Edelweiss

Edelweiss
Main Cast    : Cho Kyuhyun & Ha Min Jung (OC)

~> Cerita ini hanya fiktif . Say no to plagiat!!!

Note : Berhubung Season 3 & 4 nasibnya masih terkatung-katung, jadi aku sogok dulu pake FF ini ya… ini kmrn buat FF competition special ultah my love Kyu di SJFF2010 & sekarang aku publish di sini. Semoga bisa menghibur 🙂

***

“Edelweiss?” Kyuhyun menutup buku tebal yang sedang dibacanya, pandangannya kini tertuju pada gadis manis berambut pendek yang duduk di hadapannya.

Anaphalis Javanica. Nama latin dari edelweiss yang terdapat di pegunungan pulau Jawa, Indonesia” Min Jung tersenyum mekar. Ia menyeruput habis orange juice miliknya. Segaris senyum tipis tersungging di sudut bibir Kyuhyun melihat tingkah sahabatnya yang tak seperti kebanyakan gadis lainnya. Begitu cuek dan terkesan ceroboh. Min Jung bahkan tak menyadari jika sisa juice mengotori bibirnya.

Seperti yang dikatakan banyak orang, Min Jung tak memiliki daya tarik khusus sebagai seorang wanita. Meski Kyuhyun setuju dengan pendapat itu namun ia harus berbesar hati bahwa entah sejak kapan, keunikan Min Jung justru menjadi daya tarik tersendiri baginya. Walau masih menyimpannya diam dan rapat, seorang Cho Kyuhyun telah jatuh hati pada sahabatnya—Ha Min Jung.

“Di Eropa juga terdapat tumbuhan itu” Kyuhyun berujar pelan. Ia membersihkan sisa juice di bibir Min Jung dengan ibu jarinya. “Leontopodium Alpinum, jenis edelweiss yang tumbuh di pegunungan Alpen. Kau sudah melihatnya, remember?” Kyuhyun teringat kegirangan Min Jung ketika menemukan bunga itu saat mereka mendaki pegunungan Alpen.

“Edelweiss Jawa termasuk tanaman endemic dan sangat langka, berbentuk semak dengan bunga yang berumpun. Sedangkan edelweiss Eropa bunganya tak berumpun. Tapi Kyu, dua-duanya memiliki kesamaan. Awesome” Min Jung begitu antusias memaparkan pengetahuannya “Bunga yang melambangkan keabadian, ketulusan dan pengorbanan. Meskipun bunga itu dipetik, warna dan bentuk tak akan berubah” Kyuhyun tahu jika Min Jung benar-benar terobsesi dengan edelweiss.

“Ya. Aku tahu. Tapi, Min Jung—kita adalah pecinta alam. Kau tak boleh memetik bunga itu”

“Tentu saja. Aku hanya akan memotretnya dan menghadiahkan pada seseorang” perkataan Min Jung membuat Kyuhyun menatapnya intens “Kau penasaran?” tuding Min Jung

“Tidak” Kyuhyun mengelak. Ia memilih membenamkan wajahnya dalam buku bacaannya.

“Kau tahukan, apa artinya jika aku melakukan itu?” Min Jung memajukan wajahnya, mencoba membuyarkan perhatian Kyuhyun “Kau tak ingin tahu siapa orang itu?” goda Min Jung.

“Aku tahu siapa dia” jawab Kyuhyun malas. Belakangan ini Min Jung selalu membicarakan senior mereka, Park Jung Soo. Hanya dengan memikirkan hal itu, Kyuhyun bisa kehilangan selera makan bahkan mengabaikan starcraft-nya “Lalu apa yang akan kau lakukan, Min Jung?”

“Sudah kuduga, kau pasti sangat penasaran” Min Jung terkikik senang sambil melayangkan tamparan keras di pundak Kyuhyun, membuat pemuda itu harus berpegangan pada tepian meja untuk menghindari ciuman panas antara tubuhnya dan ubin kantin kampus “Indonesia, I’m coming as soon as possible” Min Jung mengangkat kedua tangannya ke udara. Ia sangat bersemangat.

__

Riak wajah Kyuhyun berubah. Ia seperti tersadar dari lamunan panjangnya. Percakapan dengan Min Jung terngiang dalam kepalanya, dan untuk alasan itulah—mengapa ia harus berdiri di tempatnya berpijak saat ini.

