Lovely Piggy (Part 1)

PIGGY

Marchia’s Note : Btw, yang gak tega nasib idola ngenes, tersakiti, teraniaya dll…GAK USAH DIBACA! Hehehe. Tolong jangan dicopy paste & jika teman2 menemukan aksi plagiat, mohon segera memberitahuku. Say no to plagiat!

——-

Cinta. Satu kata dengan sejuta makna. Cinta mampu membentang luas sayapnya, menelisik hingga ke relung hati dan dengan senang hati memamerkan keajaibannya. Sebenarnya cinta tak memiliki cukup sopan santun, datang sesuka hati dan pergi semau sendiri.

Mungkin itu adalah satu dari sekian banyak persepsi orang tentang cinta. Ya, begitu banyak hal yang dapat dikatakan ketika menyebutkan kata cinta, pada intinya love is everything.

Dia bukanlah salah satu dari begitu banyaknya pengagung kata cinta. Baginya cinta hanyalah omong kosong, memikirkan cinta sama saja dengan membuang waktu. Dengan kata lain dia sangat apatis terhadap cinta. Dia tak akan menjawab jika kau bertanya apa itu cinta dan karena itu hampir semua yang mengenalnya berpendapat bahwa dia adalah orang yang teramat sangat angkuh. Ya, bukankah masing-masing orang bebas berpendapat?

Well, meskipun dia orang yang anti dengan kata cinta, tapi bukan berarti dia tak menikmati masa mudanya. Dia cukup menikmati semua hal yang ada pada dirinya. Tampang, kepintaran, kepopuleran dan serentetan alasan lain yang membuat para gadis tergila-gila padanya.

“Sunbaenim,” seorang gadis berhenti di depannya. Gadis itu menyodorkan amplop berwarna merah hati khas orang yang sedang jatuh cinta. Baca lebih lanjut

Sakura

awet-muda-jepangMain Cast : Lee Donghae

Author Notes : Cerita ini dibuat khusus untuk event-nya bang ikan dari Mokpo di Sjff2010. Tolong hindari aksi plagiat! Say no to plagiat! ^^

**

 

Ada yang bilang bahwa sebuah benda bisa didiami roh. Benarkah?

**

Tokyo, Jepang.

Sebuah bangunan apartemen sederhana berdiri kokoh. Pintu apartemen nomor 37 yang berada di lantai tiga mulai bergerak. Seorang pemuda terlihat keluar dari apartemen itu, ia mengunci pintu apartemennya sambil sesekali membetulkan dudukan ransel yang bergelayut manja di bahu kirinya.

Onii-san, selamat pagi!” seorang gadis kecil menyapa riang pada pemuda itu. (Onii-san : sapaan terhadap kakak laki-laki yang bukan saudara sekandung)

“Selamat pagi, Hiroko,” dia membalas sapaan gadis kecil yang menghuni apartemen di depannya.

Lee Donghae, pemuda tampan dengan senyuman hangat itu baru dua bulan mendiami apartemen tersebut. Dia memutuskan meninggalkan Korea dan melanjutkan studinya di Universitas Tokyo. Dia tak mengalami kesulitan berkomunikasi dalam bahasa Jepang, mengingat ibunya berasal dari negeri sakura tersebut. Meskipun memiliki kerabat di Tokyo, Donghae memutuskan untuk hidup mandiri. Langkah Donghae sedikit terhenti ketika melewati apartemen nomor 36, ia terdiam sejenak dan kembali mengayunkan kakinya.

Di depan bangunan apartemen, ada sebuah pohon sakura yang bunga-bunganya masih kuncup. Menurut penduduk sekitar, sakura itu adalah sakura tua yang telah ada sejak lama. Tidak ada alasan yang jelas mengapa sakura itu masih berdiri. Baca lebih lanjut

A Love

230450_104051333016873_103799559708717_37104_1385309_n

Ada saat ketika kau membuatku tertawa. Ada juga saat ketika kau membuatku bersedih. Cinta itu gila karena kau membuatku menggila bersama cintaku. Aku tahu, aku yang memulai cinta ini dan aku menjadi begitu sakit ketika kau hanya tertawa menanggapi perasaanku.

Suka, duka, bahagia, tawa bahkan kesedihan adalah warna yang kau lukis dalam hidupku. Senyummu selalu membuatku tenang. Mungkin kau tak akan tahu jika aku melalui banyak waktu dengan air mata. Berharap begitu banyak padamu. Menunggu untukmu.

Ada saat ketika kau membuatku merasa yakin bahwa aku benar-benar milikmu. Lalu ada saat ketika aku merasa kau semakin jauh dan aku harus melepasmu. Kau menarik ulur hatiku. Jika saat itu kau tetap bersikap sebagai seorang sahabat yang baik, aku akan mundur—tapi lewat caramu memandangku dan maksud tersembunyi dari sikap manismu, aku telah lancang dengan mengira jika kau mungkin memiliki perasaan yang sama sepertiku. Aku percaya kau akan kembali, tapi kau membuat keyakinanku luntur. Kuakui aku jengah. Hatiku bukan batu yang dapat kau abaikan begitu saja.

Mungkin aku harus melupakanmu dan menunggu cinta yang lain. Lalu aku bertemu dengannya. Dia sangat baik, dia begitu perhatian, dia bahkan tak pernah mengeluh ketika bibirku terus mengungkitmu. Dia tak pernah meninggalkanku seperti yang kau lakukan. Dia selalu ada ketika aku menangis karena merindukanmu. Cintanya padaku sangat hebat, bukan? Baca lebih lanjut