Lovely Piggy (Part 3)

PIGGY

Marchia’s note : Kalian pasti udah nebak apa yang akan dipublish di tanggal 1 ini, sesuai janjiku sebelumnya. Oke, silahkan aja dibaca dan HAPPY NEW YEAR! GOD BLESS US!

***

Aku sungguh tak tahan dengan kondisi seperti ini,” Kyuhyun yang frustasi berkali-kali menarik nafas berat. Matanya memandang miris pada tubuh gagahnya yang sedang dipakai oleh Piggy.

“Jadi apa rencanamu?” tanya Piggy sembari duduk di tepian tempat tidur.

Entahlah, kepalaku tiba-tiba saja kosong.

“Pertanyaanku. Mengapa kita tiba-tiba saja berakhir seperti ini?” Piggy bergumam. Ia dan pastinya Kyuhyun masih menyelidiki misteri pertukaran roh mereka.

Saat terbangun di pagi hari, aku sudah berada di tubuh jelek memuakkan ini,” gerutu Kyuhyun dan Piggy hanya tersenyum tipis.

“Segala sesuatu yang terjadi tidak mungkin tanpa sebuah alasan. Ibaratnya, tak akan ada asap jika tak ada api,” Piggy mengusap-usap dagu sambil berpikir sementara Kyuhyun telah melongo dasyat karena perkataan Piggy yang terdengar sangat terpelajar itu. “Oppa, tidak perlu seterpesona itu padaku?” Piggy menepis dengan gaya malu-malu manakala Kyuhyun masih menatapnya intens penuh rasa keingintahuan.

Jangan memanggilku Oppa!” Kyuhyun menggeram hebat.

“Baiklah,” ujar Piggy. “Apakah ada yang aneh sebelum kejadian itu terjadi?” Piggy kembali ke topik utama.

Kyuhyun berpikir sejenak, lalu menggeleng. “Tidak ada yang aneh dengan hari-hari sempurna seorang Cho Kyuhyun. Kecuali saat Hwa Young membuat tekanan darahku meningkat!

“Eonni?”

Ya, gadis tak tahu diri itu. Kau pasti lebih mengenalnya. Bayangkan saja, dia selalu memasang tampang dinginnya tapi ketika bersama orang itu—dia bahkan mengobral senyum,” Kyuhyun kembali menggeram. Jika saja saat ini dia masih memiliki kaki sempurna seorang manusia, dia pasti tak segan-segan menendang hancur apa pun di dalam kamar tidur itu.

Piggy kini menatap serius pada Kyuhyun, seolah otaknya sedang berpikir keras dan ketika raut wajahnya berubah menandakan bahwa ia akhirnya menemukan jawaban atas pemikiran kerasnya. Sontak saja Piggy melontarkan kesimpulan yang ia dapat, “Bukankah itu artinya kau, kau menyukai—Eonni?”

Kyuhyun terlonjak. Bahkan Piggy dapat mengetahui perasaan sebenarnya Kyuhyun terhadap Hwa Young. “Tidak, aku tidak menyukai gadis gila itu!” namun harga diri Kyuhyun masih terlalu tinggi untuk mengakui perasaannya.

“Sepertinya itu hanya kalimat pembelaan? Kau membela diri dari apa? Tidak ada yang salah dengan menyukai seseorang,” tuding Piggy.

Untuk ukuran seekor babi, kau cukup pintar tapi bukankah ucapanmu itu terlalu berlebihan?” desah Kyuhyun. “Kau mungkin menyukai Eonni kesayanganmu itu, tapi tidak denganku. Tak akan ada orang yang menyukai Hwa Young seperti kau menyukainya, jadi jika aku menyukainya maka aku adalah…,” Kyuhyun yang berceloteh panjang lebar akhirnya terdiam. Ekspresinya berubah drastis.

“Ada apa?” tanya Piggy.

Jantung Kyuhyun berdetak kasar, ia menelan ludah yang terasa pahit di lidahnya yang kelu, “Jika aku menyukainya maka aku…,” ia kembali menelan ludah dan kali ini benda cair itu terasa menyakiti kerongkongannya, “…seekor babi…,” lanjutnya pelan.

“Apa maksudmu? Kau pernah mengeluarkan kata-kata seperti itu?” Kyuhyun tertunduk dan Piggy mendelik tak percaya. “Kau mengatakan pada Eonni?”

Kyuhyun menggeleng, “Aku mengatakan pada Hyukjae,” jawab Kyuhyun sebelum ia melanjutkan kalimatnya, “Tapi Hwa Young mendengar perkataanku,” Kyuhyun semakin lemas dan kehilangan seluruh tenaganya.

“Aku bisa merasakan seperti apa perasaan Eonni setelah mendengar kata-katamu yang sangat kejam itu,” mendadak Piggy murung, ia sangat memikirkan Hwa Young. Tatapan Piggy lalu beralih pada Kyuhyun, “Kau mungkin bisa menyangkali perasaanmu, tapi kau tahu kebenarannya dan kau sedang membohongi dirimu sendiri. Apa kau pernah mendengar bahwa ucapan itu adalah doa?” tanya Piggy. Kyuhyun tetap terdiam, ia bahkan tak berselera untuk mengomentari perkataan cerdas Piggy.

Jadi apa yang harus aku lakukan?” terlihat sekali keputusasaan Kyuhyun. Jika otak normalnya bekerja, tak mungkin dia meminta pendapat Piggy.

“Aku hanya bisa menarik satu kesimpulan,” ucapan Piggy sukses membuat Kyuhyun berhasil mengangkat moncong pink-nya itu. Ia menatap Piggy. “Kau harus bisa mendapatkan sebuah pengampunan yang tulus dari Eonni,” mendadak saja Kyuhyun dapat melihat seluruh daftar dosanya dan ia menjadi semakin lemas. Apakah mungkin Hwa Young mau memaafkannya?

Bagaimana caranya?” rasanya semakin berat saja beban hidup Kyuhyun.

“Hmm…mari kita pikirkan!” Piggy mulai memandangi langit-langit, tandanya ia sedang mencari ide. “Aha! Oppa, kau pernah dengar dongeng pangeran katak? Bukankah pangeran itu kembali menjadi manusia setelah dicium oleh seorang putri?” sepertinya Hwa Young sering sekali membacakan dongeng pada Piggy, dia sejenis babi manja.

Perkataan Piggy sukses membuat kulit pink di tubuh Kyuhyun semakin kemerahan. Detik selanjutnya Kyuhyun dan juga Piggy mulai membayangkan scene romantis menggelikan dimana dengan efek slow motion bibir sensual Hwa Young mendekati moncong seksi Kyuhyun yang berwarna pink cerah merona dan ketika detik-detik terakhir sebelum bibir kedua makhluk beda spesies itu bersatu padu…

“TIDAAAAAAAK!”

“NGGRRROOOK!”

Terdengar paduan suara Kyuhyun dan Piggy. Mereka segera mengusir tuntas halusinasi sesat itu. Kyuhyun mendadak merinding dan rasanya sangat mustahil hal seperti itu terjadi, sementara Piggy sangat tidak rela jika ciuman pertama Eonni kesayangannya sangat mengenaskan meskipun itu adalah Kyuhyun tapi saat ini Kyuhyun sedang mendiami tubuh Piggy.

“Sudahlah. Bagaimanapun caranya—kau harus bisa membuat Eonni memaafkanmu,” kata Piggy kemudian. Ia tak ingin lagi memikirkan ide yang bisa membawa mereka terjerumus dalam halusinasi liar.

~.o0o.~

Pagi hari yang cerah di musim semi, meskipun Kyuhyun tidak secerah dan sehangat musim semi karena insiden mengerikan itu namun ia tetap mengikuti Piggy ke sekolah. Seperti biasa, ransel adalah rumah keduanya. Para siswi berlonjak girang saat melihat makhluk tampan yang mereka sebut dengan prince Kyuhyun. Sayang sekali mereka tidak mengetahui jika pangeran sesungguhnya telah bertukar posisi.

