Pianist’s Melody (Part 6)

pianists-melody-poster-2

~Kesamaan karakter ataupun jalan cerita hanyalah faktor ketidaksengajaan. Dilarang keras melakukan aksi Plagiat! Jika teman2 menemukan sesuatu yang mencurigakan, harap segera dilaporkan kepada saya. Say no to plagiat!~

***

A Goodbye

 

 

Orang-orang berkata, cara yang paling ampuh untuk menyamarkan kesedihan adalah mencoba menyibukkan diri. Jadi, hari ini Yun Ae sudah memulai segala aktivitas yang membuat heran seisi rumahnya. Yun Ae bangun pagi-pagi sekali, padahal biasanya membutuhkan kemampuan khusus para pelayan untuk membangunkannya dan ujung-ujungnya, mereka akan meminta bantuan Kyuhyun.

Setelah itu, Yun Ae membereskan kamar tidurnya, mengganti sprei, sarung bantal dan bedcover dengan yang berwarna biru kalem. Meja riasnya yang selalu mempertontonkan kekacauan, kini telah berganti dengan susunan bedak, kosmetik dan sejenisnya yang telah tertata rapi. Yun Ae jarang berolahraga, jadi kegiatan hari ini dirasanya sangat bermanfaat. Keringat yang bercucuran telah membasahi pakaiannya. Tangannya yang memegang stick pel, bergerak maju-mundur.

“Nona, sudah, hentikan saja!”

Bibi Han meremas jarinya yang saling taut. Ia cemas melihat tingkah aneh Yun Ae. Selain wanita itu, beberapa pelayan juga terlihat di dalam kamar. Semuanya tampak gelisah. Sejak tadi mereka berusaha membujuk Yun Ae untuk tidak melakukan apa pun.

“Biar kami yang melakukannya, Nona.”

“Tidak apa-apa. Kalian semua bisa melanjutkan pekerjaan kalian.”

“Tapi, Nona…”

Yun Ae menegakkan tubuhnya. “Aku hanya butuh sedikit kesibukan,” dan berhenti memikirkan Kyunie barang sejenak.

Lalu gadis itu kembali mengepel lantai kamar. Para pelayan hanya saling pandang tanpa bisa melawan. Nona muda mereka adalah orang yang keras kepala. Sifatnya itu menurun dari sang ayah. Yun Ae sedikit melirik ketika pintu kamarnya mengayun tertutup. Mereka sudah pergi dan Yun Ae bisa melakukan apa pun yang ia inginkan tanpa harus diinterupsi oleh para pelayan yang dinilainya selalu bersikap berlebihan.

Apa yang salah? Bukankah bagus jika dirinya mulai mencoba untuk melakukan pekerjaan kecil? Tetapi, karena status dan keadaannya yang sudah terlahir dengan sendok perak dimulutnya, Yun Ae tidak pernah mengerjakan sesuatu. Bahkan dirinya masih membutuhkan bantuan Bibi Han untuk menguncir rambut atau menyiapkan semua perlengkapannya. Bukannya Yun Ae tidak bisa melakukannya seorang diri, tapi ia menyukai bagaimana cara Bibi Han mengurusnya. Kekhawatiran para pelayan terlihat wajar. Di mata mereka, gadis itu pasti tampak aneh. Sangat aneh.

Gerakan stick pel di tangan Yun Ae melambat dan akhirnya benar-benar berhenti. Yun Ae kembali menegakkan diri, kedua tangannya bertumpu pada ujung stick. Cara ini memang ampuh, tapi tetap saja ia tidak bisa sepenuhnya mengusir Kyuhyun dari dalam kepalanya. Kyuhyun akan segera pergi, besok. Sontak saja Yun Ae membanting benda yang di pegangnya dan beralih untuk duduk di sebuah kursi. Rambut yang awut-awutan, tubuh yang sudah bermandikan keringat, dan juga—kesedihan yang terpancar dari bola matanya. Kesimpulan Yun Ae setelah menatap dirinya di cermin adalah ia sangat berantakan.

Tidak ada yang bisa Yun Ae lakukan untuk mencegah Kyuhyun, bukan? Yun Ae merasa ia tidak boleh egois. Ini kesempatan yang baik bagi Kyuhyun untuk mengejar impiannya. Sangat disayangkan jika orang yang sangat berbakat seperti Kyuhyun justru tidak mengambil kesempatan emas itu. Yun Ae menarik napas berat beberapa kali dalam setiap menitnya. Lalu, ia beralih ke kamar mandi. Tidak langsung mandi, tapi justru menyikat seluruh lantai kamar mandi dengan sekuat tenaga.

Kabar keanehan Seo Yun Ae ternyata sampai ke telinga Kyuhyun. Semua orang di rumah itu sibuk membicarakan sikap Yun Ae yang tiba-tiba berubah drastis. Tuan Seo sedang tidak berada di rumah. Pagi-pagi Tuan Seo sudah ke bandara dan saat ini ia pasti sudah di Jepang, bertemu dengan relasi bisnisnya. Bahkan lelaki itu baru saja kembali dari perjalanan luar negeri lainnya, dan sekarang? Well, tidak mengherankan untuk seorang pengusaha sukses sepertinya. Kalau saja Kyuhyun tidak pernah datang ke rumah itu, entah apa jadinya Yun Ae sekarang. Yun Ae terselamatkan karena keberadaan Kyuhyun di sisinya dan untuk alasan itulah, mengapa Yun Ae menjadi sangat bergantung pada Kyuhyun.

Lamunan Kyuhyun buyar saat mendengar ketukan di pintunya. Bibi Han seharian ini entah sudah berapa kali menghampirinya, sekadar mengingatkan ini atau itu terkait dengan keberangkatannya besok. Segera Kyuhyun menuju pintu dan membuka pintu tersebut, namun yang berdiri di hadapannya bukan Bibi Han—orang yang ia kira—sebab, Bibi Han tidak mungkin dapat mengecilkan tubuh dalam waktu beberapa jam.

“Nona?”

Kyuhyun mengernyit melihat Yun Ae yang berdiri kaku. Selama ini, Yun Ae tidak pernah mengetuk pintu kamarnya jika memang ingin menemuinya. Yun Ae tidak peduli jika mungkin saat itu Kyuhyun sedang setengah telanjang. Kebiasaan buruknya yang satu itu telah membuat Kyuhyun selalu berpakaian sebelum keluar dari kamar mandi

“Boleh aku masuk?” tanyanya, membuat alis Kyuhyun kian bertaut.

