PSYCHO

PSYCHO

By. Lauditta Marchia T

***

Dipikir bagaimanapun, rasanya tak akan ada sebuah pengampunan untuk lelaki itu. Setelah apa yang dilakukan Jung Soo, mati pun Hyo Na tidak akan pernah mengampuninya. Persetan dengan neraka, Hyo Na telah bertekat bahwa Jung Soo akan membayar semuanya dan harga yang dituntut oleh gadis itu sangat mahal.

Hyo Na tak ingat kapan terakhir kali ia keluar dari kamar, tempat persemayamannya. Mengurung diri di sana. Ia begerak ke satu tempat, lalu duduk di depan meja rias. Cermin di hadapannya telah mengatakan semuanya. Rambut yang berantakan, wajah kusut, apalagi bola matanya yang sembab dan memerah. Ia memoles wajah dengan bedak lalu menguncir rambutnya asal-asalan. Tangannya bergerak lemah pada ponsel yang tergeletak di atas meja rias.

Ada apa?” suara Jung Soo terdengar dari seberang.

“Kau sibuk?”

Tidak, hanya sedang berkumpul dengan sahabat-sahabatku.

“Aku ingin bertemu denganmu.”

Sesuatu yang penting?” Jung Soo pasti cukup heran, situasi seperti itu terasa sedikit ganjil. “Baiklah, aku akan—

“Aku yang akan menemuimu,” Hyo Na memotong perkataan Jung Soo. Ia mengakhiri pembicaraan mereka. Matanya kembali menelusuri raut wajahnya yang terpantul dari cermin. Ia menarik napas panjang. Pandangannya sedikit bergeser pada laci kedua dari meja rias itu, lalu ia membuka laci tersebut. Hanya ada satu benda yang tersimpan di dalam laci itu. Pisau. Ya, sebuah pisau.

*

Park Jung Soo sedang menyiram bonsai, tanaman hias kesayangannya ketika bel apartemen berbunyi. Ia segera menghentikan aktivitasnya dan berjalan menuju pintu. Begitu melihat wajah Hyo Na dari layar monitor, ia segera membuka pintu. Gadis itu tak menunggu Jung Soo mempersilahkan ia masuk dan langsung melenggang santai ke dalam apartemen Jung Soo.

“Tak biasanya kau mencariku seperti ini,” Jung Soo mengernyit.

Hyo Na tetap tak bersuara. Ia sangat betah untuk bungkam seperti itu. Sementara Jung Soo diliputi rasa penasaran melihat raut wajah suramnya.

“Kudengar kau mengurung diri, benarkah?” pertanyaan Jung Soo membuat Hyo Na sedikit bereaksi. Ia tersenyum kaku, terlihat tak percaya dengan apa yang didengarnya barusan. “Ah, Hyo Na—kau ingin coklat panas kesukaanmu?” dan Jung Soo menyadari seberapa sakralnya pertanyaan yang dilontarkan sebelumnya. Jung Soo sedang berusaha untuk mengubah atmosfer di sekitar mereka yang rasanya mendadak suram sejak kedatangan Hyo Na.

Hyo Na mengitari ruang tamu minimalis apartemen Jung Soo. Tidak ada yang dicarinya, ia hanya berjalan tanpa tujuan—terakhir, menghampiri meja kaca unik dan meraih sebuah majalah. Jung Soo maju beberapa langkah, lebih mendekat ke tempat Hyo Na berpijak.

“Apa yang ingin kau katakan, Hyo?”

Pertanyaan Jung Soo menghentikan tangan Hyo Na yang sibuk membolak-balik majalah.

“Maksudku—bukankah ada yang ingin kau katakan?”

Pertanyaan itu membuat Hyo Na menatap langsung padanya, menikam tepat di retinanya. Jung Soo mendadak gugup, sorot mata Hyo Na terasa mengunci otot-ototnya.

