Pianist’s Melody (Part 4)

pianists-melody-poster-2

~Kesamaan karakter ataupun jalan cerita hanyalah faktor ketidaksengajaan. Dilarang keras melakukan aksi Plagiat! Jika teman2 menemukan sesuatu yang mencurigakan, harap segera dilaporkan kepada saya. Say no to plagiat!~

***

Melody In The Heart

 

 

Sehari menjelang pesta dansa perpisahan sekolah, tiba-tiba saja Kyuhyun menyampaikan sesuatu yang membelalakkan mata Yun Ae. “Kau bilang apa?” Yun Ae bertanya, ia tidak percaya dengan apa yang didengarnya.

“Di pesta nanti, jangan berpasangan dengan Lee Hyukjae,” jawab Kyuhyun, tenang.

“Apa maksudmu?”

“Aku akan menjadi pasangan Nona.”

Yun Ae terkesiap. Lalu ia memutar bola matanya sambil tersenyum sinis. Yun Ae mengedarkan pandangan ke sekeliling mereka. Koridor tampak lengang. “Kenapa aku harus berpasangan denganmu?”

Kyuhyun terdiam beberapa saat, “Tidak ada alasan,” jawabnya kemudian.

Dengan jari-jarinya, Yun Ae menyisir rambutnya. Ia tertawa kaku. Kemudian menatap tak sedap pada Kyuhyun yang berdiri tenang, seperti biasa. “Apa kau sedang mempermainkanku? Kau melarangku jatuh cinta padamu, lalu sekarang kau memintaku menjadi pasanganmu di pesta dansa. Cho Kyuhyun, bagimu, ini seperti lelucon, kan? Jangan membuatku bingung.”

Catat, pertama kalinya, Kyuhyun mendengar Yun Ae menyebut namanya dengan lengkap dan benar.

“Jika kau tak berminat pada perasaanku, jangan memberiku harapan palsu. Aku tidak semenyedihkan itu sehingga harus menerima belas kasihan darimu, Kyunie,” Yun Ae tersenyum tipis sebelum berlalu dari hadapan Kyuhyun. Sepeninggal gadis tersebut, Kyuhyun hanya menarik napas dalam-dalam dan mematung sekian lama tanpa bergeser dari tempatnya berpijak.

♪♫♩♬

“Astaga. Kau sangat tampan, Kyu.”

Bibi Han terkesima, ia merapikan pakaian yang dikenakan Kyuhyun. Setelan jas berwarna hitam, dan sangat cocok dengan tubuhnya yang tinggi. Rambutnya pun diberi gel oleh Bibi Han dan ditata sedemikian rupa sehingga membuatnya semakin tampan.

“Terima kasih, Bibi,” Kyuhyun mengecup singkat pipi wanita itu.

“Ehm, terlihat cocok denganmu,” suara itu datang dari ambang pintu. Paman Han, berdiri dengan ekspresi aneh, tampak kikuk, sebelum akhirnya pergi dari sana.

Bibi Han tersenyum geli, “Pamanmu memang tidak pandai memuji. Dia bahkan tidak pernah memujiku,” ujarnya sambil menepuk-nepuk jas Kyuhyun, seolah takut jika jas itu kusut. “Baiklah, mungkin Nona Yun Ae sudah siap,” katanya lagi dan menarik tangan Kyuhyun. Mereka melangkah di sepanjang koridor rumah, menuju sebuah pintu yang masih tertutup rapat. Kamar Seo Yun Ae. Bibi Han mulai mengetuk pintu.

“Nona,” panggilnya lembut, “Apa Nona sudah selesai?” pintu kamar terbuka, dan wajah seorang pelayan yang menyambut mereka.

“Sebentar,” kata pelayan muda itu sambil membuka pintu lebih lebar lagi.

Seo Yun Ae masih duduk di depan meja rias, memandang wajahnya di cermin, lalu ia berdiri dengan hati-hati, berbalik pada tiga pasang mata yang sedang memerhatikannya. Gaun di bawah lutut, berwarna senada dengan warna kulit terlihat pas membalut di tubuhnya. Dengan lengan gaun sebatas siku dan memiliki leher terbuka, gaun tersebut mempertontonkan tulang selangka Yun Ae yang seksi. Rambut Yun Ae yang biasanya dikuncir, dibiarkan terurai jatuh ke pundak. Penampilan yang sederhana, namun elegan. Tampak sangat cocok dengannya.

“Aku rasa, ini terlalu berlebihan,” ujar Yun Ae saat melihat semua orang bergeming.

“Tidak, Nona sangat cantik,” puji Bibi Han, “Benarkan, Kyu?” tengoknya pada Kyuhyun. Pemuda itu tidak merespon sehingga membuat Bibi Han harus repot-repot menyenggolnya.

Kyuhyun tersentak, “Ah, iya,” jawabnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. “Nona, sangat cantik,” pujiannya telah membuat Yun Ae bersemu merah.

Bibi Han memukul tangan Kyuhyun, “Jangan menghancurkan usahaku pada rambutmu, Kyu!” semua orang tertawa mendengar omelan Bibi Han. Kemudian, tanpa membuang banyak waktu, Kyuhyun dan Yun Ae bergegas menuruni anak tangga.

Di depan, Paman Han, yang kebetulan hari ini akan menjadi sopir mereka, telah menanti. “Cepatlah, anak-anak, atau kalian akan terlambat,” keluhnya sambil melirik pada jam tangan.

Kyuhyun dan Yun Ae hanya saling pandang, mengedikkan bahu, lalu masuk ke dalam mobil. Paman Han menyusul, ia mengemudikan mobil tersebut pergi, sementara Bibi Han dan pelayan muda tadi sibuk melambai pada mobil yang melaju itu.

