Other Side (Part 2)

Other Side (Part 2)Cast        :

– Hwang Haneul (OC)

– Cho Kyuhyun (Suju)

– Choi Jong Hoon (FT Island)

– Other Cast

–>FF ini hanyalah sebuah imaginasi meskipun tak menutup kemungkinan terjadi dalam dunia nyata (apa yang kita anggap fiksi sebenarnya sudah banyak terjadi), jika ada kesamaan kisah, hanyalah factor ketidaksengajaan. Say no to plagiat!!!

MARI BERFANTASI RIA!!!

***

***

Kyuhyun membereskan peralatan sekolahnya. Murid-murid berbondong-bondong keluar dari kelas, bel pulang telah berbunyi—semua murid tampak sangat antusias.

“Aku harus ke ruang musik” ujar Jong Hoon “Mereka sudah menungguku untuk berlatih—kau pulanglah duluan”

“Baiklah”

Kyuhyun memandangi Jong Hoon yang segera menghilang di balik pintu kelas. Pemuda itu mengeluarkan ponsel dari dalam saku kemeja seragamnya.

“Dimana kau?” Tanya Kyuhyun,

Tak ada suara. Mata Kyuhyun lalu tertuju pada seorang gadis yang telah berdiri di ambang pintu kelas, ponsel masih menempel pada telinga gadis itu.

Kyuhyun menutup ponselnya. Ia meraih tas dan berjalan menghampiri Haneul.

“Tunggu apa lagi?” ia menengok ketika Haneul masih belum bergerak “Ikut denganku!”

“Kemana?”
“Kencan” ucapan Kyuhyun merubah air wajah Haneul “Apa kau tak bisa membedakan sebuah lelucon? Jangan bertingkah seperti orang bodoh, kau tak lupakan bahwa kita harus menemukan objek yang akan dilukis?” Kyuhyun mendesah.

“Baiklah” Haneul mengangguk pelan.

~~~
~~~

Setelah hampir sejam menaiki kereta, kedua orang itu akhirnya tiba di sebuah lokasi yang langsung mencengangkan Haneul.

“Bagaimana?” Kyuhyun tampak puas melihat ekspresi Haneul.

“Sangat indah” Haneul terkagum-kagum.

Kyuhyun kembali tersenyum. Ia mengikuti arah pandang Haneul. Memandangi laut dengan deburan ombak yang menjadi buih, saling berkejaran hingga larut di tepian pantai. Ya, kedua orang itu kini tengah berada di sebuah pantai dengan pemandangan yang sangat menakjubkan.

“Mungkin akan lebih menyenangkan jika saat ini bukan musim dingin” ujar Kyuhyun “Aku berharap dapat melihat pantai ini dimusim panas”

“Mengapa berkata seperti itu?” Tanya Haneul

“Kita tak akan tahu apa yang akan terjadi besok” Kyuhyun tersenyum tipis.

Haneul terdiam dengan sorot mata yang menenang, ia lalu memandang lurus ke depan.

“Kau akan melihat apapun yang ingin kau lihat. Berpuluh kali musim berganti, kau akan menikmati pemandangan pantai ini”

Kyuhyun tertegun mendengar perkataan Haneul, ia lalu menoleh pada gadis itu.

“Aku sedang meramal masa depanmu” Haneul kembali berkata tanpa menoleh sedikitpun pada Kyuhyun “Katakan saja jika kau percaya, sekalipun kau sedang membohongiku” gadis itu menoleh, mata kedua orang itupun bertemu.

Haneul tersenyum dan debaran jantung Kyuhyun kembali meningkat. Pemuda itu membuang tatapannya lurus ke depan, ia menarik nafas hati-hati mencoba mencari cara untuk mengatasi perubahan aneh dalam dirinya belakangan ini.

“Kita pulang, sebentar lagi gelap” Kyuhyun berpaling, berjalan meninggalkan Haneul yang masih terdiam.

Gadis itu menatap laut yang begitu tenang, ia lalu meninggalkan tempat berpijaknya menyusuli Kyuhyun yang telah beberapa langkah di depannya.

**

~.oOo.~

**

“Mengapa terus melihatku?” Kyuhyun menyadari jika sejak tadi Jong Hoon terus memperhatikannya.

“Aku sedang berusaha untuk mencari jawaban atas rasa penasaranku” Jong Hoon tak sedikitpun memalingkan tatapannya “Atau, maukah kau mengatakan padaku?”

“Apa?”

“Alasan mengapa belakangan ini kau terlihat sedikit berbeda” Jong Hoon bergumam pelan “Kau bahkan mulai memakai parfum. Seperti seseorang yang sedang kasmaran. Hei Kyu, katakan siapa gadis itu?” Jong Hoon tersenyum, menggoda Kyuhyun.

“Kau gila!” Kyuhyun menutup buku yang dibacanya, lalu berjalan meninggalkan Jong Hoon.

“Atau kau ingin aku menebak siapa gadis itu?” perkataan Jong Hoon membuat langkah kaki Kyuhyun terhenti sejenak, “Cho Kyuhyun, jangan terlalu naif—aku hanya ingin mengucapkan terima kasih pada gadis itu karena merubahmu menjadi lebih normal” ledek Jong Hoon. Pemuda itu memamerkan tawanya meskipun Kyuhyun terus berjalan meninggalkan ruang kelas, seakan tak mengubris perkataannya.

Tak menyurutkan seringaiannya, Jong Hoon berlari keluar kelas menyusuli Kyuhyun.

“Jika kau ingin menggodaku, sebaiknya kau menyingkir sekarang juga!” Kyuhyun berkata pada Jong Hoon yang telah berjalan di sisinya.

“Jangan berprasangka buruk padaku” Jong Hoon merangkul pundak Kyuhyun.

“Haish, singkirkan tanganmu!” Kyuhyun mengelak membuat senyum Jong Hoon kian mekar.

“Bagaimana proyekmu?” Tanya Jong Hoon santai.

“Jauh lebih baik, setidaknya kami sudah tahu pasti apa yang harus kami lukis” jawab Kyuhyun tenang.

“Benarkah?”

“Tentu. Bagaimana denganmu?”

“Komposisi lagu yang sedang kutulis akan selesai dalam waktu dekat” ujar Jong Hoon “Aku tak akan meminta fee jika kau mau menyanyikan lagu itu”

Kyuhyun terhenti, ia memandangi Jong Hoon yang sedang mengembangkan senyum jahilnya.

“Berhenti menggodaku!!”

“Kau merasa tergoda?” selidik Jong Hoon “Kau akan menjadi penyanyi terkenal jika beralih dari club lukis”

“Lupakan saja!”

“Kau memang Cho Kyuhyun yang keras kepala” Jong Hoon mendesis, ia sangat menyayangkan suara emas milik Kyuhyun yang hanya terkubur begitu saja.

“Choi Jong Hoon, apa kau tahu siapa kau?” Kyuhyun memandang tajam pada sahabatnya itu “Orang yang sangat menyebalkan”

Jong Hoon hanya tertawa pelan menanggapi ucapan Kyuhyun.