“Kau mengusirku,” Hyo Na tertawa sinis. Ia menghempaskan tubuhnya di atas sofa. Tertawa lagi, “Kau mengusirku?” ia mengatakan kalimat yang sama tapi mengubah kalimat itu menjadi sebuah pertanyaan.

Jung Soo menyisir rambut dengan jari-jarinya. Ia memandang ke segala arah seolah tak ada Hyo Na di hadapannya. Pandangan Jung Soo kembali tertanam pada Hyo Na yang masih memamerkan ekspresi kaku bercampur geram. Jung Soo yang frustasi lalu duduk di sisi Hyo Na.

“Hyo—“ panggil Jung Soo lembut sambil menyentuh pundak Hyo Na, namun tangannya dengan tegas ditepis oleh Hyo Na. “Apa maumu?” Jung Soo berdiri, tak sabar lagi dengan kelakuan Hyo Na.

“Jangan menyentuhku dengan tangan kotormu itu!”

Melihat bola mata Hyo Na yang menyala-nyala bak api; satu-satunya yang dilakukan Jung Soo adalah menarik napas panjang. Ia memandang sekilas pada langit-langit apartemennya dan kembali menaruh pandangannya pada Hyo Na. Lagi—Jung Soo duduk di sisi Hyo Na. Ia tahu Hyo Na sangat marah.

“Tentang apa semua ini?” Jung Soo berusaha keras agar amarahnya tidak ikut terpancing. Menghadapi seorang Hyo Na harus disertai banyak kesabaran. “Apakah karena—Donghae?”

Mendengar nama itu, kepala Hyo Na tertunduk. Tubuhnya mulai berguncang pelan. Ia menangis. Jung Soo kini diliputi oleh rasa bersalah melihat gadis itu sesegukan, ia menyentuh pundak Hyo Na.

“Jangan sentuh aku!” lagi-lagi Hyo Na menepis tangan Jung Soo.

“Hyo, maafkan aku.”

Hyo Na mengangkat wajahnya, ia tersenyum sinis. Tidak akan semudah itu ia mengabulkan permohonan Jung Soo. Tidak, setelah semua yang Jung Soo lakukan.

“Memaafkanmu? Tidakkah permintaanmu terlalu berlebihan?” Hyo Na tertawa kaku sambil menyeka air mata yang bergulir di wajahnya. “Setelah kau membunuh Donghae, kau berpikir aku masih akan memaafkanmu?”

Jung Soo diam. Sorot matanya berubah aneh. “Aku tidak sengaja, Hyo.”

“Kau yang menabraknya!”

“Dia tiba-tiba saja melintas di depan mobil, kau pikir aku bisa memperhitungkan tindakan nekatnya, hah?”

“Bagaimana dengan Hyukjae?”

Jung Soo terlihat sangat gugup, ia bahkan mulai meremas jari-jari tangannya, “Aku—“

“Apakah aku harus membuka daftar dosamu?” Hyo Na berpaling ganas menatap Jung Soo. “Dia mati lemas di bawah bantalmu. Kau membekapnya. Kau ingat?” bola mata Hyo Na mulai membelalak.

Jung Soo berdiri kasar. “Bisakah kita tidak membahas tentang mereka?” ia mulai kehilangan kesabaran. “Aku tidak bermaksud seperti itu. Kami sedang bersama dan hal itu terjadi begitu saja,” ungkapnya frustasi. Ia sampai harus meremas rambut di kepalanya untuk menyalurkan emosinya yang membuncah. Otaknya terasa panas karena Hyo Na masih menuntut padanya. Ia berpaling pada Hyo Na yang berdiri, menjauhinya.

“Kau sengaja melakukan itu. Kau jelas-jelas membenci Hyukjae!”

“Aku membencinya!” Jung Soo berteriak. “Kau benar. Aku sangat membenci Hyukjae! Dia selalu menempelimu dan karenanya, kau bahkan mengacuhkan! Aku membencinya sampai-sampai aku begitu ingin menyingkirkannya!”