“Apa aku sudah mengatakan padamu, kalau kau juga sangat tampan?” ujar Yun Ae. Ia lantas bersiul sambil memerhatikan sosok yang duduk di sampingnya itu.

Kyuhyun tertawa pelan, “Hentikan,” katanya, dengan tangan yang memijit-mijit pelipis. Jujur saja, ia sangat malu diperlakukan seperti itu oleh Yun Ae.

Malam itu, sekolah sudah dipadati oleh murid-murid yang berdatangan untuk menghadiri pesta. Mobil-mobil berjejer rapi di parkiran. Yun Ae terkesiap melihat suasana sekolah. Berubah total dari apa yang biasa disaksikan setiap harinya. Kerlap-kerlip lampu yang sengaja di pasang di pohon-pohon yang ada di halaman depan sekolah menambah semarak.

Let me, please.

Yun Ae bahkan tak sadar jika Kyuhyun sudah turun dari mobil, dan membuka pintu mobil di sisinya sambil mengulurkan tangan. Senyum Yun Ae merekah sempurna, ia menyambut tangan Kyuhyun. Ah, lelaki itu memang sangat sopan. Lalu mobil yang disopiri oleh Paman Han berlalu meninggalkan mereka.

“Lee Hyukjae belum menghubungimu?” tanya Kyuhyun.

“Hm, dia bilang agar kita bertemu di sini,” jawab Yun Ae, namun matanya tidak kehilangan fokus dan tetap mencari sosok pria berahang tegas dan memiliki tubuh tinggi dan kurus.

“Kita akan menunggunya,” ujar Kyuhyun lagi. Tidak mungkin ia akan meninggalkan Yun Ae seorang diri di situ. Beberapa saat berlalu, dan senyum Yun Ae melebar.

Lee Hyukjae sedang menghampiri mereka. Well, Hyukjae selalu terlihat keren di lapangan, dan sekarang ia semakin menarik perhatian dengan balutan jas berwarna biru dongker dan rambut cokelat terangnya yang dibiarkan agak berantakan. Senyuman Hyukjae berkurang ketika tatapannya bertemu dengan Kyuhyun. Kemudian ia mengalihkan pandangannya pada Yun Ae, “Kau sudah lama menunggu?” tanyanya dengan senyum mekar. Tampan.

“Tidak. Kami baru saja tiba di sini.”

Baru saja? Kyuhyun menghela napas kasar. Mungkin nona mudanya sudah pikun atau pesona Hyukjae yang membuatnya mendadak amnesia. Lee Hyukjae itu tidak bisa disebut sebagai lelaki sejati jika membuat teman kencannya menunggu, apalagi sampai lima belas menit. Keterlaluan.

“Kalau begitu, kita masuk sekarang?” Hyukjae menawarkan lengannya dan langsung disambut Yun Ae dengan menggandeng Hyukjae.

Namun, langkah Yun Ae tertahan, ia menoleh pada Kyuhyun dan bertanya, “Bagaimana denganmu?”

“Ah, sepertinya dia juga terlambat,” Kyuhyun melirik jam tangannya.

Mata Yun Ae mulai memicing tajam, “Siapa pasanganmu?”

Kyuhyun tak menjawab, ia justru tersenyum. “Kalian duluan saja,” katanya, mengusir secara halus.

Sebenarnya Yun Ae tidak keberatan jika harus menemani Kyuhyun, tapi tidak demikian dengan Hyukjae. Gesturenya sedang menjelaskan bahwa ia memaksa Yun Ae untuk mengikutinya, mereka harus segera ke aula sekolah yang menjadi pusat kegiatan.

“Baiklah, kalau begitu, sampai jumpa di dalam sana,” Yun Ae melambaikan tangannya pada Kyuhyun. Pemuda tersebut membalas lambaian itu.

Luar biasa. Dua kata yang paling pertama muncul di benak Yun Ae ketika memasuki aula sekolah yang telah disulap menjadi tempat pesta. Tak habis-habisnya ia berdecak, kagum. Kepadatan tempat itu membuat Yun Ae beberapa kali bersenggolan dengan orang lain, ia mengapit lengan Hyukjae lebih erat. Yun Ae agak menikmati ketika berpasang-pasang mata tertuju padanya dan Hyukjae. Seolah merekalah yang kini menjadi pusat perhatian.

“Yun Ae!”

Cha In Hee berteriak, mengimbangi kebisingan yang menyelimuti mereka. Maklum, tempat itu dipenuhi oleh musik, bahkan ada DJ yang beraksi di depan sana. Wajar saja jika murid-murid menjadi semakin bersemangat memamerkan kebolehan mereka dalam menari. Pemuda yang menggenggam tangan In Hee dengan begitu erat adalah Kim Ryeowook, yang sekelas dengan mereka. In Hee sudah tujuh bulan berpacaran dengannya.

“Wow, apa yang kulihat? Kau cantik sekali, Nona Muda,” kerling In Hee saat berhasil mencapai Yun Ae, matanya beralih pada Hyukjae, dan kemudian ia mendekati Yun Ae, “Kupikir kau akan berpasangan dengan Kyuhyun,” bisiknya tepat di lubang telinga Yun Ae. Desahan panjang dan bola mata yang memutar adalah reaksi yang diberikan Yun Ae.

“Tolong jangan dibahas lagi,” balas Yun Ae, berbisik di telinga In Hee.