Terminal kota Malang. Kyuhyun memanggul ranselnya dan bergegas mencari angkutan umum. Desa Tumpang adalah tempat tujuannya. Ketika tiba di terminal desa Tumpang, ada dua alternatif yang ditawarkan. Kyuhyun lebih memilih menggunakan Jip ketimbang menumpang truck sayuran.

Sepanjang perjalanan hanya diisi dengan kebisuan. Kyuhyun menyerahkan sejumlah biaya perjalanan sebelum akhirnya turun dari Jip. Senja telah menjemput ketika ia tiba di Ranu Pane, desa terakhir di kaki Semeru. Kyuhyun memilih beristirahat di sebuah pondok penginapan karena tak mungkin baginya melakukan pendakian.

Derik dan nyanyian hewan malam, udara dingin pedesaan—Kyuhyun masih tak dapat memejamkan matanya. Ia menarik sebuah Koran internasional yang tersusun rapi di atas meja, matanya tertuju pada berita utama…

‘Tersesat. Dua orang pendaki asal Korea Selatan ditemukan selamat oleh tim SAR, seorang lainnya masih dinyatakan hilang di gunung Semeru, Indonesia…..’

Kyuhyun melempar begitu saja Koran tersebut, tak berniat membaca kelanjutan berita itu. Raut wajahnya yang tenang menyimpan berjuta kesedihan dan luka. Min Jung, sudah hampir dua minggu ia kehilangan kontak dengan gadis itu. Min Jung dinyatakan hilang ketika melakukan pendakian di gunung Semeru.

“Maafkan aku. Membuatmu menunggu lama, Min Jung” Kyuhyun menengadahkan kepalanya, mencegah agar air mata tak membasahi wajahnya.

~.oOo.~

Pagi-pagi buta ketika Kyuhyun telah bergegas dengan segala perlengkapannya untuk mendaki. Ia memilih tidak menyewa porter untuk menunjuk arah pendakian, mengangkat barang ataupun memasak. Ia dapat melakukan itu seorang diri dan bergerak sendiri membuatnya lebih leluasa dan mempersempit waktu, lagipula itu bukan pendakian perdananya di Semeru. Dua tahun lalu, ia pernah menaklukan puncak Mahameru tersebut. Kyuhyun menarik nafas. Gapura ‘Selamat Datang’ telah terpampang jelas.

“Berjanjilah kau akan baik-baik saja” gumam Kyuhyun meskipun ia tahu bahwa kemungkinan itu sangat tipis “Sampai aku menemukanmu, kau akan menungguku” pemuda itu kembali berbisik getir.

Kyuhyun memulai perjalanannya di jalur landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi oleh alang-alang. Ia yakin tak akan tersesat meskipun tak ada penunjuk arah. Tanda ukuran jarak setiap 100 meter sudah sangat membantu dan juga ia harus ekstra berhati-hati karena banyaknya pohon tumbang dan juga ranting-ranting di atas kepala yang bisa menorehkan luka perih di permukaan kulitnya.

Sudah 5 km terlalui dengan menyusuri lereng bukit. Kyuhyun beristirahat sejenak di Watu Rejeng—batu terjal yang sangat indah cukup memanjakan matanya. Belum lagi pemandangan ke arah lembah dan bukit-bukit yang dipenuhi hutan cemara dan pinus. Ia masih ingat jika sebelumnya, dari tempat yang sama ia menyaksikan kepulan asap dari puncak Semeru.

Angin dingin pegunungan terasa menggelitik kulit Kyuhyun. Jantungnya berdebar sangat halus. Ia menoleh dan mendapati seorang gadis duduk tak jauh darinya. Kyuhyun mungkin berpikir ia gila tapi nyatanya gadis itu memang adalah Min Jung—sahabat sekaligus orang yang dicintainya. Min Jung menatap lurus ke depan, terlihat sedih.

“Min Jung”

Kyuhyun yakin suaranya cukup keras namun Min Jung tak mengubrisnya. Tak ada sahutan, hanya keterpakuan Min Jung. Perlahan pemuda itu bangkit, mendekati Min Jung yang terlihat merapatkan jaketnya. Tangan Kyuhyun mencoba menyentuh pundak gadis itu. Dia bukanlah benda padat yang bisa disentuhnya seperti dulu, Kyuhyun hanya menyapu angin. Kyuhyun menggeleng pelan.