“Kau sudah melakukannya,” Hyo Na menahan gemuruh di dalam dadanya. “Jadi, berhentilah memamerkan sikap baikmu yang penuh kebohongan. Hatimu tak semalaikat itu, Jung Soo.”

“Hyo—demi Tuhan, aku tidak sengaja.”

“Aku tidak peduli dengan kebenarannya,” Hyo Na tersenyum. “Yang aku tahu, kau menyingkirkan mereka. Kau membunuh semua yang kusayang. Salah apa aku padamu, Jung Soo?”

“Hyo Na.”

“Hyukjae mungkin begitu agresif terhadapku, dan kesalahan Donghae adalah merusak sepatumu. Aku mengerti dengan kemarahanmu, tapi kau tetap tidak boleh melakukan itu pada mereka,” Hyo Na menerawang jauh. Jung Soo sedang berusaha untuk menjelaskan alasan-alasannya, tapi Hyo Na tak memberinya kesempatan. “Lupakan Donghae dan Hyukjae. Apa yang akan kau katakan tentang Siwon? Dia selalu bersikap baik, tapi kau—“ air mata Hyo Na kembali menetes. Ia agak kesulitan untuk melanjutnya kalimatnya. “Dengan mataku sendiri, aku menyaksikanmu menggorok batang lehernya.”

“Hyo, saat itu aku—“

“Aku tidak akan memaafkanmu!” teriak Hyo Na histeris, dan ia mengeluarkan sesuatu dari dalam tas.

Jung Soo terkejut saat melihat Hyo Na menggenggam pisau dan menodongkan benda tajam itu padanya.

“Kau akan membunuhku?” Jung Soo mundur beberapa langkah.

“Di mana Kyuhyun?”

Jung Soo jauh lebih terkejut begitu mendengar nama itu disebut Hyo Na, “Kyu—Kyuhyun?” ia terbata.

“Bukankah dia ada di sini?” Hyo Na mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Ia hendak menuju ruangan lain saat Jung Soo mencegahnya.

“Apa yang akan kau lakukan?”

Hyo Na menyeringai lebar. Ekspresi yang sangat mengerikan, “Mata ganti mata. Gigi ganti gigi. Seperti yang kau lakukan terhadapku; aku akan membiarkanmu merasakan hal yang sama,” ia menerobos Jung Soo dan bergegas ke ruang tengah. Matanya sibuk menjelajahi seisi ruangan.

Jung Soo menangkap pergelangan tangan Hyo Na, “Kau mau apa terhadap Kyuhyun?”

“Aku?”

Jung Soo dan Hyo Na sama-sama menoleh pada seseorang yang sedang berdiri kaku. Di tangannya ada secangkir kopi yang asapnya terlihat mengepul. Ia menatap tegang pada mereka.

Hyo Na kembali menatapi Jung Soo, “Kau takut? Aku akan menyingkirkannya!”

“Menyingkirkanku?”

Pemuda itu masih tertegun di tempatnya berpijak. Ia terus meminta jawaban pada dua orang yang masih bersitegang di hadapannya.

“Kau gila Hyo?” Jung Soo mendelik.

“Bisakah kalian menjelaskan apa yang sedang terjadi?”

“DIAM!!” bersama-sama, Jung Soo dan Hyo Na membentaknya.

Pemuda itu hanya mengangkat kedua bahunya santai, ia berbalik hendak meninggalkan dua orang itu. Langkahnya terhenti, ia menoleh lagi, “Kau akan membunuhku, Hyo?”

“Demi apa pun, Cho Kyuhyun! Kau benar-benar akan mati jika tak menutup mulut besarmu itu!”

Pemuda itu hanya menggeleng. “Segila itukah kau?” ia tertawa kaku sambil berpaling dari hadapan Jung Soo dan Hyo Na, tapi lagi-lagi ia berbalik pada mereka, “Hyo—kau serius ingin membunuhku?”

“Bukan kau!” geram Hyo Na.

“Kudengar kalian berdua terus menyebut namaku?”