“Kyuhyun!”

“Oppa!”

“Sunbaenim!”

Teriakan-teriakan seperti itu adalah hal rutin yang menyapa Kyuhyun ketika tiba di sekolah. Piggy yang baru mengalami hal-hal seperti itu mendadak menjadi salah tingkah ketika dirinya menjadi sumber perhatian. Merasa semua memperhatikannya dengan baik, hanya satu yang terlintas dalam otak Piggy. Ia mulai tersenyum lebar dan gadis-gadis itu kembali terpekik melihat senyum langka pemuda tersebut, apalagi dengan senyuman selebar itu membuat mereka memiliki kesempatan untuk menghafal susunan gigi putih yang berbaris rapi milik idola mereka. Tak hanya itu, Piggy mulai melambaikan tangan ala Miss Universe di atas panggung pemilihan ratu sejagat dan semua itu dilakukan dengan menggunakan tubuh Cho Kyuhyun—sontak saja para gadis mimisan masal. Meskipun tak melihat kejadian itu, tapi Kyuhyun yang berdiam di dalam ransel seperti merasakan sebuah belati tajam yang seakan mengoyak-ngoyak jantungnya.

Piggy memasuki kelas, masih dengan senyum close up sempurnanya. Beberapa hari ini sekolah mendadak heboh karena perubahan sikap pemuda bernama Cho Kyuhyun. Ice prince adalah image yang melekat begitu kuat pada sosok Kyuhyun dan entah sejak kapan seluruh permukaan es yang menyelimutinya telah mencair. Tentu saja sejak pertukaran mengerikan itu terjadi. Tak ada yang tahu selain Kyuhyun dan Piggy.

Hwa Young yang sejak awal hanya menyibukkan diri dengan mengerjakan pelajaran apa pun yang ia ingin kerjakan sehingga ia tak begitu memperhatikan sosok pemuda tampan yang terus memandanginya. Hwa Young merasa gerah karena terus diperhatikan, ia akhirnya mengangkat wajahnya. Melihat Hwa Young mengarahkan matanya, tak membuang banyak waktu Piggy menyapa Hwa Young dengan mengangkat tangan kanannya. Ada kerutan tipis yang nyaris tak kelihatan di dahi Hwa Young—kepalanya pasti terbentur—Hwa Young membatin dan kemudian melanjutkan pekerjaannya.

Tak berapa lama kemudian, binar-binar cerah terpancar dari bola mata Piggy ketika melihat Sungmin memasuki kelas. Piggy bahkan tak membalas seringaian lebar Hyukjae ketika muncul di pintu kelas. Mata Piggy hanya fokus pada Sungmin yang berjalan beberapa langkah di depan Hyukjae.

“Mau ke mana?” tanya Hyukjae begitu melihat sahabatnya membereskan perlengkapan sekolahnya.

“Menyelamatkan diri,” jawab Piggy. Raut wajahnya begitu ngeri, pasalnya Piggy seperti melihat tulisan ‘Raja Mesum’ di dahi Hyukjae. Ia segera melenggang dan menghampiri gadis yang duduk tepat di sebelah Sungmin. “Permisi,” sapanya ramah dan sontak saja gadis itu menganga melihat sebuah senyuman yang kembali dihasilkan oleh wajah tampan Cho Kyuhyun. “Bolehkah kita bertukar tempat?” tanyanya lagi.

Jangankan bersuara, gadis itu hanya mengangguk-angguk seperti seekor kerbau bodoh yang telah dicucuk hidungnya—lalu, dengan enteng dia mempersilahkan pemuda tampan tersebut mengambil tempat duduknya. Sungmin yang sibuk membaca buku merasa tengkuknya meremang dan ketika menoleh ke sisi kanan, ia terperanjat melihat seseorang sedang memandanginya dengan kemesraan tiada tara.

“Kyuhyun?”

“Kurasa kita bisa menjadi teman akrab,” Piggy mengulurkan tangannya.

“Aku dikhianati,” batin Hyukjae setelah menyaksikan kejadian itu. Kepalanya terantuk lemas di atas meja belajar.

Meskipun sangat kebingungan dan sekalipun hati nurani Sungmin sedang memperingatkannya untuk tidak menanggapi sosok yang dikenal karena kepopuleran serta keangkuhan yang melekat pada diri sosok itu, namun Sungmin tetap saja membalas uluran tangan ‘Kyuhyun’.

“Kau sangat tampan, Oppa,” Piggy mengedipkan sebelah matanya dengan sangat genit mengalahkan kecentilan anggota girl band. Sontak saja Sungmin merasakan tubuhnya seakan dihempaskan ke dasar jurang. Dengan segera Sungmin menarik tangan tapi Piggy justru semakin erat menggenggam tangan Sungmin, pemuda itu kembali berusaha melepaskan tangannya dan Piggy pun menambah kekuatan untuk menggenggam tangan Sungmin. Sungmin sudah pucat pasi ketika tangan kiri Piggy justru membelai lembut tangannya.

God, cabut nyawaku sekarang juga!” erang Kyuhyun di dalam ransel.

Begitu berhasil melepaskan diri, Sungmin segera meluncur ke luar kelas dengan jantung yang berdebar abstrak. Sementara Piggy mulai meletakkan kedua tangan di kedua belah pipinya yang bersemu merah. Tak cukup dengan itu, Piggy segera mengipas wajahnya dengan tangan. Ia pasti merasa wajahnya memanas. Sejak itu, Sungmin selalu menghindar ketika melihat sosok ‘Kyuhyun’ jadi-jadian tanpa menyadari bahwa itu adalah ulah Piggy, makhluk penyayang dan penuh kelembutan yang mendiami raga Kyuhyun.

Hyukjae tersenyum puas, setelah cukup jengah diterlantarkan oleh sahabatnya dan akhirnya pemuda yang dikenalinya sebagai Kyuhyun itu kembali menduduki tempat semula.

“Kyu,” giliran Hyukjae yang memamerkan puppy eye’s tingkat dewa. Piggy lantas membaca doa perlindungan. “Syukurlah kau kembali,” rupanya Hyukjae cukup kesepian dan merasa teraniaya karena tidak dipusingkan oleh sahabatnya itu. Piggy hanya menunjukan peta waspada di raut wajahnya. Ya, tak ada yang bisa dia lakukan setelah Sungmin memasang pengamanan luar biasa dengan meminta anggota klub taekwondo duduk di depan, belakang, samping kanan bahkan samping kiri Sungmin.

Tengkuk Sungmin meremang, raut wajah Sungmin mulai memucat. Lalu dengan hati-hati Sungmin memiringkan kepalanya. Sungmin menoleh takut-takut dan detik selanjutnya ia kembali menatap lurus ke depan dengan wajah yang telah seputih kertas. Bagaimana Sungmin tidak berekspresi seperti itu jika dengan mata kepalanya menyaksikan sosok ‘Kyuhyun’ menatap sendu penuh cinta padanya dan bibir seksi pemuda tampan itu terlihat melakukan adegan cium jauh dengan sangat lembut. Hyukjae saja yang tanpa sengaja menyaksikan adegan itu mendadak daya penglihatannya menurun, ia hampir saja menjadi buta jika tak segera menampar pipinya untuk menyadarkan dirinya sendiri.

Gerakan tak lazim terlihat dari dalam ransel. Menyadari jika mata Hyukjae tertuju pada ransel, dengan segera Piggy menarik ransel itu dan meluncur ke luar kelas.

APA KAU SUDAH GILA?

Piggy segera menyumbat telinganya ketika membuka ransel dan langsung diserang dengan amukan hebat Kyuhyun.

“Oppa,” Piggy terlihat gugup.

OPPA PANTATMU! JANGAN PANGGIL AKU DENGAN SEBUTAN ITU!”