“Baiklah, kita berpisah di sini” ujar Kyuhyun yang berjalan meninggalkan Jong Hoon.

“Hei Kyu, sampaikan terima kasihku pada gadis itu!”

Kyuhyun menggeram mendengar Jong Hoon kembali meneriakinya. Pemuda itu tetap melanjutkan perjalanannya. Melewati koridor, menuruni anak tangga hingga ke lantai dasar, kembali menyusuri koridor yang membawanya keluar dan menuju belakang sekolah.

Tempat yang belakangan ini terus dikunjunginya. Dari jauh sosok Haneul telah tampak. Seperti biasanya, gadis itu menghabiskan banyak waktu untuk berbicara dengan kelinci yang tak sedikitpun menanggapinya.

“Tolong ambilkan wortel itu!” perintah Haneul sebelum Kyuhyun sempat mengeluarkan sepatah katapun.

Kyuhyun memandangi sekeranjang wortel yang terletak tak jauh darinya. Pemuda itu menarik nafas panjang, ia lalu mengambil wadah tersebut dan meletakan di sisi Haneul. Gadis itu lalu mengambil dua buah wortel dan memasukan ke dalam kandang.

“Astaga!” gadis itu terpekik melihat kandang yang tampak kotor.

Ia terlihat menyisir keadaan di sekitar situ. Matanya tertuju pada sebuah sapu. Dengan tergesa-gesa Haneul mengambil sapu itu.

“Kyu, ambilkan wortel itu”

Kyuhyun mengikuti arah pandang Haneul,

“Apa?” jelas-jelas Haneul menatapi dua buah wortel yang baru saja diletakan di dalam kandang kelinci

“Cepat!” perintah Haneul

“Haneul, mengapa kau tak mengambilnya sendiri?” Kyuhyun bergidik, membayangkan tangannya yang akan menyentuh wortel yang menurutnya telah terkontaminasi dengan berbagai kuman. Haneul hanya memandanginya dengan sorot mata aneh “Baiklah” Kyuhyun mendesah lemas ketika menyadari gadis aneh di depannya tak akan memberikan pilihan kedua padanya.

Segera setelah Kyuhyun membereskan wortel, gadis itu mulai membersihkan isi kandang dengan sapu. Kyuhyun langsung mundur beberapa langkah di belakang Haneul dengan ekspresi jijik. Ia bahkan mengeluarkan sapu tangan dari saku celana dan langsung menutupi hidungnya.

“Dimana tempat sampahnya?” Haneul tak menemukan tempat sampah di sekitar situ, hanya sebuah karung tak terpakai. “Bisakah kau mengambil karung itu?” ia menoleh menatapi Kyuhyun yang masih bergidik di belakangnya.

Kyuhyun menyimpan sapu tangan dengan ragu-ragu ketika ekspresi Haneul tampak sangat aneh memandanginya

“Kau ingin aku mengambil itu?” Tanya Kyuhyun. Haneul mengangguk.

Tak ada pilihan. Kyuhyun segera mengambil karung tersebut dan menyodorkan pada Haneul.

“Mengapa?” Tanya Kyuhyun ketika Haneul tak mengambil karung di tangannya.

“Kau pikir aku bisa melakukannya sendiri?”

Kyuhyun terdiam. Sedetik kemudian bola matanya melebar.

“Kau bercanda?” Kyuhyun terkejut “Jangan katakan jika kau ingin aku…” pemuda itu tampak takut-takut untuk melanjutkan perkataannya.

“Mengapa aku harus menjelaskan padamu?” Haneul terlihat kesal “Buka  mulut karung itu di bawah pintu kandang agar aku bisa menyapu habis kotoran kelinci ke dalam karung itu—kau lebih bodoh dari perkiraanku”

“HWANG HANEUL!!” hardik Kyuhyun. Ia tak percaya ketika gadis itu menyuruhnya melakukan hal-hal mustahil yang tak sedikitpun terbesit dalam benaknya “Kau tahu betapa menjijikan…”

Kyuhyun kembali bungkam setelah melihat tatapan tajam Haneul. Warna mata indahnya itu bahkan terlihat jelas menembusi kaca mata yang dikenakannya. Tanpa melanjutkan aksi protesnya, Kyuhyun segera melakukan apa yang dikatakan Haneul meskipun terlihat jelas jika tangannya sedang gemetar.

“Kau tak perlu melakukannya” Haneul memegangi karung itu tapi tangan Kyuhyun memegang karung itu dengan lebih kokoh.

“Tak apa-apa” ujar Kyuhyun ketika Haneul menatap keheranan, pemuda itu bahkan tak segan-segan untuk memamerkan senyum berharganya “CHO KYUHYUN! PERIKSAKAN DIRIMU SEGERA! SEJAK KAPAN KAU BERUBAH MENJADI ORANG YANG BEGITU MULIA??” Kyuhyun berteriak histeris dalam hatinya. Itulah yang sebenarnya terjadi dibalik senyum itu.

~~~
~~~

Mereka tiba di pantai yang sebelumnya di datangi. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini kedua orang itu telah membawa seluruh perlengkapan lukis mereka. Haneul dan Kyuhyun berjalan menyusuri pantai, mencari sudut pandang yang lebih strategis untuk memulai proyek semester mereka.

Setelah menemukan tempat yang di rasa cocok, kedua orang itu mulai melakukan beberapa persiapan. Haneul menarik kanvas lain, ia berjalan beberapa langkah dari Kyuhyun dan mulai duduk di atas pasir putih.

Waktu terus berjalan, mereka mulai sibuk menarik garis-garis pada kanvas dengan kuas di tangan mereka. Berbeda dengan Kyuhyun yang selalu fokus, Haneul telah menganggurkan peralatan di hadapannya. Ia justru menikmati sendiri langit cerah dan hamparan laut di hadapannya. Gadis itu menarik nafas panjang. Ia menoleh dan memandangi dari jauh sosok Kyuhyun.

Haneul berdiri, ia mengebas pasir yang menempel di rok seragamnya. Ia berjalan menghampiri Kyuhyun. Matanya langsung tertuju pada warna-warni di atas kanvas milik Kyuhyun.

“Bukankah seharusnya kau membantuku?” Tanya Kyuhyun “Ini bukan tugas pribadi, kau ingat?”

“Tanpa bantuanku, kau bisa melakukannya dengan baik” ujar Haneul disambut dengan geraman Kyuhyun.

Haneul kembali menjauhi Kyuhyun. Ia melepas sepatu dan kaus kakinya, membiarkan pasir mempermainkan permukaan kulitnya. Haneul berjalan menuju bibir pantai. Ombak yang berlomba-lomba ke tepian memberikan sensasi sendiri bagi gadis itu.

Haneul terlalu terlena dengan keasyikannya tanpa menyadari jika akibat ulahnya, aktivitas Kyuhyun terganggu. Pemuda itu tak lagi menarik kuas, ia justru tertegun memandangi siluet Haneul. Terdiam cukup lama hingga akhirnya Kyuhyun meraih tas yang terletak begitu saja di atas pasir. Ia mengeluarkan sebuah kamera dari dalam tas.