Tidak membutuhkan banyak waktu bagi Yun Ae dan In Hee untuk menarik pasangan mereka ke tengah-tengah. Mereka menari bersama dengan murid lain. DJ yang didatangkan adalah DJ yang cukup terkenal di Seoul. Dua puluh menit berlalu, Yun Ae dan In Hee sudah menepi untuk mencari minuman. Tubuh mereka berkeringat dan terasa gerah. Keduanya terlihat sangat gembira, sesekali mereka akan bercanda dan entah apa yang menjadi topik mereka dengan memandangi beberapa murid sehingga membuat tawa mereka berderai.

In Hee yang sedang menyeruput minumannya hampir tersedak, “Kau lihat?” ia menyenggol Yun Ae dan telunjuknya terarah ke suatu tempat. Seo Yun Ae membeku.

Beberapa meter di depan sana, walau tempat itu sesak dengan manusia, tapi mata Yun Ae dapat melihat dengan jelas pada Cho Kyuhyun yang sedang menggandeng seorang gadis. Bukan gadis biasa, melainkan junior mereka yang merupakan gadis paling populer di sekolah.

“Dia bersama—Han Je Young?” In Hee mendelik, dan kemudian hanya berdecak.

“Mengapa kau seheran itu? Tidak sulit bagi Kyuhyun untuk menggandeng gadis sekelas Je Young,” ujar Yun Ae. Ia menandaskan minumannya.

Tidak ada yang dikatakan In Hee, tapi matanya tak beranjak dari Kyuhyun dan Je Young, kemudian berpindah pada Yun Ae. Satu kata yang menggambarkan situasi itu adalah canggung. Yun Ae sudah tidak berminat untuk kembali ke lantai dansa. Menyaksikan Kyuhyun yang ternyata bisa seakrab itu dengan gadis lain, telah membuat Yun Ae memanas. Entahlah, ia belum benar-benar rela. Lee Hyukjae berkali-kali menarik napas dan memasang wajah tak sedap karena melihat Yun Ae yang tidak seantusias sebelumnya.

Keadaan berlangsung demikian, hingga Yun Ae tersadar jika musik-musik kekinian atau apa pun itu namanya, telah berhenti. Sebagai gantinya, La Campanella karya Franz Liszt telah menjangkau telinga Yun Ae dan semua orang yang berada dalam aula. Komposisi indah yang tengah mengalun itu berasal dentingan piano yang sedang dimainkan oleh Cho Kyuhyun, dan selalu berhasil menghipnotis.

Ini bukan kali pertama bagi Yun Ae mendengarkan Kyuhyun memainkan komposisi itu. Sudah tidak terbilang, berapa banyak karya pesohor dunia yang pernah diperdengarkan Kyuhyun padanya. Namun, Yun Ae merasakan sensasi tersendiri setiap kali mendengar permainan piano Kyuhyun. Kyuhyun tidak melenceng dari partitur, tapi permainan Kyuhyun selalu menciptakan ‘rasa’ yang berbeda. Seperti halnya La Campanella yang kini sedang membius semua orang.

Tidak seperti Moonlight Sonata, yang adalah kesukaan Yun Ae; gadis itu tidak begitu paham, cerita dibalik La Campanella oleh Liszt. Namun, setiap kali mendengar permainan La Campanella Kyuhyun, membuat angan Yun Ae melayang jauh, menembus awan. Saat matanya dipejam, nada-nada itu seolah-olah membawanya ke perbukitan di pegunungan Eropa, ada lembah-lembah landai di sekitar bukit. Sejauh mata memandang, semuanya tertutupi oleh rumput hijau yang membentang bak permadani. Rasa menggelitik, tapi nyaman, ketika telapaknya menginjak rerumputan yang menari mengikuti arah angin. Sebuah perpaduan sempurna, cakrawala dengan siluet jingga di balik gunung. Hamparan bunga liar dengan aroma wangi musim semi yang dibawa oleh angin. Membuai Yun Ae tanpa ampun dan ketenangan merasuk dalam dirinya.

Bagi Yun Ae, La Campanella yang dimainkan Kyuhyun akan selalu terasa seperti itu. Cho Kyuhyun adalah satu-satunya orang yang selalu membuatnya terpesona berulang-ulang kali.

Semua orang mengakui kehebatan Kyuhyun, tapi hanya ada satu orang yang memiliki pandangan lain tentang Kyuhyun. Lee Hyukjae. Mereka semua mengarahkan pandangan pada Kyuhyun, tapi Hyukjae tidak suka melihat bagaimana cara Yun Ae memandang pemuda yang tampak hebat bersama grand pianonya itu. Riuh tepuk tangan membahana ketika Kyuhyun menyudahi pertunjukannya. Kyuhyun menundukkan kepalanya. Kemudian, menghampiri Je Young yang berdiri tak jauh darinya. Sontak saja Yun Ae membuang muka melihat bagaimana Je Young kembali mengapit Kyuhyun dan bergelayut manja di lengan pemuda itu. Sangat menyebalkan.

“Yun Ae,” Hyukjae menyentuh lengan Yun Ae dengan lembut, membuyar perhatian Yun Ae. “Mau berdansa denganku?” pertanyaannya membuat Yun Ae tersadar jika sebuah musik slow dan lembut telah mengundang pasangan-pasangan untuk berdansa. “Ayolah!” Hyukjae menarik tangan Yun Ae. Gadis itu hanya mengikuti tanpa selera.

Saat Hyukjae menarik pinggulnya merapat, Yun Ae terkejut, sebenarnya agak risih. Yun Ae dapat melihat rahang tegas Hyukjae. Mereka begitu dekat. Jantungnya tidak memberikan signal yang berarti, tidak seperti bagaimana ia berdansa dengan Kyuhyun waktu itu. Terlebih lagi saat matanya menangkap Kyuhyun yang sedang merangkul mesra Je Young di lantai dansa. Jantung Yun Ae berdetak kencang. Dadanya sesak dan tubuhnya memanas. Harus diakui jika ia sangat cemburu melihat Kyuhyun berdansa dengan gadis lain. Ingin sekali dirinya menghampiri mereka dan menjambak rambut Je Young. Tidak bisa dimaafkan.

