A Waiting

1 (18)“Aku harus menikah denganmu!”

Apa yang ada di kepalamu? Itulah satu-satunya yang terpikirkan olehku ketika kau mengucapkan kalimat itu. Aku hanya tertawa menanggapi kepolosanmu yang terlalu berlebihan. Anak ingusan seperti kita tak akan mengerti dengan arti sebuah pernikahan. Ya, bukankah saat itu kita hanyalah anak-anak? Aku kembali tertawa—tak bersuara, ketika mengingat ekspresimu saat itu.

“Aku menyukaimu.”

Aku pun menyukaimu. Kau adalah sahabat terbaikku, tentu saja aku sangat menyukaimu. Itu adalah jawabanku ketika kau kembali menyatakan perasaanmu pada saat acara perpisahan kita sebagai murid tingkat akhir di Junior High School. Kau hanya terdiam ketika aku mengacak-acak lembut rambutmu, seperti biasanya.

“Karena kita saling mengenal dengan baik. Mencari orang lain? Itu pemborosan waktu. Mengapa tidak memanfaatkan apa yang ada di sekitarmu?”

Jawabanmu yang sangat spontan ketika aku bertanya mengapa kau sangat ingin menikahiku. Sampai detik ini aku belum dapat menyimpulkan jika jawaban itu telah melalui tahap penyaringan di otakmu atau tidak?

“Aku benar-benar menyukaimu!”

Kau selalu berusaha meyakinkanku. Aku tahu. Aku merasakan kesungguhanmu dan untuk pertama kalinya aku berdebar karenamu, tapi aku terlalu angkuh untuk membenarkan apa yang kurasakan bahwa aku pun mulai tertarik padamu.

“Aku tak menyukaimu lagi. Karena rasa sukaku telah berubah menjadi rasa cinta, kurasa—aku telah mencintaimu.”

Jantungku hampir berhenti ketika mendengar kalimat pertama. Kalimat selanjutnya kau membuat hatiku meluap. Usahamu selama bertahun-tahun tidaklah sia-sia karena saat itu aku sadar jika aku telah mencintaimu. Kau yang selalu bersikap apa adanya, bahkan dengan segala kecerobohanmu—aku menyukai semua yang ada padamu.

“Jika kau tak sibuk, kabari aku. Dan—jangan lupa jika aku sedang menunggumu.”

Aku bahkan masih mengingat dengan sangat detail kalimat terakhir yang keluar dari bibirmu sebelum kita berpisah. Ayahku dipindahtugaskan ke London dan aku melanjutkan SMA-ku di sana. Aku tak akan pernah lupa bagaimana kau menangis dalam pelukanku. Betapa hebatnya aku saat itu yang tak sedikitpun mengakui perasaanku padamu. Aku benar-benar bodoh, bukan?

Barisan pepohonan di sepanjang jalan ini masih sama. Berjejer rapi. Kita sering melewati jalan ini dengan bersepeda bersama. Senyumanku tak bisa surut ketika mobil yang kukendarai melewati jalanan di kota kecil itu. Akhirnya aku bisa menginjakkan kaki di sini. Merindukanmu. Rasanya hatiku sudah melebihi kata ‘rindu’ itu. Jika bertemu denganmu akan akan mengatakan semuanya. Semua yang kupendam selama ini.

Aku menghentikan mobil yang kukendarai di sebuah tempat, lalu turun dari mobil itu. Gereja mungil yang terkawal oleh pepohonan hijau di sekitarnya, semua masih sama seperti dulu. Kau selalu memaksaku ke tempat ini hanya untuk menemanimu berdoa tapi sejujurnya itu adalah saat-saat yang menyenangkan karena wajahmu yang sungguh-sungguh saat berdoa terlihat sangat menentramkan, terlebih aku dapat memperhatikanmu tanpa kau ketahui. Ah, aku benar-benar merindukan tempat ini. Tanpa sadar aku melangkah mendekati pintu gereja lalu mataku tertuju padamu. Aku hanya mematung di ambang pintu dan semua orang di dalam ikut mematung memandangiku.