Kyuhyun mulai mengarahkan kamera pada Haneul. Berkali-kali jepretan kamera dengan fokus utama Haneul, gadis aneh di Kaywon High School. Haneul mulai menyadarinya, ia menoleh ke arah Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun! Perbuatanmu ilegal!” Haneul berseru.

Kyuhyun tersenyum.

“Benarkah?” pemuda itu bertanya polos.

Tak menunggu lama, Kyuhyun beranjak dan berjalan mendekati Haneul.

“Hei,, apa yang kau lakukan?” Haneul memandangi Kyuhyun yang terus-terusan memotretnya “Sudah kubilang, itu perbuatan ilegal. Kau mencuri fotoku”

“Aku tak mencuri apapun!”

“Tetap saja itu tindakan yang tak dibenarkan, kau tak bisa mengambil fotoku tanpa persetujuan dariku” protes Haneul tapi Kyuhyun tak perduli, ia terus mendekat dan terus-terusan memotret Haneul “Cho Kyuhyun, hentikan!!” hardik Haneul, ia kini menutupi wajahnya.

Kyuhyun tertawa melihat Haneul yang kesal. Ia bahkan mengejar Haneul yang berlari-lari menghindari Kyuhyun. Kedua orang itu sepertinya mulai melupakan tujuan utama kedatangan mereka ke tempat itu.

Udara musim dingin seakan tak menyurutkan keinginan kedua orang itu untuk duduk di hamparan pasir putih, menatapi ombak yang bergulung-gulung menghampiri tepian. Haneul sesekali mendengus kesal ketika Kyuhyun yang duduk di sampingnya terus tersenyum mekar bahkan tak jarang ia tertawa kecil melihat foto-foto yang diambilnya melalui kamera di tangannya.

“Sebaiknya kau hapus semua fotoku, sebelum kamera itu merasakan betapa dingin dan asinnya air laut itu”

Kyuhyun langsung mengamankan kamera di tangannya setelah mendengar ancaman Haneul.

“Kemari kau!” ujar Kyuhyun

“Apa?” Haneul tak mengerti.

Melihat Haneul yang tak bereaksi, Kyuhyun berinisiatif lebih dulu untuk menggeser posisinya hingga merapat pada Haneul.

“Apa yang kau lakukan?” Haneul kebingungan ketika Kyuhyun merangkul pundaknya. Ia berusaha untuk menyingkirkan tangan Kyuhyun tapi pemuda itu begitu kokoh merangkulnya.

“Diam dan tenanglah” ujar Kyuhyun “Yang perlu kau lakukan adalah menatap ke arah kamera itu dan tersenyum” katanya lagi, tangan kirinya telah mengarahkan kamera untuk mengambil fotonya dan Haneul.

Klik.

Blitz kamera. Haneul seperti orang bodoh yang mengikuti semua kemauan Kyuhyun.

“Sekali lagi” ujar Kyuhyun

“Apa aku tak punya pilihan?” Haneul berkata dengan sangat tenang.

Detak jantung Kyuhyun mulai berirama bit ketika matanya dan mata Haneul bertemu dalam jarak yang sangat dekat. Haneul terlihat tenang, ia lalu memandang lurus ke depan, tepat ke arah kamera di tangan Kyuhyun.

Berbeda dengan Kyuhyun, ia berkedip sekali—dan sekali lagi. Tak memalingkan wajahnya dari wajah Haneul.

Klik. Blitz kembali terlihat.

Haneul tertegun, begitu juga dengan Kyuhyun. Tak percaya jika posisi yang terabadikan terakhir kalinya ketika tanpa sadar Kyuhyun justru meletakan kecupan di pipi Haneul. Kyuhyun menjauhkan wajahnya, ia berpaling dan seketika itu juga sengatan listrik halus diseluruh permukaan kulitnya terhenti. Mungkin ia lebih terkejut dari Haneul, tak membayangkan aksi gila apa yang baru saja ia lakukan.

“Cho Kyuhyun..”

Kyuhyun begitu gugup ketika Haneul memanggil namanya. Pelan-pelan pemuda itu menoleh, memandangi Haneul yang terus menatapnya.

“Kau menyukaiku?” pertanyaan Haneul bagai petir di siang bolong.

Kyuhyun tertegun.

“Aku bertanya padamu—apa, kau menyukaiku?” Tanya Haneul, gadis itu terlihat cukup ketakutan ketika melayangkan pertanyaan itu pada Kyuhyun.

“Haneul, aku…” Kyuhyun hampir bungkam, namun ia melihat sinar mata Haneul yang diselimuti oleh kegelisahan “Tidak, aku tak menyukaimu” pemuda itu seperti menelan pil pahit ketika memberikan pernyataan itu.

“Ya, kau memang tak seharusnya menyukaiku” perkataan Haneul kini serasa seperti petir yang saling menyambar-nyambar di sekitar Kyuhyun. Entah mengapa ia merasakan sesak karena kalimat itu, bahkan ketika Haneul tersenyum—yang dirasakan adalah sesak.

“Apa yang akan kau lakukan jika aku menyukaimu?” Kyuhyun bertanya dengan nada getir.

“Menurutmu aku gadis yang seperti apa?” Haneul seperti mengalihkan pertanyaan Kyuhyun dengan sebuah pertanyaan lain.

“Kau?” Kyuhyun terlihat berpikir “Gadis paling aneh yang pernah aku temui”

“Jadi, kau tak akan mungkin menyukai gadis seperti itukan?” Haneul tersenyum, pertanyaan yang mencoba meyakinkan Kyuhyun bahwa apapun yang dirasakan Kyuhyun saat ini adalah kebohongan. Kyuhyun tersenyum kecut.

“Lalu, apa pendapatmu tentangku?” Kyuhyun bertanya dengan lemah.

“Kau, Cho Kyuhyun…” untuk sejenak, Haneul tak melanjutkan perkataannya. Ia lalu berpaling menatap Kyuhyun “Istimewa” ucapan Haneul mengejutkan Kyuhyun.

“Haneul, barusan—ah, tidak.. apa maksudmu?” air wajah Kyuhyun berubah drastis.

“Kau adalah orang yang sangat istimewa” Haneul memperjelas ucapannya dan berakhir dengan keterpakuan Kyuhyun “Jika kau ingin bertanya mengapa aku berkata seperti itu, sebaiknya tak usah kau lanjutkan—suatu saat, kau akan tahu mengapa kau begitu istimewa” seperti mengetahui apa yang ingin dilontarkan Kyuhyun ketika Haneul mengucapkan kalimat itu.

Tak ada yang bisa dilakukan Kyuhyun selain berdiam diri, dengan segudang pertanyaan yang menuntut penyelesaian di dalam kepalanya. Ia merasa Haneul terus mempermainkan kinerja jantungnya.