Piggy memastikan telinganya tersumbat sempurna untuk menghalau suara serak-serak seksi cetar membahana itu agar tidak merusak pendengarannya.

Dasar kau makhluk sesat, mengapa kau lakukan itu padaku? Mengapa?” Kyuhyun emosi super kuadrat mengingat harga dirinya telah habis terkuras oleh kelakuan abnormal Piggy.

Merasa dimarahi dengan sangat kasar membuat hati terdalam Piggy yang memiliki kelembutan maksimal mulai bereaksi. Sungguh, dia tak pernah menerima perlakuan kasar seperti yang dilakukan oleh Kyuhyun. Air muka Piggy berubah, matanya mulai berkaca-kaca. Bibir Piggy mulai bergetar berirama, Piggy menyandarkan tangan kirinya pada dinding dan dengan tangan kanan ia menyapu lembut wajahnya. Kyuhyun merasa seseorang baru saja menghantam kepalanya dengan batu gunung ketika menyaksikan apa yang sudah dilakukan Piggy dengan menggunakan tubuh sempurnanya.

“Kyuhyun?”

Kedua makhluk itu langsung menoleh pada sumber suara. Tak disadari jika bel istirahat telah berbunyi dan murid-murid telah berkeliaran di sekitar mereka.

“Kyuhyun?” Hyukjae kembali memanggilnya dengan tanda tanya besar yang bersarang di kepala. Matanya turun pada makhluk pink di dekat kaki sosok Kyuhyun. Kyuhyun dan Piggy sama-sama terkejut.

“Piggy?” lebih terkejut lagi Hwa Young yang telah berdiri mematung.

“Ah—hai,” Piggy tak tahu apa yang harus dilakukan hanya menyapa ramah meskipun dia salah tingkah.

“Hei Kyu, mengapa ada seekor babi di sekolah kita?” Hyukjae semakin penasaran, “Apa dia bersamamu?” semua murid merasakan rasa penasaran yang sama seperti yang dirasakan oleh Hyukjae.

Jantung Kyuhyun sudah tak bisa ditoleransi debarannya. Mendadak ia ingin menghilang.

“Dia—dia,” Piggy seakan tak sanggup membuka mulutnya. Mana mungkin dia mengatakan jika hewan itu sebenarnya adalah Kyuhyun dan mereka telah bertukar posisi. Mustahil.

“Piggy—mengapa kau di sini?” Hwa Young bergumam pelan.

“Piggy? Siapa Piggy?” tanya seseorang. “Apakah hewan itu?” tanyanya lagi dan kini semua mata tertuju pada Hwa Young.

Hwa Young yang baru menyadari jika semua tengah memandanginya mendadak gugup, ia kebingungan dengan apa yang harus dijawabnya. “Aku…,” Hwa Young kembali terdiam. Hwa Young tertunduk, ia tak tahu bagaimana Piggy bisa berada di sekolah dan ia tak berani menatapi sosok Kyuhyun dan sepertinya Hwa Young tak punya pilihan lain selain, “Ya, benar. Hewan peliharaanku,” mengakui kebenaran, Hwa Young masih tetap tertunduk. Sontak saja murid-murid berdecak. Mereka pasti semakin meyakini bahwa keanehan Hwa Young.

Kyuhyun menjadi begitu sedih melihat Hwa Young diperlakukan seperti itu, Kyuhyun merasa bodoh karena tak bisa melakukan apa pun dengan tubuh Piggy. Ia merasa semakin buruk ketika menyadari bahwa dirinya pun tak ada bedanya dengan murid-murid yang selalu memandang Hwa Young sebelah mata.

“Kau membawa hewan peliharaanmu ke sekolah?” desis seorang murid.

“Dasar gadis aneh.”

Hwa Young masih tetap setia menundukkan kepalanya. Kyuhyun semakin bersalah, bahkan Hwa Young tak mencoba menyangkali bahwa keberadaan hewan bernama Piggy di sekolah bukan karena ulah Hwa Young.

Jangan salahkan gadis itu,” ujar Kyuhyun. Piggy menoleh heran pada Kyuhyun. “Katakan saja pada mereka apa yang aku katakan,” ujar Kyuhyun lagi. Ia meminta Piggy untuk mengucapkan kalimat itu agar bisa di dengar oleh mereka.

“Jangan salahkan gadis itu,” Piggy mengulangi pernyataan Kyuhyun. Sontak saja semua mata tertuju pada Piggy yang mendiami tubuh Kyuhyun tak terkecuali Hwa Young yang sukses mengangkat kepalanya memandangi wajah tampan pemuda itu.

Itu bukan kesalahan Hwa Young.

“Itu bukan kesalahan Hwa Young.”

Raut wajah Hwa Young semakin berubah, ia tak pernah bermimpi bahwa Kyuhyun akan membelanya.

Aku yang membawa Piggy ke sekolah,” ujar Kyuhyun.

Piggy memandangi Kyuhyun dan melanjutkan apa yang dikatakan oleh pemuda itu, “Aku yang membawa Piggy ke sekolah.”

Tanda tanya besar bermunculan dari kepala semua murid yang mendengar perkataan yang terus keluar dari bibir ‘Cho Kyuhyun’.

“Jadi, kau yang membawa hewan ini ke sekolah?” tanya Hyukjae. Ia terlihat berpikir sesaat dan kembali menanamkan sorot matanya pada sahabat baiknya itu, “Bukankah hewan ini milik Hwa Young? Lantas—bagaimana bisa justru kau yang membawanya ke sini?”

Kegaduhan kembali diperdengarkan oleh murid-murid. Mereka berbisik-bisik ikut mempertanyakan keanehan situasi itu. Ya, logika mereka mulai mengira-ngira. Bagaimana bisa hewan peliharaan Hwa Young justru berada pada Kyuhyun?

“Apa yang harus kukatakan?” tanya Piggy.

Menurutmu?” Kyuhyun balik bertanya.

“Mengakui bahwa kau dan Eonni tinggal serumah?” Piggy mempertanyakan satu-satunya jawaban yang mampir di kepalanya. “Kurasa kau sudah gila jika mengijinkan aku mengatakan itu,” Piggy menepis kemudian.

Kyuhyun terdiam, ia menarik nafas kasar. “Ya, aku memang sudah gila. Jadi, lakukan saja apa yang menurutmu benar,” lanjutnya lagi.

“Kau bercanda?” Piggy menatap tak percaya pada Kyuhyun.

Kau ingin yang kukatakan hanyalah candaan?” Kyuhyun menggeram.

“Ah, tidak. Jangan lakukan itu,” Piggy meralat kembali pernyataannya. “Baiklah. Sepertinya itu yang terbaik. Satu hal lagi, aku tidak pernah menyangka bahwa kau masih bisa bereaksi terhadap bisikan malaikat,” decak Piggy.

Jangan cerewet. Lakukan saja!” suara serak basah yang dihasilkan Kyuhyun dari mulut Piggy terdengar naik satu oktaf daripada sebelumnya, hal itu menandakan bahwa emosi Kyuhyun juga sedang meningkat.

Piggy tersenyum puas dan ketika dia dan tentu saja Kyuhyun menoleh ke arah kerumunan siswa yang menanti sebuah jawaban, kedua makhluk itu terkejut menyaksikan mulut semua orang menganga lebar dan mereka tampak seperti orang idiot. Tentu saja, mereka baru saja menyaksikan perdebatan yang baru pertama kalinya terjadi sepanjang sejarah berdirinya sekolah, atau mungkin sepanjang hidup mereka dimana seorang pemuda tampan bisa berkomunikasi lancar bebas hambatan dengan seekor babi. Luar biasa.

