Diproteksi: Drama (Part 19)

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Iklan

Pianist’s Melody (Part 11)

pianists-melody-poster-2

~Kesamaan karakter ataupun jalan cerita hanyalah faktor ketidaksengajaan. Dilarang keras melakukan aksi Plagiat! Jika teman2 menemukan sesuatu yang mencurigakan, harap segera dilaporkan kepada saya. Say no to plagiat!~

***

Complicated

 

 

Kalau kau ada di sini, Yun Ae mungkin akan baik-baik saja. Aku berharap suatu hari kau akan menemukan surat ini. Apa pun yang terjadi, tolong jaga putriku.

Tangan Kyuhyun yang memegang secarik kertas itu masih gemetar sejak beberapa menit lalu. Jantungnya berdentam hebat di dalam sana. Tanpa sengaja ia menemukan surat tersebut di bawah tumpukan buku-buku lamanya. Sebuah pesan yang ditinggalkan oleh mendiang Tuan Seo Dong Hwan, ayah Yun Ae. Apa artinya Tuan Seo pernah masuk ke kamar ini? Kenapa Tuan Seo sampai-sampai meninggalkan pesan seperti itu?

Di hari yang sama, Kyuhyun sengaja mendekati beberapa pelayan yang kebetulan sedang mengobrol di sebuah ruangan yang biasanya dipakai mereka untuk beristirahat jika sedang senggang. Mereka tersipu-sipu malu saat Kyuhyun menghampiri mereka. Rasa penasaran Kyuhyun sudah sampai pada tahap yang tidak dapat dikendalikan. Baca lebih lanjut

Pianist’s Melody (Part 10)

pianists-melody-poster-2

~Kesamaan karakter ataupun jalan cerita hanyalah faktor ketidaksengajaan. Dilarang keras melakukan aksi Plagiat! Jika teman2 menemukan sesuatu yang mencurigakan, harap segera dilaporkan kepada saya. Say no to plagiat!~

***

Beating Heart

 

 

“Akhirnya selesai juga. Aku sangat merindukan kasur.”

Jessey sedang mengemudi, dan ia hanya tersenyum mendengar gumaman Kyuhyun. Sudah pukul sebelas malam dan mereka baru selesai melakukan pemotretan dengan sebuah majalah fashion. Kyuhyun tampak kusut meskipun itu tidak mengurangi sedikit pun nilai ketampanannya.

“Bagaimana, kau berubah pikiran? Kita bisa meninggalkan Seoul kalau kau mau,” celetuk ringan Jessey. Kyuhyun hanya mendengus sehingga membuat Jessey tertawa pelan. “Baiklah, Tuan Cho, kau boleh tidur sepuasmu,” katanya lagi. Mereka sudah sampai di rumah. Baca lebih lanjut