Happiness

“Apa kau sudah gila?”

Jiwon, gadis bertubuh tinggi semampai itu hanya bungkam. Matanya yang besar hanya memancarkan keyakinan bahwa keputusannya tidak berubah. Gadis yang dianugerahi kecantikan fisik dan kecantikan hati yang nyaris sempurna itu hanya tersenyum tenang, bahkan ketika semua orang sedang mempertanyakan kewarasannya.

“Jiwon, tak lebih dari enam bulan lalu ketika kau mengenalnya. Apa kau yakin?”

“Mengapa kalian selalu meragukanku? Ini keputusanku dan aku tak akan mundur,” Jiwon menjawab tenang. “Aku akan tetap menikah dengannya.”

“Cinta memang selalu mengutamakan hati dan mengesampingkan logika, tapi ada saatnya ketika hati menjadi buta dan logika harus bekerja,” Hyo Eun bergumam pelan, “Aku tahu kau mencintainya, tapi bukankah kau sendiri tahu apa yang akan terjadi?”

“Leukimia. Kau bahkan mengatakan dengan jelas jika dia tak memiliki banyak waktu karena penyakitnya itu, dan kau masih bersikeras untuk menikah dengannya?” Yoora memandangi Jiwon sambil berdecak. Dia kesal dengan kebodohan sahabatnya yang memilih untuk menikahi seorang pria penyakitan.

“Tak perduli berapa banyak waktu yang tersisa untuknya, tapi disisa waktunya—aku ingin menjadi orang yang selalu berada di sisinya.”

“Kau bisa melakukannya, bahkan tanpa kau harus menikahinya.”

“Kalian tak akan mengerti,” Jiwon tersenyum tipis. “Aku tak menginginkan akhir yang bahagia, tapi aku ingin bahagia sampai akhir.”

“Kau yakin kau akan bahagia? Berhenti berbohong, Jiwon!” Yoora semakin kesal.

Jiwon memandang sedih pada Yoora dan Hyo Eun, “Bahkan jika semua orang mengatakan aku gila karena aku memutuskan untuk menikahi seorang pria yang sedang menanti ajal, tak seharusnya kalian ikut memojokanku,” dia mencoba untuk tetap tenang, “Jika kalian masih sahabatku, dapatkah kalian berdoa untuk kebahagiaan kami?” pertanyaan Jiwon membuat hati Yoora dan Hyo Eun tergetar, “Aku akan tetap menikah dan aku akan sangat bahagia jika kalian bisa hadir,” Jiwon kembali memamerkan senyum hangatnya yang menawan.

Jiwon baru saja hendak meninggalkan kedua sahabatnya yang masih termangu di bangku taman rumah sakit ketika ponselnya bergetar. Dia menerima panggilan masuk itu dan sejurus kemudian raut wajahnya berubah drastis. Bola mata indahnya mulai dipenuhi oleh air mata, ponsel di tangannya yang gemetar terhempas begitu saja ke atas tanah.

“Jiwon? Siapa yang meneleponmu?” tanya Yoora cemas.

“Apa yang orang itu katakan?” Hyo Eun telah memiliki firasat buruk.

Jiwon tak menjawab dua sahabatnya itu, yang dia lakukan adalah berlari. Hyo Eun dan Yoora mengikutinya dari belakang. Jiwon berlari seperti orang kesetanan hingga tiba di sebuah ruangan. Tangannya masih gemetar ketika memegangi kenop pintu, lalu membuka pintu tersebut dengan perlahan. Jiwon melangkah pelan mendekati sepasang suami istri yang berdiri di sisi tempat tidur yang di atasnya terbaring sesosok pria.

“Jiwon,” wanita itu menatapi Jiwon dengan mata sembabnya.

Jiwon menanamkan matanya pada wajah pucat pemuda tampan yang tergolek lemah dengan peralatan medis di tubuhnya.

“Mereka mengatakan jika dia mungkin tak akan mampu melewati masa kritisnya kali ini,” isak wanita itu. Pria tua di sisinya hanya mampu memdekap tubuh sang istri. “Apakah ini nyata? Mengapa harus anak kita? Mengapa harus Siwon?” dia menjerit dan tubuhnya yang lemah kehilangan tenaga membuat suaminya dengan segera menopang tubuhnya dan membawanya keluar dari ruangan itu.