“Ha Min Jung” bibirnya bergetar “Kau belum mati—kau tak mungkin pergi. Kau harus menungguku” matanya yang berkaca-kaca terus fokus pada sosok yang masih termenung  dengan tatapan kosongnya.

Kyuhyun mengedarkan pandangannya. Ia yakin jalur itu adalah jalur yang pernah dilalui oleh Min Jung. Kyuhyun mencoba membesarkan hatinya bahwa apa yang dilihatnya hanyalah pertanda bahwa Min Jung sedang menanti kedatangannya. Cepat atau lambat ia pasti akan menemukan gadis itu.

~.oOo.~

Kyuhyun baru saja mendirikan tenda di tepian danau di Ranu Kumbolo, gunung Semeru. Udara dingin membuatnya harus menyalakan api unggun. Ia tak perduli jika ia bisa mati kedinginan. Namun sedetik kemudian Kyuhyun tertawa bodoh, merutuki dirinya yang mulai putus asa—tak adil jika ia mati sekarang. Jika harus mati setidaknya ia harus menemukan Min Jung.

Jantungnya kembali berdebar-debar. Min Jung duduk tak jauh darinya, terlihat sedang menghangatkan dirinya. Pemuda itu bangkit dan duduk di sisi Min Jung. Ia menoleh, menatap wajah pucat Min Jung. Kesedihan yang kian mendalam tergambar jelas dari sorot mata gadis itu.

Bola mata Min Jung yang berkaca-kaca akhirnya meneteskan air mata.

“Cho Kyuhyun”

Hati Kyuhyun seperti tertimpa bongkahan batu gunung mendengar gadis itu menyebut namanya.

“Mengapa tak menemuiku?” air mata Min Jung kembali terjatuh. Ia menarik lutut dan memeluk lututnya erat sekali, membenamkan wajahnya di situ—terisak pilu membelah malam. “Kau bodoh Kyu. Aku masih menunggumu” Air mata Kyuhyun menetes begitu saja menyaksikan tubuh Min Jung yang berguncang pelan. Ingin rasanya memeluk Min Jung namun gadis itu tak bisa disentuh olehnya.

“Kumohon—bertahanlah” ujar Kyuhyun “Aku akan menemukanmu—pasti!” air matanya kembali menetes.

__

Kyuhyun telah siap dengan sleeping bag, beberapa lapis baju yang dipakainya sekaligus, kaos kaki, syal, penutup kepala dan sarung tangan—semua senjata tidurnya telah lengkap. Ia mulai mencoba untuk merehatkan tubuh dan pikirannya dari segala keletihan.

Hanya beberapa jam memejamkan mata, Kyuhyun terjaga. Suhu yang membeku membangunkannya dari mimpi. Ia menggigil. Bayangan serangan hipotermia merasuki kepalanya. Tidak. Ia menepis jauh salah satu hal yang menyebabkan banyak pendaki menemui ajal di pegunungan. Ekspresi Kyuhyun berubah sendu. Min Jung sedang berbaring di sisinya. Gadis itu tak pernah jauh darinya.

“Hanya bersabar…aku..” Kyuhyun mencoba berbicara dengan bibir yang bergetar hebat menahan udara dingin “..akan menemukanmu..” ia memejamkan matanya.

Kyuhyun sempat tertidur beberapa jam. Ia terbangun dengan kondisi tubuh yang lebih baik. Min Jung sudah tak ada. Pemuda itu segera keluar dari tendanya. Dedaunan dan tanah berlapis kristal es, seperti ‘salju’ tipis turun di tempat itu. Matahari belum menampakan wajahnya di sela-sela bukit, cahaya pagi masih abu-abu namun kecantikan Ranu Kumbolo sudah tersirat sangat jelas—diselimuti oleh kabut dan udara yang sangat dingin, Kyuhyun terkagum menyaksikan pemandangan indah tiada duanya itu.

Setelah cukup mengisi perut dan membereskan semua perlengkapan, Kyuhyun meninggalkan Ranu Kumbolo. Ia tetap berhati-hati ketika mendaki bukit terjal. Ia menarik nafas panjang memandangi padang rumput luas yang terbentang di hadapannya. Penduduk setempat menamakan padang rumput itu Oro-oro ombo, yang dikelilingi oleh bukit dan gunung. Padang rumput itu begitu luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus, seperti sedang berada di benua Eropa.

