Pianist’s Melody (Part 5)

pianists-melody-poster-2

~Kesamaan karakter ataupun jalan cerita hanyalah faktor ketidaksengajaan. Dilarang keras melakukan aksi Plagiat! Jika teman2 menemukan sesuatu yang mencurigakan, harap segera dilaporkan kepada saya. Say no to plagiat!~

***

My Name Is…

 

 

Seo Yun Ae terbangun dalam keadaan yang memprihatinkan. Kepalanya terasa sangat berat sehingga ruangan kamar terlihat berputar-putar. Yun Ae memaksakan diri untuk duduk di tepi tempat tidur, sementara kakinya yang menginjak lantai telah bersarung pada sandal kamar berbentuk panda. Gaun pesta masih menempel di tubuhnya. Suara pintu yang terbuka membuat pandangan Yun Ae beralih pada Bibi Han yang masuk, membawa sesuatu di tangannya. Wanita itu tersenyum padanya sambil meletakkan sepiring roti lapis daging dan cokelat panas—sarapannya—di nakas.

“Syukurlah, Nona sudah bangun,” kata Bibi Han. Tangannya bergerak secara otomatis mengambil sisir di meja rias dan mulai merapikan rambut Yun Ae yang tampak berantakan.

Yun Ae menikmati apa yang dilakukan oleh pelayan wanita yang sudah seperti seorang ibu pengganti baginya. “Bibi, apa yang terjadi?” tanyanya. Ia masih belum memahami alasan mengapa kepalanya terasa begitu pusing, dan terlebih lagi, ingatannya tentang pesta tadi malam berakhir pada saat dimana ia sedang berdansa dengan Hyukjae.

“Semalam Nona pingsan,” jawab Bibi Han yang baru saja selesai menguncir rambut Yun Ae.

“Pingsan?” Yun Ae menatap Bibi Han yang sudah duduk di tepi tempat tidurnya. Alisnya berkerut dalam. “Aku tidak ingat. Aku tidak sedang sakit, bukan? Ah, kecuali kepalaku yang terasa pusing sekarang.”

Bibi Han tersenyum melihat tingkat lucu Yun Ae. “Paman Han dan Kyuhyun membawamu pulang dalam keadaan yang sudah tidak sadarkan diri. Mungkin Nona hanya kelelahan,” katanya, berusaha menenangkan gadis itu. Lalu ia mengambil gelas berisi cokelat panas dan menyodorkan pada Yun Ae. “Sarapanlah dulu. Setelah itu, bersihkan diri. Aku sudah menyiapkan air hangat di bathup, aroma terapi sangat cocok untuk mengembalikan kesegaran Nona.”

“Di mana Kyuhyun?”

“Dia sedang membantu pamannya merapikan tanaman hias di kebun belakang.”

Hari libur seperti sekarang memang selalu dipergunakan Kyuhyun untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil. Sesekali, Yun Ae akan mengajaknya jalan-jalan ke beberapa tempat yang dipilih secara random oleh Yun Ae, dan yang menjadi favorit mereka adalah perpustakaan kota.

Segera, setelah Yun Ae menandaskan cokelat panas dan hanya menyisakan dua lembar roti di piring, ia bergegas ke kamar mandi. Aroma lavender yang menguar terendus hidungnya. Setelah menanggalkan segala atribut yang menempel di tubuh, Yun Ae masuk ke dalam bathup dan mulai berendam. Sepertinya, jawaban Bibi Han belum meredakan rasa penasaran yang melanda Yun Ae. Otaknya masih terus bekerja, mengais-ngais sisa ingatan tentang pesta semalam.

“Oh, gosh. Aku tidak tahu, tapi rasanya ada sesuatu yang sangat penting yang telah kulewatkan. Ya Tuhan, kenapa aku tidak bisa mengingatnya?” Yun Ae meletakkan ujung telunjuknya di dahi dan menekan hingga membuat kepalanya terdorong ke belakang.

Sekeras apa pun otaknya berpikir, Yun Ae tak kunjung menemukan apa yang ia cari dan itu membuatnya semakin penasaran. Hari itu, Yun Ae memberanikan diri bertanya langsung pada Kyuhyun. Orang yang membawanya pulang adalah Kyuhyun, pasti pemuda itu mengetahui sesuatu.

Kyuhyun yang sedang membaca buku sambil duduk bersandar di kepala tempat tidur, segera menutup buku dan memandang Yun Ae yang tadi tiba-tiba saja masuk ke kamar itu dan langsung duduk bersila di hadapannya, di atas tempat tidurnya. “Nona, tidak mengingatnya?” ia bertanya, tenang.

“Tidak sedikit pun.”

“Sama sekali tidak?” tanya Kyuhyun lagi dan Yun Ae mengangguk pasti, “Kau juga tidak ingat apa yang aku katakan?” lagi-lagi Yun Ae mengangguk, tampangnya sekarang sedang meminta belas kasihan Kyuhyun agar membeberkan semua yang diketahui oleh Kyuhyun. “Lee Hyukjae berniat mencelakaimu,” kata Kyuhyun setelah menarik napas panjang.

“Apa?”

“Dia menaruh sesuatu pada minumanmu dan karena itu—Nona tidak sadarkan diri.”

“Kau—serius?” Yun Ae terkejut. Tidak ingin percaya, tapi Kyuhyun bukan tipikal yang suka membohonginya.

Melihat Yun Ae yang tampak sangat terpukul, Kyuhyun justru mendesis sambil menggeleng, “Ck, siapa yang tadi malam berkata bahwa dia tidak keberatan jika diperlakukan begitu oleh Hyukjae?”

“Siapa?” tanya Yun Ae. Kyuhyun tidak mengatakan apa-apa, tapi ia membaca jawaban dari ekspresi Kyuhyun. “Maksudmu—aku?” Kyuhyun mengangguk sekali. “Aku? Woahh! Tidak mungkin! Kau pasti bohong, kan?”