“Ehm—jadi begini,” Piggy berdehem dan itu membuat Kyuhyun meringis babi menyaksikan tingkah Piggy yang terlalu berlebihan hanya untuk mengatakan kebenaran, “Alasan mengapa Piggy ada bersamaku karena aku dan Hwa Young…,” Piggy diam. Piggy sengaja mengambil jeda, ia sangat menikmati lobang hidung kembang-kempes di wajah semua siswa karena terlalu berdebar-debar menantikan kelanjutan ucapannya.

Jangan berbelit-belit!” tegur Kyuhyun yang telah berada diambang frustasi.

“Aku dan Hwa Young telah hidup bersama,” perkataan Piggy sukses membuat para siswa mendapatkan sengatan listrik di tubuh mereka.

Hei, bukankah caramu menjelaskan membuat mereka beranggapan negatif?” selidik Kyuhyun. Benar saja, gadis-gadis tampak pucat pasi setelah merasakan tombak menancapi jantung mereka karena mengira Kyuhyun dan Hwa Young telah hidup bersama sebagai pasangan kekasih, tunangan atau bahkan suami-istri.

“Maksudku, aku dan Hwa Young tinggal di bawah atap yang sama karena ibu Hwa Young adalah sekretaris rumah tangga keluargaku,” Piggy meluruskan kesalahpahaman yang hampir membuat gadis-gadis memutuskan untuk mengakhiri hidup.

Hyukjae terperangah hebat, “Benarkah?” dia cukup syok bahwa dia tidak sepenuhnya mengetahui seluk beluk Kyuhyun, sahabatnya. “Jadi—selama ini kalian?” ia tak berniat melanjutkan pertanyaan, namun tetap saja Piggy mengangguk antusias membenarkan kelanjutan dari pertanyaan Hyukjae yang tidak sempat dilontarkan.

Mereka tak menyadari jika Hwa Young belum berkutik sejak pernyataan yang membeberkan kenyataan tentang dirinya dan Kyuhyun. Gadis itu hanya menatap nanar dengan bola mata yang berkaca-kaca, ia terlihat sangat sedih sebelum akhirnya memutuskan meninggalkan tempat itu.

Hwa Young,” Kyuhyun tertegun. Ia tak menyangka akan melihat ekspresi sesedih itu dari wajah Hwa Young. Ia tak tahu apa yang salah dengan kebenaran itu.

Piggy yang menyadari kepergian Hwa Young dengan segera pergi, ia menyusuli Hwa Young. Kyuhyun juga melakukan hal yang sama. Mereka tak perduli ketika semua orang masih terus menatap heran pada mereka. Hwa Young memasuki perpustakaan—sepertinya dia tak memiliki cadangan tempat di dalam otaknya selain perpustakaan.

Pelan-pelan Piggy menghampir Hwa Young yang telah duduk di sebuah tempat. Hwa Young terlihat melamun dan begitu melihat sosok pemuda tampan yang sedang mendekatinya itu, cepat-cepat Hwa Young mengambil sebuah buku di atas meja lalu membenamkan diri dalam buku itu seolah ia tak ingin diganggu oleh siapa pun.

“Eon…,” Piggy sadar jika dirinya sekarang adalah seorang Cho Kyuhyun, “Hwa Young,” ujarnya pelan. Hwa Young tak bereaksi. Piggy maju dua langkah lagi, “Hwa Young,” panggilnya lagi.

Kyuhyun baru saja tiba di tempat itu, meskipun memiliki empat kaki tapi tak membuat Kyuhyun mampu bergerak cepat. Ia dapat merasakan suasana canggung yang terjadi di antara mereka bertiga. Jangankan bersuara, menoleh saja tidak dilakukan oleh Hwa Young.

“Itu…”

“Apa lagi?” tanya Hwa Young sebelum Piggy menuntaskan perkataannya. “Apa lagi yang ingin kau lakukan?” ia memperjelas pertanyaannya.

“Apa?” alis Piggy sedikit berkerut.

Hwa Young menutup bukunya, ia lalu memandang wajah pemuda tampan yang terlihat memasang tampang lugu tiada berdosa. “Kau sangat hebat. Bahkan kau masih bisa memasang ekspresi itu. Kau pun bertanya seolah tak ada yang salah,” Hwa Young menarik senyum sinis.

“Maksudmu?” otak Piggy belum bisa diajak berkompromi dengan situasi itu, “Aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Bukankah kita memang tinggal bersama?”

Hwa Young kembali tertawa kecil, ia mendesah lalu memalingkan wajahnya—menarik nafas panjang sebelum akhirnya kembali menatapi bola mata si tampan. Hwa Young bangkit dari tempat duduk itu, ia berjalan mendekati tubuh Kyuhyun. Wajah Hwa Young sangat tidak bersahabat.

“Apa salah jika aku tinggal di rumahmu?” tanya Hwa Young, Piggy menggeleng. “Itu semua karena pekerjaan ibuku. Jadi tidak ada yang salah dengan itu, bukan?” tanya Hwa Young lagi dan Piggy mengangguk. “Mengapa kau berubah pikiran?” tanya Hwa Young.

Kyuhyun tampak kebingungan, begitu juga dengan Piggy. “Apa maksudmu?” tanya Piggy.

“Cho Kyuhyun. Kau memang sangat hebat,” Hwa Young menatap tak percaya pada sosok Kyuhyun yang berdiri di hadapannya. “Bukankah sejak awal kau yang membuat semua itu terlihat salah? Perlukah aku mengingatkanmu kembali seperti apa perlakuanmu terhadapku?” pertanyaan Hwa Young sukses membuat Kyuhyun tersentak. Ya, dia tak akan mungkin melupakan semua yang sudah dilakukannya terhadap Hwa Young. “Kau harusnya tahu bahwa aku sudah tak perduli jika kau hanya buta terhadapku. Di rumah, di sekolah, dimanapun keberadaanku—aku sudah terbiasa ketika kau tak sedikit pun melihatku. Aku yang olehmu dan mereka diperlakukan seolah aku adalah alien atau apa pun itu selain manusia. Kau—ah, salah…maksudku kalian. Kalian membuatku terbiasa dengan semua itu,” mata Hwa Young terlihat berkaca-kaca, ada kepedihan yang terpendam di sana.

Piggy hanya diam, dia sangat mengerti apa yang dirasakan oleh Hwa Young sementara Kyuhyun telah membatu.

“Mengapa kau tiba-tiba mengakui kebenaran yang selama ini kau tutup-tutupi di depan semua orang?” Air mata Hwa Young menetes begitu saja, “Dan apa ini?” Kyuhyun dapat merasakan jantungnya terpukul ketika mata Hwa Young bergeser kepadanya. “Kupikir sejak awal kau satu-satunya yang berniat menyingkirkan Piggy. Kini kau bahkan membawa Piggy ke sekolah? Mengapa tidak kau katakan saja bahwa aku yang membawanya? Bukankah Piggy milikku? Kau baik sekali Kyu.”

Hwa Young terlihat sangat kesal, bola matanya memancarkan kemarahan ketika menumpahkan isi hatinya.

“Apa maksudmu melakukan ini padaku?” tanya Hwa Young.

“Hwa Young….,” Piggy tak mungkin menjawab, itu bukan bagian yang harus dia jawab.

“Kau benar-benar Cho Kyuhyun?” pertanyaan kali ini sama-sama membuat Kyuhyun dan Piggy berdebar keras. “Mengapa kau sangat berbeda? Mengapa kau berubah? Kau membuatku hampir tak dapat mengenalimu. Kau curang, seharusnya kau memberitahuku bahwa kau ingin berubah agar aku dapat mempersiapkan diri. Kyu, aku sudah cukup nyaman dengan dirimu yang dulu,” air mata Hwa Young lagi-lagi meluncur di pipi mulusnya.

“Aku. Maafkan aku…,” hanya itu yang dapat dikatakan oleh Piggy, mewakili perasaannya dan juga Kyuhyun.