Kyuhyun menoleh dan pandangan mereka bertemu. Ada sesuatu yang menelisik ke dalam dada Yun Ae, apalagi dengan sorot mata Kyuhyun yang setenang telaga, ia serasa ingin menangis dan berteriak agar Kyuhyun tidak mendekati gadis lain. Namun, siapa dirinya? Kyuhyun bahkan menolaknya. Ia tidak berhak. Sama sekali tidak. Rasa sakit di dada Yun Ae balik lagi. Sebenarnya rasa sakit itu tidak benar-benar meninggalkan dirinya, tapi hanya mati suri. Kyuhyun yang tak segan-segan memalingkan wajah, berimbas pada rasa sesak yang terus menghimpit dada Yun Ae.

“Ada apa?” tubuh Hyukjae menegang karena Yun Ae yang tiba-tiba saja membenamkan kepalanya di dada pemuda itu.

Gadis itu hanya mencoba menenangkan dirinya. “Tidak,” jawabnya dengan mata yang terpejam rapat, “Tidak apa-apa,” bibirnya bergetar. Tidak dapat disangkal, di dalam hati, Hyukjae justru sedang berlonjak bahagia.

“Maaf, aku harus ke toilet,” Kyuhyun melepaskan pelukan Je Young dan berlalu sebelum gadis itu sempat mengucapkan sepatah atau dua patah kata padanya.

Kyuhyun keluar dari aula dan segera menuju toilet yang di dalamnya terdapat beberapa murid. Kyuhyun menghampiri wastafel dan langsung membasuh wajahnya, ia memandangi pantulan dirinya di cermin. Entah apa yang Kyuhyun pikirkan sehingga membuatnya meringis sambil memejamkan mata. Ia menarik tissue dan mengelap wajahnya. Setelah itu, ia masuk ke dalam sebuah bilik.

Telinganya menangkap suara tawa dari beberapa murid yang baru saja masuk ke dalam toilet. Kyuhyun tidak bermaksud menguping, tapi suara mereka cukup keras. Tadinya, ia santai saja mendengar percakapan mereka, lalu mereka mulai membahas sesuatu yang membuatnya tertegun.

“Seo Yun Ae, benar, kan?”

“Hm, malam ini Hyukjae akan mengerjainya.”

“Cih, dasar playboy gila. Sepertinya akal sehatnya sudah tidak ada. Gadis itu, berasal dari keluarga terpandang.”

“Kau seperti tidak mengenal siapa Lee Hyukjae. Hubungan Hyukjae dengan para gadis selalu berakhir di ranjang.”

Suara pintu salah satu bilik yang terbuka mengalihkan perhatian mereka. Seketika mereka memutih seperti kertas karena melihat orang yang tengah berdiri dengan rahang mengetat, tatapan yang seperti melontarkan belati beracun yang telah menikam mereka hingga ke ulu hati. Cho Kyuhyun tidak mengatakan sesuatu dan langsung melesat pergi, tapi dari tatapannya, ia seperti berkata ‘aku akan mengurus kalian nanti’.

Keempat pemuda itu mendesis. Tidak menyangka jika pembicaraan mereka justru didengar oleh Kyuhyun yang notabenenya adalah orang yang selalu berada di sisi Yun Ae. Pemuda itu tak ada bedanya dengan malaikat pelindung gadis itu. Masa bodoh dengan apa yang akan terjadi dengan Hyukjae, mereka lebih mencemaskan nasib mereka sendiri. Sorot mata Kyuhyun tadi sudah membuat nyali mereka ciut. Mengerikan.

Buru-buru Kyuhyun menuju ke aula. Matanya tidak menemukan Yun Ae dan Hyukjae di lantai dansa, padahal musik belum berhenti dan semua orang masih terbuai. Kyuhyun mengedarkan tatapannya ke segala penjuru, radarnya mencoba mengenali sosok Yun Ae ataupun Hyukjae di antara banyaknya manusia dalam ruangan tersebut.

Cha In Hee ada di sana, masih bergelayut dalam dekapan Kim Ryeowook. Kyuhyun langsung menghampiri mereka. Ia berutang maaf karena harus mengusik kemesraan sepasang kekasih itu, tapi ada hal lain yang lebih dipusingkannya.

“Kau tahu di mana Yun Ae?”

In Hee menggeleng setelah kepalanya ikut menoleh ke kanan dan kiri. “Tadi mereka tak jauh dariku. Mungkin mereka sedang beristirahat. Ada apa?” gadis itu mendesis karena Kyuhyun tidak menjawab dan justru bergegas pergi.

Untuk beberapa saat, Kyuhyun menyisiri lokasi itu. Seo Yun Ae memang sudah tidak lagi berada di dalam aula. Tak perlu banyak berpikir untuk memutuskan apa yang harus Kyuhyun lakukan sebab kaki panjangnya sudah berlari meninggalkan aula. Ke mana ia harus mencari mereka? Kompleks sekolah itu sangat besar. Saat mata Kyuhyun menangkap gedung berlantai empat tepat di sisi timur, nalurinya berkata mantap bahwa ia harus ke sana terlebih dahulu. Berbanding terbalik dengan aula di gedung utama, gedung yang dikunjungi Kyuhyun sekarang sangat sepi. Suara yang menyambangi telinganya pun adalah keriuhan pesta dari kejauhan dan tentu saja bunyi yang dihasilkan oleh sepatunya yang bertemu lantai.

