Love Is Pain

boy-girl-love-summer-sun-favim-com-271842_large

By. Lauditta Marchia T

***

“Ah—kau datang?”

Nam Jae In sedang merapikan gaun yang membaluti tubuhnya ketika mendengar seseorang membuka pintu. Ia berbalik dan senyum mekar yang semula terpancar di raut wajahnya mendadak hilang. Tampaknya bukan seseorang yang ia harapkan kehadirannya di situ.

Berbeda dengan Jae In yang kini memamerkan ekspresi yang terkesan sangat biasa, Lee Donghae justru bergeming. Ia tak bisa menampik hatinya yang berdebar tak beraturan. Hanya Jae In yang bisa membuatnya seperti itu. Jae In begitu cantik dengan riasan minimalis di wajahnya, rambut yang digulung sederhana serta gaun putih indah yang membuatnya terlihat sangat menawan.

“Kau—sangat cantik.”

Jae In tersenyum tawar mendengar Donghae bergumam, memujinya. Sorot mata pria itu tampak begitu sendu. Jae In mampu merasakan cinta yang terpancar dari tatapan Donghae. Tatapan itu tak pernah berubah sejak dulu.

“Tidak seharusnya kau berada di sini.”

Donghae bungkam. Ia menunduk sejenak dan kembali memandangi Jae In. Mata coklat Donghae yang berkilat ditempa cahaya terlihat mengurung luka yang sangat besar. Dadanya bergemuruh dan mulai terasa sesak.

“Mengapa?” Donghae bergumam pelan, tak jelas pertanyaan itu ditujukan pada Jae In yang kini berdiri kaku di hadapannya atau pertanyaan itu untuk dirinya sendiri. “Jae In, jika kau ingin membalas sakit hatimu, maka kau telah berhasil,” bibir Donghae bergetar pelan. Ia mati-matian menahan air matanya agar tidak jatuh.

Jae In terdiam, ia memandang sedih pada Donghae, “Mengapa kau beranggapan seperti itu, Donghae?”

“Aku mencintaimu.”

Ungkapan Donghae membuat Jae In tertegun, namun sejurus kemudian wanita itu justru memamerkan ekspresi dingin, tatapan matanya seolah mampu membekukan tubuh Donghae.

“Aku tidak lagi mencintaimu,” balasan Jae In sungguh membuat Donghae merasakan sebilah pedang sedang menembus jantungnya, “Harusnya sudah kau tahu itu,” Jae In tersenyum.

“Jae In,” Donghae sudah tak mampu berkata-kata. Ia terdiam sekian lama, napasnya memburu—rasanya persediaan oksigen di tempat itu semakin menipis. “Mengapa harus dia?”

“Jangan membenci kami,” Jae In menegakkan kepalanya, mencoba menahan hatinya. “Dibandingkan dirimu, dia jauh lebih baik. Aku telah memilihnya. Dia adalah orang yang memperbaiki semua kekacauan yang kau buat. Aku tidak akan meminta maaf padamu, sebab cintaku padanya bukan sebuah kesalahan.”

Lee Donghae terdiam. Begitu juga dengan Jae In. Mereka berada di tengah-tengah suasana yang terasa mencekam. Atmosfernya pun sangat tak bersahabat.

“Jae In!”

Seseorang yang berdiri di ambang pintu mengalihkan perhatian Donghae dan Jae In. Senyuman Jae In mengembang pada Lee Hyukjae yang begitu tampan dengan setelan tuxedo hitam elegan di tubuhnya. Ekspresi Hyukjae justru berubah sesaat setelah melihat keberadaan Donghae. Lagi-lagi hanya keheningan yang terjalin.

“Donghae—kau datang?” Hyukjae telah menguasai dirinya. Ia tersenyum tulus pada Donghae yang semakin merasakan sesak di dadanya. “Acaranya akan segera dimulai,” Hyukjae menoleh pada Jae In. Wanita itu mengangguk pelan, ia terlihat sangat bahagia. Hyukjae berlalu, ia seolah memberikan kesempatan kepada mereka untuk menuntaskan apa yang harus diselesaikan.

Jae In beranjak dari tempatnya berpijak. Ia melangkah pelan. Semakin Jae In mendekat, semakin perih hati Donghae. Jae In berhenti tepat di hadapan Donghae. Jantung Donghae berdentam hebat melihat Jae In dari jarak yang begitu dekat. Wanita itu selalu membuatnya merasa tersihir, apalagi saat Jae In tersenyum manis seperti itu—seolah Jae In tak peduli dengan sayatan panjang di hati Donghae yang kian perih setiap detiknya. Jae In semakin melebarkan senyuman di kedua sudut bibirnya, ia tak terlihat merasa bersalah dengan keadaan Donghae yang tampak begitu sangat memprihatinkan.