Apalagi sampai harus meminta ijin begitu. Yun Ae bahkan selalu menyelonong masuk tanpa permisi. Ekspresi Yun Ae yang sekarang pun tampak tidak biasa. Kaku, cemas, dan semuanya itu terlihat dari gesturenya. Batuk halus yang diperdengarkan Yun Ae kembali menyadarkan Kyuhyun. Ia lantas mempersilahkan Yun Ae masuk. Yang dikatakan semua orang kalau hari ini Yun Ae bersikap aneh akhirnya disetujui oleh Kyuhyun.

“Bagaimana persiapanmu?” tanya Yun Ae, matanya melirik pada sebuah koper berwarna hitam di dekat meja belajar Kyuhyun.

“Nona,” Kyuhyun tahu jika banyak hal yang sedang dipikirkan oleh Yun Ae. Hari ini Yun Ae berubah menjadi seseorang yang sangat berbeda.

Setelah menarik napas panjang, Yun Ae kemudian berkata, “Aku pikir, aku tidak akan mengantarmu ke bandara besok,” sinar mata gadis itu sebenarnya tampak ragu, tapi Kyuhyun yakin jika Yun Ae telah memikirkan keputusan itu masak-masak. Jadi Kyuhyun memilih untuk tidak menyela dan mendengar semua perkataan Yun Ae hingga tuntas. “Aku, aku tidak yakin bisa melepasmu kalau aku turut mengantar ke bandara. Sebelum aku menjadi sangat egois, aku ingin mengucapkan salam perpisahan di sini. Kyunie, jangan lupa memakai pakaian yang hangat, udara di sana pasti tidak kalah dinginnya saat musim dingin. Di sana bahkan sering terjadi badai salju, kan? Soal kebiasaanmu yang sering terlambat makan, aku tidak ada untuk mengingatkanmu jadi…hm, mungkin sebaiknya kau memakai alarm. Kau juga jangan terlalu serius belajar. Kita masih muda jadi harus menikmati masa muda kita. Ehm…apa lagi, ya? Ah, aku sudah meminta Bibi Han untuk menyiapkan obat-obatan. Jangan lupa memeriksakan kesehatanmu—”

Yun Ae belum menyelesaikan pesan-pesannya saat Kyuhyun menarik pelan tangannya dan memeluknya. Aroma maskulin langsung menyeruak ke dalam indra penciuman Yun Ae. “Nona, kau berkata seolah-olah kita tidak akan bertemu lagi,” Kyuhyun tersenyum sambil menyapu pelan punggung Yun Ae.

“Bertahun-tahun itu bukan waktu yang singkat, Kyunie,” ujar Yun Ae dengan suara yang bergetar. Yun Ae ingin menangis, tapi ia tidak mau membuat Kyuhyun cemas. Kyuhyun akan khawatir kalau melihatnya menangis dan untuk itulah ia jarang menangis di hadapan pemuda itu. Jika ia menangis sekarang, percuma saja usahanya untuk bersikap dewasa sejak mengetuk pintu kamar Kyuhyun tadi.

“Ada lagi yang ingin Nona katakan?”

Banyak. Namun tak ada satu pun yang dapat dikeluarkan Yun Ae karena mulutnya kelu. “Tidak ada. Jaga dirimu baik-baik di sana.”

“Nona juga. Dengarkan apa kata Tuan Seo dan jangan membantah.”

Yun Ae langsung berdecak dan tertawa kecil, “Pada akhirnya, ayah jauh lebih penting dibandingkan aku,” katanya berpura-pura kesal. Yun Ae bisa merasakan jika Kyuhyun sedang tertawa juga. Ia mengeratkan pelukannya, menghangatkan dirinya dalam dekapan Kyuhyun.

Ini akan menjadi sebuah perpisahan yang menyenangkan dan manis untuk dikenang. Tidak apa-apa, Yun Ae bisa bertahan dan menunggu. Ia akan membuktikan pada Kyuhyun jika ia bisa tumbuh menjadi sosok yang lebih dewasa dan pada saat Kyuhyun kembali, Kyuhyun akan memujinya. Atau bahkan bertekuk lutut di hadapannya. Memikirkan itu saja sudah membuat Yun Ae menyengir tajam.

Akan tetapi, segala sesuatu ternyata tidak bisa berjalan sesuai dengan keinginan Yun Ae. Betapa tidak, keesokan harinya, Yun Ae dibuat terkejut.

 “Kyuhyun baru saja pergi,” itu adalah jawaban Bibi Han saat Yun Ae bertanya jam berapa Kyuhyun akan berangkat. Roti keju buatan Bibi Han yang sangat lezat itu bahkan tidak lagi memancing selera Yun Ae.

“Apa? Tapi, kulihat Paman Han masih sibuk di taman belakang?”

“Pamanmu itu mengeluhkan sakit di kakinya. Sopir Park sendiri tidak bekerja hari ini karena urusan keluarga.”

Bibi Han menerangkan alasan mengapa Kyuhyun pergi dengan menggunakan taksi. Tadi saat membuka tirai jendela kamar, Yun Ae memang melihat sebuah taksi berada di area kediamannya. Mungkin Bibi Han akan pergi ke supermarket, pikirnya. Biasanya Bibi Han selalu memanggil taksi jika akan berbelanja. Dibandingkan diantar Paman Han, wanita itu lebih memilih taksi karena menurutnya, Paman Han sangat cerewet dan tidak sabaran sementara berbelanja itu membutuhkan waktu yang lama. Ada seorang sopir lain di rumah, tapi ia adalah sopir pribadi Tuan Seo.

Okay, Yun Ae tahu kalau hari ini memang hari keberangkatan Kyuhyun. Seharusnya Yun Ae tidak perlu seterkejut itu seolah ia baru saja mendengar kabar bahwa dalam 24 jam bumi akan dihantam oleh meteor. Akan tetapi, sepagi ini?

“Nona mau ke mana?” melihat Yun Ae yang bergerak kasar sehingga menimbulkan derik aneh akibat geseran kursi yang didudukinya. Yun Ae baru sedikit melewati pintu, tapi ia berbalik lagi, menghampiri Bibi Han.

“Kunci? Kunci mobil mana?” dan apa maksudnya bertanya begitu? Kemudian Yun Ae mendesis setelah menyadari bahwa ia tidak pernah belajar bagaimana cara mengemudi. Ayahnya belum setuju kalau ia mengendarai mobil seorang diri.

“Nona!”