“Bukankah sudah kukatakan, seharusnya kau cukup mengabaikanku. Berkatmu, lihat apa yang akan dilakukan oleh mereka,” Hwa Young menyeka kasar air matanya, ia berlari meninggalkan Piggy dan Kyuhyun yang belum bisa berkutik.

Kyuhyun bodoh, harusnya dia mengakui sejak awal bahwa dia menyukai Hwa Young dan karena dia terus menyangkalinya, maka seperti inilah hasilnya. Hwa Young menyalahpahami Kyuhyun dan menganggap Kyuhyun benar-benar membencinya. Sekarang siapa yang lebih menderita? Kyuhyun harus bekerja keras untuk memperbaiki hubungannya dengan Hwa Young.

~.o0o.~

Apa ini ide yang baik?

“Tentu. Atau kau punya usul?”

Tak ada yang bersuara. Kyuhyun dan Piggy sama-sama terdiam. Mereka kini berdiri tepat di depan sebuah pintu yang tertutup rapat. Di balik pintu itu adalah kamar Hwa Young.

Kyuhyun mendongak, “Apa yang kau lakukan?” tanyanya pada Piggy yang langsung terlihat berpikir. Kebingungan. “Kau menungguku menendang-nendang pintu ini?” desis Kyuhyun.

“Ah,” Piggy mengerti dan akhirnya mulai mengetuk pintu. Dua kali mengetuk, tapi tak ada jawaban. “Sepertinya Eonni tidak berada di kamarnya.”

Aku tak melihatnya keluar kamar sejak pulang sekolah,” jawab Kyuhyun.

“Kau terus mengawasi Eonni?” Piggy begitu takjub. Kyuhyun hanya bungkam. Tentu dia akan melakukan itu, rasa bersalah membuatnya tak tenang. Piggy kembali mengetuk pintu kamar Hwa Young, “Bagaimana jika kita masuk saja? Pintunya tidak terkunci,” usul Piggy.

Kau ingin menambah kebencian Hwa Young padaku? Dasar sesat!

Piggy hanya mendengus membuat seluruh isi perut Kyuhyun berputar melihat ekspresi manja yang dihasilkan Piggy pada wajah tampannya. Tak berapa lama pintu kamar itu terbuka, seraut wajah dingin Hwa Young terlihat dari balik pintu. Hwa Young tak bersuara, ia hanya memandangi ‘Kyuhyun’ meminta penjelasan akan keberadaannya di situ.

“Kau tak mungkin salah kamar, bukan?” tanya Hwa Young setelah jengah menunggu apa yang akan diucapkan oleh pemuda tersebut.

“Tidak,” ujar Piggy.

Good,” angguk Hwa Young. Ia berniat menutup pintu ketika Piggy mencegahnya melakukan itu dengan menahan pintu tersebut. “Jadi—katakan alasanmu?” ulang Hwa Young.

“Sebenarnya, aku…,” Piggy tiba-tiba saja merasa gugup. Ia tak pernah melihat aura seseram itu mengelilingi eonni kesayangannya.

“Sebaiknya tuntaskan perkataanmu dalam lima detik atau kubuat jari-jarimu putus!”

“Kita belajar bersama!” seru Piggy dalam satu tarikan nafas.

Piggy merasa gugup mendengar pernyataan ekstrim Hwa Young, apa lagi ia menyadari jika mata Hwa Young tertuju pada tangannya yang masih menempel di tepian pintu. Dengan segera Piggy menarik tangan, sangat berbahaya jika ia melakukan kesalahan terhadap tubuh sempurna Kyuhyun. Kyuhyun sendiri mulai gemetar halus melihat keseraman yang dipamerkan oleh Hwa Young.

Hwa Young melangkah maju mendekati ‘Kyuhyun’, ia menatap pemuda itu lekat-lekat. “Apa yang sedang kau rencanakan?”

“Tidak ada,” jawab Piggy cepat. “Belakangan ini nilaiku menurun, aku harus memperbaiki sebelum Ayah dan Ibu tahu. Belajar bersamamu rasanya dapat membantuku.”

“Mengapa aku harus melakukan itu?” tanya Hwa Young. “Kau bisa menyewa guru atau siapa pun yang kau inginkan,” selidik Hwa Young.

“Ehm..tidak. Bukan apa-apa. Hanya saja aku tidak menyukai guru private—kau tahu itukan?” ujar Piggy. “Dan juga—sebenarnya, aku ingin meminta maaf. Aku tidak mengira jika apa yang kulakukan melukaimu.”

Hwa Young terperangah, “Kau benar-benar…Cho Kyuhyun?”

Piggy memaksakan diri tersenyum meskipun jantungnya terus berdebar keras sama halnya dengan Kyuhyun. Mereka cemas jika Hwa Young mengetahui rahasia mereka.

“Jadi, bolehkan?” tanya Piggy.

Hwa Young terdiam, ia masih menyelidiki inci demi inci ekspresi di wajah ‘Kyuhyun’ mencari keseriusan dari perkataan itu.

“Akan kupikirkan.”

“Artinya kemungkinan kau bersedia masih ada?” Piggy bertanya lagi.

“Sebaiknya kau berdoa,” lanjut Hwa Young enteng.

“Baiklah. Aku menanti jawabanmu, besok,” tutur Piggy. “Tunggu!” ia kembali mencegah Hwa Young menutup pintu kamar itu, “Aku juga ingin mengembalikan Piggy padamu,” Perkataan itu sukses membuat Kyuhyun tersentak. “Belakangan ini aku juga tak tahu mengapa hewan aneh ini terus menempeliku—tapi kau tahukan jika dia sangat menyayangimu?” ujarnya sambil mengarahkan ekor matanya pada hewan pink yang bola matanya terlihat hendak melompat keluar karena terus memelototkan matanya.

Piggy?” Kyuhyun meminta penjelasan Piggy. Pasalnya, itu tidak termasuk dalam rencana mereka.

“Baiklah,” jawab Hwa Young santai, ia melenggang pergi meninggalkan pintunya sedikit terbuka.

“Jangan merusak tampangku! Kau membuatku terlihat seperti hasil perkawinan silang antara babi dan katak,” desis Piggy, ia tak terima dengan bola matanya yang dilebar-lebarkan Kyuhyun.

Dasar otak babi!” Kyuhyun mencibir dan itu terlihat menggemaskan karena dilakukan melalui bibir sensual Piggy. “Jadi, jelaskan apa maksud perkataanmu tadi? Kau mengembalikanku? Katakan saja jika kau ingin menguasai kamarku, bukan begitu?

“Huffth, darimana aku harus menjelaskan?” gumam Piggy. Ia memperbaiki tatanan poninya. “Ah—ternyata memakai benda itu tidak cukup menyenangkan,” katanya lagi sambil mengedip-ngedipkan matanya.

Kyuhyun terkejut dan tubuhnya mulai gemetar, “Jangan katakan jika kau memakai…,” Kyuhyun tak berani melanjutkan perkataannya. Dia hanya bergidik dan berharap jika pemikirannya salah.

“Oppa, kau tahu cara memakai maskara? Bulu mataku merekat sempurna,” ucapan Piggy serasa meng-non-aktifkan kinerja otot Kyuhyun.

SETAN LAKNAT!” teriak Kyuhyun, “Berapa kali harus kukatakan, jangan melakukan hal-hal aneh dengan tubuhku,” Kyuhyun mengamuk.

“Cih, setan berteriak setan,” batin Piggy meringis. “Oke..oke..,” Piggy mencoba meredakan amarah Kyuhyun. “Sebaiknya kembali ke topik awal. Aku tidak ingin menguasai kamarmu atau apa pun itu. Kau harus ingat bahwa kemungkinan Eonni adalah kunci kesuksesan pertukaran roh kita. Kau harus membuat Eonni mengurangi kebenciannya padamu. Berada di kamar Eonni rasanya dapat membuatmu memiliki banyak kesempatan dan satu hal lagi, bukankah saat ini kau adalah Piggy? Hewan peliharaan Eonni. Jadi, bertingkahlah selayaknya dan jangan mencoreng wajahku!” komentar Piggy panjang lebar.

