Miracles

Great-Love-Miracles

By. Lauditta Marchia T

***

“Kau sudah membacanya?”

“Apa?”

“Aku menulis surat untukmu.”

“Surat?”

“Sudah kuduga. Memangnya kau tidak punya waktu sama sekali sampai-sampai membuka laci mejamu pun tidak sempat? Ah, kau ini sangat tidak romantis.”

Amplop berwarna merah muda langsung terlihat oleh Cho Kyuhyun begitu ia menarik laci pertama meja kerjanya. “Kau merecokiku karena ini, kan?” gumamnya sambil tersenyum tipis, teringat kalau dua hari yang lalu Baek Mi Rae mengomelinya habis-habisan di telepon karena benda yang kini sudah ia amankan di saku jasnya. Ruangan itu kembali senyap sepeninggalnya. Baca lebih lanjut

Iklan

Hallo, My Love!

Present :

Hallo, My Love!

421402_269169913153835_220958551308305_641443_1566534674_n

By. Lauditta Marchia Tulis

-o0o-

Mungkin kau sudah mengetahui cerita ini. Atau seseorang pernah menceritakannya padamu.

Sebuah kisah dari seseorang yang bernama Cho Kyuhyun. Kau tahu siapa dia? Sebenarnya, dia hanya seorang pemuda biasa. Dia tidak berasal dari keluarga kaya raya. Dia tipe seorang pekerja keras. Dia berjuang untuk hidupnya. Sebuah perjuangan dengan begitu banyak pengorbanan, juga air mata.

Kau pernah mendengar tentang Hansoo? Itu perusahaan pembuat software. Hansoo hanya perusahaan kecil, tapi kelak, perusahaan itu akan berkembang pesat. Saat kau melihat Kyuhyun, kau tidak akan mengira jika bos Hansoo itu dulunya adalah seorang anak yang tumbuh di panti asuhan. Pria itu pintar, dia bisa membangun perusahaannya sendiri. Dia telah merintisnya sejak masih duduk di bangku kuliah. Memang tidak semudah membalik telapak tangan. Ditolak, dihina bahkan berkali-kali jatuh, tidak membuatnya menyerah dan dia membuktikan semuanya. Kerja kerasnya tidak pernah sia-sia. Tuhan memperhitungkan keseriusannya.

Ada yang mengatakan bahwa pria tak perlu tampan jika hanya untuk membuatnya di kelilingi banyak wanita. Asumsi yang mengatakan bahwa wanita lebih tertarik pada pria kaya daripada pria tampan memang cukup merusak citra kaum wanita di seluruh dunia. Meski tidak selalu seperti itu, tapi tidak bisa dipungkiri—itulah yang sering kali terjadi. Tidak munafik. Wanita mana yang tidak ingin memiliki pendamping yang mapan? Baca lebih lanjut

Love Is Pain

boy-girl-love-summer-sun-favim-com-271842_large

By. Lauditta Marchia T

***

“Ah—kau datang?”

Nam Jae In sedang merapikan gaun yang membaluti tubuhnya ketika mendengar seseorang membuka pintu. Ia berbalik dan senyum mekar yang semula terpancar di raut wajahnya mendadak hilang. Tampaknya bukan seseorang yang ia harapkan kehadirannya di situ.

Berbeda dengan Jae In yang kini memamerkan ekspresi yang terkesan sangat biasa, Lee Donghae justru bergeming. Ia tak bisa menampik hatinya yang berdebar tak beraturan. Hanya Jae In yang bisa membuatnya seperti itu. Jae In begitu cantik dengan riasan minimalis di wajahnya, rambut yang digulung sederhana serta gaun putih indah yang membuatnya terlihat sangat menawan.

“Kau—sangat cantik.”

Jae In tersenyum tawar mendengar Donghae bergumam, memujinya. Sorot mata pria itu tampak begitu sendu. Jae In mampu merasakan cinta yang terpancar dari tatapan Donghae. Tatapan itu tak pernah berubah sejak dulu. Baca lebih lanjut