“Kau harus merelakanku, Donghae,” Jae In berkata tenang. Ia lantas mengecup singkat pipi kiri Donghae. “Aku selalu berdoa agar kau bahagia. Jadi, bisakah kau ikut mendoakan kebahagiaan kami?” katanya lagi dengan senyuman yang  seakan tak lekang dari wajahnya. Ia pun berlalu meninggalkan Donghae yang telah membatu.

Mendoakan kebahagiaan mereka? Terdengar kejam di telinga Donghae. Tak ada yang bisa dilakukan Donghae selain memejamkan matanya dan membiarkan air mata yang sejak tadi ditahan olehnya bergulir mengaliri kedua belah pipinya.

Lee Donghae harus merelakan Nam Jae In, wanita yang paling dicintainya menikahi Lee Hyukjae, sepupu sekaligus sahabat terbaiknya.

*

Donghae memasuki rumah dengan terhuyung-huyung, wajahnya terlihat merah, pakaian di tubuhnya pun tampak berantakan. Tercium bau minuman beralkohol yang sangat menyengat darinya

Oppa!

Se Na menghampiri Donghae dan langsung membantu Donghae berjalan, tapi Donghae mendorong kasar tubuh Se Na hingga membuat wanita itu tersungkur di atas lantai. Se Na tak terlihat begitu terkejut karena perlakuan kasar Donghae, tampaknya ia sudah terbiasa dengan semua kekasaran itu.

“Kau harus berganti pakaian,” Se Na kembali memegangi Donghae. Ia menuntun Donghae menuju kamar, merebahkan Donghae di tempat tidur.

Se Na terdiam sejenak memandangi Donghae yang tak sadarkan diri. Ia beranjak. Beberapa saat kemudian, ia terlihat membawa sebuah baskom berisi air dan handuk. Dengan hati-hati ia mulai membersihkan Donghae.

“Aku mencintaimu…Jae In…Jae In…kumohon.”

Mendengar Donghae yang terus mengigaukan nama itu berulang kali, Se Na terdiam. Donghae sedang terluka, tapi bukan berarti Se Na tak merasakan luka yang sama. Wanita itu kembali membersihkan Donghae dan dengan hati-hati ia melepaskan kemeja yang dipakai Donghae.

*

Donghae membuka matanya perlahan. Ia dapat mencium bau alkohol dari tubuhnya. Pria itu bergerak, ia berusaha menegakkan tubuhnya, kepalanya terasa begitu pusing. Tak baik mengkonsumsi alkohol terlalu banyak.

Tatapan Donghae bergerak turun pada Se Na yang duduk di lantai dekat tempat tidur, ia merebahkan kepalanya di tempat tidur Donghae. Wanita itu telah berjaga semalaman di sisi Donghae.

Pelan-pelan Donghae bergerak agar tidak membangunkan Se Na. Ia menatapi wajah Se Na yang begitu pulas. Matanya yang teralih pada sebuah luka gores di lengan Se Na. Donghae tertegun, ia pasti telah melakukan sesuatu pada Se Na semalam, pikirnya. Untuk sekian menit lamanya Donghae terpekur. Rasa bersalah mulai memeluk Donghae.

Donghae terpekur.

Mengapa cinta ini sangat menyakitkan?

***

Dua tahun sebelumnya.

Bel yang berulang kali terdengar di seluruh penjuru rumah membuat Jae In bergegas ke pintu. Jae In mendapati seorang pria asing di balik pintu. Orang itu berpakaian rapi dan sangat cocok dengan postur tubuhnya yang agak kurus dan tinggi. Ekspresi di raut wajahnya yang tampan terlihat sedang menahan sesuatu. Entah apa yang membuatnya harus bertingkah segugup itu.

“Kau?” Alis Jae In saling bertaut, ia merasa tidak mengenal pria itu.

“Ah, maaf. Aku Lee Hyukjae,” katanya salah tingkah.

Lee Hyukjae? Alis Jae In semakin bertaut dan bahkan kerutan halus mulai terlihat di dahinya. Ia tidak asing lagi dengan nama itu. Untuk sesaat Jae In mencoba mengingat-ngingat sesuatu sampai akhirnya ia tersadar dan sedikit terperanjat. Ia lantas menghadiahi Hyukjae dengan tatapan matanya yang membulat dan berbinar-binar, senang.