“Kalau aku tidak datang tepat waktu, maka Nona pasti—”

“Cukup!” refleks, Yun Ae meminta Kyuhyun untuk tidak mengatakan apa-apa lagi. Yun Ae bergidik dan kepalanya meremang membayangkan sesuatu mengerikan yang hampir terjadi padanya. “Kau pasti tahu sesuatu tentangnya. Apa karena itu, kau melarangkan untuk berpasangan dengannya?” ia terlihat sangat lemas.

Kyuhyun mengangguk lagi. “Jadi, mulai sekarang, sebaiknya Nona tidak berhubungan dengan Lee Hyukjae,” ia mengawasi Yun Ae yang masih sangat terpukul. Wajar saja, selama ini Yun Ae selalu mengidolakan Hyukjae dan tak disangka jika Hyukjae seburuk itu.

Entah apa yang dipikirkan Yun Ae, dengan mata yang berbinar antara terharu dan lega, ia memandang Kyuhyun yang justru menaikkan sebelah alis karena merasa heran dengan mimiknya. Cho Kyuhyun sedikit terperanjat karena tak mengira jika Yun Ae mencondongkan tubuh karena ingin memeluknya. Ia dapat mencium wangi lavender dari tubuh Yun Ae.

“Maaf karena sudah meragukanmu, dan terima kasih, Kyunie,” Yun Ae merasa sangat bersyukur, ada Kyuhyun di sisinya. Entah shampo apa yang dipakai Kyuhyun, tapi aromanya benar-benar membuat nyaman. Lalu ia melepaskan pelukannya, dan memandang Kyuhyun lekat.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun. Sorot mata Yun Ae seperti sedang menaruh curiga padanya.

“Hanya seperti itu?”

Hanya seperti itu?” Kyuhyun mengulang pertanyaan Yun Ae. Gadis di hadapannya memang memiliki sifat ingin tahu yang kadarnya sudah berlebihan dan tidak akan berhenti sebelum rasa penasarannya itu terobati. Syukurlah karena sejauh ini, Kyuhyun bisa mengatasi sifat Yun Ae yang satu itu.

“Entahlah, tapi aku merasa ada hal lain yang terjadi semalam. Kau tidak melewatkan sesuatu dari ceritamu, kan? Maksudku, apa kejadian semalam setelah kau menolongku, tidak terjadi apa pun, misalnya—hm, misalnya…ah, aku tidak bisa mengingat,” Yun Ae mendesah dan berpikir kalau mungkin tidak ada kejadian lain. Lihat saja sikap Kyuhyun yang selalu terlihat sangat tenang, seperti biasa dan itu bukan ekspresi dari seseorang yang sedang menyembunyikan sesuatu.

Melihat kebingungan dan rasa penasaran yang terlukis di raut wajah Yun Ae justru membuat Kyuhyun tersenyum geli. “Sayang sekali, seharusnya Nona mengingat bagian terpenting itu.”

Bola mata Yun Ae melebar, “Bagian terpenting? Ceritakan padaku!” Yang dilakukan Kyuhyun adalah membuka kembali buku dan mulai membaca, seolah ia tidak peduli dengan rasa penasaran Yun Ae. “Kyunie,” Yun Ae merengek, bibirnya mengerucut.

“Baiklah. Aku agak menyesal karena Nona melupakan bagian di mana aku memukul Hyukjae. Aku yakin, aku pasti terlihat sangat keren,” sekejap, Yun Ae mendesis panjang setelah mendengar jawaban Kyuhyun. Ia tidak mengira jika Kyuhyun memiliki sisi sombong.

Fine. You’re the best, Kyunie.”

Sambil tersenyum tipis, Kyuhyun menegakkan kepalanya, mengabaikan buku bacaannya. Ia menatap Yun Ae yang sedang kesal, lalu berbicara dengan suara yang terdengar lembut, “Aku sudah mengatakan apa yang harus kukatakan, tapi kalau Nona mengingat hal lain—aku tidak akan menyangkalinya.”

Kalimat ambigu Kyuhyun justru semakin membingungkan Yun Ae. Sekarang Yun Ae merasa lebih penasaran daripada sebelumnya. Namun tidak ada gunanya mendebat, apalagi merengek pada Kyuhyun. Pemuda itu tidak akan bereaksi. Kyuhyun lebih mencintai buku tebal di pangkuannya itu. Astaga. Seo Yun Ae hanya mampu menepuk jidatnya, sebal sekali.

♪♫♩♬

Tidak banyak murid kelas tiga yang datang ke sekolah, mereka sudah lebih sibuk menyiapkan diri untuk menghadapi pendidikan lanjutan di universitas. Karena ada beberapa hal yang perlu diurus, maka hari ini Yun Ae datang ke sekolah. Sebenarnya, yang memiliki kepentingan adalah In Hee dan ia memaksa Yun Ae untuk menemaninya. Yun Ae menunggu di luar kantor sementara In Hee menemui wali kelas mereka. Tidak berapa lama, In Hee keluar sambil tersenyum sumringah.

Kedua gadis itu berjalan menyusuri koridor sekolah. Lee Hyukjae juga ada di sekolah, sedang berdiri di depan kelas 2-1. Wajah Yun Ae berubah masam. Melihat Hyukjae membuatnya teringat pada kejadian di pesta dansa waktu itu. Lee Hyukjae sungguh keparat, sekarang ia sedang menggoda siswi-siswi junior mereka. Yun Ae yakin jika Hyukjae sedang melihatnya, tapi ia memalingkan wajah dan memilih menanyakan urusan In Hee yang langsung dijawab dengan gerakan tangan In Hee, sebagai kode bahwa semua sudah beres.

“Aku yakin Lee Hyukjae punya maksud buruk ketika mendekatimu dan semua dugaanku terbukti,” cerca In Hee yang memamerkan ekspresi jengkel. Mereka sedang menuruni anak tangga.

Yun Ae mengembuskan napas, “Aku tidak ingin melihatnya lagi, dan sialnya, kami justru bertemu,” desisnya tajam.