**

~.oOo.~

**

Malam diselimuti oleh gemerlap lampu yang menyemarakan kota Seoul. Salju yang turun dari langit. Traffic light yang terus berubah warna. Kendaraan-kendaraan di ruas jalan. Para pejalan kaki. Gadis itu berdiri di tepi jalan yang ramai sesak oleh pengguna jalan. Rambutnya yang terurai dipermainkan oleh angin.
__

Ruang kelas yang tak begitu tenang. Kyuhyun yang tertidur dengan menyandarkan kepalanya di atas meja belajar. Ia terlihat tak tenang. Keringat mulai bercucuran.
__

Gadis itu masih terdiam, lalu kakinya mulai terayun—melangkah melewati barisan hitam putih zebra cross. Traffic light berwarna hijau.
__

Haneul duduk diam di tempatnya. Ia melipat kedua tangannya di atas meja belajar. Matanya terpejam meskipun ia tak tertidur.
Jong Hoon yang sedari tadi sibuk memetik gitar mulai menyadari sesuatu yang aneh pada Kyuhyun.

“Kyuhyun!” ia memanggil Kyuhyun yang masih tertidur dengan ekspresi ketakutan “Cho Kyuhyun!” Jong Hoon menyentuh tubuh Kyuhyun.
__

Sebuah mobil melaju kencang ke arah gadis itu. Sementara sang gadis masih terpaku diam, seakan tak perduli jika mobil itu akan menabraknya.

Zoya!!!

Salju putih itu telah ternoda oleh merahnya darah yang mulai membeku.

__

Kyuhyun tersentak. Nafasnya memburu dengan keringat yang bahkan membasahi kemeja seragamnya.

“Kyu, ada apa denganmu?” Jong Hoon terlihat cemas.

Tak jauh dari mereka, mata Haneul terbuka lebar. Ia seperti patung yang tak bisa menggerakan tubuhnya. Sekian menit Ia seperti orang yang sedang menahan nafasnya. Seperti sebuah batu yang berhasil disingkirkan dari dadanya, Haneul mulai bernafas—bernafas dengan terburu-buru, terkesan egois ingin menguasai seluruh oksigen yang ada.

“Cho Kyuhyun!” Jong Hoon memegangi bahu Kyuhyun dengan kedua tangannya, mengguncang-guncang tubuh Kyuhyun yang tampak menegang.

Brugh.

Kyaaaaaaaaa!!!

Suara berdebam keras disusul dengan jerit para siswi. Suasana kelas mendadak gaduh. Kyuhyun yang masih tersengal-sengal menoleh ke arah sumber keributan. Belum sempat jantung Kyuhyun rileks ketika ia kembali dikejutkan melihat tubuh Haneul yang telah tergeletak tak sadarkan diri, tak jauh dari kaki meja belajarnya.

~~~
~~~

Kyuhyun memandangi Haneul yang tertidur. Wajahnya tak pucat. Ia tampak sangat cerah. Entah apa yang membuat gadis itu tak sadarkan diri. Kyuhyun segera keluar dari dalam kamar Haneul, ia menuruni anak tangga. Beberapa anak terus memandanginya, merasa asing dengan sosok itu.

“Terima kasih sudah mengantar Haneul” seorang wanita paruh baya menyambut Kyuhyun di ruang tengah. Dia adalah Ny. Hwang, pemilik yayasan panti asuhan tersebut. Kyuhyun menunduk sebagai tanda hormat “Silahkan duduk” Ny. Hwang mempersilahkan Kyuhyun duduk.

“Dokter mengatakan tak ada yang salah dengannya. Haneul hanya kelelahan” ujar Kyuhyun.

Percakapan kedua orang itu disela oleh seorang pengurus panti. Sepertinya ada telepon untuk Ny. Hwang, membuat wanita itu harus meninggalkan Kyuhyun sejenak.

Kyuhyun mengitari ruangan luas itu dengan matanya. Pandangannya bergeser pada sebuah lemari yang tak jauh darinya. Ia melangkah mendekati lemari tersebut, tangannya menarik sebuah album foto berukuran besar, membawa album berwarna merah maroon itu ke tempat duduknya semula.

Tangannya mulai membuka lembar demi lembar album itu. Begitu banyak foto dengan beragam ekspresi anak-anak penghuni panti. Ia tersenyum melihat kelucuan dan kepolosan yang terlihat jelas dari ekspresi dalam foto-foto itu. Pandanganya terhenti pada seorang gadis. Satu-satunya gadis yang berdiri tenang, memamerkan ekspresi monoton. Ia dapat mengenali wajah itu, meskipun foto itu diambil bertahun-tahun lalu.

“Haneul, memang selalu seperti itu”

Kyuhyun sedikit tersentak. Ny. Hwang telah kembali duduk di tempatnya.

“Disaat anak-anak lain sangat ceria, Haneul selalu tampak tenang—tak banyak bicara”

“Itu benar” Kyuhyun mengangguk, membenarkan ucapan wanita itu “Haneul—apakah sejak bayi sudah berada di tempat ini?”

“Tidak. Dia berumur 8 tahun ketika pertama kali tiba di sini”

“8 tahun?”

“Aku ingat sekali saat pertama kali melihatnya. Malam itu hujan begitu deras, dengan tubuhnya yang basah kuyup ia berdiri di depan gerbang panti” kenang Ny. Hwang “Tadinya kami mengira dia tersesat, dia terus bungkam—tak bersuara sedikitpun. Kami sempat melaporkan ke kantor polisi, dari sederet daftar orang hilang, tak satupun foto atau informasi yang cocok dengannya. Bahkan setelah menunggu sekian lama, tak ada satupun orang yang mencoba untuk mencarinya”

Kyuhyun terdiam. Ia merasa sangat iba mendengar kisah Haneul.

“Bibi, apakah anda tahu jika warna mata Haneul…”

“Aku sangat terkejut dan juga terkesima melihat matanya yang begitu indah. Haneul pasti mendapatkan warna mata itu dari Ayah atau Ibunya. Dengan bantuan kepolisian, kami mencari informasi orang hilang di kedutaan-kedutaan besar Negara asing di Seoul, entah mengapa Haneul benar-benar tak meninggalkan jejak” gumam Ny. Hwang “Dia selalu menjadi bahan olok-olok penghuni panti karena sikapnya, dia begitu pendiam dan penyendiri. Aku begitu kasihan melihatnya, lalu memberikan nama padanya. Haneul mulai berbicara selepas 3 tahun kedatangannya di panti, kami sempat mengira dia tak bisa berbicara”

“Benarkah?” Kyuhyun terperanjat mendengar apa yang dituturkan oleh Ny. Hwang.

“Meskipun kata-kata yang keluar dari mulutnya sangat aneh dan membuat kami kebingungan” Ny. Hwang tersenyum tipis “Haneul selalu mengatakan jika ada seseorang yang harus ia temui, orang itu akan sangat membutuhkannya. Menurut Haneul, ia ditakdirkan hanya untuk menyelamatkan orang itu—itulah sebabnya tak satupun anak-anak yang mau mendekatinya karena dia memang terlihat sangat aneh. Syukurlah, beberapa tahun belakangan ini Haneul tak lagi menyinggung tentang orang itu, dia akhirnya mulai bisa bergaul”

Perkataan Ny. Hwang membuat Kyuhyun harus berpikir keras.

