haneul, bisa membuat seorang Cho Kyuhyun terperosok dan merasa terintimidasi.

“Hwang Haneul” geram Kyuhyun dalam hati “Aish, ini benar-benar tak adil! Aku yang tampan dengan reputasi tanpa cacat cela… argghh!! Mengapa?” Kyuhyun menggaruk kasar kepalanya yang tak gatal sama sekali.

Sementara Jong Hoon telah tersenyum aneh, sedikit menyengir.

“Kepalamu seperti baru saja terbentur?” ledek Jong Hoon.

“Choi Jong Hoon! Mengapa ada orang seperti itu??” Kyuhyun menatap tajam pada sahabatnya yang langsung memasang tampang bingung “Kau bayangkan, nenek itu—orang-orang itu.. astaga, mereka melihatku seperti itu, membuatku serasa berada di dasar sepatu mereka! Ya Tuhan,, gadis itu benar-benar keterlaluan!” ia menumpahkan segala kekesalannya yang sedari tadi dipendam.

“Kyuhyun, kau benar-benar terbentur?” Jong Hoon yang tak mengerti kemana arah pembicaraan Kyuhyun terlihat semakin tak mengerti.

“Bukan kepalaku yang terbentur, tapi harga diriku ternodai” desah Kyuhyun.

“Mengapa? Kau bereaksi terlalu hebat! Siapa yang membuatmu seperti ini?” selidik Jong Hoon, namun Kyuhyun hanya menjawab dengan desisan “Ah~ kau dan dia benar-benar terikat oleh takdir yang aneh”

“Hei Choi Jong Hoon, hentikan ucapanmu sebelum aku memutuskan persahabatan kita”

Jong Hoon kembali memamerkan barisan gigi putihnya yang rapi setelah diancam oleh Kyuhyun.

“Dibandingkan itu, aku lebih khawatir jika kita berakhir di tangan guru Bong”

Semua murid mendadak tenang ketika seorang wanita diusia pertengahan 30-an masuk ke dalam kelas. Guru Bong merupakan seorang wanita yang belum menikah, mungkin itulah sebabnya temperamennya cukup buruk. Fisika adalah mata pelajaran yang dipegang olehnya. Tanpa aba-aba, semua murid langsung membuka buku di atas meja hanya dengan tatapan tajam guru wanita itu.

“Sebenarnya, guru Bong mungkin agak sedikit..” Jong Hoon tak melanjutkan perkataannya, ia hanya memutar kedua bola matanya. Kyuhyun tersenyum tipis.

“Ah, apa lagi yang harus di bahas?” guru Bong membolak-balik halaman buku di tangannya “Sudahlah, hari ini kalian sangat beruntung karena aku sedang sedikit berbahagia” katanya sambil menutup buku dan meletakan di atas meja.

“Seseorang memberikan surat cinta padanya?” tebakan Kyuhyun justru membuat tawa Jong Hoon hampir pecah.

“Murid-murid, hari ini mari kita berbicara dengan santai” senyuman guru Bong terlihat jelas di sudut bibirnya namun semua siswa malah bergidik “Baiklah, aku akan menjawab apapun yang kalian tanyakan. Ah—kita akan membahasnya bersama-sama”

Semua siswa kelas itu hanya saling pandang.

“Tak ada yang ingin kalian tanyakan?” tanya guru Bong, semua hening. “Baiklah jika kalian tak ingin bertanya?” tatapan guru Bong justru terlihat sangat menakutkan, pertanyaan terakhir terdengar seperti sebuah ancaman dan terbukti tiba-tiba saja seorang siswi mengangkat tangan. “Min Hwa” tatapan penuh ancaman itu terganti dengan senyuman.

Murid bernama Min Hwa tampaknya sangat tertekan melihat tatapan itu sehingga tanpa sadar membuatnya harus mengangkat tangan untuk mengakhiri horror mengerikan guru Bong.

“Apa yang ingin kau ketahui, Han Min Hwa?”

Min Hwa terdiam, ia pasti tak pernah berpikir kata-kata seperti apa yang harus keluar dari mulutnya untuk menyelamatkan seisi kelas. Semua murid kini memandangi Min Hwa, wajah mereka terlihat sangat cemas.

“Min Hwa, jangan diam saja” ujar Kyuhyun dan Jong Hoon dalam hati. Semua murid pasti mengucapkan hal yang sama dalam hati mereka.

“Han Min Hwa?” guru Bong memperbaiki dudukan kaca mata di wajahnya.

“Dunia paralel!” suara Min Hwa yang terburu-buru.

Semua siswa mendesis mendengar ucapan Min Hwa, mereka pasti berpikir bahwa nasib mereka hari ini akan sangat tragis.

“Hmm?” alis guru Bong sedikit meninggi, ia masih mencerna ucapan Min Hwa.

“Aku mengatakan—dunia paralel atau multiverse” Min Hwa tertunduk, suaranya terbata-bata.

“Ada apa dengan dunia paralel? Bisa kau perjelas?”

Min Hwa menelan ludah kasar, semua murid melakukan hal yang sama dengan Min Hwa.

“Guru, sebenarnya itu,, uhm”

“Katakan dengan jelas!”

“Mungkinkah dunia paralel itu ada?” hardikan guru Bong seperti sebuah cambuk yang memaksa Min Hwa menuntaskan pertanyaannya. Gadis itu kembali tertunduk.

“Han Min Hwa, apa yang kau lakukan?” Kyuhyun berbisik tenang.

“Tamatlah kita, pertanyaan macam apa itu?” sambung Jong Hoon.