Jantungku tak bisa kukendalikan. Caramu memandangku masih sama. Kau tak terlihat berubah. Ah—tidak, kau jauh lebih cantik. Kau semakin cantik dengan gaun putih indah yang membaluti tubuhmu. Matamu yang bulat itu terlihat sangat terkejut. Pria tampan dengan tuxedo hitam di sisimu kini ikut menatapiku.

Sorot matamu yang tadinya mungkin bahagia melihatku, kini terlihat sangat sedih. Sebuah kesedihan yang ikut kurasakan. Sangat menohok hatiku. Ah, aku mengerti, tak ada yang dapat kulakukan selain memaksaku bibirku untuk tersenyum padamu. Sekarang kepalaku sedang berpikir, apa yang harus aku katakan padamu? Bodoh, tentu saja aku harus memberi selamat atas pernikahanmu.

Mengapa kau begitu terlambat, Kyu?

Sorot matamu yang sendu menerjangku dengan pertanyaan itu.

Apakah aku terlalu lama?

Kau benar. Tanpa kabar, tanpa sebuah kepastian—aku mengerti bagaimana hatimu yang jengah karena menungguku. Tujuh tahun memang bukanlah waktu yang singkat untuk penantianmu atas sebuah jawaban.

_______________________________0________________________________

Hi.. hohoohohoho #ketawa tanpa rasa berdosa 😀 😀

Maafkan diriku yg ngilang begitu lama dan kembali namun bukan dengan sesuatu yang kalian tunggu (read : last par for season 4)

Aku lom bisa rampungin itu. FF gaje ini efek sindrom galau cetarrrr yg sejam lalu menderaku, membuatku memutuskan untuk menulis penggalan kalimat tak jelas dan terjadilah dia *tujuk judul ff ini*

Ok, jangan salahkan aku. ini bukan sesuatu yang spesial. hanya mencoba mengusir gundah gulanaku yang dibatas maksimal #lebay

karena aku lagi menanti masa2 terbebasku yang masih sangat lama itu. So, hanya satu pesanku.. KEEP WAITING! HAHAHAHAHA #NGILANG!

Iklan

294 thoughts on “A Waiting

  1. chogyu berkata:

    ya segitu doang thor ini cuma drable namanya bukan oneshoot_- ohiya genrenya sad deh yg cwe udah nikah, khyuhyun? ohmyoh

  2. ivoneunike berkata:

    Hahaha… sungguh ‘menegangkan’… mengharapkan crta ini jd chapter aja kak…

    haha… kak ini Ivone…
    🙂

    • marchiafanfiction berkata:

      Ivone… duh, sy baru bisa balas komen2 nih ini ada kelanjutannya, tp masing2 cerita dilihat dr sudut pandang 3 pemeran dalam cerita ini masih ada A Good Bye for Love dan A Love…semoga sy tra salah judul wkwkwk

  3. iqa berkata:

    assalamualaikum . sy pmbaca br.
    ff yg ini dikit tp uda bikin sedih aja …
    cobak ada sequelnya , pasti bagus bangetnya banget banget . tq

  4. risayafushi berkata:

    welehhh.. aku kaget eonni.. 😀
    ini buah dari ke-gundah gulana-an eonni ternyata.. 😀
    ah kyu telat bgt.. tujuh tahun gituu.. TUJUH TAHUN!! aigoo~
    pantesan kyu langsung nyanyi 7 years of love.. wkwkwk.. XD *slapped*
    aahh.. tapi aku bakal setia nunggu kamu ko kyu.. sekarang atau 50 tahun lagi~ eyaaakkk.. XD *dikeroyok masa*

  5. hanhan berkata:

    Eonni anyeong.. Aq reader baru, minta ijin baca karya2 mu ya..
    Aq g sngaja nemuin blog ini, di google.. Hehe

  6. YoonRa berkata:

    Nyesek banget baca ini :’) kyuhyun terlambat. Sangat terlambat. Kenapa baru dateng setelah 7tahun lamanya? Masih berharap kalau perempuan itu nungguin dia? Tanpa kepastian? Malah nggak pernah ada kepastian kkk~ bagus eon :’)

