Pianist’s Melody (Part 6)

pianists-melody-poster-2

~Kesamaan karakter ataupun jalan cerita hanyalah faktor ketidaksengajaan. Dilarang keras melakukan aksi Plagiat! Jika teman2 menemukan sesuatu yang mencurigakan, harap segera dilaporkan kepada saya. Say no to plagiat!~

***

A Goodbye

 

 

Orang-orang berkata, cara yang paling ampuh untuk menyamarkan kesedihan adalah mencoba menyibukkan diri. Jadi, hari ini Yun Ae sudah memulai segala aktivitas yang membuat heran seisi rumahnya. Yun Ae bangun pagi-pagi sekali, padahal biasanya membutuhkan kemampuan khusus para pelayan untuk membangunkannya dan ujung-ujungnya, mereka akan meminta bantuan Kyuhyun.

Setelah itu, Yun Ae membereskan kamar tidurnya, mengganti sprei, sarung bantal dan bedcover dengan yang berwarna biru kalem. Meja riasnya yang selalu mempertontonkan kekacauan, kini telah berganti dengan susunan bedak, kosmetik dan sejenisnya yang telah tertata rapi. Yun Ae jarang berolahraga, jadi kegiatan hari ini dirasanya sangat bermanfaat. Keringat yang bercucuran telah membasahi pakaiannya. Tangannya yang memegang stick pel, bergerak maju-mundur.

“Nona, sudah, hentikan saja!” Baca lebih lanjut

Iklan

Pianist’s Melody (Part 5)

pianists-melody-poster-2

~Kesamaan karakter ataupun jalan cerita hanyalah faktor ketidaksengajaan. Dilarang keras melakukan aksi Plagiat! Jika teman2 menemukan sesuatu yang mencurigakan, harap segera dilaporkan kepada saya. Say no to plagiat!~

***

My Name Is…

 

 

Seo Yun Ae terbangun dalam keadaan yang memprihatinkan. Kepalanya terasa sangat berat sehingga ruangan kamar terlihat berputar-putar. Yun Ae memaksakan diri untuk duduk di tepi tempat tidur, sementara kakinya yang menginjak lantai telah bersarung pada sandal kamar berbentuk panda. Gaun pesta masih menempel di tubuhnya. Suara pintu yang terbuka membuat pandangan Yun Ae beralih pada Bibi Han yang masuk, membawa sesuatu di tangannya. Wanita itu tersenyum padanya sambil meletakkan sepiring roti lapis daging dan cokelat panas—sarapannya—di nakas.

“Syukurlah, Nona sudah bangun,” kata Bibi Han. Tangannya bergerak secara otomatis mengambil sisir di meja rias dan mulai merapikan rambut Yun Ae yang tampak berantakan.

Yun Ae menikmati apa yang dilakukan oleh pelayan wanita yang sudah seperti seorang ibu pengganti baginya. “Bibi, apa yang terjadi?” tanyanya. Ia masih belum memahami alasan mengapa kepalanya terasa begitu pusing, dan terlebih lagi, ingatannya tentang pesta tadi malam berakhir pada saat dimana ia sedang berdansa dengan Hyukjae. Baca lebih lanjut

Pianist’s Melody (Part 4)

pianists-melody-poster-2

~Kesamaan karakter ataupun jalan cerita hanyalah faktor ketidaksengajaan. Dilarang keras melakukan aksi Plagiat! Jika teman2 menemukan sesuatu yang mencurigakan, harap segera dilaporkan kepada saya. Say no to plagiat!~

***

Melody In The Heart

 

 

Sehari menjelang pesta dansa perpisahan sekolah, tiba-tiba saja Kyuhyun menyampaikan sesuatu yang membelalakkan mata Yun Ae. “Kau bilang apa?” Yun Ae bertanya, ia tidak percaya dengan apa yang didengarnya.

“Di pesta nanti, jangan berpasangan dengan Lee Hyukjae,” jawab Kyuhyun, tenang.

“Apa maksudmu?”

“Aku akan menjadi pasangan Nona.”

Yun Ae terkesiap. Lalu ia memutar bola matanya sambil tersenyum sinis. Yun Ae mengedarkan pandangan ke sekeliling mereka. Koridor tampak lengang. “Kenapa aku harus berpasangan denganmu?” Baca lebih lanjut