Mata Jiwon telah dipenuhi oleh air mata. Dia melangkah lebih dekat ke sisi pria yang dicintainya itu. Meskipun kehilangan banyak berat badan dan wajahnya sangat pucat, namun di mata Jiwon; Siwon tetap tampan seperti pertama kali dia melihat Siwon. Jiwon adalah dokter di rumah sakit itu dan Siwon adalah pasien pertamanya.

“Siwon,” Jiwon mencoba berbicara, “Kau sangat tampan,” air mata yang ditahan akhirnya menetes begitu saja. Dia menggenggam tangan Siwon dan itu terasa hangat.

Jiwon sedikit tersentak merasakan ada remasan lemah dari tangan Siwon, dia mengangkat wajahnya dan mendapati jika pemuda itu sedang berusaha membuka matanya. Ada rasa bahagia yang menjalari hati Jiwon. Dia tahu jika kondisi Siwon buruk dan pemuda itu bisa saja kehilangan nyawa tanpa sempat membuka matanya. Ketika sorot mata Siwon yang lemah tertangkap langsung oleh retina Jiwon; gadis itu tahu bahwa Tuhan sedang memberikan sebuah keajaiban.

“Siwon,” Jiwon tersenyum sambil menghapus air mata di wajahnya. Bibir Siwon bergerak, dia sedang berbicara. Begitu pelan sehingga Jiwon harus mendekatkan telinganya ke mulut Siwon.

“Kau juga—sangat cantik,” ucap Siwon lemah. Jiwon tertawa meskipun tak ada suara yang keluar dari mulutnya, hanya air mata yang kembali mengalir di wajah mulusnya. Dengan sisa tenaga, Siwon memaksa tangannya mendekati wajah Jiwon—dia menyeka air mata Jiwon. Gadis itu memegangi tangan Siwon agar tetap menempel di wajahnya. “Mengapa kau menangis? Apakah…aku membuatmu—sangat sedih?” bisik Siwon lagi.

Jiwon menggeleng pelan, “Aku menangis bukan karena aku sedih. Aku sangat bahagia,” dia menyunggingkan senyum di wajah cantiknya.

“Enam bulan ini adalah masa-masa terbaik dalam hidupku,” ujar Siwon. Dia sedang mengenang awal pertemuannya dengan seorang dokter cantik dan baik hati yang bernama Jiwon.

“Aku mengerti mengapa pada akhirnya aku harus menjadi seorang dokter. Aku tahu jika Tuhan ingin mempertemukanku denganmu,” Jiwon berkata mantap.

“Maafkan aku,” Siwon berbisik, “Aku mungkin lebih banyak memberimu kesedihan.”

“Jangan berkata seperti itu. Kau selalu membuatku merasa beruntung,” dibandingkan menjadi dokter, keinginan Jiwon yang sebenarnya adalah menjadi seorang disainer sepatu tapi terlahir dari keluarga dokter membuat Jiwon tak memiliki pilihan lain selain mengikuti keinginan orang tuanya. Pertemuan dengan Siwon membuatnya bersyukur untuk memilih  menjadi dokter.

Siwon tersenyum, “Maafkan aku,” ucapnya lagi.

“Mengapa kau terus meminta maaf?”

“Aku ingin membahagiakanmu.”

“Kau telah berhasil melakukannya,” air mata Jiwon kembali menetes.

“Jiwon, aku minta maaf,” ujar Siwon lagi.

“Mengapa aku harus memaafkanmu?”

“Meskipun ingin terus berada di sisimu, tapi aku tak bisa menjanjikan itu,” Siwon menarik nafas panjang. Dia sedikit kesulitan untuk berbicara.

“Aku tak meminta lebih darimu. Semua yang kau berikan sudah lebih dari cukup,” Jiwon membelai lembut wajah Siwon.

“Tolong maafkan aku, Jiwon,” lagi-lagi Siwon meminta maaf dan itu disertai oleh air mata.