“Apakah mungkin kita bertemu dengan versi lain diri kita di dunia yang berbeda dengan dunia yang kita tempati sekarang?” ujar Min Hwa, gadis itu tampaknya telah membulatkan tekadnya, apapun yang terjadi ia harus tetap bertanya—lagipula ia sudah terlanjur basah “Mungkin terkesan fiksi namun perkembangan fisika kuantum yang mendobrak fisika klasik selama satu dekade terakhir berkata lain. Dunia paralel, kita bisa saja berada dalam dua, sepuluh, seratus, seribu atau mungkin saja milyaran tempat berbeda dalam waktu yang bersamaan, bukan bergiliran”

“Haish, gadis itu terlalu banyak menonton film” desah Jong Hoon.

“Min Hwa, kau tidak sedang mencobaiku?” selidik guru Bong

“Tidak mungkin, guru mana mungkin aku melakukan itu” Min Hwa menggeleng kasar dengan wajahnya yang mulai pucat.

“Benarkah?”

“Aku hanya penasaran” ujar Min Hwa “Bumi kita berada di galaksi bima sakti yang termasuk dalam galaksi spiral berbentuk cakram dengan garis tengahnya kira-kira 100.000 tahun cahaya. Istilah tahun cahaya menggambarkan jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam waktu satu tahun. Dengan kecepatan 300.000 km/s, dalam waktu satu tahun cahaya akan menempuh jarak sekitar 9,5 juta juta kilometer. Jadi satu tahun cahaya adalah 9,5 juta juta km. Ini berarti garis tengah galaksi kita sekitar 100.000 x 9,5 juta juta km, atau 950 ribu juta juta km”

Semua tak berniat menyela perkataan Min Hwa, gadis itu memang sangat menggilai segala sesuatu tentang jagat raya.

“Banyak yang berpikir bahwa matahari adalah bintang yang istimewa tapi menurutku tidak seperti itu. Matahari sendiri terletak sekitar 30.000 tahun cahaya dari pusat bima sakti. Bagiku matahari bukanlah bintang istimewa tapi hanyalah salah satu bintang dari 200 milyar buah bintang anggota bima sakti—termasuk bumi kita ini, apakah kalian sanggup membayangkan seluas apa galaksi bima sakti? Lalu seluas apa jagat raya ini jika terdapat milyaran galaksi di dalamnya?”

Pertanyaan Min Hwa membuat semua orang bergidik, membayangkan bumi hanyalah seperti setitik debu—rasanya tak pantas jika manusia masih berani menyombongkan diri, terlebih mencela Sang Pencipta jagat raya.

“Dasar teori dunia paralel atau multiverse adalah ketidakterbatasan jagat raya yang memberikan kemungkinan adanya alam semesta lain. Saat ini diperkirakan ada milyaran galaksi di jagat raya. Jadi, bukan tak mungkin jika selain di galaksi yang kita tinggali sekarang yaitu bima sakti, ada kehidupan lain yang juga sedang berlangsung” Kelas tampak hening.

“Misalnya, di dunia nyata kita bisa menyeberang jalan dengan selamat. Di dunia paralel pertama, kita bisa saja berhasil menyeberang tapi kemudian tersungkur. Di dunia paralel berikutnya bisa saja kita bahkan tak tertolong karena sewaktu menyeberang ada mobil yang melaju kencang dan menabrak kita” ujar Min Hwa berapi-api

“Hari ini banyak sekali aku bertemu dengan orang-orang yang menjadi korban dunia perfilman” Kyuhyun merengut, kembali merasa kesal karena teringat kejadian pagi tadi.

Guru Bong berjalan santai ke mejanya, ia bersandar—menopang tubuhnya di tepian meja itu. Matanya terlihat menyisir seisi kelas yang tampak menenang.

“Hmm,, entahlah apa yang harus aku lakukan untuk menanggapi pertanyaanmu—terdengar sangat serius. Memang sudah banyak perdebatan yang terjadi tentang hal tersebut” ujar guru Bong “Ide multiverse tidak diciptakan oleh keajaiban dari sinkronisitas. Ini merupakan konsekuensi dari kondisi tanpa batas serta teori-teori lain dari kosmologi modern . Dengan cara yang sama seperti kondisi kebetulan yang terjadi pada sistem tata surya kita, ternyata ada miliaran sistem yang sama yang eksis, yang kesesuaiannya dalam hukum alam dapat dijelaskan dengan adanya eksistensi banyak semesta”

Guru Bong menarik nafas panjang. Entah mengapa topik ini terdengar sangat memberatkan.

“Dalam fisika, interpretasi banyak semesta dari mekanika kuantum, dirancang oleh Hugh Everett III pada tahun 1957 dan disempurnakan oleh Bryce Seligman DeWitt pada 1960-an dan 1970-an, yang merupakan upaya untuk menyatukan pendapat yang bertentangan tentang peristiwa nondeterministic yaitu, kejadian yang timbul secara acak, seperti peluruhan atom radioaktif dengan persamaan kuantum deterministik” alis guru Bong saling bertautan “Meskipun keduanya akan bertentangan dalam satu realitas linear, keduanya akan mungkin disatukan jika ada lebih dari satu realitas seperti pohon dengan sejumlah besar cabang, satu untuk setiap hasil kuantum yang mungkin”

Semua murid terlihat sangat serius, baru kali ini mereka tulus mendengar penuturan kill teacher itu. Mungkin topik dunia paralel yang dibahas menyimpan banyak misteri dan sukar untuk menemukan pemecahan yang tepat.

“Beberapa ilmuwan yang meyakini teori semesta banyak, telah menyatakan bahwa mungkin ada jumlah tak terbatas alam semesta paralel yang berasal dari semua kejadian yang mungkin dalam realitas. Hawking, bagaimanapun, mengambil pandangan yang sedikit lebih konservatif. Dia mengatakan bahwa M-teori, yang disebut teori segalanya bisa memberikan penjelasan yang komprehensif tentang realitas, dia memperkirakan ada sebanyak 10 pangkat 500 semesta, masing-masing dengan hukum-hukum fisikanya sendiri”

Decak-decak terdengar dari mulut para siswa, mereka terlihat saling berbisik dengan begitu antusias.