“BUKAN KAU!” kali ini Jung Soo dan Hyo Na kembali berteriak berbarengan. Mereka memelototkan matanya, seolah-olah ingin menelan pemuda bernama Cho Kyuhyun itu hidup-hidup.

Kyuhyun hanya mengangkat sebelah alisnya. Sambil meneguk kopi di dalam cangkir, ia berlalu.

Hyo Na dan Jung Soo masih terlibat dalam ketegangan. Hyo Na tersenyum mekar ketika matanya menemukan apa yang dicarinya. Cepat-cepat ia menghampiri objek tersebut dan tanpa ampun melakukan serangan bengis dengan menggunakan pisau di tangannya.

“HYO NA! KAU!!”

Jung Soo histeris dan langsung menarik Hyo Na menjauh. Sang gadis tersenyum sangat puas. Berbanding terbalik dengan Jung Soo yang sudah terlihat seperti orang ling-lung. Ia melangkah tertatih.

“Apa—apa yang kau lakukan?” Jung Soo berbicara dengan tergagap dan matanya berkaca-kaca. Ia berlutut lemas dan memunguti dahan-dahan bonsai yang berserakan di lantai. “Kau—kau mengapa…Kyuhyun-ku.”

What the hell?” Cho Kyuhyun memijit keningnya setelah melihat adegan dramatis yang berlangsung tadi.

“Kau baik-baik saja?” seseorang datang menghampiri Kyuhyun yang masih berdecak heran.

Dengan ekspresi yang sangat kesal dan serasa ingin menangis, Kyuhyun menatap pemuda yang bertanya padanya tadi. “Bisakah kita kirim mereka ke rumah sakit jiwa?” ia balik bertanya pada pemuda tersebut. Choi Siwon.

“Kau seharusnya tidak berekspresi seheboh itu!” seru Hyukjae.

“Mereka bertengkar lagi rupanya!” tandas Donghae.

Kyuhyun menoleh pada duo Lee yang sedang bermain game. Sesekali mereka saling menendang, bertingkah seperti anak kecil ketika sedang tanding game. Kyuhyun dan Siwon menghampiri mereka dan bergabung dengan mereka di ruang tengah apartemen tersebut.

Hyung!” Kyuhyun menoleh pada Jung Soo yang masih mengheningkan cipta di hadapan bonsai. “Apa kau tahu seberapa berharganya namaku? Para gadis bahkan sulit bernapas ketika mendengar namaku,” Kyuhyun merasa harga dirinya terinjak-injak sejak mengetahui jika Jung Soo menamai bonsai sama seperti namanya. Hyo Na justru mencibir saat mendengar Kyuhyun sedang membanggakan diri. “Kenapa dengan wajahmu? Kau juga termasuk dalam kumpulan gadis-gadis itu. Akuilah itu, Hyo!” tegur Kyuhyun tanpa ekspresi.

“Kau terlalu bermimpi!” Hyo Na menggeleng prihatin.

“Hyo, seharusnya kau katakan padaku jika ingin menyingkirkan bonsai sialan itu. Aku bisa meminjamkan samurai koleksi Ayahku padamu,” Kyuhyun berkata santai lalu menghabiskan isi cangkir dalam sekali teguk.

“Diam kau, brengsek!” Jung Soo menggeram hebat setelah penuturan Kyuhyun sampai ke telinganya.

“Sudahlah Kyu, jangan memperkeruh situasi,” Siwon menegurnya.

“Dipikir bagaimanapun, nasibmu jauh lebih baik dibandingkan kami,” Donghae berusaha untuk fokus pada layar televisi. Tangannya sibuk menekan-nekan stick game. “Si gila Hyo Na selalu memakai nama kami untuk menamai hewan peliharaannya,” disela-sela permainan, Donghae masih sempat memamerkan kekesalannya pada Hyo Na.

Benar kata Donghae. Kyuhyun lebih beruntung jika dibandingkan nasib ketiga pemuda lainnya. Hyo Na menamai Donghae pada seekor anjing pudel kurang gizi yang ditemukan Hyo Na terlantar di depan sebuah mini market. Anjing itu mati setelah tertabrak mobil yang dikendarai Jung Soo, tepat di depan rumah mereka.