“Siwon—aku akan marah jika kau terus mengatakan itu.”

Siwon kembali meneteskan air mata, “Untuk pergi lebih dulu. Untuk meninggalkanmu sendiri…maukah kau memaafkanku?”

“Choi Siwon!” tak sadar Jiwon justru menghardik, dia lalu menangis.

“Maukah kau memelukku?” tanya Siwon. Jiwon hanya terisak, dia lalu menyandarkan kepalanya di dada Siwon. “Aku hanya ingin kau bahagia,” kata Siwon pelan.

Jiwon mengangguk, dia memaksakan bibirnya tersenyum. Irama jantung Siwon begitu jelas di telinganya. Detak jantung itu kian melambat dan melemah, “Aku akan bahagia,” air mata Jiwon kembali menetes. Dia tak lagi mendengar detak berirama lemah di dada Siwon. Gadis itu terisak sambil meremas baju Siwon, “Untukmu, aku berjanji akan hidup bahagia.”

Sekian menit Jiwon dalam posisi seperti itu. Dia lalu mengangkat kepalanya, menatapi Siwon yang telah tenang dalam tidur panjangnya. Jiwon bergeser, dia mendekatkan bibirnya ke telinga Siwon dan berbisik pelan, “Dimulai dari sini, aku akan mencoba bahagia untuk semua penderitaan yang kau lepaskan. Selamat jalan. Aku mencintaimu,” air mata Jiwon kembali berlinang dan itu jatuh di wajah tenang Siwon.

…-*-…

Sebelum semua mengatakan : “DIMANA HAPPY-NYA?” or “JUDUL GAK KONSISTEN SAMA ISI”

Sodara2, cerita di atas itu adalah bagian dari sebuah project ff yang sudah ngantri di daftar tunggu untuk segera di tulis. Entah itu judulnya Happiness or apalah itu nanti, tapi jangan tertipu oleh genre yang disuguhkan oleh cerita di atas 😀

Mengapa judul untuk postingan ini Happiness? Pokoknya ada keterkaitannya deh, kalian tunggu aja dan kalo misalnya nanti nemu ff baru dengan percakapan awal yang tidak asing *tunjuk cerita di atas* itulah ff yang kumaksud hohoho

Kalian boleh nebak, sebenarnya cerita seperti apakah itu nantinya? Siapa saja tokoh dalam cerita ini? Kalo gak berkeberatan kalian boleh nimbrung tebak2an jalan cerita ff ini di box komen, mana tau benar–ntar ta’ kasih kecup badai deh 😀 😀 😀

Semoga, setelah UTJS clear…ff ini bisa segera release dan mengurangi beban project ff yang masih ngantri itu *lap keringat* -__-

Tapi ini belum dikerjakan lho, cuma udah berada di nomor urut selanjutnya utk segera ditulis ohohohoho

Hari ini baru sempat cek blog dan email setelah seminggu lebih ngilang dan hari ini betapa keritingnya jari2ku karena merapel semua komenan kalian hehehe

Terima kasih sudah menjadi pembaca setia di sini, terlebih bagi kalian yang menjadi pembaca yang baik dan taat aturan *kecup satu per satu*

Iklan

158 thoughts on “Happiness

  1. auliatarzia berkata:

    sedih ka , tapi kenapa kebayangnya kyu ya bukan siwon .aduhh
    gapapa deh , tetep t.o.p deh ffnya
    ditunggu ceritanya

  2. syiebilia berkata:

    oke,, mungkin aku sedikit gila,, atau mungkin tergila-gila dengan seorang tuan cho,,tpi aku fikir lebih baik untuk karakter cowoknya mungkinbsi tuan cho bisa menjadi kandidat??
    heheheheheheheheheh….
    tpi mungkin klo aku menebak bahwa setelah ditinggal tuan choi yang perfect itu akhirnya nanti bertemu si tuan cho yg menghibur dan akhinya bahagia #tebak ngasal

    tpi di tunggu yagh ff nya chingu

  3. Esaa berkata:

    Krain aku ini one shot, tapi lho kok cuma secuil? Haha ternyata ini project ff toh.. Ide ceritanya kayanya bikin mewek termehek mehek nih, siapapun cast nya aku sih tak masalah, hihi