“Kyuhyun benar-benar dibuat panik malam itu. Kalau dia tidak menemukan kalian tepat waktu, kau pasti celaka,” In Hee bergidik. Pasalnya, Lee Hyukjae itu terkenal sangat playboy dan ia juga yakin jika pemuda itu sudah sering meniduri para gadis. In Hee menoleh pada Yun Ae dan kontan saja ekspresinya berganti saat melihat Yun Ae telah memerah. “Seo Yun Ae, sekarang apa yang sedang kau pikirkan? Mengapa wajahmu jadi bersemu begitu?”

“Saat Kyunie panik dan sibuk mencariku—membayangkannya saja sudah membuat dadaku berdebar bahagia. Kudengar, dia menghadiahi Hyukjae dengan pukulan. Cara Kyunie memedulikanku, tampak begitu romantis, bukan begitu?”

Entah dari mana datangnya pemikiran konyol Yun Ae, tapi ia sukses membuat isi perut In Hee bergejolak. “Dan kau tahu seperti apa kau terlihat sekarang? Mem-pri-ha-tin-kan!” tukas In Hee dan memberi penekanan pada tiap suku kata. Yun Ae hanya tertawa kecil, walau sebenarnya ia ingin mencubit gemas pipi tembem In Hee.

Saat mereka melewati ruang musik, alunan piano terdengar lembut dari dalam ruangan itu. Seorang gadis sedang memainkan piano, terlihat dari pintu yang tidak tertutup. Han Je Young. Gadis yang berpasangan dengan Kyuhyun di pesta. Melihatnya, Yun Ae seperti kehilangan selera makan. Han Je Young yang pintar dan memesona itu adalah idola di sekolah. Dia juga berbakat dalam piano. Yun Ae menduga, jika Kyuhyun dan Je Young menjadi cukup dekat karena mereka menekuni bidang yang sama. Ah, memikir itu sontak membuat mood Yun Ae turun pada titik terendah.

“Akhir-akhir ini, kulihat Je Young giat berlatih. Jangan-jangan dia ingin mengejar Kyuhyun ke Juilliard?”

Penuturan In Hee membuat Yun Ae tercekat, ada sesuatu yang tertahan di kerongkongannya sehingga ia sangat sulit menelan ludah. Bagaimana jika dugaan In Hee terbukti benar? Je Young akan sering bertemu Kyuhyun, dan pada saat itu, kesempatan Je Young untuk mendapatkan Kyuhyun terbuka lebih lebar. Cha In Hee sempat keheranan melihat kecemasan yang tergurat di wajah Yun Ae.

“Aku akan membujuk ayahku agar membiarkan aku kuliah di Amerika,” tiba-tiba saja ide itu berkelebat cepat di kepala Yun Ae dan membuat In Hee yang mendengarnya jadi terperanjat.

“Bagaimana dengan Universitas Seoul?” delik In Hee. Setahunya, Yun Ae sudah diterima di universitas tersebut. Padahal banyak orang yang kesulitan masuk ke universitas terkemuka itu, tapi Yun Ae justru bermaksud mengundurkan diri hanya demi, “Juilliard? Kau juga akan ke Juilliard? Kau sudah gila, ya?” erang In Hee. Memangnya apa yang akan dilakukan Yun Ae di sana? Sedikit pun tidak mengalir bakat seni dalam darah Yun Ae.

“Ck, Cha In Hee. Kau pikir mereka tidak memiliki universitas lain di sana? Jika aku ke sana, aku bisa terus berdekatan dengan Kyunie dan aku bisa mengusir penyihir-penyihir yang mencoba memantrai Kyunie-ku.”

“Wah! Hebat! Kau ini seperti stalker.”

“Aku tidak peduli!”

Well, mulai sekarang, akan ada persaingan antara Nona Muda Seo Yun Ae dan si idola Han Je Young.”

Sorry, Je Young bukan levelku,” mendengar penuturan datar dengan nada meremehkan yang keluar dari bibir Yun Ae membuat In Hee mendesah. Yun Ae telah menampilkan sifat nona muda angkuhnya.

Pandangan mereka kembali terarah pada Je Young yang tampak sangat menghayati permainan pianonya. Piano Concerto No. 2, karya Rachmaninoff yang masih mengalun itu tiba-tiba berhenti dan berubah menjadi bunyi abstrak. Je Young melipat tangan di atas piano dan membenamkan wajahnya, ia tampak seperti seseorang yang sedang stress.

 “Dia terlalu memaksakan diri. Kalau ingin menyamai Kyuhyun, seharusnya dia tidak berpikir begitu,” In Hee agak mengasihani Je Young. Permainan piano Cho Kyuhyun tidak bisa dibandingkan dengan orang lain. Pemuda itu memiliki pitch yang sangat sempurna dan ia sudah terlahir dengan bakat itu. “Beberapa hari lalu, aku melihat Kyuhyun memainkan komposisi itu dan kebetulan Je Young berada tidak jauh dariku. Dia pasti ingin permainannya terdengar sehidup permainan Kyuhyun. Walau memainkan komposisi yang sama, mereka memiliki melodi yang berbeda.”

Senyuman tipis menyungging di kedua sudut bibir Yun Ae, “Tentu saja. Melodi Kyunie—”

Melodi?

Perasaan aneh tiba-tiba saja memeluk Yun Ae hanya karena ia mengucap kata ‘melodi’ dan diikuti oleh debar halus di dadanya. Kata itu seakan memiliki efek tersendiri bagi Yun Ae.

Melodi—

Sesuatu muncul begitu saja di benaknya. Sepertinya itu adalah kata kunci untuk sebuah rahasia yang terkubur dalam ingatannya. Yun Ae mengulang kata tersebut, dan terus mengulang. Bola mata Yun Ae pun melebar. Ekspresi terkejut yang sangat sempurna tampak dari raut wajahnya. Ia seperti baru saja memenangkan sebuah undian berhadiah sehingga membuat jantungnya melompat-lompat kasar.

“Yun Ae? Seo Yun Ae?” In Hee memanggil sambil mengayunkan tangan di depan wajah kaku Yun Ae. “Kau baik-baik saja, kan?” tanyanya lagi dan harus menunggu sekian detik untuk direspon oleh Yun Ae.  Gadis itu tidak berkata apa-apa, tapi langsung menangkap kedua tangan In Hee dan memandang dengan sorot mata yang tidak bisa diterka oleh In Hee.