Percuma berteriak, Yun Ae sudah telanjur berlari dengan terburu-buru. Sesampai di depan, ia kebingungan, bagaimana harus mengejar Kyuhyun. Sebuah ide tiba-tiba terbesit begitu saja setelah matanya menangkap sepeda yang selalu dipakai Kyuhyun terpakir, tidak jauh darinya. Tanpa pikir panjang, Yun Ae menghampiri sepeda dan langsung melesat pergi. Tidak peduli pada Bibi Han yang meneriaki namanya di belakang sana.

Siapa yang kemarin berkata bahwa dirinya tidak akan mengantar Kyuhyun ke bandara? Lupakan saja perkataan sok dewasanya. Ternyata Yun Ae tidak setegar itu. Ekspektasinya terlalu melambung tinggi sehingga saat kenyataan menghampirinya pagi ini, ia seperti terjatuh dan terhempas ke dasar bumi. Empedunya seakan sudah berpindah ke pangkal tenggorokan karena mulutnya sekarang sudah terasa sangat pahit.

Dada Yun Ae sangat sesak. Dengan napas yang memburu, ia menggenjot pedal sepeda seperti orang yang kesetanan. Meninggalkan barisan rapi pepopohan di sepanjang jalan yang seolah tak ada habisnya. Taksi yang tadi sudah terlihat di depan sana. Yun Ae tidak lagi memikirkan keselamatannya. Jalanan beraspal yang lebarnya tidak seberapa itu memang jarang dilalui kendaraan umum karena merupakan akses khusus untuk mencapai kediaman mewah milik Keluarga Seo. Tetapi, memacu pedal sepeda dengan kecepatan tinggi begitu, akan sangat berbahaya jika dirinya sampai terjatuh.

Taksi yang ditumpangi Kyuhyun berbelok. Dua ratus meter lagi, taksi itu akan keluar ke jalan utama. Sejak meninggalkan rumah, Kyuhyun hanya membuang wajahnya ke sisi jendela. Memandang kosong pada barisan pohon yang ia lewati. Daun-daun yang berguguran tersibak begitu saja.

Kyunie.

Suara Yun Ae menggema di dalam kepalanya. Berat rasanya meninggalkan kota itu. Tuan Seo terlalu sibuk dengan perusahaan sehingga jarang menghabiskan waktu di rumah. Yun Ae memang bukan tipikal yang sangat manja, tapi selama ini Kyuhyun seakan telah membiasakan Yun Ae untuk bergantung padanya. Apa yang bisa dilakukan gadis itu tanpanya?

Kyunie.

Bayangan Yun Ae yang terus memanggil-manggil namanya membuat tangan Kyuhyun bergerak, memijat pelipisnya. Belum sepuluh menit meninggalkan rumah, dan ia sudah sangat mencemaskan Yun Ae.

“Cho Kyuhyun!”

Kepala Kyuhyun terangkat dan alisnya bertaut. Apa suara itu sudah keluar dari dalam kepalanya? Mengapa terdengar jelas? Ditambah lagi, suara yang kedengarannya seperti teriakan Yun Ae tadi, menyebut namanya dengan lengkap. Seketika Kyuhyun menoleh ke belakang. Matanya membesar manakala melihat Yun Ae sudah tersungkur di aspal, tidak jauh dari sebuah sepeda yang rodanya masih terlihat berputar.

Ringisan terdengar dari bibir mungil Yun Ae. Ia menangis, tapi bukan karena memar di lutut setelah celana yang dipakainya sobek akibat terkikis aspal saat terjatuh tadi. Kyuhyun benar-benar pergi meninggalkannya, dan itu yang membuatnya seperti ditelan oleh rasa kesepian yang begitu dalam. Yun Ae memeluk kedua lututnya, mencoba menyamarkan sakit di hatinya.

“Nona?”

Suara berat yang memanggil lembut namanya itu seolah memberi perintah agar Yun Ae mengangkat kepala. Cho Kyuhyun sedang berdiri di hadapannya. Taksi yang ditumpangi Kyuhyun pun berhenti di depan sana. Yun Ae masih memandang tak percaya, tapi tidak dapat memungkiri rasa senang yang menghampirinya saat Kyuhyun berjongkok di depannya dengan sorot mata yang terlihat cemas setelah melihat luka di lutut kirinya.

“Nona, mengapa mengejarku? Lihat, kau jadi terluka,” padahal Kyuhyun sedang marah, tapi rasa senang Yun Ae justru bertambah besar. Yun Ae hanya menurut saat Kyuhyun memegang lengan atasnya, membantunya untuk berdiri. “Nona belum menjawab pertanyaanku tadi.”

Melihat sinar mata Kyuhyun saat menatapnya, melihat bagaimana kekhawatiran yang terpancar dari ekspresi Kyuhyun, tak ayal membuat air mata Yun Ae mengalir begitu saja. Air mata yang ditahan-tahan sejak kemarin seperti mendapat cela untuk keluar. Yun Ae terisak. Ia menghalau matanya yang berair dengan kedua tangannya.

“Aku tahu, kau tidak suka melihatku menangis…tapi, aku tidak bisa menghentikan air mata sialan ini. Aku hanya ingin melihatmu sekali lagi. Kyunie—apa kau akan melupakanku? Jangan jatuh cinta pada gadis mana pun. Kau bilang, kau ingin fokus pada musik, kan? Tepati janjimu itu, Kyunie,” Yun Ae menangis tersedu-sedu. Kata-kata yang ia pendam akhirnya keluar juga. Yun Ae tidak peduli jika Kyuhyun akan memberi label ‘nona muda yang egois’ padanya. Kalau Kyuhyun menghilang demi masa depan pemuda itu, ia bisa berlapang dada. Namun, jika Kyuhyun jatuh cinta pada gadis lain, ia tidak siap. Tidak akan pernah siap.

Kyuhyun menurunkan tangan Yun Ae sehingga gadis itu dapat melihat wajah Kyuhyun yang sedang berekspresi, entah apa. Kyuhyun tidak berkata apa-apa, ia hanya menyusupkan jari-jarinya melewati rambut Yun Ae sehingga ia dapat memegang belakang kepala Yun Ae. Lalu Kyuhyun merendahkan tubuhnya, mencoba menyamakan tinggi badannya dengan Yun Ae. Well, pemuda itu memang memiliki bentuk tubuh yang tinggi seperti seorang model. Bola mata Yun Ae agak membesar saat Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke arah wajah Yun Ae dan berhenti, mereka saling tatap sementara irama jantung Yun Ae meningkat. Wajah Kyuhyun semakin dekat, dan lebih dekat lagi. Yun Ae sudah menahan napas saat merasakan napas Kyuhyun menyentuh kulit wajahnya. Energi listrik seolah mengaliri tubuh Yun Ae. Gadis itu dapat merasakan bibir Kyuhyun berhenti di sana, tepat di sudut bibirnya. Bukan sebuah ciuman penuh, tapi kecupan penuh arti di sudut bibirnya dan itu terasa sangat manis. Sensasinya berbeda dan belum pernah dirasa Yun Ae.

