Lovely Piggy (Part 1)

PIGGY

Marchia’s Note : Btw, yang gak tega nasib idola ngenes, tersakiti, teraniaya dll…GAK USAH DIBACA! Hehehe. Tolong jangan dicopy paste & jika teman2 menemukan aksi plagiat, mohon segera memberitahuku. Say no to plagiat!

——-

Cinta. Satu kata dengan sejuta makna. Cinta mampu membentang luas sayapnya, menelisik hingga ke relung hati dan dengan senang hati memamerkan keajaibannya. Sebenarnya cinta tak memiliki cukup sopan santun, datang sesuka hati dan pergi semau sendiri.

Mungkin itu adalah satu dari sekian banyak persepsi orang tentang cinta. Ya, begitu banyak hal yang dapat dikatakan ketika menyebutkan kata cinta, pada intinya love is everything.

Dia bukanlah salah satu dari begitu banyaknya pengagung kata cinta. Baginya cinta hanyalah omong kosong, memikirkan cinta sama saja dengan membuang waktu. Dengan kata lain dia sangat apatis terhadap cinta. Dia tak akan menjawab jika kau bertanya apa itu cinta dan karena itu hampir semua yang mengenalnya berpendapat bahwa dia adalah orang yang teramat sangat angkuh. Ya, bukankah masing-masing orang bebas berpendapat?

Well, meskipun dia orang yang anti dengan kata cinta, tapi bukan berarti dia tak menikmati masa mudanya. Dia cukup menikmati semua hal yang ada pada dirinya. Tampang, kepintaran, kepopuleran dan serentetan alasan lain yang membuat para gadis tergila-gila padanya.

“Sunbaenim,” seorang gadis berhenti di depannya. Gadis itu menyodorkan amplop berwarna merah hati khas orang yang sedang jatuh cinta.

Dia memang menerima amplop itu, namun selanjutnya menyerahkan amplop tersebut pada sahabatnya. “Bagaimana menurutmu, Hyukjae? Apakah gadis ini sesuai dengan seleraku?” tanyanya dengan ekspresi dingin tanpa menoleh sedikit pun pada wajah pucat sang gadis. Dia justru berjalan meninggalkan gadis yang hampir menangis karena perlakuannya yang cukup kejam itu.

“Hei Kyu!” Hyukjae yang merasa tak enak, meneriakan nama pemuda angkuh yang berjalan santai di depan sana. Tatapan Hyukjae beralih pada gadis itu, “Mengapa kalian masih saja menyukai orang seperti dia?” Hyukjae mendesah. “Bagaimana jika mulai sekarang kau menyukaiku? Setidaknya aku tak akan menolakmu dengan kejam seperti yang dilakukan Kyuhyun?”

“Dasar gila!” gadis itu bahkan melupakan kesedihannya setelah mendengar penuturan Hyukjae. Ia meninggalkan Hyukjae setelah menerjang Hyukjae dengan tatapan pembunuh. Hyukjae hanya berdecak heran dengan segala kegilaan yang ada di sekitarnya.

Langkah kaki Kyuhyun terhenti ketika matanya tertuju pada satu arah. Seorang gadis berwajah canggung dengan tumpukan buku dalam dekapannya. Gadis itu berjalan tergesa-gesa. Ia bahkan tak memperhatikan Kyuhyun yang terus memandanginya dengan sinar mata yang mulai melembut.

“Hwa Young—sepertinya kau butuh bantuan,” Hyukjae menawarkan diri untuk menolong gadis itu, namun ia hanya menggeleng pelan tanpa berbicara. Sepeninggal gadis bernama Hwa Young, Kyuhyun kembali memasang wajah datarnya.

Hwang Hwa Young, meskipun gadis itu menduduki peringkat teratas namun dia tak termasuk dalam jajaran murid populer di sekolah. Tak ada yang begitu menarik dengan Hwa Young, satu-satunya yang menonjol darinya hanyalah otaknya. Dia tak begitu cantik. Sederhana adalah kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Hwa Young. Dibandingkan bergaul, Hwa Young lebih memilih menghabiskan waktu berharganya dengan buku-buku. Kyuhyun mungkin adalah orang yang tak percaya akan cinta, namun hingga detik ini dia tak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bermunculan dalam dirinya. Keangkuhannya menolak untuk mengakui bahwa ia justru tertarik pada gadis berwajah canggung itu, Hwang Hwa Young.

~.o0o.~

Sinar matahari yang menerobos masuk melalui jendela kamar membuat tubuh Kyuhyun menggeliat pelan, ia mencoba menghalau cahaya yang menyilaukan matanya.

“Hei, bangun! Bangun!” seorang gadis sedang berkacak pinggang di hadapan Kyuhyun.

“Noona, mengapa kau selalu seenaknya di kamarku?” Kyuhyun menatap kesal pada Ah Ra, kakaknya.

“Apa fungsi benda itu?” Ah Ra mengarahkan telunjuknya pada jam dinding. Jarum pendeknya telah mengarah pada angka dua belas.

“Mataku tak bisa terbuka. Noona, keluar dari kamarku—jangan mengganggu tidurku,” Kyuhyun kembali membenamkan wajahnya di bantal. Dia benar-benar ingin mengisi hari liburnya dengan tidur seharian.

Ah Ra menarik bantal itu, “Bocah pemalas! Bangun sekarang juga sebelum Ibu merapalkan jurus padamu,” desis Ah Ra sambil berlalu.