“Kalau aku bilang—Kyunie mungkin menyukaiku, kau percaya?”

“Tentu saja. Cho Kyuhyun tidak mungkin akan setia padamu jika dia tidak menyukaimu, Nona Muda Seo.”

Yun Ae menggeleng kasar. “Bukan. Tapi seperti perasaanku padanya.”

“Maksudmu, dia-juga-jatuh-cinta-padamu?” In Hee berkata pelan sambil menarik napas hati-hati. Kedua gadis itu terdiam. Detik selanjutnya, suara tawa In Hee sudah melengking, memekak telinga. “Bulan April sudah lama berlalu. Jadi, mustahil kalau yang tadi itu april mob, kan? Astaga, ternyata kau bisa melucu juga, ya.”

Desahan napas berat mengudara, Yun Ae sangat kesal melihat In Hee yang tertawa terbahak-bahak. Ia dijadikan bahan ejekan oleh sahabatnya sendiri. Yun Ae merasa In Hee sangat beruntung karena memiliki sahabat yang berhati lapang seperti dirinya.

“Tapi malam itu—”

“Sudahlah, Yun Ae. Aku mengatakan ini sebagai seorang sahabat. Aku tidak tahu apa yang membuatmu berpikir begitu, tapi kau sendiri yang bilang jika Kyuhyun hanya ingin fokus pada pendidikannya. Kau mungkin terlalu berharap, sehingga entah bagian otakmu yang mana, yang tiba-tiba saja menyimpulkan jika Kyuhyun memiliki perasaan yang sama denganmu.”

Yun Ae terdiam memikirkan perkataan In Hee yang mungkin saja benar. Otaknya pasti sedang bermasalah. Ia meracau tak jelas. Bagaimana bisa ia memikirkan hal itu? Ingatan Yun Ae pada malam pesta dansa memang buram dan ia sendiri tidak bisa meyakinkan dirinya bahwa ingatan gila yang tiba-tiba menyapanya tadi sungguh terjadi. Padahal jantung sudah berlonjak girang, tapi sekarang, ia harus mengubur lagi rasa senangnya. Ketika membayangkan wajah tenang Kyuhyun, juga teringat pada pernyataan tegas Kyuhyun—sepertinya, sangat tidak mungkin jika Kyuhyun sampai mengeluarkan kata-kata seperti itu. Kesimpulannya adalah ia hanya bermimpi.

♪♫♩♬

“Kyunie.”

Kyuhyun menoleh karena mendengar namanya dipanggil. Yun Ae datang dengan memegang dua buah gelas. Ia langsung menyodorkan gelas yang satunya kepada Kyuhyun. Aroma lezat terendus dari asap yang masih mengepul. Menikmati secangkir cokelat panas sambil bersantai di balkon adalah hal yang sangat menyenangkan. Apalagi udaranya cukup dingin dan minuman itu dapat menghangatkan perut.

“Ternyata sangat membosankan jika tidak melakukan apa-apa,” Yun Ae yang lebih dulu membuka pembicaraan. Tadinya, mereka hanya membisu sambil memandangi daun-daun yang berguguran dan mengotori halaman. Kyuhyun tersenyum, dan Yun Ae tidak mengerti apakah itu berarti Kyuhyun setuju dengannya atau sebaliknya.

“Kudengar, Tuan sudah kembali.”

“Ya, kemarin.”

Tuan Seo adalah seorang pebisnis yang memiliki beberapa perusahaan besar, ia memang jarang terlihat di rumah. Kyuhyun mendengar kabar kepulangan ayah Yun Ae dari bibinya. Para pelayan terlihat lebih sibuk dari biasanya jika lelaki itu akan pulang. Tuan Seo memang jenis manusia yang agak cerewet jika menyangkut segala hal yang ia inginkan. Ia juga sangat mengagung-agungkan kesempurnaan. Mengherankan, tapi ia bisa tahu jika ada seseorang yang masuk ke dalam ruang pribadinya dan menyentuh benda-benda di ruangan tersebut. Sangat merepotkan melayani seorang tuan besar yang memiliki sifat seperti itu.

Dua orang itu kembali bungkam. Beberapa kali Yun Ae melirik pada Kyuhyun yang terlihat santai menyesap cokelat panasnya. Aneh. Mereka seperti kehabisan bahan pembicaraan.

“Bagaimana persiapanmu di universitas?” gantian Kyuhyun yang bertanya. Mereka berdua memang tampak sangat lucu. Sama-sama mencari alasan untuk menciptakan sebuah percakapan.

Kira-kira apa reaksi Kyuhyun jika Yun Ae berkata kalau ia ingin menyerah pada Universitas Seoul dan memilih mengikuti Kyuhyun ke New York? Hm, Kyuhyun tidak mungkin akan berlonjak girang, bukan? Sebaliknya, Yun Ae justru akan diceramahi habis-habisan, dan karena itulah, ia hanya bisa berkata, “Baik,” untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun. Sangat singkat, padat, dan jelas padahal keadaannya tidak sesuai jawaban yang ia berikan beberapa detik yang lalu.

“Ya, Nona pasti bisa melakukannya dengan baik,” Kyuhyun tampak sangat yakin pada kemampuan gadis itu. Yun Ae hanya tersenyum miris, sebab ia sendiri  tidak yakin semua akan baik-baik saja tanpa Kyuhyun di sisinya. Ia sudah terbiasa melihat Kyuhyun di sekitarnya.

Yun Ae menarik napas panjang. Ia mendongak memandang langit yang menaungi mereka, tampak cerah walau embusan angin mampu menusuk hingga ke tulang jika mereka tidak memakai pakaian hangat. Yun Ae teringat pada peristiwa malam itu. In Hee sudah meyakinkannya, dan ia sendiri sudah memberi sugesti pada dirinya untuk kembali normal dan menghentikan khayalan-khayalan tak masuk akalnya itu. Namun, sampai detik ini, ia masih merasa terganggu.