“Cho Kyuhyun!!” hardik guru Bong ketika melihat Kyuhyun yang tak memperhatikan pembicaraan itu “Bagaimana menurutmu?”
Kyuhyun bungkam. Ia memperbaiki posisi duduknya.

“Ada sebuah artikel terbaru dari wartawan ruang angkasa dan astronomi Rachel Courtland dalam majalah New Scientist yang memberi rincian, konsep multiverse ternyata menciptakan sejumlah pertanyaan potensial bagi mekanika kuantum, karena mensyaratkan adanya doppelgangers—yaitu, salinan identik dari masing-masing dan setiap dari kita. Sejumlah besar kembar identik ini mungkin menyebabkan malapetaka pada salah satu prinsip dari teori kuantum, yaitu bahwa benda-benda berada dalam superposisi dari semua keadaan yang mungkin dari mereka secara bersamaan” Kyuhyun mengemukakan apa yang ia tahu “Seperti yang kita ketahui bersama, perdebatan demi perdebatan terus berlangsung tapi aku memilih tak mempercayai teori dunia paralel, meskipun segala kemungkinan ada—hanya saja, sampai detik ini tak satupun yang mampu membuktikan itu. Hidup untuk hidupku saat ini, itu jauh lebih berharga”

Kelas kembali hening.

“Ya, kau benar” ujar guru Bong, ia kembali menyisir seluruh ruangan dan tatapannya terhenti pada seorang gadis yang hampir kehilangan kesadaran.

Hwang Haneul dengan mata yang tertutup dan kepala yang terantuk-antuk hampir mengenai meja belajarnya.

“HWANG HANEUL!!!”

Semua murid menutup kuping mereka ketika guru Bong berteriak dengan suara yang menggelegar. Haneul terlonjak kaget.

“Sudah waktunya!!” jerit Haneul yang langsung berdiri, ia benar-benar dipaksa sadar dari mimpinya.

Sontak saja seisi kelas dipenuhi oleh gelak tawa karena tingkah Haneul. Sementara guru Bong telah berapi-api di depan kelas. Menit selanjutnya Haneul telah duduk di luar kelas, dekat pintu. Ia duduk bersimpuh dengan kedua tangan yang diangkat tinggi-tinggi ke atas—guru Bong menghukumnya seperti menghukum murid sekolah dasar.

“Jangan turunkan tanganmu!!”

Haneul kembali mengangkat tangannya ketika teriakan menggelegar guru Bong terdengar dari dalam kelas. Guru itu seperti iblis, ia bahkan tahu gerak-gerik Haneul meskipun tak melihatnya. Haneul hanya memamerkan kekesalannya, ia tak perduli ketika guru dan siswa yang berlalu lalang di hadapannya terus menghujaninya dengan tatapan-tatapan aneh.

**

~.oOo.~

**

Sore hari telah menjemput. Murid-murid Kaywon High School of Art berbondong-bondong keluar dari gerbang sekolah. Sementara di sebuah kelas, Kyuhyun dan beberapa murid lainnya terlihat sedang membersihkan kelas—jadwal piket.

Kyuhyun memegangi tempat sampah, ia berjalan meninggalkan kelas melewati koridor dan menuruni anak tangga yang membawanya ke halaman belakang sekolah itu. Setelah membuang sampah pada tempat yang telah di sediakan, pemuda itu berniat kembali ke kelas.

Langkah Kyuhyun terhenti ketika matanya tertuju pada seorang gadis. Kyuhyun berjalan menghampiri Haneul, gadis itu terlihat sedang memandangi seekor kelinci di dalam kandang. Sekolah memiliki beberapa hewan ternak yang dirawat oleh penjaga sekolah.

“Kau kesepian?” Haneul memandangi kelinci itu dengan bola matanya yang tampak nanar “Aku tahu kau pasti sangat kesepian. Apakah kini kau berpikir untuk kembali? Ah, tidak—kau tak boleh pergi sebelum tujuanmu tercapai”

“Tak membutuhkan banyak waktu untuk merubah sekolah ini menjadi kebun binatang” kata Kyuhyun.

Haneul menoleh, mendapati Kyuhyun yang telah berdiri di belakangnya. Pemuda itu berjalan mendekati Haneul.

“Kau bahkan mengajak seekor kelinci berbicara” Kyuhyun mendengus.

“Kau ingin mencobanya?”

“Aku? Berbicara dengan hewan itu?” Kyuhyun mendelik “Lupakan saja! Haneul, mengapa kau berbicara dengan kelinci itu? Kau pikir dia mengerti?”
“Kau adalah orang pertama di sekolah ini yang mau berbicara padaku” perkataan Haneul membuat Kyuhyun tertegun “Zoya adalah satu-satunya teman yang paling mengerti aku”

Haneul memandangi kelinci yang dinamainya Zoya.

“Zoya tak seperti yang kau lihat. Dia sangat mengerti apa yang aku katakan, apakah kau percaya jika Zoya itu keajaiban?” pertanyaan Haneul membuat dahi Kyuhyun berkerut “Aku dan dia sepertinya telah menyatu”

Kyuhyun menerjang Haneul dengan tatapan aneh.

“Menyatu? Aku tak akan mau dikatakan menyatu dengan hewan” gumam Kyuhyun dalam hati “Gadis ini seperti alien” lanjutnya lagi.

“Kau mengatakan apa?” Haneul memandangi Kyuhyun dari balik kaca matanya.

“Tidak” elak Kyuhyun “Gadis ini—apakah ia bahkan mampu membaca isi kepalaku?” batin Kyuhyun.

“Aneh, aku sepertinya mendengarmu berbicara” gumam Haneul, ia terus menatapi Kyuhyun yang berubah salah tingkah.