Merasa bebas dari gangguan kakak perempuannya, Kyuhyun menarik selimutnya. Ia harus menanggung akibat setelah semalaman bermain game hingga lupa waktu. Ketenangan Kyuhyun tak berlangsung lama setelah mendengar pintu kamarnya digedor-gedor. Kyuhyun kembali menyingkap selimut sambil memperlihatkan wajah kesalnya.

“Ok..ok..!” geramnya. Dengan malas-malasan ia beranjak dari tempat tidur. Ah Ra tak akan berhenti hingga Kyuhyun benar-benar keluar dari kamar yang seperti tempat pertapaan baginya. Kyuhyun menuju ruang makan, tempat di mana seluruh anggota keluarga telah menantinya.

Setelah selesai menyantap makan siang, mereka berpindah ke ruang keluarga. Kesempatan itu digunakan Tn. Cho untuk menceramahi Kyuhyun. Sesekali Ny. Cho membela putra bungsunya itu. Mata Kyuhyun terarah pada seorang gadis yang sedang melintas.

“Hwa Young, ke sini!” panggil Ah Ra. Ia meminta gadis itu bergabung bersama mereka.

“Maafkan aku, Eonni. Aku harus menyelesaikan tugas sekolah,” jawab Hwa Young tenang dan berlalu dari hadapan mereka.

“Ada apa?” tanya Ah Ra pada Kyuhyun yang terlihat mendengus.

“Belajar—lagi?” Kyuhyun berdecak. Sepertinya tak ada hal lain yang dilakukan oleh Hwa Young selain belajar.

“Kau kesal?” Ah Ra menatap lekat pada Kyuhyun, “Sudahlah, akui saja Kyu. Kau mungkin punya segalanya tapi untuk satu hal itu, kau tak akan bisa mengalahkan Hwa Young,” ledek Ah Ra.

“Aku? Tak bisa mengalahkan gadis itu?” Kyuhyun mendesah, “Jangan panggil aku Cho Kyuhyun jika aku tak bisa mengalahkannya!”

“Nyatanya kau selalu berada di peringkat kedua. Sejak dulu kau tak bisa melengser posisi Hwa Young, bukan?”

“Noona!” hardik Kyuhyun. Kyuhyun mulai kesal dan memutuskan untuk berlalu dari tempat itu sebelum menjadi bulan-bulanan Ah Ra yang selalu mendapatkan kesenangan tersendiri dengan menggoda Kyuhyun.

Sesampai di kamar, Kyuhyun langsung membuang diri dengan kasar di atas kasur empuknya. Dia meraih sebuah remote yang terletak di kasur yang sama dengannya. Selanjutnya yang terdengar hanyalah ‘All Rise yang dinyanyikan oleh Blue sebuah group band asal Inggris. Kyuhyun tertidur dan terbangun tiga jam kemudian.

Udara segar yang menyambut Kyuhyun dari alam bawah sadar membuat Kyuhyun memutuskan beranjak menuju balkon kamarnya. Di bawah sana, Hwa Young sedang menyiram bunga. Kyuhyun dan Hwa Young hidup di bawah atap yang sama sejak mereka masih kanak-kanak. Tak ada hubungan darah diantara mereka. Satu-satunya alasan yang membuat mereka tinggal di rumah yang sama karena Ibu Hwa Young adalah sekretaris rumah tangga di keluarga Cho. Hwa Young tak menyadari jika Kyuhyun sedang mengawasinya. Gadis itu hanya terus menyirami bunga dalam kebisuan.

“Piggy,” suara Hwa Young terdengar ketika ia merasa ada yang bermain-main dengan selang air yang dipegangnya.

Sama seperti Hwa Young, Kyuhyun ikut mendesah melihat seekor hewan yang seluruh kulit di tubuhnya terlihat berwarna pink cerah. Hewan itu sedang bermain-main dengan selang air. Salah satu alasan yang membuat Kyuhyun selalu meyakinkan dirinya jika ia sama sekali tidak tertarik pada Hwa Young adalah keanehan Hwa Young dalam menentukan hewan peliharaannya. Disaat banyaknya alternatif hewan menggemaskan untuk dijadikan peliharaan, Hwa Young justru memelihara seekor anak babi yang diberi nama Piggy.

“Jangan lakukan itu. Duduk tenang!” perintah Hwa Young pada Piggy. Kyuhyun justru berdecak melihat Piggy menuruti kemauan Hwa Young.

“Cih, hewan dan majikan sama anehnya,” desah Kyuhyun. “Apa hewan itu lupa  jika dia adalah seekor babi? Bertingkah seperti seekor anjing,” Kyuhyun bergumam melihat Piggy yang sangat patuh pada apa pun yang diperintahkan oleh Hwa Young, “Ya—mereka berdua sangat cocok. Kurasa babi adalah satu-satunya yang menyukai Hwa Young,” desis Kyuhyun.

~.o0o.~

Dengan terburu-buru Kyuhyun menyarungkan sepatu pada kedua kakinya dan bergegas meraih tas di atas meja lalu berlari keluar dari kamar. Lagi-lagi dia bangun kesiangan.

“Kyu!” Panggilan Ny. Cho menghentikan langkah kaki Kyuhyun, “Kau belum sarapan.”

“Sudah tidak sempat,” jawab Kyuhyun cepat.