  7. AnnMin berkata:

    inih baru awal baca ff di sinih langsung dapet genre yang mewek2…
    pertanda apa inih? #nanyasamatembok
    aku harus baca yang lainnyaaaaaaa…. #teriakpaketoa
    nyesek binggo Marchia…
    harusnya Kyukyu bli alarm… Biar ga telat pulang ke koreax…
    #ditendangkyu 😛 😛 😛 😛
    aku terbiasa baca oneshoot dlu sblm baca chaptered…
    gpp kan?
    *lanjut ngubek2 library 🙂 🙂 🙂

  8. Choooii berkata:

    ini super pendek tapi bikin nyesek! Huaaa eonni~ sebuah penantian itu nggak enak, apalagi tanpa kejelasan. Dan ini 7 tahun! Cho Kyuhyun, kau menyesal? yah, penyesalan memang selalu di akhir :’)

    yaudah Kyu, lo nikah sama gue aja sini. HAHAHA

  9. dee berkata:

    sediiiih ..sebenernya sama2 cinta ,tapi salah satu nggak mau ngungkapin ke yg lain ..di phpin emang nggak enak ya chingu 😥 ……

  10. Tia Destyliana berkata:

    Aaaaaaa kyuhyun kau benar” tega ya,.
    apa selama 7 tahun kau tak mengabari dan menguatkan perasaannya eoh ??? ckckck,.,,.,,,,.

  11. Latishabee berkata:

    Hiks…
    Apa ini kakak author? Apa?!
    Kyu terlambat… Dan… Ditinggal nikah.. Pdhal hatiny udah nyambut dan tinggal balik ngucapin, tapi… Tapi telaaattt….
    Hiks..
    Kyu jangan sedih, sini aku peluk *peluk erat erat gak mau di lepas* kekeke *ketawa evil* bukkk! *ditimpuk author*

  12. missann berkata:

    really..7 years of of love nya kyu dlm bentuk tulisan..
    aaah cinta terpendam sih..ujung2nya jd cinta terlambat kan 😰😰
    ish ish ish kasian kasian..
    puk puk kyu sini sama aku aja 😁😁😁
    thanKYU marchia 😄

  13. Chaerim berkata:

    ya udah… kyu ajussi sama aku aja ya 😀 kekeke (ngumpet di bawah ketek eon author) “yg ada tamat riwayatmu i”

  14. Sarti Prihatin berkata:

    Siapa juga yang mau menanti tanpa kepastian?Makanya jadi cowok jangan lamban akhirnya nyesel sendirikan?Kyu kau gantung dia 7tahun tanpa kepastian ya good bay lah.

  15. Melsyana berkata:

    Ku pikir kyuhyun akan membawa cewek itu lari terus nikah gitu, tapi pas saat2 menegangkan, eonni malah datang menyerobot.
    Aisss, kenapa pendek kali eon, kan lagi seru2nya.
    Ok, abaikan saja eonni.
    Keep writing eon.

  16. Afwi berkata:

    Singkatnya,,
    7 tahun gk ada kabar pulak, kan bosen nunggunya..
    Tapi yaah cinta, ketemu lagi bikin ubah pikiran.. Hehe

  17. Widya Choi berkata:

    Kyu sih klamaan..g ngsih kpastian..jd ny q d ambil orang deh…eaaaaaa hehe 😂😂😂..
    Tp pst nyesek bgt y.. liat org yg qt syg malah bsanding am org lain.

  18. Cho Sarang berkata:

    Yach kyu…kau sangat terlambat,wanita itu butuh kepastian dan pernyataan,7 tahun bukanlah waktu yang singkat dan kau hanya memendamnya saja tanpa menyatakan sedangkan dia menanti pernyataan cinta darimu.

  19. Lisma berkata:

    nah loh Kyu, nyesel kan jadinya.. salah Kyuhyun juga, ceweknya pdahal udh bilang suka, cinta tpi Kyuhyun malah diem aja pdahal suka jga kan.. aduh nyesek bacanya

    Saya reader baru, izin baca ya kak:)

  20. kyuHYUN berkata:

    jiaaaaah,,, nemu blog yg isinya FF castnya Kyuhyun,,,
    ak reader baru , ijin baca ya,,,,
    salam kenal,,,,,

Mohon Saran dan Kritikannya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s