Kyuhyun berlari di sepanjang koridor, melewati ruang-ruang kelas yang kosong. Ia menarik rambutnya sendiri, tampak sangat frustrasi sekarang. Ketika melewati klinik yang terletak di lantai dua, sayup-sayup telinganya menangkap suara yang berasal dari dalam klinik.

“Kau tidak apa-apa?”

Kyuhyun mendekat, dan suara itu terdengar lebih jelas. Dengan perlahan Kyuhyun membuka pintu klinik. Apa yang disuguhkan padanya membuat darahnya mendidih seketika. Lee Hyukjae dan Yun Ae berdiri di sisi sebuah tempat tidur, dan pemuda itu sudah hampir mencium Yun Ae yang entah kenapa—tapi mengesalkan Kyuhyun—justru terlihat memejamkan mata.

Secepatnya Kyuhyun menghampiri mereka, menarik jas Hyukjae dan detik selanjutnya, jeritan Yun Ae pun terdengar. Lee Hyukjae sudah terjungkal di lantai setelah menerima sebuah tinju keras yang dilayangkan Kyuhyun.

“Kyunie!” Yun Ae histeris. “Hentikan!”

Kyuhyun tidak peduli dengan teriakan Yun Ae. Ia kembali menarik Hyukjae, memaksanya berdiri, meninju sekali lagi sehingga membuat sudut bibir Hyukjae berdarah—bibirnya pasti sobek.

“Aku sudah memperingatkanmu! Setelah ini, kalau kau berani mendekatinya, kau akan tahu apa yang bisa kuperbuat padamu!”

Lee Hyukjae tersenyum picik, tapi ia tidak berdaya. Kyuhyun menghempaskan tubuh Hyukjae, lalu menarik tangan Yun Ae dan membawa gadis itu pergi. Pegangan Kyuhyun di pergelangan tangan Yun Ae begitu ketat. Yun Ae merontah, tapi tenaga Kyuhyun sangat besar sehingga usahanya tidak membuahkan hasil. Yun Ae hanya menurut saja pada Kyuhyun yang membawanya keluar dari gedung. Puncaknya, adalah saat Yun Ae yang sangat kesal, menghempas tangan Kyuhyun. Ekspresinya menunjukkan bahwa ia kesakitan. Kyuhyun tersadar dan menyesal, apalagi melihat pergelangan tangan Yun Ae yang memerah.

“Kenapa kau memukulnya?” emosi Yun Ae belum reda, suaranya terdengar membahana karena di depan gedung itu hanya ada mereka berdua.

“Sudah kubilang, jangan berpasangan dengannya!”

“Kenapa? Kau tidak mungkin cemburu melihat kami, kan? Jadi, kenapa aku tidak boleh dengannya?”

Kyuhyun mengepal tangannya, ia menggeram. “Nona, kau tahu apa yang akan dia lakukan padamu?”

“Dia akan menciumku!”

Sungguh, Kyuhyun kehilangan kata setelah mendengar jawaban tegas Yun Ae. Mereka terdiam, namun dada mereka naik-turun, sama-sama emosi.

“Oh. Jadi begitu,” suara Kyuhyun seperti silet yang menyabet kulit Yun Ae, ada perih yang dirasa Yun Ae seusai Kyuhyun melontarkan gumaman pelannya tadi. “Mungkin kau juga tidak keberatan jika dia melakukan sesuatu yang lebih dari sebuah ciuman. Maaf, sudah mengacau.”

Luka yang dirasa Yun Ae menyebar secara perlahan, perihnya sampai ke jantung. Kata-kata Kyuhyun kembali mengacaukannya. Ia mulai merasa pening. Semua berputar-putar di dalam kepalanya. Mengapa selalu begini? Apakah hubungannya dengan Kyuhyun akan mencapai kata akhir? Kalau begitu, ini adalah sebuah akhir yang menyedihkan.

“Aku sudah sering menyusahkanmu, dan kau masih saja peduli padaku. Aku tahu jika perlakuanmu terhadapku semata-mata karena sebuah tanggung jawab, tapi Kyunie, aku bisa menjaga diriku. Seo Yun Ae ini bukan lagi seorang anak kecil. Apa kau tahu? Melihatmu dengan gadis itu, aku kesal. Aku merasa Je Young seperti gadis jahat yang sewaktu-waktu akan mengambilmu dariku. Selama ini kau selalu berada di sisiku dan aku ingin menahanmu selama yang kubisa, tapi jika begitu, maka akulah si jahat itu.”

“Nona,” Kyuhyun mendekat, tapi gerakan tangan Yun Ae mencegahnya untuk mengambil langkah lain. Kyuhyun cemas melihat Yun Ae, ia tahu jika gadis itu mati-matian menahan air mata agar tidak tumpah.

“Jangan terlalu baik padaku. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku jika aku tidak bisa mengatasi perasaanku padamu. Sepertinya, aku sudah terlalu membebanimu. Jadi kumohon, biarkan aku. Kalau-kalau kau melihatku terluka, kau tidak perlu merasa bersalah. Seseorang butuh masalah agar semakin dewasa.”

Ya, tapi bukan masalah sejenis Lee Hyukjae keparat itu.

Batin Kyuhyun berkecamuk. Nona mudanya adalah gadis yang sangat polos. Kyuhyun bahkan tidak tega mengatakan siapa Hyukjae padanya. Kalau saja Kyuhyun mengatakan alasan mengapa ia meminta Yun Ae untuk tidak berpasangan dengan Hyukjae, mungkin ia tidak perlu mencemaskan kejadian hari ini.