Hyukjae adalah nama seekor anak kucing penyakitan yang dicuri Hyo Na dari tetangga. Entah apa alasannya, tapi yang jelas—kucing itu ditemukan mati di bawah bantal Jung Soo.

Bagaimana dengan Siwon? Siwon adalah seekor ayam betina yang dibeli Hyo Na di pasar. Di hari pertama, ayam itu justru disembelih Jung Soo—tanpa rasa bersalah. Jelas saja, Jung Soo tidak menyadari kesalahannya. Idenya untuk membuat hidangan ayam spesial justru berujung menjadi sebuah dosa besar yang melahirkan sumpah serapah Hyo Na.

“Tidak ada yang lebih gila dari kakak-beradik itu! Mereka lebih menakutkan dari psikopat manapun,” timpal Hyukjae.

“DIAM KALIAN!”

Mereka bertiga hanya saling pandang setelah dibentak oleh Jung Soo dan Hyo Na.

“Ya—abaikan saja kami. Toh, kami sudah mati, bukan begitu?” Donghae tertawa pelan. “Hei! Lee Hyukjae, jangan bermain curang!” ia menendang tulang kering kaki Hyukjae sehingga membuat pemuda itu meringis dan langsung membalas perbuatan Donghae dengan menampar puncak kepala Donghae.

“Kyuhyun-a.”

Begitu mendengar Jung Soo memanggilnya dengan suara yang bergetar, Kyuhyun menoleh dan bertanya, “Ada apa, Hyung?”

“Maafkan aku.”

Desisan tajam keluar dari mulut Kyuhyun begitu melihat Jung Soo sedang mengelus-elus bonsai sambil menyeka sudut-sudut matanya yang berair, separuh jiwanya seolah terseret angin. Ia seperti sedang mengadakan ritual aneh. Hyo Na sudah merasa jauh lebih baik setelah melampiaskan kemarahannya. Ia yakin Jung Soo akan duduk berjam-jam lamanya memandangi bonsai yang tak lagi bermodel itu.

“Aku benci mereka!” Kyuhyun menarik napas panjang.

Hyo Na mendekati mereka dan ia langsung duduk di antara Donghae dan Hyukjae, merampas stick di tangan Hyukjae lalu tatapannya tertuju pada Donghae, “Bertarung denganku!”

“Di tahun berapa kau lahir? Sopanlah pada kami,” Donghae mencibir melihat Hyo Na yang selalu memperlakukan mereka dengan semena-mena.

Hyo Na lebih muda dari mereka, tapi ia selalu memanggil nama mereka tanpa embel-embel ‘Oppa’.

“Kau serius ingin bertarung denganku? Jangan bercanda Hyo. Aku tak ingin melihatmu menangis karena kalah dariku!”

Are you kidding me?” Hyo Na berdecak tak percaya.

“Berikan padaku!” Cho Kyuhyun yang telah berdiri di hadapan Donghae langsung merampas stick di tangan Donghae. Ia memaksa Donghae untuk menyingkir, lalu duduk di tempat Donghae.

“Si sinting Park Hyo Na perlu diberi pelajaran.”

Shut up your fucking mouth!” seru Hyo Na tak terima. Ia memajukan wajahnya dan menatapi Kyuhyun lekat. Bola matanya melebar setiap detiknya. Ia sangat marah.

Kyuhyun tersenyum cepat, hanya satu detik dan wajahnya kembali datar. Ia mendorong kepala Hyo Na dengan telunjuknya.

“Baiklah, gadis gila!”

Don’t call me crazy anymore!

“Mengapa kita tidak memulai pertandingan kita?”