“Jadi kau orangnya?” pekikan girang Jae In membuat Hyukjae kebingungan. “Donghae sering sekali membicarakanmu. Kau tahu? Kadang aku cemburu padamu,” Jae In terkekeh pelan. Hyukjae ikut tertawa sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. “Ng, tapi—kenapa kau bisa di sini?” tanya Jae In lagi. Setahunya, Hyukjae tinggal di London.

“Aku ke Seoul karena—”

Hyukjae mendadak berhenti. Ia menahan perkataannya. Kegugupan kembali tergambar dari gerak-gerik tubuhnya dan Jae In semakin kebingungan dibuat olehnya. Hyukjae menarik napas panjang, ia lalu mengeluarkan sesuatu dari balik coat hitam yang dipakainya.

“Donghae memintaku untuk menyerahkan ini padamu.”

Meski bingung, Jae In tetap menerima apa yang disodorkan Hyukjae. Ia tidak mengerti mengapa Donghae tidak menyerahkan benda itu secara langsung tapi justru meminta Hyukjae yang melakukannya?

Sambil tetap sesekali menatap penuh tanya pada Hyukjae yang sedang menahan napas, Jae In membuka benda yang kini berada di tangannya. Jae In lalu mulai membacanya, namun itu hanya sesaat karena ia tak lagi mampu membaca apa yang tersembunyi di balik lipatan benda itu hingga tuntas. Benda tersebut meluncur begitu saja dari tangannya.

“Jae In,” Hyukjae kelihatan sangat cemas melihat Jae In yang membatu dengan bola mata yang mulai berair.

Jae In melihat bibir Hyukjae yang bergerak dan juga kecemasan di raut wajah Hyukjae, tapi ia sudah tak mampu mendengar apa yang dikatakan oleh pria itu. Jae In tidak percaya jika ia baru saja melihat nama kekasihnya bersanding dengan sebuah nama lainnya, Park Se Na, dan terukir indah dengan tinta emas di dalam undangan pernikahan yang kini terbuka di dekat kaki Jae In.

Masa bodoh dengan Donghae yang tidak bisa memilihnya karena perjodohan keluarga, tapi tidak seharusnya Donghae memperlakukannya sekejam itu.

Jae In membatu dan nyaris kehilangan kesadarannya.

Mengapa cinta ini sangat menyakitkan?

~Selesai~

Baru saja—kurang lebih sejam yang lalu saya sedang dalam proses melanjutkan ‘Drama’ part 6, tapi di pertengahan, tiba-tiba pikiran saya membelot. Dan… tadaaaa… beginilah jadinya hehe.

Keep waiting for Drama ya guys, sy usahakan bisa posting sesegera mungkin (versi Marchia hehe)

Dan… sebelum diminta sequel, sy infokan sekalian..cerita ini gak pake sequel. Ini cuma hasil pikiran sy yang sedang tersesat. Thanks. Muuuuaccchh.

Iklan

75 thoughts on “Love Is Pain

  1. Shim young berkata:

    Huhuhu sejujurnya aku blm baca ff ini hiksT^T
    Aku langsung baca aythor note nya…….. Berharap ada penginfoan tentang drama chp 6:”) ternyata baru diketik ya kak..
    Wah,,, masih panjang ya perjalanan waktu menunggu aku.. Its okay. Wkwkk sekagi masih ada kepastian mah aku rapopo yuhu~ semangat terus ya kakak! xx

  2. 멍~ berkata:

    Padahal berharap drama yang muncul ke permukaannn(?)…. ehh taunyaaa
    Ohhh bener bener dah author yang satu ini demen banget bikin penasaran tingkat dewa,,,, padahal baru aja liat si donge apdet insta dan taraaa langsung di tutup ama cerita ini,,,, duhhhh
    Jadi ini inti ceritanya ajaaaa 😞 !!! Simple tapi tetep aja suka 😆😆😆😆

  3. cutebabyhae berkata:

    Berharapnya sih drama tapi gak papa deh soalnya ada ikanku tapi sayang pasti bakalan sad. Kasihan ikan nemoku ini TT__TT untungnya dongek gak dibuat jahat banget tapi dikit XD ngahahaha sisi jahatnya cuma mencintai Nam Jae In disaat ada Se Na disisinya. Ya salah satu sifat serakah manusia.