“Sebaiknya aku ke kelas” pemuda itu cepat-cepat berlalu dari hadapan Haneul.

**

~.oOo.~

**

Seorang gadis berdiri di tepi jalan yang ramai sesak oleh pengguna jalan. Rambutnya yang terurai dipermainkan oleh angin. Traffic light berubah menjadi warna merah membuat kendaraan berhenti secara teratur, para pejalan kaki melewati zebra cross dengan tenang.

Gadis itu masih terdiam, lalu kakinya mulai terayun—melangkah melewati barisan hitam putih zebra cross. Traffic light berwarna hijau menyala sebagai aba-aba bagi para pengendara, mobil mulai melaju sementara si gadis masih terjebak di tengah jalan.

Sebuah mobil melaju kencang ke arah gadis itu.
__

Kyuhyun tersentak bangun. Ia tertunduk dengan posisi tangan yang seakan mencoba menggapai gadis dalam mimpinya itu. Keringat mengucur deras di dahi pemuda itu. Ia memegangi dadanya yang terasa sesak dan sakit, sangat aneh. Perasaan itu berkecamuk dengan dasyat

**

~.oOo.~

**

“Wajahmu terlihat pucat” Jong Hoon memandangi Kyuhyun.

“Aku tak apa-apa” jawab Kyuhyun.

Pikirannya memang masih terganggu dengan mimpi anehnya semalam. Ia memilih tak menceritakan apapun pada Jong Hoon. Kedua pemuda itu hanya bungkam menyusuri koridor sekolah yang ramai oleh penghuni sekolah.

Bbrugh!!

Kyuhyun tersentak ketika di sebuah belokan ia bertabrakan dengan seseorang. Haneul telah terjerembab ke lantai dengan buku-buku yang berserakan dari dalam tas sekolahnya.

Secara refleks Kyuhyun berjongkok di dekat Haneul, ia membantu gadis itu membereskan buku-bukunya. Haneul hanya bungkam. Kyuhyun mengambil kaca mata Haneul yang hampir mencium ujung sepatunya.

“Maafkan aku” ujar Kyuhyun, ia menyodorkan kaca mata Haneul “Aku…” mulut Kyuhyun mendadak terkunci ketika secara tak sengaja ia bertatapan langsung dengan Haneul.

Tanpa kaca mata, Kyuhyun dapat melihat jelas bola mata gadis itu. Jantung Kyuhyun berdetak aneh. Ia terkejut melihat mata gadis itu. Haneul mengambil kaca mata di tangan Kyuhyun, memakainya dan segera meninggalkan Kyuhyun tanpa mengucap sepatah katapun.

“Hei Kyu!” seru Jong Hoon ketika Kyuhyun masih saja berjongkok di tempat itu.

Kyuhyun bangkit.

“Ada apa?” Jong Hoon sangat heran melihat perubahan di wajah Kyuhyun.

“Gadis itu” gumam Kyuhyun “Haneul memiliki mata yang…”

“Ada apa dengan matanya?” Jong Hoon semakin penasaran.

Kyuhyun memilih diam, ia masih memikirkan apa yang baru saja dilihat olehnya. Haneul, gadis itu memiliki warna mata yang berbeda. Abu-abu kebiruan adalah warna mata yang dimiliki oleh Haneul. Bola matanya yang tampak bening dan begitu menenangkan. Selama ini tertutupi karena Haneul memakai kaca mata dan ia menghindari kontak mata dengan lawan bicaranya.

~~~
~~~

Sepulang sekolah. Kyuhyun menyembunyikan kedua tangannya dalam dalam saku celana yang dipakai olehnya. Ia berjalan santai di sepanjang trotoar. Sekitar 50 meter di depannya, Haneul berjalan santai. Ia tampaknya tak menyadari jika Kyuhyun terus mengikutinya.

Entah apa yang ada di otak Kyuhyun. Kakinya seakan membawanya untuk terus mengikuti langkah Haneul. Karena melihat warna mata gadis itu? Entahlah. Biasanya, Kyuhyun akan menghindari Haneul meskipun pada akhirnya mereka tetap bertemu secara kebetulan tapi kali ini Kyuhyun melawan harga dirinya.

Angin musim dingin membuat Kyuhyun harus merapatkan jaketnya. Di awal bulan Desember, suasana natal semakin mengental. Lagu-lagu natal yang terdengar di setiap sudut kota bahkan ornament dan aksesoris yang menggambarkan suasana natal ikut memeriahkan setiap sudut jalan.
Haneul berdiri di tepian jalan bersama pejalan kaki lainnya. Kendaraan mulai berhenti dan para pejalan kaki mulai menyeberangi jalan. Langkah Haneul tiba-tiba terhenti. Ia menengadah ke langit.

“Waktunya hampir dekat” gumam Haneul “Malam natal, tak ada banyak waktu lagi” ujarnya, ia bahkan tak memperhatikan jika traffic light telah berganti warna.

Sebuah cengkeraman yang sangat kuat di lengan Haneul, menarik gadis itu kasar sehingga membuatnya terhindar dari mobil yang nyaris menyerempetnya. Haneul tertegun ketika menyadari jika dirinya kini tengah berada dalam dekapan seseorang.

Seperti sebuah sengatan listrik mengalir di sekujur tubuh Kyuhyun ketika ia tanpa sadar melakukan aksinya itu. Ini adalah kali pertama kontak fisiknya dengan Haneul. Pemuda itu tertegun dengan debaran jantung yang tak jelas. Perasaan yang sangat aneh menjalari seluruh tubuhnya, persendiannya terasa lemas. Sengatan listrik masih terasa di sekujur tubuhnya dan berakhir ketika Haneul melepaskan diri darinya, mengakhiri kontak fisik mereka.