Kyuhyun menarik diri, ia mengusap air mata yang membasahi wajah Yun Ae. Menatap Yun Ae yang bergeming, lalu ia melepas syal yang dipakainya, “Tentang yang kukatakan saat malam pesta dansa itu, Nona tidak sedang berhalusinasi,” kata Kyuhyun sambil melilitkan syal ke leher Yun Ae. Gadis itu terperanjat. Jadi itu bukan mimpi? “Nona harus memahami alasan mengapa aku bersikap tegas. Dalam keadaanku yang seperti ini, aku tidak akan menghampirimu. Aku akan membuktikan pada tuan bahwa aku akan menjadi orang yang pantas untukmu. Jadi, maukah Nona menungguku?” air mata Yun Ae kembali mengalir, ia mengangguk pelan. “Selama aku tidak ada, Nona harus selalu mendengarkan apa kata Tuan Seo dan—aku tidak melarangmu menangis. Nona boleh menangis jika itu bisa membuatmu menjadi lebih tenang,” Kyuhyun menyeka air mata Yun Ae.

Yun Ae mengangguk lagi dan langsung melabuhkan dirinya ke dalam pelukan Kyuhyun. Dekapan erat Kyuhyun membuatnya nyaman. Ia lalu melepas pelukan Kyuhyun sambil berkata, “Jangan cemas. Aku bukan gadis yang cengeng,” Yun Ae menyodorkan jari kelingkingnya dan langsung disambut Kyuhyun dengan menautkan jari kelingking mereka. Mereka berdua lantas tertawa.

“Pulanglah.”

“Aku akan melihatmu pergi dari sini, lalu aku akan pulang.”

“Segera obati memar di lututmu itu. Minta saja bantuan Bibi Han.”

“Iya.”

Keduanya kembali terdiam, hanya saling tatap sebelum Kyuhyun kembali berkata, “Kalau begitu, aku pergi, ya,” pamitnya dan Yun Ae mengangguk.

Yun Ae masih berdiri di sana, memandangi Kyuhyun yang berjalan menghampiri taksi. Ia melambai pada Kyuhyun saat pemuda itu menoleh padanya sebelum masuk ke dalam taksi itu. Kira-kira lima menit lamanya setelah Kyuhyun pergi, Yun Ae masih berdiam diri sebelum akhirnya mengambil sepeda dan pulang.

♪♫♩♬

Walau terpisah oleh sebuah jarak yang tidak main-main, Kyuhyun dan Yun Ae masih terus berhubungan. Namun, kesibukan masing-masing, membuat mereka tidak bisa sesering mungkin saling mengabari.  Setidaknya, beberapa kali dalam seminggu mereka menjalin komunikasi. Juilliard dan tekad besar Kyuhyun membuat Kyuhyun harus mengorbankan banyak waktu, tenaga dan pikiran. Demikian halnya dengan Seo Yun Ae. Yun Ae menjalani hidupnya dengan baik dan bertekad membuktikan pada Kyuhyun bahwa ia bisa melakukannya sesuai permintaan Kyuhyun. Semenjak lulus, ia jadi jarang bertemu In Hee. Sahabatnya itu kuliah di Universitas Kyunghee. Keduanya selalu menyisihkan waktu di akhir pekan untuk bertemu. Menghabiskan waktu untuk nongkrong di tempat-tempat yang digandrungi anak-anak muda kebanyakan.

Kyuhyun baru saja keluar dari sebuah ruang yang biasanya ia gunakan untuk berlatih. Senyumnya mengembang saat ponselnya berbunyi dan melihat nama yang tertera di layar ponsel. “Hallo.”

Suaramu terdengar ceria.

“Biasa saja. Bukankah ini sudah sangat malam di sana? Mengapa Nona belum juga tidur?” Kyuhyun melirik pada jam tangannya.

Tebak apa yang kulakukan sekarang? Aku sedang di balkon. Woah, tidak ada yang lebih hebat daripada langit berbintang di musim semi,” seru Yun Ae, riang. Ini adalah musim semi kedua yang ia lalui tanpa Kyuhyun di dekatnya. “Apa yang sedang kau lakukan, Kyunie?”

“Aku baru saja selesai berlatih dan sekarang hendak kembali ke asrama.”

Kau terdengar sangat sibuk.

“Aku berlatih bersama orkestra.”

Berlatih? Bersama orkestra?

“Hm. Setiap tahun Juilliard selalu mengadakan konser musik di Central Park. Pada pertunjukan itu, banyak alumni Juilliard yang akan tampil, dan percayalah, kau tidak asing jika mendengar nama mereka. Aku akan berkolaborasi bersama orkestra kampus,” kata Kyuhyun sambil membalas lambaian seorang mahasiswi seangkatannya saat berpapasan di dekat auditorium.

Wow!

“Apa itu pujian?”

Itu terdengar sangat hebat, Kyunie,” Yun Ae berdecak kagum. Ia yakin, Kyuhyun bisa melakukannya dengan baik. Terbukti karena sudah mendapat kepercayaan sebesar itu dari kampusnya. Kesempatan seperti itu selalu dinanti-nantikan oleh para mahasiswa. “Aku harus mengucapkan selamat padamu.

“Terima kasih,” Kyuhyun tersenyum, ia sangat senang. Lalu matanya terarah pada seorang pria tinggi dan tambun yang baru saja keluar dari sebuah ruangan.

Cho Kyuhyun. Please, come in,” setelah berkata demikian, pria itu kembali ke dalam ruangan tersebut.

“Dosen memanggilku. Kita akan bicara lagi nanti.”

Baiklah,” pembicaraan mereka berakhir. Kyuhyun lantas menyusuli pria tadi dan menghilang di dalam ruangan itu. Sepertinya, ia harus mengurungkan niatnya untuk pulang.