Awalnya, Kyuhyun tidak bermasalah dengan Hyukjae, tapi semua berubah ketika ia memergoki Hyukjae sedang berciuman panas dengan seorang gadis di dalam ruang kelas yang sepi. Kejadian itu berakhir dengan sebuah peringatan kepada Hyukjae agar berhati-hati dengan sikapnya, dan sekarang ia tahu jika Hyukjae tidak pernah mengubrisnya. Pemuda itu bahkan memiliki niat yang lebih jahat lagi terhadap Yun Ae. Amarah siapa yang tidak terpancing?

“Setelah ini, minta maaflah pada Hyukjae,” Kyuhyun terperanjat mendengar penuturan Yun Ae. “Aku akan berpura-pura tidak mengetahui alasan mengapa kau melakukan itu pada Hyukjae. Jadi, kau juga lupakan saja perkara ini.”

Bola mata Kyuhyun melebar sempurna. Bagaimana mungkin Yun Ae…“Jadi Nona tahu apa yang sudah dilakukan Hyukjae?” dengan para gadis? Kyuhyun menatap tajam. Yun Ae tak menjawab, tapi sorot matanya membenarkan, “Dan, Nona juga tahu apa yang akan Hyukjae lakukan padamu?” Yun Ae tetap bungkam, sementara kesabaran Kyuhyun telah menipis. “Nona!” ia menghardik marah, mencengkeram pundak Yun Ae. “Apa yang kau pikirkan? Kau berniat menyerahkan dirimu pada si bangsat itu? Kenapa kau lakukan itu, hah? Apa kau sudah gila? Tidak, Nona! Mulai saat ini, kau tidak boleh mendekati Hyukjae—salah, aku tidak akan membiarkan Hyukjae mendekatimu. Jika dia berani menaruh tangannya padamu, aku bersumpah, aku akan membunuhnya!”

Dengan sangat kasar Yun Ae mendorong tubuh Kyuhyun sehingga membuat pemuda itu hampir terjatuh. Air mata yang ditahan-tahan Seo Yun Ae akhirnya keluar tanpa bisa dibendung lagi.

“Apa yang harus kulakukan? Aku sangat patah hati. Hyukjae mungkin bisa menjadi pengalih, tapi kenapa kau selalu ikut campur? Aku sungguh jatuh cinta padamu, bodoh!” Yun Ae berteriak histeris. Rasa marah, sedih dan kesal bercampur jadi satu. Ia mencengkeram rambutnya, serasa ingin menarik habis surai hitam di kepalanya itu. Pusing yang dirasanya kian menjadi-jadi dan membuat tubuhnya melayang.

Tapi bukan berarti kau harus merusak hidupmu.

 Sekian lama Kyuhyun terdiam dengan sorot mata yang sulit diartikan. Ia lalu melangkah, mendekati Yun Ae dan kembali memegangi pundak Yun Ae dengan kedua tangannya. Mata yang setajam mata elang itu mengarah tepat di manik mata Yun Ae.

“Dengarkan baik-baik,” kata Kyuhyun, suaranya mengalun tegas. Detik demi detik berlalu, dan ia masih memandangi mata berair Yun Ae. Kyuhyun menarik napas dan melanjutkan kalimatnya. “Nona adalah sebuah melodi di dalam hatiku. Sejak awal, Nona adalah satu-satunya dan akan selalu seperti itu. Jadi, berhentilah mengijinkan si keparat Lee Hyukjae itu, atau lelaki mana pun mendekatimu.”

Mata Yun Ae berkedip lambat. Seolah otaknya juga sedang mencerna kalimat Kyuhyun. Mata indah itu menjadi sayup dan tubuhnya limbung. Dengan tangkas Kyuhyun menangkap Yun Ae. Aroma minuman beralkohol menguar dari mulut Yun Ae. Jenis minuman itu memiliki kadar alkohol yang sangat rendah, jadi tidak mungkin sampai membuat Yun Ae pingsan begini. Hyukjae mungkin telah menaruh sesuatu di dalam minuman Yun Ae. Seketika Kyuhyun menggeram, ingin rasanya ia kembali menemui Hyukjae dan menghancurkannya agar tidak ada lagi yang bisa dibangga-banggakannya. Namun, sekarang bukan waktu yang tepat untuk aksi balas membalas setelah melihat kondisi Yun Ae.

Bersambung

Jadi, sudah tahu kan seperti apa perasaan Kyuhyun yang sebenarnya pada Yun Ae?

Omong2, Kyuhyun mendapat beasiswa itu murni karena dia berbakat ya. Setelah memenangkan kompetisi piano, dia mendapat rekomendasi khusus ke Juilliard. Jadi, beasiswanya tidak ada sangkut paut dengan Tuan Seo. Memang tidak dijelaskan dalam badan cerita, jadi sy ingin memberi penjelasan agar teman2 tidak berpikir kalo beasiswa adalah salah satu cara Tuan Seo untuk memisahkan mereka, melainkan sayalah yang memisahkan mereka agar sy bebas menarik perhatian Kyuhyun. Eh? *abaikan itu*

Okay, sampai jumpa di part 5.

Berhubung ada yang bertanya kapan kembali ke masa sekarang? Kalian masih harus bersabar melewati 2 part lagi untuk kisah masa lalu Kyuhyun dan Yun Ae.

Silakan memberikan pendapat kalian.

Thank you.