“Ka, kau…” Kyuhyun terbata, tak tahu apa yang harus dikatakan “Mengapa kau terus melamun? Tak tahukah kau seberapa berbahayanya tindakanmu tadi?” Kyuhyun tampaknya telah menguasai dirinya sendiri.

Haneul hanya diam.

“BODOH!”

Kyuhyun justru terkejut ketika Haneul membentaknya.

“Kau pikir aku akan mati hanya karena mobil itu? Aku tak akan mati seperti itu! Aku tak akan mati dengan cara itu!” Haneul tampak sangat marah “Apapun yang terjadi, aku mohon jangan menyentuhku!!” gadis itu berlari meninggalkan Kyuhyun yang mematung.

Pemuda itu semakin kebingungan dengan tingkah Haneul. Ia merasa bahwa orang yang seharusnya marah adalah dirinya tapi mengapa Haneul justru memposisikan hal itu secara terbalik? Kyuhyun mendesah dan menggeleng sadis. Ia kesal karena sikap Haneul. Tak habis pikir dengan keanehan gadis itu.

**

~.oOo.~

**

Club lukis. Professor Kang memasuki ruangan, pria tua itu memandangi murid-murid yang telah menunggunya. Kelas lukis akan segera dimulai.
“Semester ini akan segera berakhir” professor Kang berkata tenang “Aku akan memberikan proyek akhir pada kalian. Ah, sebelumnya aku akan membagi kelompok karena ini bukan tugas perorangan”

Murid-murid saling membuang pandang.

Sejam kemudian Kyuhyun keluar dari dalam ruangan itu dengan lemas. Ia terlihat sangat tak bersemangat. Tiba-tiba saja Jong Hoon sudah merangkul pundaknya.

“Mengapa akhir-akhir ini kau selalu memasang tampang kusut itu?”

“Jong Hoon—selamatkan aku” Kyuhyun menatap nanar pada Jong Hoon “Dari sekian banyaknya anggota club, mengapa aku harus berpasangan dengan gadis itu?”

Jong Hoon tertegun.

“Apa yang kau bicarakan?”

“Proyek akhir semester. Dua orang harus bekerja sama untuk menghasilkan sebuah lukisan, lukisan pemenang akan bergabung bersama karya para pelukis terkenal yang akan dipamerkan pada pameran festival musim panas”

Kyuhyun langsung membuang tubuhnya di atas sebuah bangku panjang yang terletak di lingkungan sekolahnya.

“Partnermu? Hwang Haneul?” Kyuhyun mengangguk lemas “Bravo. Takdir kalian benar-benar aneh” goda Jong Hoon.

“Kau tahu, aku bisa mati muda jika terus berada di sekitar Haneul. Kali ini aku mengakui kalau gadis itu luar biasa aneh” ujar Kyuhyun “Baru kali ini aku melihat orang yang marah-marah pada penyelamatnya”

Jong Hoon hanya menggeleng, ia mengeluarkan gitar dan mulai memetik gitarnya—alunan irama terdengar merdu.

**

~.oOo.~

**

Seminggu setelah pemberian tugas dari professor Kang. Ketika semua anggota club telah berapi-api mengerjakan proyek itu bersama partner masing-masing. Kyuhyun justru belum mengambil sebuah langkah awal. Pasalnya, Haneul yang harusnya menjadi partner proyek itu terlihat tak perduli. Dia bahkan selalu menghindari Kyuhyun—ya, sejak kejadian itu, Haneul tampaknya masih sangat marah.

“Bukankah seharusnya aku yang marah?” protes Kyuhyun.

Kyuhyun mampu menyelesaikan proyek itu seorang diri tapi ia tahu seperti apa watak professor Kang dan dia tak ingin bermain-main dengan guru lukis yang memiliki penciuman setajam anjing, ia bahkan dapat menilai lukisan itu hanya sekali pandang. Dengan sekali pandang, professor Kang dapat membaca cerita yang terjadi melalui lukisan. Suasana hati saat ini, sangat berbahaya untuk menghasilkan sebuah karya.

Haneul baru saja mengunjungi si kelinci ketika matanya menangkap Kyuhyun yang sedang menyandarkan tubuhnya di dinding. Gadis itu hampir memutar tubuhnya ketika Kyuhyun menatapnya, membuatnya tak jadi melakukan aksinya itu.

“Hwang Haneul” Kyuhyun berkata santai, ia berjalan menghampiri Haneul dan berhenti tepat di hadapan gadis itu “Aku tak perduli apapun yang ada dalam kepalamu dan aku tak akan mencampuri apapun tentangmu tapi saat ini kau harus ingat bahwa kita berada dalam tim yang sama. Kau ingin membuatku malu hanya karena gagal menyelesaikan proyek itu?”

Mulut Haneul terkatup rapat.

“Berikan ponselmu”

“Ponsel?”

“Cepat!” perintah Kyuhyun. Haneul menuruti ucapan Kyuhyun “Aku akan menghubungimu—nanti” Kyuhyun mengembalikan ponsel Haneul.

“Apa? Kau akan menghubungiku?” Haneul tersentak.

“Kau tak bisa mendengar perkataanku?” Kyuhyun balik bertanya “Akan kupastikan bahwa kau tak bisa melarikan diri”

Haneul kembali diam, memandangi Kyuhyun yang berjalan meninggalkannya.

~~~
~~~

“Haneul, Haneul!!”

Eun Jo telah bertongkak pinggang di sisi tempat tidur Haneul.

“Gadis pemalas! Hwang Haneul!!” Eun Jo menyingkap selimut Haneul “Bangunlah! Matahari sudah hampir terbenam, kau akan melanjutkan tidurmu sampai besok pagi?” desis Eun Jo

Haneul duduk dengan malas-malasan. Ia memandangi Eun Jo yang memasang tampang kesal.

“Seseorang sedang mencarimu”

“Apa?”

“Ada yang mencarimu” ulang Eun Jo.