Hyo Na jelas-jelas tidak menyukai cara Kyuhyun yang selalu memperoloknya. Ia mendengus kesal sambil memalingkan wajahnya kasar dari Kyuhyun dan sejurus kemudian, ia telah sibuk dengan stick di tangannya. Kyuhyun juga melakukan hal yang sama. Mereka serius bertarung. Hyukjae, Siwon dan Donghae terus berteriak, entah siapa yang mereka dukung. Mereka bahkan mulai melupakan keberadaan Jung Soo yang masih meratapi nasib malang bonsai kesayangannya.

Kyuhyun menoleh pada Hyo Na. Gadis itu tampak sangat serius. Kyuhyun tahu jika Hyo Na sangat berambisi untuk mengalahkannya.

“Ck, kau memang gila,” Kyuhyun berdecak.

“Diamlah sebelum aku melemparmu keluar dari jendela!”

Ancaman Hyo Na justru membuat Kyuhyun tersenyum tipis. Ia kembali fokus pada game di hadapannya. Park Hyo Na memang gadis tergila yang pernah ia temui, tapi ia pasti jauh lebih gila daripada Hyo Na karena menyukai si gila itu.

 

~Selesai~

 

Sebenarnya semalam pengen lanjut Drama tapi entah kenapa malah ngetik FF gak jelas ini. So, maafkan sy ya dan anggap aja ini FF sogokan hehehehe.

Iklan

174 thoughts on “PSYCHO

  1. indah berkata:

    baca diawal tegang bgt dah eh bru makin kebawah trnyta cman sbuah binatang yg dikasi nama suju.. walaupun pertamany gak ngerti trus liat judulny yg nakutin.. hehe
    kak aku indah aku readers bru disini, bleh aku ngubak abik ff ny kakak ? Sblmny terimaksih kak^^

  2. Anonim berkata:

    jiahahaha, awalnya udah serem, udah ada kata pisau, pembunuhan, eh ternyata kocak banget ujung”y, hahaha

  3. ielf berkata:

    chakkaman!

    apa yg harus saya tulis di sini? ceritanya sangat sederhana tapi comedy nya dapat banget. good job ^^9

    fighting! and keep writing! ^^

  4. Latishabee berkata:

    Ehhhh???
    Hahaha *ketawa garing*
    aku kira si teukie beneran psycho…
    Udah deg deganny minta minum, *eh? Wktu kyu mau d bunuh eh… Trnyata it cuma bonsai wkwkwk…
    Ada ada aja ni kakak author bikin tegangny ..

  5. yulianimokoagow berkata:

    hahaha … padahal z udah tegang bngett …. ngakak bngett akhirx ….. gk nyangkaa wehh …. pling kzian sma siwon … digerekkk … hahha Kyuppa bonsaii ….. keren 🙂

  6. CHO CHO berkata:

    annyeong eonni~ aig00 😮 sumpah ane ketipu 😀 kirain bnran jungs00 ahjusshi ngebunuh mrka tp trnyata :v n ane nympe melongo pas tau kyuhyun itu b0nsai wkwk

  7. Rhaa berkata:

    awalnya ak tegang lho bacanya, tapi koq semakin kebawah ak ad firasat gak enak…..
    dan ternyata ff troll wkwkwkwk
    kyuhyun mah masih mending, nah siwon eunhyuk donghae apes *ngakak*

  8. Yanti berkata:

    aq baca ff ini serem2 gimana ya awalnya…. tp pas lama2 kelamaan ko malah ada yg janggal…

    lah… *gubrak eh ternyata malah cuma pinjem nama2nya doank…. hahaha

    sueran deh ni ff gokil bgt n aq ga berenti ngakak bacanya …. klo tba2 ada ide crta yg luchu lg segera tuangkan ya bisa jd karya yg seru kayak gini…

    ditunggu cerita luchu lainnya ya… (>_<)

  9. deesungie berkata:

    Astagaa…
    Benar2..
    Kirain tuh org berdua emng gila.. Apalagi pas bahas hae sma hyuk,, serasa tragis banget ..
    Ternyata,, nama hewan peliharaan toh..
    Ckckck
    Benar2 ngakak baca akhirnya..