“Malam itu—”

Ludah tertelan paksa melewati kerongkongan Yun Ae. Ya ampun, mengapa sulit sekali mengatakannya? Kyuhyun bahkan sudah menoleh padanya. Menanti kelanjutan perkataannya yang terhenti begitu saja.

“Kyunie. Apa malam itu kau pernah berkata—” melihat sorot mata Kyuhyun yang begitu teduh, kata-kata Yun Ae kembali tertelan.

Nona adalah sebuah melodi di dalam hatiku. Sejak awal, Nona adalah satu-satunya dan akan selalu seperti itu.

Ingin sekali Yun Ae memercayai ingatan membahagiakan tersebut. Namun, ketenangan Kyuhyun justru memupuskan harapannya. Pemuda tampan yang sedang berhadapan dengannya, tidak akan mungkin berkata demikian, pikirnya.

“Tidak, bukan apa-apa,” Yun Ae tertawa kaku. Ia mengurungkan niatnya dan memaki dirinya sendiri di dalam hati.

Kyuhyun memandang lembut dan tersenyum padanya. Sial, Yun Ae semakin merutuki kebodohannya. Hampir saja ia mempermalukan dirinya. Sudah cukup baginya untuk berandai-andai. Jangan sampai Kyuhyun akan menolaknya untuk kedua kalinya. Yun Ae menandaskan cokelat di gelasnya yang sudah tidak begitu panas lagi. Ia sedang berusaha mengatasi perang batin yang menderanya. Keadaan menjadi lebih senyap daripada sebelumnya. Tampaknya Yun Ae sudah berhasil mengatasi dirinya setelah beberapa kali menarik dan mengembuskan napas secara teratur.

“Kapan kau akan pergi?”

“Lusa.”

Refleks Yun Ae menoleh, memelototkan matanya pada Kyuhyun. Bahkan ia baru saja berhasil menguasai diri, dan sekarang—jawaban singkat Kyuhyun telah meruntuhkan pertahanannya. “Lusa?” ulang Yun Ae, tak percaya. Mengapa Kyuhyun baru mengatakan sekarang?

“Hm, keberangkatannya dipercepat. Aku masih harus mengurus beberapa hal di sana.”

“Kenapa tidak kau katakan sebelumnya padaku?” sorot mata Yun Ae yang penuh tuntutan seakan sedang menyalahkan Kyuhyun. Ia kesal.

“Semuanya sangat mendadak. Kupikir, aku akan ke sana seminggu lagi, tapi paman menganjurkan agar aku pergi lebih cepat. Maaf, baru mengatakannya,” Kyuhyun mengungkapkan penyesalannya.

Dada Yun Ae mulai memanas. Kyuhyun akan segera pergi? Bahkan jika kepergian Kyuhyun minggu depan, sekarang pun sudah terlalu terlambat bagi Yun Ae untuk mendengar kabar itu. Akan tetapi, lusa? Gadis itu ingin marah, tapi memikirkan tidak banyak waktu yang tersisa, maka akan sangat percuma kalau hari-hari terakhir mereka justru dihabiskan dengan bertengkar. Lagi pula, Kyuhyun mungkin merasa tidak perlu mengistimewakannya sehingga harus menyampaikan kabar itu jauh-jauh hari padanya. Memangnya apa hubungan mereka? Jadi, mungkin sekaranglah waktunya untuk belajar menjadi dewasa. Gadis itu diam merenung beberapa saat, lalu ia mengambil tangan Kyuhyun dan jarinya bergerak di telapak Kyuhyun.

“Aku menulis namaku.”

“Nona.”

“Karena kau tidak pernah menyebut namaku, aku cemas jika kau akan melupakan namaku.”

“Aku tidak mungkin melakukan itu.”

“Seo. Yun. Ae,” Gadis itu tersenyum, memandang hangat pada Kyuhyun. “Tolong ingat namaku di dalam hatimu, ya.”

“Nona, aku pergi hanya untuk beberapa tahun. Setelah itu, kita bisa bertemu lagi.”

“Ya, aku tahu. Aku hanya cemas. Di sana pasti banyak gadis cantik. Segera setelah kau bertemu mereka, kau mungkin akan melupakanku.”

“Nona terlalu mengada-ada,” Kyuhyun tersenyum dan tangannya mengacak-acak rambut Yun Ae. Sudah menjadi kebiasaannya untuk melakukan itu pada Yun Ae.

“Kyunie, kau tahu apa arti namaku?” pertanyataan Yun Ae mengubah raut Kyuhyun. Senyum sumringah Kyuhyun hilang begitu saja. “Ah, kenapa aku bertanya padamu? Kau bahkan tidak pernah memanggilku,” Yun Ae tertawa. Ia menertawakan dirinya yang lagi-lagi dianggap bersikap konyol. Kyuhyun tidak tertawa, tapi justru diam dengan wajah kaku. Mulutnya terkatup rapat.

Aku tahu.

Kyuhyun membatin.

Alasan mengapa aku tidak pernah menyebut namamu, sebab kau adalah…

Bibir Yun Ae melengkung ke atas, membentuk sebuah senyuman yang begitu indah pada paras manisnya.

Melodi bulan yang jauh.

“Melodi bulan yang jauh.”

Kedua orang itu kompak mengatakan hal yang sama. Kemudian Yun Ae berkata, “Yun Ae berarti melodi bulan yang jauh,” ia tersenyum lebar.

Ya, Kyuhyun tahu itu. Cho Kyuhyun bungkam dengan dada yang berdebar-debar kencang. Wajahnya menegang, dan sinar matanya tercurah penuh pada Yun Ae yang masih tersenyum. Gadis itu tampak begitu indah di mata Kyuhyun. Tangan Kyuhyun bergerak pelan, menyentuh kepala Yun Ae.

Nonalah melodi itu, tapi apa yang bisa kuharapkan jika itu adalah hal yang sulit digapai. Seperti bulan yang terlihat jauh, namun terasa sangat dekat. Pun saat kita berdekatan, namun tetap tidak bisa dijangkau. Menyebut namamu seolah menyadarkanku untuk tidak bermimpi, tapi aku ingin terus bermimpi, Nona. Bagai pungguk yang merindukan bulan. Akulah si pungguk yang tak berdaya itu.