Hari demi hari telah dilalui oleh Kyuhyun dan Yun Ae. Dua tahun berlalu sejak mereka hidup di dua benua yang berbeda, namun mereka tetap menjalaninya dengan baik. Mereka saling menyemangati, saling memberi dukungan satu sama lainnya. Perasaan yang tiap hari dipupuk, menumbuhkan sebuah kerinduan yang sangat besar. Tidak mudah menahan rindu, namun mereka tetap bersabar sebab mereka tahu pasti bahwa akan tiba saatnya bagi mereka untuk bertemu kembali. Pada saat itu, kerinduan mereka akan terobati.

♪♫♩♬

Suatu hari, saat Kyuhyun baru saja menyudahi latihannya, Yun Ae menelepon. Seperti biasa, suara Yun Ae selalu terdengar ceria. Aura positif yang disebar Yun Ae menjadi penyemangat bagi Kyuhyun. Mereka membicarakan banyak hal. Sebenarnya percakapan itu lebih didominasi oleh Yun Ae yang secara menggebu-gebu menceritakan kejadian yang ia alami di kampus. Bagian favoritnya adalah saat bercerita tentang seorang senior yang menyukainya, sebab Kyuhyun pasti cemburu.

“Apa Nona sedang tidak berada di rumah?” tanya Kyuhyun, karena telinganya samar menangkap kebisingan dan suara klakson. Sebenarnya, ia berusaha untuk mengalihkan topik itu. Topik yang membuatnya selalu ingin pulang lebih cepat ke Seoul.

Aku sedang di jalan. Aku akan menemui In Hee. Kami janjian di Thanks Nature Café,” Yun Ae menyebut sebuah kafe yang sering didatanginya dengan In Hee yang berada di Hongdae.

“Nona menyetir sendiri?”

Yun Ae tertawa pelan, “Kyunie, kau lupa? Aku sudah mahir mengemudikan mobil,” ejeknya.

“Baiklah, tapi berhati-hati. Jalanan di Seoul lebih ramai pada malam hari,” ujar Kyuhyun memberi nasehat. Saat mereka berada di ujung percakapan, Yun Ae mengakhirinya dengan sebuah ungkapan yang melambungkan perasaan Kyuhyun.

Kyunie, aku mencintaimu,” sambungan telepon pun terputus. Kyuhyun bergeming, membutuhkan beberapa saat untuk mengembalikan kesadarannya. Lalu senyumannya mengembang.

Itu adalah percakapan terakhir Kyuhyun dan Yun Ae sebelum tidak terdengar kabar apa-apa lagi dari Yun Ae. Sudah dua minggu Kyuhyun tidak bisa menghubungi ponsel Yun Ae dan hal itu membuatnya cemas. Beberapa kali ia mencoba menelepon bibi atau pamannya, namun mereka tidak pernah mengangkat telepon darinya. Tidak biasanya seperti ini. Paling lama, tiga atau empat hari mereka akan saling mengabari, dan sekarang? Siapa yang tidak penasaran dengan situasi semacam itu?

Malam ini adalah malam diadakannya pertunjukan. Central Park sudah dipadati oleh ribuan manusia. Semua orang sedang bersiap-siap. Kyuhyun pun sudah tampak gagah dengan setelan tuxedo hitam yang membalut tubuhnya. Suara musik yang dimainkan oleh para musisi-musisi ternama sudah mengalun indah sejak tadi. Sebentar lagi giliran Kyuhyun akan tiba. Ya, penampilannya bersama orkestra. Untuk saat ini, Kyuhyun harus menyingkirkan segala bentuk kecemasan yang sedang melanda hatinya. Ia tidak boleh melakukan kesalahan barang sedikit pun. Ia tidak ingin mengecewakan kepercayaan orang-orang yang sudah menunjuknya untuk berkolaborasi dengan orkestra kampus.

Kyuhyun menarik napas panjang saat ia berjalan menuju panggung. Semua anggota orkestra yang berjumlah empat puluh orang telah siap di panggung dengan alat musik masing-masing. Seorang konduktor yang akan memimpin mereka sudah berdiri di sana. Setelah itu, Kyuhyun menduduki tempatnya, tepat di depan sebuah grand piano. Sang konduktor mulai mengangkat sebuah tongkat kecil di tangannya, yang disebut baton.

Symphony No. 25 In G minor, karya Mozart pun mulai mengalun merdu, menjangkau pendengaran semua orang yang berada di taman tersebut. Simponi yang jelas dengan movement pertama yang terdengar ekspresif, namun menghadirkan suara yang begitu jernih.

Musik klasik selalu memiliki tempat tersendiri di hati para pecintanya. Begitu membuai dan sangat elegan, sehingga berhasil menghipnotis semua orang yang berada di taman. Tidak pernah ada yang meragukan kemampuan orang-orang yang dididik oleh Juilliard. Kyuhyun pun berusaha mengimbangi kehebatan orkestra dengan permainan pianonya yang memukau. Sebuah kombinasi melodi yang ditutup dengan nuansa riang pada movement keempat.

Tepukan tangan memenuhi tempat itu ketika orkestra menyudahi penampilan mereka. Kyuhyun berdiri, lalu menjabat tangan sang konduktor. Lalu bergantian menyalami seorang pemain viola yang bertindak sebagai concertmaster. Setelah itu, konduktor memberi kode kepada tim, dan mereka berdiri, menghadap pada para penonton dan bersama-sama menundukkan kepala.

Di belakang panggung, semua orang saling berjabat tangan dan memeluk, memberi selamat satu sama lain. Mereka tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagia yang meluap-luap pada malam itu. Namun, Kyuhyun tidak bisa berhenti memikirkan Yun Ae. Buru-buru Kyuhyun ke ruang ganti dan mengambil ponsel. Tidak ada yang berubah. Masih tidak ada kabar dari Yun Ae. Kyuhyun sudah tidak tahan. Ia sulit menanggung rasa penasaran yang bercampur dengan perasaan tidak nyaman di hatinya. Euforia malam itu tidak dapat meredakan badai yang sedang berkecamuk dalam dirinya. Ponsel Yun Ae masih tidak aktif saat ia mencoba menghubunginya. Kyuhyun menghela napas panjang, lalu mengembuskannya secara teratur. Getar ponsel di tangannya membuat ia terlonjak kaget, tapi itu bukan dari Yun Ae. Akhirnya Bibi Han yang duluan menghubunginya. Setidaknya ia dapat menanyakan kabar Yun Ae pada wanita itu. Ia menyapa Bibi Han dengan suara yang dipaksakan untuk terdengar riang. Bibinya itu selalu cemas dan curiga jika mendengarnya tidak bersemangat.