“Tunggu!” Ny. Cho kembali menghentikan langkah Kyuhyun, “Ajak Hwa Young denganmu,” Kyuhyun tersedak mendengar penuturan Ibunya.

What? Mom, are you kidding me?” ekspresi Kyuhyun terlihat sangat berlebihan saat mengetahui dengan siapa ia harus berangkat ke sekolah. “Aku tidak akan…,” Kyuhyun terdiam setelah melihat tatapan mengerikan Ny. Cho. Tatapan itu serasa mengancam jiwa raganya.

Sepanjang perjalanan Kyuhyun tak henti-henti mendengus kesal, sesekali ia melirik Hwa Young dari kaca spion mobil yang dikendarainya, gadis itu sangat pendiam.

“Apa kau selalu seperti itu?” Kyuhyun tersenyum sinis sambil melirik dengan ekor matanya pada tumpukan buku dalam dekapan Hwa Young.

“Kau merasa terganggu?”

“Aku? Terganggu?—kau kira aku gila?” Kyuhyun mendesis.

Mereka kembali terdiam sampai saat Kyuhyun menghentikan mobil beberapa meter dari gerbang sekolah, “Apa yang kau tunggu?” tanyanya. Tanpa mengatakan apa-apa ketika Hwa Young turun dari mobil itu. Ia hanya menatap mobil yang mulai melaju meninggalkannya.

Tak ada yang mengetahui jika Hwa Young dan Kyuhyun tinggal serumah. Kyuhyun tak ingin kehilangan muka jika semua orang tahu ia dan gadis aneh itu tinggal bersama. Setelah memarkirkan mobil, Kyuhyun segera menuju kelas, tak perduli dengan puluhan pasang mata yang terus mengekorinya.

“Kau baik-baik saja?” pertanyaan Hyukjae menyambut kedatangan Kyuhyun.

“Apa aku terlihat buruk?” Kyuhyun balik bertanya dengan nada datar. Hyukjae hanya menggeleng, jelas sekali jika Kyuhyun sedang berada dalam kondisi yang kurang baik.

“Hei lihat, si gadis aneh sudah datang!”

Semua orang memandangi Hwa Young yang baru saja memasuki kelas. Seperti biasanya, dia dengan tenang menanggapi tatapan semua penduduk kelas. Hwa Young bahkan dengan santai meletakkan tas lalu berjalan meninggalkan ruang kelas. Mereka sudah tahu ke mana Hwa Young akan pergi. Perpustakaan. Ya, setidaknya ketenangan perpustakaan tidak akan membuat Hwa Young merasa terisolasi.

“Dia benar-benar gadis teraneh. Ugh, mengapa kita harus sekelas dengan orang seperti dia—sangat membosankan!”

Murid-murid mulai berceletuk tentang Hwa Young. Kelas menjadi sedikit lebih gaduh hanya karena seorang Hwang Hwa Young. Tiba-tiba saja seseorang memukul meja menimbulkan gelombang kekagetan di dalam kelas. Semua orang kini menatap pada sumber kegaduhan, Lee Sungmin, sang ketua klub taekwondo.

“Dia mungkin gadis teraneh yang pernah ada di sekolah kita,” kata Sungmin pelan. “Tapi, dia adalah siswa terpintar di sekolah ini. Jangan pernah mendiskriminasi seseorang hanya karena penampilan luarnya. Bukankah lebih aneh lagi jika kalian tak memiliki seperempat kadar otak yang dimiliki oleh Hwa Young, si gadis aneh itu?” Sungmin berkata dengan lantang sebelum akhirnya meninggalkan kelas.

Setelah mematung beberapa menit, mereka mulai beringsut untuk melonggarkan otot mereka yang kaku dan tegang karena suasana yang ditimbulkan oleh ketua klub taekwondo tadi.

“Aku tidak pernah melihat Sungmin semarah itu?” Kyuhyun bergumam heran.

“Sungmin hanya akan terlihat seperti itu jika menyangkut tentang Hwa Young,” jawab Hyukjae sambil menarik nafas panjang. Kyuhyun menatap pada Hyukjae, masih tak mengerti dengan penuturan pemuda itu. “Kyu, kau tak menyadarinya? Sungmin menaruh hati pada Hwa Young,” terang Hyukjae secara blak-blakan.

“APA?” Kyuhyun tak dapat menyembunyikan keterkejutannya. “Kau bilang Sungmin menyukai Hwa Young? Gadis aneh itu? Mengapa? Apa dia juga sudah gila?” serang Kyuhyun dan detik selanjutnya Hyukjae dibuat keheranan karena aura Kyuhyun lebih didominasi oleh kemarahan dibandingkan keingintahuan.

~.o0o.~

Mobil Kyuhyun terparkir di parkiran sebuah mall. Hari ini adalah hari tersialnya. Kyuhyun baru saja hendak memenuhi janji temu dengan teman-teman semasa SMP ketika Ny. Cho menyuruh—lebih tepat memaksa Kyuhyun untuk menemani Hwa Young. Sudah hampir sejam Kyuhyun menunggu Hwa Young, berkali-kali ia menghubungi Hwa Young namun gadis itu tak memberikan respon yang berarti. Ponsel Kyuhyun bergetar dan ia langsung menerima panggilan masuk itu.

“Mengapa kau tak mengangkat ponselmu?” Kyuhyun menyerang si penelepon dengan  kemarahannya.