  10. dongrim berkata:

    Hahahah…. Hyona ni ngefans apa benci dih ama suju, tega amat sih ama para member. Tak kirain psyco beneran eh taunya hanya ketidak sengajaan yg dilakukan sang kakak pd adiknya yg sayangnya kok berkali2 ya. Asli lucu bgt pas Jungsoo nyebut nama bonsainya malah Kyu yg nyahut, hahaha

  11. Elva berkata:

    Omona ! author bener2 pasang jebakan batman !
    awalnya aku kira ini ff misteri atau thriller gitu. ternyata komedi. hwahaha… 😀
    poor donghae, hyukjae dan siwon. mereka jd binatang aneh semua . hoho …
    author keren bgt ! udah menipu para readers …
    trus reaksi jungsoo lebay bgt sama bonsaynya !

  12. chobyul berkata:

    haha…aigo bnr2 lucu, aq sampai ngakak baca ini. author ada2 aja idenya but it’s good, bnar2 bagus sangat menghibur. ditunggu ide2 yg lain. satu kata bwt authornim DAEBAK..

  13. Eka puspita elf berkata:

    Astaga waktu baca awal mah tegang aku, aku kira jung soo beneran bunuh mreka dan jung soo itu psiko, tapi ini apa? Anjing, kucing ayam, astaga cengo+ngakak langsung baca ff ini, keren bener eon ha ha aku suka bener, kasian bonsai nya jung soo di tebas:-D:-D:-D

  14. Eka puspita elf berkata:

    Astaga waktu baca awal mah tegang aku, aku kira jung soo beneran bunuh mreka dan jung soo itu psycho, tapi ini apa? Anjing, kucing ayam, astaga cengo+ngakak langsung baca ff ini, keren bener eon ha ha aku suka bener, kasian bonsai nya jung soo di tebas:-D:-D:-D

  15. cho na na berkata:

    astaga…….
    aku udh dag dig duv bca di awalny trnyta……
    haaaaahhhhhhh……..
    tp bgus ffnya…

  16. ilhoonniee berkata:

    huaaa aku kira beneran tuh kalau eunhaewon dibunuh sma hyona
    eh trnyata yg dibunuh bukan orgnya tp peliharaan hyona :3
    aigoo ada” aja :v tp keren loh eon, aku aja smpai deg”an bngt ngebacanya pas diawal cerita

  17. Lkim berkata:

    Hadehhh kirain jungsoo bnran bunuh donghae eunhyuk dan siwon eii trnyata cuma hewan yg dikasih nama suju 😀
    Daebakk, aku bener” ketipu thorr.. Hahaha

  18. Fiyaa berkata:

    Awal baca mikir “nih ff kok serem amat pake pembunuhan segala” trus muncullah kata donge “si gila hyona selalu memakai nama kami untuk menamai hewan peliharaanya” langsung ngakak saya kakaa. Untung si siwon cuman ayam betina. Nah si donge malah anjing kurang gizi -_- si hyukjae paling parah kucing penyakitan :3

  19. Csweetyla407 berkata:

    Yaaampuun really? Ini bohongan? Aaah aku kira bnr mrk mati dibunuh(?) ama jung soo tp ternyata itu semua nama2 binatang peliharaannya hyo na? OMG!!!! Haaahaaa lol.. Terlali serius baca dan diakhir dpt jebakan deh bahwa ini hanya para nama binatang dan bonsai kesayangan jung soo wkwk

  20. Frozen berkata:

    Gokil banget aku sampai ketawa sendiri bacanya.
    ya ampun lucu bgt tuh park bersaudara he he
    jadi itu anjing, kucing dan ayam kukira benerannnnnnnnnnnnnnnnnnn

  21. esakodok berkata:

    hiaa..semua ff one shoot mu endingnya ngegemesin semua..
    kakak beradik ini agak agak g waras kliatannya..super hamil dan aneh…kalo nama chulie oppa sampe dibuatnama peliharaan pasti dia bakal marah banget