“Dimana kau?” Kyuhyun memandangi puncak Semeru yang mengeluarkan asap.

Mata Kyuhyun lalu tertuju pada Min Jung yang berjalan beberapa meter di hadapannya. Kyuhyun mengikuti langkah kaki gadis itu. Mereka memasuki hutan cemara. Tak jarang menjumpai burung dan kijang yang bermain riang di balik pepohonan. Sosok Min Jung tak terlihat—entah kemana gadis itu menghilang.

“CHO KYUHYUN!!”

Teriakan Min Jung menggema di hutan cemara. Jika bukan seseorang yang dikenal, Kyuhyun pasti sudah bergidik ngeri.

“Min Jung, kau kah itu?” Kyuhyun yakin ia sudah semakin dekat dengan Min Jung “HA MIN JUNG! KAU MENDENGARKU?” Kyuhyun membalas teriakan Min Jung.

Sunyi. Hanya suara alam yang tertangkap telinga Kyuhyun. Pemuda itu mempercepat langkahnya. Ia akhirnya tiba di pos Kalimati yang berada diketinggian 2.700 meter.

Pos itu berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara yang baru saja dilalui Kyuhyun. Banyak sisa-sisa yang ditinggalkan para pendaki, ya—tempat itu merupakan tempat yang strategis untuk mendirikan tenda. Namun Kyuhyun belum berniat beristirahat, ia terus berjalan.

“BODOH!!”

Jerit histeris Min Jung kembali membahana di tempat itu. Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke sekeliling—ia berjalan tergesa-gesa menyisir tempat itu, mencoba mencari sosok Min Jung.

“CHO KYUHYUN BODOH!”

Tangisan Min Jung kian mengeras di telinga Kyuhyun. Pemuda itu terus menyusuri pinggiran hutan Kalimati lalu berbelok ke kiri menuju Arcopodo—ia berjalan sekitar 500 meter kemudian membelokan haluannya ke kanan, sedikit menuruni padang rumput Kalimati, melewati hutan cemara yang sangat curam. Kyuhyun harus berhati-hati dengan kondisi tanah yang mudah longsor dan cukup berdebu.

Sebuah jalur pintas tampak di mata Kyuhyun, ia tahu itu jalur yang sangat berbahaya namun perasaannya begitu kuat untuk berjalan ke arah itu. Jalur yang sangat curam. Kyuhyun berjalan menyusuri lereng bukit. Udara dingin dan aneh menggelitik seluruh lapisan kulit di tubuh Kyuhyun. Angin yang berhembus seolah sedang berbisik pada Kyuhyun.

Bisikan itu mengarahkan mata Kyuhyun pada bunga-bunga kecil berumpun yang tumbuh di lereng bukit. Bunga yang tumbuh dengan tekstur halus dan lembut, berwarna putih suci.

Anaphalis Javanica” Kyuhyun bergumam, menyaksikan begitu banyak edelweiss yang tumbuh subur di lereng bukit terjal itu. “Kau pasti di sini. Bukankah kau ingin melihat bunga ini?” bisik Kyuhyun lirih “HA MIN JUNG!” ia kembali meneriaki nama gadis itu.

Tak ada sahutan yang membalas teriakan Kyuhyun.

“Min Jung, kau pasti marah jika aku melakukan ini” ujar Kyuhyun, terbesit suatu niat yang tak pernah sedikitpun ingin dilakukannya “Hanya sekali ini—untuk menjadi oknum yang merusak apa yang kita cintai, jangan memaafkan aku”

Kyuhyun mulai mengulurkan tangannya, berusaha untuk menyentuh salah satu rumpun edelweiss yang paling dekat dengannya. Sulit. Bukit itu curam. Kyuhyun melepas ranselnya. Ia kembali berusaha untuk menggapai bunga abadi itu.

Dia berhasil. Namun keberhasilannya harus dibayar mahal ketika ia kehilangan keseimbangan yang membuatnya hampir berakhir mengenaskan di dasar tebing—untung saja Kyuhyun dengan sigap memposisikan tubuhnya ke arah yang lebih aman. Ia tersungkur tak jauh dari tepian tebing, kepalanya terbentur oleh bebatuan yang membuat pandangannya mulai mengabur.