Iklan

72 thoughts on “Pianist’s Melody (Part 4)

  1. herissheea berkata:

    secara gak langsung kyu ngomong kl dia jg suka sm yun ae.. kan bagi seorang pemusik melodi hal yg paling penting diantara yg lain, sm hal nya dg yun ae yg jg penting di hatinya .. ecieee co cuit bngt 😳

    balik ke masa sekarang nya msh lama ya? penasaran kenapa pas kyu uda balik ke korea kenapa gak nemuin yun ae? apa alasannya?

    baca story ini ditemani alunan moonlight sonata bertambah penghayatannya.. suka banget 😊

    ditunggu next partnya lah!! keep writing and fighting kak marchia 💪✌
    oia sedikit saran buat dibagian ini
    “Rasa sakit di dada Yun Ae balik lagi.” kl menurut aku kata “balik” sebaiknya diganti dg kata “kembali” biar lebih baku.. tp selain itu gak ada masalah typo aja jarang malah gak ada lg, uda cucok semuanya 😀

  2. kyun berkata:

    kenapa aku takut moment perpisahan mereka ya…aku takut kecewa sama alasan mereka berpisah..padahal cuma baca. gimana coba kalo aku yg ngalamin ini..
    mungkin kisah ini akan indah kalau tuan seo nggak ikut campur dan ngelarang kyuhyun buat deket sama yun ae…
    tp ya mau gimana. .tuan seo jg berharap yg terbaik buat putrinya. .

  3. honeymarhaeny berkata:

    Oalah gitu toh..
    Tapi sayang, Yun Ae lagi mabuk.
    Aku nggak yakin waktu dia sadar, dia bakalan inget sama perkataannya Kyuhyun.
    Akankah Kyuhyun mau mengungkapkan perasaannya lagi kalo misal Yun Ae nggak ingat? Atau tetep ngebiarin Yun Ae nggak inget kejadian malam itu?
    Huh…. Sabar.. Ditunggu next chapnya yaa…

  4. yuliani mokoagow berkata:

    drii kata2 kyuhyun sdh jelas kluu dia suka sama Yun Ae ,, walaupun gk secara langsung bilang cintaa ,, tpiii Artinya mendalam bangettt ,,…

    “Nona
    adalah sebuah melodi di dalam
    hatiku. Sejak awal, Nona adalah
    satu-satunya dan akan selalu
    seperti itu. Jadi, berhentilah
    mengijinkan si keparat Lee Hyukjae
    itu, atau lelaki mana pun
    mendekatimu.”

    Ikutan Baperrr ,, dtunggu next partnyaaa ,…..

  5. naynamika berkata:

    Anyeong
    Unnie wooow akhirnya keluar juga. . Yaa ngga papa deh yanunggu 2 part lagi. Penasaran masa sekarang yun ae jadi ap. . Hehe
    Hyuk jae memang nggak pernah lepas dr playboy. .keke. masih sedikit samar dgn ceritanya tp jelas di masa lalunya keke
    @_@+
    Fighting unnie
    Di tunngu yg ini sama drama nya

  6. mitarashi8899 berkata:

    Sebenernya kyu itu udh lama pby perasaan ke yun ae ya.. But krn balas budi ke tuan seo nya kyu jd nahan diri ne

  7. nazaki berkata:

    Kyu ingin memantaskan diri dulu supaya layakberada disamping yun ae, dia ingin menjadi sukses dengan jerih payah sendiri sehingga tuan seo mau mengijinkan yunae bersama kyu . Tapi sikap kyu yg terlalu “datar” terkesan ambigu, menciptakan keraguan & kebingungan buat yun ae. Semoga saat kyu berhasil semuanya belum terlambat,,,,

  8. cha eunna berkata:

    woah.. udah ada part4 nya. yee..

    ciee, kyu udah nyatain perasaannya ke yun ae. walaupun secara tidak langsung ngomong ‘aku suka kamu’

    yun ae bakal inget ga ya ama perkataan kyuhyun? yun ae kan pingsan gara-gara mabuk

    okeh. ditunggu next part nya ya..😉
    SEMANGAT KAK!!

  9. lee_ne berkata:

    kau itu melodi di dalam hati ku

    baper mahhh

    sebenar aku salfok ma hyukjae
    kasihan dia selalu dapat peran org buruk trus, ngak da positif” y

    wkkwkwk

  10. kampungfanfic berkata:

    PART 5 ……
    haduhhh, kalau yun ae menjelma kayak mi rae di drama bisa gawat. tapi itu terserah kak marchia. haduh mendadak anik sakaw karena FF satu ini, eh drama juga deh, sebelum2nya bisa sabar entah kenapa ini begitu menyiksa. huhuhu, pokoknya kudu minggu depan ya kak diposting, nanti kebawa mimpi lagi… baper akut, parah, banget
    ditunggu sangat, ovel all,,, so good

  11. mybeautyfullmoon berkata:

    Next kak.
    Ya ampun kyu scr tak langsung menyatakan perasaan nya ke Hyun ae. Kenapa hyukjae jahat bgt, Untung Kyuhyun dengar pembicaraan siswa di toilet, kalau gaa? Wah bisa rusak Hyun ae.

  12. rei berkata:

    kalo cuma sekedar mencari pengalihan dari rasa sakit hati masak iya harus merusak diri sendiri ? tapi namanya patah hati pasti [asti hati rasanya sakit sekali 😦

  13. myungie berkata:

    masih ganttuung bangeett,,,
    haduuuh,, yun ae udah bilang secara tegas kalau dia jatuh cinta sama kyu,, tapi kyu nya…
    bikin keseell…
    udahlah,,, ditungguin pokoknya lanjutannya,, nggak sabar sama kisah mereka dimasa sekarang,,,

  14. Dufy berkata:

    Cieee Kyuhyun jadi pria romantis disini cuit2..
    Mbak Marchia nya sih yg romantis.. selaku author..
    Marchia ssi kapan Lovely piggy dilanjut..?? kangen sama Pigkyu 😂😂😂

  15. nabilatrrsydh berkata:

    Sedih sih kalo jadi yun ae , ya emang kyuhyun kayak lagi mempermainkan yun ae, secara kemaren2 aja disuruh jangan jatuh cinta sama kyu, trs tbtb dibilang jangan pergi sama hyukjae. Ya emang bener yun ae mungkin cari pengalihan, karna kan yg namanya lagi patah hati.
    Tapi baguslah kyuhyun ngungkapin sedikit perasaannya ke yun ae.
    Ngomong2 ini part kok pendek ya? Heehehe 😀

  16. Misscho berkata:

    Aduuh nggak tau kenapa , air mataku bercucuran baca cerita ini
    Maaf baru bs komen. Baru nemu ff ini fan lgsg marathon bacanya .
    Kyuhyun sbnrnya punya perasaan ke yun ae, hanya saja dia merasa gak pantas.
    Yun ae polos bgt , dia nona muda yg jatuh cinta tanpa memikirkan kemungkinan ayahnya menghalagi hubungannya dg kyuhyun .
    Pemasaaran banget ma kelanjutannya . semoga segera publish ya . aku jatuh cinta bgt ma ff ini .
    Gomawo chingu

  17. citraarum96 berkata:

    Kyuhyun emang malaikat penjaga yg selalu ada buat yun ae. Untung aja kyuhyun datangnya tepat waktu. Gak kecepetan gak kelamaan. Haha kyak apa aja.. Wkwk

    Aduhhhh.. Moment wktu kyuhyun bilang kalau yun ae itu adalah melody dan cuma dia satu satunya sejak awal. Tau gak sih kak aku udah macam gadis belia yg jatuh Cinta untuk pertama kalinya. Argghhhh tiba tiba berasa blushing ini pipi. Manisnya kebangetan, panasnya gak ketulungan.. Haha
    Kyuhyun itu emang unik. Dan dia mengungkapkan rasa cintanya dengan cara dia sendiri. Tanpa mengobralnya sana sini.

    Masih dua part lagi buat balik kemasa sekarang. Dan rasanya udah kagak bisa nunggu lebih lama.
    Emang yg masa sekarang ini udah keberapa tahunnya kak dari flashbacknya? Pengen cpet cpet liat kyuhyun dan yun ae bertemu dimasa sekarang. Apa setelah kyu sukseas ayahnya yun ae ttep gak reatuin mereka berdua?
    ….hahhhhh aku menunggu next part nya kak.
    Dan ngomongin soal yun ae, dipart 3 aku salah nyebut nama dia jadi sun ae… Wkwk

    Next ditunggu kak… Fighting!!

  18. Rrin'sLove berkata:

    Aduuuh ungkapan tersirat eh
    aduh Kyuuu aku jadi pengen nyium kau #uhuk

    kyaaaaa Oppaaaa
    Hyuk Oppaaaaaaa
    aku kangen uhuhuhu T.T
    tapi karaktermu disini pengen dirajam rasanya hohoho

    aih si Yun Ae ini cckckck

  19. Widya Choi berkata:

    Hufff untung si kyu cpat dtg..klo g mgkin si yun ae habis d lahap hyukjae y hohohoho.
    Aw aw aw.. scra g lgsg si kyu ngungkpin prsaan k yun ae y… mgkin dy mau memantaskan diri dulu biar bs sukses n bs bsanding am yun ae. Liat aj itu si kyu jg scra g lgsg jg ngmg spy yun ae jgn dekat2 am pria lain… iy kan bangggggg…eaaaaaa

  20. syalala berkata:

    wawawaaaa udah lama ga buka wp ini eh idah 7 chapter ajaaaa hihi yah kan ga mengelak malah pasti kyuhyun duluan yg suka sama yun ae.. sedih yaa begini amat ceritanya huhu masih ga jelas loh alasann kyuhyun yg sebenernya kenapa nolak yun ae, tp yg jelas berimbas sama kehidupan kyuhyun yg skrg, semacam penyesalan atau apalah ya kayanya haha lanjutttt

  21. sy_pyeol berkata:

    Untung ad kyu…
    Dan kyu gg trlambat..
    Bgitu sdah klo ptah hati,mncati pelarian,,tpi jngn merusak diri..
    Yun ae bgitu polos.. dn hyukjae disni casanova yg brengsek..
    Akan jadi apa kisah yun ae kyuhyun???

  22. nurul berkata:

    duh kyu menjaga yun ae secara fisik bisa coba deh menjaga hati juga bisa kali.
    keren ka aku ngerti jalan ceritanya, walau judul lagu yg disebutkan aku belum tau gmana bunyinya tapi cukup bayangin udh dapet fell nya

  23. AFF berkata:

    Ini nih 😐
    Tuh kan hyukjaenya gitu 😂 jd cowok gak beres. Tapi ya sudahlah, mukenya cocok kok *ups*
    Dan akhirnya membuat sisi guardiannya kyu keluar 😄

  24. ina berkata:

    wahhh😍 baper pas kyu ngomong gitu…
    tapi berarti yun ae lagi mabok dong
    inget kaga tuh dia wkwk😁

  25. KIKI berkata:

    Uuuu Kyuhyun ngungkapin perasaan nya
    Karakter Yun Ae berani banget ngambil keputusan deket deket Hyuk Jae padahal tau mau di apain

  26. whitedear berkata:

    untung saja kyuhyun cepat datang, rencana eunhyuk jadi gagak deh.. kalimat kyuhyun tadi secara tidak langsung mengatakan sebebarnya Yun hae adalah seseorang yg sangat pentingkn untuk dirinya? jadi penasaran kapan kyuhyun bakalan ketemu yun hae lagi.. kn sekarang kyuhyun udah sukses..

Mohon Saran dan Kritikannya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s