**

~.oOo.~

**

Jong Hoon datang ke rumah Kyuhyun untuk mengecek keadaan sahabatnya itu. Kejadian beberapa waktu lalu cukup menguras adrenalin Jong Hoon melihat Kyuhyun yang bertingkah sangat aneh.

“Kau baik-baik saja?” Jong Hoon langsung membuang diri di atas kasur empuk milik Kyuhyun.

“Seperti yang kau lihat” Kyuhyun menarik sebuah kursi. Ia duduk tenang di situ, tangannya terlihat memegangi PSP kesayangan miliknya.

“Sebenarnya apa yang terjadi?” Jong Hoon memperbaiki posisinya, ia duduk di tepian tempat tidur “Kau tertidur di kelas lalu seperti orang yang sedang bermimpi buruk, tersadar namun terlihat seperti seluruh rohmu dibawa pergi”

“Kau benar tentang mimpi buruk itu” Kyuhyun membenarkan ucapan Jong Hoon “Belakangan ini aku sering memimpikan sesuatu yang aneh”

“Aneh?” dahi Jong Hoon berkerut, ia terlihat sangat penasaran.

“Pemandangan malam kota Seoul adalah awal mimpi itu. Salju yang berjatuhan, keramaian kota Seoul dan terakhir adalah seorang gadis” Kyuhyun mengingat apa yang dilihatnya dalam mimpi “Aku merasa gadis itu sedang dalam bahaya”

“Apa maksudmu?”

“Entah itu hanya sebuah kebetulan atau apapun itu, tapi jelas sekali aku merasa ketakutan dan perasaan aneh lainnya yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Dalam mimpi itu, gadis tersebut tak bernasib baik. Aku dapat melihat merahnya darah yang mengotori permukaan salju”

“Kau membuatku bergidik”

“Dalam mimpi itu, aku sepertinya sedang berusaha untuk menolongnya. Aku bahkan memanggil nama gadis itu” kata Kyuhyun “Zoya…” ia menggumamkan nama itu.

“Zoya?” alis Jong Hoon saling bertaut “Hei, Cho Kyuhyun—kau sedang mengerjaiku sekarang?” Jong Hoon memperlihatkan kekesalannya.

“Tentu saja tidak”

“Lalu, apa Zoya yang kau maksudkan adalah kelinci kesayangan Haneul?”

Kyuhyun terperanjat.

“Jong Hoon, darimana kau tahu jika kelinci Haneul bernama Zoya?”

“Tentu saja aku tahu, semua orang juga tahu itu. Dua setengah tahun sekelas dengan Haneul, gadis itu selalu dengan bangga bercerita tentang Zoya pada semua orang meskipun tak pernah ada yang menanggapinya” desis Haneul. Kyuhyun kembali mematung, ia tak mengira jika Jong Hoon tahu lebih banyak tentang Haneul, berarti ia satu-satunya yang tak begitu perduli. Sejak awal Kyuhyun memang selalu seperti itu.

“Itu pasti hanya kebetulan” ujar Kyuhyun

“Pasti begitu”

**

~.oOo.~

**

Hari hampir gelap. Sebuah ruangan yang begitu sepi namun di dalamnya masih tersisa dua orang murid. Ruang lukis yang selalu dipakai oleh anggata club lukis.

“Sampai kapan kita di sini?” Tanya Haneul, ia melipat kedua tangannya di depan dada.

“Tak akan lama” jawab Kyuhyun “Selesaikan saja sketsamu”

“Aku tak mau” elak Haneul “Kyu, yang kau kerjakan bukanlah proyek kita, mengapa aku harus menemanimu?”

“Jangan melontarkan fitnah keji seperti itu” Kyuhyun memamerkan apa yang sedang dikerjakan. Haneul memanyunkan bibirnya. Kyuhyun memang sedang menambah sentuhan warna pada proyek lukisan mereka.

“Kau akan merubah nuansanya, seharusnya kita menyelesaikan di pantai” protes Haneul.

“Kau lupa siapa aku?” Kyuhyun memandang tajam pada Haneul “Aku punya ingatan yang sangat kuat” katanya lagi, tak bermaksud menyombongkan diri tapi seperti itulah kenyataannya.

“Baiklah, lakukan sesukamu” Haneul mengeluarkan laptop dari dalam tas sekolahnya. Beberapa saat kemudian tangannya mulai mengetik lincah, sesekali ia memperbaiki letak kaca matanya.

30 menit kemudian.

“Astaga!!”

Haneul tersentak kaget ketika wajah Kyuhyun begitu dekat di sisinya, pemuda itu memandangi laptop yang terbuka itu.

“Kau mengagetkanku!”

“Dibandingkan itu, kau tak bisa memperkirakan berapa kali jantungku dibuat syok karenamu” kata Kyuhyun yang langsung menarik kursi dan duduk di samping Haneul.

“Aku tak mengerti”

“Kau memang tak akan mengerti” Kyuhyun membatin “Apa yang kau lihat?” Kyuhyun ikut mengamati layar laptop Haneul “Apakah guru Bong memberikan tugas baru?”

Haneul menggeleng.

“Lalu mengapa kau terus melihat gambar itu?”

“Kau tak tahu apa ini?” Tanya Haneul

“Kau bercanda? Kau pikir aku idiot? Tentu saja aku tahu, yang kau lihat adalah gambar luar angkasa dengan ribuan bintang”

“Kau lebih idiot dari perkiraanku” Haneul menggeleng, ingin rasanya Kyuhyun memberi pelajaran pada gadis aneh itu “Galaksi large magellanic cloud” Haneul menempelkan telunjuknya pada layar laptop.

Kyuhyun ikut memandangi tempat yang ditunjukan Haneul, terlihat sama di mata pemuda itu. Hanya angkasa luas yang dipenuhi oleh bintang. Telunjuk Haneul lalu bergeser ke posisi lain.

“Di sini letak galaksi Andromeda, galaksi bode, black eye, triangulum, whirlpool, centaurus, tadpole” telunjuk Haneul terus berpindah ketika ia menyebutkan nama galaksi yang berbeda “Ini galaksi sunflower, sombrero, pinwheel, cigar, comet, cartwheel—lalu ini adalah galaksi milky way atau yang lebih dikenal dengan bima sakti, tempat dimana bumi ini berada”

Haneul menjauhkan telunjuknya yang sedari tadi berpindah-pindah tempat ketika menyebutkan nama galaksi, seakan ia sedang menunjukan letak galaksi-galaksi itu di layar laptopnya.

“Gambar yang tertera di layar laptop ini adalah keseluruhan gambar yang terjangkau oleh teleskop tercanggih NASA. Padahal masih ada milyaran galaksi di jagat raya” gumam Haneul

“Kau kira aku percaya, hanya dengan mengarahkan telunjuk seperti itu aku juga bisa melakukannya” Kyuhyun kesal melihat tingkah Haneul. Baginya gambar itu tak ada bedanya, bagaimana mungkin Haneul bisa berkata seperti itu seolah ia tahu betul bahwa letak galaksi-galaksi yang dikatakannya itu. Baginya itu hanyalah kegelapan dengan ribuan kerlap-kerlip benda bercahaya sekecil tanda titik.

Haneul tersenyum simpul.