  22. Kei berkata:

    NISA IN THE HOUSE~
    EONNI I MISS U SO BAD HAHAHA…
    Mau lanjut baca UTJS tpi lupa terakhir baca sampai part berapa, saking lamanya gak mampir di blog eonni. Eh malah nyangkut di ff ‘absurd’ ini XD
    Demi apa, bonsai dinamain Kyuhyun ckckck

    • marchiafanfiction berkata:

      Hahahaha…Nis, astajim selama apa dirimu gak ke sini…si UTJS aja udah tamat dr jaman bahula wkwkwkwkw Tp apa pun itu, makasih udah kembali ke sini *nari hula2*

      Terkirim dari Samsung Mobile

  23. LC_Ovan berkata:

    Dasar geblekkk mereka Q kira mereka bener” membunuh orang ternyata eh ternyata lagi Hyo dengan enak’a ngasih nama hewan” pake nama Donghae, Eunhyuk dan Siwon asliii yg Siwon nama’a buat AYAM BETINA BAYANGKAN AYAM BETINA kalau jantan tak apa tapi ini ayam betina bener” sinting

    Dan lagi Jung Soo ngasih nama bonsai Kyuhyun lahhh idihhhhh bonsai yg bogel dikasih nama Kyuhyun kebagusan amat nama bonsai’a dan Jung Soo sumpah lebay banget sampe diratapi si “Kyuhyun” yg telah tidak berbentuk hahaha

    Ehhh tapi ternyata Kyuhyun suka sama si gadis sinting Hyo bearti dia lebih sinting dari Hyo hahahaha

  24. Yoolin berkata:

    Hahahha apa apaan ini??
    Ngakak sumpah 😀
    Judulnya psycho, aku udah ngebyangin kalau ada adegan manusia yg bunuh mmbunuh dan gila.
    Tpi ini?? Ini yg dibunuh ayam? Anjing?? Kucing pnyakitan??? Bonsai?????
    Wkwkwk parah deh

  25. Widya Choi berkata:

    Aigooooo…q ter ti puuuu…
    Kakak sungguh ter la luuuuuuuuu…
    Q kira sadis2 gmn gt..tyta malahhhh 😂😂😂

  26. Mingxia berkata:

    Omg,, aku kira psycho beneran.. Udah srius bgt baca nya ehh ternyata ???? Daebak eonnie udah buat aku berdebar” dan akhirnya malah jd ketawa” gni

  27. Ken berkata:

    Nih authornya sangat kreatif. Pertama aku baca kaget bgt klo Jung Soo bunuh siwon, hyukjae ama Donghae. Udh gtu secara sadis lagi,, pas ditengah aku rada bingung ko siwon muncul lagi? Dan pas kebawah, gila… Ngakak sumpah itu cuman peliharaan Hyo yg dikasih nama para cogan itu. Siwon siayam betina, digorok seharusnya ditambahin sekalian “digorok dan disate didepan mataku” hahahh 😀

  28. edelinecho berkata:

    Eon, mo tanya nih, apa eonni pernah buat cerita serupa dengan nama beda? Soalnya aku prnah baca cerita kayak ni di wp sebelah tapi nama pena nya beda….

    • marchiafanfiction berkata:

      Di wp mana dek? Angel Cho? Kalo itu yg dimaksud… angel terinspirasi dr ff sy ini (sy jg diinfo dr seseorang, begitu sy cek mmg judulnya sm, isi ceritanya serupa tp tak sama. Si angel jg udah kasih note kalo ff itu terinspirasi dr ff sy)

      Terkirim dari Samsung Mobile

  29. Clara berkata:

    Ya ampun kak, ini apa cobak
    Wkwkkw
    Nguakak kak, ak sampe harus gigit selimut biar ndk ngebangunin orang2 di rumah
    Apalagi itu, siwon jadi ayam betina??? Wkwk, disembelih pula
    Sadis bgt, wkw

Mohon Saran dan Kritikannya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s