Tampang kesal Eun Jo berubah seketika. Gadis itu langsung duduk di sisi Haneul, memamerkan senyuman anehnya. Wajahnya bahkan mulai memerah.

“Ada apa?” Haneul mulai bergidik dengan tingkah teman sekamarnya itu.

“Siapa dia?” Tanya Eun Jo “Pemuda tampan yang sedang duduk manis menunggumu di bawah?”

“Apa maksudmu?” Haneul semakin kebingungan.

“Aish!” geram Eun Jo “Kau temui saja dia!!”

Haneul memakai kaca matanya dan menggulung rambutnya begitu saja.

Sementara di sebuah ruangan yang cukup luas. Kyuhyun sedang duduk tenang menanti kedatangan Haneul. Pemuda itu sedikit salah tingkah ketika banyak mata sedang mengintipinya.

“Siapa oppa tampan itu?”

“Mungkinkah pacar Haneul eonni?”

“Tidak mungkin! Dia pasti hanya teman. Tidak mungkin orang itu menyukai noona yang aneh itu” timpal seorang anak laki-laki.

Kyuhyun berdehem pelan. Ia merasa gerah karena anak-anak kecil itu terus mengintipinya. Pemuda itu tak menyangka jika alamat yang diberikan Haneul akan membawanya ke tempat itu. Ia cukup terkejut mendapati kenyataan bahwa Haneul adalah salah satu penghuni panti asuhan itu.

“Apa yang kalian lakukan di sini?”

Anak-anak itu tersentak, mereka terkejut melihat Haneul yang telah berdiri di belakang mereka. Tak menunggu lama mereka segera berlari meninggalkan Haneul. Gadis itu berjalan menghampiri Kyuhyun.

“Tak kusangka, kau serius dengan perkataanmu” Haneul memandangi Kyuhyun.

Sebelumnya, pemuda itu meneleponnya meminta alamat rumahnya. Haneul memberikannya tapi ia tak pernah mengira bahwa Kyuhyun akan berada di rumahnya itu.

“Kau harus tahu siapa aku” ujar Kyuhyun.

“Tentu saja. Aku sangat mengenalmu”

“Kau?” Kyuhyun heran mendengar ucapan Haneul.

“Baiklah, sekarang apa yang harus kita lakukan?” Haneul mengalihkan topik

“Apa lagi? Tentu saja memikirkan thema lukisan kita”

Haneul lalu duduk, tak jauh dari Kyuhyun. Sepertinya ia ikut memikirkan apa yang sedang berada dalam kepala Kyuhyun. Mereka harus segera menemukan thema lukisan mereka dengan begitu objek yang akan dilukispun dapat segera ditentukan.

Gadis itu menengadahkan kepalanya. Sepertinya menjadi kebiasaan ketika sedang berpikir, ia seperti sedang menatapi angannya sendiri. Haneul tak mengira jika di tempat lain, Kyuhyun justru sedang mengawasinya.

Baru kali ini Kyuhyun dapat melihat jelas ekspresi Haneul. Entah mengapa Kyuhyun justru terkesima melihat Haneul yang sedang berpikir. Haneul lalu memandangi Kyuhyun membuat Kyuhyun secara refleks mengalihkan tatapannya. Haneul mendengus dan tertawa pelan dan lagi-lagi Kyuhyun harus menerima debaran jantungnya yang aneh.

“Ada apa?” Tanya Haneul

“Tidak” Jawab Kyuhyun “Uhm itu, bolehkah aku menanyakan sesuatu?”

Haneul terdiam, hanya menatapi Kyuhyun.

“Mengapa kau memiliki warna mata seperti itu?” sepertinya Kyuhyun masih penasaran dengan warna mata Haneul “Mungkinkah kau memiliki darah campuran?”

“Entahlah” Haneul tersenyum tipis “Yang aku tahu bahwa aku hanyalah penghuni panti asuhan ini” ucapan Haneul menandakan bahwa ia tak tahu apapun tentang apa yang ditanyakan Kyuhyun.

**

~.oOo.~

**

Sebuah mobil melaju kencang ke arah gadis itu. Sementara sang gadis masih terpaku diam, seakan tak perduli jika mobil itu akan menabraknya.

Zoya!!!
__

Pekatnya malam dan temaram sinar rembulan yang menembus jendela kamar Kyuhyun, tak menyembunyikan wajah penuh keringat pemuda itu. Ia terduduk lemas. Mimpi yang telah menggerogoti seluruh jiwanya, merasakan debaran jantungnya yang bekerja tak normal. Mimpi yang sama.

“Zoya?”

Kyuhyun bergumam, teringat bahwa itu adalah nama yang diteriakinya dalam mimpinya tadi.

~~~
~~~

Pagi hari yang cerah di Kaywon High School of Arts. Kyuhyun terlihat berhadapan dengan Haneul. Mereka berpapasan di koridor lantai dasar.
“Kau sudah menemukan thema?” Tanya Haneul.

“Akan kupikirkan nanti” jawab Kyuhyun

Haneul segera meninggalkan Kyuhyun. Ia selalu mengunjungi kelinci peliharaan sekolah. Ternyata Kyuhyun tetap mengikuti langkah Haneul. Ia berdiri di sisi Haneul, mengawasi gadis yang sedang memberikan sayuran pada kelinci itu.

“Bagaimana jika kita melukis Zoya?” usul Haneul.

Kyuhyun mendengus.

“Ini bukan lukisan kelas paud” tolak Kyuhyun, raut wajah pemuda itu mulai berubah secara perlahan “Zoya?” ia tiba-tiba teringat sesuatu, teringat pada nama yang dipanggilnya dalam mimpi.

“Bukankah dia sangat menggemaskan?” Haneul tampak sangat polos.