“Mendadak kau terlihat seperti Han Min Hwa” Kyuhyun menyebutkan teman sekelas mereka.

“Aku dan Min Hwa tergabung dalam group pecinta jagat raya”

“Serius?”

“Kau bahkan tak tahu hal itu” Haneul tersenyum puas.

“Kau memang gadis aneh”

“Hanya dengan memandangi gambar ini, hatiku merasa tentram dan kegelisahanku terobati” ujar Haneul “Ah, berbicara dengan orang bodoh sepertimu tak ada gunanya”

“Hwang Haneul, berhenti mengataiku seperti itu! Kau mengerti?”

“Apapun yang kau minta” jawab Haneul malas.

~~~
~~~

Malam benar-benar telah menjemput.

“Aku bisa pulang sendiri” berkali-kali Haneul mengatakan hal tersebut namun Kyuhyun tak pernah mendengarkannya.

“Jika sesuatu terjadi padamu, orang yang akan diminta pertanggungjawaban adalah aku karena aku orang terakhir yang terlihat bersamamu” Kyuhyun memberikan alasan yang masuk akal.

Kedua orang itu berjalan menyusuri trotoar. Memasuki sebuah jalan setelah melewati beberapa blok. Tak berapa lama kemudian gerbang panti asuhan akan terlihat. Langkah Haneul terhenti, ia menoleh pada Kyuhyun.

“Jangan terlalu baik padaku” ujar Haneul.

“Aku akan melakukan ini pada semua orang” elak Kyuhyun.

“Kyuhyun, apapun yang kau pikirkan—kau tak perlu melanjutkannya. Jangan menyukaiku. Kau tak boleh menyukaiku” ucapan Haneul cukup merubah ekspresi Kyuhyun “Sudah malam, sebaiknya kau segera pulang. Terima kasih sudah mengantarku”

Kyuhyun memandangi Haneul yang melangkah membelakanginya. Pemuda itu benar-benar kehilangan kata setelah mendengar perkataan Haneul. Ia mengepal tangannya erat. Kyuhyun segera berlari kecil menyusuli Haneul. Ia menarik pergelangan tangan Haneul.

“Mengapa aku tak boleh menyukaimu?” Kyuhyun bertanya dengan sorot matanya yang tajam.

“Aku tak mengijinkanmu!” jawab Haneul, tenang.

Dada Kyuhyun bergemuruh hebat. Ia merasa marah dan sedih mendengar penuturan Haneul. Tak berpikir panjang pemuda itu menarik pinggang ramping Haneul dengan tangan kirinya membuat tubuh mereka begitu rapat, dengan tangan kanannya Kyuhyun merengkuh belakang kepala Haneul menarik wajah gadis itu dan langsung mencium bibir merah merekah milik Haneul.

Sengatan listrik kembali menjalari sekujur tubuh Kyuhyun. Haneul mematung dengan bola matanya yang melebar. Dengan sekuat tenaga, Haneul mendorong tubuh Kyuhyun. Ia bernafas dengan begitu memburu, seperti orang yang baru kehilangan oksigen dalam beberapa waktu.

“Aku pernah memohon padamu, apapun yang terjadi jangan pernah menyentuhku” Haneul berkata dengan ekspresi yang sangat dingin “Jangan menyukaiku, berkali-kali aku katakan—kau tak boleh jatuh cinta padaku. Sama sekali tak boleh!”

“Haneul…”

“Apa kau tak merasakannya? Tubuhmu?” Haneul berpaling dan dengan tergesa-gesa meninggalkan Kyuhyun.

“Hwang Haneul!!” teriak Kyuhyun. Haneul tak pernah menoleh padanya, ia terus berlari dan menghilang di balik gerbang panti.

Sejak kejadian itu. Haneul tak sedikitpun menegur Kyuhyun. Mereka seperti terlibat dalam perang dingin. Kyuhyun hanya mampu memandangi Haneul dari jauh. Ia tak bisa menyalahkan dirinya sendiri karena kejadian itu. Kyuhyun tak akan menyangkali apa yang ia rasakan terhadap gadis itu.

**

~.oOo.~

**

24 Desember.

Semarak dan nuansa malam natal terasa begitu kental di seluruh pelosok negeri, terutama di kota Seoul. Bunga-bunga salju yang berjatuhan dari langit, ramai manusia yang memadati seluruh ruas jalan kota Seoul. Senandung lagu-lagu natal terdengar mengalun lembut di setiap sudut.

Di tempat lain, tepatnya sebuah kamar di salah satu panti asuhan yang ada di kota itu. Haneul duduk tenang di tepian pembaringannya. Kedua tangannya mengepal erat di atas pangkuannya, ia mencengkeram erat-erat dress yang dikenakannya. Wajahnya terlihat sangat tegang, ia terus memamerkan sikap yang jauh berbeda—begitu gelisah.

“Tak akan lama lagi…” gadis itu menatapi jam kecil di atas meja belajarnya, waktu telah menunjukan pukul 20.15

Pintu kamar itu terbuka lebar, seorang gadis masuk ke dalam kamar. Eun Jo, teman sekamar Haneul.

“Haneul, mengapa kau masih di sini?” Tanya Eun Jo “Semua sudah berkumpul, ayolah—Ibu menyuruhmu untuk segera turun”

Haneul tak menjawab. Terdiam untuk beberapa saat.

“Tak akan lama lagi..” gumam Haneul, melontarkan kalimat yang sama—matanya tak lepas dari jam tersebut.

Eun Jo hanya menggeleng pelan, ia tak lagi merasa heran melihat tingkah Haneul. Eun Jo segera keluar dari kamar meninggalkan Haneul seorang diri. Bibir Haneul terkatup rapat, giginya saling bergemelatuk riang. Ia sepertinya telah memutuskan sesuatu, terlihat jelas dari raut wajahnya.

“Aku harus mencari tahu—siapa orang itu? Siapa penyebabnya?” gadis itu kembali berujar, ia lalu menarik cardigan putih untuk menyelimuti dress motif bunga-bunga selutut yang dikenakannya. Dia seakan lupa jika di luar sana salju sedang turun, apa yang dikenakannya tak akan mencegahnya dari rasa dingin.

Haneul segera berlari keluar kamar, menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa—ia bahkan tak memperdulikan orang-orang yang telah berkumpul di ruang tengah, memanggil namanya. Haneul berlari keluar gerbang panti.

Tak berapa lama, Haneul terlihat turun dari sebuah bus. Ia memandangi jalanan ramai. Orang-orang yang berlalu lalang—nuansa ceria yang begitu kental, semua sesuai dan segar dalam ingatan Haneul. Gadis itu bahkan tak perduli ketika beberapa anak kecil yang lewat dengan sengaja menarik ikat rambut sederhana yang dipakainya, membuat rambut panjang ikalnya terurai. Ia terus berlari-lari di sepanjang jalan, matanya begitu liar menyisir tempat itu, mencari-cari sosok yang begitu lekat dalam kepalanya.

Sementara tak jauh dari situ, diantara para pejalan kaki—Cho Kyuhyun sedang menengadahkan kepalanya, memandangi salju yang berjatuhan. Pemuda itu selalu menyukai musim dingin.