Si bodoh Yun Ae tidak menyadari jika Kyuhyun sedang menghujaninya dengan luapan emosi yang sangat mendalam. Betapa sinar mata itu memancarkan perasaan yang begitu tulus dan murni. Yun Ae sudah merasa puas saat kepalanya dielus seperti yang Kyuhyun lakukan sekarang. Ia akan merindukan belaian itu.

Berkaca pada Beethoven, Kyuhyun tidak pernah ingin jatuh cinta pada orang yang tidak seharusnya ia cintai. Hal itu pernah ia utarakan sebelumnya pada Yun Ae. Namun, ‘tidak ingin’ bukan berarti ‘tidak akan’. Sebab Kyuhyun tahu jika apa yang ia pikirkan, tidak pernah sependapat dengan apa yang ia rasakan.

-Bersambung-

Duh, perkiraan sy meleset. Ta’ kirain bakalan posting Drama Part 18, tp sepertinya bakalan tertunda lagi mengingat ini moment akhir tahun, kerjaan menuntut segera diselesaikan sebelum tutup anggaran jadi harap maklum.

Kemungkinan besar, minggu depan yang bakalan diposting adalah Pianist’s Melody (cerita ini udah sampe ending), pokoke kita lihat sampe situasi jadi lebih memungkinkan untuk saya menulis kelanjutan Drama.

Wokay, kembali ke pianist’s melody.

Gimana? Udah makin jelas kan perasaan Kyuhyun ke Yun Ae?

Jadi, masih tersisa 1 part lagi untuk kisah mereka di masa lalu.

Kira2, ada yang bisa nebak apa yang membuat Kyuhyun seolah enggan mengingat Yun Ae, seolah memainkan Moonlight Sonata adalah hal yang menyakitkan bagi Kyuhyun?

Nah, di part 6 nanti, sy rasa teman2 mungkin sudah bisa menebak akan seperti apa hubungan mereka. Jadi, kalo mo nebak dari sekarang monggo, pengen tau tebakannya jitu apa enggak hehehe.

Ya udah, gak usah kepanjangan.. semoga kalian suka ya.

Dan…. tetap berharap teman2 memberikan masukan dan kritikan. Makasih atas koreksi kalian di part2 sebelumnya *kecup badai*

Iklan

81 thoughts on “Pianist’s Melody (Part 5)

  1. cha eunna berkata:

    kok yun ae ngira perkataan kyu yg kemarin cuman mimpi sih? *ih nyebelin *mabuk sihh

    haduh kyu cepet amat berangkat k amerika nya. kasian yun ae〒▽〒

    okeh kak aku tunggu lanjutannya^^
    SEMANGAT KAK!!^^

  2. kampungfanfic berkata:

    aku tak sabar aku tak sabar aku tak sabarrrrr
    entahlah, sebelumnya ff kak marchia itu anik masih bisa abar nunggu, tapi karena drama yang pernah off 3 bulan (uhuuuuuuk) jadi rada gelisah gitu, kayak kutu air dimusim penghujan.
    dan alhamdulillahnya dilanjut lagi trus ditambah ini, ahhh sulit kalau harus milih 2 ff ini untuk mana dulu yang diposting yang jelas anik cuma bisa bersyukur dan berharap (duileh, religiusnya keluar) kapan pun kak marchia ada waktu tanpa pemaksaan dari pihak mana pun untuk nulis dan post cerita.
    untuk jalan cerita sendiri…. well, kalau yun ae inget semua perkataan kyuhyun malem itu kayaknya gak bakal seru dan gini bikin greget kali ya hahaha, karena kak marchia tau jalan ceritanya sendiri kudu gimana
    sehat terus ya kak, makan yang baik….

    • marchiafanfiction berkata:

      Anik sayang…makasih ya dek. sabtu besok eyke posting deh lanjutan ff ini. agak lega karena ff ini udah ending, jadi gak perlu nunggu berbulan2 off hahahaha… jadi selingan si drama,

      anik juga ya, sehat selalu. semangat dalam beraktivitas 🙂

      • kampungfanfic berkata:

        tak sabar aku tak sabarrrrrrr
        asyikkkkkk
        malam minggu jomblo seperti diriku pun bisa bahagia hahaha
        nanti ada part greget kan, misalnya kyu ama yun ae ketemu trus yun ae cemburu ama jessiee hahaha sok ngatur2 nih

      • kampungfanfic berkata:

        tuh kan,. makin gak sabar.
        tapi yun ae sehat kan? T^T
        ya kali dia sakit2an atau gimana gitu huhuhu, kan nanti tambah ngenes. atau yun ae udah lupa ama kyuhyun? oh noooooooooooo

  3. kyun berkata:

    makin semangat aja setelah tau ff ini udah ada endingnya..
    mungkin nanti kyuhyun nglakuin sesuatu yg bikin mereka salah paham,,atau
    yun ae pindah ke lain hati…

  4. Lhana Minoz berkata:

    Udah makin jelas ma jalan ceritanya, dan makin nggak sabar ma akhir dari cintanya kyu. 😀
    dan untuk ff Drama ngak papah aku masih tetep setia nunggu, walau bulan2 kemaren gak cukup. Aku masih tetep bisa nunggu bulan2 kedepannya. #apaini So Nona Ditta fighting…!!!!