Kyuhyun mendesah lemah. Dia terdiam untuk beberapa saat sebelum akhirnya berkata, “Baiklah,” Kyuhyun merasa apa yang diucapkan Piggy cukup benar. Lebih sering bersama Hwa Young pasti akan sangat membantu.

“Oppa. Fighting!”

Kyuhyun menggeram, namun Piggy telah terlebih dahulu pergi sebelum Kyuhyun menjejalkan jurus-jurusnya. Kyuhyun menarik nafas panjang, ia memandangi pintu yang membentang tinggi di hadapannya. Kegugupan terlihat jelas darinya seolah dia sedang berdiri tepat di depan pintu neraka. Dia harus masuk ke dalam sana, untuk kedua kalinya dia akan berada di dalam kamar Hwa Young dan kali ini rasanya lebih mendebarkan dibandingkan pertama kali ia mendapati dirinya di sana dalam balutan tubuh Piggy.

Setelah puas berkali-kali menarik nafas berat, Kyuhyun melangkahkan keempat kakinya untuk memasuki kamar Hwa Young. Dia melihat Hwa Young sedang terpatri di meja belajar—kegiatan rutin Hwa Young dan sangat monoton. Kyuhyun memilih meletakkan bokong gempal seksinya di atas lantai, tak jauh dari kaki tempat tidur Hwa Young.

Hwa Young terhenti dari kegiatan tulis menulisnya, “Kau di sini?” tengok Hwa Young pada Kyuhyun yang menjelma sebagai seekor babi. “Kupikir kau tak mau lagi bersahabat denganku, Piggy,” katanya lagi.

Gadis itu lalu beranjak, ia mendekati Kyuhyun yang secara refleks mundur satu langkah dikalikan empat kakinya itu. Hwa Young memandanginya dengan seksama dan selanjutnya menariknya ke dalam dekapannya membuat jantung Kyuhyun serasa jatuh ke ujung ekor.

I miss you…miss you so much, Piggy,” ujar Hwa Young sambil mendekap erat tubuh tak berdaya itu. Satu-satunya sahabat baik Hwa Young adalah Piggy dan ketika Piggy yang di mata Hwa Young terlihat menjauh membuat gadis itu merasa sangat kehilangan.

Kyuhyun merasakan seluruh tubuhnya memanas dan jika terlalu lama dalam keadaan seperti itu, dia takut jika dia akan meleleh seperti es krim.

Hwa Young—kau sangat agresif,” Kyuhyun mendesah tak sadar diri jika saat ini dia adalah seekor babi.

“Ya aku tahu, aku juga sangat merindukanmu,” kata Hwa Young yang mengira hewan kesayangannya sedang menumpahkan rindu dendam membara yang terpendam. Hwa Young mengangkat ‘Piggy’ menatap lekat ‘Piggy’ dengan penuh kasih sayang tanpa menyadari jika roh yang bersemayam di dalamnya sedang bergejolak hebat. “Mengapa bisa-bisanya kau beberapa hari ini bersama iblis itu?”

Iblis?” debaran aneh di dada Kyuhyun berubah menjadi luapan emosi begitu mendengar sebutan Hwa Young terhadapnya, “Apa kau gila?

Hwa Young mengangkat sebelah alisnya, terlihat jika ia sedang memikirkan sesuatu dengan otak smart-nya itu, “Aneh. Tapi mengapa kau justru terlihat mirip dengannya—si Luci itu,” aura tak bersahabat di sekeliling ‘Piggy’ itulah yang membuat Hwa Young dapat merasakan jika sekilas hewan itu mirip dengan seseorang yang menyebalkan.

Luci? Kau memanggilku Luci?” Kyuhyun pusing, “Piggy bodoh. Idiot. Menyebalkan,” desisnya kesal. Kyuhyun mengira bahwa karena tingkah gemulai Piggy terhadap tubuhnya membuat Hwa Young berpikir jika orientasi seksual Kyuhyun telah berubah. Menyimpang.

“Kyuhyun tidak dapat dikategorikan sebagai iblis biasa. Dia itu Lucifer. Bukankah nama Luci lebih cocok dengannya?” Hwa Young bertanya girang tanpa rasa bersalah ketika menganugerahkan julukan baru pada Kyuhyun. Dia meminta pendapat ‘Piggy’ tanpa menduga bahwa ‘Piggy’ itu adalah sosok yang sedang dijelek-jelekan olehnya.

KAU!” Kyuhyun berteriak sengak. Dia mulai berpikir jika saja dia tak harus mengalah demi mendapatkan kembali tubuhnya, dia pasti sudah menghajar Hwa Young habis-habisan tak perduli jika Hwa Young seorang gadis. Belum sedetik berpikiran itu, Kyuhyun kembali menepis—dia tak akan mungkin tega melukai orang yang disukainya.

“Piggy, menurutmu—haruskah aku membantu Luci?”

Kyuhyun berusaha menerima apa pun yang dilakukan Hwa Young terhadapnya, termasuk dengan pelecehan nama itu. Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“Sebenarnya aku tak ingin, tapi karena kau setuju—baiklah,” jawaban Hwa Young yang terkesan enteng sempat membuat Kyuhyun terperangah, dia tak menyangka jika Piggy sangat berpengaruh pada pengambilan keputusan Hwa Young. “Lagi pula kau belakangan ini mulai mengkhianatiku,” desis Hwa Young. “Jangan lakukan itu lagi. Kau mengerti?” tanya Hwa Young dan kembali membekap ‘Piggy’ dalam pelukannya. Kyuhyun dengan sisa-sisa tenaga mencoba mengangguk. Hanya satu yang Kyuhyun rasakan—meleleh.

~.o0o.~

Pagi hari sekolah diselimuti dengan atmosfer aneh. Semua orang terus memandangi sosok pemuda tampan yang berjalan di sepanjang koridor. Bersama pemuda itu, tampak seekor babi yang melangkah angkuh dengan mengangkat tinggi-tinggi wajahnya. Ya—mereka adalah Kyuhyun dan Piggy yang roh mereka saling bertukar tempat. Mengingat satu sekolah sudah tahu tentang Piggy, maka Kyuhyun memutuskan untuk secara terbuka ke sekolah.

“Ah—bagaimana malam pertamamu dengan Eonni?”

Pertanyaan Piggy membuat Kyuhyun tersedak. Semua orang kini memandangi seekor babi yang terbatuk-batuk.

Mengapa kata-kata yang keluar dari mulutmu selalu mengajak orang untuk berpikiran negatif?

“Maaf. Aku belum terbiasa dengan percakapan manusia,” tawa Piggy meledak, namun sejurus kemudian dia membungkam mulut rapat-rapat setelah menyadari jika sang pemilik tubuh terlihat ingin sekali membunuhnya. Mereka kembali melangkah diiringi tatapan semua orang yang berpapasan dengan mereka. “Apa hanya perasaanku saja? Hari ini terasa aneh,” gumam Piggy.

Kita sedang menjadi headline news,” jawab Kyuhyun. Mereka terus melanjutkan perjalanan. Kyuhyun sebenarnya merasakan apa yang dirasakan oleh Piggy. Tatapan dan juga bisikan semua yang memandangi mereka—memang terasa aneh.

“Dia melakukan itu…,” telinga Kyuhyun cukup tajam untuk menangkap bisikan mereka yang berpapasan.

“Ya. Kemarin aku menyaksikan sendiri.”

“Bagaimana bisa dia melakukannya?”

“Entahlah, ada desas-desus bahwa mungkin saja dia itu…”

Suara-suara itu terus berkeliaran di sekitar Kyuhyun dan Piggy. Rasanya semua murid memang sedang membicarakan mereka, tapi masalah tepatnya tidak diketahui oleh dua makhluk ajaib itu.