Kau meneleponku?” suara itu menyadarkan Kyuhyun. Ia baru meneliti identitas si pemanggil dan menyadari jika yang menelepon bukanlah Hwa Young.

“Ah, Hyukjae—maaf,” sesal Kyuhyun.

Di mana kau? Kau tak ke sini? Mereka terus menanyakanmu—terutama para gadis.

“Entahlah, sepertinya aku tidak bisa.”

Mengapa?

“Aku diminta Ibu untuk…,” Kyuhyun terdiam seketika berusaha mencari alasan yang tepat, “Mengantar sepupuku,” lanjutnya dengan sebuah kebohongan. Rasanya sangat mustahil bagi Kyuhyun untuk mengatakan alasan yang sebenarnya.

Baiklah,” Hyukjae mengakhiri percakapan dengan kekecewaan yang tersirat jelas dari nada bicaranya.

Mata Kyuhyun menangkap sosok Hwa Young yang berjalan setengah tergesa-gesa. Kyuhyun langsung memamerkan peta tak bersahabat dari raut wajahnya.

“Hwang Hwa Young! Kau tahu berapa lama aku menunggumu? Haruskah aku memberikan daftar hal-hal yang paling tidak kusukai? Menunggu berada pada posisi pertama hal yang paling kubenci!”

Hwa Young hanya menatap Kyuhyun yang sedang meledak-ledak.

“Kau buta?” Hwa Young berkata dengan tenang. Kyuhyun memandangi belanjaan yang memenuhi tangan kanan dan kiri Hwa Young. Pemuda itu mendengus kesal dan masuk ke dalam mobil mendahului Hwa Young, tak berniat sedikit pun untuk membantu Hwa Young yang terlihat kesulitan.

~.o0o.~

Pagi itu Kyuhyun dan Hyukjae melangkah beriringan menuju kelas. Mereka tiba di ambang pintu kelas yang belum begitu ramai oleh siswa. Hanya ada Hwa Young dan Sungmin di dalamnya. Langkah Kyuhyun tertahan begitu melihat kedua orang itu. Mereka duduk cukup rapat, ada sebuah buku yang terbentang di atas meja. Hwa Young berbicara dengan serius pada Sungmin yang tak kalah serius mendengar penjelasan Hwa Young. Sungmin sedang meminta bantuan Hwa Young untuk menerangkan beberapa hal tentang rumus matematika yang sulit ia cerna. Mereka begitu akrab, bahkan Hwa Young tak sungkan-sungkan untuk memamerkan tawanya yang begitu langka ketika Sungmin melontarkan sesuatu yang menggelitik perut dan mereka tak menyadari jika Kyuhyun telah membeku di tempatnya berpijak. Entah apa yang ada di dalam kepala Kyuhyun ketika ia berjalan menghampiri Hwa Young dan Sungmin. Hyukjae sendiri tak mengerti dengan situasi itu.

“Ikut aku!” ujar Kyuhyun dingin. Hwa Young tak berkutik. “Kau tak dengar?” Kyuhyun menatap tajam pada Hwa Young.

“Ada ada?” tanya Hwa Young, “Kau tak lihat jika aku sedang sibuk?” tanyanya lagi dengan nada yang tak kalah dinginnya dari Kyuhyun.

Reaksi yang diberi Hwa Young membuat Kyuhyun menggenggam pergelangan tangan Hwa Young dan menarik Hwa Young secara paksa. Kyuhyun tak perduli pada Hwa Young yang berusaha untuk melepaskan diri atau pada Sungmin dan Hyukjae yang hanya termangu menatap kepergian mereka.

“Apa?” Hwa Young menghempas kasar tangan Kyuhyun. Kyuhyun kembali menangkap pergelangan tangan Hwa Young dan membawanya pergi. “Kau gila?” Hwa Young kembali menepis.

“Apa yang sedang kau lakukan dengannya?”

“Mengapa aku harus mengatakan padamu?” Hwa Young balik bertanya, “Dan apa kau harus marah? Mengapa?” pertanyaan selanjutnya keluar dari bibir mungilnya.

“Hwang Hwa Young!” Kyuhyun sangat kesal. “Tak tahukah kau jika aku…,” Kyuhyun ingin mengatakan bahwa ia tak menyukai Hwa Young yang terlihat akrab dengan Sungmin. “Aku…tak suka semua hal tentangmu,” tapi yang keluar dari bibirnya sangat berbeda. Hwa Young terdiam. Ia memandangi Kyuhyun dan tatapan sedih dari bola matanya mampu menggetarkan hati Kyuhyun.

“Aku tahu,” Hwa Young bergumam pelan. “Hanya saja, aku tak habis pikir mengapa kau sangat tak menyukaiku. Aku tak bisa menemukan alasan yang tepat mengapa kau begitu membenciku. Kuharap kau dapat mengatakannya padaku. Apakah aku melakukan sesuatu yang salah padamu? Aku bahkan tak pernah mengusikmu,” Hwa Young bertanya dengan mata yang berkaca-kaca.

Tidak. Bukan itu. Hwa Young pasti tak mengira jika yang dikatakan Kyuhyun selalu berbanding terbalik dengan apa yang ada dalam hatinya. Kyuhyun bersikap kasar karena Kyuhyun enggan mengakui jika ia tertarik pada Hwa Young. Kyuhyun selalu menepis bahwa ia melihat Hwa Young sebagai seorang wanita. Kyuhyun tak bisa menerima bahwa diantara banyaknya gadis cantik yang tergila-gila padanya, matanya justru tertuju pada Hwa Young—seorang gadis yang selalu menjadi bahan lelucon, seorang gadis yang selalu membuat orang-orang di sekiarnya merasa bosan, tapi tidak demikian dengan Kyuhyun. Itulah sebabnya Kyuhyun tak begitu menyukai perubahan atmosfer di sekitarnya.