Namun, selang beberapa detik, senyum di wajah Kyuhyun luntur dan menghilang seketika. Matanya membesar dan rahangnya mengetat. Tangannya terkulai lemah. Ia seperti tidak memiliki sisa tenaga sehingga ponsel dalam genggamannya pun meluncur mulus menyentuh lantai. Kyuhyun terdiam, memandang kosong dengan ekspresi yang sangat kaku. Seakan indra pendengarannya telah disumbat sehingga ia tidak lagi mendengar suara yang bersumber dari musik dan juga dari ribuan manusia yang memenuhi Central Park. Yang ada di sekelilingnya adalah kesunyian. Matanya yang belum berkedip sejak menerima kabar itu, mulai berkaca-kaca dan detik selanjutnya, air mata pun menetes jatuh di kedua belah pipinya.

Nona, ini tidak lucu.

 

 -Bersambung-

Waktu nulis moment perpisahan Kyuhyun dan Yun Ae, sih rasanya biasa aja. Tapi setelahnya dan sampai sekarang, sy selalu membayangkan moment itu sambil mendengarkan lagu ‘Goodbye My Love’ by Teresa Teng tapi yang versi Jepang.

Girls, itu lagu lama (kalo gak salah nih ya, sekitar tahun 70-an), jamannya para ortu  kasmaran, salam2an, surat2an sampe baper2an.

Omong2, sy termasuk dalam kategori orang yang sangat menggilai lagu2 lama or yang sering disebut tembang kenangan, sweet memories, dll (dalam & luar negeri 😀 ) jadi maklum aja kalo otak sy ini lumayan kuno wkwkwkwk

Bukan kenapa2 sih, tapi bagi sy lagu2 jadul itu gak lekang termakan jaman, trus liriknya  oke, musiknya juga enak didengar. Pokoknya gak ngebosenin, walau anak2 kekinian pasti bilangnya bikin ngantuk wkwkwk.

Lagu Alm. Teresa Teng yang sy dengar itu, entah mungkin sy yang lebaynya kelewat batas atau apa, tapi lagu itu sangat menyentuh. Goodbye My Love (sy suka dengar yg versi Jepang) memang sangat romantis sekaligus sedih. Kalo ditranslate pun  sangat cocok dengan moment perpisahan Kyuhyun-Yun Ae. Apalagi dengerin suara emasnya Teresa Teng yang lembut dan merdu sambil membayangkan adegan romance Kyu-Yun di antara guguran dedaunan. Eyke sampe meringkuk dalam selimut… duh, syahdu banget XD *lebay lagi*

Emang sih, selera orang beda2, mungkin kalian gak bisa merasakan apa yang sy rasakan, sekalipun kalian dengerin tuh lagu. Maklum, generasi 80-an cem sy ini udah gak bisa dibilang kekinian ala2 anak taon 90-an, apalagi yang 2000-an huahahahaha. Ya ginilah kami para LDR (Lupa Dengan Relationship), sehingga menjadikan kami single2 berkelas dan terhormat, yang lebih senang jalan2, nonton, nulis FF, dengerin lagu, trus mentok2nya di baper stadium tak terselamatkan *hooeeekkk*.

Dalam FF ini ada salah satu lagunya Alm. Teresa Teng, sy lupa tepatnya di part berapa, tapi itu moment dimana Kyuhyun bermain piano mengiringi si gadis menyanyikan lagu itu (kebetulan juga, sy punya yang cuma instrument piano jadi pas banget dah. Membayangkan kyuhyun yang main piano, trus sy yang nyanyi2 gitu hihihi). Lagunya terkenal kok. Kalo teman2 chinese kemungkinan besar sangat2 tau lagu2nya almarhumah. Pernah dengar : Yue Liang Dai Biao Wo De Xin? or kalo ditranslate ke Bahasa Inggris, The Moon Represents My Heart. Asli, sy mutar lagu itu dan juga Goodbye My Love, dan beberapa lagunya Alm. Teresa Teng berpuluh2 kali pun gak bakalan bosan.

Sedikit spoiler, FF ini sampe part 14, jadi perjalanan Kyuhyun masih panjang. Apa yang akan terjadi nantinya, kita simak sama-sama saja ya 🙂

Mohon koreksinya ya kawanssss.

Dan…

Di malam natal ini, sy ingin mengucapkan selamat merayakan Hari Natal bagi teman2 yang merayakan. Suka cita selalu dan cinta kasih Tuhan Yesus senantiasa menyertai kita. Amin.

Iklan

82 thoughts on “Pianist’s Melody (Part 6)

  1. yuliani mokoagow berkata:

    huwaaa .. ada apa dgn Yun Ae ,, ??? penasarann…. , Perpisahan mereka awalnya baik2 saja ,, Bahkan masih saling memberi kabar smpaii 2 tahun…

    kyuhyun jga udh membenarkan perkataannya , kluu itu bukan halusinasi …

    Tpii knapa tiba2 Yun Ae gk ada kabar , trusss apa yg dikatakan bibi han ??? ..

    Gk sabar pengen Mecahin Misterinyaa , iniii Yun Ae Sakitkah , atau Hilang???

    dtunggu part selanjutnya 🙂 …. Selamat Natal dan Tahun Baru

  2. cha eunna berkata:

    hai kak😃

    kak yun ae kenapa??

    kasian kyu udah ga di kasih kabar 2 minggu ama yun ae. waktu ada yg nelepon dia *walau bkn dr yun ae* ngasih kabar yg membuat kyu menitikkan airmata 😢

    okeh kak ditunggu next part nya ya…^^v

    SEMANGAT KAK!! ^^

  3. Sipur berkata:

    Hm.. Sampai 14 part gak papa, sy harap happy ending..salut buat penulisnya.Alur ceritanya bagus, sy suka.Semangat terus ya…!

  4. Misscho berkata:

    Duhh…. Tbc nya muncul disaat yg gak tepat .
    Penasaran . ada apa dg yun ae ??
    Kecelakaan ya ??
    Atau ditunangkan ??