    When you gets what you want but not what you need. Stuck in reverse. -malah nyanyi fix you XD – tapi cocok sih XD tenang aja dongek aku selalu setia kok

  4. theseonsaengnim berkata:

    Wah, eonni bikin aku galau pagi-pagi. Aku hiks hiks hiks sedih dg keadaan Domghae… huuuu

  5. Sheepptii saptyaNG berkata:

    Kenapa cerita ini menyakitkan?
    donghae mah selalu pas mainin cowo yang sedih(?) 😀
    ngomongin drama jadi ingat lovely piggy. Gimana kabarnya cho khuhyun yang jadi piggy ya? Hihihi

  6. naynamika berkata:

    anyeong

    woaah , bisa ngobati penantian drama ,hehe
    walaupun membelot ff unnie tetap , keren ,bagus , oneshoot , nggakpapa , itu juga sudah ada kejelasan di ceritanya , hehe

    @_@+fighting

  7. kimseok berkata:

    ibarat sinetron , ff ini adl iklan dsaat nunggu lnjtn ff “Drama” haaa… 🙂

    syng bngt gx ad sequel, sbnr’a pngen tw khidupan mrka stlh mnikah. tpi yo wes lh ra popo…

  8. Tia Destyliana berkata:

    Aaaaaa jadi donghae disini sudah nikah duluan dengan se na??? :O
    benar jae in kau benar” hebat,. bisa move on dari donghae,. 🙂

  9. honneyhae berkata:

    oowhh..jadi gitu ceritanya..kirain ada alasan lain jae in nikah ma hyukjae..kesannya kayak balas dendam, tapi kita juga tidak akan tahu jika orang akan merasakan sakit yang sama dari apa yang pernah dia lakukan ke orang lain…curcoll..

  10. peperokyu berkata:

    Buah dr sikap ketidaktegasanmu abang donghae
    dua tahun jae in bs move on
    eeh si abang donghae malah msh terjebak nostalgia hahhahaa
    cemen amat si donghae ga berani ngomong putus ke jae in malah nyuruh hyukjae yg nyelesain semuanya
    mana itu langsung pk undangan
    Tp kasian sena 2 tahun diginiin

  11. nychoicy berkata:

    eonniiiiiiee!!
    kyaaaaaa, miss youuuuuu..
    huwaaaa udh lama bgd ga maen ksni huhuu. skalinya ud ada 6 part aja ff baru, whoaaa!!
    wktu kmrn eon lama ga apdet, kupikir eon ga lanjut nulis lg.. makanya jrg main ksni.. jadolah ketinggalan kereta.. kkk
    itu ff drama mau dibikin bro part sih eon?? panjang ga?? aku blum bacaaa nih..
    huwaaa kangen bc tulisan eon, eon jg pasti dh lupa kan ya sama aku kkkk. *emangsiapague* lol
    maap y eon, dateng2 ngerusuh..^^

    • marchiafanfiction berkata:

      cy.. aduuuhh…pembaca setia eyke nongol lg *hug*sy belum punya alasan untuk berhenti menulis sekalipun jarang update sih hehehewaduh, ntahlah dek mau jadi berapa part.. masih on going soale kkkk kemana aja dirimu? 😀

  12. Dyoundhee berkata:

    aqhu gk pernah nyaman sma jaln cerita sad ending. jd baca’y cma di paragraf akhir aja… hehehheee…

  13. Bedul berkata:

    Awal baca kirain jae in wanita yg bakal sengsara. Tapi pas bagian Sena rasanya jga dia lebih sengsara meski cuman sedikit adegannya dia. Gantungnya keren euy. Bikin gregetan dan bingung mana yg lebih sengsara wkwkwkwkw

  14. rai berkata:

    aq berharap lebih, tapi terlalu berlebihan hanya oneshoot dan aq malah nunggu next part, author ff nya bagus berharap ada sekuelnya tapi ff lain masih menunggu untuk qu baca. jadi fighting

  15. Lkim berkata:

    Thor ffnya keren bangett, feelnya udah dpt, uda bikin aku mewek tp yah thorrr critanya kurang panjang 😥
    Smoga ada sekuelnya

  16. esakodok berkata:

    ayolah hae..terima saja semuanya dgn ikhlas.
    dia sama saja menyakiti hati irang banyak..menyakiti diri dia sendiri..jae in.hyukjae dan sena..kasihan..

  17. Widya Choi berkata:

    Q jd bingung mau bela cp. Intiny mrk ber2 sm2 trsakiti dsini. Huhuhu sedih..wlaupn msih ad cinta mrk ttp g bs sling mmliki. Tp stidakny jdikan itu pmbljaran. N bljr lh unk mncintai psangnny yg skrg. Toh kyk ny se na n hyuk jae sprtiny org yg baik.

  18. Shatia berkata:

    Klo bukan jodoh apa mau di kata…rasa sakit Jae In terobati oleh Hyukjae..
    Buat donghae, harusnya dia bersyukur punya istri seperti Sena yg perhatian, mungkin donghae belum menyadari keberadaan Sena dan belum move on dari cinta terdahulu..
    Kurang panjang ceritanya

Mohon Saran dan Kritikannya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s