  4. Ikum berkata:

    wohooo~ ditunggu deh eon versi lengkapnya 😀
    kalo dari yg aku tangkap, ceritanya emang ‘happiness’ kok eon, yg ini point nya >> “Aku tak menginginkan akhir yang bahagia, tapi aku ingin bahagia sampai akhir”. jdi mau ada yg meninggal atau apalah itu, si Jiwoon bakal tetep bahagia sampai akhir hahahaha.. XD *ngaco

  5. galiema berkata:

    kak…
    jarang bgt baca ff yg siwonnya penyakitan…akhirnyadpt kesempatan buat ngebayangin siwon terkapar lemah…dan… ini berkaitan dengan project ff?? itu cerita flashback atau after story? apa cerita tentang perjuangan jiwon setelah ditinggal abng siwon??? trus kpn publishnya kak? hmm…klo blh nebak, sbnrnya aku juga gak bisa nebak genrenya, cuma aku sih ngerasanya suasana ffnya itu bakal serius tpi agak komedi, jiwonnya serius, cewek pinter yg punya prinsip trus tokoh cowoknya agak nyeleneh,…ngeselin.. eh sumpah ini aku ngarang bgt!! tpi…aku bnr” mnantikan ff project itu…hwaiting!!!

  6. shatia berkata:

    Sedih banget..My lovely Siwon meninggal..
    Tapi dimana Happinessnya?Jangan-jangan kebahagiaannya pas nanti udah dateng pengganti Siwon dihati Jiwon?Jadi penasaran siapa orangnya?
    Gak sabar buat baca lanjutannya…

  7. Rasty Resty berkata:

    Lupa udh comment dsini apa blom ya? Lupa juga udh baca ini apa blom.. Hahah pikun..
    Hmmm Siwon? Sakit? Trus mati? *bahasagwkejambgt
    Kq mirip adiknya Siwon yah namanya.. Jiwon*ehbenergasih?

    Main cast? Mikir” dlu nih.. Ahh Kyuhyun deh,, dy kan slalu jd primadona dsini . Selain Hae..
    Klo disuruh milih mending Kyuhyun drpada Siwon.. Hehehe ketahuan banget hatiku cuma untuk Kyuhyun meski mata masih melihat Lee Donghae.. Kkkkk

    Kayaknya bener kata reader” diatas, ff ini serius bgt kelihatannya,, jd pengen tau ntar main cast cowoknya apakah seserius ini atau malah kebalikan dari Jiwon..
    Cant wait…

  8. liyahseull berkata:

    Kakak. Kenapa hebat banget? Aku bberasa baca happy ending dari pada Angs gini. T’T tadi saking terharu sampai ga sadar salah review fict ><

  9. Anonim berkata:

    judulnya happiness tapi pas dibaca malah bikin orang nangis… sempet bingung, eh tp trnyata ini masih jadi project ff.. pantes._.

  10. rifqohjannah berkata:

    ini semoga aja bener ya thor isi sama judulnya sesuai.. soalnya baru baca segini aja udhmewek TT^TT
    jangan2 happiness pas udh ada cowo penggantinya siwon ya?penasaran:3

    ditunggu loh project ff nya^^

  11. hikmah berkata:

    gak sabar nih pngen bc klanjutannya. . . . oh ya kpn dlanjutin eon. . . kyakx nantinya itu ada seorg dokter br yg tampan dan berhati baik “kyuhyun” yg akhirx bs mnbhgiakan jiwon*asal nebak* ok eonni ditunggu yaah klanjutannya^_^

  12. hikmah berkata:

    gak sabar nih pngen bc klanjutannya. . . . oh ya kpn dlanjutin eon. . . kyakx nantinya itu ada seorg dokter br yg tampan dan berhati baik “kyuhyun” yg akhirx bs mnbhgiakan jiwon*asal nebak* ok eonni ditunggu yaah klanjutannya^_^…

Mohon Saran dan Kritikannya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s