“Cho Kyuhyun!”

Suara Hyukjae mengalihkan perhatian Kyuhyun dan Piggy. Mereka memandangi Hyukjae yang berjalan tergesa-gesa menghampiri mereka.

“Hyukjae,” ujar Piggy takut-takut. Dia sulit sekali menghilangkan image raja mesum di diri Hyukjae.

Hyukjae memandangi sekelilingnya lalu menghujani ‘Kyuhyun’ dengan sorot matanya yang tajam, “Kau tahu semua orang sedang membicarakanmu.”

“Sudah kuduga,” Kyuhyun membatin.

“Mereka? Ah—pasti tentang aku, Hwa Young dan Piggy,” tebak Piggy santai.

“Ya, itu juga termasuk. Tapi ada yang lebih menghebohkan lagi,” Hyukjae menelan ludah kasar, seolah apa yang diketahui olehnya terasa sangat berat untuk diungkapkan.

Hyukjae sedikit mencondongkan wajahnya dan berbisik di telinga ‘Kyuhyun’, “Ini semua muncul setelah melihat perdebatanmu dengan hewan itu,” katanya sambil melirik pada ‘Piggy’.

“Aku dan Piggy?” Kyuhyun kembali membatin.

“Ada apa dengan kami?” tanya Piggy tanpa dosa.

“Kau tahu, sekarang semua orang berpikiran bahwa kau adalah Kyuhyun Potter!”

Piggy dan Kyuhyun sama-sama tersentak. “Kyuhyun Potter? Bukankah namaku Cho Kyuhyun? Siapa Potter itu?” Piggy bertanya lugu karena memang dia sama sekali tidak tahu.

Hyukjae mendelik, sangat tak percaya jika sahabatnya tak tahu film laris tentang dunia sihir itu, “Harry Potter. Kau tak tahu?”

“Ah, itu. Tentu aku tahu,” jawab Piggy berbohong. Jika ia menyangkali akan terlihat sekali perubahan the real Cho Kyuhyun.

“Harry Potter berbicara parseltongue, artinya dia adalah parselmouth,” bisik Hyukjae takut-takut. Tak tahu apa yang membuatnya harus berekspresi seperti itu.

“Parseltongue? Parselmouth?” gumam Kyuhyun dalam hatinya. Well, dia pasti tahu dengan istilah itu mengingat dirinya telah menuntaskan serial Harry Potter season pertama sampai dengan season ke tujuh. Otaknya bergerak cepat ketika mengingat istilah itu. Parseltongue adalah bahasa ular. Harry Potter dapat berbicara bahasa ular itulah sebabnya dia disebut sebagai parselmouth. Otak Kyuhyun kembali berpikir, lalu apa hubungannya dia dengan semua itu?

“Melihatmu berbicara dengan babi,” ukh, perkataan Hyukjae yang terdengar tidak elit di telinga sungguh menohok sampai ke kedalaman hati Kyuhyun. “Mereka kini menganggap kau adalah seorang pigselmouth karena kau berbicara pigseltongue alias bahasa babi,” sungguh luar biasa penuturan seorang Lee Hyukjae yang serasa mengunci seluruh tubuh Kyuhyun.

Dengan tampang bodoh dan seolah mengerti, Piggy mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Kau dan Harry Potter itu sepertinya satu perguruan—kemungkinan kalian berasal dari keturunan yang sama yaitu garis keturunan Salazar Slytherin. Hanya saja kau dan Harry Potter berbeda kelas. Harry Potter bisa bahasa ular dan kau mahir dalam bahasa babi,” terang Hyukjae antusias. Ia kemudian menambahkan pernyataan tak penting yang entah apa kaitannya dengan pembahasan yang berlangsung saat itu, “Dan aku satu-satunya yang mengerti bahasa kalbu.”

Lee Hyukjae—perkataannya tentang bahasa babi memang tidak enak di dengar, apa lagi dia menambahkan kata ‘mahir’ dalam penjelasannya yang berapi-api. Seseorang biasanya mahir berbahasa inggris atau bahasa asing apa pun itu, tapi begitu mendengar kalimat ‘mahir dalam bahasa babi’, Kyuhyun benar-benar ingin mati saja.

Dengan otak lemotmu, sudah pasti kau si Ron Weasley,” Kyuhyun memandang tajam pada Hyukjae ketika mengatakan itu. “Dan Sejak kapan Harry Potter adalah keturunan Salazar Slytherin? Dia memiliki kekuatan itu karena tanpa sengaja ditransfer oleh Lord Voldemort yang memang keturunan Salazar Slytherin ketika Voldemort hendak membunuh Harry Potter saat dia masih bayi,” semarah apa pun Kyuhyun, tapi dia masih sempat meluruskan salah persepsi Hyukjae. Bravo. Kemudian Kyuhyun sadar, “Ah, apa perduliku. Harry Potter itu hanya cerita fiksi, itu artinya semua tentangnya hanyalah fiksi. Aku adalah Kyuhyun. Cho Kyuhyun yang memiliki garis keturunan sempurna keluarga Cho,” tetap saja Kyuhyun mengambil kesempatan untuk menerangkan asal-usulnya. Jika Kyuhyun memiliki sedikit saja otak mesum Hyukjae, dia pasti turut menyertakan penjelasan bagaimana proses terjadinya Cho Kyuhyun.

“Apa yang dikatakan olehnya?” Hyukjae memandangi ‘Kyuhyun’.

Piggy baru saja hendak menjawab pertanyaan Hyukjae ketika sorot mata tajam Kyuhyun membungkam mulutnya. Akan terlihat sekali jika mereka memang saling mengerti satu sama lain dan rumor tentang Kyuhyun seorang ‘pigselmouth’ akan segera disahkan oleh Hyukjae.