    Pas bagian perpisahan yg yun ae ngejar taksi , aku.kok nangis ya ? Rasanya menyedihkan ..
    Walaupun waktu kuliah mereka tetep komunikasi

    Penasaaran kelanjutannya .
    Semoga update nya nggak lama yaaa . gomawo

  5. herissheea berkata:

    ini apa?
    yun ae kenapa?
    dia kecelakaan kah, atau dipaksa nikah or tunangan ama bapaknya kah?

    sedih banget ngeliat kyuhyun-yun ae. uda Cinta terhalang status, trus LDR-an eh sekarang ada masalah lain yg lebih naas yg saya sendiri blm tau apaan itu..
    ditunggu lah next partnya, berharap semua baik” aja dan ini cerita bakalan happ ending ^^

  6. myungie berkata:

    apa yang terjadi? yun ae kenapa??? kenPa??
    penasaraaannn bangeettt…
    keren banget, momen perpisahan mereka kereen….
    next part masih flashback kah? atau udah di masa sekarang?
    penasaaaraannn,,, 😆

  7. Afwi berkata:

    Ternyata mereka ttp berkomunikasi walaupun udh jauh. Udh 2 thn pulaa
    Sepertinya itu kabar buruk mengenai yunae, apa mungkin ketika yunae lgi nyetir dn trakhir kali tlpn kyuhyun itu trjadi sesuatu??
    Penasaraaan

    lagu good by my love, blm tau tntg makna lagunya. Tapi sering dengerin lagu itu di radio langganan emak saya tiap pagi, hehe

    ditunggu kak kelanjutannya…

  8. Rrin'sLove berkata:

    OHOOOOOOO
    ADA APA DENGAN YUN AE???
    DIA GAK MATI KAN ?
    ATAU KECELAKAAN ?
    AIGOOOOOO
    ATAU DIA DINIKAHKAN ?
    eh kayaknya enggak lah

    aduuuuuh
    melody-nya Kyuhyun
    kau baik2 saja kan ??
    kasian uri Kyuhyun #sinipeluk

    aiiiiih
    apa ya apa yaaaa
    moment perpisahan mereka nyelekit banget kak
    rasa2 aduuuh pen nangis akunya

    lagu yg kedua itu ?
    kayaknya Kyuhyun pernah bawain
    tapi entahlah hahaha
    mandari kan ?
    kayaknya pernah tapi aku ragu wkwkwk

    aiiiih
    setelah Yun Ae bilang cinta ke Kyu dia kemanaaa ??
    aduuuuh
    penasaran aku kaaak

    semangat ya kak ^^

  9. 🍁KyuRhyn0305🍁 berkata:

    What the? Apa yun ae nya kecelakaan? Meninggal gitu apa koma?? Yaampunn..
    So ceritanya kyuhyun gak bisa ngelupain yun ae gtu walau yun ae udah pergi?
    Ahh penasaran.. ditunggu kelanjuatannya

  10. lee_ne berkata:

    aku tauu lagu lagu yg eonni bilang
    itu juga lagu kesukaan ku
    aku suka lagu nostalgia
    wkwkwk
    lebih berbobit untuk di dengar

    dan cerita kali ini
    cukup membuat ku sesak
    entah lah
    aku bisa merasakan feel y

  11. 154 berkata:

    Yun ae ny knp? Dr sini ya mreka g pernah berhubungan sampe’ kyuhyun plng k seoul bwt concert. Penasaran bngt apa yg terjad ma yun ae, apa yg ngebuat komunikasi mreka putus.

  12. kampungfanfic berkata:

    menggenjot atau menggoes? sepeda
    mau koreksi apa lagi ya…
    sumpah emosi deh, jangan bilang yun ae amnesia atau bla bla bla hahaha (ketawa garing) ya Allah masih kudu nunggu seminggu lagi???
    tak sabar aku, tapi next part udah dikehidupan masa kini kan gak masa lalu terus hahaha. duh sedih aku malah hahaha terus T^T

  13. kyun berkata:

    ada apa ini,?
    yun ae nikah? atau yun ae kecelakaan,,,tp gx tau kenapa hati aku beratnya di yun ae hianati kyuhyun ya,,, aduh….deg”an bgt,,,

  14. Lhana Minoz berkata:

    Ada kabar apa sebenarnya???
    Kenapa ekspresi kyu kayak orang ga nerima kenyataan?!
    Apa yg sebenarnya terjadi pada Sungyeon??
    😦 dia nikah??? Dijodohkan??! Atau kecelakaan trusss…??? *ahgamungkin*

    kenapa juga tulisan TBC ada disitu….???!!!! Mengganggu. Opzz 😎

    selamat Merayakan Natal & Tahun Baru nona Ditta…
    Semoga harimu menyenangkan… 😀 😎 🙂

  15. Dufy berkata:

    Apa yg terjadi dgn Yun Ae?? Kecelakaan? Di jodohkan?? Atau apa?? Astaga penasaran banget.. smoga next partnya gak lama…
    Iya sama kok aku juga banyak suka lagu2 jadul.. maklum anak kelahiran 80an.. wkwk.. ✌😂😂

  16. nazaki berkata:

    Apanya yg g lucu?aduh,penasaran akut nih, bibi han kasih kabar apa sih? Terjadi sesuayau sama yon ae? Ayau yon ae malah dijodohin ma orang lain?????

  17. mitarashi8899 berkata:

    Yun ae kecelakaan kah??? Atau jgn blg lbh parah dr itu yun ae nya malah nikah or tunangan??? 😱😱😱 Andweee… Setelah ini jln ceritanya balik ke masa sekarang kan??? Aku penasaran ada apa dgn yun ae

    Btw selenyingan LDR nya ngena bgt ahaha.. And lagu the representative my heart itu emang bgs. Yg pasti lagu lagu jadul emang ga lekang oleh waktu cieee wkwkwk… Recomend nih kalo emang suka lagu jadul. Lagu nya frank sinatra – fly me to the moon jg enak bgt di denger

  18. Melsyana berkata:

    Kyu ternyata menyukai yun ae juga dibalik sikap tegas dan pendiamnnya. Untung yun ae menjalani hari2-nya tanpa kyu dg dewasa.
    Selama 2 thn, kyu dan yun ae masih saling kontak, tapi tiba2 yun ae gak pernah ngabari kyu lagi.
    Apa mungkin yun ae kecelakaan, terus lupa ingatan?
    Eiiii… Mudah2an jangan.