“Atau kau takut jika mereka akan mengetahui bahwa kau hidup serumah dengan orang sepertiku?” tanya Hwa Young sedih, “Orang sepertiku?” ia mengulang kalimat itu, “Memangnya orang seperti apa aku ini?” tanyanya lagi sambil tersenyum lirih. Senyuman yang menyimpan begitu banyak kesedihan. “Cho Kyuhyun. Kecuali aku sudah gila, barulah aku akan mengatakan di rumah siapa aku hidup selama ini. Selama aku baik-baik saja, maka kau tak perlu cemas. Jadi, tolong abaikan saja aku. Dan juga, jangan terlalu kasar padaku atau kau akan merubahku menjadi gadis gila.”

Hwa Young baru saja hendak pergi ketika tangan kiri Kyuhyun kembali menarik pergelangan tangan Hwa Young. Lalu dengan tangan kanannya, Kyuhyun merengkuh belakang leher Hwa Young dan mendaratkan ciuman di bibir Hwa Young membuat bola mata Hwa Young membelalak. Terdiam beberapa saat, kesadaran Hwa Young akhirnya pulih. Ia mundur dua langkah melepaskan diri dari Kyuhyun. Kedua orang itu bertatapan, sulit mengartikan pancaran mata mereka. Jantung mereka berdetak lebih cepat daripada sebelumny.

Hwa Young sedikit tersentak melihat Hyukjae yang mematung tak jauh. Hyukjae menyaksikan apa yang baru saja terjadi. Tanpa menunggu lama Hwa Young segera melangkah.

“Kyu!” cepat-cepat Hyukjae menghampiri Kyuhyun yang masih membatu. “Aku tak salah lihat, bukan?” ia mengedip-ngedipkan matanya. “Kau—barusan menciumnya? Jadi, kau menyukai gadis itu? Hwang Hwa Young?”

Kyuhyun terdiam. “Aku menyukainya?” ia mengulang pertanyaan Hyukjae seolah bertanya pada dirinya sendiri. “Mana mungkin,” katanya lagi berusaha menyangkali perasaannya. Langkah kaki Hwa Young terhenti begitu mendengar perkataan Kyuhyun. “Apa kau tahu? Satu-satunya yang menyukai Hwa Young adalah seekor babi.”

Alis Hyukjae saling bertaut, ia tampak kebingungan menerjemahkan maksud perkataan Kyuhyun. Pasalnya, Hyukjae bahkan tak tahu jika Hwa Young dan Kyuhyun tinggal di rumah yang sama. Kedua orang itu begitu baik menutup rapat hal tersebut.

“Jika aku menyukainya, maka aku adalah seekor babi,” tak cukup dengan kalimat penyangkalan sebelumnya, Kyuhyun justru mengeluarkan pernyataan yang sangat menohok hati siapa saja yang mendengarnya, tak terkecuali Hwa Young. Tanpa menoleh pada Kyuhyun, Hwa Young kembali mengayunkan kakinya. Gadis itu semakin sedih setelah mendengar penuturan kejam Kyuhyun. Sementara Kyuhyun terdiam, ia tak mengerti mengapa ia begitu sulit menerima kenyataan jika ia sangat menyukai Hwa Young.

Setelah kejadian pagi itu, suasana hati Kyuhyun benar-benar berada dalam kondisi buruk stadium akhir. Seharian dia hanya marah-marah, bahkan untuk hal terkecil sekalipun.

“Kyu, kita ke kantin,” ajak Hyukjae dengan ceria selepas bel istirahat berbunyi.

“Aku tak akan mati meskipun tak makan seminggu!” jawab Kyuhyun dingin dengan aura menyeramkan. Senyum sumringah Hyukjae langsung kandas.

Perlahan-lahan Hyukjae beringsut pergi, ia merasa sekujur tubuhnya meremang. Bulu kuduknya merinding karena kesuraman di sekitar Kyuhyun. Tak hanya berakhir di situ, ketika Guru Kim meminta Kyuhyun mengerjakan sebuah soal dan jawaban Kyuhyun adalah…

“Jika aku mengerjakan soal itu lalu apa fungsimu?” Kyuhyun bertanya sinis, “Kerjakan sendiri!” bentak Kyuhyun emosi. Semua murid merasa jantung mereka jatuh ke lantai begitu mendengar perkataan Kyuhyun. Tubuh Guru Kim gemetar menahan kegeraman. Tak sampai dua menit Kyuhyun telah berada di luar kelas, berdiri dengan kaki sebelah sambil memegangi kedua telinganya.

Kyuhyun akhirnya pulang namun suasana hatinya tak sedikit pun membaik. Di rumah, Kyuhyun mendapati kakak dan ibunya sedang bercengkrama di salah satu ruangan di dalam rumah mereka yang terbilang mewah.

“Ibu, menurutmu aku harus menerima Jung Soo sunbae?”

“Ah Ra, seperti apa dia?”

Ibu dan anak itu terlihat sangat antusias membahas Jung Soo, senior Ah Ra di universitas yang menaruh hati pada Ah Ra.