Kyuhyun kembali mengayunkan kakinya, berbaur bersama para pejalan kaki lainnya. Matanya memandangi keramaian kota Seoul di malam natal, kendaraan-kendaraan yang berlalu lalang, para pejalan kaki yang tumpah sesak di sepanjang ruas jalan. Pemuda itu mulai merasakan sesuatu. Udara dingin namun jelas terlihat peluh halus di dahinya. Langkah kakinya terhenti, matanya memicing. Sekali lagi memandangi keadaan di sekitarnya.

Salju yang berjatuhan dari langit gelap, kendaraan, para pejalan kaki dan traffic light yang terus berganti warna. Kyuhyun memegangi kepalanya, pemandangan ini bukan sesuatu yang asing. Ia telah berkali-kali melihat hal ini dalam mimpinya. Kyuhyun tertegun, perasaan yang dirasakan saat ini sama persis dengan yang ia rasakan dalam mimpinya.

Traffic light terus berganti warna. Wajah Kyuhyun kian menegang ketika matanya tertuju pada seorang gadis. Rambutnya yang terurai dipermainkan angin—sama persis seperti yang dimimpikannya. Semua bukan bunga tidur isapan jempol belaka tapi sesuatu yang nyata. Apakah yang dialaminya adalah de javu? Kyuhyun menggeleng kasar.

Ia terus memandangi gadis yang membelakanginya itu. Gadis yang terlihat kebingungan. Mata Kyuhyun melebar, traffic light akan berganti warna menjadi hijau ketika gadis itu menerobos zebra cross. Mimpi itu akan menjadi kenyataan.

Kyuhyun mengayunkan kakinya, ia lalu menambah kecepatan kakinya. Ia berlari, menerobos orang-orang. Tangannya terulur ke depan, seakan berusaha untuk mencegah gadis itu. Kyuhyun berlari ke badan jalan. Mulut pemuda itu mulai terbuka, ingin mengucapkan sesuatu tetapi seperti tertahan di tenggorokannya. Ia terus berusaha untuk menggapai gadis itu.

“Z..zoya..” seperti dalam mimpinya ketika ia meneriaki gadis itu “ZOYA!!!” Kyuhyun akhirnya benar-benar berteriak keras.

Gadis itu menoleh. Raut wajah Kyuhyun berubah drastis. Ia terkejut dan mematung. Permainan waktu seakan terhenti di sekitar kedua orang itu. Sementara gadis itu ikut memandangi Kyuhyun dengan ekspresi yang tak kalah terkejutnya dari Kyuhyun.

“Ternyata…” gadis itu bergumam dengan bibir yang gemetar. Ia tak sanggup untuk melanjutkan perkataannya.

Jantung Kyuhyun berdetak kencang. Lebih kencang lagi.

“..Hwang..Ha..neul..” Kyuhyun menelan ludah kasar.

Suasana ramai kota Seoul mendadak terasa mencekam. Waktu yang masih terhenti, hanya detak jantung kedua orang itu yang terdengar. Waktu kembali berputar. Traffic light akhirnya berwarna merah. Kyuhyun menoleh, dari arah lain sebuah mobil sedang melaju kencang ke arah Haneul. Secara bergantian pemuda itu memandangi mobil yang kian mendekat dan memandangi Haneul yang masih mematung, seakan tak perduli jika beberapa detik lagi mobil itu akan mencium tubuhnya.

“HWANG HANEUL!!” Kyuhyun berlari kencang ke arah Haneul. Dengan sekuat tenaga ia mendorong tubuh Haneul. Lampu mobil yang menyilaukan mata.

CCIIIIIIIIIITTTT… BRAAAGGHH!!

Tubuh itu melayang, terhempas ke udara dan jatuh di atas jalanan. Salju tipis yang begitu putih di permukaan jalan berubah warna, darah segar yang mengucur dari kepala—darah itu mulai membeku di atas salju.

~~~
~~~

Gangnam Severance Hospital.

Tim bedah berlari-larian memasuki ruang operasi.

“Seorang pelajar berumur 18 tahun. Baru saja mengalami kecelakaan di daerah Gangnam. Korban mengalami trauma dan pendarahan hebat di otak juga beberapa tulang rusuk yang patah” ujar seorang jurumedik kepada dokter bedah yang memasuki ruang operasi.

Sementara di luar ruang operasi, seseorang sedang duduk terdiam. Gadis itu, Hwang Haneul dengan tangan dan pakaian yang masih ternoda oleh darah. Haneul tampak sangat tenang. Ia lalu memejamkan matanya.

Di ruang operasi, mereka terlihat sangat sibuk. Dokter membuka kelopak mata pemuda yang tak sadarkan diri, Cho Kyuhyun yang telah berada di meja operasi. Di atasnya terdapat beberapa lampu sorot, panel-panel untuk gas anasthesi beserta oksigen, peralatan serta mesin anasthesi, tiang infus dan semua perlengkapan operasi yang telah disterilkan tergeletak rapi di atas meja instrument.

Tim bedah yang telah berpakaian khusus itu, selain dokter bedah yang bertindak sebagai operator, dokter anasthesi juga dibantu oleh beberapa orang paramedik baik staf bedah maupun staf anasthesi—telah memulai melakukan pembedahan pada Kyuhyun.

“…tiga…” Haneul bergumam.

Semua yang ada di ruang operasi sedang berjuang keras untuk menyelamatkan nyawa Kyuhyun. Seorang perawat mengeringkan keringat di dahi dokter bedah. Akan sangat berbahaya jika keringat itu mengenai korban atau peralatan operasi.

“Dokter, jantung pasien mulai melemah. Tekanan darahnya meningkat!”

Mereka memandangi monitor yang mendeteksi detak jantung Kyuhyun. Garis-garis naik turun tak beraturan itu mulai melemah.

“…dua…” Haneul terus mengucapkan itu, entah apa yang membuatnya harus menghitung mundur. Matanya tak sediktipun terbuka.

Suasana di ruang operasi kian menegang. Dokter bedah yang masih membedah kepala Kyuhyun yang mengalami pendarahan hebat, membuka tempurung kepala pemuda itu—ada banyak darah yang menggumpal.

“Dokter…”

Mereka memandangi monitor yang mulai bergaris lurus.

“Siapkan defibrillator!”

Seorang perawat segera menyiapkan defibrillator atau alat kejut. Dokter segera meletakan dua buah alat yang lebih mirip setrika itu ke dada Kyuhyun membuat tubuh pemuda itu seperti terlonjak menerima kejutan listrik untuk membuat jantungnya berdetak kembali lagi.

Tak ada reaksi.

“Sekali lagi!”

Dokter kembali meletakan alat itu di dada Kyuhyun.

“…satu…” Haneul masih tetap memejamkan matanya.

Detik selanjutnya, tubuh gadis itu seperti tersentak dan sedikit terangkat ke udara lalu terhempas kembali di atas tempat yang di dudukinya, kepalanya menengadahkan dengan mata yang terbuka lebar. Nafasnya seakan terhenti. Ada sesuatu yang terasa meledak dalam tubuhnya.