Mata pemuda itu terpejam perlahan.

“Cho…Kyuhyun…”

Suara bergetar terdengar samar di telinga pemuda itu. Ia membuka matanya perlahan, samar-samar matanya menangkap seseorang sedang berdiri tak jauh dari tempatnya tergeletak.

“Kyu…”

“Min Jung…” Kyuhyun tertegun mendapati sosok itu adalah Min Jung. Kyuhyun tak bisa menggerakan tubuhnya.

Gadis itu berdiri terpaku menatap Kyuhyun dengan wajah pucatnya. Bola matanya kian melebar.

“…kau..menungguku..?” Tanya Kyuhyun lemah, ia tahu kepalanya pasti terluka parah. Kyuhyun dapat melihat tubuh Min Jung yang mulai gemetar, air mata meluncur anggun di pipi mulusnya.

Dengan tangan gemetar dan sangat lemah, pemuda itu mengarahkan bunga edelweiss yang masih digenggamnya erat kepada Min Jung.

“Ha Min Jung…Saranghamnida..” ujar Kyuhyun, ia tersenyum bahagia namun tidak demikian dengan Min Jung yang langsung membekap mulutnya—tangis gadis itu pecah begitu saja. Min Jung meraung-raung histeris, pilu memecah kesunyian Semeru.

~.oOo.~

Seoul, Korea Selatan.

Langit hitam tak teredakan meski rinai hujan telah melambai jatuh membasahi bumi. Orang itu masih berdiri terpaku, tak perduli dengan gerimis yang perlahan tapi pasti mulai membasahi sekujur tubuhnya. Ia hanya memandangi nisan yang berdiri kokoh di hadapannya.

**
“Ada masa ketika edelweiss semerbak mewangi di dataran tinggi itu. Semeru, saat itu kami tahu bahwa alampun mengerti dan ingin berbicara pada kami. Raga akan hancur namun jiwa tetap abadi, seabadi edelweiss.

In Memoriam

CHO KYUHYUN

1988 – 2013

We’ll not say goodbye but see you again”.

**

“Min Jung” seorang gadis memegangi pundak Min Jung “Dia pasti sangat bahagia saat ini” Hana mencoba menghibur Min Jung.

Min Jung menyeka kasar air mata yang lagi-lagi menetes dari bola matanya. Tangannya menggenggam erat edelweiss.

“Ya” ujar Min Jung “Si bodoh itu—aku bisa melihatnya tersenyum puas” meskipun mencoba tegar nyatanya air mata Min Jung terus mengalir dari bola matanya yang indah.

Hana menepuk pelan pundak Min Jung sebelum akhirnya berlalu meninggalkan Min Jung seorang diri. Min Jung meletakan selembar foto di atas makam. Foto dirinya, Kyuhyun dan Hana yang diambil di depan gapura ‘Selamat Datang’ di gunung Semeru. Terakhir ia meletakan bunga edelweiss di sisi foto tersebut.

“Saranghaeyo” bibir Min Jung bergetar ketika mengucapkan kata itu “Kyu. You should know that I’ve loved you” gadis itu mencoba untuk tetap tersenyum. Ia berpaling meninggalkan tempat peristirahatan terakhir sahabat dan juga cintanya.

~.oOo.~

Desa Ranu Pane.

Headline news : ‘Tersesat. Dua orang pendaki asal Korea Selatan ditemukan selamat oleh tim SAR, seorang lainnya masih dinyatakan hilang di gunung Semeru, Indonesia. Ha Min Jung dan Song Hana berhasil di evakuasi sementara Cho Kyuhyun masih dalam pencarian’

“Itu berita bulan lalu” seorang nenek berkata dengan logat Jawa kental pada rombongan mahasiswa yang mampir di warung makan miliknya. Mahasiswa-mahasiswa itu terlihat antusias membaca berita usang tersebut.

“Iya mbah, aku hanya tertarik saja. Berita ini sempat memanas beberapa waktu lalu”

“Beruntung dua gadis itu berhasil ditemukan dalam keadaan hidup, sayang sekali seorang lainnya tak seberuntung kedua gadis itu. Tapi ada kejadian aneh yang menjadi bahan pembicaraan setiap pengunjung di sini” si nenek menarik nafas pelan.