“Dia sangat tampan dan digilai oleh para gadis di kampus,” Ah Ra menjawab dengan girang. Ia merasa bangga bahwa pria itu justru menyatakan cinta padanya.

“Benarkah? Yang terpenting adalah bagaimana perasaanmu terhadap orang itu?” tanya Ny. Cho girang, dia memang seorang ibu yang sangat dekat dengan anak-anaknya. Mereka berdua justru terlihat seperti sahabat.

“Eish, dasar ibu dan anak labil,” celetuk Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun!” Ah Ra paling cepat terpancing emosinya. “Kau iri padaku, benar begitu? Aku tahu seseorang yang kau sukai tapi ternyata tak sedikit pun dia melirik padamu—apa kau masih pantas menyandang gelar Cho Kyuhyun yang maha tampan dan maha populer?” Ah Ra mengerling aneh.

“Noona, jangan mengucapkan sesuatu yang bodoh. Kau membuat dirimu terlihat semakin bodoh,” kata Kyuhyun.

“Tidak, aku hanya mengatakan apa yang terpantau oleh mataku,” jawab Ah Ra santai. “Hei Kyu, mengapa kau tak mencoba jujur saja?” ia tersenyum menggoda adiknya itu.

“Ah Ra, apa yang sedang kau bicarakan?” tanya Ny. Cho yang kebingungan.

“Ibu, tidakkah kau tahu jika Kyuhyun sedang terserang suatu penyakit?”

“Apa?”

“Noona!”

“Aku salah?” Ah Ra justru memandang Kyuhyun tajam, “Kyu, asal kau tahu jika wanita itu lebih pandai membaca isi hati. Kau tak bisa membohongi Noona-mu yang cantik ini. Sinar matamu tak akan berbohong,” ujar Ah Ra, ia lalu memandangi Ny. Cho, “Ibu, Kyuhyun sedang jatuh cinta.”

“Benarkah itu? Kyu, siapa gadis itu?”

“Perlukah aku mengatakan nama gadis malang itu?” selidik Ah Ra.

“Noona,” Kyuhyun menggeram.

“Gadis yang sangat malang karena disukai olehmu. Haruskah aku mengatakan pada Ibu siapa dia?” senyum Ah Ra semakin mengembang. “Hanya sebuah saran dariku, sebaiknya kau utarakan saja padanya. Selain pandai membaca isi hati, wanita juga pandai menyembunyikan isi hati. Pertimbangkan saranku baik-baik sebelum kau menyesal, Kyu.”

“NOONA!” Kyuhyun membentak kasar, sementara Ah Ra telah terpingkal-pingkal, “Jika kau mengatakan lebih banyak lagi, kau akan menyesali semuanya!” ancam Kyuhyun sambil berlalu.

“Emosinya selalu tak stabil,” Ah Ra sengaja mengeraskan suaranya, Ny. Cho hanya menggeleng melihat tingkah putra-putrinya, “Hei Kyu, bagaimana menurutmu? Kami berencana membawamu ke psikiater!”

“Ah Ra, jangan menggoda adikmu seperti itu,” timpal Ny. Cho.

Kyuhyun hanya mendesah kesal. Cepat-cepat Kyuhyun menaiki tangga dan menghilang di dalam kamar tidurnya. Kyuhyun melempar tas sekenanya, merebahkan dirinya di atas kasur empuk sambil melonggarkan dasi yang terpasang pada kerah kemeja seragamnya.

Kyuhyun akhirnya tertidur dalam kekesalannya, beberapa saat berlalu dan ia merasakan sekujur tubuhnya memanas. Kyuhyun mulai melepaskan hingga tuntas dasi yang masih terikat, membuka tiga kancing teratas kemeja seragam dan kembali mencoba memejamkan mata namun ia justru semakin terlihat gelisah. Kyuhyun mengambil remote AC dan menyetel suhu benda tersebut hingga berada pada titik terendah.

Pagi-pagi buta, disaat semua orang masih terlelap—Kyuhyun justru telah terbangun. Jika beberapa jam lalu Kyuhyun merasa kepanasan, kali ini ia terbangun karena udara dingin yang membungkus tubuhnya. Pantas saja Kyuhyun merasa kedinginan, entah pengaruh gaya tidurnya yang buruk atau apa—tapi, Kyuhyun mendapati dirinya telah tertidur di lantai.

Perlahan Kyuhyun mulai beranjak, ia hendak menenggelamkan dirinya dalam balutan selimut ketika ia mulai merasakan sesuatu yang aneh. Entah mengapa ranjangnya terlihat lebih tinggi. Kyuhyun menyadari keanehan lainnya ketika ia merasa bahwa suasana kamarnya berbeda dengan suasana kamar yang melekat di dalam kepalanya. Meskipun kamar itu cukup luas, namun tak seluas kamar dalam ingatannya. Kyuhyun tak mengingat jika ia telah mengganti tirai jendela dengan motif polkadot berwarna merah hati. Kyuhyun bahkan membenci warna merah dan polkadot bukanlah gayanya. Meskipun kamar itu begitu rapi mengalahkan kerapian Kyuhyun yang super perfect, namun Kyuhyun tak pernah melihat tumpukan buku setinggi itu di meja belajarnya. Kyuhyun akhirnya sadar bahwa semua perabot di dalam kamar itu cukup asing di matanya.