  19. citraarum96 berkata:

    Huwee… 😭😭😭😭
    Aku udah nangis parah tadi malem. Dan hasilnya ini mata bengkak deh abis bangun tidur. Tadi malem mau langsung coment tapi tiba” ini kuora sekarat, pantesan aja gagal terus… Wkwk

    Oke… Bagian yang sukses bkin nangis itu wktu yun ae dengan sepedanya ngejar taksi yg bawa kyuhyun ke bandara, yun ae sampai jatuh gitu.. Hikss tapi untungnya kyuhyun berhenti dan samperin yun ae. Wktu itu seriuss sampek meler ini ingus gegara nangis… Ckckck kyak berasa nyata gitu, kayak ngerasa jadi yun ae… Pkoknya ikutan sakit dan gak rela..
    Tapi tapi tapi… Moment itu juga sejarah. First kiss mereka.. Astaga yuhuuuuuu, jadi masih sambil nangis tapi juga senyum senyum sendiri…#plakk
    Sempet seneng krna masing” dr mereka udah janji kan. Yun ae yg bkalan jadi mandiri tanpa kyuhyun dan tentunya menunggu kyuhyun pulang dri julliard. Dan kyuhyun yg janji bkalan jadi orang hebat biar layak bersanding sama yun ae. Udah seneng itu liat mereka janji kelingking. Dan makin seneng krna mereka berdua masih berhubungan baik.
    Tapiiii… Mulai ada perasaan was was wktu yun ae nyetir mobil sendiri, dan bilang “kyunie aku mencintaimu” tapi tiba” tlfn mati. Harusnya denger ungkapan yun ae aku ikutan seneng tapi gak tau knpa malah berasa sesuatu yg buruk bkalan terjadi. Aku mikirnya yun ae kecelakaan atau malah yun ae dijodohin mkanya dia gak ada kabar lagi. Yg makin bkin penasaran bibinya kyuhyun juga dihubungin gak diangkat.. Euhh jadi gemes sendiri ini mah.

    Dan pertanyaan paling atas setelah baca ff ini adalah “kapan next part publish?? “..wkwk
    Udah penasaran soalnya kak,. Fighting yaa!!!

    • marchiafanfiction berkata:

      sy senang deh si citra kalo komen selalu panjang2… dari sekian banyaknya hal yang ingin sy katakan tentang dugaan2mu, sy lebih tertarik jawab yg terakkhir… part 7 posting besok hehehe

  20. nabilatrrsydh berkata:

    Gatau kenapa suka bgt sama karakternya YunAe di ff ini. Dia sama sekali ga egois dengan nahan2 kyuhyun supaya ga pergi. Mereka udh kayak pasangan yg lagi LDR-an gitu yaaa hahhaha
    Tapiiiiiiiii kenapa ending part ini mengejutkan bangeettt, YunAe kenapaa?? 😦

  21. Yeoboxxgyuu berkata:

    Nona ini tidak lucu
    emangnya kenapa dengan yun ae?
    Ahh.. Gak sabar
    aku juga pecinta musik dulu kak , waktu di zaman ayah ibu lagi pacar”an kkiki.
    Menurut aku lagu” dulu itu punya sejuta makna di setiap bait lirik dan penyanyi nya bisa bikin lagu itu hidup.
    Walau kebanyakan lagu dulu yg versi dalam negri punya intro gitu” aja ,kalau diperluas dan didenger berulang ulang bisa kebayang dan nyampe imajinasi si penulis lagu itu.
    Bisa jadi alternativ lain kalu gak bisa bobok 😉

  22. callista berkata:

    Jgn2 yunae meninggal o_O moga ga bener yaaa kakkkk ato dijodohkan#ngarangbebas

    Baidewey eniwey baswei aku mo minta maaf sebesar-besarnya sm kak marchi yg baru ninggalin komen skrg hihihi karna satu dan lain hal ga bs ni.ggalin jejak T____T dan merasa hehehehe berzalah bgt jadi.ya

  23. jidatseksehpcy berkata:

    ohmaygat, kenapa itu sama yoon ae 😲 semoga aja ngak kenapa kenapa , kasian sikyupil . ternyata kyupil juga suka sama yoon , cuman gegara kyupil anak yatim piatu jadi dia beranggapan kalo dia ngak pantes buat nona muda yoon ae . next chapt jan lama lama thor😊
    fighting!

  24. Widya Choi berkata:

    Ngbyangin prpisahan mrk bhkn smpe si yun ae nyusulin kyu q jd pngen ngis ngbyngin ny.. tp q kok jd mlah kbyang wkt tao ming se ngejar sanchai yg mau prgi naik bis y hohohoho #abaikan..
    Nah loh… knp si yun ae?…ada ap ini?..yun baik2 aja kan?..knp dy ngilang gt aj g ksih kbar k kyu?..aduhhh jd pnsrn akut q…

  25. syalala berkata:

    asliiiii aku sudah berkaca kaca huwaaaaaaaaa dari mereka pisah iyu kebayang gimana sok tegarnya yun ae dengan menyibukkan diri begitu trs ketegatran kyuhyun juga loh bener drh dia bertekad kuat jg untuk yun ar kan haha sotau bet. tp itu endingnya kenapaaaaa itu yum ae kenapa????? huhuhuhu sedih ga kuat(?) bacanya hahahaha

  26. ghefirasaras010298 berkata:

    KENAPA SAMA YUN-AE KAK? *nggak nyante*
    Ahh, endingnya bikin penasaran setengah mati😂😂
    Yun-Ae baik2 aja kan? Itu….tapi kenapa Kyu sampe nangis gitu? Ahhhh:'(
    Eh tapi waktu momen perpisahan mereka itu aku sempet terbawa suasana lho. Ada sedihnya, tp masih terselip juga romansa manis mereka berdua yang bikin aku senyum2 sendiri, haha.
    Okelah, lanjut baca chapter selanjutnya aja deh daripada penasaran mulu. Kak Marchia ni emang seneng bgt kaliya bikin anak orang penasaran😂

  27. sy_pyeol berkata:

    Ada apa dengan yun ae.???
    Apa kcelakaan? Apa mnikah???
    Hduhhh pnasaran….
    Bibi han ksih kabar ap ya sma kyu???

  28. starlily16 berkata:

    Hai penulis kesayangan… Aku suka sekali dengan ff kamu ini. Jalan ceritanya mungkin mainstream tp kamu dpt menyampaikan isi cerita dgn baik. Feelnya bener2 terasa. Aku pun berlinang air mata loh ditengah malam. Nangis sesegukan. Hehe . aku suka sosok kyuhyun Yg dewasa bisa mengayomi yun ae yg keras kepala dan sesuka hati. Dan yun ae kecelakaan kah?? Oh nooo…

  29. Leah berkata:

    Oh ayolahhhh baru juga aku senyum senyum karena hubungan yun ae dan Kyuhyun membaik, tiba tiba diakhir part …. Yun ae kenapa? Dia ga dinikahin paksa sama orangtua nya kan?

  30. KIKI berkata:

    Mereka seperti pasangan yang LDR 😁 Flasback nya mengalir banget..
    Apa yang terjadi dengan Yun Ae?? Bencana tlah datang

Mohon Saran dan Kritikannya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s