“Benarkah?”

“Pemuda itu ditemukan dua minggu kemudian oleh sahabatnya yang memaksa mendaki tanpa sepengetahuan siapapun. Pemuda itu hanya mampu bertahan selama seminggu setelah dinyatakan hilang. Jenazahnya ditemukan di pinggiran tebing. Menurut desas-desus yang beredar, ia menggenggam edelweiss. Kalian tahu? Padahal Tim SAR sudah menyisir lokasi itu berulang-ulang kali tapi mereka tak menemukan tubuh itu. Ia sepertinya hanya menunggu untuk ditemukan oleh gadis itu” nenek bercerita dengan wajah senjanya, kerutan di dahinya semakin terlihat jelas ketika logikanya mencoba berandai-andai.

“Entahlah, aku jadi merinding. Mungkin saja gadis itu adalah orang yang disukainya. Menyedihkan dan itu seperti kisah romantis yang berakhir pilu. Edelweiss di tangannya, aku bisa mengerti maksud yang ingin disampaikan oleh pemuda tersebut pada sang gadis” seorang gadis berujar pelan, ia merapatkan tangannya.

“Kalian akan mendaki Semeru?” nenek memandangi rombongan mahasiswa dari Universitas Indonesia tersebut “Pemuda Korea yang meninggal itu terluka di kepalanya tapi yang menjadi penyebab kematiannya adalah hipotermia. Kalian harus berhati-hati. Jangan sampai kalian pulang tinggal nama”

Para muda-mudi itu hanya mengangguk pasti.

~The End~

 

Don’t bash! Ini hanyalah Fan Fiction. Meskipun gitu aku minta maap sama sparkyu #sembunyi di belakang Kyuhyun#

Okay guys. I hope you enjoy it. Happy reading & don’t forget to leave your comment. Gamsahamnida ^_^”

Iklan

267 thoughts on “Edelweiss

  1. risayafushi berkata:

    annyeong.. aku reader baru disini.. 😀
    aku dapet rekomendasi alamat blog ini dari blog tetangga.. hehe..
    pas liat2 di list, aku tertarik sama judul cerita ini.. 😀
    ini simple tp ngena bgt eonni.. jd berasa ikut hanyut kedalem ceritanya.. *eyaakk* XD
    disini kyu beda bgt.. aku suka.. aku suka..
    ini kisah cinta yg menyakitkan.. huks.. 😥 tp bosen juga ya kalo happy ending terus.. sekali2 harus ada terobosan baru kek gini ya.. nangis bombay nangis bombay dah.. haha..

    aahhhh.. ini keren bgt.. aku masih ga nyangka kyu bakal mati disini.. huks..
    aku sempet bingung pas di bagian akhirnya.. pas baca bagian headline news’ny.. bikin aku mikir anggun eonn.. *plaaaakkk* 😀
    kayanya aku musti baca semua cerita di blog mu ini eonn.. yg ini aja udah keren, apalagi yg lainnya.. 😀

  2. alviaaputri berkata:

    ya ampun sedih banget T.T
    aku lagi nungguin pw nya season 1
    jadinya buka library ff oneshoot
    kebeneran aku suka edelweis *walaupun gak suka” banget sih hehe* dan akhirnya baca ya ampun ini ff walaupun simple tapi dapet banget sedihnya
    kyuhyunya ampe meninggal gitu hiks T.T
    kereeeen ff ini
    author jjaaaang ^^

  3. akanadilla berkata:

    yaaa ampun dikira min jung yang meninggal dan ternyata itu kyuhyuun. miris tapi kyuhyun bener bener nunjukin kalo dia emang bukan sekedar suka sama min jung tapi lebih dari itu. 😦 jadi inget 5cm. daebak kak, bikin saya galau gulana. hehe

  4. soulmy berkata:

    saya kira min jung, ternyata kyuhyun…
    tp ceritax sedih..kasihan kyuhyun sdh susah payah demi bunga edelweis, dan demi cintax ama min jyng.