  5. herissheea berkata:

    kek nya ini cerita bakalan sad ending dah..
    apalagi pas ngeliat bagian terakhir, kyuhyun gak mau pny kisah Cinta kayak beethoven yang notabene Cinta tak terbalaskan. mungkin setelah kyu pergi yun ae dijodohin kali ama bapanye atau kemungkinan terburuk yun ae-nya meninggal gitu.. #asalnebak ya ampun jgn ampe beneran kek gitu kesian kyunie 😥

    jadi makin penasaran sm kelanjutannya..
    ditunggu kelanjutannya 🙂

  6. rei berkata:

    aku benar2 penasaran soal masa lalu mereka. author aku tetap tunggu drama dan lovely piggy nya keep writing author 🙂

  7. citraarum96 berkata:

    Okee….
    Sikap kyuhyun yg kelewat tenang kayak air danau, kayak dinding yg datar datar aja, akhirnya bisa liat dia yg menatap yun ae dengan begitu penuh luapan emosi perasaan dia. Dia yg selama ini keliatan begitu twnangnya begitu biasa” aja sikapnya kw yun ae ternyta menyimpan perasaan yg begitu jauhh..
    Karena kakak main tebak tebakan. Pliss jagan bilang kalau cerita ini bakalan berakhir dengan kata sad?? Alasan kenapa kyuhyun wnggan mengingat nama yun ae apa karena kenyataannya kyuhyun sama sekali gak bisa dapetin yun ae?? Alasan kenapa moonlight sonata terlalu menyakitkan buat kyuhyun, apa karena kyuhyun gak bisa memperjuangkan cintanya ke yun ae?
    Arghhh… Aku pengen cpet baca kelanjutanya. Rasanya uda gak sabat. Bisa kebawa mimpi ini nantinya…hahaha
    Next part ditunggu kak.. Fighting!!!

    • marchiafanfiction berkata:

      seminggu lagi ya dek, nunggu postingan selanjutnya. gak kok, memang jalan ceritanya agak sedih2 gimana gitu, tapi karena ff ini sudah selesai sy tulis, sy berani jamin kalo berakhir bahagia cieeee

  8. lee_ne berkata:

    aku …. sakit membaca y
    aku takut kalo mereka jadi saudara kandung
    jgan sampai…
    kakak, jangan buat kyuhyun seperti Beethoven , jangan buat melodi kyuhyun sama dengan moonlight sonata
    aku mohoooonnnnnnn

    • marchiafanfiction berkata:

      gak dek, mereka gak jadi sodara kok…

      sekalipun cerita ini *mungkin* nyelekit, nyakitin dan begitulah..tapi sy jamin, ini happy ending. istilahnya, bersakit-sakit dahulu, bersenang2 kemudian

  9. yuliani mokoagow berkata:

    baru bangun trus cek hp. . ad notif ff Pianist Melody Part 5 , Cepat2 buka soalnya memang udah nungguin ,, tpii stelah baca Saya jadi Mewek , dag dig dug ,… apalgi pas tau arti nama Yun Ae itu “Melodi bulan yang jauh” dan sperti menggambarkan apa yg drasakan Kyuhyun skarang ,, inii Baru Flashback tpii bikin Baper mulu, gmana Masa depannya -_- ….

    Tpii liatt foot note nya , Pianist Melody udh ditulis smpai Part Ending ? Wah Kyanya Eonni slama inii wlaupun bnyak kesibukan eonni ttp ingat Blog Ff eonni ,mkanya Pianist Melody Tersedia dan bahkan udah End …

    Gk sabar nunggu Next Partnya ,, aplgii Akhir Kisah Mereka ,, Berharap Happy Endingg 🙂 Amin ..

    Smangatt Slaluu Eonni 🙂

    #Maaf Kepanjangann 😀

    • marchiafanfiction berkata:

      hihihi iya, udah ending… lumayanlah dek, reader gak harus digantung berbulan2 demi drama… setidaknya ada ff lain yang bisa ngisi kekosong itu *duh bahasa sy*

      makasih ya

  10. Deer_Autumn berkata:

    Ah kak, Di part ini aja aku sudah menitikan air mata… Duh masa lalu mereka itu sebenernya manis tapi karena mereka gak bisa bersatu itu yg bikin meyakitkan… Sebentar, kakak bilang di part mendatang akan terungkap alasan mengapa Kyuhyun memainkan Moonlight Sonata dengan emosi yg menggebu seakan menyalurkan sesuatu kan? Memang kan Moonlight Sonata itu menceritakan tentang kisah cinta Beethoven ke Giulietta namun karena perbedaan strata sosial membuat kisah cinta mereka kandas begitu aja. Sama kayak Kyuhyun. Aku menerka (boleh kan menerka-nerka sedikit untuk kelanjutan part selanjutnya) apakah Yun Ae “pergi”( untuk yg ini mungkin gak masuk akal)? Apa Yun Ae sudah mempunyai pendamping hidup? Atau Yun Ae menghilang sehingga Kyuhyun tak bisa menemukan keberadaannya? Sumpah ya kak, banyak asumsi yang berkelebatan di kepalaku,semoga aja kala nanti asumsiku itu bisa terjawab

    • marchiafanfiction berkata:

      hai dek, gak apa2, sy malah senang kalo teman2 komen sepanjang ini hahahaha iya, moonlight sonata memang seperti itu, dan alasan kyuhyun berat memainkan moonlight sonata… adek, bakalan bisa nebak deh kepastiannya di part berikutnya 🙂 so, keep waiting untuk next part ya 😉

  11. Sipur berkata:

    Maaf slm ini silent reader,sejauh ini sy suka semua jln ceritanya…terkadang butuh pemahaman.So far so good.Semangat trs dlm berkarya dan smoga trs mengalir ide-ide ceritanya. Wish u all the best n god bless u.

  12. myungie berkata:

    puas bangeett,,,
    nggak sabar nunggu part selanjutnya,, teruss… teruss,,, lanjutan cerita mereka dimasa sekarang😆…
    masih penasaran siih,, di part sebelumnya temen kyu bilang mau nyariin yun ae di seoul.. emang yun ae ngilang?
    nggak bisa nebak niih. ,
    uuuhhhh….
    gregeeet bangeet… favorit deeh..
    nggak ada yg mau di kritik..
    pokoknya keren. dan ditunggu lanjutannya 😜

  13. Misscho berkata:

    Akhirnyaa . lanjutannya dipost juga . tiap hari aku sempetin mampir wp ini . hehhe . sumpah jatuh cinta bgt ma ff ini .