Lalu di kamar siapa Kyuhyun berada? Sebuah tangan yang tiba-tiba membentang melewati batas tepian ranjang membuat Kyuhyun terkejut bukan kepalang.

“Hwa Young?”

Setelah melakukan beberapa usaha yang cukup membingungkan dirinya sendiri dengan melangkah mundur menjauhi ranjang hanya demi mengetahui tangan siapa itu, Kyuhyun semakin terkejut bahwa orang yang sedang terlelap di atas ranjang adalah Hwa Young. Kyuhyun paham jika kamar asing itu adalah kamar milik Hwa Young. Kini pertanyaan yang terlintas dalam benaknya adalah—mengapa dia tiba-tiba berada di tempat itu?

Walaupun pertanyaan itu terus menggerogoti kepalanya dan menuntut sebuah penjelasan dalam waktu yang cepat, tapi Kyuhyun tak bisa menyimpulkan apa-apa. Kyuhyun lebih memilih memecahkan misteri itu setelah meninggalkan kamar tersebut. Alangkah bodoh dan memalukan jika Hwa Young terbangun sementara ia masih belum beranjak sedikit pun dari situ.

Langkah Kyuhyun tertahan ketika ia baru saja melewati sebuah cermin besar di dalam kamar Hwa Young. Kyuhyun sepertinya baru saja melihat sesuatu yang aneh, ia pun mundur beberapa langkah hingga memposisikan dirinya tepat di depan cermin tadi. Apa yang dilihat Kyuhyun membuatnya tersentak. Ia lalu mengerjap-ngerjapkan matanya. Penglihatannya masih cukup baik untuk mengenali hewan kecil berkaki empat dengan tubuh berwarna pink cerah. Piggy, hewan peliharaan kesayangan Hwa Young. Ketika Kyuhyun maju selangkah, Piggy ikut maju selangkah. Ketika Kyuhyun mundur selangkah, Piggy pun mundur selangkah.

Tiba-tiba saja jantung Kyuhyun berdetak sangat kasar. Kyuhyun melangkah ke depan dan ia nyaris mencium permukaan cermin. Kyuhyun sedang tidak berhalusinasi, ia tak melihat bayangan dirinya yang terpantul di cermin melainkan bayangan Piggy. Dengan jantung yang berdetak kasar namun durasi satu detakan ke detakan lain cukup lama, Kyuhyun mencoba memberanikan diri untuk menengok dirinya. Kulit pink cerah di tubuhnya terlihat sangat mencolok. Nafas Kyuhyun tertahan dan detik selanjutnya…

“NGGRRROOOOOOOOOKKKKKK!!!!”

 ~to be continue~

Ehmm… hyaaaaaa…. teman2!

Aku tahu kalian ‘mungkin’ shock baca detik-detik akhir paragraf sebelum tbc. Sebenarnya tahap publish cerita ini melalui pertimbangan dan penyaringan *eh?*  yang super duper ketat mengingat nasib sang idola ngenes banget di sini… ya demi keselamatanku juga sih.. tapi dasar authornya keras kepala, maka dengan enteng cerita ini dipublish.

Yakin deh, pasti banyak yang rusuh dan teriak2 protes tapi sebelum itu, sebelum kalian mengeluarkan kata-kata yang bisa menohok sampe ke kedalaman hati sang author yang paling dalam dan paling lembut *ttssaahhh*, tolong dipending dulu ya aksi protesnya sampe baca part terakhir.

Jadi, silahkan menebak jalan cerita ini kayak gimana & endingnya seperti apa? Bagi yang tebakannya benar, aku kasih kecup badai deh wkwkwkwk…

To STEPHANIE CRYSTA, kalo dirimu sempat baca ff ini, pasti familiar dgn nama cast ceweknya kan? 😀 hubungi aku lewat email ya, aku udah email dirimu lho, tp mungkin gak dicek ^^

Oke, aku mau menghilang dulu, mau sembunyi sampe keadaan lebih aman *ajak Kyu*

282 thoughts on “Lovely Piggy (Part 1)

  1. Hera berkata:

    Omoo kyu jd bertukar raga sama piggy? Eonni ini sungguh menarik hahaha seorang cho kyuhyun jd baby pink alias piggy hahaha 🙂

  2. hinata berkata:

    Sebesar itukah rasa cinta kyuhyun ma hwa yeoung amp omongan’y bnr2 terkabul bahkan kurang dari 1X24 jam
    😛

  3. amaryllisht berkata:

    Waaahh keren banget!! Baca fanfic ini aku jadi inget anime jadul Ranma 1/2 haha. Pasti bakal seru nih !! Ditunggu part 4nya ya Eon thanks!

  4. elyptondya berkata:

    oalah kyuhyun gengsi elu tinggi amat wkwkwk
    eehh -_- kasian juga dia berubah jadi piggy. gegara apa yah?

  5. HanXX berkata:

    Hahahaha…. Kakak ini keren. Biar tahu rasa tuh si kyuhyun yang super belagu itu., hehehe
    seru!!!!!!

  6. a25boo berkata:

    Omayyyggaaaatttt kyuuuuuu mampusss eloo lagiann gengsian bangetttt wkwkwkwkwk btw salam kenal thor baru nemu blog ini atas komentar disalah satu post rekomendasi wkwkwkkw 😀

  7. Siska Dyahayu berkata:

    Oh my~

    Baru menu blog ini dari temen dan langsung buat gue syok di ff pertama yg gue baca disini 😀

    Setagaahh laki gue jd babi? ( ´(oo)`) *syokk
    Itu mulut gak dijaga sih bang, kalo ngomong itu di pikir dlu makanya, jgn lgsg nyeplos,, jd gini deehh..