“Mengapa kau memanggilnya Zoya?” Tanya Kyuhyun

“Sudah kubilang bahwa Zoya adalah sebuah keajaiban. Arti dari Zoya adalah hidup” senyuman Haneul mengembang membuat Kyuhyun harus mengalami penderitaan yang sama setelah melihat senyuman polos itu.

“Benarkah?” pemuda itu begitu gugup menyimpan debaran dalam dadanya, ia tak berani untuk menatap lama-lama senyuman Haneul.

“Tentu saja. Sekecil apapun sebuah kehidupan pasti punya maksud dan tujuan. Selalu ada alasan mengapa kita harus hidup—dan aku percaya, Zoya memiliki alasan tersendiri untuk hidup”

“Kelinci ini? Tentu saja, dagingnya pasti sangat enak”

Haneul meninju pelan bahu Kyuhyun membuat pemuda itu tersentak.

“Kau pasti akan tercengang jika mengetahui alasan Zoya harus hidup” Haneul memamerkan senyumannya.

Sementara Kyuhyun hampir pingsan. Entah mengapa ia harus bersikap aneh hanya setelah melihat senyuman Haneul. Senyum gadis itu seperti sebuah virus yang sangat berbahaya yang dalam sedetik mampu menyerang system kekebalan tubuh Kyuhyun.

“Memangnya kau tahu?” Kyuhyun bertanya di sela-sela penyakit barunya itu.

“Siapa yang tahu?” Haneul mengangkat kedua bahunya.

Gadis itu justru tertawa melihat Kyuhyun yang mendengus kesal atas jawaban simplenya.

“Aku,,” Kyuhyun semakin tak bisa mengendalikan debaran jantungnya “Aku pergi” dengan segera ia berjalan terburu-buru menghindari Haneul. Sangat berbahaya baginya jika berada di tempat itu meskipun hanya sedetik saja.

Haneul tersenyum tipis memandangi Kyuhyun yang telah menjauh. Tatapannya lalu tertuju pada kelinci putih dalam kandang tersebut.

“Hei Zoya, pemuda itu sepertinya mulai merasakan keberadaanmu” ujar Haneul “Apa yang harus kita lakukan?”

Haneul mendongak, menatapi langit. Salju pertama di musim dingin mulai berjatuhan dari langit. Gadis itu menengadahkan tangannya, menampung salju di telapak tangannya.

“Bersabarlah, ini tak akan lama lagi. Malam natal sudah semakin dekat” bibir Haneul bergerak sangat pelan. Ia memejamkan matanya, membiarkan sensasi dingin salju yang seakan meresapi, menembus permukaan kulit wajahnya.

**

~to be continue~

**

Annyeong. Sebenarnya cerita ini belum pengen dipublish tapi mengingat hari ini moment baik… YEEYY CHRISTMAS DAY, jd pengen ninggalin jejak di tanggal ini & this year, my first christmas far away from homefar away from my family T__T,, kebagian jadwal on T____T

Berhubung tahun baru entar lagi, maybe lanjutannya publish per tgl 1 Januari 2013 *ngincar moment2 baik*

Oke, terima kasih bagi kalian semua yang setia mampir terlebih meninggalkan tanggapan pada blog in.  Merry christmas untuk teman2 yang merayakan juga selamat menyongsong tahun baru 2013 bagi kita semua. Semoga senantiasa diberikan kesehatan & berkati dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin.

Iklan

350 thoughts on “Other Side (Part 1)

  1. guixians berkata:

    as alwaaaaaays can make me so curious about this ff! ceritanya menarik dan aku penasaran apa arti dari mimpi kyuhyun looool~ keren! aku suka heeeeee~ haneul juga tingkahnya aneh aku jadi makin penasaran~_~

  2. Yanti berkata:

    Ceritanya misterius gitu ya??
    aq ngebayangin haneul tuh park booyoung imut kan?hahaha…

    next…

  3. elyptondya berkata:

    buahahahahaa kukira itu kenapalah haneul ketawa sendiri, aku mikirnya ini nih kayak kebiasaan aku baca ff eon ternyata bener wkwwkwk
    kali ini masih misterius sama jalan ceritanya, lanjuttt

  4. Nan berkata:

    keren bingittt, jalan ceritanya blm aku temui dmna2. trs satu episodenya panjang bgtt pasti kelanjutannya keren deh nih. oke deh aku baca selanjutnya 🙂

  5. Yoon Hera berkata:

    Wuah.. FF eonni smuanya memang Daebak!
    “Hei Zoya, pemuda itu sepertinya mulai merasakan keberadaanmu” ujar Haneul “Apa yang harus kita lakukan?” Penasaran mksud dri kalimat ini.
    Let’s go to next part 🙂

  6. YoonRa berkata:

    Aku juga masih nggak ngerti apa hubungannya haneul sama zoya? Ada apa sama zoya? Kelinci? Aaah, bingung aku kkkk 😀 tentang teori jagat raya aku setuju sama hwa min! Aku juga pernah mikir bumi itu kan berada disalah satu galaksi -bima sakti- gimana di galaksi2 lain? Milky way? Atau yg lain pasti kehidupan nggak cuma ada di bumi juga kan? Di planet lain juga ada? Jagat raya ini kan luas jadi sedikit kemungkinan kehidupan cuma ada dibumi wkwk, udah ah malah ngebahas galaksi, oh iya setau aku part selanjutnya di protect ya eon? Boleh kan minta pw nya? Hihi keep writing and fighting eonni ^^

  7. hyunki berkata:

    ffx bkin penasaran. alurx bgus n lucu jg pas di buss itu 😀 trus q ngbyangin haneul itu alien . alien bkn ya??

