Pianist’s Melody (Part 3)

pianists-melody-2

~Kesamaan karakter ataupun jalan cerita hanyalah faktor ketidaksengajaan. Dilarang keras melakukan aksi Plagiat! Jika teman2 menemukan sesuatu yang mencurigakan, harap segera dilaporkan kepada saya. Say no to plagiat!~

***

Hurt

 

 

“Kau yakin?”

Mereka sedang makan siang di kantin saat Yun Ae mulai mengeluarkan uneg-unegnya. Pertanyaan In Hee hanya dijawab dengan anggukan kepala Yun Ae yang terlihat sangat lemah.

“Kyunie, begitu konsisten. Sepertinya, baik kata-kata maupun tingkah lakunya terhadapku, semua terlalu stabil. Di matanya, aku ini hanyalah nona muda,” Yun Ae menggerakkan pipet dalam gelasnya, mengaduk-aduk jus yang belum diminum sedikit pun. Ia menarik napas dalam dan In Hee hanya mengawasi sambil berpikir.

“Cobalah untuk membuatnya cemburu,” celetuk In Hee tiba-tiba.

“Apa?” Baca lebih lanjut

Iklan

Pianist’s Melody (Part 2)

pianists-melody-2

~Kesamaan karakter ataupun jalan cerita hanyalah faktor ketidaksengajaan. Dilarang keras melakukan aksi Plagiat! Jika teman2 menemukan sesuatu yang mencurigakan, harap segera dilaporkan kepada saya. Say no to plagiat!~

***

Maybe It’s Love

 

 

Siang itu, Seo Yun Ae dan sahabat karibnya, Cha In Hee, baru saja keluar dari kantin sekolah. Jam istirahat akan segera berakhir, jadi mereka memutuskan untuk kembali ke kelas, sebab setelah itu adalah jam pelajaran Guru Im yang terkenal dengan kekejamannya. Sementara berjalan, banyak hal yang mereka bicarakan. Mulai dari pelajaran, gosip yang berembus di sekitar mereka, deretan siswa popular dan pembicaraan lainnya yang selalu menjadi topik khas remaja. In Hee sedikit melambat, dan ia mengarahkan dagunya ke sebuah tempat setelah melihat kebingungan Yun Ae. Hanya beberapa meter di depan mereka, ada segerombolan gadis yang tampak berhimpit-himpitan di depan jendela sebuah ruangan yang mereka ketahui adalah ruang musik.

Keduanya menghampiri gerombolan siswi yang seperti berlomba-lomba untuk menyaksikan sesuatu yang menarik. Sayup-sayup suara piano terdengar lembut di telinga mereka. Daripada membiarkan rasa penasaran menggeluti mereka terlalu lama, Yun Ae dan In Hee segera mengayunkan kaki dan ikut bergabung dengan para gadis itu. Di dalam sana, ada seorang siswa yang sedang bermain piano.

“Baru-baru ini, dia memenangkan kompetisi piano antar SMA se-Korea Selatan.” Baca lebih lanjut

Pianist’s Melody (Part 1)

panists-melody

~Kesamaan karakter ataupun jalan cerita hanyalah faktor ketidaksengajaan. Dilarang keras melakukan aksi Plagiat! Jika teman2 menemukan sesuatu yang mencurigakan, harap segera dilaporkan kepada saya. Say no to plagiat!~

***

First Meet

 

 

Pianis Cho Kyuhyun, akan melakukan resital bertajuk Classical Eve.

Klik.

Seorang wanita berambut pirang datang bersamaan dengan layar televisi yang telah berubah menjadi hitam pekat. “Sudah cukup waktu untuk bersantai,” kata wanita itu dengan tangan kanan mencengkeram pinggang mungilnya. Ia berdiri di hadapan seorang pria yang matanya lebih tertarik mengikuti benda dalam genggaman tangan kiri sang wanita, yang bergerak bebas ke sana dan ke mari—lebih banyak menunjuk ke wajah si pria.

Akhirnya pria itu tahu misteri hilangnya remote control yang mengganggunya sejak tadi. Jessey, nama wanita berparas mungil itu, pasti secara sengaja menyembunyikannya.

“J, kembalikan!” pria itu lebih suka memanggilnya ‘J’ ketimbang Jessey, cukup irit menurutnya. Kemudian tangannya terulur, berharap remote itu segera berpindah tempat.

“Kau datang ke sini bukan untuk duduk bermalas-malasan begitu.” Baca lebih lanjut

Mau Nyapa Pembaca

Hallo,

Apa kabar?

Setelah berbulan-bulan, akhirnya saya bisa nyampah di blog *terharu*

Terakhir, posting Drama Part 16, dan itu sudah berbulan-bulan yang lalu, Bulan Juli. Waow!

Selama beberapa bulan belakangan ini, saya sedang berhibernasi 😀

Selama masa hibernasi itu, saya tak pernah membalas komentar, tidak membalas email, dan saya rasa kemungkinan pendatang baru di sini beranggapan kalau saya tidak berniat memberikan mereka password. Oh, dear, saya akan selalu memberikan password pada siapa pun, tanpa terkecuali selama kalian ngirim permintaannya ke alamat yang benar.

Beberapa hari lalu, saya sudah mulai menulis kelanjutan ‘Drama’ tapi baru dua lembar wkwkwkwk.

Sebenarnya, selain karena kegiatan lain, saya sempat kehilangan mood menulis ‘Drama’… yeah, ini kebiasaan buruk saya, tapi saya janji, saya akan mem-posting ff itu sampai tamat, seberapa lama pun waktu yang saya butuhkan. Omong-omong, Drama gak lama lagi bakalan tamat (hanya beberapa part lagi sih perkiraan saya. Baru perkiraan lho ya, mana tahu bisa jadi panjang karena otak drama saya ini haghaghag). Lamanya, karena saya nulis tersendat-sendat ohohoho.

Lewat postingan ini, saya mau minta maaf pada kalian semua karena keterlambatan saya mem-posting FF.

Juga, permintaan maaf bagi teman-teman yang sudah mengirim email permintaan password, tapi belum ditanggapi. Maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh pemilik blog yang doyan ngilang ini.

Mohon kesabarannya, saya baru akan mulai membalas email masuk secara bertahap.

Oh ya, semasa hiatus, saya sempat menulis sebuah ff, awalnya sih buat ikutan lomba, yaaa coba-coba aja, sekalian nambah pengalaman, tapi takdir berkata lain (cie, cieee).

Trus, sempat diniatin buat diterbitkan via PS, tapi kependekan, cuma 150 halaman.

Dan—seperti biasa, ff itu bakalan saya posting di sini kok.

Jadi, saya minta pendapat kalian, mau diposting sekarang, sambil nunggu si Drama yang on going, atau postingnya setelah Drama tamat?

Saya ikut suara terbanyak. Jadi, teman-teman, silakan berkomentar.

Note : Sekali lagi, mohon kesabaran teman-teman yang meminta password ya. Saya akan membalas secara bertahap mengingat banyaknya email yang masuk dan tak tersentuh selama berbulan-bulan.