From The Other (Part 1)

Cast             :

– Find by your self

–>FF ini hanyalah sebuah imaginasi meskipun tak menutup kemungkinan terjadi dalam dunia nyata (apa yang kita anggap fiksi sebenarnya sudah banyak terjadi), jika ada kesamaan kisah, hanyalah faktor ketidaksengajaan. Say no to plagiat!!!

Note : WARNING! Bagi kalian yang merasa gak bisa melanjutkan membaca cerita ini jangan dilanjutkan karena aku tidak bertanggungjawab untuk pertumbuhan mental kalian.

o ya, maaf ya utk season 4 blm aku tulis sama sekali, masih dalam tahap perencanaan soalnya. Jadi aku sisipkan FF jadulku ya, gak apa2 kan nyempil di sini heheheh

***

Hiruk pikuk kota dengan kendaraan yang ramai memenuhi ruas jalan. Para pejalan kaki yang berjalan tak santai. Pemandangan itu terlihat jelas dari balik kaca sebuah mobil yang melaju diantara banyaknya kendaraan. Gadis itu menarik nafas santai. Seoul, kali pertama ia berada di kota itu dan ia sedang mencoba untuk mulai membiasakan dirinya.

Tak berapa lama, mobil itu melaju lambat dan akhirnya berhenti di sebuah pekarangan. Tiga orang yang berada di dalam mobil, termasuk gadis itu terlihat turun dari dalam mobil. Mata mereka langsung tertanam pada bangunan yang berdiri gagah di hadapan mereka. Sebuah rumah dengan gaya klasik, pekarangan yang cukup luas ditumbuhi oleh beberapa jenis tanaman membuat lingkungan rumah itu tampak sangat asri.

“Bagaimana?” seorang pria bertanya.

“Memuaskan” jawab wanita yang sedari tadi tersenyum puas memandangi rumah baru yang akan mereka tempati.

Mereka lalu memasuki rumah tersebut.

~.oOo.~

Murid-murid di salah satu kelas di sebuah sekolah menengah atas berhamburan masuk ke dalam kelas ketika melihat sosok guru yang berjalan dari kejauhan. Kelas telah senyap ketika guru tersebut memasuki kelas diikuti oleh seorang gadis. Seisi kelas terlihat begitu antusias dengan wajah baru di kelas mereka.

“Selamat pagi. Seperti yang sudah kalian lihat. Hari ini kalian memiliki seorang teman baru. Ini kali pertama dia berada di Korea jadi aku harap kalian bisa membantunya untuk beradaptasi dengan lingkungan kita”

Murid-murid mengangguk paham. Guru muda itu menoleh pada si murid baru, seperti sebuah kode agar gadis itu memperkenalkan dirinya pada teman-teman sekelasnya.

“Hallo, senang berjumpa kalian” gadis itu menunduk santun “Aku Cho Lia. Mohon bantuan kalian semua” katanya lagi melengkapi kalimat perkenalan dirinya yang cukup singkat.

Gadis bernama Lia itu akhirnya menuju sebuah tempat yang sebelumnya ditunjuk oleh sang guru. Jam pelajaran berlangsung dengan tenang, tak ada yang bergaduh—semua begitu fokus pada pelajaran, begitupun dengan Lia. Perhatian Lia sedikit pecah ketika menoleh ke kanan dimana matanya bertemu dengan mata seorang pemuda yang duduk di deretan yang sama dengannya, mereka hanya dipisahkan oleh sebuah meja diantara mereka. Pemuda dengan sorot matanya yang tajam, ia terlihat memainkan pena di tangannya dengan sangat santai.

Lia mencoba untuk meraih kembali konsentrasinya yang semula pecah hingga bel istirahat berbunyi membuatnya menarik nafas lega. Dua orang gadis menghampirinya. Lia cukup ingat jika salah satu dari gadis itu duduk diantaranya dan pemuda tadi dan seorang gadis lainnya yang duduk tepat di depannya.

“Lia, itu namamu—benarkan?” gadis itu tersenyum ramah. Lia membalas senyuman penuh persahabatan itu “Aku Yuna. Kim Yuna” ia memperkenalkan dirinya. Baca lebih lanjut

Iklan

[Season 3] Spring In Memory (Part 2)

Season 3 (Part 2)Main Cast : Cho Kyuhyun & Kang Min Kyung

–> FF ini hanyalah sebuah imaginasi meskipun tak menutup kemungkinan terjadi dalam dunia nyata (apa yang kita anggap fiksi sebenarnya sudah banyak terjadi), jika ada kesamaan kisah maupun tokoh, hanyalah faktor ketidaksengajaan. Say no to plagiat!!!

***

Season 3 – Spring In Memory (Kang Min Kyung’s story)

***

Chongdam High School.

Min Kyung terus membolak-balik halaman buku yang sedang dibacanya. Ia berpura-pura tak melihat ketiga sahabatnya yang sedari tadi mengernyitkan kening mereka karena berbagai rasa penasaran.

“Min Kyung, mengapa kau diam saja?” Hyena membuka percakapan.

“Apa?” Min Kyung bertanya tanpa menoleh sedikit pun pada tiga gadis yang rasa penasaran mereka sudah melebihi rasa penasaran terhadap kapan kiamat akan datang.

“Pertemuan itu? Kau sudah bertemu langsung dengan tunanganmu?” selidik Bi Hyul.

“Hmm,” jawaban yang diberikan oleh Min Kyung hanyalah sebuah gumamam pelan. Baca lebih lanjut