    Bertukar raga dengan piggy :3
    Selamat mnikmati hari” derita lu bang :3

  8. Dian Elf berkata:

    Annyeong I am new readers.. salam kenal buat author.. aku ga sengaja nyasar ke blog ini, dan hasilnya luar biasa hehe.. ini ff pertama yang aku baca di blog ini…
    Bagian akhirnya bikin ketawa dengan puas, ngebayangin pas bagian si kyu maju mundur tapi yang dia liat pinky.. ditambah sama bagian pas bunyi suara ngokkkkk hahahaha ngebayangin situasi kyu yang panikkk lucu banget…
    Ok, aku langsung meluncur ke part berikutnya..

  9. Febriane Viona berkata:

    Ommo…ommo Kyuhyun berubh jdi babi alias piggy.. wkwkwk
    Kualat kyu sama kata2 nya. ” klau aku menyukainya berarti aku babi” ckckck

  10. hyunki berkata:

    autor ketemu lg! *jingkrak2 gk jelas haha* ffnya menarik thor 😀 aplgi pas kyu blg ” klo ada yg jatuh cinta sma hwa young bbrti dia babi” nah kualat dh tuh kyu blg dri sndr babi. wkkkk :v

  11. man berkata:

    kwkwkw kyu jd pig benaran kah hahahahah ..
    emang penuh imaginasi semua cerita author Marchia ..satu kata ” DAEBAK n JJANG ”
    makasi ya Thor masih mau kirimin ke email sy cerita2 terbarunya..sorry br bc sekarang krn sgt sibuk 🙂

  12. WIWIT berkata:

    Woah ucapan kyuhyun bener2 nyata
    Yg suka sama hwa young jadi babi. Dan di part ino kyu jadi babi? Entah itu mimpi ataunyanyata. Mending nurut aja sama noona mu kyu buat jujur aja sama hwa young 😀

  13. miernasakuramirna berkata:

    itu kyu beneran jdi piggy???? hehe kyu asal ngomong sih ” apA kau tau? satu2 nya y menyukai hwa young adlah se ekor babi, jika aq menyukainaa berarti aq adlah seekor baby” khekhe

  14. chobyul berkata:

    hahaha…kyu,,,oh my god, dia jdi piggy makanya klw ngmong jgn sembarangan akhirnya kjadian kan…

  15. misscold berkata:

    Wkwkwk…kyuhyun jdi piggy…
    tpi bgmna crita.a….#ding
    kaya.a karakter cwe yg aneh yg anti maenstream cri khas dri author dsni..kkk
    tpi tetap bda2 pembawaan.a distiap ff.a

  16. aernis berkata:

    anjrittt aku ngakak serius XD XD
    jadi babi plisss XD

    senjata makan tuan. kena kutukan sendiri ckckck

  17. meyyy berkata:

    Karena kyu gak ngaku suka sama hwa young dan malah bilang kalau yg suka hwa young hanyalah seorang babi, jadi akhirnya dia sendiri yg jadi babi haha
    Ngakak banget baca yg bagian terakhir pas kyu ngaca, kalau orang mh pasti bakal teriak aaaa nah ini teriaknya ngrooookkkk haha

  18. ghefirasaras010298 berkata:

    Kak Marchiaaaaa, aku lagi iseng baca ff-mu yg lain dan memutuskan baca yang ini.
    Demi Tuhan, ini aku kebelet ngakakbacany. Kyu berubah jadi babi? Dia udah kayak malin kundang aja ya, padahal Hwa-Young-nya nggak ngutuk dia(?) Dia yang kemakan omongan sendiri=D
    Lucu ihhhseriusan:D

  19. Widya Choi berkata:

    Ahhh kyu sih gengsi bilang suka am hwa young.. jls2 cmburu gt liat hwayoung am sungmin msih jg g ngku..malah pk ngeles lg aduhhh.. liat kan jd ny kmakan am omongan sndri..
    Trs gmn tu nsib kyu slnjutny?..

  20. zamadia berkata:

    kyuhyun berubah jd seekor babi ? hahahahahahaah
    senjata makan tuan itu namanya. dia bilang kalau dia ska sma hwa young itu tandanya dia seekor babi. nah loh skrg bnrn berubah. ms mau ngelak lagi ?

  21. My labila berkata:

    deg-degan mau bilang apa, kyuhyun jadiiiiiiii piggy……..kak ijin baca ya udah lama aku gak ke blog kakak #GakAdaYgNanya.

  22. Dhita anugrah berkata:

    Anyyeon author slm kenal. . Aku baru nemu blog ini ff nya keren apalgi main cast nya kyuhyun 🙂
    seruu banget ceritany thor kyuhyun knpa enggak jujur aja sma hwayoung klau dia suka sma dia.. Penasaran next chapterny 😀

  23. Dhita anugrah berkata:

    Anyyeon author slm kenal. . Aku baru nemu blog ini ff nya keren apalgi main cast nya kyuhyun 🙂
    seruu banget ceritany thor kyuhyun knpa enggak jujur aja sma hwayoung klau dia suka sma dia.. Penasaran next chapterny 😀 figting thor (y)

Mohon Saran dan Kritikannya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s