  8. lyra berkata:

    kok disini aku jadi ngefans sama jong Hoon yaaa… kkkk
    ceritanya unik.. 😀 menarik, dan bahsanya itu lhoooo… mengalir jaaaa
    sebenernya masih bingung, ttg Zoya dan si aneh Hanuel.. tapi justru itu yg bikin penasaran

  9. duniapipit105 berkata:

    Hai thor salam kenal. Aku readers baru. Liat blog ini sungguh dimanjakan dengan cerita2. Saking banyaknya He..
    tuk itu minta izin ngubek2 blognya ya thor..

    Penasaran sm cerita ini..apa hubungan zoya dengan hanuel.. n kyuhyun dgn zoya..haha. klo gitu aku baca dlu ya thor. Hehe

  10. Cho seul hwa berkata:

    Wuihhh ceritanya kece, alurnya keren👍 itu sebenernya haneul kenapa sih? Trus apa sosok yg ada didalam mimpinya kyu itu haneul? Zoya itu siapaa? Aisshh terlalu banyak pertanyaan yaa eon? Hehehe 😁

  11. NurAmalia berkata:

    Ceritnya keren kak, tp msih bingung.
    Pengen lanjut baca yah kak, pengen tau Haneul itu knpa dan knpa kesannya dia misterius bnget gtu

  12. DubbyBlue berkata:

    Hahhh eonni~
    Ini fanfict lama ya?
    Tapi aku suka banget.

    Dunia Pararel, aku pernah berpikir kalau yang seperti itu nyata. Aku yang lain ada di sisi lain, di sisi lainnya lagi dan banyak sisi lain. Kan dunia tidak berisi cuma yang aku tahu. Malah aku sempat mikir waktu aku makan nasi, aku yang lain lagi makan apa ya? hehehe Aku pikir cuma aku yang punya pikiran kaya gitu. Soalnya pernah dengar, ada 7 kembaran kita di dunia ini. Tapi bisa jadi lebih sih. Siapa yang tahu hehee

    • marchiafanfiction berkata:

      lumayan lama lah dek,
      yah, sy juga sgt penasaran…tentang kemungkinan dunia paralel, sampai saat ini sih belum tau kebenarannya meskipun jadi perdebatan orang2 jenius (para ilmuwan)…tp siapa yang tau apa yang disembunyikan oleh alam semesta kita ini, iya gak? 😉

  13. Latishabee berkata:

    Ada apa dengan natal?
    Kenapa haneul begitu nungguin malam natal? Dan kenapa dia bilang waktuny tinggal sebentar lagi? Trus maksud mimpi kyuhyun itu apa? Kenpa mata haneul warnany biru? Kenapa? Banyak banget pertanyaan kenapa dikepalaku-.- Aaaaarrrrgggghhh
    lanjut kepart berikutnya deh-___-“

  14. primdn berkata:

    Mungkin itu yg d rasakan haneul sama kyk aku..
    Hahhaha baca epep ujung” klo g mewek y ketawa ketiwi sendiri..
    Bayangin karisma.a papi jonghoon ^^ bikin klepek”.. jd tambah demen ama FTI ^^
    zoya peramal kah??
    Trs stiap mimpi.a kyu oppa akan terjadi apa?
    Knp zoya ikut”an??
    Jd penasaran.. ^^

  15. fittriaevitasari berkata:

    daebakk thorr (y) sempat merinding membayangkan betapa luasnya jagat raya ini , ijin copy kata ini ya thor ” membayangkan bumi
    hanyalah seperti setitik debu—
    rasanya tak pantas jika manusia
    masih berani menyombongkan diri,
    terlebih mencela Sang Pencipta jagat
    raya.” hehe

  16. Eka puspita elf berkata:

    Masi bnyk bener teka-teki nya, sebenernya haenul itu siapa? Manusiakah atau sebalik nya? Dan mimpi nya kyu tu apa? Masi bingung dan aku penasaran

  17. Tata berkata:

    Sungguh mati aku jadi penasaran. . .

    Wah jangan bilang haneul mati, ah mungkin nggak sih, kyu kan kesayangan author, nggak mungkin dong kyu dibiarkan menderita. . Hahaha

    Jangan jangan zoya itu manusia, hoho

  18. aernis berkata:

    cerita misteri ini yaa
    wahh gadis penuh misteri.

    yg bagian fisika blass aku ga mudeng. aku anak ips ._.
    tapi aku pernah baca artikel dunia pararel si

    jjangan2 haneul blasteran rusia lagi. mata orang rusia abu2 soalnya ._.

  19. chaerim berkata:

    ya ampuuunnn itu sekret di sapu tangan…. (sabar ahjussi)
    haneul penuh misteri….
    “dia gak bakal mati cuma krn ketabrak mobil?” itu daebakkkk
    kyuhyun gak boleh suka sama haneul? wae? wae?

  20. meyyy berkata:

    Suka sama ceritanya, misteri misteri gimana gitu hehe bikin penasaran dan kayaknya penuh kejutan

  21. Widya Choi berkata:

    Aigo q pikir knp si haneul ngis trsedu2 gt…tyta haneul korban ff y 😂😂😂 hahaha.. mn si kyu d sodorin cendol ny haneul lg haha.
    Haneul n zoya… ap ad hubngny?.. bhkn si kyu mimpiin ssorg yg bnama zoya… uhh jd pnsran q

  22. Yoon berkata:

    Wahh this one is so intersting,ini yang paling menarik dr bbrpa yg aq baca tadi so far,bkn brrti yg lain jelek aq jg bru bca bbrpa,eh masih penuh dengan teka teki disini,daebak author!

  23. irenpoluan2301 berkata:

    Haneul misterius skli…. sempat kepikiran “nih org emang aneh kyaknya” “mungkin udah sedikit radah gak sehat nih haneul, tpi kok dia sklah ya?”
    Sumpah aku penasara ama nih hanuel, apa dia pnya kekuatan semacam mejik? Trus zoya itu siapa???
    Oh emji aku penasaran~~

Mohon Saran dan Kritikannya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s