  5. gaerriszrye berkata:

    saya malah membayangkan pegunungan dan hutannya Twilight! bukannya author gagal menyampaikan suaasana semeru, tidak sama sekali, hanya sajaaaa saya belum pernah ke semeru 😀 Good job author-nim 🙂

  6. Anonim berkata:

    pertama kali baca oneshoot milik oenni marchia 🙂
    deabaaaakkk
    Tuhaaaaannn…. aku deg degan bacanya…. min jung meninggal apa selamat??/ itulah yang bikin degdegan..
    eh ternyata…. diluar dugaan…
    aku suka ide ceritanya… sederhana, singkat juga tapi dalemmmm… kena di hati deh 😀

  7. Dewi Af berkata:

    Annyeong,, reader baru..
    Bener dugaan ku ff nya pasti bagus..
    Kak marchia, jarang2 ff yg endingnya kyuhyun mati begini. aku sukaa dah..

  8. Kelly S. berkata:

    keren kak… suka.. pas liat list oneshot aku tertarik dgn edelweis. ceritanya singkat padat jelas. hoho 😀

  9. Latishabee berkata:

    Ehh itu beneran? Maksudku kisah edelweiss it..
    Eh ya kak… Ya ampun critanya keren banget walopun endingny gak bersatu tp kyuhyun bisa ngungkapin perasaanny ke min jung dan ngambilin min jung bunga itu… Hmm.. Sedih tp kerenn kak…
    Keep writing yaaa :*

  10. firlz berkata:

    nangis mulu tiap baca ff ini, sebenernya si baru dapet ff ini tadi pagi #barubanget . aku suka bangeymt baca ff ini sambil denger Afgan Jauh sama Davichi The Bad Me Who Is Hurt. makasih author ^^ Makasih makasih makasih

  11. Tata berkata:

    Omigat ini ff kece, nyeseeeekk banget.
    I’m Speechless.
    Kenapa harus sad ending.?
    Hey kakak apakah kakak punya novel?
    Ini tulisan kece banget. .

  12. astridin berkata:

    Parah! Ini ff oneshot yg singkat, padat, jelas namun bener bener bisa menguasai suasana hati. Bikin penasaran endingnya gimana, bikin ngenes hati, daebak kak! Suka 😍

  13. Yoolin berkata:

    Kok yg meninggal mlah kyuhyun??
    Sayang sekali 😭
    Kisah yg mengharukan.
    Kok eonnie bisa kpikiran pakai jlan cerita di Indonesia sih, kereeeen 🙌

  14. aernis berkata:

    duhh nyesssssssssss banget kak π_π

    you are my everything π_π
    twistnya…. π_π

    kecantikan yg mematikan…

  15. Sarti prihatin berkata:

    Hikz hikz sad ending ternyata.Kirain Min jung yg gak selamat malahan Kyu.Demi cintanya Kyu kepada Minjung sampai memetik bunga edelwies.

  16. Afwi berkata:

    Iiih aku mesti komen apa?? Sebelum ini aku baca miskin vs kaya yg ngakak terlalu.
    Trs baca yg ini, yg ceritanya bikin haru.. Emosi baca ff jdi keaduk2.
    Keren pokoknyaaa
    and I have to say thankyouuu

  17. Widya Choi berkata:

    Omo sad ending…kasian bgt kyu 😢😢
    Demi min jung dy rela nyusul k indonesia..tp nympe dsna dy malah g slmat..tp stidakny kyu udh nytain prsaan ny k min jung.. aduhhh jd sedihhhh 😢😢😢

  18. Cho Sarang berkata:

    Sad ending…kalo aku yang jadi kyuhyun yang memcoba mencari minjung di gunung trus liat minjung duduk disamping mungkin aku langsung kabur turun gunung soalnya aku pasti anggap itu hantu yang menyerupai minjung. Awal baca sempat takut soalnya aku merasa agak – agak horor dikit

    • marchiafanfiction berkata:

      jadi.. ceritanya, yg ilang itu sebenarnya kyuhyun, bukan min jung.. itu cerita diambil dari sudut pandang kyu yang sebenarnya udah meninggal alias udah jadi roh, tp dianya gak sadar kalo dia udah meninggal.padahal yg nyari2 dia itu sebenarnya min jung… waktu nyatain cinta itu, scene dimana si min jung yg menemukan tubuhnya kyu…

      ehm, kira2 ngerti gak? ehehehe cerita ini agak ribet memang dan harus jeli, beberapa teman mengakui kebingungan dan butuh beberapa kali baca buat memahami cerita ini 😀

Mohon Saran dan Kritikannya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s