“Umumkan waktu kematiannya..” ujar dokter bedah.

“Waktu kematian, pukul 21.00” dokter anesthesi memandangi jarum jam yang berdetak di dinding kamar operasi.

Garis lurus di monitor itu tak berubah. Mereka lalu melepaskan semua peralatan yang masih melekat di tubuh Kyuhyun yang tak menerima reaksi apapun lagi. Wajah tampannya yang telah memucat, noda-noda darah yang masih menempel di wajah tampan itu.

Jarum jam terus berdetak. Haneul masih berdiam di posisi itu. Ia begitu tenang, memandang dengan mata indahnya. Gadis itu beranjak, memasuki kamar operasi yang telah kosong. Ia memandangi tubuh Kyuhyun yang belum dipindahkan dari meja operasi. Gadis itu berjalan mendekati tubuh yang telah kaku itu.

“Cho Kyuhyun, sudah hampir 30 menit kau di sini” ujar Haneul.

Ia kembali terdiam.

“Selama ini, aku selalu berusaha untuk mencari tahu—siapa yang menyebabkanmu seperti ini” bibir Haneul bergerak pelan “Orang itu, ternyata adalah…aku…” ia berkata lirih.

Tanpa sadar, ada air mata yang mengalir di wajah itu. Untuk sekian lamanya Haneul kembali terdiam.

“Kita memang tak bisa membuat hari ini tak pernah ada dan meskipun aku tahu hal ini akan terjadi tapi aku tak bisa dan tak akan pernah menghentikannya, karena itulah alasan yang membuatku harus berada di sini”

Haneul berkata tenang.

“Kyuhyun, tapi ada satu hal yang bisa aku lakukan untukmu”

Haneul lebih mendekati meja operasi. Gadis itu melepas kaca matanya. Ia memajukan wajahnya mendekati wajah Kyuhyun. Perlahan tapi pasti Haneul menyentuh bibir Kyuhyun. Bibir itu mulai mendingin. Haneul terus mencium Kyuhyun, air mata gadis itu kembali terjatuh dan mendarat di wajah Kyuhyun. Ada sesuatu yang aneh dari bola mata gadis itu.

**

~to be continue~

**

Well… untuk part 2 sekian dulu,, kita lanjut di part 3…

and…….. HAPPY NEW YEAR!!!  *tebar petasan bareng suju*

mari berharap tahun ini, pasti lebih baik dari tahun kemarin… amien…

Iklan

332 thoughts on “Other Side (Part 2)

  1. Cho seul hwa berkata:

    Itu kyu meninggal? Kenapa musti pergi disaat kanu belum tau apa2 kyuu 😭 haneul itu punya indra keenam? trus apa hubungannya dia sama kyu dimasa lalu? Aisshh masih gangerti gimana ceritanyaa 😢
    Eonnie, part ending di pw? Boleh minta passwordnya? Kirim aja di rizkaelisa2@gmail.com, gomapta😉

  2. NurAmalia berkata:

    Aduuhh Kak, penasaran bnget sma crtnya.
    smpai sini masih agak bingung sih sbenrnya.
    Tentang Haneul dan sgala keanehannya.
    Tentang kyu yang mninggal pdhal gak tau apa2
    Penasaraaannn , chapter akhir d pw kan kak ?
    kak ini email aku yah nur_amaliaamir@yahoo.co.id
    Keep writing yah kak
    Mksih

  3. DubbyBlue berkata:

    Aku suka bagian Haneul nyebutin nama-nama galaksi =)) Eh. by the way nama korea aku juga Haneul. Tapi aku gak se addict itu anehnya haahaha

    Eonni, aku liat komentar rata-rata minta pw. Waktu aku liat part 3 ternyata beneran di pw
    Eonniiiiiii~ aku minta juga yaaa *kedipinmatagenit* 😉 ini email aku puputpuput66@yahoo.co.id.
    gomawo eonnniiii~ :*

  4. Latishabee berkata:

    Huaaaaaa~~~~
    kenapa kyuu ketabrak???
    Astagaaaa… Ini mimpi kyuhyun dan kyuhyunpun yg ngalamin kecelakaan? Hikkss..
    Haneul itu sebenernya KENAPA? dia itu sebenernya APA? kenapa kayak cenayang y? Ato dy indigo ato dr masa depan??

  5. primdn berkata:

    Ħikss:'(hik:'(hiks 😥
    Huaaaaaa
    Tu kan mrk.. mrk kayak saling terkait..
    Tp beneran tokokh utama.a mati??
    Tp knp ada haneul serasa kyk akan membangkitkan kyu oppa lgi??
    *nunjuk.mata.a.haneul
    Penasaran..

    Eonni aku minta pw.a ^^ khoirida17@gmail.com

  6. kyujonghyun berkata:

    Mian aku baru komen di part ini. Sumpah ini ff muter otak banget aku sangaaaat suka. Karakternya, settingnya sangat sinkron, ga mudah ditebak, terus nguras otak. Aku jdi penasaran sebenernya apa yg bikin mereka terikat dalam satu takdir. Terus apa arti zoya selain kelinci kesayangan kyuhyun? Aduuuuh ga tau bilang sukanya harus kaya gmn. Sukaaaaa bangeeeet

  7. Eka puspita elf berkata:

    Kyaa aku penasaran bener sama crita ini, dan ini keren bener, aku rasa hanul itu berasal dari luar angkasa deh? Kaya nya tapi, dan apa ini masa kyu mati, andew jangan dong;-(

  8. Tata berkata:

    Hueeee dedek mewek bang. .
    Masak kyu mati?
    Ntar kyu idup haneul mati ????

    Hanul siapa dan apa nih ?
    Matanya kenapa tuh?

  9. Cindyy berkata:

    Sebenernya aku ga terlalu ngerti sama alurnya. Tapi keringetan baca part ini :’v si cuyun eh, kyuhyun emang bener meninggal? Ah, aku bingung sama Haneul nya.
    Minta pw part 3 ya kak.
    Bales email aku 😀 cindycandy167@gmail.com

  10. aernis berkata:

    woahhh aku aja sampe bingung ini genrenya fantasi apa sci fi.

    penuh teka teki. dan aku masih ngambang teka tekinya.

  11. meyyy berkata:

    Orang yg dicari haneul dari kecil itu kyuhyun?? Trus sebenernya haneul ingin nyelamatin kyuhyun dan ingin ngerubah takdir kyuhyun agar gak meninggal dengan mencoba mencari penyebabnya dan ternyata penyebabnya adalah dia sendiri. Haneul benar-benar penuh misteri

  12. Afwi berkata:

    Haneul udh tau kyuhyun bakal kecelakaan, malahan bayanga2 itu jg d lihat sama kyuhyun..
    Sebenarnya siapa haneul??

  13. Widya Choi berkata:

    Omo jd zoya yg sring dmimpiin kyu itu haneul? N org yg dtgu haneul itu kyu…aigo kpala q jd puyeng mikirinny..
    Itu knp kyu mesti mninggal kak 😢😢😢

Mohon Saran dan Kritikannya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s