    Aku suka bgt yun ae disini. Dia tetep bs bangkit dan bersikap baik2 aja meskipun kyuhyun sempet nolak dia.
    Apa kelanjutannya di masa depan yun ae udh punya pasangan ? Atau yun ae sakit atau malah meninggal sehingga kyuhyun akan menyesal krn blm sempet ngungkapin perasaannya ???
    Duuuh jgn dongg . jgn sampe sad ending .
    Tp kalau misal kyuhyun yg nanti jelous abis2an , bolehh dehh . lucu kayaknya . hehehee

    Ditunggu kelanjutannya ya kak ..Makasih buat ceritanya yg menginspirasi . gak sabar baca kelanjutannya .

  14. Dufy berkata:

    Smoga mereka bjodoh di part selanjutnya jeball juseyoo.. 🙏🙏🙏
    Kyuhyun tolonglah perjuangkan lah wanita yg kamu cintai… jangan menyerah dan putus asa.. krn meskipun keinginan hati sangat besar tapi tidak berusaha maka akan susah untuk meraihnya…

  15. nazaki berkata:

    Lo baca ff ini emang bawaannya mellow,gloomy gitu. Apalagi part2 awal, rasanya ngenes banget. Pas baru publish,dari judulnya aja udah nebak lo bakalan mengharu biru, belum baca ceritanya.Padahal judulnya g selalu berarti sedih kan, bisa aja melodi gembira tapi kesan yg ditimbulin emang miris. Sekarang + arti namanya yunae : melodi bulan yg jauh, indah tapi menyedihkan…

  16. nabilatrrsydh berkata:

    Dari awal udah feeling kalo kyuhyun tuh suka sama YunAe juga. Kebukti kan sekarang. Tapi kyuhyun tetep mau pergi juga. Ya YunAe bisa apa huhu 😦
    Duh makin dibikin penasaran sama kisah masa lalunya kyuhyun & YunAe..

  17. Rrin'sLove berkata:

    Aw kyuuuuu
    bersabarlah #pukpukKyu
    aduuuuuh
    ingatan Yun Ae itu benar adanya
    tapi yaaa menghdapi wajah Kyuhyun yg tanpa ekspresi meruntuhkan segalanya
    tapi benar adanya kata2 itu diucapkan oleh Kyuhyun kkkk
    aduh Kyuuu pengen peluk kamu hihi #modus
    efek rasa Kyuhyun ni memang menjadi2
    aiiih
    aku gak sabar ke masa sekarangnya kak
    ayoooo update cepat2 kak hihi

    smangat ya kak ^^

  18. Yeoboxxgyuu berkata:

    Mata aku yg sayu jadi melek kalau ff ini udah ada Ending nya dan di pastikan happy end
    Yuhuuu…. Gak sabar buat klik klik part selanjutnya
    membuka celah rahasia saat dimana Kyu hanya bisa memainkan melodi kesukaan Yun ae saja 😀
    semangat buat posting kka
    #nawarpostseminggusekaliKkk

  19. Widya Choi berkata:

    Udh tliat jls sih gmn prasaan ny kyu k yun ae.. brti prasaanny yun ae g btepuk sbelah tgn dunk y 😊 .. andai si kyu bs nyatain prsaan ny scra lgsg. Pst yun ae bkal sng bgt.
    Hmmm bharap yg tbaik aj buat kdua ny nti..

  20. naynamika berkata:

    Anyeong
    Sangat telat bacanya, jadi gitu. Ya itu karena appanya yun ae juga kan kyuhyun nggak bisa sama yun ae..yaaah merka sama2 mencintai kan?? Semoga saja besok2 bisa bersama. . Keke
    Lupa cerita yg part sebelumnya hehe.

    Fighting unnie
    @_@+

  21. syalala berkata:

    huhu sedihhhhhh gatau kenapa ih kenapa sih masa lalunya begini bgt huhu asli deh ini yah mereka pisah bakal sesesdih apa si yun ae trs kyhhun juga yg mendem perasaannya huwaaaaa lanjutttt

  22. ghefirasaras010298 berkata:

    Sayang banget Yun-Ae nggak inget apa yang diucapin Kyu semalem. Kalau inget, pasti dia udah bisa tau kalau sebenernya Kyu juga punya perasaan yang sama😂
    Ah, mereka berdua nih emang ‘saling mencintai dalam diam’ ya, wkwkwk. Ya udahlah, jodoh nggak akan ke mana 😀

  23. sy_pyeol berkata:

    Kasian kyu..hrus mmendam rasa sukanya karna lagi2 mngenai strata..
    Smoga kyu bsa jdi org sukses yee n mmbuktikan sm tua seo ia pntas sma yun ae…duhhh sedihnya..mreka berdua..

  24. nurul berkata:

    duh ka nyes banget kyuhyunnya. sedih deh cinta terpendam.apakah akhirnya sad ending ka?? dilanjut ya ka

  25. firda72 berkata:

    baca maraton dari part 1 sampe part 5, aku suka sama gambaran kakak tentang lagu lagu klasik buat ff ini. apa lagi karakter yun ae yang ngegemesin. tapi aku berharap ini gak sad ending😊

  26. elfrye berkata:

    Bagai pungguk merindukn bln,aduh kshn bgt kyunie,dia hrsny jujur aj sm yun ae tp kyu orgny tahu diri,jd hny bisa memendamnya

  27. Leah berkata:

    Heuuu sedih banget mereka bakalan kepisah, aku gamau cerita ini jadi sad ending dengan yun ae nikah sama cowok lain Dan Kyuhyun terpuruk *imajinasi liar mode on*
    Kenapa kisah cinta mereka menyedihkan sekali? Apa sampe kepergian kyuhyun ke NY , dia ga mau ungkapin perasaannya secara gamblang. Ya ampun aku bayanginnya aja udah pengen nangis

  28. KIKI berkata:

    Menyentuh sekali.. Saling berhubungan antara Yun Ae. Moonlight Sonata. Dan kisah cinta mereka . Seaakan menggambarkan tidak ada namanya bersatu di antara mereka. Ahh sedih. Kyuuuu teruslah bermimpi

Mohon Saran dan Kritikannya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s