“Aku tak tahu,” Piggy terkekeh pelan. Hyukjae melengos kecewa, terlihat sekali keinginannya untuk membenarkan rumor itu.

~~~

“Lihat gadis aneh itu.”

“Dia tinggal serumah dengan Kyuhyun?”

“Benar. Aku tidak menyangka.”

“Cih, dia pasti sangat besar kepala.”

“Aku tidak bisa membiarkan dia memiliki lebih banyak waktu dengan Kyuhyun dibandingkan kita.”

“Apa perduliku, tetap saja dia hanya anak pengurus rumah tangga.”

“Apa perdulimu? Tapi aku perduli. Tinggal serumah dengan Kyuhyun, artinya dia memiliki banyak kesempatan untuk menarik perhatian Kyuhyun.”

“Argh! Menyebalkan. Aku benar-benar membencinya.”

Hwa Young tetap melangkah tenang meskipun telinganya tidak tuli untuk mendengar bahwa gadis-gadis semakin meningkatkan kebencian mereka terhadapnya. Ya, sejak mereka tahu jika dia tinggal di tempat yang sama dengan Kyuhyun. Hwa Young hanya mendesah ketika membayangkan betapa bodohnya gadis-gadis yang telah menaruh kecurigaan penuh terhadapnya. Mendekati Kyuhyun? Menarik perhatian Kyuhyun? Hwa Young mendesis, dia bahkan tak pernah menyapa Kyuhyun. Masa bodoh dengan gadis-gadis itu dan juga Kyuhyun; Hwa Young hanya ingin fokus pada kehidupannya sendiri.

**TBC**

Aku pikir cerita ini bakalan ending di part 3 tapi sepertinya perkiraanku salah. Sekedar info, cerita ini baru kutulis sampai pada kalimat terakhir sebelum tbc, artinya kapan part 4 dipublish belum jelas.

Once again, Happy New Year… and don’t forget to leave your comment.

252 thoughts on “Lovely Piggy (Part 3)

  1. Laily Fitri berkata:

    kak ini cerita bgus,,
    aq tunggu klanjutannya yah,, 🙂

    pnasaran tingkat akut,,
    hua kyu+piggy mreka buat ktawa,,
    apalagi sifatnya yg bikin ktawa ngakak,,

    kakak bneran deh kok kpikiran gtu bkin FF kayak gni,,
    bneran daebak,,
    keren kakak.. 🙂

    jempol buat kakak,, 😀
    semangat,, 🙂

  2. hikmah berkata:

    “perkataan adalah do’a” aku sependapat dgn itu . jd kt hrs jaga perkataan kt biar nasib nggak kyak kyuhyun . ok . ditunggu kelanjutannya ya kak…. 🙂

  3. cyluvorca berkata:

    Kannnn, lebih mudah membayangkan Kyu jadi babi daripada jadi pangeran. hahahaahahahaahahahahaha
    Gilaaaa, ini orang lirikannya sadis bangget Nuna, *dilirik dengan tatapan membunuhnya Kyu.
    Udahlah Kyu, lo lebih cocok jadi piggy dengan pigseltongue… gak usah mengingkari jati diri lagi…
    Wew, Kyu ngapain tuh ngangkat2 meja… Nuna, ane kabur dulu yaaaa, ada yang ngamuk… wakzzzz!!!

    Nuna fans,
    cy

    • cyluvorca berkata:

      Mohon segera dilanjutkan nuna, sebelum ane nyusul Kyu jadi babi, hahahahahaahaha
      Kyu, gak usah ngangguk2 gitu!

      • cyluvorca berkata:

        actually sih gak mau… Tapi yah, drpd bengong nggu lanjutan lovely piggy, yah gpp deh. Kan jdi bisa ngobrol sama kyupig. Kwkwkwkwkwkwkwwkkw
        Eh, ni bunyi apa ya nuna? Ada ngok2 gitu… *celingak celinguk

      • cyluvorca berkata:

        Ternyata kyupig nuna, mengganggu ujian yg dah susah tanpa diganggu… loh, kok jadi ane yg digentayangin kyupig??? Giliran dlm ujud manusia aja, gak aja mau. Dlm ujud piggy malah resek… 😔

  4. hyunki berkata:

    oh ksian nih nasib kyu jadi babi. babi betina pula! hahaha malang bner nasibmu oppa kkkk :v btw thor ditunggu kelanjutannya. Fighting”!” ^_^

  5. RitaCho berkata:

    Hahaha sumpah! Ini ff buat aku ketawa tingkat dewa/?._.
    Kocak banget thor:D suka sama ff ini tpi kenapa dilanjutinnya lama banget? Udah satu thun lebih._.
    Juga aku mau nanya kalo minta pw harus via email kah? Kenapa gak di kasih clue aja biar lebih mudah thor T.T

    • marchiafanfiction berkata:

      makasih, iya nih belum dilanjut..tiba2 kehilangan mood utk lanjut ff ini tp gak usah cemas, suatu saat pasti dilanjut hehe untuk clue,, kenapa gak dibuat clue aja utk nebak pw… hal ini mmg di sengaja, sy suka kalo ada interaksi langsung dengan reader (selain balas komen reader di blog, sy lebih suka email2an dgn reader…yah, terkadang krn kesibukan jd gak bisa secepatnya balas email teman2) ^^

  6. man berkata:

    benar2 lucu …author memang keren banget deh..bisa buat alur cerita yg menarik berbagai genre dapat di buat…

  7. Shim young berkata:

    Kak.. Ini belum dilanjut apa gimana…
    Yahh kan sedih ada ff gantung lagi huhuhu
    Seriusan belum dilanjut…
    Tadi bagian yg kyu di peluk ini ngakak asli. Wkwkwk

  8. Catherine/cheesy berkata:

    Aku sukaaaa banget FF ini. Beneran dehh mau dongg nunggu kelanjutanya. Ngakak banget. Wkwkw jalan cerita ff kamu yang piggy ini langka loh. Aku bahkan gak kepikiran kalo kyu dikutuk jadi babi. Wkwk and dari semua binatang.. babi banget? Wkwkw serius ngakak. Moga2 moodnya cepet balik yaaaa. Keep going 👀

  9. Hwangsera berkata:

    Hallo~ saya reader baru salam kenal author ^^. ga sengaja nemu ff ini pas searching. suka sama ceritanya, unik dan penulisan bahasanya bagus, sederhana tapi menarik. sayangnya baru part 3 ya… saya harap sih author masih bersedia bikin lanjutannya, karna sayang banget kalo ff daebak ini ga dilanjut hehe. keep writing author! 🙂

  10. kim vikyu_94 berkata:

    kak ini gak dilanjut lagi ya ? Yahh sayang banget 😦 padahal idenya keren, anti mainstream akut … Dimana lagi coba bisa nemu Kyu jadi piggy 😀
    masih berharap ini dilanjutin *kedip.kedip bareng piggy kyu* 😀

  11. VivitYulia berkata:

    seenggaknya wktu kyu jdi babi (red.piggy) dia bisa di peluk2 sma hwa young. heehee. author, ff ini msih te2p di lanjutkan?

  12. Dyandheka berkata:

    Kebiasaan nara ya ampyunn maen tampar aja udh brpa kli kyu di tampar coba
    Barusan ampe aja kena embat tuh pipi mulus evil cho hahhah

  13. meyyy berkata:

    Si kyu kesenengan tuh dipeluk-peluk hwayoung yahhh walaupun sebagai babi wkwkwk
    Gak berhenti ngakak baca ff ini, semoga part 4 Secepatnya publish yahh thor

  14. LC_Ovan berkata:

    Demi apa ini FF bikin ngakak kaya orang gila pagi” buta untung dirumah sendiri jadi ngak ganggu dan disangka gila beneran gara” baca ini FF

    Entah mau coment apaan saking bingung’a gara” tingkah kocak Piggy and Kyuhyun tapi Q sedikit kaget saat nama peliaraan Hwa dipanggil Piggy karena Q juga sering manggil hewan ‘itu’ dengan Piggy dan ya ampunnnn tingkah perdebatan Kyuhyun dan Piggy bikin sakit perut apalagi saat Piggy mulai mengeluarkan jiwa betina’a itu bener” kocakkkk dan apalagi ditambah Kyuhyun yang langsung angkat bendera putih hahahahahaha

    Hwa juga manggil Kyuhyun Luci or Lucifer dan Lucifer itu Q LC ternyata banyak kesamaan antara Q dan FF ini daebakkkk tapi akankah Hwa tau kalau Piggy dan Kyuhyun bertukar jiwa jika tau gimana nanti reaksi’a dan akankah dia membantu supaya keadaan seperti semua

    Kyuhyun maka’a kalau bicara itu hati” benar kata Piggy omongan adalah doa,, nyata’a suka tapi masih tetep nyangkal dan pake bilang yang menyukai Hwa itu beartu seekor Piggy dan jeng jeng terbukti kamu menjadi si Piggy kekekeke oke ditunggu ini kelanjutan’a karena sumpah dah penasaran sama ending’a

  15. Widya Choi berkata:

    Btul tu ap kata piggy..omonganmu adlh doa mu. Mk ny klo ngmg ati2 bang..
    Enth knp q pngen ngakak liat kyu am piggy.. aduhhh si piggy bikin image cool ny kyu bisa jungkir balik gt y..mn genit2 gt klo liat sungmin hahahaha.
    Ayo kak..ini kpn lanjutnny.. seru…q sukaaaaaaa

  16. zamadia berkata:

    udh dpt karma tpi kyu ttp aja blm berubah. masih songong. syg ff ini msh blm ada lanjutannya.semoga kak marcha dpt hidayah scptnya biar bisa dituntaskan smpi tamat.

  17. My labila berkata:

    ffnya rame banget, rame pengen ketawa gitu wkwk….kapan ini di lanjutin lagi di tunggu loh..

Mohon Saran dan Kritikannya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s